Anda di halaman 1dari 19

1

FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA


UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
Jl. Arjuna Utara No 6, Kebon Jeruk. Jakarta Barat

KEPANITERAAN KLINIK
STATUS ILMU JIWA
FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA
RS JIWA Dr.SOEHARTO HERDJAN
STATUS PSIKIATRI





Nomor rekam medis : -
Nama pasien : Nn.N
Masuk Panti : 17 Juli 2014
Rujukan / Diantar : Diantar oleh ibunya atas kemauan dirinya sendiri
Riwayat Perawatan :
Pasien tidak dirawat di rumah sakit jiwa.

I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Nn. N
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 18 Juni 1990
Umur : 24 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Bangsa/Suku : Indonesia
Agama : Islam
Nama : Purnamandala
Nim : 03008195
Dr. Pembimbing : dr.Arundhati Sp.KJ


2
Pendidikan : S1
Pekerjaan : Trainer Perusahaan
Status Perkawinan : Belum menikah
Alamat : Lenteng Agung

II. RIWAYAT PSIKIATRI
Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis dan alloanamnesis
Autoanamnesis : 21 Juli 2014. Jam 10.00 WIB
Alloanamnesis : 22 juli 2014. Jam 07.00 WIB
A. Keluhan Utama
Pasien datang ke rumah sakit karena mengeluhkan sering sedih dan ingin mengakhiri
hidupnya sejak satu bulan yang lalu SMRS.
B. Riwayat Gangguan Sekarang
Pasien mengeluhkan sering sedih sejak 1 bulan lebih sebelum masuk rumah sakit.
Pasein mulai merasakan sedih sejak diputuskan oleh pacarnya yang berhubungan selama
2 tahun. Pasien merasakan sangat kehilangan dikarenakan sang pacar yang
menggantikan sosok ayah yang tidak pernah dirasakan pasien sejak kecil. Pasien
merasakan diri pasien berubah dan tidak mengenal dirinya sendiri, karena terasa sangat
sepi dan hampa. Pasien mengeluhkan sering teringat masa masa bahagia bersama
mantan kekasih, ingatan timbul setiap saat dan menganggu pasien. Ingatan terlihat
seperti menonton televisi yang selalu menempel di kepala pasien dan dirasakan nyata.
Pasien mengeluhkan mendengar suara suara yang berbicara kepada pasien, suara
terutama didengar pada pagi hari. Suara menyuruh pasien untuk melakukan bunuh diri.
Karena tidak tahan pasien sering mencakar cakar diri sendiri, memukulkan kepalanya ke
tembok dan menyilet tangannya. Karena keluhan ini, pasien tidak masuk kerja selama 2
minggu dan dikeluarkan. Pasien sering marah-marah di rumah dan menangis. Pasien
tinggal bersama neneknya yang berusia 78 tahun sedangkan ibu pasien tinggal di dekat
kantornya. Di rumah saat sendirian pasien mengeluhkan diawasi banyak orang, oleh


3
karena itu pasien tidak berani sendirian. Karena tidak tahan, pasien datang ke IGD
RSJSH, sepanjang jalan pasien menutup matanya dikarenakan pasien takut melihat jalan
dan mall. Pasien takut melihat karena penglihatan seperti televisi yang dilihat semakin
timbul. Di rumah sakit karena tidak ada ruang rawat inap pasien, di rawat jalan dengan
obat clobazam dan risperidon, dan dianjurkan kembali datang 3 hari lagi ke poli. Pasien
datang kembali, namun dikarenakan kamar masih penuh, pasien diberikan obat abilify,
setraline, dan curcuma. Karena tidak tahan di jakarta pasien minta ke Banjarmasin, dan
dibawa ke rumah sakit jiwa di Banjarmasin, dan diberikan obat Risperidon, THP, dan
Haloperidol. Namun dikarenakan pasien kangen nenek dan orang tua pasien, pasien
pulang dibawa ke RS Pasar Rebo dan mendapatkan 2 obat yang tidak diketahui pasien.
Tanggal 17 Juli pasien datang diantar ibunya karena keinginan pasien untuk dirawat di
RSJSH. Di IGD pasien sering marah dan suka berbicara dengan bonekanya. Pasien
meyakini Bonekanya hidup, dan bisa berbicara kepada pasien.
C. Riwayat Gangguan Sebelumnya
1. Riwayat Gangguan Psikiatri
Pasien sering marah terhadap ibunya sejak remaja, terutama saat dilarang dalam
beberapa hal seperti ngeband di cafe dan kegiatan lainnya. Pasien semakin hebat
marah saat pasien mengetahui surat cerai antara ayah dan ibu, sebelumnya pasien
hanya tahu jika ayahnya sudah meninggal. Tahun 2008 pasien sering marah- marah
karena cemburu kepada pacarnya saat itu. Pasien sering curiga dan sering menangis.
Tahun 2009 pasien mulai melihat mahluk hitam besar yang mengawasi pasien saat
sendiri dan pasien yakin itu ada. Pasien menjadi sering mengurung diri dan cepat
marah. Pasien sempat berobat ke rumah sakit jiwa dan diberikan beberapa obat, salah
satunya xanax. Keluhan ini hilang timbul. Tahun 2012 pasien mengeluhkan hal yang
lebih hebat saat pasien putus dengan pacarnya, Pasien merasakan sedih dan semakin
sering marah- marah. Pasien sering marah marah ke ibu dikarenakan pasien sering
dilarang keluar malam saat di semarang. Puncaknya pasien lari ke jalan untuk bunuh
diri, namun ditolong oleh keluarga pasien. Saat itu pasien masih kuliah dan dapat
melanjutkan kuliahnya.



4
2. Riwayat Gangguan Medik
Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak memiliki riwayat gangguan medik
berat dan menahun sebelumnya.
3. Riwayat Penggunaan Zat Psikoaktif (NAPZA)
Keluarga pasien mengatakan bahwa dia tidak pernah merokok dan mengkonsumsi
minuman keras.
Skema Perjalanan Gangguan Psikiatri






Keterangan:
Tahun 2009 pasienmengalami kesedihan dikarenakan kejadian kakaknya menikah
dan setelah kesedihannya teratasi pasien 2-3 kali mengalami peristiwa dimana
kondisi pasien sangat bersemangat dan menggebu-gebu dan pasien kadang-kadang
kembali normal
Tahun 2013pasien dibawa ke-RSJSH karena mengamukdan sering marah-marah dan
mendapat pengobatan selama seminggu.
Tahun 2014 pasien bersepeda dari tangerang menuju Jakarta lalu keesokan harinya
pasien kabur dari rumah memanjati pagar untuk mempropogandakan bahwa pemilu
yang dilaksanakan sekarang tidak sesuai dengan ajaran agamanya dan merupakan
tindakan yang salah dan sesat.

2012 2014 2013


5
C. Riwayat Kehidupan Pribadi
1. Riwayat Perkembangan Fisik
Tidak ada kelainan perkembangan fisik pasien dari kecil.
2. Riwayat Perkembangan Kepribadian
a) Masa kanak-kanak
Pasien merupakan anak tunggal, dimana pasien hanya dirawat oleh ibunya. Ayah
pasien meninggalkan pasien sejak kandungan 6 bulan. Dari kecil hingga sekolah
pasien tidak pernah menetap di satu kota dikarenakan pasien mengikuti ibunya
yang dinas. Pasien selalu merasakan kesepian karena tidak sempat punya
sahabat. Pasien kemana-mana hanya membawa boneka yang diberikan ibunya
sejak usia 3 tahun. Dari kecil pasien sering berbicara dengan bonekanya tersebut
yang diberi nama keken. Boneka tersebut selalu di bawa pasien karena
mengingatkan pasien saat masih sering bersama ibunya.Pasien selalu peringkat di
kelasnya.
b) Pada masa remaja
Secara akademik kehidupan remaja pasien termasuk baik karena dapat
menyelesaikan pendidikan formal sampai SMA dengan baik dengan peringkat.
Kehidupan social cukup baik, akan tetapi pasien memiliki sedikit shabat karena
sering pindah pindah. Pasien memilik banyak keahlian saat remaja, pasien
sempat mempunyai band dimana pasien bermain organ dan memenangi lomba.
Karena harus tampil di cafe sampai larut malam, pasien dilarang oleh ibu pasien.
Pasien sempat berpacaran sejak SMA namun putus saat kuliah dan sempat
depresi.
c) Pada masa dewasa
Pasien secara bidang akademik sangat baik karena dapat menyelesaikan Sarjana
Hukum di UNDIP dengan predikat Cumlaude. Sebelumnya pasien sempat
kuliah di FASILKOM UI selama 2 semester, namun karena dirasakan tidak ada
ilmu pasien pindah. Kehidupan social pasien ketika dalam dunia kerja pasien
dianggap anak emas, dikarenakan memiliki kemampuan lebih. Pasien adalah


6
seorang trainer di kantornya dan memotivasi karyawan. Kehidupan beragamanya
cukup baik dan pasien mematuhi ajaran agama yang diajarkan ibunya..
3. Riwayat Pendidikan
Riwayat pendidikan Pasien tergolong sangat baik karena pasien tidak perna tinggal
kelas dan menyelesaikan sarjana hukum tepat waktu.
4. Riwayat Pekerjaan
Pasien cukup baik di dunia kerja akan tetapi karena ada komorbid pasien keluar.
4. Kehidupan Beragama
Pasien terlahir di keluarga yang berpisah sejak pasien dalam kandungan. Ibu pasien
sangat menanamkan nilai islami dan dianggap pasien terlalu keras, namun tetap
dipatuhi pasien.
5. Kehidupan sosial dan Perkawinan
Pasien jarang mempunyai teman sebaya dikarenakan pasien sering pindah mengikuti
orang tuanya dinas. Dalam hubungan sosial dan dengan sekitar pasien mudah dekat,
akan tetapi pasien dikenal temperamen dan cepat marah. Pasien sempat berpacaran
beberapa kali, dan pasien sering dikhianati kekasihnya. Salah satunya pacar saat
SMA sampai kuliah, pasien melihat langsung si pacar sedang berhubungan intim
dengan orang lain, saat pasien mengantar makanan ke kosan pasien.
Riwayat Keluarga





Keterangan
an

Perempuan
Laki - laki
Pasien
Perempuan
meninggal
Laki laki
meninggal


7














Ibu pasien mengeluhkan ayah pasien seperti pasien, hal ini bermula terlihat saat
menjelang pernikahan orang tua pasien. Awalnya karena sering marah marah, ibu pasien
tidak ingin menikah dengan ayah pasien akan tetapi ayah pasien membawa pisau dan
mengancam jika tidak dinikahi akan bunuh diri. Setelah menikah ayah pasien sering
marah - marah tidak jelas, dan saat hamil pasien, ayah pasien pergi meninggalkan ibunya
tanpa jelas.

D. Situasi Kehidupan Sosial Sekarang

III. STATUS MENTAL
Didapatkan dari autoanamnesis pada tanggal 21 Juli 2014 pukul 10:30 di bangsal
PICU wanita RSJSH
A. Deskripsi Umum
1. Penampilan
Seorang wanita terlihat normal dan tenang. Berambut sebahu rapi ,tampak
perawatan diri yang cukup baik dengan cara berpakaian baik dan sopan Warna
kulit sawo matang.Penampilan sesuai dengan usianya.
2. Kesadaran
Kesadaran neurologis : Compos mentis
Kesadaran Psikiatrik : Terganggu.


8
3. Perilaku dan Aktivitas Psikomotor
Sebelum wawancara :Pasien sedang membaca buku diatas tempat tidur.
Selama wawancara : Pasien duduk di kursi dan menjawab semua
pertanyaan secara spontan. Ada kontak mata dengan
pemeriksa dan responsif terhadap pertanyaan yang
diberikan. Kondisi pasien terlihat tenang.
Sesudah wawancara : Pasien tampak tenang dan sedikit mengantuk.
4. Sikap terhadap Pemeriksa
Pasienbersikap kooperatif pada awal wawancara. Semua pertanyaan dapat
dijawab dengan baik. Pasien mengetahui alasan mengapa pasien ingin dirawat di
rumah sakit.
5. Pembicaraan
Cara Berbicara :Pasien berbicara lancar,spontan dan volume suara sedang.
Gangguan Berbicara : Tidak terdapat gangguan bicara.
B. Alam Perasaan
Mood : euthym
Afek Ekspresi Afektif
a. Stabilitas : stabil
b. Kedalaman : dalam
c. Skala Diferensiasi : luas
d. Keserasian : serasi
e. Pengendalian Impuls : kuat
f. Ekspresi : wajar
g. Dramatisasi : tidak ada


9
C. Gangguan Persepsi
1. Halusinasi
Auditorik : Ada (Halusinasi auditorik 2nd order bersifat
menyuruh, pasein disuruh untuk bunuh diri dan mati)
Visual : Ada (melihat penglihatan terus menerus seperti
televisi masa masa indah dengan mantan pacar)
Taktil : Tidak ada
Olfaktori : Tidak ada
Gustatorik : Tidak ada
2. Ilusi : Ada (boneka kenken yang hidup dan dapat berbicara)
3. Depersonalisasi : Ada (Merasakan dirinya berubah dan menjadi
hampa, seperti bukan dirinya sendiri
4. Derealisasi : Tidak ada
D. Proses Pikir
1. Arus Pikir
a. Produktivitas : Berbicara secara spontan, dan realistik
b. Kontinuitas Pikiran : Menjawab sesuai pertanyaan dan relevan
c. Hendaya Berbahasa : Tidak ada


2. Isi Pikir
a. Preokupasi : Tidak ada


10
b. Waham : Ada (Waham Kejar,Jika sendirian
menganggap bahwa dirinya diikuti dan diawasi banyak orang lain)
c. Obsesi : Tidak ada
d. Fobia : Jalanan dan mall di Jakarta
e. Gagasan Rujukan : Tidak ada
f. Gagasan Pengaruh : Tidak ada
E. Sensorium dan Kognitif (fungsi intelektual)
a. Taraf Pendidikan : Sesuai dengan taraf pendidikan
b. Pengetahuan Umum : Baik ( Tahu presiden Indonesia sekarang
siapa)
c. Kecerdasan : Baik ( Bisa perkalian maupun berhitung)
d. Konsentrasi : Baik (Pasien dapat menjawab 100-7, dan
99-7,mampu menjawab 86-7.)
e. Orientasi Waktu : Baik (mengetahui tanggal, bulan dan tahun)
f. Orientasi Tempat : Baik (mengetahui keberadaan di panti)
g. Orientasi Personal : Baik (tahu sedang bicara dengan dokter)
h. Daya Ingat Jangka Panjang : Baik (bisa mengingat masa kecilnya)
i. Daya Ingat Jangka Pendek : Baik (ingat menu makanan)
j. Daya Ingat Sesaat : Baik (Ingat nama dokter muda )
k. Pikiran Abstrak : Baik (Dapat menjelaskan pribahasa.)
l. Visuospasial : Bisa menggambarkan jam
m. Bakat kreatif : Menggambar


11
n. Kemampuan Menolong Diri : Baik ( mampu mengurus dirinya seperti
mandi,makan, berpakaian sendiri).


F. Pengendalian Impuls
Baik. Pasiendapat mengendalikan dirinya dan bersikap tenang sebelum wawancara,
selama wawancara dan sesudah wawancara.
G. Daya Nilai
a. Daya Nilai Sosial : Baik (Pasien peduli dengan respon
lingkungan sekitar)
b. Uji Daya Nilai : Baik (Pasien akan mengembalikan dompet
yang ditemukandijalan ke pemiliknya)
c. Daya Nilai Realita : Terganggu karena ada waham dan halusinasi
H. Tilikan
Tilikan Derajat 1 (Penyangkalan total terhadap penyakitnya)
I. Realibilitas
Realibilitas baik. Pasien dapat dipercaya

IV. STATUS FISIK
A. Status Internus
1. Keadaan Umum : Baik
2. Kesadaran : Compos mentis
3. Tekanan Darah : 119/80 mmHg
4. Nadi : 88 kali/menit


12
5. Suhu : 36,4
o
C
6. Pernafasan : 20 kali/menit
7. Bentuk tubuh : sedang
8. Berat Badan : +/- 50 kg
Kepala : tidak ada trauma kepala
Mata : Konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-), pupil isokor.
Telinga : Liang telinga lapang, serumen (+)
Hidung : Septum deviasi (-), sekret (-)
Tenggorokan : Tonsil T1 T1, tidak hiperemis
Jantung : BJ 1,2 regular, gallop (-), murmur (-)
Paru : Suara nafas normo vesikuler, wheezing (-), ronkhi (-)
Abdomen : Dinding abdomen rata, supel, tidak teraba, pembesaran organ, nyeri
tekan (-), bising usus (+), normoperistaltik
Ekstremitas : Tampak makula hiperpigmentasi disertai erosi di sekitarnya.
Udema (-), akral hangat

B. Status Neurologis
Anggota gerak
Lengan
Kanan Kiri
Otot Tonus : Normotonus Normotonus
Massa : Normal Normal
Sendi : Normal Normal
Gerakan : MenurunMenurun


13
Kekuatan : 5 5



Tungkai dan kaki
Kanan Kiri
Luka : Tidak ada Tidak ada
Varises : Tidak ada Tidak ada
Otot (tonus dan massa) : Normal Normal
Sendi : Normal Normal
Gerakan : Normal Normal
Kekuatan : Normal Normal
Edema : Tidak ada Tidak ada

Refleks
Kanan Kiri
Refleks tendon + +
Bisep + +
Trisep + +
Patella + +
Archiles + +


14
Refleks kulit Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Refleks patologis - -



V. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tanggal
Pemeriksaan
Nama Test Hasil Flag Unit Nilai Rujukan
17-7-2014

HEMATOLOGI
Darah Lengkap:

Hemoglobin

13,7 g/dL 11,3-16,0
Hematokrit

42 % 33-48
Trombosit

332 ribu/uL 130-450
Lekosit

9000 ribu mm
3
4-10
Eritrosit 4,8 juta/mm
3
3,6-5,3
LED 15 mm/1 jam <15
Hitung Jenis:
Basofil

0 % 0-1
Eosinofil

7 % 1-3
Batang 2 % 2-6


15
Segmen 56 % 50-70
Limposit 32 % 20-40
Monosit 3 % 2-8
KIMIA DARAH
Ureum 14 mg/dl 15-14
Creatinin 0,8 mg/dl 0,7-1,2
SGOT 15 U/L <32
SGPT 11 U/L <31


VI. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA
Pasien seorang wanita berpenampilan tenang dan tampak normal,berambut hitam dengan
panjang sebahurapi. Berpenampilan fisik sesuai dengan usianya,berpostur tegap dan
berbadan sedikit gemuk,berkulit sawo matang, dan pada saat wawancara pasien mengenakan
pakaian dari panti dengan cara berpakaian cukup rapi.Kebersihan dan kerapian diri
cukup.Pasien tampak tenang dan cukup kooperatif dalam menjawab semua pertanyaan
sesuai yang diajukan.Tidak tampak prilaku agitasi,holistisitas dan impulsive.
Sejak remaja pasien sering konflik dengan ibunya yang menyebabkan pasien sering
marah-marah. Saat marah pasien sering lupa diri bahkan sangat hebat. Pada tahun 2008
pasien mulai semakin sering marah, terutama pada pacar pasien, pasien selalu curiga dengan
pacar pasien. Selain marah pasien merasakan sering sedih. Sejak tahun 2009 pasien mulai
merasa sering diawasin oleh banyak orang saat sendiri. Pada tahun 2011 pasien
mengeluhkan melihat bayangan hitam yang mengikuti pasien lalu pasien berobat ke
psikiater. Pada tahun 2012 adalah awal mulanya kluhan semakin hebat. Hal ini dicetuskan
pasien putus dengan pacar pasien. Pasien semakin sering marah marah terutama
dilampiaskan pada ibu pasien. Saat marah pasien pernah ingin bunuh diri ke jalan. ! bulan
SMRS pasien putus dengan pacar lainnya, yang menjadi pencetus keluhan saat ini, Saat ini
pasien mengeluhkan penglihatan seperti televisi yang berulang ulang yang berisikan
kejadian bersama pacar. Pasien menjadi murung dan penyendiri, sehingga pasien tidak
masuk kerja dan dikeluarkan dari pekerjaan. Pasien berkeinginan untuk datang sendiri


16
dikarenakan keluhan semakin hebat dan pasien mendengar suara-suara yang menyuruh
pasien untuk bunuh diri. Pasien menjadi sering menyakiti dirinya dari mencakar,menyilet
sampai menjedotkan kepalanya.
Perkembangan pada masa anak-anak dan masa remaja pasien dari faktor sosial cukup
baik, akan tetapi karena pasien mengikuti ibunya dinas, pasien hanya sedikit memiliki
sahabat. Selain itu pasien dari kecil sampai saat ini masih bermain dengan boneka
kesayangan pasien yang dianggap pasien hidup dan dapat berbicara pada pasien. . Dari
faktor keluarga pasien tidak pernah bertemu dengan ayahnya, Ibu pasien cerai sejak pasien
masih dalam kandungan. Ayah pasien memiliki riwayat sering marah marah dan ingin
bunuh diri. Pasien dididik oleh ibunya dengan ajaran ajaran agama Islam dan pasien
mematuhi, akan tetapi pasien selalu menyalahkan ibunya terlalu keras sehingga pasien tidak
punya teman.

Pada pemeriksaan Psikiatri didapatkan : kesadaran kompos mentris.Halusinasi auditorik
dan visual,waham kejar. Daya nilai sosial dan realitanya terganggu.tilikan derajat 4.
Pemeriksaan fisik internus,neurologi,penunjang laboratorium dan radiologi dalam batas
normal.



VII. FORMULASI DIAGNOSTIK
Aksis I: Berdasarkan ikhtisar penemuan bermakna, kasus ini dapat dinyatakan
mengalami :
1. Gangguan jiwa, karena adanya :
Ganguan fungsi / hendaya dan disabilitas: ganguan dalam pekerjaan
Distress / penderitaan: marah-marah tanpa alasan yang jelas, mengamuk,
membahayakan diri sendiri .
2. Gangguan jiwa ini sebagai GMNO karena :


17
- Tidak terdapat disorientasi, gangguan memori, ketergantungan napza (-)
- Tidak ada penyakit organik yang diduga berkaitan dengan gangguan moodnya.
3. GMNO ini termasuk psikosis karena adanya waham dan halusinasi

4. Menurut PPDGJ III, GMNO ini termasuk Skizofrenian Paranoid(f2.0) karena
memenuhi kriteria diagnostik yaitu :
Saat ini harus adanya satu gejala jelas dari Skizofrenia
Kriteria untuk Skizofrenia Paranoid yang dipenuhi
Terdapat suara suara yang memberi perintah pada pasien
.Terdapat halusinasi visual
Terdapat waham kejar, dimana pasien merasakan selalu diawasi ketika
sendirian.

Aksis II: Gangguan Kepribadian dan Retardasi Mental
Kepribadian : Terdapat kecendrungan yang mencolok untuk
bertindak secara impulsif, tanpa mempertimbangkan
konsekwensinya bersamaan dengan ketidak-stabilan
emosi sesuai dengan gangguan kepribadian ambang
Retardasi mental : tidak ada
Aksis III: Kondisi Medik Umum
Tidak ditemukan adanya gangguan pada kondisi medis umum.
Aksis IV: Masalah Psikososial dan Lingkungan
Stresor berupa masalah hubungan dengan pacar yang menyebabkan pasien sering
marah dan timbul gejala psikotik sehingga pasien tidak mau bekerja dan dikeluarkan
dari pekerjaan.
Aksis V: Global Assessment of Functioning (GAF)
Global Assessment Functional 60-51 : gejala dan disabilitas sedang



18
VIII. EVALUASI MULTIAKSIAL
1. Aksis I :Skizofrenia Paranoid
2. Aksis II :Gangguan Kepribadian Ambang
3. Aksis III :Tidak ada.
4. Aksis IV :Masalah Hubungan dengan pacar.
5.Aksis V : Global Assessment Functional 60-51 : gejala dan disabilitas sedang
IX. PROGNOSIS
1. Faktor yang mendukung prognosis baik:
- Tilikan cukup baik
- Kondisi fisik umum baik
- Keluarga sangat mendukung


2. Faktor yang mendukung prognosis buruk:
- Onset saat muda
- Adanya gambaran psikotik
- Terdapat Gangguan Kepribadian

DAFTAR PROBLEM
A. Organobiologik : Tidak diketemukan kelainan organik maupun faktor herediter
B. Psikologik : Halusinasi auditorik dan visual, ilusi dan waham kejar..
C. Sosiobudaya : Ada masalah dengan pacar
TERAPI
1. Farmakoterapi:
- APG II:
R/ Quetiapine 25 mg Tab No XXX
S2 dd tab I pc

R/Lorazepam 2 mg Tab No XV


19
S1 dd tab I bila sulit tidur

2. Psikoterapi:
- Membangun kondisi mental pasien agar bisa lebih menerima kehilangan pacar
- Memberikan penjelasan bahwa hidup masih panjang
- Membangun kondisi mental pasien agar lebih mengendalikan emosi

3. Aktifitas fisik
- Berolahraga rutin untuk menjaga kebugaran
- Meluangkan waktu dengan kegiatan bermanfaat seperti bermain musik dan membuat
novel.

Anda mungkin juga menyukai