Anda di halaman 1dari 15

Kualitas

Kuantitas
Kontinyuitas
tekanan
Macam sarana penyediaan
1. Sistem perpipaan, dimana sarana penyediaan air minum /
bersih dilengkapi dengan sistem distribusi sampai unit
pelayanan, dengan pengertian air minum/ bersiih sampai
pada pelanggan di rumah / tempat tinggal melalui jaringan
perpipaan dan sambungan langganan, hidran umum, dan
kran umum.
2. Sistem non Perpipaan, dimana sarana penyediaan air
minum/ bersih tidak dilengkapi dengan jaringan distribusi
dan unit pelayanan, digunakan untuk kelompok terbatas,
umumnya di daerah perdesaan dan secara individu dan
tidak dikelola secara komersil.
Sistem aliran Gravitasi.
Sistem aliran perpompaan
Sistem gabungan

Air tanah yaitu air dangkal, air tanah dalam dan
mata air.
Air permukaan yaitu air dari sungai, danau, waduk,
telaga atau rawa.
Air langit yaitu hujan dan salju.
PENGAMBILAN DAN PENAMPUNGAN
Mata Air
Air Tanah Dangkal
Sumur Dalam
Air Permukaan

Terbuka gravitasi
Tertutup
Dipasang ganda
Kapasitas Saluran Transmisi
Kapasitas saluran transmisi untuk
mengalirkan air baku umumnya 110% x
kapasitas produksi.

Kapasitas saluran transmisi untuk
mengalirkan air bersih sebesar 115%
sampai dengan 120% dari kebutuhan rata-
rata.
Ukuran Saluran Transmisi
Ditentukan sesuai dengan kebutuhan
penggunaan sesuai dengan kapasitas
transmisi di atas apabila menggunakan
menara/ reservoir.
Apabila tanpa menara/ reservoir
berdasarkan jam puncak.

Perlengkapan transmisi
katup wash out,
katup pelepas udara
meter induk untuk mengetahui jumlah air
yang diangkut, serta mengetahui
kebocoran-kebocoran yang terjadi.
Proses pengolahan yang umum digunakan adalah :
Mata air, karena kualitasnya cukup baik, tidak diperlukan
adanya pengolahan khusus, hanya diberikan desinfektan
(chlor).
Sumur dangkal, sama halnya dengan mata air.
Sumur dalam, pada umumnya kualitas air baku baik hanya
dibubuhkan desinfektan saja, namun banyak juga sumur
dengan kandungan Fe dan Mn tinggi sehingga diperlukan unit
pengolahan Fe dan Mn removal, aerator, dan lain-lain,
Air permukaan, merupakan sumber air baku yang paling tidak
baik (kotor) dan merupakan alternatif pilihan terakhir karena
memerlukan pengolahan secara lengkap selain mahal
dalam investasi pembangunan juga mahal dalam biaya
operasi dan pemeliharaan.
Proses Pengolahan Lengkap
1. Proses Pendahuluan
Penghilangan bahan olahan berupa sampah kasar
dan halus dengan saringan yang terdiri dari
berbagai ukuran,
untuk menghilangkan pasir dan lumpur dialirkan
lewat bangunan perangkap pasir dan lumpur untuk
mengendapkannya.
2. Proses Koagulasi (pengadukan cepat)
dimana air baku yang telah bebas dari sampah,
kotoran kasar, pasir dan lumpur dibubuhkan koagulan
aluminium Sulfat (Al
2
(SO
4
)
2
) atau lebih umum dikenal
dengan tawas, bahan koagulan lainnya seperti abu
soda (Na
2
CO
3
) ialah untuk mengikat partikel-partikel
halus ke dalam air.

3. Proses Flokulasi (pengadukan lambat)
proses terbentuknya penggumpulan flok-flok yang lebih besar dan
akibatnya dapat mudah mengendap

4. Proses Sedimentasi (pengendapan)
dimana akibat gaya gravitasi, partikel yang mempunyai berat jenis
lebih besar dari berat jenis air akan mengendap kebawah dan
yang lebih kecil akan mengapung/ melayang.

5. Proses filtrasi/ Penyaringan
penyaringan partikel secara fisik, kimia, biologi untuk memisahkan/
menyaring partikel yang tidak terendapkan dalam proses
sedimentasi melalui media berpori; untuk memisahkan flock-flock
yang berukuran kecil/ halus yang tidak dapat diendapkan oleh
proses pengendapan ialah antara 5 sampai 10 %.
Pada umumnya media penyaringan terdiri dari pasir kwarsa dan
antrasit atau kombinasi pasir kwarsa dengan antrasit.
1. Saringan Pasir Cepat ( Rapid Sand Filter )
air (kandungan kekeruhan > 30 ppm) yang akan diolah dilewatkan pada
suatu media porous dengan kecepatan yang relatif tinggi (kecepatan
penyaringan 5 s/d 15 m/ jam). Akumulasi Lumpur pada lapisan atas media
penyaringan akan menurunkan kecepatan fluktuasi sehingga tiap selang waktu
tertentu, permukaan pasir dibersihkan (proses pencucian)
Pencucian filter atau lapisan penyaring dilakukan :
Pencucian dari bawah (back washing) dengan atau tanpa menggunakan
pompa udara.
Penucian dari atas (surface washing), yaitu pencucian terhadap bidang
permukaan media dengan penyemprotan air yang tertutup Lumpur.
Waktu pencucian umumnya antara 10 sampai dengan 15 menit.Pencucian
penyaringan menggunakan pengaliran balik (back washing).
2. Saringan Pasir lambat (Slow sand Filter)
air (dengan kandungan kekeruhan < 30 ppm) yang akan diolah dilewatkan
media porous dengan kecepatan relatif rendah.
Sistem ini jarang digunakan karena memerlukan lahan yang cukup luas.
Pencucian saringan pasir lambat ialah dengan cara mengeruk lapisan atas
saringan pasir setebal 2 s/d 3 cm dikeluarkan dari bak dan dicuci sampai bersih
dan setelah bersih pasir dikembalikan ketempat semula.

6. Proses Desinfeksi
Merupakan penambahan suatu senyawa khlor
aktif pada air minum dengan tujuan untuk
membunuh organisme bakteriologis khususnya
organisme pathogin yang dapat menyebabkan
penyakit dan kematian pada manusia.
Pembubuhan desinfektan tersebut terhadap air
yang sudah mengalami penyaringan sebelum air
tersebut ditampung dan dialirkan, disalurkan
pada konsumen/ langganan.