Anda di halaman 1dari 9

SENI BERKOMUNIKASI

SENI BERKOMUNIKASI
Kenali diri, maka anda mengenal orang lain

Setiap hari kita selalu berkomunikasi, namun berapa banyak kita benar-benar
memperhatikan percakapan kita? Ataukah sejauh ini kita hanya mengikuti alur
percakapan yang ada? Sudahkah kita menjadi pengendali dalam sebuah
percakapan? Nah, dalam eBook ini, anda akan menyelami bagaimana mengenali
diri sendiri, sehingga anda akan dengan sangat mudahnya memahami keinginan
orang lain, dari sanalah lahir kesadaran untuk memuaskan keinginan kawan
bicara, dan jangan kaget ketika anda merasakan efeknya !!! Bagaimana caranya?
anda bisa menemukan jawabannya dalam ebook ini.


MIND
Dwi Prazetyo
Pembelajar ilmu pikiran sejak tahun 2003
MIND
EBOOK INI TERSEDIA GRATIS UNTUK ANDA
FREE EBOOK SENI BERKOMUNIKASI

FREE EBOOK 2014 EXPOS TEAM | MINDSETDESIGNER.BLOGSPOT.COM
M
I
N
D

Pendahuluan
Sejak dilahirkannya, manusia sudah mampu berkomunikasi baik secara verbal maupun non-
verbal, artinya dalam diam (tidak bicara) pun, kita tetap berkomunikasi dengan orang lain,
bagaimana bisa? Oh tentu bisa. Pernahkah anda mendengar seorang anak bayi yang
menggunakan kata-kata untuk memberitahukan sang ibu bahwa dia sedang ingin menyusu?
Tidak pernah bukan?! Sama halnya ketika ia ingin popoknya segera diganti, dia pun tidak
pernah menggunakan kata-kata, ya jelas karena ketika itu dia belum bisa bicara, tapi dia
menggunakan bahasa lain, bahasa yang alami, bahasa tangisan. Hebatnya, meskipun hanya
dengan tangisan, tapi dia mampu mengkomunikasikan kepada orang tuanya apa yang dia
butuhkan. Dari seluruh cerita tersebut saya ingin menyampaikan, bahwa anda, saya dan semua
manusia di seluruh bumi ini, selalu berkomunikasi, entah dengan percakapan, maupun
menggunakan bahasa alami yang sudah ada sejak kita dilahirkan (bahasa non-verbal).
Anda pernah mempelajari ilmu pikiran, seperti NLP, Hypnosis, EFT, atau Ego State Therapy?
Menurut pengamatan saya (belum tentu sama dengan pemikiran anda), ilmu-ilmu tersebut
adalah sebuah aplikasi yang berisi tools-tools atau peralatan yang bisa digunakan untuk
berkomunikasi dengan pikiran terdalam manusia yang biasa atau seringkali disebut dengan
Pikiran Bawah Sadar. Komunikasi tersebut bertujuan untuk banyak hal, salah satunya adalah
untuk therapy, dan dalam therapy sendiri, tidak jarang membutuhkan komunikasi dengan
bagian-bagian diri yang ada dalam diri kita, yang sangat mungkin salah satu dari bagian diri kita
tersebut mengalami trauma di masa lalu. Untuk memudahkan, saya akan menjelaskan bagian
diri dengan cara yang sangat amat sederhana, karena dengan mengenal bagian diri kita,
memungkinkan kita juga mengenal bagian-bagian diri yang ada pada orang lain, dengan begitu
maka kita bisa memilih dengan bagian diri yang mana yang saat ini perlu kita ajak bicara.
Saya pernah mendengar sebuah ungkapan bahwa Siapa yang mampu mengarahkan
komunikasi, dia menjadi pemegang kendali, saya sependapat dengan ungkapan tersebut,
karena jika ada komunikasi berarti ada kawan bicara,yang mungkin pemikirannya tidak sama
dengan anda, nah pernahkah anda memperhatikan arah komunikasi anda? Pernahkah anda
memperhatikan isi pikiran kawan bicara anda? Apakah dia menyukai berkomunikasi dengan
anda, atau tidak? Kita akan mempelajarinya bersama, dalam eBook yang singkat ini, namun
saya tetap mengusahakan agar anda dapat dengan mudah memahami agar bisa di praktekkan
dalam kehidupan anda sehari-hari.
Akhir kata, Selamat membaca.
Salam Hangat,

Dwi Prasetyo
Pembelajar dan Pecinta Seni, Blogger, Movie Lovers, seorang yang percaya adanya kehidupan
setelah kematian, dan mempercayai bahwa hidup yang sekarang ini haruslah bermanfaat.

FREE EBOOK SENI BERKOMUNIKASI

FREE EBOOK 2014 EXPOS TEAM | MINDSETDESIGNER.BLOGSPOT.COM
M
I
N
D

Bagian 1

4 Point Penting Dalam Berkomunikasi

Hampir disetiap aspek kehidupan yang kita lalui selalu ada hal-hal yang mesti kita perhatikan,
karena hal itu adalah hal yang menurut kita penting, begitu juga dalam berkomunikasi, kita
harus memperhatikan hal-hal penting yang menyangkut dengan situasi atau keadaan, dimana
dan dengan siapa kita sedang berkomunikasi, nah disinilah kita akan menemukan apa yang
penulis katakan tentang berkomunikasi, bahwa hal itu adalah suatu seni dengan nilai yang
sangat tinggi, karena bukanlah hal yang selalu baku dan memiliki prosedur yang berurutan, dari
sini kita perlu mengenal dan mempelajari, serta yang menurut penulis jadi hal terpenting adalah
kita juga harus mengalami sendiri kondisi dan situasi saat kita berkomunikasi, dengan siapa kita
berkomunikasi juga menjadi hal yang penting yang harus di perhatikan, karena kebanyakan
orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Dengan mengetahui ketidak-bakuan dalam
berkomunikasi, penulis ingin menekankan kepada anda semua yang senang membaca tulisan
ini, bahwa apa yang tertulis yang diambil dari pembelajaran serta pengalaman penulis sejak
lama ini tidak harus anda praktekkan secara berurutan, karena sangat amat mungkin anda
menemui peristiwa dengan kondisi yang acak, sama seperti yang penulis sering alami.


1. Perhatian

Point penting pertama dalam berkomunikasi ini merujuk pada 2 hal, yang pertama merujuk
kepada diri sendiri, dan yang kedua merujuk kepada seseorang yang kita ajak berkomunikasi.

Rujukan pertama yang mengarah kepada diri kita sendiri dimaksudkan bahwa kita harus bisa
mengambil perhatian dari orang yang kita ajak bicara agar terfokus pada kita dan pembicaraan
yang kita arahkan, karena bagaimana mungkin anda bisa menyampaikan sebuah pesan yang
ingin anda sampaikan bila kawan bicara anda memiliki fokus perhatian yang terpecah-belah,
oleh karenanya, anda perlu strategi menarik perhatian yang tidak keluar dari jalur hukum-hukum
dalam berkomunikasi yang sudah penulis rumuskan.

Rujukan kedua yang mengarah kepada kawan bicara anda yang dimaksud adalah, anda harus
memperhatikan, kapan saatnya dia membutuhkan perhatian, ketika anda menemukan moment
itu anda tinggal memberikan feedback dengan kalimat yang tidak disadari atau bahasa tubuh
yang sesuai agar perhatian yang berupa pesan yang anda berikan bisa sampai ke pikirannya
yang terdalam tanpa disadari olehnya, sehingga dia tidak bisa mengkritisi apa yang anda
sedang lakukan. Dia hanya akan langung merasakan bahwa anda adalah orang yang begitu
perhatian. Tapi yang perlu di ingat adalah, perhatian itu harus di berikan dengan tulus, tanpa
ada maksud atau tujuan tertentu, jika tidak maka akan ada kemungkinan anda menerima efek
yang kurang baik dalam hubungan anda. Murnikanlah niat anda sebelumnya. Penulis memiliki
senior di sebuah Team, dan senior penulis pernah memberikan suatu nasihat, bahwa apa yang
kita terima saat ini hanyalah efek dari apa yang kita niatkan dan lakukan dimasa lalu.
Untuk itulah kemurnian niat anda dalam memberikan perhatian kepada kawan bicara anda
menjadi penting.




FREE EBOOK SENI BERKOMUNIKASI

FREE EBOOK 2014 EXPOS TEAM | MINDSETDESIGNER.BLOGSPOT.COM
M
I
N
D

2. Pengertian

Point ini memiliki 2 tujuan, yang pertama adalah memberikan pengertian secara sederhana
namun tetap menarik dari apa yang sedang anda bicarakan atau sampaikan, dimaksudkan agar
penyampaian anda mudah dipahami oleh pikiran kawan bicara kita, karena pada dasarnya
pikiran semua orang menyukai hal-hal yang sederhana. Ketika anda menjelaskan sesuatu
dengan bahasa yang tidak mudah dimengerti oleh kawan bicara anda, maka hampir dapat
dipastikan pikirannya tidak akan fokus lagi pada inti penyampaian anda, pikirannya sedang
berusaha menterjemahkan maksud-maksud dari perkataan anda, bukan memahaminya. Efek
dari hal tersebut adalah anda di cap sebagai orang yang kurang asik untuk di ajak bicara, lebih
buruk lagi, bisa jadi anda di cap sebagai orang yang sombong karena terlalu banyak
menggunakan istilah-istilah yang tidak dipahami olehnya, cap itu diberikan oleh pikiran
terdalamnya, disadari atau tidak disadari olehnya. Maka dari itu, gunakanlah kalimat yang
sekiranya sederhana yang mungkin dapat di mengerti oleh kawan bicara anda, maka pikiran
terdalamnya akan mencap anda sebagai orang yang supple dan asik untuk berinteraksi.


Sedangkan tujuan yang kedua bertujuan agar kita dapat mengerti keadaan atau situasi juga
kondisi yang sedang kawan bicara kita inginkan, buat dia senantiasa merasa nyaman dari
perkataan maupun dari perbuatan anda kepadanya.

Dengan begitu kita dapat mengartikan bahwa disini kita akan memenggal ego kita demi
hubungan baik yang sedang kita bangun dengan kawan bicara kita. Seringkali penulis
menemukan beberapa orang yang sedang berinteraksi namun sama sekali tidak
memperhatikan point kedua yang sangat amat penting dalam berkomunikasi, yang terjadi
kemudian adalah hubungan mereka menjadi kurang sehat, hanya karena mementingkan ego
masing-masing. Anda harus dapat melihat dengan cermat kapan saatnya kawan bicara kita
butuh untuk di mengerti, sehingga anda bisa memberikan point kedua ini disaat yang tepat dia
membutuhkannya. Anda butuh dimengerti? Hal itu juga pasti berlaku pada kawan bicara kita
tentunya, oleh karenanya mengertilah, maka anda akan mendapatkan perhatiannya yang lebih
mendalam terhadap diri anda.


3. Penolong

Pernahkah anda ditolong oleh seseorang? Apa yang anda rasakan setelahnya? Biasanya kita
akan merasa perlu berterima kasih pada orang tersebut, bukan?
Tepat, seperti dugaan anda, kita akan menggunakan point ke tiga ini untuk hal yang sejenis itu.
Artinya, tidak selalu kita memberikan pertolongan hanya dalam perbuatan, Percaya atau tidak
ternyata kita juga bisa memberikan pertolongan ketika kita berinteraksi dengan seseorang yaitu
saat berkomunikasi dengannya. Sebenarnya Hal ini tidak mudah di jelaskan, karena
membutuhkan praktek secara langsung, penulis akan dengan gamblang memberikan contoh
pada kelas yang penulis buat, yaitu kelas HYPNOSIS, SENI BERKOMUNIKASI DENGAN
ELEGAN, kita bisa mempelajari bersama-sama dalam kelas tersebut, melalui praktek-praktek
berkomunikasi. Tapi tenang, penulis tetap berusaha untuk menyampaikan inti dari maksud point
ketiga ini melalui sebuah cerita, point ini memiliki cara yang unik dan sangat menarik, karena
kita berusaha untuk menyentuh pikiran bawah sadar kawan bicara agar merasa nyaman
dengan kita hanya dengan melalui percakapan sehari-hari.
Perhatikan dengan seksama cerita berikut ini, semoga anda bisa memahami maksud dari cerita
ini, karena sangat berhubungan erat dengan Point ketiga yang sedang kita bicarakan, meskipun
FREE EBOOK SENI BERKOMUNIKASI

FREE EBOOK 2014 EXPOS TEAM | MINDSETDESIGNER.BLOGSPOT.COM
M
I
N
D

masih banyak peristiwa lain yang sering penulis temukan untuk dapat menggunakan point
ketiga ini, kiranya semoga cerita ini dapat mewakilinya.

Disuatu negeri terdapat seorang sufi --orang yang menjalani kehidupan dengan selalu
memurnikan pikiran dan jiwa mereka-- sedang berjualan di pasar, sufi tersebut sangat
sederhana, namun memiliki kepribadian (yang menurut orang lain) menarik. Suatu ketika ada
seorang wanita cantik yang hendak membeli barang dagangannya, namun bersamaan dengan
percakapan dimulai, wanita cantik tersebut tidak dengan sengaja kentut tepat dihadapan sang
sufi, wanita tersebut merasa malu karena perbuatan yang tidak disengajanya, karena melihat
ekspresi wanita tersebut yang merasa malu, sufi tersebut dengan cepat bereaksi dan berpura-
pura menjadi seseorang yang tuli, sufi tersebut menanyakan ulang apa yang di ucapkan wanita
tersebut tadi anda mengatakan apa nona? sambil mengarahkan telinganya ke arah wanita
tadi, lalu wanita itu (masih dengan perasaan malu) mengulang ucapannya, kembali lagi sufi
tersebut pura-pura tidak mendengarnya, sambil mengatakan apa nona? Bisa di ucapkan
dengan lebih keras?, hal ini membuat si wanita cantik tadi merasa lega, karena merasa bahwa
orang dihadapanya tidak bisa mendengar, artinya dipikiran wanita ini mengira bahwa si sufi
tersebut tidak mendengar kentutnya karena tuli.

4. Hormat
Pada point ini penulis merasa sangat penting sekali menggunakannya tanpa disadari kawan
bicara kita, meskipun point-point sebelumnya juga seharusnya seperti itu. Karena sebenarnya
yang sedang kita ajak bicara adalah egonya orang tersebut. Point ini bisa menjadi awal untuk
mengarahkan pemikiran kawan bicara kita sesuai dengan arah pembicaraan yang kita inginkan,
contohnya adalah dalam kasus yang sering terjadi pada masyarakat kita, yaitu perbedaan
pendapat, maka point ini bisa anda gunakan ketika menjumpai hal tersebut, jangan pernah
membantah isi pemikirannya pada awal pembicaraan, karena hanya akan memberi efek kondisi
hubungan yang kurang menyenangkan ditataran pikiran kita masing-masing. Sama seperti
salah satu hukum rimba yang pernah kita pelajari dalam pendidikan formal, yaitu sekelompok
mahkluk hidup hanya akan hidup berdampingan sesuai dengan habitatnya saja, dalam hal ini
artinya, kita akan merasakan kenyamanan berinteraksi ketika kita merasa memiliki kesamaan
dengan orang yang kita ajak bicara.
Maka dengan itu usahakan hormati apapun pemikirannya, meskipun itu tidak sesuai dengan
apa yang anda pikirkan, terlebih lagi anda akan sangat merasa perlu menahan ego anda ketika
berbicara dengan orang yang memiliki pengetahuan jauh dibawah anda. Tak perlu menjadi
sombong ketika kerendah-hatian andalah yang diperlukan, dengan begitu tanpa disadari, anda
telah menghormatinya, dan pikiran terdalam kawan bicara anda akan menangkap
penghormatan yang anda berikan secara tidak disadari.


FREE EBOOK SENI BERKOMUNIKASI

FREE EBOOK 2014 EXPOS TEAM | MINDSETDESIGNER.BLOGSPOT.COM
M
I
N
D

Dari ke empat point diatas, yang harus anda benar-benar sadari adalah pemilihan kata yang
tepat agar pikirannya terarah kearah yang anda inginkan, karena kata-kata yang anda ucapkan
akan sangat berpengaruh pada pikirannya.
Banyak orang sejauh ini belum menyadari pentingnya penggunaan kata-kata yang tepat, entah
karena mode jaman saat ini, atau karena keterbatasan pengetahuan orang tersebut, ketika
penggunaan kata-kata anda kurang tepat, maka sasaran yang ingin anda tuju akan meleset
atau menyimpang jauh. Seberapa banyak miss-communication ketika kita berinteraksi dengan
orang lain? sehingga menimbulkan kesalahan persepsi atas penyampaian yang ingin anda
sampaikan. Tidak jarang hal tersebut terjadi hanya karena kurang tepatnya penggunaan kata-
kata. Maka dari itu pelajarilah dan sesuaikan kata-kata yang tepat untuk setiap kondisi, situasi
dan dengan siapa kita berinteraksi.




FREE EBOOK SENI BERKOMUNIKASI

FREE EBOOK 2014 EXPOS TEAM | MINDSETDESIGNER.BLOGSPOT.COM
M
I
N
D



























Bersambung ke Bagian 2 : Mengenal Diri =Mengenal Orang lain.
Pada Bagian 2 dijelaskan tentang beberapa sifat diri, yang seharusnya kita sadari dan
waspadai, Kita akan menyelami bersama tentang diri ini, sehingga kita bisa mengetahuai
sifat-sifat yang sama yang terdapat dalam diri orang lain.
Sifat diri ini ada pada semua manusia, dengan mengenal apa yang ada dalam diri kita,
maka memungkinkan kita dengan mudah memahami keinginan orang lain.
Tidak hanya itu, apa yang ada di bagian kedua bisa anda praktekkan untuk memperkuat
ilmu-ilmu yang ada pada Bagian 1, jadi Bagian 2 sangat erat hubungannya dengan apa
yang dijelaskan pada Bagian 1, dengan penjelasan yang sederhana, tapi ketika anda
praktekkan, maka anda sudah mampu menggunakan Covert Hypnosis dalam percakapan
sehari-hari.
Jika anda ingin melanjutkan membaca dan mempelajarinya, anda bisa mendapatkannya
dengan Gratis, anda hanya perlu mengirimkan eMail kepada penulis tentang bagaimana
menurut pendapat anda tentang eBook ini? Dengan penjelasan yang sederhana, Apakah
sudah cukup mudah dimengerti? atau mungkin anda memiliki pendapat lain?
Silahkan kirimkan pendapat anda tentang eBook ini ke alamat email penulis dengan
Subjek eBook Seni Berkomunikasi - Pendapatku.
Formatnya adalah sebagai berikut :
Nama :
Pekerjaan :
Pendapat Anda :


Ketika anda sudah mengirimi email tersebut, anda bisa mengkonfirmasi penulis melalui FB :
www.FB.me/dprazetyo atau sms ke 0856 1122 949, agar penulis bisa cepat membalas pesan email
dari anda, dan penulis akan lampirkan pada email balasan tersebut, eBook SENI BERKOMUNIKASI,
Bagian ke-2, GRATIS untuk anda, sebagai rasa terima kasih penulis karena anda telah memberikan
feedback.
Salam Hangat,
Dwi Prasetyo
Note : Penulis mohon ijin dari anda semua, karena penulis akan menampilkan pendapat anda
tentang eBook ini pada blog penulis di www.MindsetDesigner.blogspot.com Terima kasih.

FREE EBOOK SENI BERKOMUNIKASI

FREE EBOOK 2014 EXPOS TEAM | MINDSETDESIGNER.BLOGSPOT.COM
M
I
N
D

Tentang Penulis
Sejak tahun 2003, Dwi Prasetyo sudah mempelajari ilmu pikiran,
tahun tersebut adalah awal perjumpaannya dengan seniornya, yang
mengajarinya banyak hal tentang kehidupan ini. Termasuk
didalamnya bagaimana cara berkomunikasi antar sesama manusia.
Februari, Tahun 2007 seniornya membentuk team yang khusus
mendalami ilmu pikiran, yang bernama EXPOS atau kepanjangan
dari Extra Power System, makna dari nama team tersebut adalah,
setiap manusia memiliki potensi yang luar biasa dalam dirinya
yang harus dibangkitkan agar bisa di manfaatkan selama
manusia itu hidup di planet yang bernama BUMI.
Pelajaran yang didapatnya dari Team Expos adalah pelajaran
yang sudah disederhanakan oleh seniornya, sehingga dengan mudah dwi
dapat memahami ilmu pikiran, hampir tidak ada istilah-istilah, dengan gaya penyampaian yang
sederhana dan bahasa yang mudah dimengerti, karena mempergunakan bahasa sehari-hari. Tak hanya
teori yang dipelajari di team ini, perilaku senior juga sangat banyak yang menarik dan menjadi
perhatiannya, Sebab itulah perilaku seniornya tertangkap oleh pikiran terdalamnya dan menjadi bagian
dari dirinya sekarang ini.
Kecintaannya pada dunia pikiran, membuatnya semakin terus ingin mendalaminya, yang pada akhirnya
Dwi mempelajari NLP, Coaching, Hypnosis, Mentalism, EFT, juga Ego State Therapy untuk meruncingkan
apa yang sebelumnya sudah pernah ia dapatkan. Semakin bertambahnya pengetahuan tentang ilmu
pikiran, tak membuat dwi berhenti untuk mempelajarinya.
Ingin hidupnya lebih bermanfaat, adalah salah satu percikan dari kebersamaannya selama ini dengan
teamnya, dan menjadi prinsip dalam kehidupannya.
Dwi bisa di jumpai di beberapa social media dan juga Blog :
Facebook : www.fb.me/dprazetyo
Twitter : www.twitter.com/dprazetyo
G+: https://plus.google.com/+DwiPrazetyo
Yahoo Messanger : dprazetyo69
www.MindsetDesigner.blogspot.com



FREE EBOOK SENI BERKOMUNIKASI

FREE EBOOK 2014 EXPOS TEAM | MINDSETDESIGNER.BLOGSPOT.COM
M
I
N
D

Pelatihan Khusus untuk Anda

Hypnosis
Se ni Ber ko mu n ikasi d e ng an Ele g an

Pelatihan ini menggabungkan beberapa ilmu pengembangan diri seperti NLP,
Coaching, Hypnosis (Khususnya Covert Hypnosis/Bahasa terselubung), Ego State
Therapy dan juga Mentalism (mengarahkan pikiran kawan bicara), namun anda
tidak akan pernah menemukan istilah-istilah yang membuat anda pusing tanpa
memahami maksudnya, karena anda hanya menemukan bahasa yang khas yang
sering anda gunakan, sehingga memudahkan pikiran anda untuk memahaminya
dengan cepat.
Pelatihan ini dirancang dengan sangat sederhana, menggunakan bahasa-bahasa
yang sederhana yaitu bahasa yang kita pergunakan sehari-hari, hal ini bertujuan
untuk memudahkan peserta dapat dengan mudah menyerap apa yang di
sampaikan dan dapat segera mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta dibatasi !!! Hanya untuk 10-15 peserta. Hal ini bertujuan untuk
memastikan agar peserta mendapat perhatian yang menyeluruh dari Instruktur,
dengan begitu anda bisa dengan nyaman mengikuti pelatihan ini.
Kita akan mempelajari bersama bagaimana mengenal diri, pada moment seperti
apa anda harus menggunakan 4 point penting dalam berkomunikasi, pada saat
yang bagaimana anda bisa menggunakan tekhnik dalam Mentalism untuk
mengarahkan pikiran kawan bicara anda, dan kata-kata apa saja yang digunakan.
Anda boleh memilih segera menghubungi untuk mendapatkan informasi lebih
lanjut mengenai jadwal pelatihan yang akan diadakan, atau anda akan
melewatkan kesempatan emas untuk memahami dengan mudah banyak ilmu
dalam satu kali pelatihan.
Dwi Prasetyo : 0856 1122 949 | 021 905 905 69 | 0819 4511 4459