Anda di halaman 1dari 3

M.

Maarij Harfadli
25312301
FILM BADGE
Film badge merupakan salah satu alat pencatat dosis radiasi yang diterima oleh pekerja radiasi sesuai
dengan PP.No.11 tahun 1975, tentang Keselamatan terhadap Pekerja Radiasi, maka setiap individu yang
bekerja di unit pelayanan radiologi diharuskan memakai alat pencatat radiasi tersebut. Untuk
mengetahui bagaimana pemanfaatan dan faktor yang mempengaruhi pemanfaatan film bagde tersebut,
dilakukan penelitian di beberapa rumah sakit. Dektetor yang digunakan disini berbentuk film fotografi,
yang berbentuk emulsi butiran-gutiran perak halida, biasanya perak bromida (AgBr), ditunjang oleh
matrik gelatin dan kemudian dilapisi bahan"acetat". Film ini berfungsi sebagai detector karena apabila
terkena radiasi, ion Ag+ akan berubah menjadi Ag dan disebut sebagai bayangan latent. detektor ini
dapat menyimpan atau merekam dosis radiasi yang mengenainya secara akumulasi selama film belum
diproses.
Pemrosesan dilakukan dengan larutan kimia yang akan memunculkan bayangan hitam pada film
tersebut. Tingkat kehitaman bayangan film sebanding dengan intensitas radiasi yang mengenainya.
Semakin banyak radiasi yang mengenainya, tingkat kehitaman film akan semakin pekat. Holder film
selain sebagai berfungsi sebagai tempat film, juga sebagai (filter) untuk membedakan jenis dan energi
radiasi yang menenainya Energi radiasi pengion yang mengenai film akan menyebabkan beberapa
butiran AgBr terionisasi(AgBr). Semakin besar dosis radiasi yang diserap semakin banyak butiran AgBr
yeng terionisasi. Dalam proses penucian dengan larutan pengembang (developer),butiran-butiran Ag+
yang terionisasi akan berubah menjadi logam perak yang berwarna hitam. Proses pencucian kedua
dengan larutan fixer akan melarutkan molekul-molekul AgBr sisa,Sedangkan yang telah menjadi logam
perak akan terikat kuat seabagai bayangan hitam laten. Terlihat bahwa tingkat kehitaman bayangan
akan sesuai dengan banyak dosis yang telah mengenainya.


Gambar 1. Proses Penggunaan Film Badge
M.Maarij Harfadli
25312301

Dosimetri film badge ini terdiri dari film,seperti film yang digunakan untuk rongten gigi, dan tempat film
(holder). Holder film dosimetri ini mempunyai fungsi penting yaitu sebagai penyaring atau filter.
Terdapat beberapa jenis filter separti plastik setebal 0,5 mm dan 3mm,aluminium 0,6mm,tembaga 0,3
mm,campuran Sn 0,8 mm dan Pb 0,4 mm serta campuran Cd 0,8 mm dan Pb 0,4 mm. Masing-masing
jenis filter tersebut berfungsi untuk menyaring jenis radiasi atau energi radiasi yang berbeda.Dosimetri
film badge ini mempunyai sifat akumilasi yang cukup baik.Film-film yang ada dipasaran dapat digunakan
sampai 3 bulan. Keuntungan film lain dengan adanya filter-filter, film badge ini dapat membedakan jenis
radiasi yang mengenai dan mempunyai rentang energi pengukuran yang lebih besar daripada disimetri
saku. Keuntungan lain,filmnya, setelah diproses dapat digunakan untuk perhitungan yang lebih teliti
serta dapat didokumentasikan. Kelemahannya,untuk mengetahui dosis yang telah mengenai harus
diproses secara khusus dan membutuhkan peralatan tambahan untuk membaca tingkat kehitaman
film,yaitu densitometer. film badge harus dipakai dengan benar sehingga dapat menerima dosis secara
akurat dan dapat merepresentasikan hasil yang diterima dari film badge tersebut. Seluruh bagian dari
film badge harus dikenakan pada tubuh antara leher dan pinggang,biasanya sering diletak pada ikat
pinggang atau saku baju. Klip-on film badge biasanya sering digunakan pada saat melakukan Xray atau
gamma,yang biasanya berbentuk jam tangan Contoh Gambar film badge:



M.Maarij Harfadli
25312301

Gambar 2. Film badge dan Holder


Kerugian dari film badge.
Kerugian utama adalah bahwa film badge harus dikembangkan dan dibaca oleh prosesor (yang
memakan waktu cukup lama), pemaparan panas berkepanjangan dapat mempengaruhi film, dan
eksposur kurang dari 20 millirem radiasi gamma tidak dapat diukur secara akurat.
Keuntungan
Keuntungan utama dari film lencana sebagai perangkat pemantauan personil adalah bahwa ia
menyediakan catatan permanen, ia mampu membedakan antara energi foton yang berbeda, dan dapat
mengukur dosis karena jenis radiasi yang berbeda. Hal ini cukup akurat untuk eksposur lebih besar dari
100 millirem