Anda di halaman 1dari 38

KOROSI

Korosi atau secara awam lebih dikenal dengan istilah pengkaratan merupakan
fenomena kimia pada bahan-bahan logam di berbagai macam kondisi lingkungan.
Penyelidikan tentang sistim elektrokimia telah banyak membantu menjelaskan
mengenai korosi ini, yaitu reaksi kimia antara logam dengan zat-zat yang ada di
sekitarnya atau dengan partikel-partikel lain yang ada di dalam matrik logam itu
sendiri. Jadi dilihat dari sudut pandang kimia, korosi pada dasarnya merupakan
reaksi logam menjadi ion pada permukaan logam yang kontak langsung dengan
lingkungan berair dan oksigen.
Pada umumnya suatu peralatan elektronik mengandung komponen logam
yang mempunyai waktu hidup atau masa pakai tertentu. Korosi pada komponen-
komponen tersebut dapat menimbulkan kerugian ekonomi akibat berkurangnya
masa produktif peralatan elektronik. Korosi bahkan dapat menyebabkan terjadinya
gangguan berupa terjadinya hubungan pendek (konsluiting yang dapat mengarah
kepada terjadinya kecelakaan. !asalah korosi peralatan elektronik merupakan salah
satu sumber yang dapat memicu kegagaan operasional serta keselamatan kerja pada
suatu industri. "leh sebab itu, masalah ini sudah selayaknya mendapat perhatian
yang serius dari berbagai kalangan.
#alam kehidupan sehari-hari, korosi dapat kita jumpai terjadi pada berbagai
jenis logam. $angunan-bangunan maupun peralatan elektronik yang memakai
komponen logam seperti seng, tembaga, besi-baja dan sebagainya semuanya dapat
terserang oleh korosi ini. %eng untuk atap dapat bocor karena termakan korosi.
#emikian juga besi untuk pagar tidak dapat terbebas dari masalah korosi. Jembatan
dari baja maupun badan mobil dapat menjadi rapuh karena peristiwa alamiah yang
disebut korosi. %elain pada perkakas logam ukuran besar, korosi ternyata juga
mampu menyerang logam pada komponen-komponen renik peralatan elektronik,
mulai dari jam digital hingga komputer, serta peralatan-peralatan canggih lainnya
yang digunakan dalam berbagai akti&itas umat manusia, baik dalam kegiatan
industri maupun di dalam rumah tangga.
Korosi merupakan masalah teknis dan ilmiah yang serius. #i negara-negara
maju sekalipun, masalah ini secara ilmiah belum tuntas terjawab hingga saat ini.
%elain merupakan masalah ilmu permukaan yang merupakan kajian dan perlu
ditangani para ahli kimia. Korosi juga menjadi masalah ekonomi karena menyangkut umur,
penyusutan dan efisiensi pemakaian suatu bahan maupun peralatan dalam kegiatan secara
fisika, korosi juga menyangkut kinetika reaksi yang menjadi wilayah kajian
industri. !ilyaran #olas '% telah dibelanjakan setiap tahunnya untuk merawat
jembatan, peralatan perkantoran, kendaraan bermotor, mesin-mesin industri serta
peralatan elektronik lainnya agar umur konstruksinya dapat bertahan lebih lama.
$anyak negara telah berusaha menghitung biaya korosi nasional dengan cara yang
berbeda-beda, umumnya jatuh pada nilai yang berkisar antara (,) * ),+ persen dari
,-P. Para praktisi saat ini cenderung sepakat untuk menetapkan biaya korosi sekitar
.,) persen dari ,-P. Kerugian yang dapat ditimbulkan oleh korosi tidak hanya biaya
langsung seperti pergantian peralatan industri, perawatan jembatan, konstruksi dan
sebagainya, tetapi juga biaya tidak langsung seperti terganggunya proses produksi
dalam industri serta kelancaran transportasi yang umumnya lebih besar
dibandingkan biaya langsung.
Penyebab Korosi
/aktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang
berasal dari bahan itu sendiri dan dari lingkungan. /aktor dari bahan meliputi
kemurnian bahan, struktur bahan, bentuk kristal, unsur-unsur kelumit yang ada
dalam bahan, teknik pencampuran bahan dan sebagainya. /aktor dari lingkungan
meliputi tingkat pencemaran udara, suhu, kelembaban, keberadaan zat-zat kimia
yang bersifat korosif dan sebagainya. $ahan-bahan korosif (yang dapat
menyebabkan korosi terdiri atas asam, basa serta garam, baik dalam bentuk
senyawa an-organik maupun organik. Penguapan dan pelepasan bahan-bahan
korosif ke udara dapat mempercepat proses korosi. 0dara dalam ruangan yang
terlalu asam atau basa dapat memeprcepat proses korosi peralatan elektronik yang
ada dalam ruangan tersebut. /lour, hidrogen fluorida beserta persenyawaan-
persenyawaannya dikenal sebagai bahan korosif. #alam industri, bahan ini umumnya
dipakai untuk sintesa bahan-bahan organik. 'mmoniak (-1. merupakan bahan
kimia yang cukup banyak digunakan dalam kegiatan industri. Pada suhu dan tekanan
normal, bahan ini berada dalam bentuk gas dan sangat mudah terlepas ke udara.
'mmoniak dalam kegiatan industri umumnya digunakan untuk sintesa bahan
organik, sebagai bahan anti beku di dalam alat pendingin, juga sebagai bahan untuk
pembuatan pupuk. $ejana-bejana penyimpan ammoniak harus selalu diperiksa untuk
mencegah terjadinya kebocoran dan pelepasan bahan ini ke udara.
2mbun pagi saat ini umumnya mengandung aneka partikel aerosol, debu
serta gas-gas asam seperti -"3 dan %"3. #alam batubara terdapat belerang atau
sulfur (% yang apabila dibakar berubah menjadi oksida belerang. !asalah utama
berkaitan dengan peningkatan penggunaan batubara adalah dilepaskannya gas-gas
polutan seperti oksida nitrogen (-"3 dan oksida belerang (%"3. 4alaupun
sebagian besar pusat tenaga listrik batubara telah menggunakan alat pembersih
endapan (presipitator untuk membersihkan partikel-partikel kecil dari asap
batubara, namun -"3 dan %"3 yang merupakan senyawa gas dengan bebasnya naik
melewati cerobong dan terlepas ke udara bebas. #i dalam udara, kedua gas tersebut
dapat berubah menjadi asam nitrat (1-". dan asam sulfat (15%"6. "leh sebab
itu, udara menjadi terlalu asam dan bersifat korosif dengan terlarutnya gas-gas
asam tersebut di dalam udara. 0dara yang asam ini tentu dapat berinteraksi dengan
apa saja, termasuk komponen-komponen renik di dalam peralatan elektronik. Jika
hal itu terjadi, maka proses korosi tidak dapat dihindari lagi.
Korosi yang menyerang piranti maupun komponen-komponen elektronika
dapat mengakibatan kerusakan bahkan kecelakaan. Karena korosi ini maka sifat
elektrik komponen-komponen elektronika dalam komputer, tele&isi, &ideo, kalkulator,
jam digital dan sebagainya menjadi rusak. Korosi dapat menyebabkan terbentuknya
lapisan non-konduktor pada komponen elektronik. "leh sebab itu, dalam lingkungan
dengan tingkat pencemaran tinggi, aneka barang mulai dari komponen elektronika
renik sampai jembatan baja semakin mudah rusak, bahkan hancur karena korosi.
#alam beberapa kasus, hubungan pendek yang terjadi pada peralatan elektronik
dapat menyebabkan terjadinya kebakaran yang menimbulkan kerugian bukan hanya
dalam bentuk kehilangan atau kerusakan materi, tetapi juga korban nyawa.
Pengendalian Korosi
Peristiwa korosi pada logam merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari,
namun dapat dihambat maupun dikendalikan untuk mengurangi kerugian dan
mencegah dampak negatif yang diakibatkannya. #engan penanganan ini umur
produktif peralatan elektronik menjadi panjang sesuai dengan yang direncanakan,
bahkan dapat diperpanjang untuk memperoleh nilai ekonomi yang lebih tinggi.
0paya penanganan korosi diharapkan dapat banyak menghemat biaya opersional,
sehingga berpengaruh terhadap efisiensi dalam suatu kegiatan industri.
Pengendalian korosi pada peralatan elektronik dapat dilakukan melalui pengendallian
lingkungan atau ruangan di mana peralatan tersebut ditempatkan. Penanganan
masalah korosi berkaitan dengan perawatan dan perbaikan fasilitas produksi serta
peralatan penunjang lainnya.
Kegiatan ini harus dapatmengidentifikasi,mengantisipasi dan menangani
masalahmungkin dilakukan terhadap fasilitas yang berinteraksi langsung dengan
lingkungan di luar ruangan. 0paya pengendalian korosi ini harus melibatkan semua
fihak yang terlibat dalam pengoperasian alat, mesin, instalasi serta fasilitas lainnya.
!asalah korosi dan upaya pengendaliannya perlu diperkenalkan kepada seluruh
jajaran direksi dan karyawan yang terlibat langsung dalam kegiatan industri. 'da
beberapa usaha yang dapat ditempuh dalam upaya pengendalian korosi peralatan
elektronik, antara lain adalah 7
(. pencemaran udara akibat terlepasnya bahan-bahan korosif ke lingkungan.
5. !enutup alat sewaktu tidak dipergunakan untuk menghindari masuknya
debu-debu ke dalam alat. Perlu diketahui bahwa debu dapat tertempeli
polutan korosif yang apabila terbang terbawa udara dapat masuk ke
dalam alat dan menempelkan dirinya ke permukaan komponen-komponen
elektronik di dalam alat tersebut.
Catodic protection cegah korosi Jembatan Suramadu
Jembatan %uramadu, penghubung antara Pulau Jawa dan Pulau !adura akan
segera terwujud. Kehadiran jembatan terpanjang di 8ndonesia ini merupakan
tantangan bagi teknologi 8ndonesia sekaligus ajang unjuk gigi para ahli di bidangnya
masing-masing.%ecara umum, desain jembatan yang memiliki panjang ).6.9 meter
ini menggunakan tipe :able %tayed sebagai jembatan utamanya. %istem ini dipilih
untuk mengganti desain semula yang menggunakan tipe Precast %egmental. ;e&iew
desain ini dilakukan oleh #epartemen Permukiman dan Prasarana 4ilayah bekerja
sama dengan konsultan pada tahun 5++5-5++.. %ecara teknis penggarapan
jembatan ini dibagi menjadi tiga bagian besar, yakni :auseway, 'pproach $ridge dan
!ain $ridge. %aat ini pengerjaan masih pada bagian :auseway, sedangkan dua
bagian lain masih dalam persiapan lebih lanjut.
< :auseway atau jembatan bentang pinggir, pada tahap pembangunannya dibagi
menjadi dua, yaitu sisi %urabaya dan sisi !adura.
--= #ari sisi %urabaya akan dibangun sepanjang (.6)>,>) meter. 0ntuk jarak ini
akan digunakan bentang jembatan sebesar 6+ meter dengan tipe struktur atas
berupa P:8 ,irder. $entang jembatan ini akan ditopang penyangga sebanyak ..
buah.
--= %isi !adura memiliki jarak lebih panjang, yaitu (.955,5) meter. Jumlah
penyangga yang digunakan sebanyak 66 buah dengan spesifik struktur dan inter&al
yang sama.
< 0ntuk 'pproach $ridge atau jembatan penghubung antara :auseway dengan !ain
$ridge, panjangnya ?>+ meter untuk masing-masing sisi (%urabaya dan !adura.
#igunakan bentang 9+ meter dengan tipe struktur atas dari bo3 girder beton yang
dilaksanakan secara balance cantile&er. Jumlah penyangga tiap sisi sebanyak > buah.
0ntuk !ain $ridge atau bentang utama, panjangnya 9(9 meter. #engan tipe :able
%tayed, jembatan utama ini memiliki keunggulan tersendiri, baik dari tipe struktur
yang tergolong canggih maupun nilai estetika yang tinggi. :learance jembatan
adalah .) meter dihitung dari kondisi 14@ (pasang surut tertinggi sehingga
memungkinkan dilewati kapal yang cukup besar.
Prof #r 8r 8 ,usti Putu ;aka, anggota tim pakar proyek pembangunan
Jembatan %uramadu, kepada %urya pekan lalu menyatakan, dari pengerjaan yang
berlangsung saat ini (bentang pinggir, tidak ada hal khusus dalam pelaksanaannya.
AKita menggunakan pondasi tiang pancang beton bertulang seperti biasa,A ujar staf
pengajar di Jurusan Beknik %ipil 8B% ini.
-amun untuk semen dan betonnya, terbuat dari bahan khusus karena disesuaikan
dengan kondisi air laut %elat !adura yang cukup asin. $ahan khusus tersebut dipilih
yang tahan terhadap korosi atau karat.
Mencegah karat
!enurut ;aka, untuk pencegahan korosi terutama di bagian splash zone, cara
yang digunakan sekarang adalah dengan coating atau penggunaan bahan pelapis
antikarat.
:ara lainnya seperti sistem catodic protection masih dikaji kemungkinan
penggunaannya. Beknik ini memanfaatkan tenaga listrik. A#engan aliran listrik kecil,
korosi dipancing agar tidak menyerang pipa pancang, tapi dialihkan ke seng yang
telah disiapkan,A jelas ;aka.
1anya saja, lanjut dia, penerapan teknik tersebut memerlukan perawatan yang
ekstra karena prosesnya berjalan terus menerus. Jika kerusakan tidak segera
ditangani, maka teknik itu tidak dapat berfungsi.
#itambahkan #r 8r !ochamad 'shari !2ng, staf pengajar di Jurusan Beknik
2lektro 8B%, untuk mencegah korosi Jembatan %uramadu sebenarnya lebih tepat
menggunakan sistem catodic protection, yakni bentuk perlindungan aktif terhadap
besi atau baja dengan cara pengaturan ionik. %istem ini relatif mampu melindungi
besi dalam kondisi kadar garam yang cukup tinggi seperti di %elat !adura. @ebih
jelas lihat gambarC
A#ari beberapa kali kejadian, tegangan listrik di kawasan tersebut mudah sekali
turun, dikarenakan tiang listriknya mengalami korosi,A katanya.
!enurut 'shari, teknologi anti-karat semacam itu sudah banyak diterapkan di
8ndonesia. Bidak hanya untuk jembatan, tapi juga untuk kapal-kapal yang terbuat
dari unsur besi atau baja.
A!eski demikian, bukan berarti korosi tidak akan terjadi. %istem tersebut hanya
memperlambat terjadinya korosi dalam hitungan tahun,A imbuh Kepala Jurusan
Beknik 2lektro ini. (k()Dk(5
KOROSI MERATA

Definisi
Korosi adalah suatu reaksi redoks antara logam dengan berbagai zat yang
ada di lingkungannya sehingga menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak
dikehendaki. #alam kehidupan sehari-hari korosi kita kenal dengan sebutan
perkaratan.
%alah bentuk korosi yang terjadi pada logam adalah korosi merata. Korosi
merata adalah jenis korosi dimana pada korosi tipe ini laju korosi yang terjadi pada
seluruh permukaan logam atau paduan yang terpapar atau terbuka ke lingkungan
berlangsung dengan laju yang hampir sama. 1ampir seluruh permukaan logam
menampakkan terjadinya proses korosi.
Penyebab
Korosi merata terjadi karena poses anodik dan katodik yang berlangsung
pada permukaan logam terdistribusi secara merata. 8ni terjadi karena adanya
pengaruh dari lingkungan sehingga kontak yang berlangsung mengakibatkan seluruh
permukaan logam terkorosi. Korosi seperti ini umumnya dapat kita temukan pada
baja di atmosfer dan pada logam atau paduan yang aktif terkorosi (potensial
korosinya berada pada daerah kestabilan ionnya dalam diagram potensial-p1.
Kerusakan material yang diakibatkan oleh korosi merata umumnya
dinyatakan dengan laju penetrasi yang ditunjukkan sebagai berikut 7

Ketahanan
;elatif Korosi
mpy mmDyr mDyr nmDh
"utstanding E ( E +.+5 E 5) E 5
23cellent (-) +.+5-+.( 5)-(++ 5-(+
,ood )-5+ +.(-+.) (++-)++ (+-()+
/air 5+-)+ +.)-( )++-(+++ )+-()+
Poor )+-5++ (-) (+++-)+++ ()+-)++
0ne3ceptable 5++F )F )+++F )++F
%ecara teknik korosi merata tidak berbahaya karena laju korosinya dapat
diketahui dan diukur dengan ketelitian yang tinggi. Kegagalan materi akibat
serangan korosi ini dapat dihindari dengan pemeriksaan dan monitoring secara
teratur

Mekanisme
.
Paduan yang terkorosi merata


Paduan


%kematik penampang logam yang terkorosi merata
Korosi pada logam terjadi karena adanya reaksi redoks antara logam dengan
lingkungannya. Korosi merata berlangsung secara lambat dan korosi ini dipicu oleh
korosi yang mula-mula terjadi pada sebagian permukaan logam sehingga dengan
bertambahnya waktu akan menyebar ke seluruh permukaan logam. Korosi merata
yang terjadi pada logam besi prosesnya bisa digambarkan sebagai berikut 7
reaksi yang terjadi adalah 7
/e(s /e
5F
F 5e (reaksi oksidasi
"5 F 515" F 6 e 6
*
"1 (reaksi reduksi
5/e F "5 F 515" 5/e("15
Pengendalian
@aju korosi dapat diturunkan dengan perlindungan melalui penambahan
inhibitor pada larutan. Beknik-teknik perlindungan seperti proteksi katoda dan anoda,
pelapisan, inhibitor, dan pemilihan material sering digunakan sebagai cara
perlindungan korosi paling efektif.
Pengetahuan mengenai karakteristik korosi dan laju korosi pada logam dan
paduan logam sebagaimana ditunjukkan dalam literatur atau yang diukur melalui
teknik elektrokimia ataupun melalui pengurangan berat logam memungkinkan
dilakukannya pemilihan material yang baik. :ara terbaik untuk menghindari
terjadinya korosi merata adalah dengan melakukan penanganan langsung pada
bagian logam yang terkorosi sebelum korosi ini menyebar ke semua permukaan
logam.

Kesimpulan
(. Korosi merata dapat terjadi pada logam dan paduan logam karena
reaksi oksidasi dan reduksinya tersebar secara merata pada logam dengan laju
korosi yang relatif sama.
5. @ogam yang terkorosi merata terjadi akibat seluruh permukaan logam
kontak dengan lingkungannya.

Daftar Pustaka
Bhe 2lectrochemistry of :orrosion
Bhe Bechnology and 2&aluation of :orrosion
Purba,!ichael.8lmu Kimia 0ntuk %!0 Kelas .. 2rlangga7Jakarta.(GG>.
A. PENGERTIAN KOROSI
Korosi adalah penurunan mutu logam akibat reaksi elektro kimia dengan lingkungannya.
Korosi atau pengkaratan merupakan enomena kimia pada bahan ! bahan logam yang
pada dasarnya merupakan reaksi logam men"adi ion pada permukaan logam yang kontak
langsung dengan lingkungan berair dan oksigen. #ontoh yang paling umum$ yaitu
kerusakan logam besi dengan terbentuknya karat oksida. %engan demikian$ korosi
menimbulkan banyak kerugian.
Korosi logam melibatkan proses anodik$ yaitu oksidasi logam men"adi ion dengan
melepaskan elektron ke dalam &permukaan' logam dan proses katodik yang
mengkonsumsi ele(tron tersebut dengan la"u yang sama ) proses katodik biasanya
merupakan reduksi ion hidrogen atau oksigen dari lingkungan sekitarnya.
Korosi merupakan proses atau reaksi elektrokimia yang bersiat alamiah dan berlangsung
dengan sendirinya$ oleh karena itu korosi tidak dapat di(egah atau dihentikan sama
sekali. Korosi hanya bisa dikendalikan atau diperlambat la"unya sehingga memperlambat
proses perusakannya. %ilihat dari aspek elektrokimia$ korosi merupakan proses ter"adinya
transer elektron dari logam ke lingkungannya. *ogam berlaku sebagai sel yang
memberikan elektron &anoda' dan lingkungannya sebagai penerima elektron &katoda'.
Reaksi yang ter"adi pada logam yang mengalami korosi adalah reaksi oksidasi$ dimana
atom+atom logam larut kelingkungannya men"adi ion+ion dengan melepaskan elektron
pada logam tersebut. Sedangkan dari katoda ter"adi reaksi$ dimana ion+ion dari
lingkungan mendekati logam dan menangkap elektronelektron yang tertinggal pada
logam.
,. S-ARAT TER.A%IN-A KOROSI
Adapun syarat ter"adinya korosi adalah )
+ Adanya katoda
+ Adanya anoda
+ Adanya lingkungan
Tanpa adanya salah satu syarat di atas maka korosi tidak akan ter"adi. Korosi tidak dapat
di hilangkan tetapi hanya dapat di minimalisir pertumbuhannya.
Pada proses korosi ada dua reaksi yang menyebabakan ter"adinya korosi yaitu reaksi
oksidasi dan reaksi reduksi. Pada reaksi oksidasi akan ter"adi pelepasan elektron oleh
material yang lebih bersiat anodik. Sedangkan reaksi reduksi adalah pemakaian elektron
oleh material yang lebih bersiat katodik.
Proses korosi se(ara gal/anis dapat kita lihat pada gambar berikut )

Proses Korosi
Pada reaksi di atas dapat kita lihat dimana #u bertindak sebagai katoda mengalami
pertambahan massa dengan melekatnya ele(tron pada #u. Sedangkan 0n bertindak
sebagai anoda$ dimana ter"adinya pengurangan massa 0n yang di tandai dengan lepasnya
ele(tron dari 0n. Peristi1a pelepasan dan penerimaan elektron ini harus mempunyai
lingkungan$ dimana yang men"adi lingkungan adalah Asam Sulat. .ika ada dua buah
unsur yang di (elupkan dalam larutan elektrolit yang di hubungkan dengan sumber arus
maka yang akan mengalami korosi adalah material yang lebih anodik.
#. 2AKTOR -ANG 3E3PENGAR45I KOROSI
+ .enis dan konsentrasi elektrolit
+ Adanya oksigen terlarut pada elektrolit
+ Temperatur tinggi
+ Ke(epatan gerakan elektrolit
+ .enis logam6paduan
+ Adanya gal/ani( (ell
+ Adanya tegangan &tarik'
%. 3EKANIS3E KOROSI
Proses korosi dapat ter"adi apabila sekurang+kurangnya terdapat sepasang reaksi oksidasi
dan reduksi yang berlangsung se(ara serempak dengan ke(epatan reaksi yang sama.
Reaksi Anodik dan Katodik
Reaksi anodik dalam setiap proses korosi merupakan reaksi oksidasi suatu logam men"adi
ionnya yang ditandai dengan kenaikan /alensi atau pelepasan elektron. Se(ara umum
reaksi anodik dapat dituliskan sebagai berikut)
3 7 3n8 8 ne+$ di mana n adalah "umlah elektron yang dihasilkan dan besarnya sama
dengan /alensi ion logam yang terkorosi. Reaksi katodik dalam setiap proses korosi
merupakan reaksi reduksi yang ditandai dengan penurunan /alensi atau penyerapan
elektoron. Ada beberapa reaksi katodik yang berbeda yang sering di"umpai dalam proses
korosi logam$ yaitu)
Suasana asam)
Tanpa oksigen) 958 8 9e+ 7 59 ::::::::::::::.. &;'
%engan oksigen) <58 8 O9 8 <e+ 7 959O ::::::::::.. &9'
Suasana basa atau netral) 959O 8 O9 8 <e+ 7 <O5+ :::::::: &='
Reduksi ion logam)
3n8 8 ne+ 7 3 :::::::::::::::::::.:.. &>'
3n8 8 e+ 7 3&n+;'8 :::::::::::::::::..:. &?'
%ari sekian banyak reaksi katodik$ yang umum di"umpai adalah reaksi &;'$ &9' dan &='.
%ari sini dapat disimpulkan bah1a peranan air dan oksigen sangat dominan dalam proses
korosi.
E. %ASAR PENGEN%A*IAN
%asar pengendalian korosi se(ara garis besar dapat dikelompokkan men"adi empat$ yaitu)
;. 3embuat logam tahan korosi.
3etode ini dimaksudkan untuk memperoleh ketahanan korosi dari logam dalam
lingkungan tertentu. 3etode ini akan melibatkan ahli metalurgi. Ketahanan korosi dari
logam dapat diperoleh karena pada permukaan logam dapat dihindarkan adanya daerah+
daerah anodik dan katodik$ atau men"adikan permukaan logam tertutup oleh lapisan yang
protekti seperti ba"a tahan karat dan sebagainya. 3etode ini akan mengakibatkan harga
logam men"adi tinggi.
9. 3embuat lingkungan men"adi tidak korosi.
3etode ini umumnya dilakukan dengan menggunakan @at kimia yang ditambahkan ke
dalam lingkungan elektrolit. 3etode ini (o(ok untuk lingkungan yang terbatas dan
terkontrol. 0at kimia yang ditambahkan dapat mempengaruhi reaksi di anoda$ katoda
ataupun keduanya$ sehingga proses korosi diperlambat. 0at kimia yang ditambahkan
disebut sebagai inhibitor.
=. 3embalikkan arah korosi.
Tu"uan metode ini adalah membalik arus arah korosi sehingga proses korosi logam
dikurangi atau bahkan ditiadakan sama sekali. 3etode ini umumnya disebut sebagai
proteksi katodik$ di mana proses korosi di(egah dengan "alan memperlakukan logam
yang dilindungi sebagai katoda.
<. 3emisahkan logam dari lingkungan.
3etode ini merupakan yang paling populer dan banyak digunakan. 3etode ini meliputi
pelapisan dengan lapis lindung organik atau anorganik &logam dan bukan logam'. Teknik
perlindungan dapat dilakukan dengan penge(atan$ semprot$ lapis listrik$ (elup dan
sebagainya. 4ntuk proses lapis listrik &elektroplating'$ logam yang umum digunakan
untuk melapis adalah kadmium$ krom$ tembaga$ emas$ timah putih$ timah hitam$ nikel$
perak dan seng. Sedangkan untuk paduan antara lain kuningan$ perunggu$ nikel+besi dan
sebagainya. %ilihat dari ungsi proteksinya$ "enis logam pelindung dapat dibagi men"adi
dua. Golongan pertama adalah logam yang bersiat sa(rii(ial$ yaitu logam yang bersiat
lebih anodis dari logam yang dilindungi sehingga akan habis terlebih dahulu. Golongan
kedua adalah logam yang betul+betul melindungi sehingga bersiat katodis dan
mengisolasi permukaan bahan agar terpisah dari lingkungan.
2. 3ETO%E PENGEN%A*IAN KOROSI
3etoda+metoda yang di lakukan dalam pengendalian korosi adalah )
+ 3enekan ter"adinya reaksi kimia atau elektrokimianya seperti reaksi anoda dan katoda
+ 3engisolasi logam dari lingkungannya
+ 3engurangi ion hydrogen di dalam lingkungan yang di kenal dengan mineralisasi
+ 3engurangi oksigen yang larut dalam air
+ 3en(egah kontak dari dua material yang tidak se"enis
+ 3emilih logam+logam yang memiliki unsure+unsur yang berdekatan
+ 3en(egah (elah atau menutup (elah
+ 3engadakan proteksi katodik$dengan menempelkan anoda umpan.
G. PENGEN%A*IAN KOROSI %ENGAN PE*APISAN
3etode pelapisan adalah suatu upaya mengendalikan korosi dengan menerapkan suatu
lapisan pada permukaan logam besi. 3isalnya$ dengan penge(atan atau penyepuhan
logam.
Penyepuhan besi biasanya menggunakan logam krom atau timah. Kedua logam ini dapat
membentuk lapisan oksida yang tahan terhadap karat &pasi/asi' sehingga besi terlindung
dari korosi. Pasi/asi adalah pembentukan lapisan ilm permukaan dari oksida logam hasil
oksidasi yang tahan terhadap korosi sehingga dapat men(egah korosi lebih lan"ut.
*ogam seng "uga digunakan untuk melapisi besi &gal/anisir'$ tetapi seng tidak
membentuk lapisan oksida seperti pada krom atau timah$ melainkan berkorban demi besi.
Seng adalah logam yang lebih reakti dari besi$ seperti dapat dilihat dari potensial
setengah reaksi oksidasinya)
0n&s' 70n98&aA' 8 9e! EoB !C$<< D
2e&s' 72e98&g' 8 9e! EoB !C$E? D
Oleh karena itu$ seng akan terkorosi terlebih dahulu daripada besi. .ika pelapis seng habis
maka besi akan terkorosi bahkan lebih (epat dari keadaan normal &tanpa seng'.
Paduan logam "uga merupakan metode untuk mengendalikan korosi. ,a"a stainless steel
terdiri atas ba"a karbon yang mengandung se"umlah ke(il krom dan nikel. Kedua logam
tersebut membentuk lapisan oksida yang mengubah potensial reduksi ba"a menyerupai
siat logam mulia sehingga tidak terkorosi.
5. PER*IN%4NGAN %ENGAN ANO%IK %AN KATO%IK
Proteksi katodik adalah metode yang sering diterapkan untuk mengendalikan korosi besi
yang dipendam dalam tanah$ seperti pipa ledeng$ pipa pertamina$ dan tanki penyimpan
,,3. *ogam reakti seperti magnesium dihubungkan dengan pipa besi. Oleh karena
logam 3g merupakan reduktor yang lebih reakti dari besi$ 3g akan teroksidasi terlebih
dahulu. .ika semua logam 3g sudah men"adi oksida maka besi akan terkorosi. Proteksi
katodik ditun"ukkan pada gambar diba1ah.
Reaksi yang ter"adi dapat ditulis sebagai berikut.
Anode ) 93g&s' 7 93g
98
&aA' 8 <e
!
Katode ) O9&g' 8 959O &l' 8 <e
!
7 <O5
!
&aA'
Reaksi ) 93g&s' 8 O9&g' 8 959O 7 93g&O5'9&s'
Oleh sebab itu$ logam magnesium harus selalu diganti dengan yang baru dan
selalu diperiksa agar "angan sampai habis karena berubah men"adi hidroksidanya.
Rekayasa Bahan: Macam Korosi dan Pencegahan Korosi
Resume Pen(egahan Korosi
Terdapat berbagai ma(am "enis korosi yang dapat ter"adi pada logam$ yaitu)
;. Korosi Gal/anik
ter"adi se(ara elektrokimia1i ketika dua logam tersebut memiliki potensial berbeda
9. Korosi #elah F Sumuran
korosi (elah: diakibatkan oleh perbedaan konsentrasi @at asam karena (elah sempit terisi
oleh air dengan p5 rendah
korosi sumuran: diakibatkan karena serangan korosi yang intensi pada area setempat
yang ke(il pada lingkungan korosi
=. Korosi Erosi$ Ka/itasi$ dan 2retting
korosi erosi: karena penipisan atau pengikisan lapisan logam oleh gesekan ke(epatan
aliran luida
korosi ka/itasi: karena penipisan atau pengikisan lapisan logam akibat pe(ahnya
gelembung air6uap air karena perubahan tekanan
korosi retting: karena penipisan atau pengikisan lapisan logam akibat gesekan dari
pembebanan
<. Korosi Tegangan Retak
ter"adi pada logam yang mengalami tegangan tarik pada lingkungan korosi
>. Korosi 3ikrobiologi
akibat mikroorganisme seperti bakteri dan "amur.
,erbagai ma(am korosi yang dapat ter"adi pada logam seringkali merugikan karena
mengurangi kekuatan logam tersebut$ sehingga korosi+korosi tersebut perlu dihindari atau
di(egah. berikut adalah (ara pen(egahan korosi dari masing+masing "enis korosi tersebut
diatas.
;. Korosi Gal/anik
Terdapat beberapa (ara pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengendalikan
korosi gal/anik diantaranya adalah sebagai berikut )
a. Pemilihan pasangan logam dengan perbedaan potensial yang sangat ke(il
b. 3enghindari penggunaan dua "enis logam yang saling berhubungan dalam suatu
kontruksi
(. 3elakukan penggunaan lapis lindung$ yaitu dengan melapisi logam yang ingin
dilindungi dengan logam lain yang lebih mudah terkorosi
d. 3enghindari kombinasi luas penampang material dengan anoda ke(il sedangkan luas
penampang katoda besar$ luas penampang identik
e. 3enambahkan inhibitor untuk mengurangi keagresian lingkungan.
9. Korosi #elah
,erikut adalah (ara pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengendalikan korosi
(elah)
a. 3emilih material yang tahan korosi
b. 3emberi unsur penghambat &inhibitor'
(. 3enggunakan proteksi katodik
=. Korosi Sumuran
,erikut adalah (ara pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengendalikan korosi
sumuran)
a. Penggunaan logam tahan korosi
b. 3emperhalus permukaan
(. 3enggunaan inhibitor
<. Korosi Erosi
,erikut adalah (ara pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengendalikan korosi
erosi)
a. 3enggunakan material dengan ketahanan korosi yang baik
b. Peran(angan$ penambahan diameter pipa membantu dari segi mekanika dalam hal
pengurangan ke(epatan dan membuat agar aliran yang ter"adi adalah aliran laminar
(. Penambahan inhibitor
d. #oating dan (athodi( prote(tion

>. Korosi Ka/itasi
,erikut adalah (ara pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengendalikan korosi
ka/itasi)
a. 3eminimalkan ter"adinya perubahan tekanan yang mengakibatkan pe(ahnya gelembung.
3isal pada pompa dengan mengatur ketinggiannya
b. Penggunaan bahan tahan korosi
?. Korosi 2retting
Terdapat beberapa (ara pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengendalikan
korosi retting diantaranya adalah sebagai berikut )
a. Pelumasan dengan oli ber/iskositas rendah
b. 3enaikkan harga kekerasan dari salah satu atau kedua material yang bersinggungan
(. 3enggunakan gasket untuk meredam getaran dan memindahkan oksigen pada
permukaan bantal
d. 3enaikkan beban untuk mengurangi slip antara pasangan ! pasangan material
e. 3enurunkan beban pada permukaan bantalan
. Naikkan ke(epatan relati antara bagian ! bagian untuk mengurangi serangan korosi
E. Korosi Tegangan Retak
Terdapat beberapa (ara pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengendalikan
korosi tegangan retak diantaranya adalah sebagai berikut )
a. Pemilihan material yang tahan dengan korosi tegangan retak
b. 3engurangi tegangan ker"a dan tegangan sisa dengan pendinginan
(. Penambahan inhibitor
d. Pelapisan logam
G. Korosi 3ikrobiologi
Pen(egahan 3I# dapat dilakukan dengan (ara melakukan pembersihan permukaan
se(ara mekanis berkala dan pera1atan dengan antiseptik biocides untuk mengontrol
populasi bakteri.
%ari berbagai pen(egahan korosi yang dapat dilakukan terdapat (ara pen(egahan dengan
proteksi katodik$ pelapisan$ dan penggunaan inhibitor$ serta pemilihan material. ,erikut
akan diberikan pembahasannya masing+masing.
A. Proteksi Katodik
Proteksi katodik mengurangi la"u korosi dengan polarisasi katodik dari sebuah
permukaan logam yang terkorosi.
Proteksi katodik adalah sistem perlindungan permukaan logam dengan (ara melakukan
arus searah ke permukaan logam dan mengkon/ersikan semua daerah anoda logam
men"adi katodik. Terdapat dua ma(am proteksi katodik yaitu dengan pengorbanan anoda
&sacrificial anode' dan dengan arus tanding &impressed current'.
Struktur logam dapat terlindung se(ara katodik oleh hubungan logam kedua yang
disebut dengan pengorbanan anoda$ yang mana memiliki potensial korosi yang lebih
akti. Semakin mulia &positi' struktur dalam pasangan gal/anik$ maka akan ter"adi
polarisasi katodik ketika metal akti terkikis se(ara anodik. Pada sistem proteksi katodik
dengan pengorbanan anoda$ paduan yang di"adikan sebagai anoda korban akan
membangkitkan arus sebagai akibat adanya perbedaan potensial dengan struktur yang
dilindunginya. .enis logam yang sering digunakan sebagai anoda korban antara lain
magnesium$ seng$ atau aluminium.
Sistem proteksi katodik arus tanding &impressed current'memanaatkan arus searah
yang kutub positi sumber dihubungkan dengan anoda sedangkan kutub negatinya
dihubungkan dengan logam yang akan diproteksi. Proteksi katodik dengan polarisasi
katodik dapat mengurangi la"u reaksi setengah sel pada logam dalam suatu elektrolit
dengan memberikan kelebihan elektron yang "uga akan memper(epat reaksi reduksi
oksigen. *ogam sebagai anoda yang biasanya dipakai adalah besi (or berkadar silikon
tinggi$ grait$ atau aluminium.
,. Pelapisan dan Inhibitor
Pelapisan &(oating' berungsi seperti HkosmetikI yang men(egah logam mengadakan
kontak langsung dengan lingkungannya yang korosi sehingga dapat melindungi logam
dari korosi. Pada dasarnya pelapis dibagi men"adi dua)
a. Physi(al drying) proses pengeringan se(ara alami
b. #hemi(al (uring) proses pengeringan se(ara kimia yang prosesnya terbagi atas reaksi
dengan oksigen$ reaksi antara komponen perekant serta @at pe1arna dan pelarut$ dan
reaksi dengan karbondioksida dalam udara
Pada pelapis terdapat "enis pelapis epoksi yang merupakan "enis polimer tipe termoset.
Pelapis epoksi terdiri dari dua bagian yang pertama berisikan resin epoksi$ pigmen dan
beberapa pelarut$ dan bagian kedua adalah kopolimer agen pengeras yang dapat berupa
polyamine$ amine produ(t$ dan polyadine.
Inhibitor merupakan perlakuan kimia untuk perlindungan korosi pada bagian logam
yang berhubungan langsung dengan lingkungan korosi dengan menambah @at
penghalang korosi. Inhibitor ditambahkan dalam lingkungan dalam "umlah sedikit$ yaitu
dalam satuan ppm$ yang umumnya ;C+;CC ppm. Inhibitor berasal dari kata inhibisi yang
berarti menghambat. Adapun pembagian inhibitor sebagai berikut)
Interasa inhibisi) interaksi inhibitor dengan permukaan logam dengan membentuk
lapisan tipis
Intraasa inhibisi) penurunan tingkat korosiitas lingkungan$ misal pengurangan kadar O9
dan pengaturan p5.
.enis6mekanisme inhibitor terbagi men"adi beberapa ma(am$ yaitu)
;. Physi(al inhibitor) molekul inhibitor se(ara isik teradsorbsi ke permukaan material atau
senya organik yang mengabsorbi permukaan logam dan menekan kelarutan logam serta
mengurangi reaksinya
9. Passi/ator &anodi(. Inh' ) membentuk lapisan pasi pada permukaan material$ sehingga
memperlambat reaksi anodik$ (ontohnya kromat$ serta membantu memperbaiki lapisan
ilm ddengan membentuk senya1a passi/ator.
=. Pre(ipitation inhibitor &(ath. Inh') memperlambat reaksi katodik dengan mengubah
potensial ke arah negati$ (ontohnya osat dan silikat dengan meningkatkan polarisasi
anodik6katodik dan mengurangi diusi ion di permukaan logam
<. %estimulator) menurunkan kadar O9 pada lingkungan &oxygen scravanger'$ (ontohnya
pada reaksi hydra@ine O9 8 N959 ++J 959O 8 N9
#. Pemilihan 3aterial
%alam kontrol korosi$ memilih logam atau paduan sedimikian sehingga pertukaran ion
dengan lingkungannya tidak berlangsung dengan (epat atau dengan kata lain memilih
logam atau paduannya yang perbedaan potensialnya dengan lingkungannya tidak terlalu
besar. 2aktor+aktor yang sering diperhitungkan dalam proses pemilihan material antara
lain)
;. 3emiliki ketahanan korosi yang lebih tinggi di suatu media tertentu yang mana pada
deret gal/anik berada pada daerah noble atau katodik.
9. Persyaratan umur komponen
=. Dariasi siat
<. Perubahan karakteristik logam akibat proses penger"aan atau selam terkena kondisi
operasi tertentu
Pemilihan material dipertimbangkan "uga dalam perannya sebagai pelapis permukaan
luar &(oating' maupun sebagai pelapis permukaan dalam &lining'.
MENGENAL KOROSI DAN AKIBAN!A" SERA #ARA
PEN#EGA$ANN!A DALAM KE$ID%PAN SE$ARI&
$ARI
ABSTRAK
Sebagian besar orang mengartikan korosi sebagai karat. Sebenarnya$ karat adalah
salah satu "enis korosi yang dikhususkan untuk bahan logam$ sangat la@im ter"adi
terutama pada besi. ,erbagai "enis logam banyak kita gunakan untuk berbagai peralatan
sehingga korosi sama dengan penurunan mutu dari peralatan logam tersebut. Peristi1a
korosi "uga bisa dikatakan proses elektrokimia$ yaitu proses &perubahan 6 reaksi kimia'
yang melibatkan adanya aliran listrik. ,agian tertentu dari besi berlaku sebagai kutub
negati &elektroda negati$ anoda'$ sementara bagian yang lain sebagai kutub positi
&elektroda positi$ katoda'. Elektron mengalir dari anoda ke katoda$ sehingga ter"adilah
peristi1a korosi.
,esi sendiri merupakan logam yang mudah berkarat. Karat besi merupakan @at
yang dihasilkan pada peristi1a korosi$ yaitu berupa @at padat ber1arna (oklat kemerahan
yang bersiat rapuh serta berpori. Rumus kimia dari karat besi adalah 2e9O=.K59O. ,ila
dibiarkan$ lama kelamaan besi akan habis men"adi karat. Proses berkarat dipengaruhi
oleh lingkungan$ yaitu kelembapan dan adanya oksigen. ,eberapa bakteri "uga dapat
menghasilkan en@im oksidasi yang dapat memper(epat ter"adinya karat.
Salah satu langkah antisipasi korosi adalah dengan inhibitor korosi. Inhibitor korosi
yaitu suatu @at kimia yang bila ditambahkan kedalam suatu lingkungan$ dapat
menurunkan la"u penyerangan korosi lingkungan itu terhadap suatu logam. %e1asa ini
terdapat ? "enis inhbitor$ yaitu inhibitor yang memberikan pasi/asi anodik$ pasi/asi
katodik$ inhibitor ohmik$ inhibitor organik$ inhibitor pengendapan dan inhibitor asa uap.
Pembahasan mengenai korosi dan inhibitor korosi dapat membantu kita terhindar dari
dampak peristi1a korosi yang bersiat sangat merugikan.
#ontoh nyata adalah keroposnya "embatan$ body mobil$ atau pun berbagai konstruksi dari
besi lainnya yang sangat mudah berkarat. Siapa di antara kita yang tidak ke(e1a bila
body mobil kesayangannya tiba+tiba sudah keropos karena korosiL Pasti tidak ada.
Karena itu$ sangat penting bila kita sedikit tahu tentang apa korosi dan bagaimana
penyebab korosiL sehingga bisa diambil langkah+langkah antisipasi lainnya.
I. PENGERTIAN KOROSI
Korosi adalah penurunan mutu dari peralatan logam. Se(ara umum korosi dapat
digolongkan berdasarkan rupanya$ keseragamannya atau keserbanekaanya$ baik se(ara
mikroskopis maupun makroskopis. %ua "enis mekanisme utama dari korosi adalah
berdasarkan reaksi kimia se(ara langsung dan reaksi elektrokimia.
Korosi bisa disebut sebagai kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi dengan
lingkungan yang korosi. Korosi dapat "uga diartikan sebagai serangan yang merusak
logam karena logam bereaksi se(ara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Ada
deinisi lain yang mengatakan bah1a korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam
dari bi"ih mineralnya. #ontohnya$ bi"ih mineral logam besi di alam bebas ada dalam
bentuk senya1a besi oksida atau besi sulida$ setelah diekstraksi dan diolah$ akan
dihasilkan besi yang digunakan untuk pembuatan ba"a atau ba"a paduan. Selama
pemakaian$ ba"a tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi
&kembali men"adi senya1a besi oksida'.
%eret Dolta dan hukum Nernst akan membantu untuk dapat mengetahui
kemungkinan ter"adinya korosi. Ke(epatan korosi sangat tergantung pada banyak aktor$
seperti ada atau tidaknya lapisan oksida$ karena lapisan oksida dapat menghalangi beda
potensial terhadap elektroda lainnya yang akan sangat berbeda bila masih bersih dari
oksida.
Peristi1a korosi berdasarkan proses elektrokimia yaitu proses &perubahan 6 reaksi
kimia' yang melibatkan adanya aliran listrik. ,agian tertentu dari besi berlaku sebagai
kutub negati &elektroda negati$ anoda'$ sementara bagian yang lain sebagai kutub positi
&elektroda positi$ katoda'. Elektron mengalir dari anoda ke katoda$ sehingga ter"adilah
peristi1a korosi. Korosi dapat ter"adi di dalam medium kering dan "uga medium basah.
Sebagai (ontoh korosi yang berlangsung di dalam medium kering adalah penyerangan
logam besi oleh gas oksigen &O9' atau oleh gas belerang dioksida &SO9'.
%i dalam medium basah$ korosi dapat ter"adi se(ara seragam maupun se(ara
terlokalisasi. #ontoh korosi seragam di dalam medium basah adalah apabila besi
terendam di dalam larutan asam klorida &5#l'. Korosi di dalam medium basah yang
ter"adi se(ara terlokalisasi ada yang memberikan rupa makroskopis$ misalnya peristi1a
korosi gal/ani sistem besi+seng$ korosi erosi$ korosi retakan$ korosi lubang$ korosi
pengelupasan$ serta korosi pelumeran$ sedangkan rupa yang mikroskopis dihasilkan
misalnya oleh korosi tegangan$ korosi patahan$ dan korosi antar butir.
Malaupun demikian sebagian korosi logam khususnya besi$ terkorosi di alam
melalui (ara elektrokimia yang banyak menyangkut enomena antar muka. 5al inlah
yang banyak di"adikan dasar utama pembahasan mengenai peran pengendalian korosi.
II. MACAM-MACAM JENIS KOROSI DAN PENYEBABNYA
II.1. Korosi Atmosfer
Korosi ini ter"adi akibat proses elektrokimia antara dua bagian benda padat
khususnya metal besi yang berbeda potensial dan langsung berhubungan dengan udara
terbuka.
2aktor+aktor yang menentukan tingkat karat atmoser$ yaitu )
.umlah @at pen(emar di udara &debu$ gas'$ butir+butir arang$ oksida metal$
Suhu
Kelembapan kritis
Arah dan ke(epatan angin
Radiasi matahari
.umlah (urah hu"an
II.2. Korosi G!"#is
Korosi ini ter"adi karena proses elektro kimia1i dua ma(am metal yang berbeda
potensial dihubungkan langsung di dalam elektrolit sama. %imana elektron mengalir dari
metal kurang mulia &Anodik' menu"u metal yang lebih mulia &Katodik'$ akibatnya metal
yang kurang mulia berubah men"adi ion+ion positi karena kehilangan elektron. Ion+ion
positi metal bereaksi dengan ion negati/e yang berada di dalam elektrolit men"adi garam
metal. Karena peristi1a tersebut$ permukaan anoda kehilangan metal sehingga
terbentuklah sumur+sumur karat (Surface Attack) atau serangan karat permukaan.
Sel gal/ani( tidak berhubungan langsung 1alaupun keduanya berada di dalam
elektrolit yang sama (Open Circuit). Standar ele(tromoti/e ini dapat berubah akibat
pengaruh perubahan suhu$ perubahan konsentrasi @at+@at yang terlarut$ kondisi
permukaan elektroda$ kotoran6sampah pada elektroda dan lain+lain.
#ontoh$ suatu tube sheet atau sebuah alat penukar kalori &tube sheet terbuat dari
karbon steel6ba"a karbon' dan tubenya dari paduan tembaga &Aluminium bronze'$ kalau
ditin"au pada ele(tromoti/e series "elas bah1a ba"a (ferrum) lebih tinggi letaknya
daripada tembaga$ "adi ba"a dalam kondisi ini men"adi lebih anodi( terhadap paduan
tembaga$ karenanya ter"adilah sel karat gal/ani( dan akibatnya tube sheet ba"a tersebut
berkarat dan kehilangan metal pada permukaannya.
II.$. Korosi Re%#%#
Korosi ini ter"adi karena pemberian tarikan atau kompresi yang melebihi batas
ketentuannya. Kegagalan ini sering disebut Retak Karat Regangan &RKR' atau stress
(orrosion (ra(king. Siat retak "enis ini sangat spontan &tiba+tiba ter"adnya6spontaneous'$
regangan biasanya bersiat internal yang disebabkan oleh perlakuan yang diterapkan
seperti bentukan dingin atau merupakan sisa hasil penger"aan (residual) seperti
pengelingan$ pengepresan dan lain+lain.
4ntuk material kuningan "enis RKR disebut Season Cracking dan pada material
!o" Carbon Steel disebut Caustic #mbrittlement &kerapuhan basa'$ karat ini ter"adi
sangat (epat dalam ukuran menit$ yakni "ika semua persyaratan untuk ter"adinya karat
regangan ini telah terpenuhi pada suatu moment tertentu yakni adanya regangan internal
dan ter(iptanya kondisi korosi yang berhubungan dengan konsentrasi @at karat
&#orrodent' dan suhu lingkungan.
0at penyebab karat dan kondisi lingkungan penyebab RKR pada berbagai sistem
paduan.
Sistem P&'# (i#%)'#%#
Paduan Aluminium Klorida
4dara industri yang lembab
4dara laut
Paduan Tembaga &Kuningan dan lain+
lain'
Ion Amonium
Amine
Paduan Nikel 5idroksida terkonsentrasi dan panas
4ap asam 5idroluroida &hydroluori('
,a"a Karbon Rendah 5idroksida terkonsentrasi dan mendidih
Nitrat terkonsentrasi dan mendidih
Produk penyuling destrukti dari batu
bara
,a"a HOil+#ountry6Oil 2ieldI 59S dan #O9
,a"a paduan rendah berkekuatan tinggi Klorida
,a"a nir noda
,a"a Austenti( &seri =CC'
Klorida mendidih
5idroksida terkonsentrasi dan mendidih
Asam politionik
,a"a eritik dan ,a"a martensitik &seri
<CC'
Klorida
Air pendingin rea(tor
,a"a HmaragingI &;GN Ni' Klorida
Paduan Titanium Klorida
3etal al(ohol
Klorida padat suhu di atas >>CO 2

#ontoh sebuah paku dimasukan dalam air asin6air laut maka paku tersebut akan
berkarat yang dia1ali dari bagian kepala dan bagian yang run(ing. ,agian kepala dan
bagian run(ing paku dibentuk se(ara paksa dengan sistem Cold $orming &pembentukan
dingin'. %i dalam penger"aan #old 2orming selalu dihasilkan regangan sisa$ akibatnya
bagian tersebut akan men"adi anodi( terhadap bagian paku lainnya apabila dihubungkan
melalui elektrolit.
II.*. Korosi Ce!+
Korosi (elah &#re(i/e #orrosion' ialah sel korosi yang diakibatkan oleh perbedaan
konsentrasi @at asam. Karat ini ter"adi$ karena (elah sempit terisi dengan lektrolit &air
yang p5nya rendah' maka ter"adilah suatu sel korosi dengan katodanya permukaan
sebelah luar (elah yang basah dengan air yang lebih banyak mengandung @at asam
daripada bagian sebelah dalam (elah yang sedikit mengandung @at asam sehingga
akibatnya bersiatanodi(.
Proses pengkaratan ini berlangsung (ukup lama karena (airan elektrolitdi dalam (elah
(enderung lama mengeringnya 1alaupun bagian luarpermukaan6(elah telah lama kering.
#elah ini sangat banyak pada konstruksikaroseri kendaraan karena abrikasinya
menggunakan pengelasanele(tri( resistan(e&tahanan listrik' system spot pada pelat tipis
yang disusun se(ara bertumpu &o/erlap'. O/erlap inilah yang menimbulkan (elah+(elah.
#ontoh$ sebuah logam stainless steel di masukkan ke dalam air lautdalam 1aktu yang
(ukup lama sehingga pada permukaan logam yang semularata dan bersih tidak ada karat
akan men"adi bergelombang pada permukaannyadan berkarat$ hal itu men(erminkan
bah1a ter"adi perbedaan konsentrasi @at asam antara logam dan air laut.
II.,. Korosi Ar's (ir
Korosi arus liar ialah merasuknya arus searah se(ara liar tidak disenga"apada suatu
konstruksi ba"a$ yang kemudian meninggalkannnya kembali menu"usumber arus. Prinsip
serangan karat arus liar ini adalah merasuknya arus searahse(ara liar tidak disenga"a pada
suatu konstruksi ba"a$ kemudianmeninggalkannnya kembali menu"u sumber arus. Pada
titik dimana arus meninggalkan konstruksi$ akan ter"adi serangan karat yang (ukup serius
sehingga dapat merusak konstruksi tersebut.
Terdapat dua "enis sel arus yang dipaksakan$ yaitu )
;. Sel arus liar yang ter"adi se(ara eksidentil &tidak senga""a'.
Seperti arus liarpada kereta apilistrik$ yang mela"u disamping atau berdekatan dengan
pipaair minum di dalam tanah yang terbuat dari ba"a bergal/anis atau ba"aberlapis beton
sebelah dalam dan berbalut &1rapped' sebelah luar. Karatakan ter"adi pada daerah
keluarnya arus luar yang berasal dari rel keretalistrik tersebut. Tempat dimana arus liar
masuk ke dlaam pipa$ men"adikatoda$ sedangkan dimana arus liar meninggalkan pipa
men"adi anoda dan berkarat. Karat akhirnya dapat melubangi pipa P%A3 tersebut.
9. Sel arus paksa disenga"a.
Seperti sel perlindungan katodik pada pipa ba1ahtanah. Arus berasal dari sumber arus
listrik searah menu"u elektroda danmelalui tanah arus mengalir dari elektroda ke pipa
sehingga pipa men"adi katoda yang tidak berkarat. Selan"utnya arus kembali ke sumber
&re(tiier'
II.-. Korosi Pe!r't# Se!e)tif
Korosi pelarutan selekti ini menyangkut larutnya suatu komponen dari@at paduan
yang biasa disebut pelarutan selekti &Sele(ti/e %issolution' ataupartino 6 de alloying. 0at
komponen yang larut selalu bersiat anodi( terhadapkomponen yang lain. Malaupun
se(ara /isual tampak perubahan 1arna pada permukaaan paduan namun tidak tampak
adanya kehilangan materi berupa takik$ perubahan dimensi$ retak atau alur. ,entuk
permukaan tampaknya tetap tidak berubah termasuk tingkatkehalusan6kekasarannya.
Namun sebenarnya berat bagian yang terkena "eniskarat ini men"adi berkurang$ berpori+
pori dan yang terpenting adalah kehilangan siat mekanisnya men"adigetas dan
mempunyai kekuatan tarik sangat rendah.
Karat ini biasa ter"adi melalui struktur logam dalam dua ma(am )
;. *ogam antara &unsur antara' unsur ini biasa bersiat anoda atau katoda terhadap logam
utama.
9. Senya1a &unsur+unsur bukan logam' unsur ini bersiat katoda terhadap erit.
#ontoh )
9.;. %e@in(ii(ation
-aitu proses pelarutan seng dari metal paduan kuningan yang perpaduan antara seng
dengan tembaga. 3ekanisme )
9.;.a. *ogam paduan berkarat dan tembaga menu"u ke permukaan membentuk lapisan
luar yang keropos.
9.;.b. *ogam seng menu"u ke permukaan paduan dan melakukan reaksi$ sehingga
meninggalkan paduan.
9.9. Graitasi
-aitu proses karat yang ter"adi pada grait$ (ontoh besi (or$ dimana besi meninggalkan
paduan dari karbon dan grait$ siat logam ringan$ keropos dan getas.
II... Korosi Erosi
Korosi erosi ialah proses perusakan pada permukaan logam yang disebabkan oleh
aliran luida yang sangat (epat. Korosi erosi dapat dibedakan pada = kondisi$ yaitu )
;.Kondisi aliran laminar
9.Kondisi aliran turbulensi
=.Kondisi peronggaan
Korosi erosi disebabkan oleh beberapa a(tor$ yaitu )
;.Perubahan drastispada diameter lubang bor atau arah pipa
9.Penyekat pada sambungan yang buruk pemasangannya
=.Adanya (elah yang memungkinkan luida mengalir di luar aliran utama
<.Adanya produk korosi atau endapan lain yang dapat mengganggu aliran laminer
II./. Korosi B)teri
Korosi dipengaruhi oleh mikroba merupakan suatu inisiasi atau aktiitas korosi
akibat aktiitas mikroba dan proses korosi. Korosi pertama diindentiikasi hampir;CC
"enis dan telah dideskripsikan a1al tahun ;P=<. bagaimanapun korosi yang disebabkan
aktiitas mikroba tidak dipandang serius saat degradasi pemakaian sistem industri modern
hingga pertengahan tahun;PEC+an. Ketika pengaruh serangan mikroba semakin tinggi$
sebagai (ontoh tangki air stainless steel dinding dalam ter"adi serangan korosi lubang
yang luas pada permukaan sehingga para industria1an menyadari serangan tersebut.
Sehingga saat itu$ korosi "enis ini merupakan salahsatu aktor pertimbangan pada instalasi
pembangkit industri$ industri minyak dan gas$ proses kimia$ transportasi dan industri
kertas pulp. Selama tahun ;PGC dan berlan"ut hingga a1al tahun 9CCC$ enomena tesebut
dimasukkan sebagai bahan perhatian dalam biaya operasi dan pemeriksaan sistem
industri. %ari enomena tersebut$ banyak institusi mempela"ari dan meme(ahkan masalah
ini dengan penelitian+penelitian untuk mengurangi bahaya korosi tersebut.
Korosi ini hanya disebabkan oleh suatu bakteri anaerobi( yang hanya bertahan dalam
kondisi tanpa ada @at asam. ,akteri ini disebut %ikroba &orosi. 3ikroba sendiri
merupakan suatu mikrooranisme yang hidup di lingkungan se(ara luas pada habitat+
habitatnya dan membentuk koloni yang pemukaanya kaya dengan air$ nutrisi dan kondisi
isik yang memungkinkan pertumbuhan mikroba ter"adi pada rentang suhu yang pan"ang
biasa ditemukan di sistem air$ kandungan nitrogen dan osor sedikit$ konsentrat serta
nutrisi+nutrisi penun"ang lainnya. 3ikroorganisme yang mempengaruhi korosi antara lain
bakteri$ "amur$ alga dan proto@oa. Korosi ini bertanggung "a1ab terhadap degradasi
material di lingkungan. Pengaruh inisiasi atau la"u korosi di suatu area$ mikroorganisme
umumnya berhubungan dengan permukaan korosi kemudian menempel pada permukaan
logam dalam bentuklapisan tipis atau biodeposit.
2enomena korosi yang ter"adi dapat disebabkan adanya keberadaan dari bakteri.
,akteri ini mengubah garam sulat men"adi asam yang reakti dan menyebabkan karat.
Adapun bakterinya Spor/obrio %esuluri(ans$ pen(egahannya dengan memberi
aerasi ke dalam air.
Adapun mikro organisme yang lain yaitu bakteri yang membentuk lapisan berlendir
&slime' menyebabkan deposisi besi$ "amur dan alga. ,akteri ini melubangi ilter$
menyebabkan karat dengan (ara membuntu pipa+pipa pendingin. Pen(egahannya dengan
senya1a Quarternary Ammonium dan Phenol &Pengendali slime'$ #urri Sulat
&Pengendali Alga'.
3a(am+ma(am bakteri yang dapat menimbulkan korosi )
Nm Je#is
2la/oba(terium
3u(oids
Aeroba(tery
Pseudomanas
,. Subtilis
,. #ereus
,akteri pembentuk lender penyebab sel
karat konsentrasi oksigen.
%esulo/ibrio #losridia ,akteri penyebab karat
Gallionella #renothriK ,akteri pendeposisi bakteri
#hro(o((us
Os(illatoria
#hloro(o((us
4lothriK
Algae &*umut'
S(enedesmus
Na/i(ula
Aspergillus
Alternaria
Peni(illium
Tri(hoderma
Torula 3onilia
.amur
Pada korosi bakteri se(ara umum merupakan gabungan dan pengembangan sel
dierensial oksigen$ konsentrasi klorida diba1ah deposit sulida$ larutan produk
korosidan depolarisasi katodik lapisan proteksi hidrogen.
,anyak sekali di dunia industri dan asilitas umum ter"adi proses korosi disebabkan
oleh enomena biokorosi akibat adanya bakteri. Kasus+kasus tersebut yaitu )a. Pipa+pipa
ba1ah tanah di Industri minyak dan gas bumi%alam suatu (ontoh kasus dari perusahaan
Korea Gas #orporation &KOGAS' menggunakan pipa+pipa gas yang dilapis dengan
polyethylene &AP* >* R+?>'. Selama instalasi$ pipa dilas tiap ;9 meter dan diproteksi
dengan impressed (urrent proteksi katodik dengan potensial proteksi !G>C mD &/s
saturated #u6#uSO<'. Kemudian beberapa tahun di(ek kondisi lapis lindung maupun
korosi akti menggunakan pengu"ian potensial gardien>$ hasilnya berupa letak+letak
(oating dee(t di sepan"ang pipa. Kegagalan selan"utnya yaitu adanya disbonded (oating
area di permukaan pipa yang disebabkan adanya arus proteksi katodik yang berlebihan
terekspos. #oating dee(t dan daerah disbonded (oating sangat baik untuk perkembangan
mikroba anaerob. Pada disbonded (oating area ter"adi korosi lo(al &pitting'$ lubang pit
berbentuk hemisspherikal dalam tiap+tiap kelompok. Kedalaman pit >+E mm &C$99! C$<E
mm6year'
II.0. Krt Titi) Em1'#
Karat titik embun ini diesebabkan oleh a(tor kelembababn yang menyebabkan titik
embun &de1 point' atau kondensasi. Tanpa adanya unsurekelembaban relati/e$ segala
ma(am kontaminan &@at pen(emar' tidak akan atausedikit sekali menyebabkan
pengkaratan. Titik embun ini sangat korositerutama di daerah dekat pantai dimana
banyak partikel air asin yang terhembusdan mengenai permukaan metal$ atau di daerah
ka1asan industry yang kaya dengan @at pen(emar udara.
Saat "arang "atuh hu"an$ maka @at pen(emar di permukaan metal tidakterganggu$
sehingga se1aktu ter"adi kondensasi di permukaan dengan a(tor(ua(a yang relati/e
dingin dan a(tor kelembaban relati/e (ukup tinggi & di atasGCN'$ maka air embun
tersebut ter(ampur dengan @at pen(emar yang adamen"adi larutan elektrolit yang sangat
baik$ sehingga memper(epat prosespengkaratan atmoser. Tingkat pengkaratan akan
sangat ganas apabila di samping keberadaan @at pengkarat &(orrodent' yang tinggi$
kelembaban yang tinggi "uga suhu yang bersiat(y(li( &baik turun se(ara teratur'.
%engan suhu yang relati/e hangat dan terlarut di dalam embun yang (ukup banyak
maka akan ter(ipta larutan asam belerang yang sangat reaksi.
#ontoh$ pada pun(ak (erobong suhu udara (ukup rendah sehingga berada di ba1ah
suhu kondensasi &titik embun'. Karenanya di daerah tersebut ter"adikondensasi dari gas
bekas yang banyak mengandung uap air$ panas akibat pembakaran di pun(ak (erobong
telah mendingin karena diserap oleh metaldinding (erobong yang bersuhu lebih rendah
sepan"ang (erobong$ akibatnyater"adilah karat titik embun di daerah tersebut$ yang
sanggup melubangididinding (erobong &perorasi'. Karena di dalam gas bekas &2lue gas'
banyak mengandung #O$ #O9$ #OK dan SO9s$ yang memiliki butir+butir kondensat yang
ter(emar dan bersiat asam.
III. AKIBAT ATA2 DAMPAK KOROSI DA(AM KE3ID2PAN
%alam kehidupan sehari+hari$ korosi dapat kita "umpai ter"adi pada berbagai "enis
logam. ,angunan+bangunan maupun peralatan elektronik yang memakai komponen
logam seperti seng$ tembaga$ besi+ba"a dan sebagainya semuanya dapat terserang oleh
korosi ini. Seng untuk atap dapat bo(or karena termakan korosi. %emikian "uga besi
untuk pagar tidak dapat terbebas dari masalah korosi. .embatan dari ba"a maupun badan
mobil dapat men"adi rapuh karena peristi1a alamiah yang disebut korosi. 5al ini
disebabkan karena korosi yang menyerang piranti maupun komponen+komponen
elektronika dapat mengakibatan kerusakan bahkan ke(elakaan. Karena korosi ini maka
siat elektrik komponen+komponen renik elektronika dalam komputer$ tele/isi$ /ideo$
kalkulator$ "am digital dan sebagainya dalam kehidupan rumah tangga men"adi rusak.
Korosi merupakan masalah teknis dan ilmiah yang serius. %i negara+negara ma"u
sekalipun$ masalah ini se(ara ilmiah belum tuntas ter"a1ab hingga saat ini. Selain
merupakan masalah ilmu permukaan yang merupakan ka"ian dan perlu ditangani se(ara
isika$ korosi "uga menyangkut kinetika reaksi yang men"adi 1ilayah ka"ian para ahli
kimia.
Korosi "uga men"adi masalah ekonomi karena menyangkut umur$ penyusutan dan
eisiensi pemakaian suatu bahan maupun peralatan dalam kegiatan industri. 3ilyaran
%olar AS telah dibelan"akan setiap tahunnya untuk mera1at "embatan$ peralatan
perkantoran$ kendaraan bermotor$ mesin+mesin industri serta peralatan elektronik lainnya
agar umur konstruksinya dapat bertahan lebih lama.
,anyak negara telah berusaha menghitung biaya korosi nasional dengan (ara yang
berbeda+beda$ umumnya "atuh pada nilai yang berkisar antara ;$> ! >$C persen dari GNP
&Gross National Produ(t'6PN, &Produk Nasional ,ruto'. Para praktisi saat ini (enderung
sepakat untuk menetapkan biaya korosi sekitar =$> persen dari GNP. Kerugian yang dapat
ditimbulkan oleh korosi tidak hanya biaya langsung seperti pergantian peralatan industri$
pera1atan "embatan$ konstruksi dan sebagainya$ tetapi "uga biaya tidak langsung seperti
terganggunya proses produksi dalam industri serta kelan(aran transportasi yang
umumnya lebih besar dibandingkan biaya langsung. %ari semua kerugian yang
ditimbulkan tersebut maka dipandang perlu agar kita dapat mengetahui langkah+langkah
apa sa"a yang dapat men(egah atau menekan la"u korosi.
I4. PENCEGA3AN KOROSI
Peristi1a korosi pada logam merupakan enomena yang tidak dapat dihindari$ namun
dapat dihambat maupun dikendalikan untuk mengurangi kerugian dan men(egah dampak
negati yang diakibatkannya. %engan penanganan ini umur produkti peralatan elektronik
dalam rumah tangga atau kegiatan industri men"adi pan"ang sesuai dengan yang
diren(anakan$ bahkan dapat diperpan"ang untuk memperoleh nilai ekonomi yang lebih
tinggi. 4paya penanganan korosi diharapkan dapat banyak menghemat biaya opersional$
sehingga berpengaruh terhadap eisiensi dalam suatu kegiatan industry serta menghemat
anggaran pembelan"aan rumah tangga.
,erikut (ontoh pengendalian6pen(egahan korosi )
I4.I. Pe#%e#&!i# )orosi se5r 'm'm6 7it' :
IV.I.1. Mencegah kontak dengan oksigen dan/atau air
Korosi besi memerlukan oksigen dan air. ,ila salah satu tidak ada$ maka peristi1a
korosi tidak dapat ter"adi. Korosi dapat di(egah dengan melapisi besi dengan (at$ oli$
logam lain yang tahan korosi &logam yang lebih akti seperti seg dan krom'. Penggunaan
logam lain yang kurang akti &timah dan tembaga' sebagai pelapis pada kaleng bertu"uan
agar kaleng (epat han(ur di tanah. Timah atau tembaga bersiat mamper(epat proses
korosi.
IV.I.2. Perlindungan katoda (pengorbanan anoda)
,esi yang dilapisi atau dihubugkan dengan logam lain yang lebih akti akan
membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katoda. %i sini$ besi berungsi hanya
sebagai tempat ter"adinya reduksi oksigen. *ogam lain berperan sebagai anoda$ dan
mengalami reaksi oksidasi. %alam hal ini besi$ sebagai katoda$ terlindungi oleh logam
lain &sebagai anoda$ dikorbankan'. ,esi akan aman terlindungi selama logam
pelindungnya masih ada 6 belum habis. 4ntuk perlindungan katoda pada sistem "aringan
pipa ba1ah tanah la@im digunakan logam magnesium$ 3g. *ogam ini se(ara berkala
harus dikontrol dan diganti.
I4.I.$. Mem1't !!o7 t' 8&'# !o%m 7#% 1ersift t+# )rt
3isalnya besi di(ampur dengan logam Ni dan #r men"adi ba"a stainless &E9N 2e$
;PN#r$ PNNi'.
I4.I.*. Pe#%e5t#.
.embatan$ pagar$ dan railing biasanya di(at. #at menghindarkan kontak dengan udara
dan air. #at yang mengandung timbel dan @ink &seng' akan lebih baik$ karena keduanya
melindungi besi terhadap korosi.
I4.I.,. Pe!'m'r# &e#%# Oli t' Gem').
#ara ini diterapkan untuk berbagai perkakas dan mesin. Oli dan gemuk men(egah
kontak dengan air.
I4.I.-. Pem1!'t# &e#%# P!sti).
,erbagai ma(am barang$ misalnya rak piring dan keran"ang sepeda dibalut dengan
plastik. Plastik men(egah kontak dengan udara dan air.
I4.I.. Ti# P!ti#% &pelapisan dengan timah'.
Kaleng+kaleng kemasan terbuat dari besi yang dilapisi dengan timah. Pelapisan
dilakukan se(ara elektrolisis$ yang disebuttin plating. Timah tergolong logam yang tahan
karat. Akan tetapi$ lapisan timah hanya melindungi besi selama lapisan itu utuh &tanpa
(a(at'. Apabila lapisan timah ada yang rusak$ misalnya tergores$ maka timah "ustru
mendorong6memper(epat korosi besi. 5al itu ter"adi karena potensial reduksi besi lebih
negati daripada timah. Oleh karena itu$ besi yang dilapisi dengan timah akan membentuk
suatu sel elektrokimia dengan besi sebagai anode. %engan demikian$ timah mendorong
korosi besi. Akan tetapi hal ini "ustru yang diharapkan$ sehingga kaleng+kaleng bekas
(epat han(ur.
I4.I./. G!"#issi &pelapisan dengan 0ink'.
Pipa besi$ tiang telepon dan berbagai barang lain dilapisi dengan @ink. ,erbeda
dengan timah$ @ink dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh.
5al ini ter"adi karena suatu mekanisme yang disebut perlindungan katode. Oleh karena
potensial reduksi besi lebih positi daripada @ink$ maka besi yang kontak dengan @ink
akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katode. %engan demikian besi
terlindungi dan @ink yang mengalami oksidasi &berkarat'. ,adan mobil+mobil baru pada
umumnya telah digal/anisasi$ sehingga tahan karat.
I4.I.0. Cromi'm P!ti#% &pelapisan dengan kromium'.
,esi atau ba"a "uga dapat dilapisi dengan kromium untuk memberi lapisan pelindung
yang mengkilap$ misalnya untuk bumper mobil. Cromium plating "uga dilakukan dengan
elektrolisis. Sama seperti @ink$ kromium dapat memberi perlindungan sekalipun lapisan
kromium itu ada yang rusak.
I4.I.19. S5rifi5i! Prote5tio# &pengorbanan anode'.
3agnesium adalah logam yang "auh lebih akti &berarti lebih mudah berkarat'
daripada besi. .ika logam magnesium dikontakkan dengan besi$ maka magnesium itu
akan berkarat tetapi besi tidak. #ara ini digunakan untuk melindungi pipa ba"a yang
ditanam dalam tanah atau badan kapal laut. Se(ara periodik$ batang magnesium harus
diganti.
I4.II. Pe#%e#&!i# )orosi 8& 8er!t# e!e)tro#i) &!m )e%it# i#&'stri
#ontoh pada industri gula$ seperti proses industri lainnya tentu mengalami
permasalahan korosi pada setiap tahapan prosesnya. %engan adanya bahan konstruksi
yang terbuat dari logam$ maka 'abrik (ula rentan terhadap serangan korosi. Korosi tidak
dapat dihindari$ tetapi dapat diperlambat la"unya. Peralatan di pabrik gula yang terbuat
dari logam sangat rentan terhadap serangankorosi. Terlebih lagi Nira sebagai bahan baku
proses pembuatan gula mempunyai kondisi asam$ sehingga berpotensi untuk
menimbulkan korosi di peralatan. Proses produksi di pabrik gula se(ara garis besar dibagi
men"adi empat tahapan proses$ yaitu )
+Tahap ; ! Ekstraksi tebu men"adi nira mentah &Gilingan'
+Tahap 9 ! Nira mentah men"adi Nira En(er &Pemurnian'
+Tahap = ! Nira En(er men"adi Nira Kental &Penguapan'
+Tahap < ! Nira Kental men"adi Gula Kristal &Kristalisasi dan Pemisahan'
Pada tiap tahapan proses tersebut ada berbagai hal yang dapat menimbulkan
serangan korosi.
Peralatan di Pabrik Gula yang berpotensi terkena korosi$ yaitu )
;. Stasiun Ketel &,oiler'
,oiler atau ketel merupakan "antung dari pabrik gula. 2ungsi dari ketel adalah untuk
menyediakan uap yang digunakan untuk proses$ yaitu di gilingan$ pemanasan nira$
penguapan nira$ pemasakan nira kental$ dan pemutaran. Ketel terdiri pipa+pipa dimana
lingkungannya terus menerus kontak dengan air dan uap. %engan adanya kontak tersebut
besar kemungkinan ter"adinya erosi pada permukaan pipa.
9. Stasiun Gilingan
Gilingan berungsi untuk memerah nira yang terdapat dalam tebu. Pada proses
initebu digiling menggunakan rol yang terbuat dari bahan Stainless Steel atau #arbon
Steel. Potensi ter"adinya korosi di rol gilingan (ukup besar. 5al itu disebabkan karena
keausan dari peralatan. Keausan ter"adi karena adanya gesekan antara ampas dengan rol
gilingan. %engan banyaknya gesekan yang ter"adi maka rol akan men"adi aus$ sehinggan
menimbulkan korosi. Selain itu karakteristik dari Nira yangdihasilkan bersiat asam$
sehingga men"adi media yang baik untuk ter"adinya korosi.
=. 4nit Pemurnian
Proses pemurnian nira bertu"uan untuk menghilangkan bukan gula yang ada dalam
nira. Pada saat ini kebanyakan pabrik gula di Indonesia menggunakan proses sulitasi
untuk memurnikan nira. Pada proses sulitasi digunakan tobong belerang untuk
memproduksi gas SO9 sebagai bahan pembantu. Pada proses pembuatan gas SO9 di
tobong belerang ter"adi reaksi+reaksi kimia.
<. 4nit Penguapan
Proses penguapan di Pabrik gula menggunakan e/aporator. Pada e/aporator
permasalahan korosi menelan biaya yang (ukup besar dibandingkan dengan unit lain.
Pada proses penguapan nira akan diuapkan airnya dari N briK men"adi N briK. Pada
proses penguapan ini permasalahan yang sering ter"adi adalah timbulnya kerak di dinding
pipa e/aporator &baik disisi nira maupun di sisi uap'. Korosi dan erosi men"adi salah satu
masalah serius yang dihadapi oleh e/aporator karena tingginya la"udari @at (air dan uap
yang ada dalam e/aporator. Selain itu kemungkinan ter"adinya entrainment di e/aporator
"uga bisa menyebabkan ter"adinya korosi. Karena itu berbagai upaya dilakukan untuk
men(egah entraintment diantaranya dengan penggunaan mist eliminator.
>. Perpipaan
Pada industri gula perpipaan yang digunakan sebagian besar pipa tertutup$
yaituuntuk mengalirkan nira$ strop$ air$ uap$ masakan. Pada sistem perpipaan rentan
ter"adi korosi karena la"u dari luida yang besar dapat menyebabkan erosi pada pipa.
Selama ini permasalahan korosi di pabrik gula kurang mendapat perhatian bahkan
terkesan diabaikan$ padahal biaya yang ditimbulkan akibat adanya korosi tidaklah sedikit.
Korosi berpotensi ter"adi di Pabrik gula karena bahan konstruksinya banyak terbuat dari
logam khususnya besi. ,haskaran$ dkk &9CC=' melakukan audit mengenai korosi di
Pabrik Gula di India. %ari hasil audit tersebut dihasilkan bah1a biaya yang dikeluarkan
oleh seluruh pabrik gula di India akibat masalah korosi sebesar 4S S ;<.CCC.CCC atau
hampir ;<C milyar rupiah. Sedangkan studi yang dilakukan di Amerika menun"ukkan
bah1a total biaya yang ditimbulkan akibat korosi untuk seluruh industrinya sebesar S 9P?
milyar &Roberge$ ;PPP '.
Agar dapat menekan biaya yang ditimbulkan akibat adanya korosi pada peralatan+
peralatan kegiatan industri$ maka harus diadakan pengendalian6pen(egahan korosi itu
sendiri. 5al+hal yang dapat dilakukan sangat banyak$ misalnya pengendalian lingkungan
atau ruangan di mana peralatan tersebut ditempatkan. Penanganan masalah korosi
berkaitan dengan pera1atan dan perbaikan asilitas produksi serta peralatan penun"ang
lainnya. Kegiatan ini harus dapat mengidentiikasi$ mengantisipasi dan menangani
masalah korosi pada alat$ mesin dan asilitas industri se(ara keseluruhan. Pemantauan
korosi perlu dilakukan se(ara periodik. 4paya menghambat la"u korosi harus terintegrasi
dengan program pera1atan dan perbaikan sehingga diperoleh hasil yang terbaik.
Pengendalian la"u korosi melalui pengendalian lingkungan umumnya dilakukan
dengan men"aga kelembaban udara dan pengendalian keasaman lingkungan. Namun
pengendalian lingkungan ini hanya mungkin dilakukan untuk peralatan yang berada
dalam suatu ruangan$ dan tidak mungkin dilakukan terhadap asilitas yang berinteraksi
langsung dengan lingkungan di luar ruangan. 4paya pengendalian korosi ini harus
melibatkan semua pihak yang terlibat dalam pengoperasian alat$ mesin$ instalasi serta
asilitas lainnya. 3asalah korosi dan upaya pengendaliannya perlu diperkenalkan kepada
seluruh "a"aran direksi dan karya1an yang terlibat langsung dalam kegiatan industri.
Ada beberapa usaha yang dapat ditempuh dalam upaya pengendalian korosi
peralatan elektronik industri$ yaitu dengan beberapa hal berikut ini )
3enyimpan bahan+bahan korosi sebaik mungkin sehingga ter"adinya kebo(oran$
penguapan serta pelepasan ke lingkungan dapat dihindari.
Penge(ekan be"ana penyimpan bahan kimia korosi yang mudah menguap perlu
dilakukan se(ara periodik$ sehingga adanya kebo(oran bahan tersebut segera dikenali dan
dapat diambil tindakan sedini mungkin untuk menghindari eek yang lebih luas.
3elakukan pemeliharaan rumah tangga perusahaan se(ara baik termasuk ketertiban dan
kebersihan dalam perusahaan.
Pengoperasian alat dehumidiier untuk mengurangi kelembaban udara dalam ruangan
yang di dalamnya menyimpan peralatan elektronik mahal dan rentan terhadap serangan
korosi.
Peralatan+peralatan elektronik yang ra1an terhadap pengaruh korosi perlu disimpan di
ruang tertutup$ "auh dari kemungkinan pen(emaran udara akibat terlepasnya bahan+bahan
korosi ke lingkungan.
3enutup alat se1aktu tidak dipergunakan untuk menghindari masuknya debu+debu ke
dalam alat. Perlu diketahui bah1a debu dapat tertempeli polutan korosi yang apabila
terbang terba1a udara dapat masuk ke dalam alat dan menempelkan dirinya ke
permukaan komponen+komponen elektronik di dalam alat tersebut. Pendidikan tentang
aktor+aktor penyebab korosi dan akibatnya perlu "uga diberikan kepada karya1an yang
bersentuhan langsung dengan pengoperasian alat$ agar mereka selalu men"aga dan mau
mengikuti instruksi+instruksi yang digariskan dalam kaitannya dengan pera1atan
peralatan elektronik.
5al yang tak kalah pentingnya dalam upaya men"aga peralatan dari masalah korosi ini
adalah dukungan dan perhatian yang serius dari sistim mana"emen. Penga1asan dan
perhatian yang serius perlu diberikan oleh para pimpinan terhadap mana"emen pera1atan
peralatan+peralatan elektronik.