Anda di halaman 1dari 33

Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.

USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 1

PENDAHULUAN


Fungsi utama dari proses peradilan pidana adalah untuk mecari kebenaran sejauh yang
dapat dicapai oleh manusia dan tanpa harus mengorbankan hak-hak dari tersangka. Yang
bersalah akan dinyatakan bersalah dan yang memang tidak bersalah akan dinyatakan tidak
bermasalah.

Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan, menangani seorang korban baik luka,
keracunan, atau korban mati akibat suatu peritiwa yang diduga merupakan tindak pidana,
ia berwenang meminta keterangan ahli kepada dokter ahli kedokteran kehakiman atau
dokter dan/ahli lainnya.
1


Proses penegakan hukum dan peradilan adalah merupakan suatu usaha ilmiah dan bukan
sekedar common-sense, non-scientific belaka. Dengan demikian dalam perkara pidana
yang menyangkut tubuh, kesehatan dan nyawa manusia bantuan dokter dengan
pengetahuan Ilmu Kedokteran Forensik yang dimilikinya sebagaimana tertuang dalam
visum et Repertum yang dibuatnya mutlak diperlukan.

Selain bantuan Ilmu Kedokteran Forensik tersebut tertuang didalam bentuk Visum et
Repertum, maka bantuan dokter dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya sangat
diperlukan didalam upaya mencari kejelasan dan kebenaran materiil yang selengkap-
lengkapnya tentang suatu perbuatan/tindak pidana yang telah terjadi.

Untuk dapat mengetahui dan dapat membantu dalam proses penyidikan, maka dalam
perkara pidana yang menyangkut tubuh, kesehatan dan nyawa manusia diperlukan
pengetahuan khusus, yaitu Ilmu Kedokteran Kehakiman (istilah lain yang sering dipakai :
Ilmu Kedokteran Forensik, Forensic Medicine, Legal Medicine dan Medical Jurisprudence).

Ilmu Kedokteran Forenik dan Medikolegal, yang mempelajari pemanfaatan ilmu
kedokteran untuk kepentingan peradilan serta berbagai aspek hukum and etika berkaitan
dengan praktek kedokteran, menjadi unik. Mahasiswa kedokteran dituntut untuk mampu
menterjemahkan aspek medis pasien ke dalam bahasa hukum dalam bentuk visum et
repertum, mampu untuk menjadi saksi ahli di sidang peradilan, dan mampu berpraktek
sesuai rambu hukum dan etika yang berlaku.










Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 2

KARAKTERISTIK MAHASISWA

Mahasisa yang mengikuti modul forensik adalah mahasiswa semester enam yang telah
lulus seluruh modul pengantar dan telah mengambil modul organ semester sebelumnya.


AREA KOMPETENSI YANG DITUJU

Setelah mengikuti modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal, mahasiswa
diharapkan mencapai area kompetensi :
1. Komunikasi efektif
2. Keterampilan klinik dasar
3. Keterampilan menerapkan dasar-dsar ilmu biomedik, ilmu klinik, ilmu perilaku an
epidemiologi dalam praktek kedokteran keluarga
4. Keterampilan pengelolaan masalah kesehatan pada individu, keluarga maupun
masyarakat dengan cara yang komprehensif, holistik, berkesinambungan,
terkoordinir dan bekerjasama dalam konteks pelayanan kesehatan primer
5. Memanfaatkan dan menilai secara kritis teknologi informasi
6. Mawas diri dan pengembangan diri dengan belajar sepanajng hayat
7. Etika, moral dan profesionalisme dalam praktek










Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 3

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah menyelesaikan modul ilmu kedokteran forensik dan medikolegal mahasiswa
diharapkan mampu:
1. Menerapkan pengetahuan tentang komunikasi efektif, baik verbal maupun
nonverbal, mendengar aktif, mengelola benda bukti, klien dan/pasien dengan
mengintegrasikan penalaran klinis dan medikolegal sehingga menunjang
terciptanya kerjasama yang baik antar dokter dengan pasien, keluarga, komunitas,
teman sejawat dan tenaga profesional lain yang terlibat dalam penanganan
kedokteran khususnya forensic dan medikolegal
2. Mampu melakukan anamnesis dengan lengkap dengan teknik yang tepat dan
kontekstual, dan menafsirkan hasil pemeriksaan serta memformulasikannya ke
dalam bentuk visum et repertum
3. Menggunakan ilmu biomedik, klinik, perilaku dan komunitas untuk memahami dan
menjelaskan masalah medikolegal yang dihadapi
4. Memanfaatkan sarana dan prasaran yang dimiliki secara optimal untuk membantu
memecahkan masalah forensik dan atau mengambil keputusan dalam kaitan
dengan pelayanan kedokteran forensik.
5. Mengenali isu dan dilema etik serta masalah medikolegal dalam situasi klinik yang
berkaitan dengan pelayanan dan kebijakan kesehatan. Mahasiswa mengetahui saat
dan cara yang tepat untuk mendapatkan bantuan pakar atau sumber lain dalam
menyelesaikan pilihan etik dan medikolegal tersebut
6. Mencari, mengenal dan menemukan benda bukti berupa luka/cidera, racun atau
benda bukti lain terkait dugaan pidananya.






Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 4

SASARAN PEMBELAJARAN dan POKOK BAHASAN
Bila dihadapkan pada kasus pemicu, mahasiswa semester 6 mampu :
Sasaran Pembelajaran Pokok Bahasan
1. Menjelaskan dasar hukum
yang berkaitan dengan kasus
Aspek medikolegal :
Dasar hukum yang berkaitan dengan kasus-kasus
forensik klinik :
Korban hidup terkait penganiayaan/ perlukaan
Korban kekerasan seksual
KDRT
CAN
2. Membuat visum et repertum
korban hidup sesuai dengan
kasus meliputi deskripsi luka,
derajat luka dan hal-hal yang
perlu diperhatikan pada VeR
sesuai kasus
Visum et Repertum
Korban hidup :
Dasar hukum
Peran dan Fungsi
Jenis dan bentuk
Perlukaan pada korban hidup :
Deskripsi luka pada korban hidup
Penentuan derajat luka pada korban hidup
Hal-hal yang harus diperhatikan pada Visum et
Repertum perlukaan.
3. Menjelaskan definisi atau
deskripsi kasus yang dihadapi
4. Menentukan pemeriksaan dan
tatalaksana sesuai kasus
5. Menjelaskan hal-hal yang
perlu diperhatikan pada Visum
et Repertum sesuai kasus.
KDRT
Child abuse and neglect
Kejahatan seksual
6. Membuat visum et repertum Aspek Medikolegal Forensik Patologi :
Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 5

Korban mati sesuai dengan
kasus meliputi deskripsi luka,
derajat luka dan hal-hal yang
perlu diperhatikan pada VeR
sesuai kasus
Dasar hukum pemeriksaan
Kedokteran Forensik
Visum et Repertum korban mati :
Dasar hukum, peranan dan fungsi
Jenis dan bentuk
Tanotologi :
Definisi mati
Algor mortis
Pembusukan
Perkiraan saat kematian
Traumatologi :
Kekerasan tajam
Kekerasan tumpul
Luka tembak
Listrik + petir
Trauma suhu
Trauma kimia
Asfiksia mekanik dan tenggelam :
Chocking, Gagging, Hanging
Strangulation, Drowning
Toksikologi :
Toksikologi umum
Obat-obatan/Narkotika
Logam berat
Pembunuhan anak sendiri
Pengguguran kandungan
Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 6

Identifikasi forensik :
Tujuan identifikasi
Teknik identifikasi
Identifikasi korban massal
Forensik molekuler
Autopsi :
Teknik autopsi
Teknik autopsi khusus
Penatalaksanaan jenazah di strata primer
7. Menjelaskan hukum
kedokteran yang terkait
dengan praktik dokter
Hukum Kedokteran :
Hak dan kewajiban dokter dan pasien Surat
keterangan medik
Rahasia kedokteran
Informed consent
Rekam Medik
Undang-undang praktik kedokteran
Malpraktek
8. Menjelaskan etika kedokteran
yang terkait dengan praktik
dokter
Etika Kedokteran :
Pelanggaran etika dan disiplin kedokteran
Etika kedokteran forensik
Etika HAM
Korelasi etika kedokteran dan hukum/ etikolegal
9. Menentukan pemeriksaan
laboratorium forensik
sederhana yang harus
dilakukan sesuai dengan kasus
Lab. Forensik Sederhana :
Pemeriksaan darah
Pemeriksaan cairan mani
Pemeriksaan urin
Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 7

Pemeriksaan histopatologi forensik
Intravitalis luka
Sudden death
Asphyxial sign
Gambaran paru pada kasus PAS


















Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 8

PREASSESSMENT
Untuk penguasaan materi dilakukan Quiz pre dan posttest (MCQ)
METODE PEMBELAJARAN
Untuk mencapai sasaran pembelajaran yang telah ditentukan di atas, kegiatan
pembelajaran akan dilakukan dengan :
1. Kuliah interaktif :
Merupakan kuliah tatap muka yang bersifat interaktif yang bertujuan untuk
merangsang minat/ketertarikan mahasiswa terhadap materi pembelajaran,
sehingga akan aktif untuk belajar secara mandiri
Dilakukan dalam kelas besar terdiri dari kurang lebih 155 mahasiswa.
Dosen pengajar adalah narasumber dari bidang ilmu Forensik dan
Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
2. Diskusi kelompok / tutorial dan diskusi mandiri :
Dirancang agar mahasiswa berperan aktif dalam pembelajaran dengan cara
berdiskusi antar anggota kelompok.
Mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil .
Masing-masing kelompok diskusi difasilitasi oleh satu orang fasilitator
Diskusi dipicu oleh skenario yang berisi masalah/data pasien.
Pelaksanaan diskusi menggunakan metode seven jump, meliputi:
1. identifikasi dan klarifikasi istilah yang belum dipahami,
2. identifikasi masalah,
3. analisis masalah,
4. menyimpulkan hasil analisis masalah,
5. merumuskan sasaran pembelajaran,
6. belajar mandiri,
7. mensintesis informasi yang didapat dari belajar mandiri.



Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 9

3. Pleno
Dilakukan setelah dua sesi diskusi, selama 3 jam per kali.
Mahasiswa diminta mempresentasikan hasil diskusi kelompok tutorial.
Setiap kali pleno ada 4 kelompok mahasiswa yang menjadi pembicara dan
kelompok lainnya menjadi penyanggah.
Pada akhir sesi, narasumber akan meluruskan atau mempertegas hasil
pleno.
4. Pelatihan Keterampilan Klinik Dasar (KKD):
Dirancang agar mahasiswa terampil untuk membuat visum et Repertum (VeR)
Mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil .





















Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 10

SUMBER PEMBELAJARAN
A. Narasumber :
Koordinator modul (KPM) : dr. Sutopo Widjaja, MS
Sekretaris modul : dr. Meyanti, SpFK
Kontributor modul : Departemen Kedokteran Forensik dan Medikolegal
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

B. Daftar Rujukan

JUDUL BUKU PENULIS PENERBIT TAHUN/EDI
SI
1. Ilmu Kedokteran Forensik Bagian Ilmu
Kedokteran Forensik
FK.UI
Bagian Ilmu
Kedokteran
Forensik FK.UI

2. Forensik Pathology Bernard Knight Arnold 1999
3. Forensik Pathology Vincent di Maio CRC Press 1993
Etika dan Hukum
KUHAP
KUHP
KUHPerdata
UU No.23 th.1992 tentang kesehatan
UU No.23 th.2002 tentang
perlindungan anak
UU No.23 th. 2004 tentang anti KDRT
UU No.29 th. 2004 tentang praktek
kedokteran
KoDeKi

Basic of Bioethics MCVEATH
Etika FRANS MAGNIS
Etika BERTENS
Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 11

1. Basic Pathology Robins Saunders 7
th
ed
2. General and Systemic
Pathology
JCE Underwood Churchiil
livingstone
3
th
ed
Harrisons Principles of Internal
Medicine
John J Crush, Kenneth
D, Brand, Antonio J
Reginato,et al
Mc GrawHill 2005 /
16
th
ed
1. Pediatrics Nelson
ORTHOPEDI
Forensic Radiology
Williams Obstetrics
PSIKIATRI
2. Journal atau Majalah
International Journal
American Journal of Forensic
Pathology
American Journal of Forensic
Medicine
Dundee University

3. Situs Internet
Elsevier


SARANA DAN PRASARANA
Dalam menyelenggarakan modul FOR digunakan :
1 ruang kuliah dengan kapasitas maksimal 160 orang
12 ruang diskusi kelompok
1 ruang seminar dapat menggunakan ruang kuliah atau auditorium
Jadwal kuliah
Buku Rancangan Pengajaran Modul FOR
Buku panduan belajar mahasiswa

Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 12

ALOKASI WAKTU
Lamanya modul : 4 minggu
Tatap muka : 45 JAM
Diskusi kelompok tutorial : 6 x 1 sesi x 2 jam = 12 JAM
Seminar : 3 x 4 jam = 12 JAM
Diskusi mandiri terstruktur : 8 x 2 jam = 16 JAM
KKD : 1 x 3 jam = 3 JAM
Total : 88 JAM
Perhitungan SKS :
Kuliah tatap muka = 45 jam/15 x 1 SKS = 3 SKS
PBL = 40 jam/(15x2) x 1 SKS = 1,3 SKS
KKD = 3 jam
Total = 4,3 SKS

EVALUASI
Evaluasi dilakukan melalui beberapa tahap:
1. Tahap Umpan Balik (formatif), bertujuan untuk memberikan input kepada
mahasiswa maupun pengelola modul dengan melakukan penilaian proses dan hasil
yang telah dicapai mahasiswa
Proses diskusi pembuatan peta aktivitas diskusi untuk menilai partisipasi
mahasiswa dalam diskusi menjadi umpan balik langsung
2. Evaluasi pendidikan dilakukan dengan cara :
I. Evaluasi hasil pendidikan :
A. Tes Formatif :
a. Proses : pengamatan dan umpan balik dalam proses tutorial dan KKD
b. Pengetahuan : MCQ pada minggu ke 3



Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 13

B. Tes Sumatif :
I. Untuk Modul TANPA NILAI Praktikum dan tugas individual
1. Bila rata-rata nilai UTM dan UAM > 50, rumus nilainya:
35% UTM + 40% UAM + 25 % (rata-rata tutorial dan logbook)
2. Bila rata-rata nilai UTM dan UAM 50 (nilai 50 masuk kategori
ini)rumusan nilainya TANPA TUTORIAL DAN LOGBOOK :
40% UTM + 60% UAM
II. Untuk Modul dengan NILAI Praktikum dan Tugas Individual
1. Bila rata-rata UTM dan UAM > 50, rumusan nilainya :
25% UTM + 35% UAM + 25% (rata-rata tutorial dan logbook) + 15%
Praktikum (atau tugas individual)
2. Bila rata-rata nilai UTM dan UAM 50 (nilai 50 masuk kategori
ini)rumusan nilainya TANPA TUTORIAL DAN LOGBOOK :
40% UTM + 45% UAM + 15% Praktikum (atau tugas individual)
Catatan:
Nilai Lulus adalah rata-rata nilai pengetahuan (UTM, UAM dan Praktikum) + nilai proses
minimal 56 (C).
I. Evaluasi program pendidikan
- Evaluasi program : 70% mahasiswa lulus dengan nilai minimal B.
- Evaluasi proses program : 90% kegiatan berlangsung sesuai waktu dan
rencana.
Alur pengisian dan pengumuman nilai :
1. Koordinator Pelaksana Modul (KPM) atau Sekretaris Pelaksana Modul (SPM)
mengisi nilai mentah berdasarkan form standar yang sudah ditentukan.
2. KPM/SPM mengirimkan (melalui e-mail) hasil pengisian itu kepada Koordinator
PSSK (K-PSSK) untuk dicross chek.
3. Setelah dicross check K-PSSK mengirimkan kembali data nilai tersebut kepada
KPM/SPM.
Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 14

4. KPM/SPM kemudian mengisi di lembaran hijau yang diterimanya dari DIKJAR
(bagian komputer).
5. Setelah diisi KPM/SPM menyerahkan kepada K-PSSK untuk ditandatangani.
6. KPM/SPM kemudian meyerahkan kepada bagian DIKJAR untuk diumumkan.
Alur pengisian bila setelah diumumkan ada nilai yang salah:
1. Bila setelah diumumkan ternyata ada nilai yang salah maka KPM/SPM mengirimkan
surat kepada Wadek 1 untuk diubah nilai. HANYA Wadek 1 yang berhak merubah
nilai tersebut.
2. KPM/SPM menyerahkan lembaran hijau kepada Wadek 1 untuk dikoreksi nilai yang
salah tersebut.
3. Setelah ditandatangani oleh Wadek 1, lembaran hijau langsung diserahkan oleh
Wadek 1 kepada DIKJAR bagian komputer untuk diumumkan ulang.
Ketentuan waktu pengumuman nilai :
1. Proses pengisian hingga pengumuman nilai maksimal 2 minggu dari pelaksanaan
UAM
Khusus untuk modul terakhir, proses pengisian hingga pengumuman nilai maksimal 1
minggu dari pelaksanaan UAM, karena mendekati PPHB.












Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 15

Lampiran
LEMBAR EVALUASI PESERTA DALAM DISKUSI KELOMPOK
Kelompok : Modul :FOR
Nama Fasilitator : Tanggal :
Kasus : Sesi :
NO NAMA
Kognitif Psiko
motor
Afektif
JUML
AH
NILAI
Nilai
Log
Book
B
e
r
p
i
k
i
r

k
r
i
t
s

R
e
l
e
v
a
n
s
i


K
o
m
u
n
i
k
a
s
i


D
i
s
i
p
l
i
n


S
i
k
a
p



1
2
3
4
5
Keterangan :
Kriteria Penilaian 0 1 2 3
Berpikir Kritis : Memberikan
pengetahuan tanggapan secara
ilmiah dan logis
Tidak Hadir/ tidak
memberikan
tanggapan
Tidak Logis Sebagian kecil Sebagian Besar
Relevansi : pendapat yang
dikemukakan relevan dengan
learning Objective (LObj) yang
ditemukan.
Tidak memberi
pendapat
Tidak Relevan Sebagian kecil Sebagian Besar
Komunikasi: Menyampaikan
pendapat dengan jelas dan mudah
dipahami.
Tidak memberikan
pendapat
Sebagian kecil Sebagian besar Seluruhnya
Disiplin : Kehadiran mahasiswa
dalam setiap kali diskusi
Tidak Hadir Terlambat > 15
Menit.
Terlambat < 15
Menit.
Tepat Waktu
Sikap : sikap menghargai pendapat
(menyimak dan mendengarkan)
anggota lain dan tutor serta tidak
mendominasi diskusi.
Tidak Hadir Acuh atau
melakukan kegiatan
yang tidak
berhubungan
dengan kegiatan
tutorial
sikap menghargai
TETAPI
mendominasi
diskusi.
sikap menghargai
pendapat DAN
tidak
mendominasi
diskusi.
Jakarta, 20.
( )
Nama Jelas Fasilitator
Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 16

FORMAT LOGBOOK DISKUSI TUTORIAL
Nama mahasiswa : Modul :FOR
NIM : ___________ Kelompok : Tanggal :
Kasus : _____ Sesi :

KRITERIA URAIAN
1. Identifikasi
dan analisis
masalah
Masalah yang ditemukan pada skenario dan analisis hubungan antar masalah
tersebut. Dalam membuat analisis, dapat dibuat peta konsep (mind map).





2. Learning
Objective
(Rumusan sasaran pembelajaran yang hendak dicapai oleh mahasiswa)









3. Learning issue (Learning objective yang masih harus dicari secara mandiri)





Nama Fasilitator :
Tanda tangan fasilitator :


Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 17

FORMAT LOGBOOK DISKUSI TUTORIAL
Nama mahasiswa : Modul :FOR
NIM : ___________ Kelompok : Tanggal :
Kasus : _____ Sesi :

KRITERIA URAIAN
1. Hasil
penelusuran
literatur
(Catatan penting tentang hasil penelusuran literatur terhadap learning
issue yang telah ditentukan sebelumnya).






















Nilai
Nama Fasilitator :
Tanda tangan fasilitator:


Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 18

FORMAT LOGBOOK DISKUSI TUTORIAL
Nama mahasiswa : Modul :FOR
NIM : ___________ Kelompok : Tanggal :
Kasus : _____ Sesi :

KRITERIA URAIAN
3. Hasil
penelusuran
literatur
(Catatan penting tentang hasil penelusuran literatur terhadap learning
issue yang telah ditentukan sebelumnya).












4. Referensi yang
digunakan
(Tuliskan sumber referensi yang digunakan atau dibaca)








Nilai
Nama Fasilitator :
Tanda tangan fasilitator:

Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 19

RUBRIK PENILAIAN LOGBOOK DISKUSI TUTORIAL MAHASISWA

KRITERIA 0 1 2
Penyelesaian tugas Tidak
menyelesaikan
tugas
Menyelesaikan
sebagian tugas
Menyelesaikan
seluruh tugas
Jumlah Referensi yang
digunakan
0 1-2 >2
Ketepatan waktu pengumpulan
tugas
Tidak tepat waktu Tepat waktu

Nilai : jumlah/5 * 100

Catatan:
Referensi yang dinilai harus yang penulisannya benar (vancauver style) dan berasal dari sumber
yang sahih, tidak boleh dari blog pribadi.












Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 20

JADWAL KEGIATAN MODUL FORENSIK (1 April 2014-26 April 2014)
Minggu Ke 1

Rencana Jadwal
JAM Senin, 31 Maret
2014
Selasa, 1 April 2014 Rabu, 2 April 2014 Kamis, 3 April 2014 Jumat, 4 April
2014
Sabtu, 5
April 2014
07.00 08.00

Pengantar Kedokteran
Forensik dan Medikolegal
Traumatologi I Asphyxia mekanik Visum et repertum. Pleno kasus I
(WW) (TW) (SH) (H)
08.00 09.00 Prosedur Medikolegal dan
visum et repertum
Traumatologi II Asphyxia mekanik Surat ket medik,
rekam medik,
rahasia kedokteran
Pleno Kasus I

LIBUR
(WW) (TW) (SH) (H)
09.00 10.00 Thanatologi Traumatologi III Tenggelam Peraturan
medikolegal
Pleno Kasus II
(WW) (TW) (SH) (H)

HARI RAYA
NYEPI
Kuis ww
10.00 11.00 Penjelasan buku wajib dan
lab
Diskusi kasus I
Delik kesusilaan,
Pembunuhan anak
sendiri
Diskusi kasus II
Pleno kasus II
Pembagian kelompok
diskusi
(TDS)
11.00 12.00 Isoma Abortus provokatus.
Patologi forensic

12.00 13.00 Isoma Belajar mandiri (TDS) Isoma Jam 07.00-
11.00
Belajar mandiri Belajar mandiri
13.00 14.00 Belajar mandiri Belajar mandiri Belajar mandiri
14.00 15.00 Belajar mandiri Belajar mandiri




Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 21

Minggu Ke 2

JAM Senin, 7 April
2014
Selasa, 8 April 2014 Rabu, 9 April 2014 Kamis, 10 April
2014
Jumat, 11 April
2014
Sabtu, 12
April 2014
07.00 08.00 Toksikologi
umum
Lab forensik Forensik molekuler Pleno kasus III
(ZS) (OS) (DS) (ADE)
08.00 09.00 Kematian
mendadak CO &
CN, PB dan AS
Narkotika dan psikotropika

TKP dan Exhumasi UU narkotika dan
psikotropika
Pleno kasus
III
(ZS) (OS) (DS) (ADE)
09.00 10.00 Film teknik
autopsi
Alkohol, barbiturat dan
insektisida
LIBUR
Identifikasi forensik
(DS)
UU praktek
kedokteran (ADE)
Pleno kasus
IV
(ZS) (OS) , kuis
10.00 11.00 KUIS ZS KUIS OS
PEMILU
Pleno kasus
IV

11.00 12.00 Belajar mandiri Belajar mandiri Isoma
12.00 13.00 Isoma Isoma Isoma Isoma Jam 07.00-
11.00

13.00 14.00 Belajar mandiri
Diskusi kasus III


Diskusi kasus IV
Belajar mandiri
14.00 15.00 Belajar mandiri Belajar mandiri






Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 22

Minggu Ke 3

JAM Senin, 14 April
2014
Selasa, 15 April 2014 Rabu, 16 April 2014 Kamis, 17 April
2014
Jumat, 18 April
2014
Sabtu, 19
April 2014
07.00 08.00
UTM
Visum et repertum Prinsip dasar moral
dan etika MKEK
Child abuse Pleno kasus V
Forensik klinik ( BS) (AP) yb
08.00 09.00
UTM
Sub UGD Hukum kedokteran,
hub pasien-dokter,
dr-RS, informed
consent, malpraktek
(AP)
UU perlindungan
anak
WAFAT
Pleno kasus V
Pusat krisis terpadu (BS) consent yb
09.00 10.00 Belajar mandiri KDRT-visum Hukum pembuktian
ilmiah dan
keterangan ahli (AP)
Histologi forensik +
Kuis (YB)
YESUS KRISTUS
Pleno kasus
VI
Belajar mandiri (BS) yb
10.00 11.00 KUIS BS+AP
Diskusi kasus VI

Belajar mandiri

Presentasi
kasus VI
11.00 12.00 Belajar mandiri Belajar mandiri
12.00 13.00 Isoma Isoma Isoma
Isoma
Jam 07.00-
11.00
13.00 14.00 Belajar mandiri
Diskusi kasus V
Belajar mandiri

14.00 15.00 Belajar mandiri Belajar mandiri Belajar mandiri






Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 23

Minggu Ke 4

JAM Senin, 21 April
2014
Selasa, 22 April 2014 Rabu, 23 April 2014 Kamis, 24 April
2014
Jumat, 25 April
2014
Sabtu, 26
April 2014
07.00 08.00 Kejahatan seksual,
tinjauan hukum
dan pembuktian
(YB)
Film pemeriksaan korban
perkosaan dan penjelasan
Skillab Visum Kapita selekta Ujian akhir modul
(UAM)

(Fitri) Fitri (TW) tw
08.00 09.00 Sumpah dokter
dan etika
kedokteran
Pemeriksaan medikolegal
kekerasan seksual
Skillab Visum Kapita selekta Ujian akhir modul Nilai Akhir
Modul
Forensik
(YB) Abortus provokatus Fitri (TW) (UAM)
09.00 10.00 Sumpah dokter
dan etika
kedokteran
Forensik klinik (YB/Dim) Skillab Visum Kapita selekta Ujian akhir modul
(YB) KUIS ( YB + FITRI) Fitri (TW) (UAM)
10.00 11.00 KUIS ( YB) Diserahkan besok
24 April 2014

11.00 12.00 Belajar mandiri
12.00 13.00 Isoma Isoma
13.00 14.00 Belajar mandiri Belajar mandiri
14.00 15.00 Belajar mandiri Belajar mandiri
Catatan :


- Untuk perbaikan nilai mahasiswa dapat mengikuti SEMESTER PENDEK MODUL FORENSIK selama satu minggu.
- Setiap Staf IKF FKUI membuat 1 kasus, lengkap dengan student guide, tutor guide serta soal UTM dan UAM.
- Diskusi kelompok dibimbing oleh fasilitator dari FK Usakti (10 12 dokter).
- Presentasi / Seminar dipimpin oleh staf IKF FKUI ( 2 staf ).


Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 24

SKENARIO KASUS DISKUSI TUTORIAL
KASUS I EMERGENCY MEDICINE PATOLOGI FORENSIK (PBL 1)
Seorang laki-laki ditemukan di sebuah sungai kering yang penuh batu-batuan dalam keadaan mati
tertelungkup. Ia mengenakan kaos dalam (oblong) dan celana panjang yang di bagian bawahnya
di gulung hingga setengah tungkai bawahnya. Lehernya terikat lengan baju (yang kemudian
diketahui sebagai baju miliknya sendiri) dan ujung lengan baju lainnya terikat kesebuah dahan
pohon perdu setinggi 60 cm. Posisi tubuh relatif mendatar, namun leher memang terjerat oleh
baju tersebut. Tubuh mayat tersebut telah membusuk, namun masih dijumpai adanya satu luka
terbuka di daerah ketiak kiri yang memperlihatkan pembuluh darah ketiak yang putus, dan
beberapa luka terbuka di daerah tungkai bawah kanan dan kiri yang memiliki ciri-ciri yang sesuai
dengan akibat kekerasan tajam.
Perlu di ketahui bahwa rumah terdekat dari TKP adalah kira-kira 2 km. TKP adalah suatu daerah
perbukitan yang berhutan cukup lebat.
PETUNJUK BAGI MAHASISWA
Kasus diatas adalah hanya sebagai pemicu untuk membahas perkara pembunuhan atau
penganiayaan hingga mati dengan pendekatan problem based. Untuk itu kelompok harus
membahas dan mengajukannya di dalam pleno berbagai aspek yang terkait, seperti: aspek
hukum dan prosedur medikolegal, pemeriksaan medis-baik di bidang tanatologis untuk menilai
kekerasan penyebab luka, interpretasi temuan kesimpulan tentang saat mati-sebab mati-dan
memungkinan cara mati korban, dan pembuatan serta penyampaian laporan hasil pemerikasaan.
Sebagai pengetahuan yang nice to know adalah aspek indentifikasi korban dan apa peran
dokter dalam peran tersebut.

MIND MAPPING
Kesimpulan Pemeriksaan medis
Cara mati Aspek hukum
laki-laki lehernya
Saat mati terikat lengan baju Prosedur medico-legal

Interpretasi temuan Identifikasi
Pemeriksaan luka Thanatologi


KASUS II EMERGENCY MEDICINE PATOLOGI FORENSIK (PBL 2)
Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 25

Sesosok mayat bayi lahir ditemukan di suatu tempat sampah. Masyarakat melaporkannya
kepada polisi. Mereka juga melaporkan bahwa semalam melihat seorang perempuan yang
menghentikan mobilnya didekat sampah tersebut dan berada disana cukup lama. Seorang dari
anggota masyarakat sempat mencatat nomor mobil perempuan tersebut.
Polisi mengambil mayat bayi tersebut dan menyerahkannya kepada anda sebagai dokter direktur
rumah sakit. Polisi juga mengatakan bahwa sebentar lagi si perempuan yang dicurigai sebagai
pelakunya akan dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Anda harus mengatur segalanya agar
semua pemeriksaan dapat berjalan dengan baik dan akan membriefing para dokter yang akan
menjadi pemeriksa.
PETUNJUK BAGI MAHASISWA
Kasus diatas adalah hanya sebagai pemicu pembahasan pembunuhan anak sendiri. Oleh
karena itu diharapkan untuk membahas kasus pembunuhan anak sendiri secara lengkap, mulai
dari aspek hukumnya, prosedur medikolegalnya, pemeriksaan terhadap mayat bayi dan
interpretasi temuannya, pemeriksaan terhadap tersangka ibunya dan interpretasi temuannya,
pemeriksaan untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan antara si mayat bayi dengan si
wanita, pembuatan laporan atau Visum et Repertum.
MIND MAPPING
Ibu Bayi
Pemeriksaan temuan Aspek hokum

V et R Mayat bayi dan perempuan Prosedur medico-legal
Yang dicurigai
Lahir hidup
Interpretasi temuan
Lahir mati






KASUS 1 EMERGENCY MEDICINE 2 FORENSIK KEDOKTERAN (PBL 3)
Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 26

Anda bekerja sebagai dokter di IGD sebuah rumah sakit . Pada suatu sore hari datang
seorang laki-laki berusia 45 tahun membawa anak perempuannya yang berusia 14 tahun
menyatakan bahwa anaknya tersebut baru saja pulang dibawa lari oleh teman laki-laki yang
berusia 18 tahun selama 3 hari keluar kota. Sang ayah takut apabila telah terjadi sesuatu pada diri
putrinya. Ia juga bimbang apa yang akan diperbuatnya bila sang anak telah disetubuhi laki-laki
tersebut dan akan merasa senang apabila anda dapat menjelaskan berbagai hal tentang aspek
medikolegal dan hukum kasus anaknya.
PETUNJUK BAGI MAHASISWA
Kasus diatas adalah hanya sebagai pemicu untuk membahas perkara kejahatan seksual dengan
pendekatan problem based. Untuk itu kelompok harus membahas dan pengajukannya didalam
pleno berbagai aspek yang terkait seperti : Aspek hukum, prosedur hukum yang dapat ditempuh,
prosedur medikolegal, pemeriksaaan medis, pemeriksaan laboratorium, interpretasi hasil,
pembuatan visum et repertumnya. Sebagai pengetahuan yang nice to know adalah aspek
psikososialnya dan bagaimana peran LSM yang bergerak dibidang ini.
MIND MAPPING
Aspek hukum
Peran LSM Prosedur hukum

Psikososial Seorang perempuan 14 tahun Prosedur medikolegal
Sudah disetubuhi
V et R Pemeriksaan medis
Interpretasi hasil Pemeriksaan laboratorium








KASUS II EMERGENCY MEDICINE 2 FORENSIK KEDOKTERAN (PBL 4)
Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 27

Anda kebetulan sedang berdinas jaga di laboratorium di sebuah rumah sakit tipe B.
Seorang anggota polisi membawa sebuah botol ukuran 2 liter yang disebutnya sebagai botol dari
sebuah alat suction curret milik seorang dokter di kota anda. Masalahnya adalah bahwa dokter
tersebut disangka telah melakukan pengguguran kandungan yang ilegal dan di dalam botol
tersebut terdapat campuran darah dan jaringan hasil suction. Polisi menerangkan dalam surat
permintaannya, bahwa darah dan jaringan dalam botol berasal dari tiga perempuan yang saat ini
sedang diperiksakan ke Bagian Kebidanan di rumah sakit anda. Penyidik membutuhkan
pemeriksaan laboratorium yang dapat menjelaskan apakah benar telah terjadi pengguguran
kandungan dan apakah benar bahwa ketiga perempuan yang sedang diperiksa di kebidanan
adalah perempuan yang kandungannya digugurkan oleh dokter tersebut. Hasil pemeriksaan
tersebut penting agar dapat dilanjutkan ke proses hukum terhadap dokter tersebut.
Anda tahu bahwa harus ada komunikasi antara anda dengan dokter kebidanan yang
memeriksa perempuan-perempuan diatas, agar pemeriksaan medis dapat memberi manfaat
yang sebesar-besarnya bagi penyidikan dan penegakan hukum
PETUNJUK BAGI MAHASISWA
Kasus diatas adalah hanya sebagai pemicu untuk membahas perkara pengguguran kandungan
dan terminasi kehamilan yang termasuk di dalam kategori tindakan medis tertentu sebagaimana
dalam UU kesehatan pasal 15. Untuk itu kelompok harus membahas dan mengajukannya didalam
pleno berbagai aspek yang terkait, seperti : aspek hukum, aspek etik profesi dan prosedur
medikolegal, pemeriksaan medis baik di bidang pemeriksaan fisik dan ginekologis terhadap
perempuan tersangka pengguguran maupun pemeriksaan laboratorium terhadap perempuan
dan hasil suction di dalam botol, kesimpulan tentang hasil pemeriksaan, dan pembuatan serta
penyampaian laporan hasil pemeriksaan. Sebagai pengetahuan yang nice to know adalah
aspek identifikasi hubungan antara jaringan dengan perempuan tersangka dan apa peran dokter
dalam tugas tersebut.
MIND MAPPING
Aspek hukum Prosedur medikolegal barang bukti
Pemeriksaan medis
V et R Pengguguran kandungan tersangka

Kesimpulan Pemeriksaan laboratorium



KASUS I EMERGENCY MEDICINE 2 ETIKA PROFESI KEDOKTERAN (PBL 5)
Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 28

Seorang pasien berusia 62 tahun datang kerumah sakit dengan karsinoma kolon yang
telah terminal. Pasien masih cukup sadar berpendidikan cukup tinggi. Ia memahami benar posisi
kesehatannnya dan keterbatasan kemampuan ilmu kedokteran saat ini Ia juga memiliki
pengalaman pahit sewaktu kakaknya menjelang ajalnya dirawat di ICU dengan peralatan
bermacam-macam tampak sangat menderita, dan alat alat tersebut tampaknya hanya
memperpanjang penderitaannya saja. Oleh karena itu ia meminta kepada dokter apabila dia
mendekati ajalnya agar menerima terapi yang minimal saja ( tanpa antibiotika , tanpa peralatan
ICU dll ), dan ia ingin mati dengan tenang dan wajar. Namun ia tetap setuju apabila ia menerima
obat-obatan penghilang rasa sakit bila memang dibutuhkan.
PETUNJUK BAGI MAHASISWA
Kasus diatas adalah kasus pemicu pembahasan tentang etika profesi kedokteran . Kelompok
diharapkan membahas tentang prinsip-prinsip etika kedokteran, peraturan yang terkait seperti
informed consent, dan dampak hukum yang mungkin timbul dari keputusan dokter.
MIND MAPPING
Aspek hukum Prosedur tindakan
medis

Dampak hukum Pasien 62 tahun, dengan Ca Colon informed
consent

Aspek etika Rekam medis Prosedur terapi










KASUS II EMERGENCY MEDICINE 2 ETIKA PROFESI KEDOKTERAN (PBL 6)
Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 29

Bayi dengan patah tulang klavikula

Seorang pasien bayi dibawa orang tuanya datang ke tempat praktek dokter A, seorang
dokter anak. Ibu pasien bercerita bahwa ia adalah pasien seorang dokter obsgin B sewaktu
melahirkan, dan anaknya dirawat oleh dokter anak C. Baik dokter B maupu C tidak pernah
mengatakan bahwa anaknya menderita penyakit atau cedera sewaktu lahir dan dirawat disana.
Sepuluh hari pasca lahir orang tua bayi menemukan benjolan dipundak kanan bayi.
Setelah diperiksa oleh dokter anak A dan pemeriksaan radiologi sebagai penunjangnya,
pasien dinyatakan menderita fraktur klavikula kanan yang sudah berbentuk kalus. Kepada dokter
A mereka meminta kepastian apakah benar terjadi patah tulang klavikula, dan kapan kira-kira
terjadinya. Bila benar bahwa patah tulang tersebut terjadi sewaktu kelahiran, mereka akan
menuntut dokter B karena telah mengakibatkan patah tulang dan C karena lalai tidak dapat
mendiagnosisnya. Mereka juga menduga bahwa dokter C kurang kompeten sehingga sebaiknya ia
merawat anaknya ke dokter A saja. Dokter A berpikir apa yang sebaiknya ia katakan.
PETUNJUK BAGI MAHASISWA
Kasus diatas adalah kasus pemicu pembahasan tentang etika profesi kedokteran.
Kelompok diharapkan membahas tentang prinsip-prinsip etika kedokteran, hubungan dokter
pasien dan hubungan kesejawatan, dan dampak hukum yang mungkin timbul keputusan dokter.
Bagaimana pula jalan keluar yang sebaiknya ?

MIND MAPPING
Beneficence
4 Kaidah Non maleficenc e
Autonomi
Justice informed concence



Dampak hukum Etika kedokteran




METODE SEVEN JUMP (TUJUH LANGKAH)
Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 30

LANGKAH 1.
Klarifikasi istilah/terminologi asing (yang tidak dimengerti)
Proses
Mahasiswa mengidentifikasi kata-kata yang maknanya belum jelas dan menyamakan persepsi
mengenai istilah tersebut. Dalam hal ini, mahasiswa dapat mencari arti istilah atau terminologi
asing yang tidak dimengerti melalui kamus. Semua mahasiswa harus dibuat merasa aman, agar
mereka dapat menyampaikan dengan jujur apa yang mereka tidak mengerti.
Alasan
Istilah asing dapat menghambat pemahaman. Klarifikasi istilah walaupun hanya sebagian bisa
mengawali proses belajar.
Output tertulis
Kesepakatan mengenai pengertian dari kata-kata atau istilah yang tidak dimengerti.

LANGKAH 2.
Menetapkan masalah

Proses
Ini merupakan sesi terbuka dimana semua mahasiswa didorong untuk berkontribusi pendapat
tentang masalah. Tutor mungkin perlu mendorong semua mahasiswa untuk berkontribusi dengan
cepat tetapi dengan analisis yang luas.
Alasan
Sangat mungkin setiap anggota kelompok tutorial mempunyai perspektif yang berbeda terhadap
suatu masalah. Membandingkan dan menyatukan pandangan ini akan memperluas cakrawala
intelektual mereka dan menentukan tugas berikutnya.
Output tertulis
Daftar masalah yang akan dijelaskan



LANGKAH 3.
Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 31

Curah pendapat tentang analisis masalah dan penjelasan sementara
Proses
Lanjutan sesi terbuka, tetapi sekarang semua mahasiswa mencoba memformulasikan, menguji
dan membandingkan manfaat relatif hipotesis mereka sebagai penjelasan masalah atau kasus.
Tutor mungkin perlu menjaga agar diskusi berada pada tingkat hipotetis dan mencegah masuk
terlalu cepat ke penjelasan yang sangat detail. Dalam konteks ini:
a. Hipotesis berarti dugaan yang dibuat sebagai dasar penalaran tanpa asumsi kebenarannya,
ataupun sebagai titik awal investigasi
b. Penjelasan berarti membuat pengenalan secara detail dan pemahaman, dengan tujuan untuk
saling pengertian
Alasan
Ini merupakan langkah penting, yang mendorong penggunaan prior knowledge dan memori serta
memungkinkan mahasiswa untuk menguji atau menggambarkan pemahaman lain; link dapat
dibentuk antar item jika ada pengetahuan tidak lengkap dalam kelompok. Jika ditangani dengan
baik oleh tutor dan kelompok, langkah ini akan membuat mahasiswa belajar pada tingkat
pemahaman yang lebih dalam.
Output tertulis
Daftar hipotesis atau penjelasan

LANGKAH 4.
Menyusun penjelasan menjadi solusi sementara
Proses
Mahasiswa akan memiliki banyak penjelasan yang berbeda. Masalah dijelaskan secara rinci dan
dibandingkan dengan hipotesis atau penjelasan yang diajukan, untuk melihat kecocokannya dan
jika diperlukan eksplorasi lebih lanjut. Langkah ini memulai proses penentuan tujuan
pembelajaran (learning objectives), namun tidak disarankan untuk menuliskannya terlalu cepat.
Alasan
Tahap ini merupakan pemrosesan dan restrukturisasi pengetahuan yang ada secara aktif serta
mengidentifikasi kesenjangan pemahaman. Menuliskan tujuan pembelajaran terlalu cepat akan
menghalangi proses berpikir dan proses intelektual cepat, sehingga tujuan pembelajaran menjadi
terlalu melebar dan dangkal.

Output tertulis
Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 32

Pengorganisasian penjelasan masalah secara skematis yaitu menghubungkan ideide baru satu
sama lain, dengan pengetahuan yang ada dan dengan konteks yang berbeda. Proses ini
memberikan output visual hubungan antar potongan informasi yang berbeda dan memfasilitasi
penyimpanan informasi dalam memori jangka panjang. (Perhatian: Dalam memori, unsur-unsur
pengetahuan disusun secara skematis dalam frameworks atau networks, bukan secara semantis
seperti kamus).
LANGKAH 5.
Menetapkan Tujuan Pembelajaran

Proses
Anggota kelompok menyetujui seperangkat inti tujuan pembelajaran (learning objectives) yang
akan mereka pelajari. Tutor mendorong mahasiswa untuk fokus, tidak terlalu lebar atau dangkal
serta dapat dicapai dalam waktu yang tersedia. Beberapa mahasiswa bisa saja punya tujuan
pembelajaran yang bukan merupakan tujuan pembelajaran kelompok, karena kebutuhan atau
kepentingan pribadi.

Alasan
Proses konsensus menggunakan kemampuan seluruh anggota kelompok (dan tutor) untuk
mensintesis diskusi sebelumnya menjadi tujuan pembelajaran yang tepat dan dapat dicapai.
Proses ini tidak hanya menetapkan tujuan pembelajaran, akan tetapi juga mengajak semua
anggota kelompok bersama-sama menyimpulkan diskusi.

Output tertulis
Tujuan pembelajaran adalah output utama dari tutorial pertama. Tujuan pembelajaran seharusya
berupa isu yang ditujukan pada pertanyaan atau hipotesis spesifik. Misalnya, "penggunaan grafik
cantle untuk menilai pertumbuhan anak" lebih baik dan lebih tepat daripada topik global
pertumbuhan





LANGKAH 6.
Modul Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK.USAKTI
Buku Panduan Belajar Mahasiswa Semester Genap 2013/2014 33

Mengumpulkan informasi dan belajar mandiri
Proses
Proses ini mencakup pencarian materi di buku teks, di literatur yang terkomputerisasi,
menggunakan internet, melihat spesimen patologis, konsultasi pakar, atau apa saja yang dapat
membantu mahasiswa memperoleh informasi yang dicari. Kegiatan PBL yang terorganisir dengan
baik meliputi buku program atau buku blok yang memuat saran cara memperoleh atau
mengontak sumber pembelajaran spesifik yang mungkin sulit ditemukan atau diakses.
Alasan
Jelas bagian penting dari proses belajar adalah mengumpulkan dan memperoleh informasi baru
yang dilakukan sendiri oleh mahasiswa
Output tertulis
Catatan individual mahasiswa.

LANGKAH 7.
Berbagi hasil mengumpulkan informasi dan belajar mandiri
Proses
Berlangsung beberapa hari setelah tutorial pertama (langkah 1-5). Mahasiswa memulai dengan
kembali ke daftar tujuan pembelajaran mereka. Pertama, mereka mengidentifikasi sumber
informasi individual, mengumpulkan informasi dari belajar mandiri serta saling membantu
memahami dan mengidentifikasikan area yang sulit untuk dipelajari lebih lanjut (atau bantuan
pakar). Setelah itu, mereka berusaha untuk melakukan dan menghasilkan analisis lengkap dari
masalah.
Alasan
Langkah ini mensintesis kerja kelompok, mengkonsolidasi pembelajaran dan mengidentifikasikan
area yang masih meragukan, mungkin untuk studi lebih lanjut. Pembelajaran pasti tidak lengkap
(incomplete) dan terbuka (open-ended), tapi ini agak hati-hati karena mahasiswa harus kembali ke
topik ketika pemicu yang tepat terjadi di masa datang.
Output tertulis
Catatan individual mahasiswa.