Anda di halaman 1dari 2

1.

Sistem manajemen basis data (Bahasa Inggris: database management system, DBMS), atau kadang
disingkat SMBD, adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis
data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. DBMS merupakan
perangkat lunak yang dirancang untuk dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam
jumlah yang besar. DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan manipulasi data secara lebih mudah.
Sebelum adanya DBMS, data pada umumnya disimpan dalam bentuk flat file, yaitu file teks yang ada
pada sistem operasi. Sampai sekarangpun masih ada aplikasi yang menimpan data dalam bentuk flat
secara langsung. Menyimpan data dalam bentuk flat file mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Penyimpanan dalam bentuk ini akan mempunyai manfaat yang optimal jika ukuran filenya relatif kecil,
seperti file passwd pada sistem operasi Unix dan Unix-like. File passwd pada umumnya hanya digunakan
untuk menyimpan nama yang jumlahnya tidak lebih dari 1000 orang. Selain dalam bentuk flat file,
penyimpanan data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program bantu seperti spreadsheet.
Penggunaan perangkat lunak ini memperbaiki beberapa kelemahan dari flat file, seperti bertambahnya
kecepatan dalam pengolahan data. Namun demikian metode ini masih memiliki banyak kelemahan,
diantaranya adalah masalah manajemen dan keamanan data yang masih kurang
4.Siklus konversi atau siklus produksi
Pada siklus produksi yang telah dijalankan tentu terdapat tjuan yang ingin dicapai, yakni:
1. Semua produksi dan perolehan aktiva tetap diotorisasi dengan baik.
2. Persediaan barang dalam proses dan aktiva tetap dijaga keamanannya.
3. Semua transaksi siklus produksi yang valid dan sah akan dicatat.
4. Semua transaksi siklus produksi dicatat dengan akurat.
5. Catatan yang akurat dipalihara dan dilindungi dari kehilangan.
6. Aktivitas siklus produksi dilakukan secara efisien dan efektif.
Tujuan utama siklus pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang
tepat dengan harga yang sesuai.
Tujuan tujuan lain :
o Semua transaksi telah diotorisasikan dengan benar
o Semua transaksi yang dicatat valid (benar-benar terjadi)
o Semua transaksi yang valid, dan disahkan, telah dicatat
o Semua transaksi dicatat dengan akurat
o Asetdijaga dari kehilangan ataupun pencurian
o Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efisien dan efektif
Tujuan utama dari siklus pengeluaran ini adalah untuk mempermudah pertukaran kas dengan para
pemasok untuk barang dan jasa yang dibutuhkan dimana tujuan khusus yang terkandung didalamnya
meliputi :

1. Memastikan bahwa seluruh barang dan jasa dipesan sesuai keperluan
2. Menerima seluruh barang yang dipesan dan menverifikasi bahwa barang tersebut adalah valid dan
benar
3. Menjaga barang tersebut sampai dibutuhkan
4. Memastikan bahwa faktur yang berhubungan dengan barang dan jasa adalah valid dan benar
5. Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran secara cepat dan tepat
6. Memposkan kewajiban dan pengeluaran kas ke dalam perkiraan pemasok yang tepat di dalam buku
besar utang usaha
7. Memastikan bahwa seluruh pengeluara kas berhubungan dengan pengealuran yang sudah diotorisasi
8. Menyiapakn seluruh dokumen dan laporan manajerial yang diperlukan yang berhubungan dengan
barang atau jasa yang diperoleh
3. E-commerce berarti transaksi bisnis melalui internet di mana pihak-pihak yang terlibat melakukan
penjualan atau pembelian. Transaksi yang dilakukan dalam e-commerce pada dasarnya melibatkan
pengalihan (transfer) atau penyerahterimaan (handing over) kepemilikan dan hak atas produk atau jasa.
Secara teknis, e-commerce hanya merupakan bagian dari e-business karena, menurut definisi, e-
business adalah semua transaksi bisnis online, termasuk penjualan secara langsung kepada konsumen
(e-commerce), transaksi dengan produsen dan pemasok, dan interaksi dengan mitra bisnis.
E-business lebih mengenai pembuatan produk besar, ide kreatif dan pemberian layanan yang bermutu,
perencanaan pemasaran produk dan pelaksanaannya
2. Keuntungan kompetitif bagi perusahaan-perusahaan yang mengadopsi pendekatan REA adalah sangat
terlihat dari perspektif rantai nilai. Hal tersebut adalah aktivitas-aktivitas yang memiliki nilai atau
kemafaatan terhadap berbagai produk dan layanan perusahaan. Untuk tetap kompetitif, organisasi
harus membedakan antara berbagai aktivitas bisnis, dengan membuat prioritas berdasarkan nilainya
dalam mencapai tujuan organisasi. Ini berarti kemampuan beradaptasi dan responsif terhadap segala
perubahan yang terjadi dalam lingkungan organisasi, termasuk hubungan dengan para supplier, para
pelanggan, dan berbagai entitas eksternal lainnya yang mempengaruhi kinerja. Para pengambil
keputusan yang modern memerlukan siatem informasi yang membantu mereka melihat melebihi semua
operasi internal mereka hingga ke operasi internal para mitra bisnis.