Anda di halaman 1dari 4

8/15/2014 Pak Harto Salah Pilih Tim Ekonomi dan Kebijakannya (Artikel 2) Forum Kwik Kian Gie Mari

ri Kita Berdiskusi
http://kwikkiangie.com/v1/2011/03/pak-harto-salah-pilih-tim-ekonomi-dan-kebijakannya-artikel-2/ 1/4
Apakah Pak Harto mengambil kebijakan-kebijakan y ang sangat salah sehingga keberhasilan pembangunan
ekonomi y ang didengung-dengungkan itu buat say a (dan say a y akin juga buat sangat bany ak orang lainny a)
adalah semu atau palsu !
Sebagai Presiden dengan sistem presidensiil, tanggung jawab terakhir memang ada pada pundak Presiden. Tetapi
secara substantif Pak Harto tidak paham tentang ekonomi. Karena itu y ang menjadi krusial adalah memilih orang-
orang y ang tepat. Tepatkah pilihan Pak Harto y ang jatuh pada para ekonom dari kelompok Berkeley Mafia ?
Menurut say a bukan hany a salah, inilah malapetaka y ang paling besar. Sri Sultan Hemengkubuwono IX dan Adam
Malik y ang mengawal mereka dalam pertemuan pertama dengan kekuatan-kekuatan internasional, y aitu
pertemuan di Jenewa di bulan Nov ember tahun 1 967 juga tidak bisa disalahkan sepenuhny a atas dasar keawaman
mereka dalam bidang ekonomi.
SEJARAH KEBIJAKAN EKONOMI OLEH BERKELEY MAFIA
Marilah sekarang kita telusuri bagaimana kronologi atau urut-urutan kejadianny a? Yang say a kemukakan bukan
temuan dan pendapat say a, tetapi temuan dan pendapat orang-orang Inggris dan Amerika. Ceriterany a adalah
sebagai berikut.
Izinkan say a sekarang mengutip observ asi dari seorang wartawan terkemuka berkewarganegaraan Australia y ang
bermukim di Inggris, y aitu John Pilger y ang membuat film dokumenter tentang Indonesia dan juga telah
dibukukan dengan judul : The New Rulers of the World. Dua orang lainny a adalah Prof. Jeffrey Winters, guru
besar di North Western Univ ersity , Chicago dan Dr. Bradley Simpson y ang meraih gelar Ph.D. dengan Prof. Jeffrey
Winters sebagai promotorny a. Yang satu berkaitan dengan y ang lainny a, karena beberapa bagian penting dari
buku John Pilger mengutip temuan-temuanny a Jeffrey Winters dan Brad Simpson.
Sebelum mengutip hal-hal y ang berkaitan dengan Indonesia, say a kutip pendapatny a John Pilger tentang Kartel
Internasional dalam penghisapanny a terhadap negara-negara miskin.
Say a kutip :
Dalam dunia ini, yang tidak dilihat oleh bagian terbesar dari kami yang hidup di belahan utara dunia, cara
perampokan yang canggih telah memaksa lebih dari sembilan puluh negara masuk ke dalam program penyesuaian
struktural sejak tahun delapan puluhan, yang membuat kesenjangan antara kaya dan miskin semakin menjadi lebar.
Ini terkenal dengan istilah nation building dan good governance oleh empat serangkai yang mendominasi World
Trade Organisation (Amerika Serikat, Eropa, Canada dan Jepang), dan triumvirat Washington (Bank Dunia, IMF dan
Departemen Keuangan AS) yang mengendalikan setiap aspek detil dari kebijakan pemerintah di negara-negara
berkembang. Kekuasaan mereka diperoleh dari utang yang belum terbayar, yang memaksa negara-negara termiskin
membayar $ 100 juta per hari kepada para kreditur barat. Akibatnya adalah sebuah dunia, di mana elit yang lebih
sedikit dari satu milyar orang menguasai 80% dari kekayaan seluruh umat manusia.
Say a ulangi sekali lagi paragraf y ang sangat relev an dan krusial, y aitu y ang berbuny i :
Their power derives largely from an unrepayable debt that forces the poorest countres. atau Kekuatan negara-
negara penghisap didasarkan atas utang besar y ang tidak mampu dibay ar oleh negara-negara target penghisapan.
8/15/2014 Pak Harto Salah Pilih Tim Ekonomi dan Kebijakannya (Artikel 2) Forum Kwik Kian Gie Mari Kita Berdiskusi
http://kwikkiangie.com/v1/2011/03/pak-harto-salah-pilih-tim-ekonomi-dan-kebijakannya-artikel-2/ 2/4
John Pilger mengutip temuan, perny ataan dan wawancara dengan Jeffrey Winters maupun Brad Simpson. Jeffrey
Winters dalam bukuny a y ang berjudul Power in Motion dan Brad Simpson dalam disertasiny a mempelajari
dokumen-dokumen tentang hubungan Indonesia dan dunia Barat y ang baru saja menjadi tidak rahasia, karena
masa kerahasiaanny a menjadi kadaluwarsa.
Say a kutip halaman 37 y ang mengatakan :
Dalam bulan November 1967, menyusul tertangkapnya hadiah terbesar, hasil tangkapannya dibagi. The Time-Life
Corporation mensponsori konferensi istimewa di Jenewa yang dalam waktu tiga hari merancang pengambil-alihan
Indonesia. Para pesertanya meliputi para kapitalis yang paling berkuasa di dunia, orang-orang seperti David
Rockefeller. Semua raksasa korporasi Barat diwakili : perusahaan-perusahaan minyak dan bank, General Motors,
Imperial Chemical Industries, British Leyland, British American Tobacco, American Express, Siemens, Goodyear, The
International Paper Corporation, US Steel. Di seberang meja adalah orang-orangnya Soeharto yang oleh Rockefeller
disebut ekonoom-ekonoom Indonesia yang top.
Di Jenewa, Tim Sultan terkenal dengan sebutan the Berkeley Mafia, karena beberapa di antaranya pernah menikmati
beasiswa dari pemerintah Amerika Serikat untuk belajar di Universitas California di Berkeley. Mereka datang sebagai
peminta-minta yang menyuarakan hal-hal yang diinginkan oleh para majikan yang hadir. Menyodorkan butir-butir
yang dijual dari negara dan bangsanya, Sultan menawarkan : buruh murah yang melimpah.cadangan besar dari
sumber daya alam .. pasar yang besar.
Di halaman 39 ditulis :
Pada hari kedua, ekonomi Indonesia telah dibagi, sektor demi sektor. Ini dilakukan dengan cara yang spektakuler
kata Jeffrey Winters, guru besar pada Northwestern University, Chicago, yang dengan mahasiwanya yang sedang
bekerja untuk gelar doktornya, Brad Simpson telah mempelajari dokumen-dokumen konperensi. Mereka membaginya
ke dalam lima seksi : pertambangan di satu kamar, jasa-jasa di kamar lain, industri ringan di kamar lain, perbankan
dan keuangan di kamar lain lagi; yang dilakukan oleh Chase Manhattan duduk dengan sebuah delegasi yang
mendiktekan kebijakan-kebijakan yang dapat diterima oleh mereka dan para investor lainnya. Kita saksikan para
pemimpin korporasi besar ini berkeliling dari satu meja ke meja yang lain, mengatakan : ini yang kami inginkan : ini,
ini dan ini, dan mereka pada dasarnya merancang infra struktur hukum untuk berinvestasi di Indonesia. Saya tidak
pernah mendengar situasi seperti itu sebelumnya, di mana modal global duduk dengan para wakil dari negara yang
diasumsikan sebagai negara berdaulat dan merancang persyaratan buat masuknya investasi mereka ke dalam
negaranya sendiri.
Freeport mendapatkan bukit (mountain) dengan tembaga di Papua Barat (Henry Kissinger duduk dalam board).
Sebuah konsorsium Eropa mendapat nikel Papua Barat. Sang raksasa Alcoa mendapat bagian terbesar dari bauksit
Indonesia. Sekelompok perusahaan-perusahaan Amerika, Jepang dan Perancis mendapat hutan-hutan tropis di
Sumatra, Papua Barat dan Kalimantan. Sebuah undang-undang tentang penanaman modal asing yang dengan buru-
buru disodorkan kepada Soeharto membuat perampokan ini bebas pajak untuk lima tahun lamanya. Nyata dan secara
rahasia, kendali dari ekonomi Indonesia pergi ke Inter Governmental Group on Indonesia (IGGI), yang anggota-
anggota intinya adalah Amerika Serikat, Canada, Eropa, Australia dan, yang terpenting, Dana Moneter Internasional
dan Bank Dunia.
John Perkins
8/15/2014 Pak Harto Salah Pilih Tim Ekonomi dan Kebijakannya (Artikel 2) Forum Kwik Kian Gie Mari Kita Berdiskusi
http://kwikkiangie.com/v1/2011/03/pak-harto-salah-pilih-tim-ekonomi-dan-kebijakannya-artikel-2/ 3/4
Benarkah siny alemen John Pilger, Joseph Stiglits dan masih bany ak ekonom AS kenamaan lainny a bahwa
utanglah y ang dijadikan instrumen untuk mencengkeram Indonesia ?
Dalam rangka ini, izinkankanlah say a mengutip buku y ang menggemparkan. Buku ini ditulis oleh John Perkins
dengan judul : The Confessions of an Economic Hitman, atau Pengakuan Seorang Perusak Ekonomi. Buku ini
tercantum dalam New York Times bestseller list selama 7 minggu. Say a kutip sambil menterjemahkanny a ke
dalam bahasa Indonesia sebagai berikut.
Halaman 1 2 :
Saya hanya mengetahui bahwa penugasan pertama saya di Indonesia, dan saya salah seorang dari sebuah tim yang
terdiri dari 11 orang yang dikirim untuk menciptakan cetak biru rencana pembangunan pembangkit listrik buat pulau
Jawa.
Halaman 1 3 :
Saya tahu bahwa saya harus menghasilkan model ekonomterik untuk Indonesia dan Jawa. Saya mengetahui bahwa
statistik dapat dimanipulasi untuk menghasilkan banyak kesimpulan, termasuk apa yang dikehendaki oleh analis atas
dasar statistik yang dibuatnya.
Halaman 1 5 :
Pertama-tama saya harus memberikan pembenaran (justification) untuk memberikan utang yang sangat besar
jumlahnya yang akan disalurkan kembali ke MAIN (perusahaan konsutan di mana John Perkins bekerja) dan
perusahan-perusahaan Amerika lainnya (seperti Bechtel, Halliburton, Stone & Webster, dan Brown & Root) melalui
penjualan proyek-proyek raksasa dalam bidang rekayasa dan konstruksi. Kedua, saya harus membangkrutkan
negara yang menerima pinjaman tersebut (tentunya setelah MAIN dan kontraktor Amerika lainnya telah dibayar),
agar negara target itu untuk selamanya tercengkeram oleh kreditornya, sehingga negara pengutang (baca : Indonesia)
menjadi target yang empuk kalau kami membutuhkan favours, termasuk basis-basis militer, suara di PBB, atau akses
pada minyak dan sumber daya alam lainnya.
Halaman 1 5-1 6 :
Aspek yang harus disembunyikan dari semua proyek tersebut ialah membuat laba sangat besar buat para kontraktor,
dan membuat bahagia beberapa gelintir keluarga dari negara-negara penerima utang yang sudah kaya dan
berpengaruh di negaranya masing-masing. Dengan demikian ketergantungan keuangan negara penerima utang
menjadi permanen sebagai instrumen untuk memperoleh kesetiaan dari pemerintah-pemerintah penerima utang. Maka
semakin besar jumlah utang semakin baik. Kenyataan bahwa beban utang yang sangat besar menyengsarakan
bagian termiskin dari bangsanya dalam bidang kesehatan, pendidikan dan jasa-jasa sosial lainnya selama berpuluh-
puluh tahun tidak perlu masuk dalam pertimbangan.
Halaman 1 5 :
Faktor yang paling menentukan adalah Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Proyek yang memberi kontribusi terbesar
terhadap pertumbuhan PDB harus dimenangkan. Walaupun hanya satu proyek yang harus dimenangkan, saya harus
menunjukkan bahwa membangun proyek yang bersangkutan akan membawa manfaat yang unggul pada
pertumbuhan PDB.
Halaman 1 6 :
8/15/2014 Pak Harto Salah Pilih Tim Ekonomi dan Kebijakannya (Artikel 2) Forum Kwik Kian Gie Mari Kita Berdiskusi
http://kwikkiangie.com/v1/2011/03/pak-harto-salah-pilih-tim-ekonomi-dan-kebijakannya-artikel-2/ 4/4
Claudia dan saya mendiskusikan karakteristik dari PDB yang menyesatkan. Misalnya pertumbuhan PDB bisa terjadi
walaupun hanya menguntungkan satu orang saja, yaitu yang memiliki perusahaan jasa publik, dengan membebani
utang yang sangat berat buat rakyatnya. Yang kaya menjadi semakin kaya dan yang miskin menjadi semakin miskin.
Statistik akan mencatatnya sebagai kemajuan ekonomi.
Halaman 1 9 :
Sangat menguntungkan buat para penyusun strategi karena di tahun-tahun enam puluhan terjadi revolusi lainnya,
yaitu pemberdayaan perusahaan-perusahaan internasional dan organisasi-organisasi multinasional seperti Bank
Dunia dan IMF.
Bab tiga khusus tentang Indonesia dengan judul : Indonesia, pelajaran buat Penghancur Ekonomi.
Halaman 21 :
Prioritas dari kebijakan luar negeri Amerika Serikat ialah supaya Suharto melayani Washington seperti yang
dilakukan oleh Shah Iran. AS juga mengharapkan bahwa Indonesia akan menjadi model buat negara-negara di
sekitarnya. Washington mendasarkan sebagian dari strateginya pada asumsi bahwa manfaat yang diperoleh dari
Indonesia akan mempunyai dampak positif pada seluruh dunia Islam, terutama di Timur Tengah yang eksplosif. Dan
kalau itu tidak cukup, Indonesia mempunyai minyak. Tidak seorangpun yang mengetahui dengan pasti tentang
besarnya dan kualitas dari cadangan minyaknya, tetapi para akhli seismologi sangat antusias tentang kemungkinan
kemungkinannya.
Halaman 28 :
Akhirnya kepada kami diberikan keanggotaan dari Bandung Golf & Racket Club yang ekslusif, dan kami bekerja
dalam kantor cabang Bandung dari Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN), perusahaan listrik yang dimiliki oleh
pemerintah.
Dari sanalah John Perkins dengan Tim-ny a beroperasi, y ang didukung sepenuhny a oleh para anak bangsa y ang
menjadi pengkhianat terhadap raky at dan bangsany a sendiri.