Anda di halaman 1dari 6

Audiometri adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui tingkat/ambang batas

pendengaran seseorang dan jenis gangguannya bila ada. Pemeriksaan dilakukan dengan memakai
alat audiogram nada murni di dalam ruang kedap suara.
Prinsip pemeriksaannya adalah bermacam-macam frekuensi dan intensitas suara (dB) ditransfer
melalui headset atau bone conducter ke telinga atau mastoid dan batasan intensitas suara (dB)
pasien yang tidak dapat didengar lagi dicatat, melalui program computer atau diplot secara
manual pada kertas grafik.
egunaan audiometri !
- untuk mengetahui derajat ketulian ringan, sedang atau berat
- untuk mengetahui jenis tuli konduktif, tuli syaraf (sensorineural) atau tuli campuran
"ndikasi pemeriksaan !
#. Adanya penurunan pendengaran
$. %elinga berbunyi dengung (tinitus)
&. 'asa penuh di telinga
(. 'i)ayat keluar cairan
*. 'i)ayat terpajan bising
+. 'i)ayat trauma
,. 'i)ayat pemakaian obat ototoksik
-. 'i)ayat gangguan pendengaran pada keluarga
.. /angguan keseimbangan
0erajat parameter ketulian !
- %uli ringan ! $+-(1 dB
- %uli sedang ! (#-+1 dB
- %uli berat ! +# 2 .1 dB
- %uli sangat berat ! 3 .1 dB
Pelaporan hasil berupa ambang dengar normal, ambang dengar dengan tuli konduktif, ambang
dengar dengan tuli sensorineural, ambang dengar tuli campuran
Audiometri adalah pemeriksaan untuk menentukan jenis dan derajat ketulian (gangguan dengar).
Dengan pemeriksaan ini dapat ditentukan jenis ketulian apakah :
- Tuli Konduktif
- Tuli Saraf (Sensorineural)
- Serta derajat ketulian.
Audiometer adalah peralatan elektronik untuk menguji pendengaran. Audiometer diperlukan untuk mengukur ketajaman
pendengaran:
digunakan untuk mengukur ambang pendengaran
mengindikasikan kehilangan pendengaran
pembacaan dapat dilakukan secara manual atau otomatis
mencatat kemampuan pendengaran setiap telinga pada deret frekuensi ang berbeda
menghasilkan audiogram (grafik ambang pendengaran untuk masing-masing telinga pada suatu rentang frekuensi)
pengujian perlu dilakukan di dalam ruangan kedap buni namun di ruang ang heningpun hasilna memuaskan
berbiaa sedang namun dibutuhkan hana jika kebisingan merupakan masalah!kejadian ang terus-menerus" atau selain itu dapat
menggunakan fasilitas di rumah sakit setemapat.
Audiogram adalah catatan grafis ang diambil dari hasil tes pendengaran dengan audiometer" ang berisi grafik ambang
pendengaran pada berbagai frekuensi terhadap intensitas suara dalam desibel (d#).
(http:!!id.$ikipedia.org!$iki!Audiometri)
%ang biasa dilakukan di poliklinik T&T ialah audiometer nada murni. Audiometer nada murni adalah suatu alat elektronik akustik
ang dapat menghasilkan nada murni mulai dari frekuensi '() &* sampai +,,, &*. Dengan alat ini dapat ditentukan keadaan
fungsi masing-masing telinga secara kualitatif (normal" tuli konduktif" tuli sensori neural" tuli campuran) dan kuantitatif (normal" tuli
ringan" tuli sedang" tuli berat).
-ontoh Audiogram
Perlu diingat baik-baik:
- .unakan tinta merah untuk telinga kanan" dan tinta biru untuk telinga kiri
- &antaran udara (Air -onduction / A-)
Kanan / 0
Kiri / 1
- &antaran tulang (#one -onduction / #-)
Kanan / -
Kiri / 2
- &antaran udara (A-) dihubungkan dengan garis lurus ( ) dengan menggunakan tinta merah untuk telinga kanan dan
biru untuk telinga kiri
- &antaran tulang (#-) dihubungkan dengan garis putus-putus ( - - - - - - - - ) dengan menggunakan tinta merah untuk telinga kanan
dan biru untuk telinga kiri
1. CONTOH AUDIOGRA P!ND!NGARAN NORA" #T!"INGA $ANAN%

3ormal : A- dan #- sama atau kurang dari () d#
A- dan #- berimpit" tidak ada air-bone gap
&. CONTOH AUDIOGRA TU"I '!N'ORI N!URA" #T!"INGA $ANAN%
Tuli sensori neural : A- dan #- lebih dari () d#
A- dan #- berimpit" tidak ada air-bone gap
(. CONTOH AUDIOGRA TU"I $ONDU$TI) #T!"INGA $ANAN%
Tuli Konduktif : #- normal atau kurang dari () d#
A- lebih dari () d#
Antara A- dan #- terdapat air-bone gap
*. CONTOH AUDIOGRA TU"I CAPUR #T!"INGA $ANAN%
Tuli -ampur : #- lebih dari () d#
A- lebih besar dari #-" terdapat air-bone gap
Sumber: Buku THT FKUI
-atatan :
Disebut terdapat air-bone gap apabila antara A- dan #- terdapat perbedaan lebih atau sama dengan ', d#" minimal pada (
frekuensi ang berdekatan.
4ntuk menghitung ambang dengar (AD)" akumulasikan AD pada frekuensi ),, &*" ',,, &*" dan (,,, &* (merupakan ambang
dengar percakapan sehari-hari)" kemudian dirata-ratakan.
AD ),, &* 5 AD ',,, &* 5 AD (,,, &*
6
Dera+at ketulian #menurut buku )$UI% :
- 3ormal : , 7 () d#
- Tuli ringan : (8 7 9, d#
- Tuli sedang : 9' 7 8, d#
- Tuli berat : 8' 7 :, d#
- Tuli sangat berat : ; :, d#
Ada ,ula re-eren.i /ang menggolongkan dera+at ketulian .ebagai berikut #berlaku di Poliklinik THT R'0'% :
- 3ormal : -', 7 (8 d#
- Tuli ringan : (< 7 9, d#
- Tuli sedang : 9' 7 )) d#
- Tuli sedang-berat : )8 7 <, d#
- Tuli berat : <' 7 :, d#
- Tuli total : ; :, d#
=ada diagnosis dapat ditulis hasil pemeriksaan:
3& (Normal Hearing)
S3&> (Sensory Neural Hearing Lose)
-&> (Conduci!e Hearing Lose)
?&> ("i# Hearing Loose)
@angan lupa sertakan nilai derajat ambang dengarna
Pemeriksaan untuk mengetahui ambang pengenalan dan pemahaman bicara seseseorang, materi
tes ini berupa kata 2 kata yang familiar dengan bahasa pasien.
4amun demikian sebelum melakukan tes ini, terlebih dahulu dilakukan tes Audiometri 4ada
5urni
Pemeriksaan yang menggunakan audiometer untuk mengetahui ambang pendengaran, jenis
ketulian dan derajat ketulian. Pemeriksaan ini dilakukan ketika ada kecurigaan gangguan
pendengaran ataupun ada keluhan ketika seseorang mengalami kesulitan berkomunikasi di
keramaian. %es ini dapat juga dilakukan sebagai tes rutin pada /eneral 6heck 7p, ataupun
e8aluasi berkala pada orang yang bekerja di tempat bising. %es ini dilakukan pada pasien yang
dapat kooperatif karena pemeriksa akan mencatat hasil pemeriksaan berdasarkan respon yang
diberikan oleh pasien.