Anda di halaman 1dari 31

1

BUKU PANDUAN MAHASISWA


Modul Mata Telinga Hidung dan Tenggorok


Kata pengantar
Segala puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan
rahmatnyalah buku panduan modul organ Mata Telinga Hidung dan Tenggorok ini dapat
kami hadirkan. Terima kasih juga kami sampaikan kepada dr. Elani Kartadinata, Sp.M selaku
ketua pelaksana modul dan dr. Anggraeni A, Sp.M sebagai sekertaris modul dan seluruh
kontributor modul Mata, Telinga Hidung dan Tenggorok atas kontribusinya dalam
penyusunan buku panduan mahasiswa ini. Kami berharap buku panduan mahasiswa ini akan
banyak membantu mahasiswa dan kontributor dalam mengikuti modul ini.

















2

Pendahuluan
Pelaksanaan Kurikulum Program Studi Sarjana Kedokteran (PSSK)
FakultasKedokteranUniversitasTrisakti (FK USAKTI) berpedoman pada Standar Kompetensi
Dokter Indonesia (SKDI), yang dikeluarkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia, tahun 2006.
ModulMata, Telinga Hidung dan Tenggorokan adalah bagiandari pelaksanaan kurikulum
pada PSSK.
Modul Organ Mata dan THT (MO-23/MTHT) semula direncanakan sebagai Modul
Penglihatan dan Pendengaran (MO-23/PP). Namun dalam perkembangannya ternyata hidung,
faring dan laring yang semula masuk dalam modul Saluran Pernafasan (MO-12/Pul),
dimasukan dalam MO-23/PP sehingga kemudian lengkaplah Ilmu Penyakit THT seperti
dahulu Telinga Hidung dan Tenggorok. Demikian juga penglihatan tidak hanya materi visus
saja yang dibahas, tetapi Ilmu Penyakit Mata secara keseluruhan, sehingga modul ini menjadi
Modul Organ Mata dan THT (MO-23/MTHT)
Modul akan disajikan secara komprehensif meliputi bidang IP MATA dan IP THT dibantu
oleh bidang pre- klinik, para-klinik dan klinik lainnya yang meliputi: Anatomi, Fisiologi,
Histologi, Patologi Anatomi, Mikrobiologi, Farmakologi, Radiologi, Kesehatan Kerja dan
Bagian IP Saraf.
Metode pembelajaran pada modul MTHT berupa kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dan
menerapkan strategi pembelajaran berfokus pada mahasiswa (student centered learning).
Rancangan kurikulum modul Mata, Telinga Hidung dan Tenggorokan terdiri dari kuliah
(40%), tutorial dan seminar (40%), dan keterampilan klinis dan praktikum (20%).Sebanyak
80% materi yang disajikan berpedoman pada daftar penyakit dan daftar keterampilan pada
lampiran 2 dan 3 SKDI, dan 20 % berupa muatan lokal kurikulum FK USAKTI.
















3

Tujuan pembelajaran (Learning outcome)
1. Setelah mengikuti modul MTHT diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan
prosedur klinis sesuai masalah, kebutuhan pasien pada system mata dan THT, dan
sesuai kewenangannya sebagai dokter umum

2. Setelah mengikuti modul MTHT diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi,
menjelaskan dan merancang penyelesaian masalah kesehatan secara ilmiah menurut
ilmu kedokteran kesehatan mutakhir untuk mendapat hasil yang optimum.

3. Setelah mengikuti modul MTHT diharapkan mahasiswa mampu mengelola masalah
kesehatan system Mata dan THT pada individu, keluarga, ataupun masyarakat secara
komprehensif, holistik, berkesinambungan, koordinatif, dan kolaboratif dalam
konteks pelayanan kesehatan tingkat primer.
4. Setelah mengikuti modul MTHT diharapkan mahasiswa mampu mengakses,
mengelola, menilai secara kritis informasi untuk menjelaskan dan menyelesaikan
masalah, atau untuk mengambil keputusan dalam kaitan dengan pelayanan kesahatan
di tingkat primer.

Kompetensi
1. Area kompetensi 3 Landasan ilmiah ilmu kedokteran
2. Area kompetensi 4 Pengelolaan masalah kesehatan
3. Area kompetensi 5 Pengelolaan informasi















4

Karakteristik mahasiswa :
Mahasiswa yang mengikuti modul mata, telinga hidung dan tenggorok adalah mahasiswa
yang berada di semester 5.





























5

Sasaran pembelajaran ( Learning Objective ) dan Lingkup Bahasan

Sasaran
pembelajaran
(learning objective)
Lingkup bahasan Pokok bahasan
Bila diberikan kasus
pemicu mengenai
masalah kesehatan
mahasiswa semester 5
mampu menjelaskan
masalah sesuai dengan
mekanisme normal tubuh
































1. Anatomi sistem penglihatan



















2. Anatomi sistem pendengaran
dan keseimbangan





















3. Anatomi saluran pernafasarn
atas







Komponen tulang yang
membentuk kavum orbita, dan
hubungan dengan ruang- ruang
sekitarnya.
Posisi bola mata, N. Optikus,
glandula lakrimalis, korpus
adiposa dan lapisan lapisan
orbita.
Perjalanan N.optikus. Bagian-
bagian konjungtiva dan
fungsinya.
Otot-otot untuk gerakan
palpebral.
Otot-otot bola mata dan
inervasinya, system koordinasi
gerakan kedua bola mata.
Glandula lakrimalis dan saluran
air mata

Bangunan dan saluran pada pars
timpanica ossi temporalis ,
aurikula , meatus akustikus
eksternus, Inervasi, vaskularisasi
dan aliranlimfe (Auris eksterna).

Kavum timpani dan tulang-tulang
pendengaran,tuba auditiva,
m.tensor timpani dan
m.Stapedius,inervasi,
vaskularisasi dan aliran limfe
(Auris media). Bangunan dan
saluran pada pars petrosa ossi
temporalis Susunan labirintus
membranous,
perjalananN.kohlearis dan
N.vestibularis, kedudukan pada
labirintusosseus, endolimfe dan
perilimfe (Auris interna)





Kavum nasi, konka, meatus,
sinus paranalis, system
perdarahan dan persarafannya.

Tonsilapalatina, naso, oro dan
laringo faring, perdarahan dan
persarafannya.

6

















































4. Fisiologi sistem pendengaran
dan keseimbangan
















5. Fisiologi sistem penglihatan














6. Histologi sistem penglihatan






7. Histologi sistem pendengaran





8. Histologi saluran pernafasan
atas



9. Mirobiologi dan mikro-
organisme pada infeksi Mata
dan THT

Tulang,sendi,ligamentum,otot,
membran,perdarahan,
persarafan , system limfatik dan
pita suara


Mekanisme penghantaran
gelombang suara dari telinga luar
sampai pusat pendengaran

Fungsi telinga luar, tengah dan
dalam, fungsi utrikulus,sakulus
dan kanalis semisirkularis.

Menafsirkan hasil pemeriksaan
pendengaran dengan garpu tala
dan audiometer.

Fungsi sinus, nasofaring, laring
dan pita suara.



Lengkung refleks pupil Lintasan
persarafan penglihatan

Fungsi korteks penglihatan
primer dan asosiasinya.
Reaksi yang dialami rodopsin
pada penglihatan pada tempat
gelap dan terang.

Tricolor theory
danberbagaimacambutawarnases
uaidenganklasifikasi Von Kries.



Struktur mikroskopik dari:
bulbus oculi, palpebra, kelenjar
lakrimalis, muskuli ekstrensik
bola mata



Struktur mikroskopik dari: auris
externa, auris media, dan auris
interna



Struktur mikroskopik dari:
hidung, faring dan laring.



Pengambilan bahan
Pengiriman dan pengolahan
bahan yang tepat untuk
7














Bila diberikan kasus
pemicu mengenai
masalah kesehatan
mahasiswa semester 5
mampu menjelaskan
gangguan pendengaran
akibat kerja sesuai kasus
yang diberikan







Bila diberikan kasus
pemicu mengenai
masalah kesehatan
mahasiswa semester 5
mampu menganalisa
hasil pemeriksaan
penunjang (radiologi)
sesuai dengan kaidah
yang sesuai























11. Gangguan pendengaran
akibat kerja


















12. Radiologi
























13. Farmakologi
pemeriksaan mikrobiologik.
Menginterpretasi hasil
pemeriksaan laboratorium yang
menunjang infeksi mata dan THT




Definisi ONIHL
teori mekanik suara bising.
Nilai ambang batas pemaparan
suara bising
menjelaskan gambaran klinis
Menjelaskan pemeriksaan fisik
dan tes audiometri ONIHL
Menentukan diagnosis,
pencegahan,& pengendalian tuli
akibat kerja.
Program perlindungan tuli akibat
kerja (Occupational hearing
conservation program) Langkah-
langkah pengendalian dampak
suara bising di tempat
kerja.Jenis-jenis alat bantu
dengar. Definisi Barotrauma


Korpus alienum (foto orbita).
Fraktur orbita/os frontal,
retinoblastoma (foto kranium
AP/ Lateral).
Retinoblastoma, glioma optikus,
hemangioma, neuritis
hyperthyroid ophthalmopathy.
(CT Scanning intraokuler,
intrakonal, ekstrakonal).
Mastoiditis akut dan kronik (foto
schuller).
Fraktur os .nasi (foto os nasi).
Sinusitis, polip, keganasan,
konka hipertrofi, deviasi septum,
fraktur ethmoid/maksila, fraktur
kompleks Le Fort (foto Waters).
Adenoid hipertrofi (foto
Adenois). Paralise pita suara,
keganasan, polip (foto Laring).
Neurinoma akustik,
sinusitis/tumor sinus, tumor
laring, tumor NF. (CT Scan)


Penggolongan antimikroba
Farmakodinamik,
farmakokinetik, indikasi, kontra
indikasi, efek samping, toksisitas
dan interaksi masing-masing
golongan antimikroba,
antihistamin dan kortikosteroid

8

Bila diberikan kasus
pemicu mengenai
masalah kesehatan
mahasiswa semester 5
mampu menjelaskan
strategi pengelolaan
berdasarkan
penggolongan,
(mekanisme kerja)
farmakodinamik,efek
samping
obat,kontraindikasi,intera
ksi obat, indikasi
pemberian obat sesuai
dengan prinsip-pinsip
farmakologi.

Bila diberikan kasus
pemicu mengenai
masalah kesehatan
mahasiswa semester 5
mampu menerapkan
konsep dan prinsip ilmu
biomedik serta
menjelaskan secara
medik masalah pasien
tersebut sesuai kasus
yang diberikan




Penyakit koroid:
- Koroiretinitis
Penyakit vitreus
- Perdarahan vitreus
Penyakit pada hidung dan
sinus
- Etmoiditis akut
Penyakit pada trakea
Aspirasi
Memperoleh dan mencatat
informasi yang akurat dan
penting tentang kasus tersebut
Menggali informasi melalui
anamnesis untuk menyusun
hipotesis
Menjelaskan gejala klinis dan
memperkirakan diagnosis
Menentukan dan membuat
rujukan sesuai dengan data yang
diberikan


Bila diberikan kasus
pemicu mengenai
masalah kesehatan
mahasiswa semester 5
mampu menerapkan
konsep dan prinsip ilmu
biomedik serta
menjelaskan secara
medik masalah pasien
sesuai kasus tersebut.

Penyakit pada kelopak mata
- Entropion
- Trichiasis
- Lagophtalmos
- Epicanthus
- Ptosis
- Xanthelasma
Penyakit pada apparatus
lakrimalis
- Dacryoadenitis
- Dacryocystitis
- Dacryostenosis
- Lacrimal duct,
laceration
Penyakit pada sklera
- Skleritis/ episcleritis
Penyakit pada cornea
- Erosion
- Cornea, foreign body
- Burn
- Keratitis
- Kerato- conjunctivitis
sicca
- Corneal oedema
- Corneal dystrophy
- Keratoconus
Memperoleh dan mencatat
informasi yang akurat dan
penting tentang kasus tersebut
Menggali informasi melalui
anamnesis untuk menyusun
hipotesis
Menjelaskan patofisiologi
Menjelaskan patogenesis
Merangkum dari interpretasi
anamnesis, pemeriksaan fisik, uji
laboratorium dan prosedur yang
sesuai
Membuat diagnosis klinik
berdasarkan pemeriksaan fisik
dan pemeriksaan tambahan yang
diminta
Menyusun prosedur klinik dan
laboratorium
Melakukan Pencegahan Penyakit
dan Keadaan Sakit
Menentukan rujukan ke spesialis
yang relevan dan mampu
menindaklanjuti sesudahnya
sesuai dengan data yang
diberikan
9

Penyakit pada bola mata:
- Endophtalmitis
- Microphtalmos
- Buphtalmos
Penyakit pada iris dan badan
siliar:
- Tumor iris
Penyakit pada lensa:
- Afakia
- Pesudoafakia
Penyakit pada retina :
- Retinal detachment
- Retinal, vessel
occlusion or bleeding
- Degeneration of
macula, age

dependent
- Retinopathy of
prematurity
- Diabetic retinopathy
- Hypertensive
retinopathy
Neoplasma pada mata:
- Retinoblastoma
Penyakit optic disc dan optic
nerve
- Optic disc cupping
- Optic neuropathy
- Optiic neuritis
Penyakit pada telinga,
pendengaran dan
keseimbangan:
- Labyrinthitis
- Perceptive hearing loss
- Conductive hearing loss
Penyakit pada hidung dan
sinus
- Rinitis medikamentosa
- Sinusitis frontal akut
- Sinusilis maxilla akut
- Deviasi septum nasal
- Choanal atresia
Penyakit pada laring dan
faring
- Hipertrofi adenoid
- Pseudo- croup acute
epiglotitis
Penyakit pada trakea
- Foreign bodies
- Tracheitis
Neoplasma pada THT:
- Polipus nasi
- Inverted papiloma
Ca Nasofaring

Bila diberikan kasus
pemicu mengenai
masalah kesehatan
mahasiswa semester 5
mampu menerapkan
Penyakit pada konjungtiva
- Conjungtiva, foreign
body
- Pterygium
- Subconjungtival
Memperoleh dan mencatat
informasi yang akurat dan
penting tentang kasus tersebut
Menggali informasi melalui
10

konsep dan prinsip ilmu
biomedik serta
menjelaskan secara
medik masalah pasien
sesuai kasus yang
diberikan

haemorrhage
Penyakit pada kelopak mata
- Blepharitis
- Hordeolum
- Chalazion
Penyakit pada ruang mata
bagian anterior:
- Hifema
- Hipopion
Penyakit pada iri dan badan
siliar:
- Iridosiklitis, iritis
Penyakit peningkatan tekanan
bola mata
- Glaucoma, congenital
- Simple glaucoma
- Acute glaucoma
- Secondary glauucoma
Penyakit pada lensa
- Katarak
- Dislokasi lensa
Penyakit refraksi dan
akomodasi
- Hipermetropia
- Myopia
- Astigmatism
- Presbyopia
- Anisometropia

Kelainan lapang pandang
- Ambliopia
- Diplopia
- Suppresion
- Night- blindness
- Scotoma
- Hemoanopia,
bitemporal dan
homonimus
- Loss of vision and
blindness
Penyakit optic disc dan optic
nerve
- Papiledema
- Atofi optik
Penyakit pada telinga,
pendengaran dan
keseimbangan:
- Peradangan pada
aurikula
- Herpes zoster oticus
- Pre- auricular fistula
- Foreign body in ear
- Serumen
- Otitis media akut
- Otitis media serosa
- Otitis media kronis
- Perforasi membran
timpani
- Bullous myringitis
- Otosclerosis
anamnesis untuk menyusun
hipotesis
Menjelaskan patofisiologi
Menjelaskan patogenesis
Merangkum dari interpretasi
anamnesis, pemeriksaan fisik, uji
laboratorium dan prosedur yang
sesuai
Menyusun diagnosis klinik
berdasarkan pemeriksaan fisik
dan pemeriksaan tambahan
sesuai kasus tersebut
Mengetahui prosedur klinik dan
laboratorium
Menentukan efektivitas suatu
tindakan
Mengelola penyakit, keadaan
sakit dan masalah pasien sebagai
individu yang utuh, bagian dari
keluarga dan masyarakat,
Melakukan Pencegahan Penyakit
dan Keadaan Sakit
Menentukan rujukan ke spesialis
yang relevan dan mampu
menindakl anjuti sesudahnya
sesuai dengan data yang
diberikan

11

- Tympanosclerosis
- Cholesteatoma
- Presbiakusis
- Mastoiditis
- Acute acoustic trauma
Penyakit pada hidung dan
sinus
- Rhinitis kronis
- Sinusitis kronis
Penyakit pada leher:
- Medial and lateral
brachial cyst and fistula

Bila diberikan kasus
pemicu mengenai
masalah kesehatan
mahasiswa semester 5
mampu menerapkan
konsep dan prinsip ilmu
biomedik dan
menjelaskan secara
medik masalah pasien
sesuai kasus yang
diberikan

Penyakit pada konjungtiva
- Conjuntivitis, allergy
- Conjuntivitis, viral
- Conjuntivitis, bacterial
Penyakit pada kelopak mata:
- Eyelid laceration
- Eyelid retraction
Penyakit pada telinga,
pendengaran dan
keseimbangan
- Otitis eksterna
- Benign postural vertigo

- Motion sickness
- Menieres diseases
- Ear trauma atau lain
- Facial palsy or paralysis
Penyakit pada hidung dan
sinus
- Epistaksis
- Furuncle of nose
- Rhinitis akut
- Rhinitis vasomotor
- Rhinitis alergi
- Foreign body in nose
Penyakit pada laring dan
faring
- Pharyngitis
- Tonsilitis

Memperoleh dan mencatat
informasi yang akurat dan penting
tentang kasus tersebut
Menggali informasi melalui
anamnesis untuk menyusun
hipotesis
Menjelaskan patofisiologi
Menjelaskan patogenesis
Merangkum dari interpretasi
anamnesis, pemeriksaan fisik, uji
laboratorium dan prosedur yang
sesuai
Membuat diagnosis klinik
berdasarkan pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan pemeriksaan
tambahan sesuai kasus tersebut
Melakukan prosedur klinik dan
laboratorium
Menentukan efektivitas suatu
tindakan
Mengelola penyakit, keadaan sakit
dan masalah pasien sebagai
individu yang utuh, bagian dari
keluarga dan masyarakat,
Melakukan Pencegahan Penyakit
dan Keadaan Sakit sesuai dengan
data yang diberikan







\


12

Strategi pengajaran dan sumber pembelajaran :
Strategi pengajaran
1. Kuliah
Bertujuan untuk menstimulasi minat mahasiswa terhadap materi pembelajaran dan
untuk aktif mencari informasi lebih jauh tentang materi pembelajaran secara mandiri,
sesuai tujuan pembelajaran dan tingkat kompetensi yang telah ditetapkan.Adapun
untuk penjadwalan kuliah dapat di lihat pada bagian lampiran
2. Tutorial (Diskusi Kelompok)
Bertujuan untuk menstimulasi kemampuan berfikir analitik dan logis berlandaskan
ilmu kedokteran dasar untuk menerangkan hipotesis kasus yang diterima, sesuai
tujuan pembelajaran dan tingkat kompetensi yang telah ditetapkan.
Diskusi akan berlangsung dengan 4 topik, masing-masing topik akan didiskusikan
dalam 2 sesi selama masing-masing 2 jam.
3. Pleno mahasiswa
Bertujuan untuk mengasah kemampuan menyiapkan bahan presentasi dan melakukan
presentasi yang sistematis dan dapat dipahami, sesuai tujuan pembelajaran dan tingkat
kompetensi yang telah ditetapkan
4. Praktikum
Bertujuan untuk meningkatkan dan memantapkan keterampilan pemeriksaan fisik,
yang menunjang teori ilmu kedokteran sesuai tujuan pembelajaran dan tingkat
kompetensi yang telah ditetapkan.
5. Keterampilan klinis
Bertujuan untuk mengasah keterampilan klinis yang sesuai dengan materi kuliah dan
diskusi, sesuai tujuan pembelajarandan tingkat kompetensi yang telah ditetapkan.
6. Skenario kasus untuk modul yang akan berjalan terdiri dari 2 topik penyakit mata dan
2 topik penyakit THT.








13


Sumber pembelajaran
1. Bahan kuliah dalam bentuk power point
2. Skenario kasus
3. Referensi / daftar rujukan (terlampir)






































14


STRUKTUR ORGANISASI
MODUL MATA DAN THT (MO-23 / MTHT)

KOORDINATOR MODUL : Dr. Erlani Kartadinata, Sp.M
SEKRETARIS MODUL : Dr. Anggraeni A, Sp.M
KONTRIBUTOR MODUL
1. ANATOMI : Dr. Purnamawati Tjhin, M.Pd.Ked
Dr. Nuriyani S SpRM
2. HISTOLOGI : Dr. Fajar Arifin G., MS.
3. ILMU FAAL : Dr. Martiem Mawie, MS.
: Dr. Eveline Margo
4. PATOLOGI ANATOMI : DR. Dr. Robert Gandasentana, MS.
5. MIKROBIOLOGI : Prof. Dr. Widyasari Kumala SpMk
6. FARMAKOLOGI : Dr. J. Tanu Hendrata
: Dr. A. Rachman Wahab
7. RADIOLOGI : Dr. Sigit Widodo, Sp. R, Sp. KL
8. ILMU KESEHATAN KERJA : Dr. Ridwan Harrianto, MHSc,(OM)Sp.Ok.
9. ILMU PENYAKIT SARAF : Prof. Dr. H. Suharko Kasran, Sp.S.,Sp.KJ.
: Dr. Riani Indiyarti, Sp.S.
10. ILMU PENYAKIT MATA : Dr. Karliana Kartasa, Sp.M.
: Dr. Noviani Prasetyaningsih, Sp.M.

Dr . Husnun Amalia SpM
Dr. Rose, Sp.M,
Dr. Erlani Kartadinata, Sp.M
Dr. Anggraeni A, Sp.M


: Prof. P.H. Sidarta Ilyas, Sp.M. (DLB)
11. ILMU PENYAKIT THT : Dr. H. Wahjoe Widajatno, Sp.THT., FS.
: Dr. Sri Susilowati, Sp.THT. (DLB)
: Dr. Fauzan Abdillah, Sp.THT
15

REFERENSI
Departemen Rujukan
ANATOMI 1. Saladin S. Kenneth : Human Anatomy, 1st Ed. McGrawHill, Boston, Tahun
2005
2. Linder Harold H. : Clinical - Anatomy, a Lange medical book,
Appleton&Lange, California, 1989
3. Drake L. Richard, Wayne Vogl, Adam W.M. Mitchell : Gray's Anatomy for
Student, Elsevier Churchill Livingstone, Spain 2005,
4. Moore L. Keith, Arthur F Dalley : Clinically Oriented Anatomy, 5th ed.,
Lippincott Williams & Philadelphia, 2006,

ILMU FAAL 1. Lauralee Sherwood; Human Physiology
2. Ganong 22nd ed. 2005, Mc.Graw-Hill Co., USA

HISTOLOGI 1. Leslie P Gartner, James L. Hiatt, Judy M. Strum: Essential Biologi Sel dan
Histologi
2. Leslie P. Gartner, James L. Hiatt: Atlas Berwarna Histologi
3. Kurt E Johnson: Quick Review Histologi dan Biologi Sel
4. Fajar Arifin Gunawijaya, Elna Kartawiguna: Penuntun Praktikum Kumpulan
Foto Mikroskopik Histologi.

PATOLOGI ANATOMI 1. Vinay Kumar, RamziCotran, Stanley Robbins; Basic Pathology,10th ed.
W.B. Saunders Company, 1997
2. RamziCotran, Vinay Kumar, Stanley Robbins; Pathologic Basis of
Disease,5th ed. W.B. Saunders Company, 1994
3. Diktat Kuliah FKUI
4. Intisari Patologi. Binarupa Aksara, 2010

FARMAKOLOGI 1. Goodman and Gilman : The Pharmacological Basis of Therapeutic, ed. XI
2. Bertram G. Katsung : Basic & Clinical Pharmacology, ed. IX
3. FarmakologidanTerapi - FKUI, ed. IV

RADIOLOGI 1. SjahrialRasad et al : RadiologiDiagnostik, BalaiPenerbit FKUI
2. Sutton David A. : Textbook of An Imaging, Churchill Livingstone, 4th
Edition, 1987.
3. Jack Eikent et all : Rontgen Diagnosis of Disease of Bone, William &
Wilkins, Fourth Edition, 1980.
4. IsadoreMeschan MA, MD. : Synopsis or Analisis Rontgen Sign in General
Radiology, WB Saunders Co, 1976.
5. Frederic N. Silverman Caffei's : Pediatric X-Ray Diagnosis, Year Book
Medical Publisher INC, 8th Edition 1978.
6. Francis A. Burgener et al : Differential Diagnosis in Conventional
Radiology, GeorgethiemeVerlag, 1985.

16

MIKROBIOLOGI 1. Murray PR, Rosenthal KS, Pflaller MA,: Medical Microbiology. Ed. 5,
Philadelphia, Pensylvania. 2005. Elsevier Mosby
2. Wilson WR, Sande MA. Curent Diagnosis & Treatment. Lange Medical
books. Mc.Graw-Hill. 2001

ILMU KESEHATAN
KERJA
1. La Dou J. : Current Occupational Medicine, 3th ed., McGraw-Hill, New
York, 2004.
2. Carl Zen Z. O Bruce Dickerson & Edward P. Horvath (editor) : Occupational
Medicine, 3th ed., Mosby St.Louis-Baltimore, 1994.
3. Peter J. Baxter, Peter H. Adams, Tar-ching AW, et all : Hunter's Disease of
Occupational, 9th ed. Arnod, Oxford University Press, London, 2000
ILMU PENYAKIT SARAF 1. Adams and Victor's : Principles of Neurology 7th ed.
ILMU PENYAKIT MATA 1. Kansky JJ. Clinical ophthalmology a systemic approach. 7th ed. Edinburgh:
Butterworth Heinamann, 2011.
2. Khurana AL\K. Comprehensive ophthalmology. 4th ed. New
Delhi :Newage international limited, 2007.
3. Ilyas S. Dasarteknikpemeriksaandalamilmupenyakitmata. Edisi 2. Jakarta:
FKUI, 2003.
4. Vaughan Asburry : General Ophthalmology
5. James Allen : May's Disease of The Eye
6. IlmuPenyakit Mata, UniversitasAirlangga
7. PedomanPendidikandanPelatihanProfesionalKedokteranBerkelanjutan
(PPPKB)
8. Ak. Khurana: Comprehensive Ophtalmology IV
9. Goh Lee Gan, Azrul Azwar, Sugito Wonodirekso: Family Medicine Practice
10. AR. Elkington: Petunjuk penting kelainan mata, PT. Khan
11. Damien O Neil: Atlas Of Diseases Of The Eye IV, Churchill Livingstone
12. Andrew P Schachat MP, Alan F Cruess MP, DR. Waliban SP.M: Oftalmologi
Diagram Diagnostik
13. Daniel Vaughan, Taylor Asbury, DR. Waliban Sp.M, DR. Bondana Harjono:
Oftalmologi Umum Jilid I dan II

ILMU PENYAKIT THT 1. Buku Ajar IP THT, Editor : Efiaty S. danNurbaitiIskandar, FKUI - 2010
2. Boeis et all : Fundamental of Otolaryngology, WB. Saunders Co - 1989.
3. Ballantyne and Grove : Scotts Brown Disease of the Ear, Nose and
Throath, Buttenworths - 1991.
4. Gerald M. O'Donoghue, Grant J. Bates and Anthony A. Narula : "Clinical
ENT", Oxford University, Press New York - 1992.
5. Balenger J.J. : Disease of the Nose, Throat, Ear, Head and Neck,
Philadelphia 1991










17

JADWAL KULIAH
R U A N G : 6.02

REVISI
M I N G G U : I

J A M
H A R I D A N T A N G G A L
Senin, 3/3/14 Selasa, 4/3/14 Rabu, 5/3/14 Kamis, 6/3/14 Jumat, 7/3/14
08.00 -
08.50
Pengantar Modul
Laring Faring
TUTORIAL 1.1
THT
Praktikum Anatomi
Bronkologi
KPM
F
Lab Anatomi
F
09.00 -
09.50
Anatomi Mata Laring Faring
Praktikum Anatomi
Bronkologi
P F
Lab Anatomi
F
10.00 -
10.50
Mikrobiologi Vestibulogi Farmakologi THT
Anatomi THT
TUTORIAL 1.2
THT
W
DP TH
NS
11.00 -
11.50
Mikrobiologi Faal THT Farmakologi THT
Anatomi THT
W
MM TH
NS

12.00 -
12.50
I S T I R A H A T
13.00 -
13.50
Anamnesis THT Anamnesis Mata
Faal Mata Studi Mandiri
Glaukoma
WW EK
EM
KK
14.00 -
14.50
Pemeriksaan
THT
Pemeriksaan
Mata
Cadangan Kuliah Studi Mandiri
Glaukoma
WW EK

KK

J A M
H A R I D A N T A N G G A L
Senin, 10/3/14 Selasa, 11/3/14 Rabu, 12/3/14 Kamis, 13/3/14 Jumat, 14/3/14
08.00 -
08.50
Histologi THT
TUTORIAL 2.1
MATA
IKK
TUTORIAL 2.2
MATA
Retina
FA
RH
R
09.00 -
09.50
Histologi Mata IKK
Optic disc
FA RH
R
10.00 -
10.50
Radiologi
PRESENTASI
KASUS I THT
Rinologi Uvea
PRESENTASI
KASUS II MATA
SW
WW EK
11.00 -
11.50
Radiologi Narasumber : F
Rinologi Uvea
Narasumber : KK
SW
WW EK

12.00 -
12.50
I S T I R A H A T
13.00 -
13.50
Konjungtivitis
Laring Faring
Studi Mandiri
AUDIOLOGI
Lensa
HA
F

WW
KK
14.00 -
14.50
Skleritis
Laring Faring
Studi Mandiri
PA Mata & THT
Lensa
HA
F

RG
KK


18

J A M
H A R I D A N T A N G G A L
Senin, 17/3/14 Selasa, 18/3/14 Rabu, 19/3/14 Kamis, 20/3/14 Jumat, 21/3/14
08.00 -
08.50
Studi Mandiri
I. P. SARAF-1 Studi Mandiri
I.P. SARAF - 3 Farmakologi
MATA

SK RI
RW
09.00 -
09.50
Studi Mandiri
I. P. SARAF-2 Studi Mandiri
I.P. SARAF - 4 Farmakologi
MATA

SK RI
RW
10.00 -
10.50
UTM
Ext Eye Disease
Otologi
TUTORIAL 3.2
MATA
PRESENTASI
KASUS III MATA HA
S
11.00 -
11.50
Ext Eye Disease
Otologi Narasumber : NP
HA
S
12.00 -
12.50
I S T I R A H A T
13.00 -
13.50
Cadangan Kuliah
TUTORIAL 3.1
MATA
REFRAKSI Kornea
Cadangan Kuliah

NP NP

14.00 -
14.50
Cadangan Kuliah
REFRAKSI Kornea
Cadangan Kuliah

NP NP


J A M
H A R I D A N T A N G G A L
Senin, 24/3/14 Selasa, 25/3/14 Rabu, 26/3/14 Kamis, 27/3/14 Jumat, 28/3/14
08.00 -
08.50
TUTORIAL 4.1
THT
RINOLOGI
PRESENTASI
KASUS IV THT

WW
Studi Mandiri

09.00 -
09.50
RINOLOGI Narasumber : WW

L
WW

I
10.00 -
10.50
Otologi
TUTORIAL 4.2
THT

B
S Studi Mandiri
UJIAN AKHIR U
11.00 -
11.50
Otologi

MODUL R
S


12.00 -
12.50
ISTIRAHAT
13.00 -
13.50
Studi Mandiri Head & Neck


DP Studi Mandiri
14.00 -
14.50
Studi Mandiri Head & Neck


DP





19

Keterangan

P : Dr. Purnamawati Tjhin, M.Pd.Ked


W : Prof. Dr. Widyasari, Mbiomed, Sp.MK (K)
NS : Dr. Nuryani Sidarta, Sp.RM


RH: Dr. Ridwan Harrianto MHSc.(OM) Sp.OK
EM: Dr. Eveline Margo

RI : Dr. Riani Indiyarti, Sp.S
MM: Dr. Martiem Mawi, MS

SK: Prof. Dr. Suharko Kasran, Sp.S., Sp.KJ
FA : Dr. Fajar Arifin G.,MS

KK: Dr. Karliana K., Sp.M
RG : DR. Dr. Robert G., MS.

SI : Prof. Dr. Sidarta Ilyas, Sp.M
SW: Dr. Sigit Widodo, Sp.R., Sp.KL

NP: Dr. Noviani P., Sp.M
WW: Dr. Wahjoe W., Sp.THT

F : Dr. Fauzan A, Sp.THT
TH : Dr. J Tanu Hendrata

RW: Dr. Rahman Wahab
R : Dr. Rose, Sp.M. MSc

HA: Dr. Husnun Amalia, Sp.M
EK : Dr. Erlani Kartadinata, Sp.M

S : Dr. Sri Susilowati.,Sp.THT
DP : Dr. Dina Putri Nasution,SpTHT

AA: Dr. Anggraeni A,SpM




















20

Sarana dan prasarana
1. Ruang kuliah 601 yang dapat menampung 150 orang mahasiswa
2. Ruang diskusi sebanyak 12 ruangan
3. Ruang praktikum anatomi

Evaluasi
Sistem evalusi dilakukan dengan multiple choice questions pada tengah dan akhir modul
masing- masing sebanyak 100 soal dengan durasi 90 menit. Jika kehadiran kurang dari 80 %
tidak diperkenankan mengikuti ujian.
Sistem penilaian
1. Bila rata-rata nilai UTM dan UAM > 50, rumusan nilainya : 35% UTM + 40% UAM
+ 25% (rata-rata tutorial dan logbook)
2. Bila rata-rata nilai UTM dan UAM , 50, rumusan nilainya : 40% UTM + 60% UAM

Kriteria : A = 80 100
A - = 77 79.99
B+ = 74 76.99
B = 68 73.99
B - = 65 67.99
C + = 62 64.99
C = 56 61.99
D = 45 55.99
E = < 45
Nilai batas lulus 56 (C)












21

Lampiran :
LANGKAH-LANGKAH DALAM DISKUSI KELOMPOK

METODE SEVEN J UMP
LANGKAH 1.
Klarifikasi istilah/terminologi asing (yang tidak dimengerti)
Proses
Mahasiswa mengidentifikasi kata-kata yang maknanya belum jelas dan menyamakan persepsi
mengenai istilah tersebut. Dalam hal ini, mahasiswa dapat mencari arti istilah atau
terminologi asing yang tidak dimengerti melalui kamus. Semua mahasiswa harus dibuat
merasa aman, agar mereka dapat menyampaikan dengan jujur apa yang mereka tidak
mengerti.
Alasan
Istilah asing dapat menghambat pemahaman. Klarifikasi istilah walaupun hanya sebagian
bisa mengawali proses belajar.
Output tertulis
Kesepakatan mengenai pengertian dari kata-kata atau istilah yang tidak dimengerti.

LANGKAH 2.
Menetapkan masalah
Proses
Ini merupakan sesi terbuka dimana semua mahasiswa didorong untuk berkontribusi pendapat
tentang masalah. Tutor mungkin perlu mendorong semua mahasiswa untuk berkontribusi
dengan cepat tetapi dengan analisis yang luas.
Alasan
Sangat mungkin setiap anggota kelompok tutorial mempunyai perspektif yang berbeda
terhadap suatu masalah. Membandingkan dan menyatukan pandangan ini akan memperluas
cakrawala intelektual mereka dan menentukan tugas berikutnya.
Output tertulis
Daftar masalah yang akan dijelaskan

22

LANGKAH 3.
Curah pendapat kemungkinan hipotesis atau penjelasan
Proses
Lanjutan sesi terbuka, tetapi sekarang semua mahasiswa mencoba memformulasikan,
menguji dan membandingkan manfaat relatif hipotesis mereka sebagai penjelasan masalah
atau kasus. Tutor mungkin perlu menjaga agar diskusi berada pada tingkat hipotetis dan
mencegah masuk terlalu cepat ke penjelasan yang sangat detail. Dalam konteks ini:
a. Hipotesis berarti dugaan yang dibuat sebagai dasar penalaran tanpa asumsi kebenarannya,
ataupun sebagai titik awal investigasi
b. Penjelasan berarti membuat pengenalan secara detail dan pemahaman, dengan tujuan untuk
saling pengertian
Alasan
Ini merupakan langkah penting, yang mendorong penggunaan prior knowledge dan memori
serta memungkinkan mahasiswa untuk menguji atau menggambarkan pemahaman lain; link
dapat dibentuk antar item jika ada pengetahuan tidak lengkap dalam kelompok. Jika ditangani
dengan baik oleh tutor dan kelompok, langkah ini akan membuat mahasiswa belajar pada
tingkat pemahaman yang lebih dalam.
Output tertulis
Daftar hipotesis atau penjelasan

LANGKAH 4.
Menyusun penjelasan menjadi solusi sementara
Proses
Mahasiswa akan memiliki banyak penjelasan yang berbeda. Masalah dijelaskan secara rinci
dan dibandingkan dengan hipotesis atau penjelasan yang diajukan, untuk melihat
kecocokannya dan jika diperlukan eksplorasi lebih lanjut. Langkah ini memulai proses
penentuan tujuan pembelajaran (learning objectives), namun tidak disarankan untuk
menuliskannya terlalu cepat.
Alasan
Tahap ini merupakan pemrosesan dan restrukturisasi pengetahuan yang ada secara aktif serta
mengidentifikasi kesenjangan pemahaman. Menuliskan tujuan pembelajaran terlalu cepat
akan menghalangi proses berpikir dan proses intelektual cepat, sehingga tujuan pembelajaran
menjadi terlalu melebar dan dangkal.
23

Output tertulis
Pengorganisasian penjelasan masalah secara skematis yaitu menghubungkan ideide baru satu
sama lain, dengan pengetahuan yang ada dan dengan konteks yang berbeda. Proses ini
memberikan output visual hubungan antar potongan informasi yang berbeda dan
memfasilitasi penyimpanan informasi dalam memori jangka panjang. (Perhatian: Dalam
memori, unsur-unsur pengetahuan disusun secara skematis dalam frameworks atau networks,
bukan secara semantis seperti kamus).

LANGKAH 5.
Menetapkan Tujuan Pembelajaran
Proses
Anggota kelompok menyetujui seperangkat inti tujuan pembelajaran (learning objectives)
yang akan mereka pelajari. Tutor mendorong mahasiswa untuk fokus, tidak terlalu lebar atau
dangkal serta dapat dicapai dalam waktu yang tersedia. Beberapa mahasiswa bisa saja punya
tujuan pembelajaran yang bukan merupakan tujuan pembelajaran kelompok, karena
kebutuhan atau kepentingan pribadi.
Alasan
Proses konsensus menggunakan kemampuan seluruh anggota kelompok (dan tutor) untuk
mensintesis diskusi sebelumnya menjadi tujuan pembelajaran yang tepat dan dapat dicapai.
Proses ini tidak hanya menetapkan tujuan pembelajaran, akan tetapi juga mengajak semua
anggota kelompok bersama-sama menyimpulkan diskusi.
Output tertulis
Tujuan pembelajaran adalah output utama dari tutorial pertama. Tujuan pembelajaran
seharusya berupa isu yang ditujukan pada pertanyaan atau hipotesis spesifik. Misalnya,
"penggunaan grafik cantle untuk menilai pertumbuhan anak" lebih baik dan lebih tepat
daripada topik global pertumbuhan

LANGKAH 6.
Mengumpulkan informasi dan belajar mandiri
Proses
Proses ini mencakup pencarian materi di buku teks, di literatur yang terkomputerisasi,
menggunakan internet, melihat spesimen patologis, konsultasi pakar, atau apa saja yang dapat
membantu mahasiswa memperoleh informasi yang dicari. Kegiatan PBL yang terorganisir
24

dengan baik meliputi buku program atau buku blok yang memuat saran cara memperoleh
atau mengontak sumber pembelajaran spesifik yang mungkin sulit ditemukan atau diakses.
Alasan
Jelas bagian penting dari proses belajar adalah mengumpulkan dan memperoleh informasi
baru yang dilakukan sendiri oleh mahasiswa
Output tertulis
Catatan individual mahasiswa.

LANGKAH 7.
Berbagi hasil mengumpulkan informasi dan belajar mandiri
Proses
Berlangsung beberapa hari setelah tutorial pertama (langkah 1-5). Mahasiswa memulai
dengan kembali ke daftar tujuan pembelajaran mereka. Pertama, mereka mengidentifikasi
sumber informasi individual, mengumpulkan informasi dari belajar mandiri serta saling
membantu memahami dan mengidentifikasikan area yang sulit untuk dipelajari lebih lanjut
(atau bantuan pakar). Setelah itu, mereka berusaha untuk melakukan dan menghasilkan
analisis lengkap dari masalah.
Alasan
Langkah ini mensintesis kerja kelompok, mengkonsolidasi pembelajaran dan
mengidentifikasikan area yang masih meragukan, mungkin untuk studi lebih lanjut.
Pembelajaran pasti tidak lengkap (incomplete) dan terbuka (open-ended), tapi ini agak hati-
hati karena mahasiswa harus kembali ke topik ketika pemicu yang tepat terjadi di masa
datang.
Output tertulis
Catatan individual mahasiswa.








25

LEMBAR EVALUASI PESERTA DALAM DISKUSI KELOMPOK

Kelompok : Modul :
Nama Fasilitator : Tanggal :

Kasus : Sesi : I


Keterangan :

Jakarta,
NILAI AKHIR : (TOTAL/15)X100
Nama jelas fasilitator

NO NAMA
Kognitif Psiko-
motor
Afektif
JUMLAH NILAI
B
e
r
p
i
k
i
r

k
r
i
t
i
s

R
e
l
e
v
a
n
s
i


K
o
m
u
n
i
k
a
s
i


D
i
s
i
p
l
i
n


S
i
k
a
p



1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Kriteria Penilaian 0 1 2 3
Berpikir Kritis : Memberikan
pengetahuan tanggapan secara
ilmiah dan logis
Tidak Hadir/ tidak
memberikan
tanggapan
Tidak Logis Sebagian kecil Sebagian Besar
Relevansi : pendapat yang
dikemukakan relevan dengan
learning Objective (LObj) yang
ditemukan.
Tidak memberi
pendapat
Tidak Relevan Sebagian kecil Sebagian Besar
Komunikasi: Menyampaikan
pendapat dengan jelas dan
mudah dipahami.
Tidak memberikan
pendapat
Sebagian kecil Sebagian besar Seluruhnya
Disiplin : Kehadiran mahasiswa
dalam setiap kali diskusi
Tidak Hadir Terlambat > 5
Menit.
Terlambat < 5
Menit.
Tepat Waktu
Sikap : sikap menghargai
pendapat (menyimak dan
mendengarkan) anggota lain dan
tutor serta tidak mendominasi
diskusi.
Tidak Hadir Acuh atau
melakukan kegiatan
yang tidak
berhubungan dengan
kegiatan tutorial
sikap menghargai
TETAPI
mendominasi
diskusi.
sikap menghargai
pendapat DAN
tidak mendominasi
diskusi.
26

LEMBAR EVALUASI PESERTA DALAM DISKUSI KELOMPOK

Kelompok : Modul :
Nama Fasilitator : Tanggal :

Kasus : Sesi : II


Keterangan :
NILAI AKHIR : (TOTAL/15)X100


NO NAMA
Kognitif Psiko
motor
Afektif
JUMLA
H
NILAI
Nilai
Log
Book
B
e
r
p
i
k
i
r

k
r
i
t
s

R
e
l
e
v
a
n
s
i


K
o
m
u
n
i
k
a
s
i


D
i
s
i
p
l
i
n


S
i
k
a
p



1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Kriteria Penilaian 0 1 2 3
Berpikir Kritis : Memberikan
pengetahuan tanggapan secara
ilmiah dan logis
Tidak Hadir/ tidak
memberikan
tanggapan
Tidak Logis Sebagian kecil Sebagian Besar
Relevansi : pendapat yang
dikemukakan relevan dengan
learning Objective (LObj) yang
ditemukan.
Tidak memberi
pendapat
Tidak Relevan Sebagian kecil Sebagian Besar
Komunikasi: Menyampaikan
pendapat dengan jelas dan
mudah dipahami.
Tidak memberikan
pendapat
Sebagian kecil Sebagian besar Seluruhnya
Disiplin : Kehadiran mahasiswa
dalam setiap kali diskusi
Tidak Hadir Terlambat > 5
Menit.
Terlambat < 5
Menit.
Tepat Waktu
Sikap : sikap menghargai
pendapat ( menyimak dan
mendengarkan) anggota lain dan
tutor serta tidak mendominasi
diskusi.
Tidak Hadir Acuh atau
melakukan kegiatan
yang tidak
berhubungan dengan
kegiatan tutorial
sikap menghargai
TETAPI
mendominasi
diskusi.
sikap menghargai
pendapat DAN
tidak mendominasi
diskusi.
27

FORMAT LOGBOOK DISKUSI TUTORIAL
Nama mahasiswa : Modul :
NIM : ___________ Kelompok : ______
Tanggal :
Kasus : _____ Sesi : I
KRITERIA URAIAN
1. Identifikasi
dan analisis
masalah
Masalah yang ditemukan pada skenario dan analisis hubungan antar masalah
tersebut. Dalam membuat analisis, dapat dibuat peta konsep (mind map).


















2. Learning
Objective
(Rumusan sasaran pembelajaran yang hendak dicapai oleh mahasiswa)









28























3. Learning issue (Learning objectiveyang masih harus dicari secara mandiri)










Nama Fasilitator :
Tanda tangan fasilitator :
29

FORMAT LOGBOOK DISKUSI TUTORIAL
Nama mahasiswa : Modul :
NIM : ___________ Kelompok :
Tanggal :
Kasus : _____ Sesi : II
KRITERIA URAIAN
1. Hasil
penelusuran
literatur
(Catatan penting tentang hasil penelusuran literatur terhadap learning issue
yang telah ditentukan sebelumnya).




























30




































31



RUBRIK PENILAIAN LOGBOOK DISKUSI TUTORIAL MAHASISWA

KRITERIA 0 1 2
Penyelesaian tugas Tidak
menyelesaikan tugas
Menyelesaikan
sebagian tugas
Menyelesaikan
seluruh tugas
Jumlah Referensi yang
digunakan
0 1-2 >2
Ketepatan waktu
pengumpulan tugas
Tidak tepat waktu Tepat waktu

Nilai : jumlah/5 * 100

2. Referensi yang
digunakan
(Tuliskan sumber referensi yang digunakan atau dibaca)













Nilai
Nama Fasilitator :
Tanda tangan fasilitator: