Anda di halaman 1dari 25

UJIAN TUGAS AKHIR

OLEH:
Aji Purwanto
NIM A0A010032
20 Juni 2013
USAHA PEMBESARAN IKAN MAS MERAH
CANGKRINGAN (Cyprinus Carpio) PADA UNIT KERJA
BUDIDAYA AIR TAWAR CANGKRINGAN
BALAI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KELAUTAN
DAN PERIKANAN (BPTKP) SLEMAN YOGYAKARTA

Dibawah Bimbingan:
Dr. Ir. Teguh Djuharyanto, M.P
Dosen Penguji :
Ir. Hj. Pudji Hastuti P., M.P
PENDAHULUAN
Budidaya Ikan Air Tawar
Pembesaran Ikan Mas
UNIT KERJA BUDIDAYA AIR TAWAR CANGKRINGAN
BALAI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KELAUTAN
DAN PERIKANAN (BPTKP) SLEMAN YOGYAKARTA
TUJUAN DAN SASARAN
PRAKTIK KERJA LAPANGAN
Tujuan
Melaksanakan kegiatan teknis
pembesaran ikan mas merah
cangkringan.
Mengidentifikasi permasalahan
dan upaya pemecahannya yang
berkaitan dengan usaha
pembesaran ikan mas merah
cangkringan.
Menganilisis aspek finansial
usaha pembesaran ikan mas
merah cangkringan.

Sasaran
Sasaran dari praktik kerja
lapangan ini ialah kegiatan
yang berhubungan dengan
usaha pembesaran ikan mas
merah cangkringan pada Unit
Kerja Budidaya Air Tawar
Cangkringan BPTKP Sleman
Yogyakarta.

MANFAAT praktik kerja lapangan
1.
Memberikan pengetahuan dan informasi
tentang bagaimana teknis usaha pembesaran
ikan mas merah Cangkringan.
2.
Untuk membangun mental mahasiswa terhadap
lapangan pekerjaan yang sesungguhnya, dan
kesiapan dalam membina hubungan kerja dengan
lingkungan perusahaan.
3.
Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan
informasi bagi pihak yang berkepentingan.
METODE PRAKTIK KERJA LAPANGAN
11 Februari
2013
11 April 2013
Sampai
Tempat : Unit Kerja Budidaya Air Tawar Cangkringan
pada Balai Pengembangan Teknologi Kelautan
dan Perikanan, Desa Argomulyo, Kecamatan
Cangkringan, Kabupaten Sleman, D.I Yogyakarta.

Waktu dan Tempat :
METODE PRAKTIK KERJA LAPANGAN
Materi Praktek
Kerja Lapang
Metode Praktik
Kerja Lapangan
Usaha
pembesaran
Ikan Mas
Merah
Cangkringan
1. Observasi dan
partisipasi aktif
2. Wawancara
3. Pencatatan
METODE PRAKTIK KERJA LAPANGAN
Metode
Analisis
Finansial
1. Biaya Tetap
2. Biaya Variabel
3. Biaya Produksi
4. Penerimaan Total
5. Pendapatan atau
Keuntungan
6. BEP
7. Analisis
Kelayakan Usaha
R/C Ratio


HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran umun lokasi

a. Sejarah Singkat berdirinya Unit Kerja Budidaya air
Tawar Cangkringan
b. Lokasi
c. Sifat Tanah dan Air
d. Status
e. Tugas Dan Fungsi
f. Tenaga Kerja
g. Operasional
h. Struktur Organisasi BPTKP DIY

Persiapan Kolam
1. SUMBER IKAN
2. CIRI FISIK
3. UKURAN IKAN MAS
MERAH
CANGKRINGAN
4. PADAT PENEBARAN



Pemilihan ikan mas
merah cangkringan

Teknik Pembesaran Ikan Mas
1. PENGERINGAN
KOLAM
2. PEMBERSIHAN
KOLAM
3. PEMUPUKAN

Pemeliharaan dan
perawatan kolam
1. PENGERINGAN
KOLAM
2. PENGAMBILAN
IKAN
3. HASIL PANEN



PEMANENAN

Teknik Pembesaran Ikan Mas
1. PEMBERIAN
PAKAN
2. PERAWATAN
KOLAM

Masalah Dalam Usaha Pembesaran Ikan
Mas Merah Cangkringan
PAKAN
KONSUMEN
HAMA DAN
PENYAKIT
TFC = Rp. 96.689,00
TVC = Rp. 171.800,00
TC = TFCtotal + TVCtotal
= Rp. 96.689,00 + Rp. 171.800,00
= Rp. 268.489,00
TR = P x Q
= 189 ekor ( 7,8 Kg ) x Rp 40.000,00
= Rp 312.000,00
= TR TC
= Rp. 312.000,00 Rp.268.489,00
= Rp.43.511,00

Analisis Finansial



R/C Ratio =

=

= 1,16 %

BEP dalam hasil penjualan (Rp)

BEP =

=

=

=

= Rp214.864,00






BEP dalam kuantitas produksi (Quantity)

BEP =

=

=

= 129,61 ekor







Grafik BEP


0 189 ekor

TR
TC
TVC
312.000
TFC
171.800
268.489
96.689
kesimpulan dan saran
Kesimpulan
1. Teknik pembesaran ikan mas merah cangkringan meliputi kegiatan :
persiapan kolam, pemilihan ikan, pemeliharaan ikan dan perawatan
kolam, dan pemanenan.

2. Masalah yang dihadapi
Pelet yang menjadi pakan utama ikan mas merah
cangkringan, sehingga diperlukannya pelet yang
banyak untuk asumsi pemberian pakan khususnya
pembesaran ikan mas merah cangkringan. Terlebih
pelet buatan pabrikan, keterlambatan pakan pelet
akan mempengaruhi keterlambatan pertumbuhan
ikan. Pada Unit Kerja BAT Cangkringan saat ini
untuk pakan alami masih menggunakan pupuk
kandang (kotoran ayam) apabila adanya masalah
keterlambatan kesediaan pelet. Dalam masa
pemeliharaan yang lama pakan menjadi faktor
modal utama untuk pembesaran ikan mas merah
cangkringan, harganya yang relative cukup mahal
dan dibutuhkannya asumsi pelet yang menjadi pakan
utama ikan mas merah cangkringan.
3. Secara analisis finansial usaha pembesaran ikan mas
merah cangkringan yang ada pada Unit Kerja Budidaya
Air Tawar Cangkringan BPTKP Sleman Yogyakarta
meliputi :
Biaya total sebesar Rp 268.489,00 untuk periode 1
bulan, dengan luas kolam pemeliharaan 25 m. Hasil
panen yang dihasilkan yaitu 189 ekor dan ditimbang
untuk mengetahui berat ikan keseluruhan yaitu 7,8 kg
dengan harga jual dipasaran Rp 40.000 per kg.
Penerimaan (TR) diperoleh sebesar
Rp 312.000,00, kemudian mendapatkan keuntungan
sebesar Rp 43.511,00. BEP dapat diperoleh pada saat
tingkat produksi mencapai 129,61 ekor pada saat BEP
penerimaan Rp 214.864,00. R/C Ratio sebesar diperoleh
1,16 ini dapat dikatakan bahwa usaha pembesaran ikan
mas cangkringan layak untuk dapat diusahakan.

SARAN
Pemasaran harus lebih intensif guna untuk
memperkenalkan produk ikan mas merah
cangkringan yang paten dimiliki oleh UK BAT
Cangkringan.
Penanganan terhadap ikan yang terkena penyakit
perlu dilakukan secara semaksimal mungkin agar
ikan yang terkena penyakit dapat berkurang.
Adanya insiatif dalam pengadaan pakan, terutama
pakan pelet. Pemanfaatan lahan pinggiran kolam
dapat ditanami tanaman sebagai pakan sampingan
ikan. Seperti tanaman ketela, sente dll yang
daunnya bisa dirmanfaatkan untuk pakan ikan.

Gambar Kegiatan proses pembesaran ikan mas cangkringan dari persiapan
kolam sampai pemanenan

Proses kagiatan Praktek Kerja Lapangan pada Unit Kerja Budidaya Air
Tawar Cangkringan


Terima kasih