Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN
Sejak ditemukannya klorpromazin, suatu neuroleptik golongan fenotiazin pada tahun
1950, pengobatan untuk psikosis terutama skizofrenia terus dikembangkan. Istilah
neuroleptik sebagai sinonim antipsikotik berkembang dari kenyataan bahwa obat antipsikotik
sering menimbulkan gejala saraf berupa gejala ekstrapiramidal. engan dikembangkannya
golongan baru yang hampir tidak menimbulkan gejala ektrapiramidal istilah neuroleptik tidak
lagi dapat dianggap sinonim dari istilah antipsikotik. Selanjutnya ditemukan generasi kedua
antipsikotik yaitu haloperidol, yang penggunaannya !ukup luas hingga selama " dekade.
#ada tahun 1990, ditemukan klozapin yang dikenal sebagai generasi pertama
antipsikotik golongan atipikal. isebut atipikal karena golongan obat ini sedikit menyebakan
reaksi ekstrapiramidal $%#S & e'trapyramidal symptom( yang umum terjadi dengan obat
antipsikotik tipikal yang ditemukan lebih dahulu. Sejak ditemukan klozapin, pengembangan
obat baru golongan atipikal ini terus dilakukan. )al ini terlihat dengan ditemukannya obat
baru yaitu risperidon, olanzapin, zotepin, ziprasidon dan lainnya.
*ebanyakan antipsikotik golongan tipikal mempunyai afinitas tinggi dalam
menghambat resepor dopamin +, hal inilah yang diperkirakan menyebabkan reaksi
ekstrapiramidal yang kuat. ,bat golongan atipikal pada umumnya mempunyai afinitas yang
lemah terhadap dopamin +, selain itu juga memiliki afinitas terhadap reseptor dopamin ",
serotonin, histamin, reseptor muskarinik, dan reseptor alfa adrenergik. -olongan antipsikotik
atipikal diduga efektif untuk gejala positif $seperti bi!ara ka!au, halusinasi, delusi( maupun
gejala negatif $miskin kata.kata, afek yang datar, menarik diri dari lingkungan, inisiatif
menurun( pasien skizofrenia. -olongan antipsikotik tipikal umumnya hanya berespon untuk
gejala positif.
1
/0/ II
012I#SI*,2I*
,bat yang digunakan untuk psikosis memiliki banyak sinonim antara lain antipsikotis,
neuroleptik, mayor tran3uillizers, dan atara!ti!s antipsy!hoti!s. 0ntipsikotik digunakan untuk
mengatasi gejala akibat gangguan mental yang berat seperti skizofrenia, gangguan delusional,
gangguan afektif berat dan gangguan psikosis organik. 0ntipsikosis kon4ensional umumnya
dapat mengurangi gejala positif, seperti& halusinasi, waham, tidak kooperatif, dan gangguan
alam berpikir seperti lon!at pikir5flight of ideas maupun inkoherensi. -ejala positif
skizofrenia tersebut bereaksi se!ara lebih responsif terhadap obat antipsikotik, sedangkan
gejala negatifnya seperti& afek yang datar, apatis, anhedonia, dan blokade diri ternyata lebih
sulit diatasi. 1amun, saat ini sudah ditemukan deri4at baru untuk mengatasi gejala negatif
tersebut. ,bat.obatan ini dikelompokkan dalam antipsikotik aspesifik
Mekanisme Kerja
Se!ara umum, terdapat beberapa hipotesis tentang !ara kerja antipsikotik, yang dapat
digolongkan berdasarkan jalur reseptor dopamin atau reseptor non-dopamine. )ipotesis
dopamin untuk penyakit psikotik mengatakan bahwa kelainan tersebut disebabkan oleh
2
peningkatan berlebihan yang relatif dalam aktifitas fungsional neurotransmiter dopamin
dalam traktus tertentu dalam otak. )ipotesis ini berlandaskan obser4asi berikut&
6 Sebagian besar obat antipsikotik memblok reseptor postsinaps pada SS#, terutama pada
sistem mesolimbik.frontal.
6 #enggunaan obat yang meningkatkan akti4itas dopamin, seperti levodopa $prekursor
dopamin(, amfetamin $merangsang sekresi dopamin(, apomorfin $agonis langsung reseptor
dopamin( dapat memperburuk skizofrenia ataupun menyebabkan psikosis de novo pada
pasien.
#emeriksaan dengan positron emission tomography $#%2( menunjukkan bahwa terjadi
peningkatan reseptor dopamin pada pasien skizofrenia $baik yang menjalani terapi ataupun
tidak( bila dibandingkan dengan orang yang tidak menderita skizofrenia.
6 #ada pasien skizofrenia yang terapinya berhasil, telah ditemukan perubahan jumlah
homo4allini! a!id $)70( yang merupakan metabolit dopamin, pada !airan serebrospinal,
plasma, dan urin.
6 2elah ditemukan peningkatan densitas reseptor dopamin dalam region tertentu di otak
penderita skizofren yang tidak diobati. #ada pasien sindroma 2ourette, ti! klinis lebih jelas
jika jumlah reseptor + kaudatus meningkat.
8ima reseptor dopamin yang berbeda telah ditemukan, yaitu 1 9 5. Setiap satu
reseptor dopamin adalah berpasangan dengan protein - dan mempunyai tujuh domain
transmembran. :eseptor +, ditemukan dalam kaudatus.putamen, nukleus a!!umbens, kortek
serebral dan hipotalamus, berpasangan se!ara negatif kepada adenyl cyclase. %fek terapi
relatif untuk kebanyakan obat.obatan antipsikotik lama mempunyai korelasi dengan afinitas
mereka terhadap reseptor +. 0kan tetapi, terdapat korelasi dengan hambatan reseptor +
dan disfungsi ekstrapiramidal. /eberapa antipsikotik yang lebih baru mempunyai afinitas
yang lebih tinggi terhadap reseptor.reseptor selain reseptor +. ;ontohnya, tindakan
menghambat alfaadrenoseptor mempunyai korelasi baik dengan efek antipsikotik kebanyakan
obat baru ini Inhibisi reseptor serotonin $S( juga merupakan !ara kerja obat.obatan
antipsikotik baru ini. ;lozapin, satu obat yang mempunyai tindakan menghambat reseptor
1, ", 5.)2+, muskarinik dan alfa.adrenergik yang signifikan, mempunyai afinitas yang
rendah terhadap
reseptor +. *ebanyakan obat.obatan atipikal yang baru $seperti olanzapin, 3uetiapin,
resperidon dan serindole( mempunyai afinitas yang tinggi terhadap reseptor 5.)2+0,
walaupun obat.obat tersebut juga bisa berinteraksi dengan reseptor + atau reseptor lainnya.
3
*ebanyakan obat atipikal ini menyebabkan disfungsi ekstrapiramidal yang kurang
dibandingkan dengan obat.obatan standar.
Farmakokinetik
<etabolisme obat.obat anti psikotik se!ara farmakokinetik dipengaruhi oleh beberapa
hal, antara lain pemakaian bersama enzyme indu!e seperti !arbamazepin, phenytoin,
ethambutol, barbiturate. *ombinasi dengan obat.obat tersebut akan memper!epat peme!ahan
antipsikotik sehingga diperlukan dosis yang lebih tinggi.
;leran!e Inhibitors seperti SS:I $ sele!ti4e serotonin re!eptor inhibitor( , 2;0
$tri!y!li! antidepresan(, beta blo!ker, akan menghambat sekresi obat.obat antipsikotik
sehingga perlu dipertimbangkan dosisi pemberiannya bila diberikan bersama.sama. *ondisi
strees, hipoalbumin karena malnutrisi atau gagal ginjal dan gagal hati dapat mempengaruhi
ikatan protein obat.obat antipsikotik tersebut.
Farmakodinamik
,bat.obat antipsikotik terutama bekerja sebagai antagonis reseptor dopamin dan
serotonin di otak, dengan target untuk menurunkan gejala.gejala psikotik seperti halusinasi,
waham dan lain.lain. Sistem dopamin yang terlibat yaitu sistem nigrostriatial, sistem
mesolimbikokortikal, dan sistem tuberoinfundibuler. *arena kerja yang spesifik ini maka
dapat diperkirakan efek samping yang mungkin timbul sistem.sistem tersebut mengalami
hambatan yang berlebih. /ila hambatan pada sistem nigrostriatial berlebihan maka akan
terjadi gangguan terutama pada aktifitas motorik, sedangkan sistem mesolimbokortikal
mempengaruhi fungsi kognitif, dan fungsi endokrin terganggu bila sistem tuberoinfundibuler
terhambat berlebihan.
ManfaatKlinis
2abel di bawah memuat antipsikotik yang paling sering diresepkan. -olongan kimia
antipsikotik =tipikal= yang kon4ensional dibedakan oleh kedalaman, jenis, dan keparahan
efek samping yang dihasilkan. *eefektifan klinis keseluruhan obat tersebut dalam dosis yang
4
ekui4alen adalah sama.0ntispikotik atipikal terbaru, seperti klozapin, risperidon, olanzapin,
dan ziprasidon, mempunyai efek klinis yang lebih besar daripada antipsikotik kelas lain
dengan efek samping ekstrapiramidal akut yang minimal. #enggunaan utama antipsikotik
untuk skizofrenia, sindrom otak organik dengan psikosis. ,bat ini juga berguna untuk pasien
yang mengalami ansietas berat dan menyalahgunakan obat atau alkohol karena benzodiazepin
dikontraindikasikan bagi mereka.
Reaksi Yang Mergikan dan Pertim!angan Ke"era#atan
%fek samping antipsikotik banyak dan ber4ariasi serta menuntut banyak perhatian klinis dari
perawat untuk memberikan perawatan yang optimal. /eberapa efek samping hanya
menyebabkan rasa tidak nyaman bagi pasien, dan kebanyakan mudah ditangani, tetapi
beberapa diantaranya mengan!am jiwa. #erawat harus memberi perhatian khusus pada gejala
atau sindrom ekstrapiramidal $%#S(, baik jangka pendek maupun jangka panjang. ,bat.obat
yang paling umum untuk mengatasi %#S jangka pendek adalah&
1./enztropin, 1.>mg5hari
+.2riheksifenidil, 1.10mg5hari
?.ifenhidramin, +5.150mg5hari
%fek merugikan klozapin yang paling serius adalah agranulositosis, yang terjadi pada kira.
kira 1@ sampai +@ pasien. 2abel + menyajikan beberapa efek samping yang lebih umum dan
pertimbangan keperawatannya.

5

6

7
opamin merupakan salah satu neurotransmitter pada manusia yang sangat berperan
pada mekanisme terjadinya gangguan psikotik. opamin sendiri diproduksi pada beberapa
area di otak, termasuk subtantia nigra dan area 4entral tegmental. opamin jua merupakan
neurohormon yang dihasilkan oleh hipotalamus. Aungsi utama hormon ini adalah
menghambat pembentukan prolaktin dan lobus anterior kelenjer pituitary.
omain memiliki banyak fugsi di otak, termasuk peran pentingnya pada perilaku dan
kognisi, pergerakan 4olunter, moti4asi, penghambat produksi prolaktin $berperan dalam masa
menyusui(, tidur mood, perhatian, dan proses belajar.
opaminergik neurom $neuron yang menggunakan dopamin sebagai neurotransmitter
utamanya . terdapat pada area 4entral tegmental $072( pada midbrain, substantia nigra pars
!ompa!ta dan nu!leus ar!uata pada hipotalamu, jalur dopaminergik merupakan jalur neural
pada otak yang mengirimkan dopamin dari satu regio di otak ke regio lainnya.
8
#enghambatan reseptor dopamin adalah efek utama yang berhubungan dengan keuntungan
terapi obat.obatan antipsikotik lama. 2erdapat beberapa jalur utama dopamin diotak, antara
lain &
1. Jalur dopamin nigrostriatal
Balur ini berproyeksi dari substansia nigra menuju ganglia basalis. Balur ini berhubungan
dengan kontrol motorik. /ila jalur ini diblok, akan terjadi kelainan pergerakan seperti pada
#arkinson yang disebut extrapyramidal reaction $%#:(. -ejala yang terjadi antara lain
akhatisia, dystonia $terutama pada wajah dan leher(, rigiditas, dan akinesia atau bradikinesia.
2. Jalur dopamin mesolimbik
Balur ini berasal dari batang otak dan berakhir pada area limbi!. Balur dopamin mesolimbik
terlibat dalam berbagai perilaku, seperti sensasi menyenangkan, euphoria yang terjadi karena
penyalahgunaan zat, dan jika jalur ini hiperaktif dapat menyebabkan delusi dan halusinasi.
Balur ini terlibat dalam timbulnya gejala positif psikosis.
3. Jalur dopamin mesokortikal
Balur ini berproyeksi dari midbrain ventral tegmental area menuju korteks limbi!. Selain itu
jalur ini juga berhubungan dengan jalur dopamine mesolimbik. Balur ini selain mempunyai
peranan dalam memfasilitasi gejala positif dan negati4e psikosis, juga berperan pada
neuroleptic induced deficit syndrome yang mempunyai gejala pada emosi dan sistem kognitif.
-angguan pada jalur ini berhubungan dengan skizofrenia
4. Jalur dopamin tuberoinfundibular
Balur ini Balur tuberoinfundibular mengirimkan dopamin dari hipotalamus ke kalenjer
pituitary bagian anterior. Balur ini bertanggung jawab untuk mengontrol sekresi prolaktin,
sehingga kalau diblok dapat
terjadi galactorrhea.
9
PEN$$UNAAN AN%IP&IK'%IK
0.0ntipsikotik 2ipikal
() DERI*A% FEN'%IA+IN
,HL'RPR'MA+IN
#rototip kelompok ini adalah kloropromazin $;#C(. #embahasan terutama mengenai
;#C dengan mengemukakan tentang fenotiazin lain bila ada.
KIMIA. ;hlorpromazin $;#C( adalah +.klor.1. $dimetil.aminopropil(.fenotiazin. eri4ate
fenotiazin lain didapat dengan !ara substitusi pada tempat + dan 10 inti fenotiazin.
FARMAK'DINAMIK- ,P+$8arga!til( berefek farmakodinamik sangat luas. 8arga!til
diambil dari kata large a!tion.
Efek "ada &snan &araf Psat
;#C menimbulkan efek sedasi yang disertai sikap a!uh tak a!uh terhadap rangsang
dari lingkungan. #ada pemakaian lama, dapat timbul toleransi terhadap efek sedasi.
2imbulnya sedasi amat tergantung dari status emosional penderita sebelum minum obat.
;hlorpromazin berefek antpsikosis terlepas dari efek sedasinya. :efle' terkondisi
yang diajarkan pada tikus hilang oleh ;#C. #ada manusia kepandaian pekerjaan tangan yang
memerlukan ke!ekatan dan daya pemikiran berkurang. 0kti4itas motorik diganggu antara
10
lainterlihat sebagai efek kataleptik pada tikus. ;#C menimbulkan efek menenangkan pda
hewan buas. %fek ini juga dimiliki oleh obat lain, misalnya barbiturate, narkotik,
meprobamat, dan klordiazepoksid.
/erbeda dengan barbiturate, ;#C tidak dapat men!egah timbulnya kon4ulsi akibat
rangang listrik maupun rangsang oleh obat. Semua deri4ate fenotiazin mempengaruhi ganglia
basal, sehingga menimbulkan gejala parkinsonisme $efek ekstrapiramidal(.
;#C dapat mengurangi atau men!egah muntah yang disebabkan oleh rangsang pada
!hemore!eptor trigger zone. <untah yang disebabkan oleh kelainan saluran !erna atau
4estibuler, kurang dipengaruhi tetapi fenotiazin potensi tinggi dapat berguna untuk keadaan
tersebut.
Aenotiazin yang terutama potensinya rendah menurunkan ambang bangkitan ehingga
penggunaannya pada pasien epilepsy harus sangat berhati.hati. eri4ate piperazin dapat
digunakan se!ara aman pada penderita epilepsy bila dosis diberikan bertahap dan bersama
antikon4ulsan.

Efek "ada 'tot Rangka-
;#C dapat menimbulkan relaksasi otot skelet yang berada dalam keadaan spasti!.
;ara kerja relaksasi ini diduga bersifat sentral sebab sambungan saraf otot dan medulla
spinalis tidak dipengaruhi ;#C.

Efek "ada Endokrin-
;#C menghambat o4ulasi dan menstruasi. ;#C juga menghambat sekresi 0;2).
%fek terhadap system endokrin ini terjadi berdasarkan efeknya terhadap hipotalamus. Semua
fenotiazin, ke!uali klozapin menimbulkan hiperprolaktinemia lewat penghambatan efek
entral dopamin

Efek "ada Kardio.asklar-
11
;#C dapat menimbulkan hipotensi berdasarkan beberapa hal yaitu & $1( reflek presor
yang penting untuk mempertahankan tekanan darah dihambat oleh ;#CD $+( ;#C berefek E.
blokerD dan $?( ;#C menimbulkan efek inotropik negati4e pada jantung. 2oleransi dapat
timbul terhadap efek hipotensif ;#C.

FARMAK'KINE%IK. #ada umumnya semua fentiazin diabsorbsi dengan baik bila
diberikan per oral maupun parenteral. #enyebaran luas ke semua jaringan dengan kadar
tertinggi di paru.paru, hati, kelenjar suprarenal, dan limpa. %bagian fenotiazin mengalami
hidroksilasi dan konyugai, sebagian lain diubah menjadi sufoksid yang kemudian diekskresi
bersama feses dan urin. Setelah pemberian ;#C dosis besar, maka masih ditemukan ekkresi
;#C atau metabolitnya selama >.1+ bulan.

EFEK &AMPIN$- /atas keamanan ;#C !ukup lebar sehingga obat ini !ukup aman. %fek
samping umumnya merupakan efek perluasan farmakodinamiknya. -ejala idiosinkrasi
mungkin timbul berupa ikterus, dermatitis dan leu!openia. :eaksi ini disertai eosinofilia
dalam darah perifer.
Nerologik
#ada dosis berlebihan, semua deri4ate fenotiazin dapat menyebabkan gejala
ekstrapiramidal serupa dengan yang terlihat pada parkinsonisme. ikenal > gejala sindrom
neurologi! yang karakteristik dari obat ini. %mpat diantaranya biasa terjadi sewaktu obat
diminum, yaitu distonia akut, akatisia, parkinsonisme dan sindrom neuroleptik malignant
yang terakhir jarang terjadi. ua sindrom yang terjadi setelah pengobatan berbulan.bulan
sampai bertahun.bertahun berupa tremor perioral $jarang( dan diskinesia 2ardif.
Kardio.asklar
)ipotensi ortostatik sering terlihat pada penderita dengan system 4asomotor yang
labil. 2akar lajak tioridazin $lebih dari ?00 mg(menyebabkan aritmia 4entri!ular dan blok
jantung. *arena efek terhadap jantung mungkin aditif dengan antitioridazin dan pimozoid
dapat menyebabkan kelainan %*- mirip hipokalemia. %fek samping hipotermia dapat
12
digunakan pada terapi hibernasi. %fek antikolinergik berupa takikardia, mulut dan tenggorok
kering sering terjadi pada pemberian fenotiazin. #erlu digunakan berhati.hati pada penderita
glau!oma dan hipertrofi prostat. Semua antipsikosis ke!uali mesoridazin, molindon,
tioridazin, dan klozapin mempunyai efek antiemeti!.
;#C merupakan obat terpilih untuk mnghilangkan hi!!up. ,bat ini hanya diberikan
pada hi!!up yang berlangsung berhari.hari sangat mengganggu. #enyebab hi!!up seringkali
tidak dapat ditemukan, tetapi ner4ositas dan kelainan di esophagus atau lambung mungkin
merupakan kausanya. alam hal yang terakhir, terapi kausal harus dilakukan.
%fek ekstrapiramidal tidak terjadi, mungkin karena obat ini tidak melewati sawar.
darah otak. osis oral, 10 mg diberikan " kali sehari 15.?0 menit ebelum makan. osis re!tal
>0 mg per kali. osis I<, 10 mg maksimum > kali sehari dan dosis I< pada anak 0,1.0,+
mg5kg//, ?.> kali sehari. 2etapi sediaan yang ada saat ini hanya tablet 50 mg dan sirup.

/) N'NFEN'%IA+IN 0!tirofenon)
)aloperidol berguna untuk menenangkan keadaan mania penderita psikosis yang
karena hal tertentu tidak dapat diberi fenotiazin. :eaksi ekstrapiramidal timbul pada F0@
penderita yang diobati haloperidol. ,ksipertin merupakan deri4ate butirofenon yang banyak
persamaannya dengan ;#C. ,ksipertin berefek blo!kade adrenergi! dan antiemeti! serta
dapat menimbulkan parkinsonisme pada manusia dan katalepsi pada hewan.
FARMAK'L'$I. Struktur haloperidol berbeda dengan fenotiazin, tetapi butirofenon
memperlihatkan banyak sifat farmakologi fenotiazin. #ada orang normal, efek haloperidol
mirip fenotiazin piperazin. )aloperidol memperlihatkan antipsikotik yang kuat dan efektif
untuk fase mania penyakit mani! depresif dan skizofrenia. %fek fenotiazin piperazin dan
butirofenon berbeda se!ara kuantitatif karena butirofenon selain menghambat efek dopamine
juga menghambat turn o4erratenya.

Efek Pada &snan &araf Psat- )aloperidol menenangkan dan menyebabkan tidur pada
orang yang mengalami eksitasi. %fek sedati4e haloperidol kurang kuat disbanding ;#C yakni
memperlambat dan menghambat jumlah gelombang teta. )aloperidol dan ;#C sama kuat
13
menurunkan ambang rangsang kon4usif. )aloperidol menghambat system dopamine dan
hipotalamus. Buga menghambat muntah yang ditimbulkan oleh apomorfin.
Efek Pada &1stem &araf 'tonom- %fek haloperidol terhadap system saraf otonom lebih
ke!il daripada efek antipsikotik lain. Galaupun demikian haloperidol dapat menyebabkan
pandangan kabur $blurring of 4ision(. ,bat ini menghambat akti4asi reseptor E yang
disebabkan oleh amin simpatomimetik, tetapi hambatannya tidak sekuat hambatan ;#C.
Efek "ada &istem Kardio.asklar dan res"irasi- )aloperidol menyebabkan hipotensi,
tetapi tidak sesering dan sehebat ;#C. )aloperidol menyebabkan takikardia meskipun
kelainan %*- belum pernah dilaporkan. *lorpromazin atau haloperidol dapat menimbulkan
potensiasi dengan obat penghambat respirasi.
Efek "ada &istem Endokrin Seperti ;#C, haloperidol menyebabkan galaktore dan repons
endokrin lain.
FARMAK'KINE%IK. )aloperidol !epat diserap dari saluran !erna. *adar pun!aknya
dalam plasma ter!apai dalam waktu +0> jam sejak menelan obat, menetap sampai H+ jam dan
masih dapat ditemukan dalam plasma sampai berminggu.minggu. ,bat ini ditimbun dalam
hati dan kira.kira 1@ dari dosis yang diberikan diekskresikan melalui empedu. %kskresi
haloperidol lambat melalui ginjal, kira.kira "e0@ obat dikeluarkan selama 5 hari sesudah
pemberian dosis tunggal.
EFEK &AMPIN$ DAN IN%'K&IKA&I. )aloperidol menimbulkan reaksi ekstrapiramidal
dengan insidens yang tinggi terutama pada penderita usia muda. #engobatan dengan
haloperidol harus dimulai dengan hati.hati. apat terjadi depresi akibat re4ersi keadaan
mania atau sebagai efek samping yang sebenarnya. #erubahan hematologi! ringan dan
selintas dapat terjadi tetapi hanya agranulositosis sering dilaporkan. Arekuensi kejadian
ikterus akibat haloperidol rendah. )aloperidol sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil
sampai terdapat bukti bahwa obat ini tidak menimbulkan efek teratogenik.

B- 'BA% AN%IP&IK'%IK A%IPIKAL
14
,bat.obatan jenis ini disebut atipikal karena obat ini berhubungan dengan insidensi
gangguan pergerakan yang lebih rendah dan ditoleransi lebih baik daripada antipsikosis
lainnya. <ekanisme kerja se!ara umum obat ini adalah dengan menghambat reseptor
diopamin + dan reseptor serotonin 5)2+.
()KL'+APIN-
<erupakan salah satu golongan obat ini yang menunjukkan efek antipsikosi lemah.
#rofil farmakologiknya atipikal bila dibandingkan antipsikosis yang lain. 2erutama resiko
timbulnya efek samping ekstrapiramidal obat ini sangat minimal, dan kadar prolaktin serum
pada manusia tidak ditingkatkan. iskinesia 2ardif belum pernah dilaporkan terjadi pada
pasien yang diberi obat ini, walaupun beberapa pasien telah diobati hingga 10 tahun.
ibandingkan terhadap psikotropik yang lain, klozapin menunjukkan efek dopaminergik
lemah, tetapi dapat mempengaruhi fungsi saraf dopamine pada system mesolimbik.
mesokortikal otakD yang berhubungan dengan fungsi emosional dan mental yang lebih tinggi,
yang berbeda dari dopamine neuron di daera nigrostriatal $daerah gerak( dan
tuberinfundibular $daerah neuroendokrin(.
*lozapin efektif untuk mengontrol gejala.gejala psikosis dan skizofrenia baik yang
positif $iritabilitas( maupun yang negati4e $so!ial disinterest dan in!ompeten!e, personal
neatness(. %fek yang bermanfaat terlihat dalam waktu + minggu, diikuti perbaikan se!ara
bertahap pada minggu.minggu berikutnya. ,bat ini berguna untuk pengobatan pasien yang
refrakter dan terganggu berat selama pengobatan. Selain itu, karena risiko efek samping
ekstrapiramidal yangs sangat rendah, obat ini !o!ok untuk pasien yang menunjukkan gejala
ekstrapiramidal yang berat bila diberikan antipsikosis yang lain, maka penggunaannya hanya
dibatasi pada pasien yang resisten atau tidak dapat mentoleransi antipsikosis yang lain. #asien
yang diberi klozapin perlu dipantau jumlah sel darah putihnya setiap minggu.
EFEK &AMPIN$ DAN IN%'K&IKA&I- 0granulositosis merupakan efek samping utama
yang yang ditimbulkan pada pengobatan dengan klozapin. #ada pasien yang mendapata
klozapin selama " minggu atau lebih, resiko terjadinya kira.kira 1,+@. -ejala ini paling
sering timbul >.1F minggu setelah pemberian obat. #engobatan dengan obat ini tidak boleh
lebih dari > minggu ke!uali bila terlihat adanya perbaikan.
%fek samping lain yang dapat terjadi antara lain hipertermia, takikardia, sedasi, pusing
kepala, hipersali4asi.
15
-ejala takar lajak meliputi antara lain& kantuk, letargi, koma, disorientasi, delirium,
takikardia, depresi napas, aritmia, kejang dan hipertemia.
FARMAK'KINE%IK- *lozapin diabsorbsi se!ara !epat dan sempurna pada pemberian per
oralD kadar pun!ak plasma ter!apai pada kira.kira 1,> jam setelah pemberian obat. *lozapin
se!ara ekstensif diikat protein plasma $I95@(, obat ini dimetabolisme hampir sempurna
sebelum diekskresi lewat urin dan tinja, dengan waktu paruh rata.rata 11,F jam.
/)'lan2a"ine 0+1"re3a) 9
igunakan untuk mengobati gangguan psikotik termasuk skizofrenia, akut mani! episode,
dan pemeliharaan dari gangguan bipolar. osing +.5 to +0 mg per day. osis +,5.+0 mg per
hari.
4)Ris"eridone 0Ris"erdal)
osis 0,+5.> mg per hari dan dititrasi ke atasD dibagi dianjurkan dosis titrasi awal sampai
selesai, dan pada saat obat dapat diberikan sekali dalam sehari. igunakan off.label untuk
mengobati sindrom 2ourette dan gangguan ke!emasan.
5)6etia"ine 0&ero7el)
igunakan terutama untuk mengobati gangguan bipolar dan skizofrenia, dan Joff.label=
untuk mengobati kronis insomnia dan sindrom kaki resah, melainkan obat penenang yang
kuat. osis dimulai pada +5 mg dan terus sampai maksimum F00 mg per hari, tergantung
pada keparahan dari gejala $s( sedang dirawat.
8)+i"rasidone 0$eodon)
Kntuk mengobati gangguan bipolar. osis +0 mg dua kali sehari pada awalnya sampai F0 mg
dua kali sehari. 2ermasuk efek samping yang berkepanjangan Inter4al L2 di jantung, yang
dapat berbahaya bagi pasien dengan penyakit jantung atau mereka yang memakai obat lain
yang memperpanjang inter4al L2.
9)Amisl"ride 0&olian)
Selektif dopamin antagonis. osis yang lebih tinggi $lebih dari "00 mg( bertindak atas post.
sinaptik reseptor dopamin yang mengakibatkan pengurangan dalam gejala positif skizofrenia,
seperti psikosis. osis yang lebih rendah, bagaimanapun, bertindak atas dopamin
16
autore!eptors, mengakibatkan peningkatan dopamin transmisi, memperbaiki gejala negatif
skizofrenia. osis rendah amisulpride juga telah terbukti mempunyai antidepresan dan
an'iolyti! efek non.pasien skizofrenia, menyebabkan dysthymia dan fobia sosial..
0misulpride belum disetujui untuk digunakan oleh Aood and rug 0dministration di
0merika Serikat.
:)Asena"ine
adalah 5.)2+0.dan +.reseptor antagonis yang sedang dikembangkan untuk pengobatan
skizofrenia dan mania akut berhubungan dengan gangguan bipolar.
eri4atif dari risperidone yang disetujui pada tahun +00>.
;)Ilio"eridone 0Fana"t) 9 0ppro4ed by the A0 on <ay >, +009. Ilioperidone $Aanapt( 9
isetujui oleh A0 pada > <ei +009.
<) +'%EPINE.
Sebuah antipsikotik atipikal diindikasikan untuk skizofrenia akut dan kronis. It was appro4ed
in Bapan !ir!a 19F+ and -ermany in 1990, respe!ti4ely. Ini disetujui di Bepang sekitar tahun
19F+ dan Berman pada tahun 1990, masing.masing.
(=)&ertindole
dikembangkan oleh perusahaan farmasi enmark ). 8undbe!k .. Seperti antipsikotik atipikal
yang lain, itu diyakini telah antagonis akti4itas pada reseptor dopamin dan serotonin di otak.
Sebagai pedoman pemilihan antipsikosis dapat disebutkan hal.hal sebagai berikut& $1(
bila resiko tidak diketahui atau tidak ada komplikasi yang diketahui sebelumnya maka pilihan
jatuh pada fenotiazin berpotensi tinggi D $+(bila kepatuhan penderita $!omplian!e( dalam
menggunakan obat tidak terjamin, maka pilihan jatuh pada flufenazin oral dan kemudian tiap
dua minggu diberikan suntikan flufenazin enantan dan ekanoatD $?( bila penderita mempunyai
riwayat penyakit kardio4askular atau stroke sehingga hipotensi merupakan hal yang
membahayakan maka pilihan jatuh pada fenotiazin piperazin atau haloperidolD $"(bila karena
alasan usia atau fa!tor penyakit, terdapat resiko efek samping gejala ekstrapiramidal yang
nyata, maka pilihan jatuh pada tioridazinD $5( tioridazin tidak boleh digunakan apabila
terdapat gangguan ejakulasiD $>( bila efek sedasi berat perlu dihindari, maka pilihan jatuh
17
pada haloperidol atau fenotiazin piperazinD dan $H( bila penderita mempunyai kelainan hepar
atau !enderung menderita ikterus, haloperidol merupakan obat yang paling aman pada
stadium awal pengobatan.
#emilihan jenis obat anti psikosis mempertimbangkan gejala psikosis yang dominan
dan efek samping obat. #ergantian obat disesuaikan dengan dosis ekui4alen.misalnya !ontoh
sebagai berikut& ;#C dan 2hioridazine yang efek sedati4e kuat, terutama digunakan
terhadap sindrom psikosis dengan gejala dominan& gaduh gelisah, hiperaktif, susah tidur,
keka!auan pikiran, perasaan, perliaku, dan lain sebagainya. Sedangkan 2rifluoroperazine,
Aluphenzine dan )aloperidol yang efek samping sedatif lemah digunakan terhadap Sindrom
psikosis dengan gejala dominan & apatis, menarik diri, persaan tumpul, kehilangan minat, dan
inisiatif, hipoaktif, waham halusinasi dan lain.lain. 2etapi obat yang terakhir ini paling mudah
menyebabkan gejala ekstrapiramidal, pada pasien yang rentan terhadap efek samping
tersebut, perlu digantikan dengan 2hioridazine $dosis ekui4alen( di mana efek samping
ekstrapiramidalnya sangat ringan. Kntuk #asien yang sampai timbul J2ardi4e yskinesia=
obat antipsikotik yang tanpa efek samping ekstrapiramidalnya adalah ;lozapine.
18
%fek samping yang ire4ersibel seperti tardif diskinesia $gerakan berulang in4olunter
pada lidah, wajah, mulut5rahang dan anggota gerak dimana saat tidur gejala menghilang(
yang timbul akibat pemakaian jangka panjang dan tidak terkait dengan besarnya dosis. /ila
gejala tersebut timbul maka obat anti psikotik perlahan.lahan dihentikan, bisa di!oba
pemberian :eserpine +,5 mg5h $dopamine depleting agent(. #enggunaan 8.dopa dapat
memperburuk keadaan. ,bat anti psikotik hampir tidak pernah menimbulkan kematian
sebagai akibat o4erdosis atau keinginan untuk bunuh diri.
19
BAB III
KE&IMPULAN
#engobatan antipsikotik ditujukan untuk menghambat aktifitas berlebihan pada
neurotransmitter otak utamanya dopamin. ,bat.obatan antipsikotik terbagi atas + jenis yaitu golongan
tipikal yang hanya bekerja dengan menghambar reseptor dopamin + dan golongan atipikal yang
selain menghambat reseptor dopamin +, dia juga menghambat reseptor serotonin 5)2+ #emberian
obat.obatan antipsikotik didasarkan pada gejala klinis yang timbul dan efek samping masing.masing
obat.
20
0A20: #KS20*0
1. %l4ira ,S /uku 0jar #sikiatri Aakultas *edokteran Kni4ersitas Indonesia. /adan #enerbit A*KI.
Bakarta& +010
+. -aniswarna S-, Setiabudy :, Suyatna A, #urwantyastuti, 1afrialdi. Aarmakologi dan 2erapi.
%disi ". Bakarta& /agian Aarmakologi Aakultas *edokteran. Kni4ersitas IndonesiaD 1995.
?. *aplan )I, Sado!k /B. *aplan and Saddo!kMs Synopsis of #sy!hiatry& /eha4ioral S!ien!e5
;lini!al #sy!hiatry. Fth ed. <aryland& Gilliam N GilkinsD 199F.
". <aslim :, #anduan #raktis #enggunaan *lini, ,bat #sikotropik. %disi ?. Bakarta& +00H
21