Anda di halaman 1dari 7

Water Rescue

Kegawatdaruratan air merupakan salah satu penyebab kamatian dalam konteks kecelakaan atau
bencana alam. Sebagai contoh tenggelamnya kapal, banyak korban akibat kecelakaan tersebut.
Bencana:peristiwa yang disebabkan oleh alam atau ulah manusia secara tiba-tiba atau perlahan-
lahan sehingga menyebabkan hilangnya jiwa manusia, harta benda, dan kerusakan lingkungan
kejadian ini diluar kemampuan manusia dan sumberdayanya
Banjir, bencana alam yang diakibatkan meluapnya air sungai diakibatkan curah hujan yang tinggi
sehingga volume air yang masuk ke sungai meluap dan merendam lingkungan sekitarnya dan
diperparah oleh rusaknya lingkungan,
Banjir bandang, bencana alam yang diakibatkan meluapna air sungai diakibatkan curah hujan
yang tinggi sehingga volume air yang masuk ke sungai meluap dan merendam lingkungan dengan
disertai ikutnya material-material seperti kaya besar dan bongkahan batu.
Water rescue merupakan suatu teknik pertolongan/evakuasi yang dilakukan di air. Atau suatu
tindakan penyelamatan secara efektif dan efisien, jiwa manusia dan segala sesuatu yang berharga
yang berada dalam keadaan mengkhawatirkan di air.
Kemampuan Seorang Water Rescue
1. Perhitungan/pertimbangan; kemampuan penolong untuk memilih dan menentukan
kemampuan dan keterampilan yang dimiliki, serta metode yang harus dilakukan. Penolong
akan mudah memilih prosedur pertolongan yang paling cepat dengan resiko yang kecil
2. Pengetahuan; banyak bahaya di air, pengetahuan ini sangat perlu karena dapat
diterapkansetiap langkah usaha pertolongan
3. Keahlian; harus mempunyai keahlian pada semua aspek pertolongan
4. Kesiapan fisik; kesiapan fisik juga harus benar-benar siap karena si penolong juga bisa
kena bahaya
Perlengkapan dalam water rescue
Perahu; harus tahan dari benturan dan abrasi serta mudah dikendalikan
Pompa; berfungsi untuk memasukan udara kedalam perahu
Repair kit; terdiri dari lem, benag, nylon, jarum jahit, dan bahan penambal
Tali penyelamat; berfungsi untuk menolong anggota tim yang terjatuh ke sungai dan dapat
berguna juga dalam linning saat scouting. Tali terbuat dari bahan nylon dengan warna mencolok
agar mudah terlihar, dam mempunyai daya apung tinggi
Kamtung kedp air; kantong ini berfungsi untuk menyimpan kamera, obat-obatan, makanan, dan
benda-benda lain agar tidak basah,
Carabiner; berguna untuk menghubungkan satu alat dengan alat lainya
Dayung;berguna dalam manuver, mengatur gerakan perahu dan menambah serta mengurangi
keceparan perahu
Helm
Jaket/pelampung; untuk mengapungkan tubuh dan melindungi bagian tubuh penting dari benturan
keras
P3K; obat-obatan dan perlengkapan perawatan harus disesuaikan dengan medan
Peluit; sebagai alat komunikasi, dengan menggunakan kode
Rescue sled inflatable rescue litter; untuk mengevakuasi korban
Flotation collar; alat tambahan yang digunakan untuk evakuasi korban dengan basket stretcher
agar dapat mengapung
Ring buoy; alat yang digunakan untuk penyelamatan korban tenggelam yang penggunaannya
dengan cara dilemparkan kearah korban
Peralatan selam
Sea view underwater viewer; alat untuk melihat keadaan bawah air
Personal Flotation Device (PFD)
Adalah jaket pelampung yang merupakan perlengkapan utama yang harus digunakan oleh
penolong di air. Ada dua tipe PFD, yaitu:
Pelampung udara; memiliki daya apung tinggi namun tidak tahan benturan
Pelampung padat; tahan benturan namun bila lama terendam air daya apungnya berkurang.
Jenis-jenis perahu
Perahu karet; perahu yang terbentuk dari tabung udara terbuat dari karet. Dalm tabung terdapat
sekat-sekatyang berbentuk sel, sehingga bila ada bagian yang bocor bagian yang lain tidak ikut
bocor. Jenis ini dibagi menjadi dua tipe: LCR yang mempunyai bentuk seperti tapak kuda dan river
boat yang dapat digunkan pada arus deras,
Perahu lesung; contohnya kayak dan kano
Dorry (sampan); perahu berbentuk lancip, terbuka dan lebih besar dari kano
Cataraft; perahu yang terbuat dari lebih dari satu tabung karet berisi udara, disatukan dengan
frame kayu dan aluminium
Inflatable; perahu rakit yang dapat di pompa, dapat digunakan dengan tenaga manusia atau
dengan tenaga mesin, digunakan untuk perairan laut atau danau.
Kegawatdaruratan di Air
Kondisi-kondisi Hipotermia
1 Cedera dingin dapat terlokalisasi di daerah perifer atau lebih dikenal dengan frostbite
2 Sengatan dingin
a Gejalanya meliputi kebas, kesemutan, nyeri, dan rasa terbakar yang sangat nyata ketika
dihangatkan kembali
b Pada pemeriksaan fisik ditemukan perubahan warna yang akhirnya timbul lepuh pada kasus
yang berat
c Terapinya berupa penghangatan secara cepat dalam bak air hangat pada suhu 40-42
o
C
d Kejadian pembekuan kembali harus dihindari
e Luka harus ditangani secara terbuka, dengan debridement awal hanya pada lepuh-lepuh yang
sudah pecah. Masase merupakan kontradiksi. Jari kaki dan tangan yang mengalami sengatan
dingin harus saling dipisahkan dengan kapas steril secara hati-hati
f Profilaksis tetanus harus diberika jika ada indikasi
3 Hipotermia
a Menggigil progresif, kehilangan control motorik halus, pikiran kacau dan koma
b Perdisposisi: hipotiroidisme, hipoglikemia, sepsis, cedera kepala dan medulla spinalis, serta
intoksikasi alcohol akut
c Komplikasi dapatberupa disritma, gangguan elektrolit, edema paru, serta vasodilatasi
paradoksal dan ssyok pada saat penghangatan
d Terapinya terdiri dari penghangatan kembali suhu inti tubuh secara terkendali
Penyakit Dekompresi
1 Penurunaan cepet tekanan atmosfer atau tekanan air dapat menimbulkan gas-gas inert
(nitrogen) menguap keluar dari larutan tubuh
2 Penurunan tekanan ambang dapat menyebabkan penyakit dekompresi
3 Kerusakan dapat terjadi pada berbagai organ
a Gelembung-gelembung nitrogen dapat terbentuk di dalam darah dan menyebabkan
penyumbatan terhadap pembuluh darah
b Nitrogen yang mengembang dari bentuk larutan menjadi gas dapat menegangkan sel cukup
besar hingga terjadi pecah sel
c Sel lemak sangat rentan terhadap kerusakan sehinga peredaran lemak berjalan tidak teratur
4 Terapinya adalah peningkatan tekanan kembali di dalam ruang hiperbarik
Cedera tenggelam atau hamper tenggelam
1 Hipoksia adalah resiko dini, dan paling besar akibat aspirasi air
a Respon terhadap aspirasi adalah laringospsme yang diikuti menelan air ke dalam lambung
b Bila air yang tertelan banyak maka akan terjadi hipoksia dan hiperkapnia yang berujung
kematian
2 Air garam bersifat hipertonik (konsentrasinya lebih tinggi)disbanding darah sehingga terjadi
pergeseran cairan yang mengganggu pertukaran gas
3 Air tawar bersifat hipotonik (konsentrasinya lebih kecil) dan cepat diserap oleh alveoli
sehingga terjadi kolaps alveolus
4 Akibat dari aspirasi air garam atau air tawar adalah gangguan oksigenasi
5 Terapi dengan memberikabn oksigen
Resiko-resiko lain
Mati lemas; akibat keapungan negative atau penyakit seperti serangan jantung, sinkope sinus
carotid
Dampak negative dalam air; perbedaan suhu yang mengejutkan (menyebabkan denyut jantung
berhenti), eksostosis pada saluran telinga (jangka panjang)
Bahaya kimia yang terlarut dalam air
Infeksi
Human eror; kecederaan dan hiperventilasi yang mengakibatkan kehilangan kesadaran
Cuaca, arus, angin kencang, dan sinar matahari
Benda-benda dalam air yang dapat berakibat tumbukan dan benturan
Ancaman dari hewan dan tumbuhan air
Teknik pembacaan riam atau arus
Main flow; aliran utama dimana arus paling cepat yang berada dipermukaan air. Arus ini aman
untuk dilalui tapi perlu diingat main flow dapat kuat akibat dari jumlah air
Gelombang tegak (standing wave), karena adanya penurunan permukaan dasar tanpa adanya
rintangan/tonjolan batu yang menyembul di permukaan
Lidah air terjadi karena dua buah rintangan berupa batu atau lubang, aman untuk dilalui
Gelombang balik (reseval); ini terjadi karena adanya penurunan di dasar air secara ekstrim. Arus
yang harus dihindari
Banjir merupakan bencana yang memiliki tingkat bahaya yang tinggi karena besarnya volume air
yan mengalir dan rintangan yang ada di dalamnya, arus air akan terjadi bila:
Turunan jalan
Air yang mengalir dari lorong-lorong dapat merubah arus air
Sampah-sampah yang hanyut
Cara masuk ke air
1 Slide in entry; digunakan jika kedalaman dan kondisi perairan tidak diketahui,
a Buat posisi seaman mungkin di tepi air dan masukan salah satu kaki
b Rasakan pijakan kaki apakah berbahaya atu tidak
c Jatuhkan badan dan tahan berat badan dengan tangan
2 Step in; dapat digunakan jika air jernih, kedalaman diketahui, dan tidak ada yang
membahayakan dalam air,
a Lihat atah tujuan air
b Melangkah hati-hati pada tepian air
c Ketika telah masuk di air, pastikan lutu dan kaki menekuk/fleksi atau menyentuh bokong
3 Compact jump; digunakan untuk mencapai kedalaman lebih dari satu meter
a Letakan kedua tangan menyilang pada dada
b Melangkah pada tepian air dengan satu kaki, dan kaki yang lain mengikuti dengan bentuk
lurus
c Tubuh vertical dan memakai pelindung
d Setelah di dalam air, pengereman dapat dilakukan dengan tangan atau kaki
4 Straddle entry; untuk masuk ke air yang dalam dari ketinggian yang rendah dan dapat
melihat korban, tidak digunakan pada ketinggian diatas satu meter atau perairan dangkal
a Ambil jarak yang cukup dari tepian
b Lakukan loncatan dengan satu kaki lurus dan lainya sedikit menekuk
c Angan lurus kesamping dan kedepan
d Pandangan lurus ke depan
e Setelah di air, tekan tangan kebawah dan kaki seperti gunting, jaga agar kepala tetap diatas
5 Shallow dive; diguakan pada air jernih, keadaan dibawah air dapat dilihat dan kedalamannya
diketahui
a Berdiri di tepian lihat kebawah dan ke depan untuk menentukan lompatan
b Tekukan lutut dan gunakan tangan untuk membantu mrnambah momentum ke depan
c Lakukan lompatan sejauh mungkin ke air
d Masuk dengan hamper horizontal dengan permuaan air
e Kaki dan tangan di luruskan
f Jaga kepala diantara kedua tangan dan mata melihat ke air
g Mulailah berenang dengan menaikan kepala ke permukaan
Penanganan/tindakan trehadap korban
1 Korban panik
2 Korban tidak bisa berenang
Keadaan korban:
a Gerakan tidak teratur, vertical dengan permukaan air
b Pandangan tidak tertuju pada daratan
c Konsentrasi tertuju agar bisa nafas
d Ekspresi wajah panic, mata terbuka lebar
e Tidak mengikuti perintah
Penyelamatan:
a Kemungkinan membahayakan penolong
b Tidak kooperatif
c Penolong harus berpengalaman
d Tetap beri semangat
3 Korban kelelahan (perenang kelelahan)
Keadaan korban:
a Posisi membentuk sudut dengan permukaan air
b Pandangan melihat kearah daratan
c Kepala timbul tenggelam
d Gerakan tangan dan tungkai masih bisa berenang
e Ekspresi wajah cemas
Penyelamatan:
a Masih kooperatif
b Didampingi tanpa terjadi kontak dengan korban, beri semangat
4 Korban terluka
Keadaan korban:
a Posisi memegang bagian yang cidera
b ekspresi wajah cemas, panic, mengeluh sakit
Penyelamatan:
a Bawa ke tepi sambil memperhatikan cidera korban
b Beri perawatan dan penanganan segera
5 Korban pasif
Keadaan korban:
a Posisi tengkurap,
b Posisi korban bisa dimanapun,
c tidak kooperatif,
d korban bisa jadi aktif bila diberi rangsangan
Penyelamatan:
a Beri rangsangan baik suara ataupun sentuhan.
b Bawa korban ke tepi sambil memperhatikan ABC-nya
Prioritas:
Keselamatan penolong adalah yang utama
Hindari kontak dengan korban, gunakan alat bantu untuk menambah jangkauan, selalu
jaga jarak dengan korban
Kontak dengan korban merupakan pilihan terakhir jika tidak ada alternative lain
Penolong wajib memakai pelampung
Prioritas penyelamatan berdasarkan resiko terhadap keselamatan penolong
Hal yang perlu diperhatikan, bila memutuskan untuk melakukan penyebrangan:
Perhatikan keadaan tempat penyebrangan sebanyak meungkin sebelum melakukan penyebrangan
Jangan mencoba kuatnya arus anpa pengalaman dari tepi sungai
Jangan membelakangi arus
Pastikan kaki yang melangkah lebih dulu mendapati pijakan yang baik sebelum kaki yang satunya
menginjak
Pada sungai berarus deras dan dalam, sangat menolong jika pinggang membentuk sudut
45
o
dengan arah arus
Jangan menyebrang dengan cara melompat dari satu batu ke batu yang lain karena resiko
tergelincir sangat besar
Ransel ditempatkan setinggi-tingginya di punggung
Jangan melepas sepatu, sekalipun menyebrang sungai kecil
Hati-hati dalam penyebrangan
Sumber ; http://ksrpmiunpakbogor.wordpress.com/materi/water-rescue/