Anda di halaman 1dari 15

GANGGUAN PANIK

DIAGNOSIS GANGGUAN PANIK


Menurut DSM-IV, kriteria diagnosis gangguan panik harus dibuktikan dengan adanya
serangan panik yang berkaitan dengan kecemasan persisten berdurasi lebih dari 1 bulan
terhadap: (1) serangan panik baru () konsekuensi serangan, atau (!) ter"adi perubahan
perilaku yang signi#ikan berhubungan dengan serangan$ Selain itu untuk mendiagnosis
serangan panik, kita harus menemukan minimal % ge"ala dari 1! ge"ala berikut ini:
Merasa pusing, tidak stabil berdiri, hingga pingsan
Merasa kehilangan kontrol, seperti mau gila
&akut mati
'eher serasa dicekik
(alpitasi, berdebar-debar, denyut "antung bertambah cepat
)yeri dada, rasa tidak nyaman di dada
Merasa sesak, bernapas pendek
Mual atau distress abdominal
*emetaran
+erkeringat
,asa panas dikulit, menggigil
Mati rasa, kesemutan
Derealisasi, depersonalisasi (merasa seperti terlepas dari diri sendiri)
Selama serangan panik pasien senantiasa berkeinginan untuk kabur dan merasa
a"alnya hampir men"elang akibat perasaan terkecekik dan berdebar-debar$ *e"ala lain yang
dapat timbul pada serangan panik adalah sakit kepala, tangan terasa dingin, timbulnya
pemikiran-pemikiran yang mengganggu, dan merenung$ &erdapat tipe diagnosis gangguan
panik, yakni gangguan panik tanpa agora#obia dan yang disertai agora#obia$ Diagnosis
diekslusi bila serangan panik ter"adi pada kondisi di ba-ah pengaruh obat atau ter"adi karena
didahului gangguan mental lainnya$

PEMICU PANIK
Salah satu upaya untuk mengatasi gangguan panik adalah dengan cara men"auhkan
pasien dari segala pemicu gangguan panik$ .dapun beberapa pemicu gangguan panik antara
lain:
/edera (oleh sebab kecelakaan atau operasi)
(enyakit somatik
.danya kon#lik dengan orang lain
(enggunaan gan"a
(enyalahgunaan stimulan seperti ca##eine, decongestant, cocaine dan obat-obatan
simpatomimetik (seperti am#etamin, MDM.)
+erada pada tempat-tempat tertutp atau tempat umum (terutama pada gangguan
panik yang disertai agoraphobia)
(enggunaan sertraline, yang dapat menginduksi pasien gangguan panik yang
a-alnya asimptomatik
Sindrom putus obat golongan SS,I, yang dapat mendinduksi ge"ala-ge"ala yang
menyerupai gangguan panik$
(ada beberapa penelitian, ge"ala-ge"ala serangan panik sering timbul pada pasien
penderita gangguan panik yang mengalami hiper0entilasi, menginhalasi /1

, konsumsi
ca##eine, atau yang mendapat in"ekasi natrium laktat hipertonis atau larutan salin hipertonis,
kolesistokinin, isoproterenol, #ulama2enil, atau naltre3one$
ETIOLOGI
4tiologi sangat berperan dalam proses pemberian terapi pada pasien dengan gangguan
panik$ +eberapa penelitian menun"ukkan gangguan panik dapat diturunkan akibat dis#ungsi
neurokimia dengan perkiraan tingkat heritabilitasnya (heritability) 5,!-5,67$ Meskipun
begitu, hingga kini analisis segregasi masih belum dapat menyimpulkan rantai D). yang
dapat menyebabkan gangguan panik$
)amun beberapa penelitian genetis menemukan bah-a regio kromosom 1!8, 1%8,
8, %8!1-8!%, serta 98!1 berkaitan erat dengan heritabilitas #enotip gangguan panik$
Beberapa Teori Etiologi
Dis#ungsi neurokimia tampaknya men"adi salah satu penyebab gangguan panik yang
mengakibatkan ketidakseimbagan otonom, penurunan kualitas *.+.(gamma-aminobutyric
acid)ergik, polimor#isme alel gen /1M& (catechol-1-methyltrans#erase), peningkatan #ungsi
reseptor adenosin, peningkatan kortisol, penurunan #ungsi reseptor ben2odia2epin, gangguan
#ungsi serotonin, norepinephrine, dopamine, cholecystokinin, dan I'-1 beta$

Dis#ungsi
neurokimia ini diperkuat oleh temuan hasil scanning (4& yang menun"ukkan ter"adi
peningkatan aliran darah pada regio parahippocampal de3tra dan penurunan ikatan reseptor
serotonin tipe 1. pada cingula anterior dan posterior pasien gangguan panik$
+eberapa peneliti "uga memberikan teori yang menyatakan gangguan panik
merupakan suatu keadaan yang diakibatkan olehhiper0entilasi kronik dan hipersensi0isitas
reseptor karbon dioksida$ +eberapa pasien epilepsi menun"ukkan gangguan panik sebagai
mani#estasi dari bangkitan mereka$

Sedangkan teori kogniti# menyatakan bah-a pasien
dengan gangguan panik telah mengalami peningkatan sensiti0itas terhadap isyarat otonomik
internal$ Sehingga dengan sedikit rangsangan stress sa"a, sudah dapat mengakibatkan
serangan panik$
PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan Ketika Serangan Panik Terjadi
Serangan panik merupakan salah satu "enis kega-atdaruratan psikiatri$ .dapun
beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi pasien serangan panik yang datang
dengan keluhan nyeri dada, sesak napas, palpitasi, atau nyaris pingsan antara lain:
1$ &erapi oksigen
$ Membaringkan pasien dalam posisi :o-ler
!$ Memonitor tanda-tanda 0ital, saturasi oksigen, dan 4;*
%$ Memeriksa ada tidaknya kelainan lain yang dialami pasien seperti kelainan
kardiopulmoner dan memastikan kalau pasien memang sedang mengalami serangan
panik$
<$ Memberikan pen"elasan dan moti0asi pada pasien kalau semua keluhan yang
dialaminya dapat berkurang "ika dia menenangkan diri$
;omponen utama dari terapi pasien serangan panik adalah men"elaskan pada pasien
kalau kondisi yang dialaminya bukanlah disebabkan oleh kondisi medis yang serius
dan bukan pula dikarenakan oleh gangguan mental yang parah, tapi lebih diakibatkan
oleh ketidakseimbangan kimia-i dalam tubuh karena respon sistem simpatik atau
fight or flight response. Memberi keyakinan seperti ini terbukti men"adi plasebo yang
signi#ikan dalam memperbaiki kondisi pasien$
Dokter dan sta# I,D harus mendengarkan keluhan pasien secara e#ekti# namun tetap
menun"ukkan empati terhadap kondisi pasien$ ;ita harus hati-hati dalam
menggunakan #rasa seperti =(enyakit .nda tidak serius> atau =.nda akan baik-baik
sa"a> karena itu dapat di-misinterpretasi oleh pasien sebagai ketiadaan empati$
6$ Memberikan in"eks lora2epam 5$< mg IV 85min untuk menenangkan dan
mengurangi impuls tak terkontrol pasien$
+ila keadaan pasien membaik, lora2epam in"eksi dapat diganti dengan lora2epam
oral atau golongan ben2odia2epin lain$ &erapi ini tidak boleh lebih dari 1 minggu untuk
mencegah ketergantungan$ +en2odia2epin digunakan hanya untuk meningkatkan
kepercayaan diri pasien$ Setelah serangan panik berlalu, pasien harus di"elaskan mengenai
pentingnya terapi "angka pan"ang seperti /+& dan penggunaan obat "enis SS,I$
Penatalaksanaan Gangguan Panik Ketika Tidak Ada Serangan
Mengingat gangguan panik merupakan suatu penyakit yang bersi#at kronik, sering
berulang, serta dapat menyertai berbagai gangguan mental dan somatik lain, maka
penatalaksanaan yang tepat serta hemat biaya sangat dibutuhkan oleh pasien untuk
mengurangi beban ekonomi yang bisa ikut men"adi pemicu gangguan mental yang lain lagi
pada pasien$
,.)?/( (,oyal .ustralian and )e- ?ealand /ollege o# (sychiatrist) menyatakan
bah-a penatalaksanaan yang direkomendasikan untuk menangani gangguan panik adalah
mengedukasi pasien dan keluarga agar dapat mendukung pasien dalam mengatasi
kepanikannya$ &erapi medikasi hanya dian"urkan untuk penggunaan "angka pendek$
Saat ini /+& (/ogniti0e-beha0iour therapy) merupakan terapi yang dianggap lebih
e#ekti# dan murah dalam mengatasi gangguan panik "ika dibandingkan dengan terapi
medikasi$ @ntuk terapi medikasi, obat-obatan golongan tricyclic dan serotonin selective
reuptake inhibitors (SS,I) dianggap memiliki e#ikasi yang setara serta lebih dipilih sebagai
medikasi pilihan dibanding golongan ben2odia2epin yang sering disalahgunakan serta dapat
menyebabkan berbagai komplikasi pada pasien yang mengalami ketergantungan alkohol$
1. Cognitive-behavioral thera! "C#T$
/+&, dengan atau tanpa #armakoterapi, merupakan terapi pilihan untuk gangguan
panik, dan terapi ini harus diberikan pada semua pasien$ /+& memiliki e#ikasi yang lebih
tinggi dalam mengatasi gangguan panik dan biayanya lebih murah$ Selain itu tingkat drop out
dan relaps "uga lebih rendah "ika dibandingkan dengan terapi #armakologi$ Meskipun begitu,
hasil yang lebih superior dapat dihasilkan dari kombinasi /+& dan #amakoterapi$
Beberapa Metode CBT
&erdapat beberapa metode /+&, beberapa diantaranya yakni metode restrukturisasi,
terapi relaksasi, terapi bernapas, dan terapi interocepative. Inti dari terapi /+& adalah
membantu pasien dalam memahami cara ker"a pemikiran otomatis dan keyakinan yang salah
dapat menimbulkan respon emosional yang berlebihan, seperti pada gangguan panik$
Terapi restrukturisasi, melalui terapi ini pasien dapat merestrukturisasi isi pikirannya dengan
cara mengganti semua pikiran A pikiran negati# yang dapat mengakibatkan perasaan tidak
menyenangkan yang dapat memicu serangan panik dengan pemikiran-pemikiran positi#$
Terapi relaksasi dan bernapas, dapat digunakan untuk membantu pasien mengontrol kadar
kecemasan dan mencegah hypocania ketika serangan panik ter"adi$ Semua "enis /+& seperti
di atas dapat dilakukan pasien dengan atau tanpa melibatkan dokter$
)amun salah satu metode /+& seperti interoceptive therapy yang terbukti berhasil
pada BC7 pasien harus dilakukan dengan bantuan dokter di suatu lingkungan yang terkontrol$
;arena terapi ini dilakukan dengan memberikan paparan yang dapat menstimulus serangan
panik pasien dengan cara meningkatkannya sedikit demi sedikit hingga pasien mengalami
desensitasi terhadap stimulus tersebut$ .dapun beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk
mendesensitasi gangguan panik antara lain:
Diper0entilasi disenga"a A ini dapat mengakibatkan kepala pusing, derealisasi, dan
pandangan men"adi kabur
Melakukan putaran pada kursi ergonomis A ini dapat mengakibatkan rasa pusing dan
disorientasi
+ernapas melalui pipet A ini dapat mengakibatkan sesak napas dan konstriksi
saluran napas
Menahan napas - ini dapat menciptakan sensasi seperti pengalaman men"elang a"al
Menegangkan badan A untuk menciptakan perasaan tegang dan -aspada
Semua tindakan di atas dilakukan tidak boleh lebih dari 1 menit$ ;uncinya dari teknik
di atas adalah menciptakan se"umlah stimulus yang menyerupai serangan panik$ 'atihan-
latihan tersebut diulangi !-< kali sehari hingga pasien tidak lagi merasakan kepanikan
terhadap stimulus seperti itu$ +iasanya butuh -aktu hingga beberapa minggu untuk dapat
mencapai hal itu$
(emaparan terhadap stimulus tersebut dilakukan agar pasien dapat bela"ar melalui
pengalaman bah-a semua sensasi internal yang dia rasakan seperti sesak napas, pusing dan
pandangan yang kabur bukanlah hal yang harus ditakuti$ ;etika pasien mulai menyadari hal
tersebut maka secara otomatis, hippocampus dan amygdala, yang merupakan pusat emosi,
akan ikut mempela"arinya sebagai hal yang tidak perlu ditakuti, sehingga respon sistem
simpatik akan ikut berkurang$
%. Terai Me&i'a(i
&erdapat ! golongan besar obat yang dian"urkan untuk mengatasi gangguan panik,
yakni golongan SS,I, trisiklik, dan M.1I (Monoamine oidase inhibitor)$ Sedangkan
golongan ben2odia2epin hingga saat ini masih dianggap konto0ersial dalam terapi gangguan
panik$
%.a. Golongan SS)I (Serotonin-selective reuptake inhibitors)
(enggunaan SS,I dan #ollo- up keberhasilannya sebaiknya dimulai dalam rentang
minggu se"ak serangan panik ter"adi karena SS,I dapat memicu serangan panik pada
pemberian a-al$ 1leh karena itu dosis SS,I dimulai dari yang terkecil lalu ditingkatkan
secara perlahan di setiap kesempatan #ollo- up berikutnya$
Mekanisme !er"a ##$%
SS,I dipercaya dapat meningkatkan kadar serotonin di ekstraselular dengan cara
menghambat pengambilan kembali serotonin ke dalam sel presinaptik sehingga ada lebih
banyak serotonin di celah sinaptik yang dapat berikatan dengan reseptor sel post-sinaptik$
SS,I memiliki tingkat selekti0itas yang cukup baik terhadap transporter monoamin yang lain,
seperti pada transporter noradrenaline dan dopamine, SS,I memiliki a#initas yang lemah
terhadap kedua reseptor tersebut sehingga e#ek sampingnya lebih sedikit$ SS,I merupakan
obat psikotropik pertama yang dianggap memiliki desain obat rasional, karena cara ker"anya
benar-benar spesi#ik pada suatu target biologi tertentu dan memberikan e#ek berdasarkan
target tersebut$ 1leh karena itu SS,I digunakan secara luas di hampir semua negara sebagai
lini pertama pengobatan antipanik$
SS,I dapat diberikan selama -% minggu, dan dosisnya dapat ditingkatkan secara
bertahap tergantung pada kebutuhan$ Semua "enis SS,I yang dikenal saat ini memiliki
e#ekti#itas yang baik dalam menangani gangguan panik$ Salah satunya, :luo3etine dalam
salut memiliki masa paruh -aktu yang pan"ang sehingga cocok digunakan untuk pasien yang
kurang patuh minum obat$ Selain itu -aktu paruh yang pan"ang dapat meminimalisir e#ek
&ithdra&l yang dapat ter"adi ketika pasien lelah atau tiba-tiba menghentikan penggunaan
SS,I$
Contoh 'bat (olongan ##$%
*l+o,etine "Pro-a.$
:luo3etine secara selekti# menghambat reuptake seotonin presinaptik, dengan e#ek minimal
atau tanpa e#ek sama sekali terhadap reuptake norepinephrine atau dopamine$
Paro,etine "Pa,il/ Pa,il C)$
Ini merupakan SS,I alternati# yang bersi#at sedasi karena cara ker"anya berupakan inhibitor
selekti# yang poten terhadap serotonin neuronal dan memiliki e#ek yang lemah terhadap
reuptake norepinephrine dan dopamine$
Sertraline "0olo1t$
/ara ker"anya mirip #luo3etine namun memiliki e#ek inhibisi yang lemah pada reuptake
norephinephrine dan dopamine neuronal$
*l+vo,a2ine "L+vo,/ L+vo, C)$
:luo3amine merupakan inhibitor selekti# yang "uga poten pada reuptake serotonin neuronal
serta secara signi#ikan tidak berikatan pada al#a-adrenergik, histamine atau reseptor
kolinergik sehingga e#ek sampingnya lebih sedikit dibanding obat-obatan "eis trisiklik$
Citalora2 "Cele,a$
/italopram meningkatkan akti0itas serotonin melalui inhibisi selekti# reuptake serotonin
pada membran neuronal$ 4#ek samping antikolinergik obat ini lebih sedikit$
E(.italora2 "Le,aro$
4scitalopram merupakan enantiomer citalopram$ Mekanisme ker"anya mirip dengan
citalopram$
Efek #amping ##$%
4#ek samping SS,I biasanya timbul selama 1-% minggu pertama ketika tubuh mulai
mencoba beradaptasi dengan obat (kecuali e#ek samping seksual yang timbul pada #ase akhir
pengobatan)$ +iasanya penggunaan SS,I mencapai 6-B minggu ketika obat mulai mendekat
potensi terapi yang menyeluruh$ .dapun beberapa e#ek samping SS,I antara lain: anhedonia,
insomnia, nyeri kepala, tinitus, apati, retensi urin, perubahan pada perilaku seksual,
penurunan berat badan, mual, muntah dan yang ditakutkan adalah e#ek sampinng keinginan
bunuh diri dan meningkatkan perasaan depresi pada a-al pengobatan$
%.b. Golongan Tricyclic 3 Tri(i'li'
*olongan trisiklik 2at kimia heterosiklik yang a-alnya digunakan untuk mengatasi
depersi$ (ada a-al penemuannya, golongan trisiklik merupakan pilihan pertama untuk terapi
depresi$ Meskipun masih dianggap memiliki e#ekti#itas yang tinggi, namun saat ini
penggunaannya mulai digantikan oleh golongan SS,I dan antidepresan lain yang terbaru$
*olongan trisiklik beberapa memiliki kelebihan di antaranya, dosisnya cukup 13Ehari,
rendah resiko ketergantungan, dan tidak perlu ada pantangan makanan$ &/.s ha0e the
ad0antages o# once-daily dosing, lo- risk o# dependence, and no dietary restrictions$ )amun
!<7 penggunanya langsung menghentikan pengobatan karena e#ek samping yang tidak
menyenangkan$ *olongan trisiklik harus dimulai dengan dosis kecil untuk menghindari
amphetamine like stimulation$ +iasanya pengobatan dengan menggunakan trisiklik
membtuhkan -aktu sekitar B-1 minggu untuk mencapai respon terapi$
&risiklik masih tetap digunakan dalam terapi terutama untuk depresi atau panik yang
resisten terhadap obat antipanik terbaru$ Selain itu golongan trisiklik tidak menyebabkan
ketergantungan sehingga dapat digunakan dalam "angka -aktu yang lama$ Danya sa"a
kelemahan golongan ini adalah, e#ek sampingnya biasanya mendahului e#ek terapi sehingga
banyak pasien yang "ustru segera menghentikan pengobatan meskipun e#ek terapinya belum
tercapai$
Mekanisme !er"a Trisiklik
Mekanisme ker"a kebanyakan trisiklik menyerupai cara ker"a S),I (serotonin-
norepinephrine reuptake inhibitor) dengan cara memblok transporter serotonin dan
norepinephrine, sehingga ter"adi peningkatan neurotransmiter ekstraseluler yang dapat
bereaksi dalam proses neurotransmisi$ &/. sama sekali tidak bereaksi terhadap transporter
dopamin sehingga e#ek samping akibat peningkatan dopamin seperti halusinasi dapat
berkurang$ Selain bereaksi pada reseptor norepinephrine dan serotonin, trisiklik "uga bereaksi
sebagai antagonis pada neurotransmiter <-D&

(<-D&
.
and <-D&
/
), <-D&
6
, <-D&
C
, F
1
-
adrenergic, and )MD. receptors, dan sebagai agonists pada sigma receptors (G
1
and G

),
yang memberikan kontribusi pada e#ek terapi dan e#ek sampingnya$ &risiklik "uga dikenal
sebagai antihistamin dan antikolinergik kuat karena dapat bereaksi dengan reseptor histamine
dan asetilkolin muskarinik$
;ebanyakan trisiklik "uga dapat menghambat kanal natrium dan kalsium, sehingga
dapat beker"a seperti obat-obatan natrium channel blocker dan calcium channel blocker$
;arena itu penggunanaan berlebih trisiklik dapat menyebabkan kardiotoksik$
Contoh 'bat Trisiklik
I2ira2ine "To1ranil/ To1ranil-PM$
Imipramine menghambat reuptake norepinephrine dan srotonin pada neuron presinaptikin$
De(ira2ine "Norra2in$
Desipramine dapat meningkatkan konsentrasi norepinephrine pada celah sinaptik SS(
dengan ara menghambat reuptakenya di membran presinaptik$ Dal ini dapat menyebabkan
e#ek desensitasi pada adenyl cyclase, menurunkan regulasi reseptor beta-adrenergik, dan
regulasi reseptor serotonin$
Clo2ira2ine "Ana1ranil$
1bat ini bere#ek langsung pada uptake serotonin sedangakan pada e#eknya uptake
norepinephrine ter"adi ketika obat ini diubah men"adi metabolitnya, desmethylclomipramine$
Efek #amping Trisiklik
.da banyak e#ek samping yang dapat disebabkan oleh trisiklik yang berkaitan dengan
antimuskarinik-nya$ +eberapa di antaranya adalah mulut kering, hidung kering, pandangan
kabur, konstipasi, retensi urin, gangguan memori dan peningkatan temperatur tubuh$ 4#ek
samping lainnya adalah pusing, cemas, anhedonia, bingung, sulit tidur, akathisia,
hipersensiti0itas, hipotensi, aritmia serta kadang-kadang rhabdomiolisis$
%... MAO Inhibitor
Monoa2ine o,i&a(e inhibitor( (MAOI() merupakan salah satu "enis antidepresi
yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan panik$ (ada masa lalu golongan ini
digunakan untuk mengatasi gangguan panik dan depresi yang sudah resisten terhadap
golongan trisiklik$ M.1 paling e#ekti# digunakan pada gangguan panik yang disertai
agoraphobia$ Selain itu M.1 "uga dapat digunakan untuk mengatasi migraine dan penyakit
parkinson karena target dari obat ini adalah M.1-+ yang berperan dalam timbulnya nyeri
kepala dan ge"ala parkinson$

;elebihan M.1 adalah tingkat ketergantungan terhadap obat ini
rendah dan e#ek antikolinergiknya lebih sedikit dibanding obat golongan trisiklik$
Cara !er"a M)'%
M.1I beker"a dengan cara menghambat akti0itas monoamine o3idase, sehingga ini
dapat mencegah pemecahan monoamine neurotransmitters dan meningkatkan a0aibilitasnya$
&erdapat "enis monoamine o3idase, M.1-. dan M.1-+$ M.1-. berkaitan dengan
deaminasi serotonin, melatonin, epinephrine and norepinephrine$ Sedangkan M.1-+
mendeaminasi phenylethylamine and trace amines$ Dopamine dideaminasi oleh keduanya$
Contoh 'bat M)'%
Phenel-ine "Nar&il$
)ardil merupakan obat golongan M.1I yang paling sering digunakan dalam mengatasi
gangguan panik$ Dal ini telah dibuktikan merlalui superioritas yang "elas terhadap placebo
dalam percobaan double-blind untuk mengatas gangguan panik$ 1bat ini biasanya digunakan
untuk pasien yang tidak respon terhadap obat golongan trisiklik atau obat antidepresi
golongan kedua$
Tran!l.!ro2ine "Parnate$
1bat ini "uga e#ekti# terhadap gangguan panik karena berikatan secara ire0ersibel pada M.1
sehingga dapat mengurangi pemecahan monoamin dan meningkatkan a0aibilitas sinaptik$
Efek #amping M)'%
;etika dikonsumsi peroral, M.1I menghambat katabolisme amine$ Sehingga ketika
makanan yang mengandung tiramin dikonsumsi, seseorang dapat menderita krisis hipertensi$
Hika makanan yang mengandung tipto#an dimakan "uga, maka hal ini dapat menyebabkan
hiperserotonemia$ Humlah makanan yang dibutuhkan hingga menimbulkan reaksi berbeda-
beda pada tiap indi0idu$ Mekanisme pasti mengapa konsumsi tiramin dapat menyebabkan
krisis hipertensi pada pengguna obat M.1I belum diketahui, tapi diperkirakan tiramin
menggantikan norepine#rin pada penyimpanannya di 0esikel, dalam hal ini norepine#rin
terdepak oleh tiramin$ Dal ini dapat memicu aliran pengeluaran norepine#rin sehingga dapat
menyebabkan krisis hipertensi$ &eori lain menyatakan bah-a proli#erasi dan akumulasi
katekolamin yang menyebabkan krisis hipertensi$
+eberapa makanan yang mengandung tiramin antara lain hati, makanan yang
di#ermentasi dan 2at-2at lain yang mengandung le0odopa seperti kacang-kacangan$ Makanan-
makanan itu harus dihindarkan dari pengguna M.1I$
%.&. Golongan #en-o&ia-ein
*olongan ben2odia2epin merupakan salah satu obat piliahnyang digunakan untuk
mengatasi serangan panik akut$
Cara !er"a Ben*odia*epin
+en2odia2epin beker"a dengan cara meningkatkan e#ek neurotransmiter *.+. (gamma-
butyric acid), yang berakibat pada inhibisi #ungsi eksitasi sehingga dapat menimbulkan
kantuk, menekan kecemasan, anti-ke"ang, melemaskan otot dan dapat mengakibatkan
amnesia$ .da ! "enis ben2odia2epin yakni yang short acting, intermediate acting dan long
acting$ +en2odia2epin short- dan intermediate acting digunakan untuk mengatasi insomnia
sedangkan yang golongan long-acting digunakan untuk mengatasi gangguan panik$
Contoh 'bat Ben*odia*epin
Lora-ea2 "Ativan$
'ora2epam merupakan suatu hipnotik-sedati# yang memiliki e#ek onset singkat dan paruh
-aktunya tergolong intermediate$ Dengan meningkatkan aksi *.+., yang merupakan
inhibitor utama di otak, lora2epam dapat menekan semua ker"a SS(, termasuk sistem limbik
dan #ormasi retikuler$
Clona-ea2 "Klonoin$
/lona2epam men#asilitasi inhibisi *.+. dan transmiter inhibitorik lainnya$ Selain itu, obat
ini memiliki -aktu paru yang relati# pan"ang sekitar !6 "am$
Alra-ola2 "4ana,/ 4ana, 4)$
.lpra2olam merupakan terapi pilihan untuk mana"emen serangan panik$ 1bat ini dapat terikat
pada reseptor-reseptor pada beberapa bagian otak, termauk sistem limbik dan ,4S$ Meskipun
begitu banyak ahli yang tidak menyarankan penggunaan alpra2olam dalam -aktu lama
karena tingkat ketergantungannya sangat tinggi$
Dia-ea2 "5ali+2/ Dia(tat/ Dia-ea2 Inten(ol$
Dia2epam meruapakan salah satu "enis ben2odia2epin yang potensinya rendah$ )amun dapat
digunakan untuk mengatasi serangan panik$
Efek #amping Ben*odia*epin
4#ek samping yang paling sering ditemukan pada ben2odia2epin biasanya berkaitan
dengan e#ek sedasi dan relaksan ototnya$ +eberapa di antaranya adalah mengantuk, pusing,
dan penurunan konsentrasi dan ke-aspadaan$ ;urangnya koordinasi bisa mengakibatkan
"atuh dan kecelakaan, terutama pada orang tua$ .kibat lain dari ben2odia2epin adalah
penurunan kemampuan menyetir sehingga dapat berakibat pada tingginya angka kecelakaan$
4#ek samping lainnya adalah hipotensi dan penekanan pusat pernapasan terutama pada
penggunaan intra0ena$ +eberapa e#ek samping lain yang dapat timbul pada penggunaan
ben2odia2epin adalah mual, muntah, perubahan selera makan, pandangan kabur, bingung,
eu#oria, depersonalisasi dan mimpi buruk$ +eberapa kasus "uga menun"ukkan bah-a
ben2odia2epin bersi#at li0er toksik$
%.e. Serotonin )e+ta'e Inhibitor3Antagoni(t
Mekanisme ker"a obat ini belum terlalu dipahami$ )amun diketahui obat ini dapat
mengatasi gangguan panik dengan cara ker"a yang berbeda dari M.1I, serta tidak seperti
obat "enis amphetamine, obat ini tidak menstimulasi /)S$
Contoh 'bat
Tra-o&one
&ra2odone sangat berguna dalam terapi gangguan panik yang disertai agora#obia$ (ada
he-an, obat ini secara selekti# mampu menghambat uptake serotonin melalui sinaptosom
otak dan mepotensiasi perubahan perilaku melalui induksi prekursor serotonin, <-
hidroksitripto#an$
%.1. Serotonin Noreinehrine )e+ta'e Inhibitor(
Ini merupakan salah golongan antipanik terbaru$ /ara ker"a obat ini adalah
mencegah reuptake inhibitor serotonin-norepine#rin sehingga dapat mengatasi kepanikan$
Contoh 'bat
5enla1a,ine "E11e,or/ E11e,or 4)$
Venla#a3ine merupakan salah satu contoh obat inhibitor reuptake serotoninEnorepinephrine
selain itu cara ker"a obat ini adalah menurunkan regulasi reseptor beta$
6. Intera'(i Obat
.dapun beberapa interaksi obat yang harus diperhatikan pada penggunaan terapi
medikasi gangguan panik antara lain:
1bat anti-panik trisiklik (ImipramineE/lomipramine) I Daloperidol((henothia2ine) J
mengurangi kecepatan ekskresi dari trisiklik sehingga kadar dalam plasma meningkat,
sebagai akibatnya dapat ter"adi potensiasi e#ek samping antikolinergik seperti ileus
paralitik, disuria, gangguan absorbsi dan lain-lain$
1bat trisiklikESS,I I /)S Depressant (alkohol, opioid, ben2odia2epine, dll)
menyebabkan potensiasi e#ek sedasi dan penelanan terhadap pusat pernapasan bahkan
dapat ter"adi gagal napas$
1bat trisklikESS,I I 1bat simpatomimetik (deri0at am#etamin) J dapat membahayakan
kondisi "antung$
1bat trisiklikESS,I I M.1I ti&a' boleh diberikan bersamaan karena dapat ter"adi
#erotonin Malignant #yndrome$ (erubahan penggunaan trisiklikESS,I men"adi M.1I
atau sebaliknya harus menunggu -aktu sekitar -% minggu untuk &ash out period$
1bat trisiklik I SS,I, dapat meningkatkan toksisitas obat trisiklik$
7. Pe2ilihan Obat &an Pengat+ran Do(i(
Semua "enis obat anti-panik hampir sama e#ekti#nya dalam menanggulangi sindrom
panik pada tara# sedang dan pada stadium a-al dari gangguan panik$
+ila pasien peka terhadap e#ek samping obat, maka golongan obat yang dian"urkan
adalah SS,I atau ,IM. yang lebih sedikit e#ek sampingnya$
.lpra2olam men"adi pilihan untuk menangani pasien yang terkena serangan panik akut$
1bat anti-panik harus dimulai dengan dosis kecil lalu ditingkatkan secara perlahan
hingga tercapai dosis maintenance. Dan harus diingatkan pada pasien bah-a e#ek obat
anti-panik beker"a dalam "angka -aktu -% minggu sehingga meyakinkan pasien agar
tetap patuh minum obat sangatlah penting$
'amanya pemberian obat anti-panik bisa mencapai 6-1 bulan dan bila sudah tidak
terdapat lagi ge"ala, dosisnya dapat diturunkan selama ! bulan hingga pasien tidak
tergantung lagi pada obat$ )amun apabila terdapt lagi serangan, pasien harus memulai
lagi pengobatan dari a-al$
8. Pe2ilihan Obat &an Pengat+ran Do(i(
Semua pasien yang baru sa"a memakan obat anti-panik tidak dian"urkan memba-a
kendaraan atau men"alankan mesin karena pasien dapat tertidur saat melakukan akti0itas$
Semua ibu hamil tidak dian"urkan memakan obat anti-panik$
(ada manula dan yang menderita gangguan hati serta gin"al, maka dosis obat anti-panik
harus diberikan seminimal mungkin$
KESIMPULAN
*angguan panik merupakan suatu gangguan ke"i-aan yang membutuhkan
penanganan "angka pan"ang$ .dapun penatalaksanaan yang dianggap e#ekti# untuk
menanganinya adalah terapi /+&, terapi medikasi SS,I dan trisiklik sebagai terapi lini
pertama dan golongan ben2odia2epin potensi tinggi, M.1I dan obat anti-panik "enis lain
men"adi terapi lini kedua$ /+& sa"a mungkin e#ekti# digunakan untuk terapi "angka pan"ang,
namun e#ikasi terapi dapat bertambah serta tingkat relaps dapat berkurang "ika /+&
dikombniasikan dengan terapi medikasi$
DA*TA) PUSTAKA
1$ Memon M.$ (anic disorder$ @pdated on March 511$ K/ited on Hune 511L$ .0ailable
#rom: http:EEemedicine$medscape$comEarticleEBC91!-o0er0ie-
$ /loos HM$ &reatment o# panic disorder$ @pdated on Hanuary 55<$ K/ited on Hune
511L$ .0ailable #rom: http:EE---$medscape$comE0ie-articleE%9C5CM1
!$ Saddock +H N Saddock V.$ (anic disorder and agoraphobia$ In: ;aplan N SadockOs
Synopsis o# (sychiatry: +eha0ioral SciencesE/linical (sychiatry, 15th 4d$ @S.:
'ippincott Pilliams N PilkinsQ 55C$ Sec$16$
%$ *reist HD NHe##erson HP$ .n3iety disorder$ In: ,e0ie- o# *eneral (sychiatry$ <th 4d$
+altimore: Vishal$ 555$ /p$1$
<$ Mc'ean (D N Poody S,$ (anic diorder and agoraphobia$ In: .n3iety Disorders in
.dults$ Vancou0er: 13#ord @ni0ersity (ressQ 551$ /p$<
6$ Maslim , 1bat anti-panik$ Dalam: (enggunaan ;linis 1bat (sikotropika$ 4disi
;etiga$ Hakarta: (& )uh HayaQ 55C$ Dal$<-<6