Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN OPERASI VAGINAL HISTERECTOMY + KOLPORAFI POSTERIOR

Nama Pasien : Ny. Misah /58 tahun Operator : dr. Marzuki, SpOG
Hari/Tanggal : senin /17 Maret 2014 Asisten I : dr.Nazif
Alamat : Tanjung Karang Timur Asisten II :
Med.Rec/Reg : 007544/1141547 Anestesi : Rafiq
Anestesi : General Anesthesia Instrument : Nuraini

Pukul 10.00 WIB. Operasi dimulai.

Penderita dalam posisi litotomi dan dalam keadaan spinal anestesi, dilakukan tindakan aseptik
dan antiseptik pada daerah vulva dan sekitarnya. Lapangan operasi dipersempit dengan doek
steril. Vulva dibeberkan dengan membuat tegel pada pinggir kedua labia mayora dan perineum
dgn zeyde no. 0. Identifikasi batas vesika urinaria dengan serviks uteri. Kemudian portio
dijepit dengan 2 buah kogel tang + 0,5 cm dari ujung portio depan dan belakang. Dibuat tegel
pada mukosa depan vagina + 1 cm dari muara urethra. Kemudian insisi berbentuk segitiga
dengan puncak segitiga + 0,5 cm dari tegel sebagai patokan dengan dasar segitiga + 2 cm dari
tepi uterus dan diinsisi melingkar sampai dinding belakang portio. Mukosa vagina kemudian
dilepaskan secara tajam dan tumpul, demikian juga dengan mukosa belakang vagina. Lapisan
peritoneum ditembus secara tajam.
Uterus sebesar 10 minggu, permukaan licin, konsistensi kenyal.
Menjepit, memotong, mengikat jaringan cardinale meckenrodt kanan dan kiri dengan
chromic catgut no. 1
Menjepit,memotong , mengikat vasa uterina kanan dan kiri dengan chromic catgut no. 1
Menjepit, memotong, mengikat lig. rotundum pangkal tuba, lig ovarii propium kanan dan kiri
dengan chromic catgut no.1
Menjepit, memotong, mengikat a. ovarika dengan vicryl no. 0
Peritoneum dijahit secara tobbaco sac dengan vicryl no. 0
Dipasang penggantung lalu dihubungkan
Tunggul vagina dijahit tertutup secara jelujur dengan vicryl no. 2.0

Pukul 11.30 WIB. Operasi selesai





Operator



dr. Marzuki, SpOG






LAPORAN OPERASI SOD + KISTECTOMY SISNISTRA

Nama Pasien : Ny. Darmawati Operator : dr.Taufiqurrahman, Sp.OG (K)
Hari/Tanggal : Selasa, 18 Maret 2014 Asisten I : dr. Nazif
Alamat : Perum Puri Asisten II : Dian Kencana, S. Ked
Med.Rec/Reg : 354727/1141938 Anastesi :
Anastesi : General Anastesi Instrument :

Pukul 10.00 WIB operasi dimulai.
Pasien dalam posisi terlentang dalam keadaan narcosis umum. Dilakukan aseptic antiseptic pada
bagian abdomen dan selanjutnya lapangan operasi dipersempit dengan doek steril. Dilakukan
insisi pfanensteil. Insisi diperdalam sampai menembus peritoneum. Setelah peritonium dibuka
lalu dilakukan ekplorasi seluruh abdomen:
- Uterus ukuran dan bentuk dalam batas normal
- Tampak masa kistik berwarna coklat dengan ukuran
Diputuskan untuk dilakukan salphingo ooforektomi dextra dengan cara sebagai berikut:
Menjepit, memotong, mengikat, pangkal tuba dextra, mesosalping dextra dengan chromic
catgut no.1. 0
Perdarahan yang terjadi dirawat sebagaimana mestinya. Cavum abdomen di cuci dengan NaCL
fisiologis. Setelah diyakini tidak ada perdarahan lagi. Kemudian dilakukan penutupan dinding
abdomen lapis demi lapis dengan cara :
Peritonium dijahit secara jelujur dengan plain catgut no. 2.0
Otot dijahit secara jelujur dengan plain catgut no. 2.0
Fascia dijahit secara jelujur feston dengan vicryl no. 0
Subkutis dijahit secara jelujur dengan plain catgut no. 2.0
Kutis dijahit secara subcuticuler dengan vicryl no.3 0
Luka operasi ditutup dengan sufratull dan hipafix



Operator



dr.Taufiqurrahman, Sp.OG (K)













LAPORAN OPERASI SOD

Nama Pasien : Nn.Lilis Erlina (14
th
) Operator : dr.Dino, Sp.OG
Hari/Tanggal : Rabu 19 Maret 2014 Asisten I : dr.Nazif
Alamat : Pringsewu Asisten II : Br.Yunus
Med.Rec/Reg : 1142222/352607 Anastesi : dr.Bambang,Sp.An
Anastesi : General Anastesi Instrument : Ni Wayan

Pukul 11.00 WIB oprasi dimulai.
- Insisi mediana sampai dengan 4 cm atas pusat
- Tumor padat rapuh berasa; dari ovarium kanan dengan ukuran 40 x 30 x 20 cm membuka
ruang retroperitoneal kanan, memotong IP ligamentum kanan
- Uterus kecil tumor inplan pada hampir seluruh peritoneum abdomen ukuran lebih dari 2
cm
- Nodul peritoneum liver 2-3 cm
- KGB paraaorta membesar degan diameter 6 cm
- Omentum + implan tumor dilakukan omentektomi
- Oprasi
- Dipasang
- Dinding perut ditutup secara


Konsulen Operator



dr. Dino Rinaldy, Sp.OG(K)Onk dr. Dino Rinaldy, Sp.OG(K)Onk



LAPORAN OPERASI HT-SOB

Nama Pasien : Ny. Sulistiawati (38
th
) Operator : dr.Dino, Sp.OG
Hari/Tanggal : Kamis 20 Maret 2014 Asisten I : dr.Nazif
Alamat : Taman Fajar Asisten II : Br.Yunus
Med.Rec/Reg : 1143580/354744 Anastesi : dr.Putu,Sp.An
Anastesi : General Anastesi Instrument : Ni Wayan

Jam operasi dimulai
- Inti mediana melingkari umbilikus
- Uterus sebesar ~ 10 minggu, kenyal, adnexsa normal, KGB tidak membesar, ascites (-)
- Fiksasi uterus dengan klem di lateral, tindakan dimulai pada sisi kanan.
- Ligamentum rotundum dipotong membuka ruang retroperitoneal,
-
- Menurunkan bleader ke inferior, membuka bleader flop.
- Memotong a. Uterina dan ligamentum kardinale
- Tindakan yang sama dilakukan pada sisi yang kiri
- Membuka ruang peritoneal, memotong ligamentum retrovaginale kanan dan kiri
- Vaginectomy
- Vagina dijahit secara jelujur
-
Pukul 11.10 WIB operasi selesai.


Konsulen Operator




dr. Dino Rinaldy, Sp.OG(K)Onk dr. Dino Rinaldy, Sp.OG(K)Onk















LAPORAN OPERASI SALPHINGECTOMY

Nama Pasien : Ny. Siti Uminah Operator : dr.Nazif
Hari/Tanggal : Kamis 20 Maret 2014 Asisten I : Ni Wayan
Alamat : Negara Saka Asisten II :
Med.Rec/Reg : 1871015/357123 Anastesi : dr.Imam Ghazali,Sp.An
Anastesi : General Anastesi Instrument :

Pukul 10.30 operasi dimulai, dilakukan anastesi general. Dilakukan aseptic antiseptic pada
lapangan operasi.
- Keluar darah dari cavum abdomen, dilakukan eksplorisasi Nampak rupture pada tuba
kanan, diputuskan untuk dilakukan salphingektomy dextra.
- Setelah itu dilakukan eksplorisasi, tidak ditemukan perdarahan lebih lanjut.

LAPORAN OPERASI SSTP

Nama Pasien : Ny. Sari Apriliyanti (37 tahun) Operator : dr.Nazif
Hari/Tanggal : Jumat 21 Maret 2014 Asisten I :
Alamat : Bandar Lampung Asisten II :
Med.Rec/Reg : Anastesi : dr.Imam Ghazali,Sp.An
Anastesi : Spinal Anastesi Instrument : Ni Wayan


LAPORAN OPERASI SSTP

Nama Pasien : Ny. Leli Rosmita Operator : dr.Nazif
Hari/Tanggal : Kamis 21 Maret 2014 Asisten I :
Alamat : Blambangan Umpu Asisten II : M.Yahya Shobirin, S.Ked
Med.Rec/Reg : 1871015/356491 Anastesi : dr. Imam Ghazali, Sp,An
Anastesi : Spiral Anastesi Instrument : Ni Wayan


Pukul 14.00 operasi dimulai, dilakukan tindakan anastesi spinal. Dilakukan aseptic antiseptic
pada lapangan operasi dan sekitarnya. . Lapangan operasi dipersempit dengan doek steril. Dilakukan insisi
Pranenstiel, di atas luka lama, jaringan parut di eksisi. insisi diperdalam secara tajam sampai menembus peritoneum.
Peritoneum dibuka, tampak uterus sebesar kehamilan aterm. Diputuskan untuk melakukan Seksio Sesaria
Transperitonealis Profunda dengan cara sbb:

Insisi membuka Plika Vesiko Uterina, vesika urinaria disisihkan kebawah.
Insisi SBR Semilunar ( 5 cm), jahid diperdalam dibagian tengah dan ditembus secara tumpul dengan klem, dan
diperlebar ke lateral dengan jari, ketuban cukup, jernih, bai (-). Bayi dilahirkan dengan cara meluksir kepala.

Pukul 14.10 WIB. Lahir Neonatus Hidup laki laki dengan BB 2900gr, PB 48 cm, AS 8/9 FT AGA.
Ke dalam cairan infus dimasukkan oksitosin 20 IU. Plasenta dilahirkan dengan tarikan ringan pada tali pusat.

Pukul 14.15 WIB lahir plasenta lengkap dengan berat 510gr, panjang tali pusat 51cm dengan ukuran 18x19 cm.
Selanjutnya dilakukan pembersihan cavum uteri dengan kassa, dilanjutkan dengan penjahitan SBR dengan cara sbb :

Dilakukan penjahitan SBR 1 lapis secara jelujur dengan atramat nomor 1.0
Perdarahan dirawat sebagaimana mestinya.
Retroperitonealisasi secara jelujur dengan plain catgut no. 2.0.

Dilakukan pencucian kavum abdomen dengan NaCl 0,9%. Dilanjutkan penutupan dinding abdomen lapis demi lapis
dengan cara sebagai berikut:
Peritoneum dijahit jelujur dengan plain catgut nomor 2.0
Otot dijahit secara jelujur dengan plain catgut nomor 2.0
Fascia dijahit secara jelujur dengan atramat nomor 1.0
Subkutis dijahit secara jelujur dengan plain catgut nomor 1.0
Kutis dijahit secara jelujur subkutikuler dengan chromic catgut nomor 3.0

Luka operasi dibersihkan lalu ditutup dengan sofratule, kassa, dan hypafix.
Pukul 15.00 WIB Operasi selesai

Diagnosis pra bedah : G2P1A0 Hamil 35 Minggu inpartu dengan PEB dengan bekas SC 1 x JTH Preskep
Diagnosis pasca bedah : P
2
A
0
Post SSTP dengan PEB + bekas SC 1x
Tindaka : SSTP

Konsulen Operator




dr. Zulfadli, Sp. OG dr. Zulfadli, Sp. OG


LAPORAN OPERASI

Nama Pasien : Ny. Rohana Febriana Operator : dr.Nazif
Hari/Tanggal : Jumat 22 Maret 2014 Asisten I :
Alamat : Bandar Lampung Asisten II :
Med.Rec/Reg : 1871027/357239 Anastesi : dr. Imam Ghazali, Sp,An
Anastesi : Spiral Anastesi Instrument : Ni Wayan

Pukul 13.30 operasi dimulai, dilakukan tindakan anastesi spinal. Dilakukan aseptic antiseptic
pada lapangan operasi dan sekitarnya. . Lapangan operasi dipersempit dengan doek steril. Dilakukan insisi
Pranenstiel, di atas luka lama, jaringan parut di eksisi. insisi diperdalam secara tajam sampai menembus peritoneum.
Peritoneum dibuka, tampak uterus sebesar kehamilan aterm. Diputuskan untuk melakukan Seksio Sesaria
Transperitonealis Profunda dengan cara sbb:

Insisi membuka Plika Vesiko Uterina, vesika urinaria disisihkan kebawah.
Insisi SBR Semilunar ( 5 cm), jahid diperdalam dibagian tengah dan ditembus secara tumpul dengan klem, dan
diperlebar ke lateral dengan jari, ketuban cukup, jernih, bai (-). Bayi dilahirkan dengan cara meluksir kepala.

Pukul 13.40 WIB. Lahir Neonatus Hidup laki laki dengan BB 3200gr, PB 48 cm, AS 8/9 FT AGA.
Ke dalam cairan infus dimasukkan oksitosin 20 IU. Plasenta dilahirkan dengan tarikan ringan pada tali pusat.

Pukul 13.45 WIB lahir plasenta lengkap dengan berat 450gr, panjang tali pusat 47cm dengan ukuran 18x19 cm.
Selanjutnya dilakukan pembersihan cavum uteri dengan kassa, dilanjutkan dengan penjahitan SBR dengan cara sbb :

Dilakukan penjahitan SBR 1 lapis secara jelujur dengan atramat nomor 1.0
Perdarahan dirawat sebagaimana mestinya.
Retroperitonealisasi secara jelujur dengan plain catgut no. 2.0.

Dilakukan pencucian kavum abdomen dengan NaCl 0,9%. Dilanjutkan penutupan dinding abdomen lapis demi lapis
dengan cara sebagai berikut:
Peritoneum dijahit jelujur dengan plain catgut nomor 2.0
Otot dijahit secara jelujur dengan plain catgut nomor 2.0
Fascia dijahit secara jelujur dengan atramat nomor 1.0
Subkutis dijahit secara jelujur dengan plain catgut nomor 1.0
Kutis dijahit secara jelujur subkutikuler dengan chromic catgut nomor 3.0

Luka operasi dibersihkan lalu ditutup dengan sofratule, kassa, dan hypafix.
Pukul 14.30 WIB Operasi selesai

Diagnosis pra bedah : G2P1A0 Hamil aterm 37 minggu inpartu kala1 fase aktif dengan menyentuh garis
bertindak WHO + ketuban pecah 3 hari yang lalu dengan bekas SC 1 x (a.i tangan
menumbung) JTH Preskep
Diagnosis pasca bedah : P
2
A
0
Post SSTP a.i Malposisi
Tindakan : SSTP

Konsulen Operator




dr. Zulfadli, Sp. OG dr. Zulfadli, Sp. OG