Anda di halaman 1dari 1

Mengupas Sejarah Rejang di Kabupaten Lebong

Asal mula masyarakat rejang yang ada di Bengkulu menurut cerita para leluhur ata
u orang-orang tua. Tulisan ini dikembangkan dari hasil wawancara dengan Seniman
Rejang asal Kabpaten Lebong, yaitu Bapak Anthoni Mukhtar.
Tanpa melihat petunjuk seperti buku atau yang lain, beliau bercerita diluar kepa
la menceritakan apa yang ia dapatkan dari tiga orang leluhurnya yang sekarang te
lah wafat, pada masa itu daerah yang saat ini kita ketahui bernama Kabupaten Leb
ong dahulunya bernama "Pinang Belapis."
Dimana pada saat itu, ada empat orang pemimpin yang diberi nama Ajai (Manusia ya
ng lebih cerdik dibanding yang lain dan mempunyai kemampuan supranatural) yang d
ipercayai untuk memimpin sekelompok manusia. Keempat Ajai itu antara lain Ajai S
iang, Ajai Malang, Ajai Bitang dan Ajai Keteko.
Hingga pada suatu masa, datanglah seorang selir yang diasingkan dari kerajaan Ma
japahit yang bernama Selir Nyik Unggut. Dari sang selir inilah asal muasal suku
rejang yang berarti (Menerjang ke daerah yang tak bertuan)
Berakhirlah zaman Ajai kemudian timbul zaman Bikau (Biku atau Biksu). Hampir sam
a dengan zaman Ajai, ada empat orang Bikau yang dipercaya untuk memimpin pada sa
at itu, yakni Bikau Sepanjang Jiwo (Petulai Tubei), Bikau Bermano (Petulai Berma
ni atau Manai), Petulai Bembo (Petulai Jekalang), dan Bikau Bejenggo (Petulai Se
lupuak Jang).
Pada zaman Bikau ini, terdapat suatu malapetaka yang melanda, penyakit tersebut
seperti kusta. Sehingga membuat keempat bikau ini mencari solusi atas terjadinya
malapetaka. Hingga di suatu tempat, tepatnya di pohon Benuang yang bertengger b
eruk putih bertemulah keempat orang bikau. Kemudian salah seorang bikau berkata
"Pio Udi Telebong," yang berarti disini kalian berkumpul. Itulah asal mula nama
Lebong.
Beralihlah zaman Bikau ke zaman rajo-rajo Lebong yang sifatnya turun temurun. Ra
jo Lebong yang pertama adalah Rajo Megat yag berkedudukan di Tebo Lai (Semelako
saat ini). Raja Megat mempunyai anak bernama Meduni (Rajo Mawang) yang dikenal m
asyarakat Lebong sebagai Keramat Tebo Sam (Bukit Resam).
Kemudian Rajo Mawang memiliki Tujuh Keturunan, yaitu Ki Tago, Ki Geto, Ki 'Ain,
Ki Jenain, Ki Nio, Ki Karang Nio dan Serindang Bulan. Diantara ketujuh orang ana
knya, hanya dua orang yang memiliki kekuatan supranatural yaitu Ki Karang Nio da
n Serindang Bulan.
Dengan Perjalanan yang panjang akhirnya Ki Karang Nio terpilih menjadi raja meng
gantikan Rajo Mawang, dan Putri Serindang Bulan yang konon menikah dengan Raja d
ari kerajaan Sumatera Barat. Sementara 5 saudaranya pergi hijrah ke tempat lain.
Kelima saudara Ki Karang Nio inilah yang kemudian lima marga. Kelima marga inila
h sekarang yang ada di tanah rejang yang ada di Bengkulu. Jika ada yang pindah k
etempat lain mereka akan tetap berdasarkan lima marga tersebut. Walaupun mungkin
banyak orang-orang rejang yang ada di Bengkulu sudah tidak tahu lagi mereka mas
uk kedalam marga apa. (spi)