Anda di halaman 1dari 2

Penurunan kesadaran pada infeksi susunan saraf pusat

Penurunan kesadaran pada pada pasien dengan infeksi SSP dapat terjadi secara kualitatif
(hilang orientasi, perubahan tingkah laku, gelisah, bicara kacau, delirium) maupun kuantitatif
(GCS yang menurun). Penurunan kesadaran dapat terjadi akibat gangguan yang luas pada
korteks serebral atau jejas pada area spesifik pada batang otak dan jaras diensefalik yang
mengatur seluruh tingkat fungsi kortikal khususnya kesadaran.
Untuk menentukan apakah suatu penurunan kesadaran disebabkan oleh infeksi SSP, maka
perlu diketahui tanda dan gejalanya, seperti demam, nyeri kepala, tanda-tanda rangsang
selaput otak, atau adanya defisit neurologis fokal. Infeksi SSP seringkali memberikan gejala
klinis yang sama walaupun melibatkan agen yang berbeda.
Secara garis besar, penyebab penurunan kesadaran pada infeksi SSP terjadi akibat perubahan
metabolisme serebral yang berujung pada jejas dan kerusakan sel neuron otak. Infeksi
leptomeningeal seringkali menyebabkan edema serebral yang disebabkan oleh proses inflamasi
atau iskemik jaringan otak. Edema serebral selanjutnya dapat menyebabkan herniasi, baik tipe
transtentorial maupun serebral tonsilar. Edema otak pada meningitis terjadi akibat peningkatan
permeabilitas pada sawar darah otak yang dimediasi oleh edema vasogenik (inflamasi SSP),
pelepasan toksin oleh bakteri maupun neutrofil yang mengakibatkan edema intraseluler dan
sindrom Inappropriate Antidiuretic Hormone (SIADH) akibat inflamasi dan terakhir akibat
resistensi aliran likuor serebrospinal yang menyebabkan edema interstitial. SIADH terjadi pada
50% kasus meningitis.
SSP adalah organ yang terlindung dalam ruang dengan ukuran yang tetap dan memiliki
kemampuan ekspansi yang tetap. Jika terjadi penambahan volume komponen intrakranial, akan
terjadi kompensasi dalam bentuk penyusutan volume salah satu komponennya. Komponen
cairan tidak dapat menyusut, sehingga peningkatan intrakranial akan mengakibatkan tekanan
pada sel-sel neuron. Kerusakan pada neuron ini disebabkan oleh:
1. Inflamasi difus serebral dan batang otak yang menyebabkan edema
2. Gangguan transportasi cairan serebrospinalis yang menyebabkan hidrosefalus
3. Efek massa (contoh tuberkuloma / abses serebri)
4. Pasca bangkitan
5. Gangguan keseimbangan elektrolit
6. Vaskulitis masif yang menyebabkan infark serebral luas