Anda di halaman 1dari 2

1

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. DEFINISI
Konjungtivitis vernalis adalah konjungtivitis akibat reaksi hipersensitivitas
tipe 1 yang mengenai kedua mata dan bersifat rekuren.
1

2.2. ETIOLOGI
Konjungtivitis vernalis terjadi akibat alergi dan cenderung kambuh pada
musim panas. Konjungtivitis vernalis sering terjadi pada anak-anak, biasanya
dimulai sebelum masa pubertas dan berhenti sebelum usia 20 tahun.
4

2.3. PATOFISIOLOGI
Perubahan struktur konjungtiva erat kaitannya dengan timbulnya radang
interstitial yang banyak didominasi oleh reaksi hipersensitivitas tipe I dan tipe IV.
Pada konjungtiva akan dijumpai hyperemia dan vasodilatasi difus, yang dengan
cepat akan diikuti dengan hiperplasi akibat proliferasi jaringan yang menghasilkan
pembentukan jaringan ikat yang tidak terkendali. Kondisi ini akan diikuti oleh
hyalinisasi dan menimbulkan deposit pada konjungtiva sehingga terbentuklah
gambaran cobblestone. Jaringan ikat yang berlebihan ini akan memberikan warna
putih susu kebiruan sehingga konjungtiva tampak buram dan tidak berkilau.
Proliferasi yang spesifik pada konjungtiva tarsal, oleh von Graefe disebut
pavement like granulations. Hipertofi papil pada konjungtiva tarsal tidak jarang
mengakibatkan ptosis mekanik dan dalam kasus yang berat akan disertai keratitis
serta erosi epitel kornea.
Limbus konjungtiva juga memperlihatkan perubahan akibat vasodilatasi
dan hipertrofi yang menghasilkan lesi fokal. Pada tingkat yang berat, kekeruhan
2

pada limbus sering menimbulkan gambaran distrofi dan menimbulkan gangguan
dalam kualitas maupun kuantitas stem cells limbus. Kondisi yang terakhir ini
mungkin berkaitan dengan konjungtivalisasi pada penderita keratokonjungtivitis
dan dikemudian hari beresiko timbulnya pteregium pada usia muda. Di samping
itu, juga terdapat kista-kista kecil yang dengan cepat akan mengalami degenerasi.
3

2.4. GAMBARAN HISTOPATOLOGIK
Tahap awal konjungtivitis vernalis ditandai oleh fase prehipertrofi. Dalam
kaitan ini, akan tampak pembentukan neovaskularisasi dan pembentukan papil
yang ditutup oleh satu lapis sel epitel dengan degenerasi mukoid dalam kripta di
antara pupil serta pseudomembran milky white. Pembentukan papil ini
berhubungan dengan infiltrasi stroma oleh sel-sel PMN, eosinofil, basofil dan sel
mast.
Fase vascular dan selular dini akan segera diikuti dengan deposisi kolagen,
hialuronidase, peningkatan vaskularisasi yang lebih mencolok, serta reduksi sel
radang secara keseluruhan sehingga hal ini mengakibatkan terbentuknya deposit
stone yang terlihat secara nyata pada pemeriksaan klinis. Hyperplasia jaringan ikat
meluas ke atas membentuk giant papil bertangkai dengan dasar perlekatan yang
luas.
3