Anda di halaman 1dari 11

INFEKSI SALURAN KEMIH

1. Stimulus parasismpatis dari vesika


urinaria akan menyebabkan:
a. Kontraksi otot trigonum vesika
b. Kontraksi otot spincter uretra
c. Kontraksi dinding vesica urinaria
d. Relaksasi dinding vesica urinaria
e. Kontraksi muara ureter

2. Rasa nyeri dibawah pusat
dihantarkan oleh serabut saraf yang
berasal dari medulla spinalis
segmen
a. Thoracal 8-11
b. Thoracal 11-12
c. Thoracal 12, Lumbal 1-2
d. Lumbal 1-2
e. Sacral 2-4

3. Struktur yang berhubungan dengan
bagian superior vesika urinaria
pada pria adalah
a. Intestinum crassum
b. Intestinum tenue
c. Rectum
d. Caecum
e. Apendix Vermiformis

4. Struktur yang terdapat pada bagian
dorsal vesica urinaria wanita
adalah
a. Vagina
b. Tuba faloppi
c. Rectum
d. Ovarium
e. Caecum

5. Arteri yang mempercabangkan
arteri vesicalis superior dan inferior
yang memberikan suplai darah
untuk vesica urinaria adalah
a. A. Iliaca communis dextra
b. A. Iliaca communis sinistra
c. A. Iliaca externa
d. A. Iliaca interna
e. A. Renalis

6. Sel yang berfungsi melawan efek
sitotoksik dan urine yang bersifat
hipertonik adalah
a. Sel podosit
b. Sel mesangial
c. Sel payung
d. Sel macula dense
e. Sel endotel

7. Karakteristik mukosa uretra adalah
a. Rugae berlipat pada saat penuh
b. Terdiri dari jaringan penyambung
c. Bentuk seperti akordion
d. Terjadi proses absorpsi
e. Terdiri dari epitel kolumnair

Seorang wanita, 20 tahun, masuk ke RS
dengan keluhan nyeri perut bagian bawah
terutama saat berkemih sejak 2 hari yang
lalu sebelum masuk RS. Nyeri dirasakan
tidak menjalar. Perasaan sering BAK,
namun sedikit-sedikit. Tidak ada demam,
mual, dan muntah. Pemfis: Tekanan darah
120/70 mmHg, Nadi 100x/menit,
Penafasan 20x/menit, Suhu 36,5C.
Inspeksi: tidak ada anemis dan ikterus,
abdomen datar. Palpasi: hepar dan lien
tidak teraba, ada nyeri tekan suprapubik.
Tidak ada nyeri ketok lumbal.

8. Kemungkinan diagnosis pada
pasien tersebut adalah:
a. Peritonitis
b. Sistisis
c. Appendisitis
d. Kolitis
e. Pyelonefritis

9. Pemeriksaan yang perlu dilakukan
untuk menegakkan diagnosis ini
adalah:
a. Kultur urin
b. Pap smear
c. Ureum kreatinin
d. BNO-IVP
e. Kultur darah

10. Tes kultur pasien yang sangat
mendukung adalah ditemukannya
koloni bakteri
a. 100.000/ml urin
b. 10.000 - 90.000/ml urin
c. 5.000 - 10.000/ml urin
d. 2.000 5.000/ml urin
e. 1.000 2.000/ml urin

11. Mikroorganisme yang paling sering
diisolasi pada pasien infeksi
asimtomatik maupun simtomatik
adalah
a. Klebsiella spp.
b. Proteus spp.
c. Escherichia coli
d. Staphylococcus
e. Streptococcus

12. Yang bukan merupakan penentu
viruensi Escherichia coli adalah
a. Fimbria
b. Kapsul antigen K
c. Lipid A (endotoksin)
d. Lipid B (eksotoksin)
e. Hemolisin

13. Cara pengambilan sampel urin
yang benar untuk mendiagnosis
infeksi saluran kemih
a. Urin porsi awal
b. Urin porsi tengah
c. Wadah yang bersih
d. Satu kali pengambilan urin
e. Wadah tinggi bermulut sempit

14. Pemeriksaan yang dilakukan untuk
menetukan jumlah bakteri dalam
urin disebut
a. Dip slide method
b. Pemeriksaan gram
c. Pemeriksaan sitometer
d. Pemeriksaan molekuler
e. Pemeriksaan kultur bakteri

15. Investigasi lanjut dengan
pemeriksaan radiologi ginjal pada
kasus diatas adalah
a. Kasus berulang interval >8 minggu
b. Ditemukannya E. Coli
c. Ada gejala disuria
d. Hematuria persisten
e. Keinginan pasien

16. Terapi antibiotic empiric yang
paling tepat pada kasus diatas
adalah
a. Trimetropin
b. Sulfametaksasol
c. Siproflaksasin
d. Semua benar
e. Semua salah

17. Apabila infeksi menetap disertai
kelainan urinalisis maka terapi
konvensional selama
a. 12 18 hari
b. 3 4 hari
c. 5 10 hari
d. 14 21 hari
e. 24 30 hari

18. Yang menjadi factor presposisi
pada sistisis adalah
a. Menahan untuk berkemih
b. Mengkonsumsi air kadar kalsium
tinggi
c. Membersihkan area genital dengan
benar
d. Membasuh (cebok) dari depan ke
belakang
e. Menghindari memakai bahan yang
mengiritasi genitalia

19. Proses pada urogenital yang
berperan membantu sistem imun
dalam mencegah infeksi saluran
kemih adalah
a. Miksi
b. Filtrasi
c. Sekresi
d. Reabsorbsi
e. Auto regulasi

20. Yang bukan menjadi kelompok
berisiko penyakit sistisis adalah
a. Wanita hamil
b. Wanita yang aktif seksual
c. Wanita yang telah menopause
d. Wanita pekerja kantoran
e. Wanita pre-menstrual

ANASARKA
21. Cekungan pada pertengahan margo
medialis renalis tempat masuk
arteri dan saraf serta keluarnya
vena renalis disebut
a. Fascia renalis
b. Hilum renalis
c. Sinus renalis
d. Pelvis renalis
e. Corpus adiposum pararenalis

22. Pembuluh darah yang berjalan
diantara pyramid renalis adalah
a. Arteri interlobaris
b. Arteri interlobularis
c. Arteri arcuata
d. Arteri afferent
e. Arteri efferent

23. Facies anterior renalis sinister di
bagian tengah terdapat
a. Flexura coli sinistra
b. Corpus dan cauda pankreatis
c. M. transverses abdominis
d. Arcus lumbokostal
e. Proc. transverses vertebra lumbalis
sinister

24. Tubulus collectives dari nefron
akan bermuara kedalam
a. Papilla renalis
b. Pelvis renalis
c. Tubulus kontortus distalis
d. Tubulus kontortus proximalis
e. Sinus renalis

25. Struktur dibawah ini yang terdapat
di pyramid renalis adalah
a. Glomerulus
b. Tubulus kontortus distal
c. Tubulus kontortus proximal
d. Arteri afferent
e. Tubulus collectives

26. Arteri interlobularis berakhir
sebagai
a. Arteri glomerularis afferent
b. Arteri glomerularis efferent
c. Plexus arteriosus
d. Venula rectae
e. Vasa rectae

27. Pelepasan rennin dilakukan oleh
a. Sel mesangial interglomerular dan
sel juxtaglomerular
b. Sel mesangial interglomerular dan
sel makula densa
c. Sel makula densa dan sel
mesangial intraglomerular
d. Sel mesangial extraglomerular dan
sel mesangial intraglomerular
e. Sel juxtaglomerular dan sel
mesangial extraglomerular

28. Aktivasi atrial natriuretic peptide
(ANP) bersifat meningkatkan laju
filtrasi glomerulus yang efeknya
berupa penurunan beban kerja
organ
a. Paru
b. Otak
c. Hepar
d. Jantung
e. Lambung

Seorang pria, 45 tahun, masuk RS dengan
keluhan perut membesar dan bengkak pada
kaki sejak 10 hari sebelum masuk RS.
Bengkak pernah terjadi di usia muda.
Disertai mual dan muntah. Buang air kecil
kesan kurang. Tekanan darah tinggi
diketahui sejak 2 tahun terakhir. Pemfis:
TD 180/100 mmHg, pernapasan
24x/menit, nadi 90x/menit, suhu aksilla
36,5C, konjungtiva tampak anemis, ada
edema palpebra, abdomen tampak
cembung. Pada perkusi didengar shifting
dullness positif. Edema pada kedua
tungkai.

29. Kemungkinana diagnosis diatas
adalah
a. Glomerulonefritis akut
b. Glomerulonefritis kronik
c. Pielonefritis akut
d. Sindrom nefritik akut
e. Sindrom nefrotik primer

30. Pemeriksaan penunjang
laboratorium yang diperlukan
adalah
a. Darah rutin
b. Ureum dan kreatinin
c. Albumin
d. Asam urat
e. Kalium

31. Untuk melihat penurunan fungsi
ginjal pasien tersebut dilakukan
perhitungan klirens kreatinin
berdasarkan persamaan Cockroft-
Gault. Data yang tidak diperlukan
adalah
a. Umur
b. Jenis kelamin
c. Berat badan
d. Kreatinin
e. Albumin

32. Bila nilai GFR 15-19ml/menit pada
PGK maka termasuk
a. Stadium 1
b. Stadium 2
c. Stadium 3
d. Stadium 4
e. Stadium 5

33. Yang bukan faktor risiko untuk
mengalami PGK adalah
a. Infeksi sistemik
b. Hipertensi
c. Merokok
d. Berat badan lahir
e. Obat anti hipertensi

34. Anemia yang terjadi pada pasien
ini terutama disebabkan oleh
a. Defisiensi besi
b. Defisiensi eritropoetin
c. Defisiensi folat
d. Defisiensi haem
e. Defisiensi globin

35. Komplikasi yang tidak ditemukan
pada pasien PGK adalah
a. Anemia
b. Hiperkalemia
c. Asidosis metabolik
d. Alkalosis metabolic
e. Osteodistrofi

36. Arteti yang berakhir sebagai
arteriola glomerularis afferent
adalah
a. Arteri interlobaris
b. Arteri arcuata
c. Arteri interlobularis
d. Arteri renalis
e. Arteri iliaca interna

37. Nervus yang memberikan
komponen simpatis dan
parasimpatis pada ginjal adalah
a. Nervus vagus
b. Nervus splanchnicus
c. Nervus ilioinguinalis
d. Nervus subcostalis
e. Nervus iliohypogastricus

38. Yang merupakan karakteristik
glomerulonefritis kronik adalah
a. Onset penyakit cepat
b. Masa inkubasi tidak diketahui
c. Menghasilkan imunitas
d. Masa prepatogenesis dikenali
e. Berkembang tanpa didahului
penyakit sebelumnya

39. Yang menjadi penyebab utama
kesulitan melakukan upaya
pencegahan tingkat kedua pada
glomerulonefritis kronik adalah
a. Biaya mahal
b. Penyebab tidak diketahui
c. Gejala tidak dirasakan
d. Pasien tidak kooperatif
e. Kesulitan penanganan primer

40. Rekomendasi terapi gizi pada
pasien dengan PGK stadium 5
adalah
a. Tinggi natrium
b. Rendah lemak
c. Tinggi mikronutrien
d. Rendah protein
e. Rendah kalsium

41. Makanan berikut yang mengadung
kadar kalium tinggi adalah
a. Ikan bandeng
b. Telur bebek
c. Kacang tanah
d. Ayam potong
e. Air kelapa

SULIT BERKEMIH
42. Muara ureter pada vesika urinaria
yang membentuk lipatan pada
dinding vesika disebut
a. Plica ureterica
b. Plica interureterica
c. Uvula vesicae
d. Trigonum vesicae
e. Plica mucosae

43. Stimulus parasismpatis dari vesika
urinaria akan menyebabkan:
a. Kontraksi otot trigonum vesika
b. Kontraksi otot spincter uretra
c. Kontraksi dinding vesica urinaria
d. Relaksasi dinding vesica urinaria
e. Kontraksi muara ureter

44. Batu yang disebabkan oleh infeksi
VU (batu struvite) terdiri dari
molekul:
a. Mg(OH)2
b. Mg(PO4)2
c. AlMg(PO)4
d. NH4PO4
e. MgNH4PO4

45. Epitel yang melapisi mukosa ureter
adalah
a. Epitel peralihan
b. Epitel bertingkat
c. Epitel berlapis gepeng tak
bertanduk
d. Epitel selapis torak
e. Epitel selapis kubis

Laki-laki berusia 35 tahun datang dengan
keluhan nyeri saat BAK dan kadang
terputus putus serta tidak puas. Riwayat
BAK terhenti tiba-tiba disertai nyeri yang
menjalar ke penis pernah terjadi, tapi
dengan perubahan posisi, BAK bisa lancar
kembali. Penderita juga mengeluhkan
kadang BAK berwarna kemerahan.
Riwayat nyeri pinggang hilang timbul kiri
6 bulan yang lalu.

46. Kecurigaan diagnosis pada pasien
ini adalah
a. Hipertrofi prostat
b. Tumor buli
c. Batu buli-buli
d. Kontraktur bladder neck
e. Batu ureter kiri

47. Pemeriksaan pertama yang
dilakukan untuk mendekati
diagnosis pada penderita ini adalah
a. Darah rutin
b. Ureum dan kreatinin darah
c. Fungsi liver
d. Urine sedimen
e. Bensidin test

48. Pemeriksaan radiologi awal yang
paling tepat untuk membantu
menegakkan diagnosis adalah
a. Foto polos abdomen
b. USG abdomen
c. Urethrosistography
d. Pyelography intravena
e. Kateterisasi uretra

49. Setelah diagnosis ditegakkan maka
tindakan yang akan dilakukan
adalah
a. Open prostatektomi
b. Reseksi kontraktur bladder neck
c. Urethrotomi interna
d. Lithotripsy mekanis
e. Ureteronoscopy

50. Tindakan awal yang sebaiknya
dilakukan pada penderita ini
sebelum melakukan pemeriksaan,
diberikan terapi sementara infus
dan obat-obatan
a. Analgesik
b. Antasida dan spasmolitik
c. Antiemetik dan sedatif
d. Analgetik dan spasmolitik
e. Antibiotik dosis tinggi

51. Sifat bakteri dari golongan
enterobacteri yang berkaitan
dengan pembentukan batu saluran
kemih adalah
a. Penghasil urease yang mampu
mengubah urea menjadi ammonia
dan CO2
b. Penghasil katalase
c. Penghasil koagulase yang
menggumpalkan protein
d. Penghasil protease
e. Penghasil extended spectrum beta
lactamase

52. Nyeri pinggang hilang timbul pada
kasus diatas kemungkinan
disebabkan oleh
a. Dorangan isi saluran terhadap
penyebab obstruksi
b. Kontraksi dinding saluran terhadap
penyebab obstruksi
c. Kontraksi dinding saluran di
proksimal sumbatan untuk
mendorong kedistal penyebab
obstruksi
d. Gesekan dari isi lumen yang
menyebabkan obstruksi akibat
tekanan dalam dinding saluran
e. Dilatasi dari dinding saluran di
proksimal dan obstruksi

53. Nyeri yang menjalar yang terjadi
pada kasus ini akibat dinding
saluran kemih dibentuk oleh
a. Otot skelet
b. Otot polos
c. Otot sirkuler
d. Otot destrusor
e. Otot longitudinal

54. Bila ditemukan hidronefrosis maka
penurunan GFR pada pasien ini
akibat
a. Meningkatnya tekanan onkotik
glomerulus
b. Menurunnya tekanan hidrostatik
glomerulus
c. Meningkatnya tekanan hidrostatik
bowman
d. Meningkatnya tekanan onkotik
bowman
e. Meningkatnya Kf

55. Jika pada pasien ini juga
didapatkan hiperurikemia dan dari
pemeriksaan penunjang ditemukan
saluran kemih maka jenis batu
yang paling mungkin adalah
a. Batu urat
b. Batu kalsium fosfat
c. Batu magnesium fosfat
d. Batu sistein
e. Batu oksalat

56. Jika pada pemeriksaan pH urin
asam maka batu yang paling
mungkin adalah
a. Batu kalsium fosfat
b. Batu kalsium oksalat
c. Batu magnesium ammonium fosfat
d. Batu urat
e. Batu magnesium sulfat

57. Tetapi jika pH urin basa maka jenis
batu yang paling mungkin adalah
a. Batu kalsium fosfat
b. Batu kalsium oksalat
c. Batu magnesium ammonium fosfat
d. Batu urat
e. Batu sistein

58. Batu kalsium oksalat pada
pemeriksaan laboratorium tidak
menunjukkan
a. pH urin normal atau rendah
b. Kalsium urin tinggi
c. Asam sitrat urin tinggi
d. Asam oksalat urin tinggi
e. Magnesium urin rendah

59. Yang kemungkinan bertindak
sebagai faktor predisposisi batu
saluran kemih adalah
a. Tidak menjaga kebersihan area
genitalia
b. Membasuh (cebok) dari depan
c. Menahan untuk berkemih
d. Memakai bahan yang dapat
mengiritasi area genitalia
e. Banyak minum air

60. Yang bukan merupakan faktor
intrinsik dalam pembentukan batu
saluran kemih adalah
a. Umur
b. Jenis kelamin
c. Herediter
d. Riwayat keluarga
e. Gaya hidup seseorang

61. Yang bukan merupakan tindakan
pencegahan pada batu saluran
kemih adalah
a. Menahan untuk berkemih
b. Mengkonsumsi air kadar kalsium
tinggi
c. Membersihkan area genital
d. Membasuh (cebok) dari depan
e. Menggunakan kontrasepsi

NYERI BUAH ZAKAR
62. Lapisan dari skrotum yang
mengandung serabut-serabut otot
polos, banyak mengandung
pembuluh darah dan membentuk
septum scrota adalah
a. Tunika vaginalis
b. Tunika dartos
c. Fascia spermatika externa
d. Fascia spermatika interna
e. Lamina cremasterica

63. Arteri yang memberikan suplai
darah pada skrotum bagian anterior
adalah
a. Arteri pudenda externa
b. Ramus scrotalis arteri pudendae
internae
c. Cabang arteri testicularis
d. Cabang arteri cremasterica
e. Arteri pudenda interna

64. Bagian dari peritoneum yang
membengkus testis adalah
a. Tunika vaginalis
b. Tunika albuginea
c. Tunika vasculosa
d. Tunika dartos
e. Processus vaginalis peritonei

65. Pembungkus fenikulus superior
yang merupakan lanjutan dari
fascia yang menutupi m. obliquus
externus abdominis adalah
a. Fascia spermatica interna
b. Fascia cremasterica
c. Fascia spermatica externa
d. Tunika albuginea
e. Processus vaginalis peritonei

66. Pernyataan dibawah ini yang benar
mengenai ductus deferens adalah,
kecuali:
a. Membentuk funiculus spermaticus
b. Melewati canalis inguinalis
c. Kelanjutan dari caput epididymis
d. Bermuara kedalam urethrae pars
prostatica
e. Ujung terminalnya membentuk
ampulla

67. Pernyataan dibawah ini yang benar
mengenai ductus ejaculatorius
adalah
a. Membentuk funiculus spermaticus
b. Melewati canalis inguinalis
c. Kelanjutan dari caput epididymis
d. Bermuara kedalam urethrae pars
prostatica
e. Ujung terminalnya membentuk
ampulla

Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang
dengan nyeri hebat dan dirasakan tiba-tiba
pada testis kiri. Deman 2 hari dan riwayat
trauma (-). Pada pemfis inspeksi :
hemiscrotum kiri edema,testis kiri
membesar. Palpasi : suhu lebih tinggi dari
sekitar, nyeri tekan (+), dan nyeri
berkurang saat elevasi.

68. Diagnosis yang paling tepat pada
pasien ini adalah
a. Epididimitis
b. Orchitis
c. Torsio testis
d. Varikokel
e. Torsio appendiks testis

69. Untuk membedakan dengan torso
testis maka pemeriksaan fisis yang
dapat dicari adalah
a. Angells sign
b. Demings sign
c. Phrens sign
d. A dan B benar
e. Semua benar

70. Penyakit yang dapat menyebabkan
kelainan diatas adalah
a. Konjungtivitis akut
b. Parotitis epidemika
c. Otitis media
d. Gastritis akut
e. Rhinitis vasomotor

71. Yang bukan faktor risiko kejadian
orchitis adalah
a. ISK berulang
b. Riwayat operasi urogenital
c. Riwayat imunisasi mumps
d. Berganti-ganti pasangan
e. Riwayat penyakit menular seksual

72. Pemeriksaan penunjang yang tepat
untuk pasien ini adalah
a. USG ginjal-buli-prostat
b. USG doopler testis
c. USG testis
d. BNO-IVP
e. CT-urography

73. Yang merupakan gambaran USG
doopler testis pada orchitis adalah
a. Pembesaran testis
b. Penurunan aliran darah
c. Penebalan dinding testis
d. A dan C benar
e. Semua benar

74. Pemeriksaan USG doopler testis
sangat sensitive untuk
membedakan orchitis dengan
a. Hernia scrotalis
b. Torsio testis
c. Hidrocele
d. Vesicocele
e. Hernia inguinalis

75. Terapi pada pasien ini adalah
a. Antibiotik dan analgetik oral
b. Orchidektomi
c. Orkhidopeksi
d. Ligasi vena spermatika interna
e. Tuberkulostatika

76. Komplikasi yang mungkin terjadi
pada penderita ini adalah
a. Infertilitas
b. Pembentukan abses
c. Infark testis
d. A dan B benar
e. Semua benar

NYERI SUPRAPUBIK
77. Jaringan kelenjar prostat yang
saluran keluarnya bermuara
kedalam urethra adalah
a. Glandula prostatica propia
b. Gugusan utama
c. Gugusan mucosal
d. Gugusan submucosal
e. Isthmus prostatae

78. Facies infero-lateral prostat
difiksasi oleh
a. M. puboprostaticus
b. Arcus tendineus fascia pelvis
c. Ligamentum pubovesicale
d. M. pubococcygeus
e. Ligamentum puboprostatikum
mediale

79. Tonjolan pada crista urethralis
yang berada pada perbatasan
sepertiga bagian medial dan caudal
urethra pars prostatica disebut
a. Utriculus prostaticus
b. Uvula vesicae
c. Colliculus seminalis
d. Sinus prostaticus
e. Ductus ejaculatorius

80. Pada mekanisme miksi, kontraksi
otot destrusor diawali relaksasi otot
a. M. coccygeus
b. M. iliococcygeus
c. M. pubococcygeus
d. M. puborectalis
e. M. sphinter urethrae

81. Muara ureter pada vesica urinaria
membentuk lipatan pada dinding
vesica, disebut:
a. Plica ureterica
b. Plica interureterica
c. Uvula vesicae
d. Trigonum vesicae
e. Plica mucosae

Pria, 65 tahun, datang ke UGD dengan
keluhan tidak bisa buang air kecil sejak 6
jam yang lalu. Keluhan ini baru pertama
kali dirasakan. Sebelumnya penderita
mengeluh ada obstruksi dan iritasi.

82. Kemungkinan diagnosis pada kasus
diatas adalah
a. Pembesaran prostat jinak
b. Sistisis
c. Glomerulonefritis akut
d. Pielonefritis akut
e. Batu ginjal

83. Yang bukan termasuk gejala
obstruksi adalah
a. Hesitancy
b. Straining
c. Terminal dribbling
d. Feeling of emptiness
e. Nocturia

84. Faktor yang merupakan penyebab
terjadinya pembesaran prostat jinak
adalah
a. Usia muda
b. Hiperplasia buli-buli
c. Ketidakseimbangan endokrin
d. Penurunan kadar hormon estrogen
e. Genetik

85. Secara klinis pembesaran prostat
derajat 3 tidak bermanifestasi
sebagai
a. Adanya keluhan prostatismus
b. Pole atas prostat masih teraba
c. Sisa urin lebih dari 100cc
d. Prostat lebih menonjol
e. Belum terjadi retensi total

86. Terapi pertama yang harus
dilakukan pada penderita ini adalah
a. Pemasangan kateter sistostomi
b. Pemasangan kateter urethra
c. Observasi
d. Analgetik
e. Sistoskopi

87. Proses pada sistem urogenital yang
paling terganggu pada penyakit
pembesaran prostat jinak adalah
a. Filtrasi
b. Sekresi
c. Reabsorpsi
d. Eliminasi
e. Augmentasi

88. Faktor yang tidak bertindak
sebagai faktor predisposisi retensi
urin adalah
a. Usia
b. Gender
c. Hygiene
d. Genetik
e. Perilaku

89. Karakteristik kelainan retensi urin
adalah
a. Berkembang secara primer
b. Berkembang secara sekunder
c. Masa inkubasi tidak diketahui
d. Dapat terjadi secara akut
e. Fase klinik jelas

90. Komplikasi yang mungkin terjadi
pada pembesaran prostat jinak
a. Refluks vesiko-ureter
b. Hidronefrosis
c. Hidroureter
d. Gagal ginjal
e. Semua benar

91. Yang bukan merupakan indikasi
pembedahan pada pembesaran
prostat jinak adalah
a. Retensi urin akut
b. Terapi medikamentosa tidak
berhasil
c. Residual urin < 50cc
d. Flowmetri menunjukkan pola
obstruksi
e. Disertai penyulit sistem
perkemihan

KENCING NANAH
92. Lapisan yang membungkus kedua
corpora cavernosa dan corpus
spongiosum penis secara
keseluruhan sampai columna
glandis adalah
a. Fascia penis superficial
b. Fascia penis profunda
c. Tunika albuginea
d. Tunika vaginalis
e. Fascia perinea superficial

93. Glans penis terutama mendapat
vaskularisasi dari
a. Arteri dorsalis penis
b. Arteri profunda penis
c. Arteri bulbi penis
d. Arteri urehralis
e. Arteri pudenda external

94. Fiksasi penis yang dibentuk oleh
serabut-serabut jaringan ikat dari
linea alba adalah
a. Ligamentum suspensorium
b. Ligamentum fundiforme
c. Ligamentum pubovesicale
d. Ligamentum puboprostaticum
e. Fascia penis superficial

95. Corpus spongiosum penis meluas
ke dorsal menjadi
a. Bulbus penis
b. Crus penis
c. M. bulbospongiosus
d. M. ischiocavernosus
e. Ramus pubo-ischiadicus

96. Urethra pars membranacea diberi
suplai darah oleh
a. Arteri vesicalis inferior
b. Arteri rectalis media
c. Arteri urethralis
d. Arteri dorsal penis
e. Arteri bulbi penis

97. Jaringan ikat pada yang
membungkus korpus kavernosa
penis disebut
a. Tunika dartos penis
b. Tunika pectinis penis
c. Tunika albuginea penis
d. Fascia superfisialis penis
e. Fascia profunda penis

Seorang pria datang dengan keluhan keluar
cairan kental berwarna keruh dari lubang
kelaminnya sejak dua hari yang lalu.
Riwayat kontak seksual dengan PSK
empat hari yang lalu. Pemeriksaan gram
didapatkan diplokokkus gram negatif
intraseluler.

98. Pengobatan yang
direkomendasikan untuk pasien ini
adalah
a. Cefixim 400mg dosis tunggal
b. Siprofloksasin 2 x 500mg selama
10 hari
c. Ofloxacin 400mg selama 7 hari
d. Levofloxacin 250mg selama 7 hari
e. Azithromisin 2gr selama 7 hari

99. Manifestasi klinis pada neonatus
yang terinfeksi N. gonorrheae
adalah
a. Koroidoretinitis
b. Keratitis intertisial
c. Katarak neonatarum
d. Oftalmia neonatarum
e. Glaukoma neonatarum

100. Tindakan yang paling
sesuai untuk pengurangkan risiko
penularan penyakit gonore adalah
a. Minum antibiotik
b. Pantang seks
c. Menggunakan kontrasepsi injeksi
d. Minum banyak air
e. Menggunakan kondom

101. Perilaku yang dapat
memperpanjang periode kontagius
pada gonore adalah
a. Menggunakan pil kontrasepsi
b. Tidak minum antibiotik
c. Tidak menggunakan kondom
d. Berhubungan seks dengan
pasangan tidak sehat
e. Pantang seks

102. Tindakan pencegahan yang
paling sesuai untuk mengurangkan
penularan gonore adalah
a. Minum banyak air
b. Minum antibiotik
c. Munggunakan kondom
d. Minum pil kontrasepsi
e. Menggunakan kontrasepsi injeksi

Laki-laki 25 tahun datang ke poliklinik
kulit dan kelamin dengan keluhan keluar
cairan berwarna putih dari alat
kelaminnya. Keadaan ini sudah
berlangsung sejak 1 minggu yang lalu.
Pasien ini juga mengeluh nyeri saat
berkemih.

103. Diagnosis yang paling
mungkin adalah
a. Sifilis
b. Gonore
c. Uretritis non gonore
d. Chancroid
e. Limfogranuloma venerum

104. Pemeriksaan penunjang
yang dapat membantu menegakkan
diagnosis penyakit ini adalah
a. Pemeriksaan mikroskop lapangan
gelap
b. Tes Whiff
c. RPR
d. Apusan dengan pewarnaan gram
e. Tes Tzanck

105. Penatalaksanaan untuk
penyakit tersebut adalah
a. Penisilin prokain G 4,8 juta unit +
probenesid 1gr
b. Azytromisin 1gr oral dosis tunggal
c. Benzathin penisilin 2,4 juta unit
dosis tunggal
d. Tetrasiklin 500mg 4x1 selama 30
hari
e. Amoksisilin 3gr + probenesid 2gr

106. Komplikasi penyakit
tersebut yang bisa muncul adalah
a. Cowperitis
b. Prostatitis
c. Vesikulitis
d. Epididimitis
e. Semua benar