Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Masalah

Indonesia adalah salah satu negara kepulauan yang memiliki banyak
wilayah yang terbentang di sekitarnya. Ini menyebabkan keanekaragaman suku,
adat istiadat dan kebudayaan dari setiap suku di setiap wilayahnya. Hal ini
sungguh sangat menakjubakan karena biarpun Indonesia memiliki banyak wilayah,
yang berbeda suku bangsanya, tetapi kita semua dapat hidup rukun satu sama
lainnya. Untuk terciptanya sebuah kerukunan maka diperlukan keadilan dalam
setiap sendi kehidupan social penduduknya.

B. Tujuan Penulisan
Makalah ini dibuat untuk menambah wawasan kita sebagai mahasiswa dan
untuk memenuhi tugas dari matakuliah PKN. penulis juga dapat memberikan suatu
kontribusi mengenai keadilan sosial dan dapat memberikan sebuah dorongan untuk
lebih memahami makna keadilan sosial dalam era globalisasi ini, khususnya bagi
penyusun dan umumnya bagi kawan kawan yang membaca makalah ini
C. Metode Penulisan
Untuk mendapatkan informasi yang di perlukan, penulis mempergunakan
metode studi kepustakaan atau studi pustaka. Tidak hanya itu, penulis juga mencari
bahan dari media masa elektronik dan Internet.
BAB II
PEMBAHASAN
KEADILAN SOSIAL



A. Pengertian Keadilan Sosial
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, keadilan mempunyai arti sifat
( perbuatan, perlakuan dsb ) yang tidak berat sebelah ( tidak memihak ).
Sedangkan sosial berarti segala sesuatu yang mengenai masyarakat,
kemasyarakatan atau perkumpulan yang bersifat dan bertujuan kemasyarakatan
(bukan dagang atau politik). Keadilan sosial pada dasarnya tidak lain daripada
keadilan.
Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi
tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat.
Keadilan terwujud dalam masyarakt bilamana setiap anggota masyarakat
melakukan fungsinya secara balk menurut kemampuannya. Fungsi penguasa ialah
membagi-bagikan fungsi-fungsi dalam negara kepada masing-masing orang sesuai
dengan keserasian itu. Setiap orang tidak mencampuri tugas dan urusan yang tidak
cocok baginya. Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak
lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan
pertentangan dan ketidakserasian. Misalnya, seorang pengurus kesehatan
mencampuri urusan pendidikan, atau seorang petugas pertanian mencampuri
urusan petugas kehutanan. Bila itu dilakukan maka akan terjadi kekacauan.
Keadilan menurut aritoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan
diartikan sebagai titik tengah di antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak
dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang ayau benda.
Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah
ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil atau
hasil yang sama. Kalau tidak sama , maka masing-masing orang akan menerima
bagian yang tidak sama, sedang pelanggaran terhadap proporsi tersebut berarti
ketidakadilan.
Untuk mencapai keadilan, manusia tidak hanya berkewajiban menata diri
sendiri, namun juga wajib menata masyarakat dan negara yang diatur hukum. Hal
tersebut harus dilakukan agar setiap hak dan kewajiban dapat dilaksanakan secara
seimbang
Jadi keadilan bila disimpulkan adalah :
1. Kesadaran adanya hak yang sama bagi setiap warga Negara
2. Kesadaran adanya kewajiban yang sama bagi setiap warga Negara
3. Hak dan kewajiban untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran merata.
Cirri-ciri keadilan adalah :
1. Tidak memihak
2. Sama hak
3. Sah menurut hokum
4. Layak dan wajar
5. Benar secara moral

Sedangkan akibat dari ketidak adilan adalah sebagai berikut :
1. Kehancuran : diri, keluarga, perusahaan, masyarakat, bangsa dan Negara
2. Kezaliman yaitu keadaan yang tidak lagi menghargai, menghormati
hak-hak orang lain, sewenang- wenang merampas hak orang lain demi
keserakahan dan kepuasan nafsu.
Bagaimana agar kita bias memiliki sifat adil, sebagai manusia
sesungguhnya kita secara alamiah memiliki sifat adil yang lahir dari nurani
masing-masing. Namun seiring bertumbuhnya seorang manusia, maka ia akan
dipengaruhi oleh egonya dan tekanan-tekanan sekitar membuatnya menyimpang
dari sifat alamiahnya. Untuk itu kita perlu memupuk rasa keadilan dengan bertekad
bahwa hanya dengan keadilan hidup akan berkah. Berlaku adil pada siapapun agar
hidup sukses. Serta mencari ilmu sebab dengan berilmu dapat mengetahui hak dan
kewajiban dan aturan hidup yang benar. Menghasilkan masalah dengan data dan
informasi yang BAL (benar, akurat, lengkap). Menjadikan keadilan sebagai kunci
kebahagiaan, keselamatan, kesuksesan dan kemuliaan dalam hidup.
Macam-macam Keadilan :
1. Keadilan legalis
Keadilan legalis artinya keadilan yang arahnya dari pribadi ke seluruh
masyarakat. Manusia pribadi wajib memperlakukan perserikatan manusia sebagai
keseluruhan sebagai anggota yang sama martabatnya. Manusia itu sana dihadapan
hukum, tidak ubahnya dengan anggota masyarakat yang lain. Contoh : warga egara
taat membayar pajak, mematuhi peraturan berlalu lintas di jalan raya. Jadi, setiap
warga negara dituntut untuk patuh pada hukum yang berlaku.
2. Keadilan distributive
Keadilan distributive adala keseluruhan masyarakat wajib
memperlakukan manusia pribadi sebagai manusia yang sama martabatnya. Dengan
kata lain, apabila ada satu hukum yang berlaku maka hukum itu berlaku sama bagi
semua warga masyarakat. Pemerintah sebagai representasi negara wajib
memberikan pelayanan dan mendistribusikan seluruh kekayaan negara (asas
pemerataan) dan memberi kesempatan yang sama kepada warga negara untuk
dapat mengakses fasilitas yang disediakan oleh negara (tidak diskriminatif).
Contoh : tersedianya fasilitas pendidikan untuk rakyat, jalan raya untuk
transportasi umum termasuk untuk penyandang cacat dan lanjut usia.

3. Keadilan komutatif
Hal ini khusus antara manusia pribadi yang satu dengan yang lain.
Artinya tak lain warga masyarakat wajib memperlakukan warga lain sebagai
pribadi yang sama martabatnya. Ukuran pemberian haknya berdasar prestasi.
Orang yang punya prestasi yang sama diberi hak yang sama. Jadi sesuatu yang
dapat dicapai oleh seseorang arus dipandang sebagai miliknya dan kita berikan
secara proposional sebagaimana adanya. Contoh : saling hormat-menghormati
antar-sesama manusia toleransi dalam pendapat dan keyakinan, salin bekerja sama.

B. Keadilan Sosial

Negara pancasila adalah negara kebangsaan yang berkeadilan sosial,
yang berarti bahwa negara sebagai penjelmaan manusia sebagai Makhluk Tuhan
yang Maha Esa, sifat kodrat individu dan makhluk sosial bertujuan untuk
mewujudkan suatu keadilan dalam hidup bersama (Keadilan Sosial). Keadilan
sosial tersebut didasari dan dijiwai oleh hakikat keadilan manusia sebagai makhluk
yang beradab (sila II). Manusia pada hakikatnya adalah adil dan beradab, yang
berarti manusia harus adil terhadap diri sendiri, adil terhadap Tuhannya, adil
terhadap orang lain dan masyarakat serta adil terhadap lingkungan alamnya.

Dalam hidup bersama baik dalam masyarakat, bangsa dan negara harus
terwujud suatu keadilan (Keadilan Sosial), yang meliputi tiga hal yaitu : keadilan
distributif (keadilan membagi), yaitu negara terhadap warganya, kedilan legal
(keadilan bertaat), yaitu warga terhadap negaranya untuk mentaati peraturan
perundangan, dan keadilan komutatif (keadilan antarsesama warga negara), yaitu
hubungan keadilan antara warga satu dengan lainnya secara timbal balik.

Sebagai suatu negara berkeadilan sosial maka negara Indonesia yang
berlandaskan Pancasila sebagai suatu negara kebangsaan, bertujuan untuk
melindungi segenap warganya dan seluruh tumpah darah, memajukan
kesejahteraan umum, serta mencerdaskan warganya (tujuan khusus). Adapun
tujuan dalam pergaulan antar bangsa di masyarakat internasional bertujuan :
.....ikut menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian
abadi dan keadilan sosial. Dalam pengertian ini maka negara Indonesia sebagai
negara kebangsaan adalah berdasar keadilan sosial dalam melindungi dan
mensejahterakan warganya,demikian pula dalam pergaulan masyarakat
internasional berprinsip dasar pada kemerdekan serta keadilan dalam hidup
masyarakat.

Realisasi dan perlidungan keadilan dalam hidup bersama daam suatu
negara kebangsaan, mengharuskan negara untuk menciptakan suatu peraturan
perundang-undangan. Dalam pengertian inilah maka negara kebangsaan yang
berkeadilan sosial harus merupakan suatu negara yang berdasarkan atas hukum.
Sehingga sebagai suatu negara hukum harus terpenuhi adanya tiga syarat pokok
yaitu ; pengakuan dan perlindungan atas hak-hak asasi manusia, peradilan yang
bebas, dan legalitas dalam arti hukum dalam segala bentuknya. Konsekuensinya
sebagai suatu negara hukum yang berkeadilan sosial maka negara Indonesia harus
mengkui dan melindungi hak-hak asasi manusia, yang tercantum dalam Undang-
Undag dasar 1945 Pasal 27 ayat (1) dan (2),Pasal 28, Pasal 29 ayat (2), Pasal 31
ayat (1). Demikianlah sebagai suatu negara yang berkeadilan maka negara
berkewajiban melindugi hak-hak asasi warganya, sebaliknya warga negara
berkewajiban mentaati peraturan perundang-undangan sebagai manifestasi
keadilan legal dalam hidup bersama.

Keadilan sosial berwujud hendak melaksanakan kesejahteraan umum
dalam masyarakat bagi segala warga negara dan penduduk. Keadilan sosial di
bidang kemasyarakatan menjadi suatu segi dari perikeadilan yang bersama-sama
dengan perikemanusiaan ditentang dan dilanggar oleh penjajah yang harus
dilenyapkan, seperti dirumuskan dalam Pembukaan alinea I. Demokrasi politik
berhubungan dengan keadilan sosial memberi hak yang sama kepada segala warga
dalam hukum dan susunan masyarakat negara, seperti dirumuskan dalam pasal 27
dan 31 :
1. Persamaan kedudukan di dalam hukum dan pemerintahan,
2. Kewajiban menjunjung hukum dan pemerintahan,
3. Hak yang sama atas pekerjaan dan penghidupan yang layak,
4. Mendapat pengajaran

Keadilan politik dan keadilan ekonomi ialah isi yang menjadi terasnya
keadilan sosial yang mengindahkan perkembangan masyarakat dengan jaminan,
supaya kesejahteran umum terlaksana. Keadilan sosial memberi perimbangan
kepada kedudukan perseorangan dalam masyarakat dan negara. Dengan adanya
keadilan sebagai sila kelima dari dasar filsafat negara kita, maka berarti bahwa di
dalam negara, makmur dan kesejahteraan umum itu harus terjelma keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Keadilan sosial menurut Pembukaan UUD dimaksudkan tidak hanya bagi
rakyat Indonesia sendiri, akan tetapi juga bagi seluruh umat manusia. Keadilan
sosial dapat dikembalikan pula kepada sifat kodrat manusia monodualis, sehingga
keadilan sosial adalah sesuai pula dengan sifat hakekat negara kita sebagai negara
monodualis, bahwa di dalam keadilan sosial itu terkandung pula kesatuan yang
statis tak berubah dari kepentingan perseorangan atau kepentingan khusus dan
kepentingan umum dalam keseimbangan yang dinamis, yang mana di antara dua
macam kepentingan itu yang harus diutamakan tergantung dari keadaan dan
zaman, kalau buat keadaan dan zaman kita sekarang kepentigan umumlah yang
diutamakan.

Dengan demikian, lapangan tugas bekerjanya negara adalah hal
memelihara (keadilan sosial) dapat dibedakan demikian :
1. Memelihara kepentingan umum, yang khusus mengenai kepentingan negara
sendiri sebagai negara
2. Memelihara kepentingan umum dalam arti kepentingan bersama daripada para
warga negara, yang tidak dapat dilakukan oleh para warga negara sendiri
3. Memelihara kepentingan bersama dari warga negara perseorangan yang tidak
seluruhnya dapat dilakukan oleh warga negara sendiri, dalam bentuk bantuan
dari negara
4. Memelihara kepentingan dari warga negara perseorangan, yang tidak
seluruhnya dapat diselenggarakan oleh warga negara sendiri, dalam bentuk
bantuan dari negara, ada kalanya negara memelihara seluruhnya kepentingan
perseorangan (fakir miskin, anak terkantar)
5. Tidak semua bangsa Indonesia dalam keseluruhannya harus dilindungi, juga
suku bangsa, golongan warga negara, keluarga, warga negara perseorangan
6. Tidak cukup ada kesejahteraan dan ketinggian martabat kehidupan umum bagi
seluruh bangsa, juga harus ada kesejahteraan dan martabat kehidupan tinggi
bagi suku bangsa, setiap golongan warga negara, setiap keluarga, setiap warga
negara perseorangan.pemeliharaannya, baik diselenggarakan oleh negara
maupun oleh perseorangan sendiri, tidak dengan atau dengan bantuan negara.

Realisasi dari prinsip keadilan sosial tidak lain adalah dengan jalan
pembangunan yang benar-benar dapat dilaksanakan dan berguna serta dinikmati
oleh seluruh lapisan rakyat. Selain itu dalam realisasinya Pembangunan Nasional
merupakan suatu upaya untuk mecapai tujuan negara, sehingga Pembangunan
Nasional harus senantiasa meletakkan asas keadilan sebagai dasar operasional serta
dalam penentuan berbagai macam kebijaksanaan dalam pemerintahan negara.
Karena itu sangat terang bahwa kita harus meniadakan segala bentuk
kepincangan sosial dan kepincangan pembagian kekayaan nasional kita.
Kepincangan-kepincangan demikian bukan saja tidak menjamin terwujudnya
keadilan sosial, malahan merupakan penghambat dari kesetiakawanan yang
menjadi kekuatan penting dalam usaha kita untuk sama-sama memikul beban
pembangunan.
Untuk itu dikembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga
keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.













BAB III
PENUTUP



A. Kesimpulan
Untuk mencapai keadilan, manusia tidak hanya berkewajiban menata diri
sendiri, namun juga wajib menata masyarakat dan negara yang diatur hukum. Hal
tersebut harus dilakukan agar setiap hak dan kewajiban dapat dilaksanakan secara
seimbang
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok
bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan
kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau
referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

B. Saran
Dengan membaca makalah ini, pembaca disarankan agar bisa mengambil
manfaat tentang pentingnya identitas nasional bagi bangsa dan negara Indonesia
dan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga
kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan dengan baik.



DAFTAR PUSTAKA


Anonim.2011.KONSEPKEADILAN.http://vannoorsyamsu.blogspot.com/2011/05/k
onsep-keadilan.html.
Anonim.2011.KEADILAN.http://www.gudangmateri.com/2010/10/materi-kuliah-
dan-konsep-pkn.html
Anonim.2012.KONSEPKEADILAN.http://insanicita.blogspot.com/2012/03/konsep
-keadilan-sosial-menurut-john.html
Anonim.2010.KEADILANSOSIAL.http://susantnext.blogspot.com/2012/03/teori-
keadilan-sosial.html