Anda di halaman 1dari 5

Definisi Ultrasonografi

Ultrasonografi (USG) merupakan salah satu imaging diagnostic (pencitraan


diagnostic) untuk pemeriksaan alat-alat tubuh, dimana kita dapat mempelajari
bentuk, ukuran, anatomis, gerakan, serta hubungan dengan jaringan sekitarnya.
Pemeriksaan ini bersifat noninvasive tidak menimbulkan rasa sakit pada penderita,
dapat dilakukan dengan cepat, aman dan data yang diperoleh mempunyai nilai
diagnostic yang tinggi. Tidak ada kontraindikasinya, karena pemeriksaan ini sama
sekali tidak memperburuk penyakit si penderita. Dalam 20 tahun terakhir ini
diagnostik ultrasonik berkembang dengan pesatnya, sehingga saat ini USG
mempunyai peranan yang penting untuk menentukan kelainan berbagai organ tubuh.

Menurut diktat PSIK (2009:70) : Ultrasonografi atau USG adalah salah satu alat
pemeriksaan organ dalam tubuh dengan memencarkan gelombang suara dengan
frekuensi tinggi (ultrasonik) yang diarahkan kedalam tubuh dengan alat
ultrasonografi. Gambar-gambar USG dimonitor diperoleh setelah informasi
ultrasound diterima oleh alat-alat transducer. Ini berdasarkan fakta bahwa gelombang
bunyi akan dipantulkan oleh objek dan gelombang pantulan ini akan dibaca oleh
komputer dan kemudian diubah balik menjadi gambar.
Menurut Sjahriar Rasad (2005:453) : Ultrasonik adalah gelombang suara dengan
frekuensi lebih tinggi dari pada kemampuan pendengaran telinga manusia, sehingga
kita tidak bisa mendengarnya sama sekali. Suara yang dapat didengar manusia
mempunyai frekuensi antara 20 20.000 Cpd (cicles perdetik = Hz). Pemeriksaan
USG ini menggunakan gelombang suara yang frekuensinya 1 10 MHz (1 10 juta
Hz).
Menurut Judi Januadi Endjun (2007:5) : Suara merupakan suatu energi gelombang
mekanis yang berupa getaran-getaran partikel yang berjalan melalui suatu media
perantara, misalnya udara. Telinga manusia dapat mendengar suara bila gelombang
suara tersebut mempunyai frekuensi 20-20.000 siklus per detik (hertz). Gelombang
suara yang datang akan menggetarkan gendang telinga kemudian impuls getaran
tersebut dihantarkan ke indra dan pusat pendengaran.



Prinsip Kerja ultrasonografi

Prinsip kerja dari USG ini sendiri menggunakan gelombang suara ultra dimana
memiliki frekuensi lebih tinggi yang berkisar antara 1 10 MHz (1 10 juta Hz).
Gelombang suara frekuensi tinggi tersebut dihasilkan oleh medan listrik dan kristal
piezo-electric
Medan Listrik
Batang ferromagnet diletakkan pada medan magnet listrik maka akan timbul
gelombang bunyi ultra pada ujung batang ferromagnet. Demikian pula apabila
batang ferromagnet dilingkari dengan kawat kemudian dialiri listrik akan timbul
gelombang ultrasonik pada ujung batang ferromagnet

Kristal Piezo-electric
Kristal Piezo-electric ditemukan oleh Piere Curie dan Jacques pada tahun sekitar
1880. Tebal Kristal Piezo-electric 2,85 mm. Apabila Kristal Piezo-electric diberi
tegangan listrik maka lempengan kristal akan mengalami vibrasi sehingga timbul
frekuensi ultra; demikian pula vibrasi kristal akan menimbulkan listrik.
Berdasarkan sifat itu Kristal Piezo-electric dipakai sebagai transduser pada
ultrasonografi.
Komponen Ultrasonografi (Ksuheimi, 2008):
Transduser
Transduser adalah komponen USG yang ditempelkan pada bagian tubuh yang
akan diperiksa, seperti dinding perut atau dinding poros usus besar pada
pemeriksaan prostat. Di dalam transduser terdapat kristal yang digunakan untuk
menangkap pantulan gelombang yang disalurkan oleh transduser. Gelombang
yang diterima masih dalam bentuk gelombang akusitik (gelombang pantulan)
sehingga fungsi kristal disini adalah untuk mengubah gelombang tersebut
menjadi gelombang elektronik yang dapat dibaca oleh komputer sehingga dapat
diterjemahkan dalam bentuk gambar.
Monitor Monitor yang digunakan dalam USG
Mesin USG
Mesin USG merupakan bagian dari USG dimana fungsinya untuk mengolah data
yang diterima dalam bentuk gelombang. Mesin USG kalau dimisalkan, seperti
CPU dari USG sehingga di dalamnya terdapat komponen-komponen yang sama
seperti pada CPU pada PC.


Jenis-jenis Ultrasonografi :
Adapun jenis pemeriksaan USG ada 4 jenis yaitu sebagai berikut : (Ksuheimi, 2008)
USG 2 Dimensi
Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan melintang). Kualitas gambar
yang baik sebagian besar keadaan janin dapat ditampilkan.
USG 3 Dimensi
Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang gambar lagi yang disebut
koronal. Gambar yang tampil mirip seperti aslinya. Permukaan suatu benda
(dalam hal ini tubuh janin) dapat dilihat dengan jelas. Begitupun keadaan janin
dari posisi yang berbeda. Ini dimungkinkan karena gambarnya dapat diputar
(bukan janinnya yang diputar).
USG 4 Dimensi
Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG 3 dimensi yang dapat
bergerak (live 3D). Kalau gambar yang diambil dari USG 3 Dimensi statis,
sementara pada USG 4 Dimensi, gambar janinnya dapat bergerak. Jadi pasien
dapat melihat lebih jelas dan membayangkan keadaan janin di dalam rahim.
USG Doppler
Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran darah terutama aliran
tali pusat. Alat ini digunakan untuk menilai keadaan/kesejahteraan janin.
Penilaian kesejahteraan janin ini meliputi:
1. Gerak napas janin (minimal 2x/10 menit).
2. Tonus (gerak janin).
3. Indeks cairan ketuban (normalnya 10-20 cm).
4. Doppler arteri umbilikalis.
5. Reaktivitas denyut jantung janin.
Indikasi Pemeriksaan USG Obstetri
Menurut Wiknjosastro (2007) sebenarnya belum ada keseragaman mengenai indikasi
pemeriksaan USG dalam kehamilan. Di beberapa negara Eropa, pemeriksaan USG
dikerjakan secara rutin sedikitnya 1-2 kali selama masa kehamilan. Di Amerika
Serikat pemeriksaan USG tidak dikerjakan secara rutin, melainkan atas indikasi
klinis, yaitu bila dalam pemeriksaan klinis dijumpai keadaan yang meragukan atau
mencurigakan adanya kelainan dalam kehamilan. Indikasi tersebut antara lain :
1. Usia kehamilan yang tidak jelas
2. Didapati kehamilan multipel
3. Perdarahan dalam kehamilan
4. Didapati kematian janin
5. Didapati kehamilan ektopik
6. Didapati kehamilan mola
7. Terdapat perbedaan tinggi fundus uteri dan lamanya amenorea
8. Presentase janin yang tidak jelas
9. Didapati pertumbuhan janin terhambat
10. Didapati janin besar Didapati oligohidramnion atau polihidramnion
11. Penentuan profil biofisik janin
12. Evaluasi letak dan keadaan plasenta
13. Adanya risiko atau tersangka cacat bawaan
14. Sebagai alat bantu dalam tindakan obstetrik
15. Didapati kehamilan dengan IUD
16. Didapati kehamilan dengan kelainan bentuk uterus
17. Didapati kehamilan denagn tumor pelvik \
18. Sebagai alat bantu dalam tindakan intervensi dalam kehamilan,seperti
amniosentesis, biopsi villi koriales, transfusi intrauterin, fetoskopi, dan
sebagainya