Anda di halaman 1dari 34

Materi Keempat

Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup


Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
1
KEHILANGAN TENAGA & GARIS TEKAN
PADA PENGALIRAN PIPA TERTUTUP
1. PENGANTAR
Dari materi pelatihan yang lalu, kita telah mengetahui mengenai :
Keadaan sumber air
Jenis sumber air
Kualitas air sumber
Perhitungan debit sumber air (kuantitas)
Pemanfaatan sumber dengan bangunan penangkap air yang benar
Sistem distribusi jaringan pipa
Pembagian air sesuai kebutuhan konsumen
Penggunaan bangunan penampung (reservoir)
Penggunaan bangunan pengambilan (kran umum = public tap)
Dari apa yang telah dipelajari, secara garis besar anda sudah dapat mendesain sistem
distribusi air. Yang belum anda ketahui adalah : bagaimana menghitung diameter pipa
yang dibutuhkan, sesuai dengan debit air yang harus diberikan kepada konsumen.
Manual ini akan menjelaskan bagaimana menghitung kehilangan tenaga yang terjadi
pada pengaliran zat cair di dalam pipa. Dapat dikatakan materi ini hanya menjelaskan
mengenai permasalahan-permasalahan yang ada pada pengaliran air dalam pipa dan
bagaimana mengatasinya.
Setelah anda dapat mengetahui bagaimana cara menentukan kehilangan tenaga, maka
langkah terakhir adalah bagaimana anda menentukan titik-titik penting di lapangan
sehubungan dengan sistem jaringan distribusi air dengan perpipaan.
Menentukan titik-titik penting dilakukan dengan pengukuran beda tinggi pada jalur
pipa yang telah ditentukan di lapangan. Kata lainnya adalah melaksanakan pekerjaan
water passing, yaitu melakukan pengukuran beda tinggi dari jalur yang akan dilalui
pipa di lapangan.
Dari penjelasan ini, maka tinggal dua langkah lagi yang harus ditempuh agar anda
dapat membuat perencanaan teknis yang lengkap dari sistem jaringan air bersih bagi
masyarakat. Pertama : adalah pengetahuan dan perhitungan-perhitungan dengan ilmu
hidrolika untuk menentukan kehilangan tenaga aliran zat cair dalam pipa dan, kedua :
adalah menentukan beda tinggi (elevasi) di lapangan dengan melaksanakan pengukuran
water passing.
Sengaja dalam menyajikan materi, kami mendahulukan bagaimana menghitung kehi-
langan tenaga dalam pipa, barulah pelatihan mengenai water passing. Hal ini dikare-
nakan saat pelatihan water passing, anda sekalian dapat mengerti apa manfaat
pelaksanaan pengukuran jalur pipa, baik panjang maupun elevasinya.
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
2
Jika materi pelatihan dibalik, akan cukup menyulitkan dalam pengertian mengenai apa
sebenarnya manfaat dari pengukuran jarak dan elevasi jalur pipa, dan kaitannya
dengan perhitungan kehilangan tenaga aliran air. Dengan mendahulukan materi pela-
tihan perhitungan kehilangan tenaga akibat aliran di dalam pipa, akan memudahkan
para peserta pelatihan dalam melihat manfaat pentingnya pengukuran elevasi sehu-
bungan dengan penerapannya pada sistem jaringan perpipaan.
2. PENGALIRAN TERBUKA DAN TERTUTUP
Pengertian saluran terbuka atau tertutup bukan dilihat secara kontekstual, yaitu jika
saluran air tertutup adalah saluran tertutup. Dalam pengertian ilmu hidrolika tidak
seperti itu. Saluran yang tertutup, menurut ilmu hidrolika bisa sebagai saluran
terbuka, sedangkan saluran terbuka dalam pengertian ilmu hidrolika tetap sebagai
saluran terbuka. Berarti untuk saluran yang tertutup secara fisik, dalam pengertian
ilmu hidrolika belum tentu dilihat atau dikategorikan sebagai saluran tertutup.
Para perencana perlu memahami perbedaan sistem saluran terbuka dan tertutup,
karena dasar perhitungan keduanya sangat berbeda.
Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita lihat yang termasuk saluran terbuka dalam
ilmu hidrolika, adalah :
Saluran irigasi
Saluran pembuangan air hujan (riool) di dalam kota yang terletak pada tepi jalan.
Saluran limbah rumah tangga dari kamar mandi, WC dan saluran pembuangan air
hujan.
Termasuk saluran tertutup, adalah :
Pipa-pipa jaringan air bersih.
Pipa beton atau pipa beton dan besi sebagai pipa pesat untuk memutar turbin air.
Slang plastik untuk mengalirkan bensin dari kendaraan kita ke karburator.
Bentuk dari saluran terbuka seperti yang diuraikan di depan, sebagai berikut :
Penjelasan :
Gambar 1 s/d 4 di atas adalah gambar saluran terbuka.
Gambar 1 : Saluran terbuka dari pipa berbentuk lonjong.
Gambar 2 : Saluran terbuka dari pipa berbentuk bulat, bahan dapat dari besi, tanah liat, dan PVC.
Gambar 3 : Saluran irigasi.
Gambar 4 : Saluran terbuka yang biasa digunakan pada drainase kota.
udara
udara
(2) (1) (3)
Tutup Beton
(4)
udara
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
3
Saluran tertutup :
3. TEKANAN STATIS DAN TEKANAN DINAMIS
3.1. Tekanan pada Dasar Kolam Air
Tekanan statis : adalah tekanan zat cair yang terjadi di dalam bak penampung dalam
keadaan diam. Misalnya tekanan air yang terjadi di dalam bak, drum, dan alat
penampung lainnya. Contoh air di dalam dua buah wadah seperti gambar di bawah ini :
Berarti, besarnya tekanan air (zat cair) yang terjadi pada dasar kolam tergantung
dari kedalaman airnya. Walaupun luas dasar kolamnya berbeda, tetapi tinggi airnya
sama, maka tekanan yang terjadi pada dasar kolam adalah sama. Tekanan air setinggi
10 meter dan seluas 1 cm
2
= 10 kg/cm
2
= 1 Atmosfer ( 1 atm). Berarti tekanan
sebesar 1 Atm adalah besarnya tekanan air setinggi 10 m dengan luas dasar = 1 cm
2
.
3.2. Tekanan Hidro Statis
Pada sistem jaringan pipa, jika dalam keadaan diam (air tidak mengalir), tekanan air
pada titik-titik tertentu tergantung dari perbedaan ketinggian antara titik tersebut
dengan permukaan air. Titik-titik yang setinggi = H, tekanannya = H m/cm
2
.
Sedangkan yang setinggi = h, tekanannya = h m/cm
2
di mana H > h. Tekanan ini
dinamakan tekanan hidrostatis, yaitu tekanan yang terjadi pada dinding pipa saat air
dalam keadaan diam (tidak mengalir).
Gambar 5
Pengaliran pada saluran tertutup, airnya memenuhi seluruh penam-
pang pipa. Akibatnya tidak ada udara di dalam pipa. Seperti contoh
gambar 5 di sebelah.
Jika pada sistem jaringan pipa, ada bagian pipa yang terisi udara,
maka pada bagian tersebut harus diberi ventilasi udara (mengenai
ventilasi udara, akan dijelaskan tersendiri).
Gambar 6 : ada dua kolam yang ukurannya ber-
beda, tetapi tinggi airnya sama. (h = 10 m).
Pada keadaan ini, tekanan yang terjadi pada
dasar kolam seluas 1 cm
2
pada kedua kolam
adalah sama, yaitu 10 kg/cm
2
A m
2
h = 10 m
1,00 m
2
Gambar 5
Gambar 6
h
Garis Hidrostatis
H
Gbr 7 :
Tekanan hidro statis
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
4
Gambar 8 adalah gambar aliran air dalam keadaan diam pada pengaliran tertutup
dengan dasarnya tidak sama tinggi. Di mana H
2
< H
1
< H < H
3
. Tentu saja tekanan
statis yang terjadi di titik H
3
> H > H
1
> H
2
3.3. Tekanan Hidro Dinamis
Tekanan hidrodinamis adalah tekanan yang terjadi pada dinding pipa saat air dalam
keadaan mengalir.
Pada saat air mengalir, tekanan di semua titik tidak lagi sama besar. Pada titik yang
semakin jauh dari sumber pengurangan tekanan semakin besar dan berarti kehilangan
tenaga bertambah besar. Akibatnya tekanannya yang terjadi semakin berkurang.
Pengurangan tekanan akibat pengaliran di titik : A = hf
1
; B = hf
2
; C = hf
3
. Kekurangan
tekanan ini dinamakan kehilangan tekanan (h
f
). h
f
= high friction = tinggi geseran atau
tinggi kehilangan tenaga akibat geseran pada titik tertentu. Garis penghubung antara
titik-titik kehilangan tenaga tersebut, dinamakan Garis Hidro Dinamis = HGL
(Hidraulic Grade Line).
3.4. Tekanan Negatif
Bisa juga penurunan garis tekan seperti gambar 10 berikut. Pada keadaan ini di titik
BC terjadi tekanan negatif. Pada titik ini, tidak ada air yang mengalir, melainkan
udara yang menghambat aliran air. Tekanan negatif harus dihindari.
Grs hidrostatis
Gbr 8
D
C
B
A
H
1
H
2
H
3
H
HGL
Grs hidrostatis
B
D
C
A
H
D
H
Gbr 10 : Tekanan Negatif
C B A
HGL
h
f3
hf2
hf1
Gbr 9 :
Tekanan hidro dinamis yang terjadi
Garis Hidro dinamis h
Garis Hidrostatis
H
A
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
5
4. RUMUS-RUMUS PERHITUNGAN KEHILANGAN TENAGA
4.1. Rumus Darcy Weisbach
4.1.1. Faktor-faktor yang mempengaruhi kehilangan tenaga
Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kehilangan tenaga pengaliran air dalam
pipa ??. Untuk menghitung kehilangan tenaga dapat dihitung dengan berbagai rumus.
Rumus-rumus yang biasa digunakan adalah : Hazen Williams, Reynolds, Darcy-
Waisbach, Biegeleisen dan sebagainya. Rumus yang akan digunakan disini adalah
rumus Darcy-Weisbach dan Hazen Williams untuk menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi tinggi kehilangan tenaga. Untuk perhitungannya kita akan menggu-
nakan Nomogram dari Biegeleisen dan tabel dari Hazen Williams. Kedua metode
perhitungan ini yang akan digunakan dalam manual ini.
Rumus kehilangan tenaga dari Darcy Weisbach :
h
f
= f x x x
Dimana :
h
f
= tinggi kehilangan tenaga (meter)
f = Koefisien dipengaruhi kekasaran dinding pipa dan dimeter pipa
L = Panjang pipa (meter)
d = Diameter pipa ()
V = Kecepatan air mengalir di dalam pipa (m/det)
g = gravitasi bumi, diambil g = 9,8 m/det
2
Karena debit aliran air = Q = A x V ............... (1)
Dimana :
A = Luas penampang untuk pipa, A = d
2
V = Kecepatan aliran air dalam pipa
Substitusi dengan (1), maka : Q = d
2
x V ------- V = Q/( d
2
) = 4.Q/( d
2
)
Maka : V
2
= 16.Q
2
/(
2
d
4
) .............. (2)
(2) disubstitusikan dengan rumus di atas, maka :
h
f
=
Dari rumus ini, dapat kita lihat bahwa kehilangan tenaga pengaliran air (zat cair) di
dalam pipa sangat dipengaruhi oleh :
Panjang pipa = L
Jumlah debit air yang dialirkan dalam pipa = Q
Diameter pipa = d - semakin kecil diameter pipa, maka hf semakin besar
Jenis bahan pipa yang mempunyai kekasaran yang berbeda. Misalnya kekasaran
dinding pipa PVC berbeda dengan pipa besi atau plastik.
Jenis cairan yang dipindahkan. Misalnya mengalirkan aspal cair berbeda dengan
mengalirkan air.
d
L
2.g
V
2

2
.g.d
5
8.f.L.Q
2
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
6
4.1.2. Kekasaran dinding pipa
Air yang mengalir, apakah mengalir pada sistem terbuka atau tertutup akan menga-
lami geseran antara air dan dinding saluran atau pipa yang dilewatinya. Kekasaran
dinding sangat dipengaruhi oleh jenis material yang digunakan. Misalnya kekasasaran
saluran tanah berbeda dengan saluran dari pasangan batu yang diplaster. Demikian
juga dengan kekasaran dinding pipa plastik berbeda dengan dinding pipa baja atau
plastik.
Beberapa contoh angka kekasaran dinding pipa dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 1 : kekasaran dinding pipa
JENIS PIPA
KEKASARAN DINDING
PIPA = e
Pipa baja (commercial steel or wrought iron) e = 0.045 mm
Besi tuang diaspal e = 0.120 mm
Besi tuang (cast iron) e = 0.260 mm
Besi digalvanisir (Galvanized iron) e = 0.150 mm
Baja dikeling (Rivited steel) e = 0.900 9.0 mm
Beton (Concrete) e = 0.300 3.0 mm
Kayu papan e = 0.180 0.9 mm
Angka kekasaran dinding pipa pada tabel di atas kemudian dibagikan dengan
diameter pipa yang digunakan, akan mempengaruhi besarnya koefisien f.
Angka kekasaran dinding pipa Galvanized Iron (GI) yang sering dijumpai dalam perda-
gangan dan yang biasa digunakan untuk jaringan pipa air minum adalah pipa GI, yang
besarnya koefisien (f) untuk pipa GI seperti tabel yang telah dibuat oleh Moody,
sebagai berikut :
Tabel 2 : Koefisien = f, untuk pipa GI
Diameter ()
pipa inch
f
0.03700
0.03650
1 0.03240
1 0.03200
1 0.02700
2 0.02655
2 0.02600
3 0.02500
4 0.02400
5 0.02200
6 0.0200
8 0.01900
10 0.01800
12 0.01650
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
7
4.1.3. Penggunaan rumus Darcy Weisbach
Dari penjelasan di atas, kita sudah dapat menggunakan rumus Darcy Weisbach.
Untuk jelasnya dapat dilihat dari contoh berikut :
Diketahui :
Sebuah desa memiliki sumber air dengan Q
sumber =
2 liter/detik
Pemerintah membantu pipa GI Pipe = 2
Jarak dari sumber ke bak tandon tempat penduduk mengambil air = 1200 meter.
Beda tinggi antara sumber dan bak tandon = 50 meter.
Pertanyaan :
Dapatkah air tersebut dialirkan ke bak tampung di desa tersebut ?
Berapa tinggi kehilangan tenaga ?
Jawab :
Pipa GI Pipe = 2, maka f = 0,02655 (tabel 2)
= 2 = 5 cm = 0,05 m
L = 1.200 meter
Q = 2 liter/detik = 0,002 m
3
/det
g = 9,80 m/detk
2
h
f
=
h
f
= = 33,76 m
Kehilangan tenaga = h
f
= 33,76 m 4 33,80 m
Sket :
Hasil Perhitungan :
Air dapat dialirkan ke reservoir di desa
Kehilangan tenaga yang terjadi = h
f
= 33,80 meter
Tekanan pada ujung pipa = P/ = 16,20 m
Beda tinggi bak dan sumber air = H = 50 m > h
f
33,80 m maka air dapat mengalir

2
.g.d
5
8.f.L.Q
2
(3,14)
2
x 9,80 x (0,05)
5
8 x 0,02655 x 1.200 x (0,002)
2
Hidro Statis
HGL
hf = 33,80 m
L = 1.200 m
= 2, Q = 2 lt/det
Reservoir
Sumber
P/ = 16,20 m
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
8
4.2. Rumus Biegelieisen - Bukowski
Perhitungan dengan menggunakan rumus Biegelesien Bukowski, berdasarkan rumus :
i = 0,00150 x
Dimana :
i = Kemiringan garis tekan
Q = Debit aliran
d = Diameter ( ) pipa yang digunakan
Untuk memudahkan dalam perhitungan telah dibuatkan nomogram (terlampir).
Nomogram terdiri dari 4 lajur, yaitu :
Lajur pertama menunjukkan diameter pipa yang digunakan (terbagi bagian kiri
dalam mm dan kanan dalam inch)
Lajur kedua menunjukkan debit (Q) dalam liter/detik
Lajur ketiga menunjukkan kecepaten aliran dalam pipa = V cm/detik
Lajur keempat (terakhir) menunjukkan i (kemiringan) garis tekan (hidraulic
gradient) dan angka ini yang digunakan dalam perhitungan kehilangan tenaga.
4.2.1. Penggunaan rumus Nomogram Biegelieisen - Bukowski
Contoh : (sama seperti kasus di halaman 7)
Diketahui :
Sebuah desa memiliki sumber air dengan Q
sumber =
2 liter/detik
Pemerintah membantu pipa GI Pipe = 2
Jarak dari sumber ke bak tandon tempat penduduk mengambil air = 1200 meter.
Beda tinggi antara sumber dan bak tandon = 50 meter.
Pertanyaan :
Dapatkah air tersebut dialirkan ke bak tampung di desa tersebut ?
Berapa tinggi kehilangan tenaga ?
Jawab : (lihat nomogram)
Q = 2 lt/dt sudah diketahui dan = 2 (sdh diketahui)
Tarik garis dari = 2 (lajur pertama) ke angka 2 lt/det lajur 2 terus sampai
memotong lajur 4 (i), diperoleh i = 0,0275
d
4,90
Q
1,90
d
2 lt/dt
2
0,0275
Q V i
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
9
Maka h
f
= i x L = 0,0275 x 1.200 = 33 m
Dengan menggunakan rumus Darcy Weisbach untuk kasus yang sama hf = 33,80
meter. Sedangkan menggunakan rumus Biegelesien Bukowski : hf = 33 meter.
Ada perbedaan sebesar 0,80 meter. Memang angka yang diperoleh tidak mungkin
sama tetapi agak mendekati sama.
Contoh kasus : (lihat gambar di bawah ini)
Pertanyaan :
Berapakah diameter pipa (
pipa
) yang diperlukan
Masalah dihadapi :
Kasus ini berbeda dengan contoh kasus sebelumnya di mana pada kasus sebelum-
nya diameter pipa (
pipa
) sudah diketahui.
Sedangkan pada kasus ini, baik
pipa
maupun tinggi kehilangan belum diketahui.
Cara Penyelesaian :
Cara Pertama : Tentukan terlebih dahulu
pipa
, kemudian menghitung h
f
Cara Kedua : Tentukan h
f
, kemudian kita menghitung
pipa
nya.
Penyelesaian :
Cara pertama :
Misalkan kita ambil
pipa
= 2
Dengan nomogram diperoleh : i = 0,06
Maka h
f
= 2.200 x 0,06 = 132 m > 30 m --- Air tak mungkin mengalir.
Diubah
pipa
= 4 dari nomogram diperoleh i = 0,009
Maka h
f
= 2.200 x 0,0090 = 19,80 m < 30 m - ok
Cara kedua :
Misalkan kehilangan tenaga h
f
= 15 m, maka i = 15/2.200 = 0,007
Dengan nomogram dihubungkan i = 0,007 dengan Q = 3 lt/detik diperoleh
diameter pipa =
pipa
> 3, maka kita ambil 4. Dari nomogram diperoleh i = 0,009
maka h
f
= 0,0090 x 2.200 = 19,80 m < 30 m --- OK
Kesimpulan :
Dari kedua cara ini, kami menganjurkan untuk menggunakan cara kedua, sebab
lebih mudah dan lebih agak pasti dibandingkan cara pertama. Baik cara pertama
maupun cara kedua, pertama-tama yang dilakukan adalah dengan cara coba-coba.
Q = 3 lt/detik
L = 2.200 meter
Grs Hidro Statis
H = 30 meter
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
10
4.3. Rumus Hazen Williams
Ada beberapa rumus yang biasa digunakan untuk menghitung kehilangan tenaga.
Selain rumus yang telah dijelaskan di depan, masih ada lagi rumus lainnya, yaitu :
Rumus Hazen Williams, sebagai berikut :
h
f
=
Dimana :
Q = Debit aliran dalam pipa (liter/detik)
L = Panjang pipa (meter)
C = Coefisien kekasaran pipa dari Hazen Williams
Tabel 3 : koefisien C dari Hazen Williams
Jenis Pipa C
Pipa besi cor baru 130
Pipa besi cor suda tua (lama) 100
Pipa baja baru 120 130
Pipa baja tua 80 - 100
Untuk memudahkan dalam perhitungan, dapat menggunakan tabel 4 dan 5 di halaman
11 dan 12.
Cara Penggunaan Tabel
Menentukan : Q
pipa
dan h
f
Tentukan i = H/L x 100%
Q
aliran dalam pipa
Maka kehilangan tenaga = h
f
= L x F
Catatan :
Pada saat menentukan faktor pada tabel, diperoleh dua kemungkinan, sebab
nilai H/L x 100%, angkanya belum tentu sama persis dengan yang ada pada
tabel, kemungkinan besar terletak diantara dua angka. Untuk itu, dipilih
angka tertinggi, dengan sendirinya diperoleh
pipa
yang lebih besar dan ini
biasanya lebih pasti dan aman.
Lihat tabel, dari tabel diperoleh diameter pipa.
Dipilih
pipa
yang terbesar
H Panjang pipa = L
Diameter pipa =
Debit air = Q
C
1,85
x d
4,85
10,666 x Q
1,85
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
11
Tabel 4 :
Faktor kehilangan tenaga oleh gesekan pipa besi baru dalam meter/100 meter (%)
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
12
Tabel 5 :
Faktor kehilangan tenaga oleh gesekan pipa PVC dalam meter/100 meter (%)
1/2" 3/4" 1" 1 1/4" 1 1/2" 2" 2 1/2" 3" 4"
0.10 4.20 1.00 0.25 0.08
0.15 8.80 2.20 0.53 0.17 0.07
0.20 15.00 3.70 0.90 0.28 0.12
0.25 22.00 5.50 1.35 0.44 0.18
0.30 31.00 7.80 1.90 0.60 0.25
0.35 41.00 10.00 2.45 0.80 0.34
0.40 53.00 13.00 3.10 1.00 0.43
0.45 66.00 16.30 4.00 1.25 0.54 0.13
0.50 19.00 4.80 1.50 0.65 0.16
0.55 23.50 5.60 1.80 0.78 0.19
0.60 27.50 6.60 2.10 0.90 0.22
0.65 32.00 7.80 2.40 1.04 0.25
0.70 36.00 8.70 2.70 1.19 0.28
0.75 41.00 9.90 3.10 1.32 0.33 0.10
0.80 45.00 11.00 3.50 1.50 0.37 0.12
0.85 52.00 12.50 4.00 1.70 0.41 0.14
0.90 57.00 14.00 4.50 1.90 0.45 0.15
0.95 63.00 15.00 4.90 2.10 0.50 0.17
1.00 16.50 5.40 2.25 0.55 0.18 0.08
1.05 18.00 5.80 2.50 0.60 0.20 0.09
1.10 19.50 6.30 2.70 0.67 0.22 0.095
1.15 21.50 6.90 2.95 0.71 0.24 0.10
1.20 23.00 7.30 3.20 0.78 0.26 0.11
0.30 26.50 8.60 3.75 0.90 0.29 0.13
1.40 30.00 10.00 4.25 1.00 0.34 0.15
0.50 35.00 11.20 4.90 1.15 0.39 0.17
0.60 39.00 12.50 5.50 1.30 0.43 0.19
0.70 44.00 14.20 6.05 1.45 0.49 0.21
0.80 49.00 15.90 6.90 1.60 0.54 0.24
0.90 55.00 17.40 7.50 1.80 0.60 0.26
2.00 60.00 19.00 8.00 2.00 0.66 0.28
2.20 22.50 9.70 2.35 0.79 0.34
2.40 26.80 11.50 2.75 0.90 0.40
2.60 31.00 13.30 3.20 1.05 0.45
2.80 35.10 15.20 3.70 1.20 0.52
3.00 40.00 17.00 4.20 1.36 0.60
3.20 45.00 19.30 4.70 1.52 0.68
3.40 50.00 21.90 5.25 1.70 0.75
3.60 56.00 24.00 5.80 1.90 0.84 0.20
3.80 62.00 26.00 6.30 2.10 0.90 0.22
4.00 69.00 29.00 7.00 2.30 1.00 0.24
4.50 36.00 8.80 2.80 1.20 0.30
5.00 44.00 10.50 3.50 1.50 0.37
5.50 62.00 12.50 4.20 1.75 0.44
6.00 14.70 4.90 2.10 0.52
6.50 17.00 5.60 2.40 0.60
7.00 19.50 6.50 2.80 0.70
Debit
DIAMETER PIPA
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
13
Contoh kasus :
Pertanyaan :
Berapakah diameter pipa (
pipa
) yang diperlukan jika digunakan pipa GI.
Masalah dihadapi :
Kasus ini berbeda dengan contoh kasus sebelumnya di mana pada kasus sebelum-
nya diameter pipa (
pipa
) sudah diketahui.
Sedangkan pada kasus ini, baik
pipa
maupun tinggi kehilangan belum diketahui.
Cara Penyelesaian :
H/L = 30/2.200 x 100% = 1,3636%
Q
pipa
= 3 liter/detik
Disini dipilih F = 0,92 dan 3
Maka h
f
= L x F = 2.200 x 0,92% = 20,24 m
Bandingkan dengan perhitungan Biegeleisen di halaman 9.
Catatan :
Menurut pengalaman selama menangani air bersih pedesaan. Dalam melakukan perhi-
tungan, sebaiknya menggunakan nomogram (Biegeleisen Bukowski) atau dengan
menggunakan tabel (Hazen Williamz).
Diantara kedua cara ini, mana yang lebih mudah ??. Menurut pengalaman keduanya
mudah tergantung keadaan. Untuk menghitung secara cepat, memang sebaiknya
menggunakan Biegeleisen Bukowski, tetapi untuk menghitung secara teliti meng-
gunakan komputer, memang sebaiknya menggunakan tabel. Terutama untuk jaringan
yang rumit dan luas, dianjurkan menggunakan tabel Hazen Williams di atas.
Selesaikan kasus berikut ini :
Air dari sebuah sumber, akan dialirkan ke sebuah bak yang jaraknya 2.600 meter
dari sumber.
Debit yang akan dialirkan 2,50 liter/detik
Perbedaan tinggi antara sumber air dengan bak = H = 42 meter
Hitunglah :
Berapakah kehilangan tenaga (h
f
) hitung dengan nomogram dan tabel.
Dari tabel 4, diperoleh F = antara 0,92 2,10
F = 0,92 untuk 3
F = 2,10 untuk 2
Q = 3 lt/detik
L = 2.200 meter
Grs Hidro Statis
H = 30 meter
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
14
5. TEKANAN YANG TERJADI DI DALAM PIPA
5.1. Tekanan Air Dalam Keadaan Diam
Tekanan yang terjadi pada pipa dapat dibagi dua, yaitu tekanan statis dan tekanan
dinamis. Contoh tekanan statis dijelaskan dengan gambar, sebagai berikut :
Gambar 11 : adalah gambar air pada pipa dalam keadaan diam. Pada keadaan ini,
tekanan yang terjadi adalah tekanan statis. Garis tekan hidrostatis dari sumber air.
Tekanan yang terjadi di titik :
A = H
1
yaitu perbedaan tinggi dari muka air sumber sampai ke titik yang ditinjau (A)
B = H
2
yaitu perbedaan tinggi dari muka air sumber sampai ke titik yang ditinjau (B)
C = H
3
yaitu perbedaan tinggi dari muka air sumber sampai ke titik yang ditinjau (C)
Tekanan yang terjadi = A = P
A
/ = H
1
(meter)
= berat jenis air = 1 ton/m
3
Tekanan di A = P
A
= H
1
m x (ton/m
3
) = H
1
ton/m
3
=
Misalkan H
1
= 25 meter, maka P
A
= 25 m x 1 t/m
3
= 25 t/m
2
= 2,5 kg/cm
2
= 2,50 atm
5.2. Tekanan yang terjadi dalam pipa saat air mengalir
Pengaliran air dalam pipa akan menimbulkan kehilangan tenaga (h
f
) akibat geseran.
Misalkan kehilangan tenaga seperti gambar di bawah ini :
Akibat geseran air dengan dinding pipa terjadi pengurangan tekanan di titik-titik A,
B dan C sebesar h
f1
; h
f2
; dan h
f3
.
Garis Tekanan hidrostatis
A
Sumber Air
H
3
H
2
H
1
C
B
Gbr 11 ; Tekanan statis
Gbr 10 : Kehilangan tenaga
pada aliran pipa
h
f3
h
f2
HGL
Garis Tekanan hidrostatis
A
Sumber Air
h
3
h
2
h
1
C
B
h
f1
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
15
5.2.1. Tekanan negatif
Tekanan negatif adalah tekanan yang garis hidraulisnya memotong jalur pipa. Contoh
gambar di bawah ini.
Garis HGL memotong pipa pada titik C dan D, pada bagian ini terjadi tekanan negatif.
Akibat tekanan negatif : pada bagian C D terjadi vakuum dan air tidak mengalir.
Cara mengatasinya :
Turunkan bagian B D dengan ke dalam tanah (ditanam). Permasalahannya adalah
seberapa dalam harus ditanam ??. Kira-kira minimal lebih dalam dari 5 m dan ini
cukup sulit dan mahal. Atau alihkan jalur pipa ke lokasi yang lebih rendah.
Naikkan garis HGL dengan memperbesar pipa pada bagian B D. Dengan
memperbesar diameter pipa (
pipa
), berarti garis HGL dapat naik dan terjadi
tekanan positif. Dengan mengubah diameter pipa pada bagian B D, akan terjadi
garis tekan sebagai berikut :
Tekanan yang terjadi pada setiap titik dari jalur pipa menjadi positif. Dengan
memperbesar diameter pipa di bagian B D, maka garis tekan akan menjadi positif.
Tekanan yang terjadi di titik C = h
3
. Besarnya h
3
minimal harus lebih besar 5 meter.
Jika kurang, akan terjadi gelembung-gelembung udara yang dapat menghambat aliran
air dalam pipa.
Gbr 11 : Garis Tekan Negatif
h
f3
h
f2
HGL
Garis Tekanan hidrostatis
A
Sumber Air
h
3
h
1
C
C
h
f1
D
B
Gbr 11 : Garis Tekan Negatif
HGL
Garis Tekanan hidrostatis
A
Sumber Air
h
f1
C
C
D
B
h
3
h
f2
h
f3
h
f4
h
1
h
2
h
4
h
5
Gelembung Udara
Kantung udara
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
16
5.2.2. Tekanan Maksimum
Berapakah tekanan maksimum yang diijinkan untuk pipa ?. Besarnya tekanan mak-
simum tergantung dari kekuatan pipa yang akan dipakai. Ada berbagai jenis pipa yang
tersedia dalam perdagangan dengan berbagai kekuatan tertentu. Untuk itu, kita ha-
rus mengetahui berapa kekuatan pipa. Kekuatan pipa dinyatakan dalam satuan ATM
(Atmosfeer). Misalnya pipa dengan 8 Atm, berarti pipa ini kuat menahan tekanan air
sebesar 8 atm atau = setinggi 80 m (1 atam = 10 m tekanan air/cm
2
).
Oleh karenanya tekanan maksimum ditentukan dengan berpedoman pada kakuatan
pipa yang tersedia.
Contoh kasus berikut ini :
Jaringan pipa melalui lembah yang bagian terrendah terletak 120 m lebih rendah
dari sumber air.
Sedangkan pipa yang tersedia dengan kekuatan 8 atm, berarti 80 meter.
Pertanyaannya : Apakah pipa tersebut dapat digunakan secara langsung dipasang
dari sumber air ke titik D?
Jawaban :
Tidak dapat digunakan karena Tekanan statis = 120 m = 12 atm, sedangkan
kekuatan pipa = 80 m = atm. Jika dipasang, saat air mengalir pipa langsung pecah.
Jalur A C = jalur kritis, pipa pada bagian ini akan pecah.
Cara mengatasinya :
Membuat bangunan bak pemecah tekanan akan dijelaskan secara khusus.
Mengalihkan jalur pipa jika mungkin, sehingga tekanan yang terjadi tidak
melampaui batas maksimum.
Mengganti dengan pipa yang kuat menahan tekanannya di atas 120 m mahal.
5.3. Manfaat Besarnya Tekanan yang terjadi di Percabangan dan Kran Umum
5.3.1. Percabangan Biasa
Dimaksudkan percabangan biasa adalah percabangan pipa yang menuju ke permukiman
misalnya seperti pada sistem cabang atau buntu. Untuk itu, kita perlu mengetahui
tekanan yang tersedia pada cabang, guna menentukan apakah air dapat mengalir ke
pipa cabang.
Gbr 11 : Pipa di daerah lembah
80 m 80 m
D
C A
hf
2
hf
1
B
80 meter
HGL
Garsi Hidrostatis
Lembah
120 meter
HGL
Garsi Hidrostatis
Jalur Kritis
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
17
Misalkan sebagai berikut :
Dari gambar terlihat bahwa :
Pada setiap titik penting terdapat informasi mengenai ketinggian titik tersebut
dari sumber air. Dengan menganggap tinggi (elevasi) sumber air = 0,00.
Jarak pipa dan debit aliran juga diketahui (lihat gambar).
Skema ini merupakan skema yang biasa dibuat pada jalur pipa
Pertanyaan :
Berapa tekanan di B agar air dapat mengalir ke C jika dipakai pipa besi baru.
Sket tinggi kehilangan tenaganya
Jawab :
Pertama-tama kita tinjau jaringan pipa dari sumber ke B, sebagai berikut :
Perhitungan dengan Tabel Hazen Williams dari Sumber - A
Q = 3,00 ltr/det
Tabel diperoleh :
pipa
= 2 f = 6,70 dan
H/L = 35/350 x 100% = 10
pipa
= 1 f = 26,70
Dipakai :
pipa (1)
= 2 f = 6,70
Maka hf
A
= L x f = 350 x 6,70% = 23,45 m
Berarti tekanan di A = 35 23,45 = P
A
/ = 11,55 m
Maka elevasi A = 0,00 23,45 = - 23,45 m
Sumber Air 0,00
L 1 = 350 m
Q 1 = 3,00 ltr/det
C (- 55 m)
L 3 = 250 m
Q 3 = 1,00 ltr/det
L 2 = 400 m
Q 2 = 2,00 ltr/det
B (- 55 m) A (- 35 m)
hf
2
PA/
Hidrostatis
A
hf
1
Hidrostatis
A ( - 35,00 m)
B ( - 55,00 m)
L1 = 400 m
Q1 = 2,00 ltr/det
L1 = 350 m
Q1 = 3,00 ltr/det
Sumber
0,00
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
18
Perhitungan dengan Tabel Hazen Williams dari A B
H = - 23,45 - (- 55) = + 31,55 m
H/L
2
x 100% = 31,55/400 x 100% = 7,89
Q
2
= 2,00 ltr/det
Dipakai 2 f = 3,20
Maka hf
C
= L
2
x 3,20% = 400 x 3,20% = 12,80 m
Tekanan di B = P
B
/ = 31,55 12,80 = 18,70 m
Gambar kehilangan tenaga dari sumber B :
Perhitungan dari A (cabang) ke C
Untuk perhitungan di cabang, tekanan yang tersedia di cabang merupakan tinggi
tekanan yang diperlukan untuk mengalirkan air ke pipa cabang.
H = - 23,45 ( - 55,00) = 31,55 m
H/L x 100% = 31,55/250 x 100 = 12,62%
Q = 1 liter/detik
Dipakai 1 f = 8,20%
Maka hf
C
= L
3
x f% = 250 x 8,20% = 20,50 m
Tekanan di C = h
C
/ = 31,55 20,50 = 11,05 m
Dari tabel diperoleh antara :
2 f = 3,20 dan
1 f = 12,80
Dari tabel diperoleh antara :
1 f = 8,20%
1 f = 26,20%
HGL
HGL
PB / = 18,75 m
PA/ = 11,55 m
hfC = 12,80
m
Hidrostatis
A
hfA = 23,45 m
Hidrostatis
A ( - 35,00 m)
B ( - 55,00 m)
L2 = 400 m
Q2 = 2,00 ltr/det
L1 = 350 m
Q1 = 3,00 ltr/det
Sumber
0,00
H = 31,55
m
PA / = 11,55 m
L3 = 250 m
Q3 = 1,00 ltr/det
PC/
A (- 35,00)
Hidrostatis
A ( - 23,45)
C (- 55,00)
hfC
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
19
Hasil perhitungan disajikan dengan gambar :
Gambar seperti di atas ini biasanya disajikan pada perencanaan penggambaran teknis.
Hasil perhitungan dibuatkan tabel, sebagai berikut :
Jalur Panjang pipa (m) Diameter (inch)
Debit aliran
(liter/detik)
Sumber Cabang (A) 350 m 2 3,00 ltr/det
Cabang A - B 400 m 2 2,00 ltr/det
Cabang - C 250 m 1 1,00 ltr/det
Untuk memudahkan perhitungan, dapat dilakukan dengan sistem tabel yang akan dije-
laskan dengan menggunakan contoh-contoh.
Dari penjelasan dan contoh ini, dapat disimpulkan bahwa pengaliran pada percabangan
adalah :
Ada tekanan positif di titik percabangan (P
A
/)
Tekanan ini dipakai sebagai elevasi untuk menentukan tinggi tekanan statis di pipa
percabangan.
Pada contoh kasus ini tekanan yang tersedia di cabang = P
A
/ = 11,55 m
Perhitungan dilakukan per jalur pipa yang melalui cabang.
Kemudian dari cabang, perhitungan dilakukan untuk jalur berikutnya.
HGL
HGL
PC/ = 18,75 m
PA/ = 11,55 m
hfC = 12,80 m
Hidrostatis
A
hf
A
= 23,45 m
Hidrostatis
A ( - 35,00 m)
B ( - 55,00 m)
L2 = 400 m
Q2 = 2,00 ltr/det
2 = 2
L1 = 350 m
Q1 = 3,00 ltr/det
1 = 2
Sumber
0,00
HGL
C (- 55,00)
PA / = 11,55 m
L 3 = 250 m
Q 3 = 1,00 ltr/det
3 = 1
PC/ = 11,05
m
A (- 35,00)
Hidrostatis
A ( - 23,45)
hfC = 20,50
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
20
Perhitungan dengan menggunakan tabel
Catatan :
Station 1 dan 2 adalah bagian yang ditinjau pada satu jalur antara.
Kolom 9 dan 10 dilihat pada tabel
Perhitungan akan jauh lebih mudah menggunakan komputer dengan program Excel
Perhitungan dengan tabel akan memudahkan perhitungan jaringan pipa yang rumit.
Perhitungan bagian demi bagian seperti contoh di halaman 17 s/d 19, sukar untuk mengontrol kesalahan yang dilakukan.
Dianjurkan untuk menghitung jaringan pipa menggunakan tabel, seperti contoh yang diberikan ini.
Pengalaman penulis untuk menghitung jaringan pipa distribusi, lebih mudah dengan sistem tabel dan memakai rumus
Hazen Williams yang telah dibuatkan tabel.
Sumber Air 0,00
L 1 = 350 m
Q 1 = 3,00 ltr/det
C (- 55 m)
L 3 = 250 m
Q 3 = 1,00 ltr/det
L 2 = 400 m
Q 2 = 2,00 ltr/det
B (- 55 m) A (- 35 m)
Panjang Debit HGL Elevasi Tekanan H/L x 100 Diameter Faktor Kehilangan Elv HGL Tinggi
Sta (1) Sta (2) Pipa (L) Q (ltr/det) Sta 1 Sta 2 Statis (%) Pipa () Geser (F) Tenaga (hf) Sta 2 Tek Sta 2
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]=[5]-[6] [8] [9] [10] [11]=[3]*[10] [12]=[5]-[11] [13]=[12]-[6]
Sumber A 350 3 0 -35 35 10 2" 6.7 23.45 -23.45 11.55
A B 400 2 -23.45 -55 31.55 7.89 2" 3.2 12.8 -36.25 18.75
A C 250 1 -23.45 -55 31.55 12.62 1 1/4" 8.2 20.5 -43.95 11.05
Station
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
21
5.3.2. Tekanan pada Kran Umum
Kran umum adalah bangunan pengambilan air, yang biasa disebut Public Tap, seperti
yang telah dijelaskan pada manual yang lalu. (Kebutuhan Air dan Pembagiannya
Dengan Sistem Jaringan Perpipaan).
Pada prinsipnya pengambilan air untuk bangunan kran umum, dilakukan dengan perca-
bangan pipa. Sebab, pipa pengambilan air untuk kran umum langsung dicabang dari
pipa induk atau pipa distribusi dengan menggunakan pipa berdiameter lebih kecil.
Perlu diperhatikan disini adalah, pada saat pemakaian puncak (Q
peak
= Q
puncak
) semua
kran pengambilan dalam keadaan terbuka pada situasi ini jangan sampai ada kran
umum yang tidak mengeluarkan air. Jika hal ini terjadi, pasti akan menimbulkan
keributan di kalangan kelompok pemakai air. Misalnya antara kelompok pemakai kran
umum satunya dengan kran umum lainnya.
Oleh karenya perlu diperhatikan letak kran umum terhadap pipa induk atau distribusi
yang ditinjau dari tinggi kehilangan tenaga.
Tekanan yang tersedia pada kran umum antara 5 15 meter. Jika tekanan yang
tersedia terlalu besar, maka air yang keluar sangat deras dan kran mudah rusak.
Dalam perhitungan, usahakan tekanan yang terjadi pada kran tidak lebih dari 15 m.
Jika lebih rendah dari 5 m, air yang keluar sangat lemas/lambat.
Kehilangan Tenaga pada katup (stop kran) sangat kecil, dalam perhitungan biasanya
dapat diabaikan.
5.4. Kolam Tiga Tando
Kolam tiga tando adalah sistem percabangan untuk memungkinkan pelayanan pada
sistem distribusi atau dapat juga digunakan untuk memanfaatkan beberapa sumber
air yang pengalirannya dengan sistem percabangan atau tanpa bak perantara.
Pada perhitungan kolam tiga tando, yang perlu diperhatikan adalah arah pengaliran-
nya harus benar dan persyaratan tinggi tekanan tersedia yang diperlukan untuk ter-
jadinya pengaliran harus sesuai dengan perencanaan.
C
B A
Kehilangan tenaga katup
Kehilangan tenaga A - B
Kehilangan tenaga B - C
Tekanan yang tersedia untuk kran
Pipa Induk
Tekanan saat
kran umum tidak digunakan
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
22
Ada tiga kemungkinan pengaliran kolam tiga tando, yang dapat dijelaskan sebagai
berikut :
Gambar sistem pengaliran kolam tiga tando.
Ada tiga kemungkinan pengaliran yang terjadi, yaitu :
1. Dari (A + B) ke T (Cabang) kemudian ke C
2. Dari (A) ke (T) ke (C) dan ke (B) = 0
3. Dari (A) ke (T) ke (B + C)
Tiga keadaan ini, dapat dilihat dari tinggi garis tekan pada titik cabang (T) terhadap
tinggi muka air di A (ma
A
) dan tinggi muka air di B (ma
B
). Tiga kemungkinan tersebut:
Kemungkinan (1)
Gbr Situasi Kehilangan Tenaga & Garis Tekan
T
Q1
Q2
Q3
A
B
C
A
B
T
C
A T
C
C
B
A
T
A
B
T
C
hf
3
hf
2
hf
1
PT/
T
Q1
Q2
Q3
A
B
C
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
23
Kemungkinan (1) hanya bisa terjadi jika garis tekan di T (P
T
/) lebih rendah dari
elevasi muka air di kolam A (Z
A
) dan Kolam B (Z
B
), tetapi lebih tinggi dari tinggi muka
air di kolam C (Z
C
).
Persamaan yang harus dipenuhi (lihat gambar garis tekan di halaman 22)
hf
1
= Z
A
(Z
T
+ P
T
/)
hf
2
= Z
B
(Z
T
+ P
T
/)
hf
3
= Z
T
+ P
T
/)
Q
1
+ Q
2
= Q
3
atau Q
1
+ Q
2
- Q
3
= 0
Kemungkinan (2)
Gambar Kehilangan Tenaga & Garis Tekan
Persamaan yang harus dipenuhi :
hf
1
= Z
A
(Z
T
+ P
T
/)
hf
3
= Z
T
+ P
T
/
hf
2
= 0
Q
1
= Q
3
----- Q
1
Q
3
= 0
Q
2
= 0
Kemungkinan (3)
Gambar Kehilangan Tenaga & Garis Tekan
A T
C
hf1
Hf3
Q1
A
T
Q2 = 0
Q3
B
C
C
B
A
T
PT/
hf 3
hf 2
hf 1
A
T
Q1
Q2
Q3
B
C
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
24
Persamaan yang harus dipenuhi :
hf
1
= Z
A
(Z
T
+ P
T
/)
hf
2
= ( Z
T
+ P
T
/) - Z
B
hf
3
= Z
T
+ P
T
/
Q
1
Q
2
- Q
3
= 0
Atau Q
1
= Q
2
+ Q
3
Contoh Kasus :
Dua buah sumber air akan dialirkan ke satu bak penampung melalui percabangan (T)
ke penampang. Situasi sebagai berikut :
Pipa Panjang (m) Debit (ltr/det)
(1) 1.300 3,00
(2) 900 2,50
(3) 2.100 5,50
Pipa yang dipakai dengan kekuatan 8 atm
Pertanyaan :
Tentukan besarnya kehilangan tenaga
Berapakah besarnya Tekanan di T
Berapakah diameter pipa yang diperlukan ?
Gambarkanlah Garis tekan danb kehilangan tenaga
Pertanyaan yang diajukan ini sebenarnya merupakah hal-hal yang harus dihitung,
karena semua jawaban pertanyaan di atas merupakan hasil dari seluruh perhitungan
yang tak dapat dipisahkan satu dengan lainnya (saling terkait).
Perhitungan dilakukan dengan tabel perhitungan, seperti di halaman selanjutnya
Persamaan yang harus dipenuhi (lihat gambar garis tekan di halaman 22)
hf
1
= Z
A
(Z
T
+ P
T
/)
hf
2
= Z
B
(Z
T
+ P
T
/)
hf
3
= Z
T
+ P
T
/)
Q
1
+ Q
2
= Q
3
atau Q
1
+ Q
2
- Q
3
= 0
Pipa 3
Pipa 2
Pipa 1
- 80,00
T (- 50)
- 20,00
0,00
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
25
Hasil perhitungan :
Pipa
Panjang
(m)
Kehilangan
Tenaga (hf)
Debit aliran
Diameter ()
inch
P/
(1) 1.300 hf1 = 27,30 m Q
1
= 3,00 ltr/detik 2 22,70 m < 80 m ok aman
(2) 900 hf
2
= 13,50 m Q
2
= 2,50 ltr/detik 3 16,50 m < 80 m ok aman
(3) 2.100 hf
3
= 14,28 m Q
3
= 5,50 ltr/detik 4 38.42 m < 80 m ok aman
Perhitungan dengan menggunakan tabel jauh lebih mudah dan kontrol kesalahan juga mudah.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada contoh-contoh kasus yang disiapkan secara khusus.
Tugas : Coba Anda gambarkan garis tekannya (skets saja)
A
hf
3
hf
2
hf
1
P
T
/
T ( - 50,00)
Q1
Q2
Q3
B
C
Panjang Debit HGL Elevasi Tekanan H/L x 100 Diameter Faktor Kehilangan Elv HGL Tinggi
Sta (1) Sta (2) Pipa (L) Q (ltr/det) Sta 1 Sta 2 Statis (%) Pipa () Geser (F) Tenaga (hf) Sta 2 Tek Sta 2
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]=[5]-[6] [8] [9] [10] [11]=[3]*[10] [12]=[5]-[11] [13]=[12]-[6]
A T 1,300 3.00 0 (50.00) 50.00 3.85 2 1/2" 2.10 27.3 (27.30) 22.70
B T 900 2.50 -20 (50.00) 30.00 3.33 3" 1.50 13.5 (33.50) 16.50
T C 2,100 5.50 (27.30) (80.00) 52.70 2.51 4" 0.68 14.28 (41.58) 38.42
Station
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
26
Contoh kasus :
Situasi jaringan pipa seperti gambar di bawah ini :
No Jalur Jarak (m)
Jumlah orang
dilayani
Jalur arah kanan
1 Sumber Reservoir 1 450 m ----------
2 Reservoir 1 Titik A 380 m 230 jiwa
3 Titik A Titik B 310 m 275 jiwa
4 Titik A Reservoir 2 320 m 160 jiwa
5 Reservoir 2 - Titik C 180 m 115 jiwa
6 Titik C Titik D 245 m 200 jiwa
7 Titik C Reservoir 3 340 m 290 jiwa
8 Reservoir 3 Titik E 360 m 255 jiwa
9 Titik E Titik F 310 m 260 jiwa
10 Titk E Titik G 270 m 215 jiwa
Jalur arah kiri
11 Reservoir 1 Titik H 410 m 330 jiwa
12 Titik H Titik I 290 m 260 jiwa
13 Titik H Titik J 280 m 230 jiwa
14 Titik J Titik K 310 m 220 jiwa
Total 4.455 m 3.040 jiwa
Pertanyaan :
Rencanakan sistem distribusi tersebut sampai dengan tahun 2018. Pertambahan penduduk
per tahun = 2,5% dan penentuan kran umum dapat berdasarkan penduduk atau jarak.
Gambarkanlah garis tekan jaringan pipa tersebut.
Pipa yang digunakan adalah pipa besi (GI pipe)
RT. 1
Q4
Q
Q8
Q
Q7
Q
Q6
Q
Q5
Q
E, (- 110)
0,00
K, (- 85,00)
G, (- 125)
C, ( - 75,00)
A, ( - 45,00)
B, ( - 60,00)
Sumber Air
Res 3, (- 95)
Res 2 (- 65,00)
Res 1 ( - 25,00)
RT. 2
D, ( - 90,00)
F, (- 125)
H, ( - 50,00)
I, (- 60,00)
J, (- 70,00)
Q
Q
Q3
Q
Q2
Q
Q1
Q
Q9
Q
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
27
Perhitungan :
Pemakaian air per hari = 80 liter/orang/hari
Pertambahan penduduk s/d 2018 = P
2018
= P
2004
x ( 1 + r)
n
= P
2004
x ( 1 + 2,5%)
14
= P
2004
x 1,4130
Tabel hasil perhitungan untuk reservoir
Perhitungan kapasitas masing-masing Reservoir :
Reservoir Melayani Jalur Kapasitas (m
3
) Hasil perhitungan
Reservoir 1
Reservoir 1 Titik A 13,00
100 m
3
Titik A Titik B 15,54
Titik A Reservoir 2 9,04
Reservoir 1 Titik H 18,65
Titik H Titik I 14,70
Titik H Titik J 13,00
Titik J Titik K 12,43
Total 96,36 = 100 m
3
Reservoir 2
Reser 2 Titik C 6,50
35 m
3 Titik C Titik D 11,30
Titik C Reservoir 3 16,39
Total 34,19 = 35 m
3
Reservoir 3
Reservoir 3 Titik E 14,41
42 m
3 Titik E Titik F 14,70
Titik E Titik G 12,15
Total 41,26 = 42 m
3
Perhitungan aliran pelayanan :
No Jalur Jarak (m)
Jumlah orang
dilayani 2014
Jml Kran
Umum
Debit kran umum
(N/s x 18,52 lt)/ 4 jam
1 Reservoir 1 Titik A 380 m 325 jiwa 2 0,20 lt/det
2 Titik A Titik B 310 m 389 jiwa 3 0,17 lt/det
3 Titik A Reservoir 2 320 m 226 jiwa 2 0,15 lt/det
4 Reservoir 2 - Titik C 180 m 163 jiwa 1 0,20 lt/det
5 Titik C Titik D 245 m 283 jiwa 2 0,175 lt/det
6 Titik C Reservoir 3 340 m 410 jiwa 3 0,175 lt/det
7 Reservoir 3 Titik E 360 m 361 jiwa 3 0,155 lt/det
8 Titik E Titik F 310 m 368 jiwa 3 0,16 lt/det
9 Titk E Titik G 270 m 304 jiwa 2 0,195 lt/det
10 Reservoir 1 Titik H 410 m 467 jiwa 3 0,20 lt/det
11 Titik H Titik I 290 m 367 jiwa 3 0,157lt/det
12 Titik H Titik J 280 m 325 jiwa 2 0,21 lt/det
13 Titik J Titik K 310 m 311 jiwa 2
Pemakaian air Volume Debit
2005 2015 per hari Res harian rata-rata
[1] [2] [3] [4] = [3] x 1,4130 [5] = [4] * 80/1000 [6] = [5] * 50% [7] = [5]/86,40
Sumber Res 1 450 ----- ----- ----- -----
Res 1 Titik A 230 324.99 26.00 13.00 0.30
Titik A Titik B 275 388.58 31.09 15.54 0.36
Titik A Res 2 160 226.08 18.09 9.04 0.21
Res 2 Titik C 115 162.50 13.00 6.50 0.15
Titik C Titik D 200 282.60 22.61 11.30 0.26
Titik C Res 3 290 409.77 32.78 16.39 0.38
Res 3 Titik E 255 360.32 28.83 14.41 0.33
Titik E Titik F 260 367.38 29.39 14.70 0.34
Titik E Titik G 215 303.80 24.30 12.15 0.28
Res 1 Titik H 330 466.29 37.30 18.65 0.43
Titik H Titik I 260 367.38 29.39 14.70 0.34
Titik H Titik J 230 324.99 26.00 13.00 0.30
Titik J Titik K 220 310.86 24.87 12.43 0.29
Total 3,490 4,296 344 172 3.98
Sumber Reservoir 1 450 3.98
Penduduk
Sumber Res 1
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
28
Perhitungan debit aliran dalam pipa
Perhitungan debit aliran harian (Debit Rencana)
Q
7
= Q
Res 3 E
+ (Q
8
+ Q
9
) = 0,33 + 0,34 + 0,28 = 0,95 lt/detik
Q
6
= Q
C Res 3
+ Q
7
= 0,38 + 0,95 = 1,33 lt/det
Q
4
= Q
Res 2 C
+ Q
5
+ Q
6
= Q
Res 2 C
+ Q
C D
+ Q
6
= 0,15 + 0,26 + 1,33 = 1,74 lt/det
Q
3
= Q
A Res 2
+ Q
4
= 0,21 + 1,74 = 1,95 lt/det
Q
1
= Q
Res 1 A
+ Q
2
+ Q
3
= Q
Res 1 A
+ Q
A - B
+ Q
3
= 0,30 + 0,36 + 1.95 = 2,61 lt/det
Q
13
= Q
J K
= 0,29 lt/det
Q
12
= Q
H J
+ Q
13
= 0,30 + 0,29 = 0,59 lt/det
Q
10
= Q
11
+ Q
12
+ Q
Res 1 H
= Q
HI
+ Q
11
+ Q
Res 1 H
= 0,34 + 0,59 + 0,43 = 1,36 lt/det
Q = Q
1
+ Q
10
= 2,61 + 1,36 = 3,97 lt/detik
Maka debit yang diambil dari sumber air = Q = 3,97 lt/detik = 4,00 lt/detik
Setelah diketahui debit pipa masing-masing, barulah dihitung tinggi kehilangan
tenaga yang terjadi dan diameter pipa yang diperlukan.
Q13
Q
Q12
Q
Q10
Q
RT. 2
Q8
Q
Q4
Q
Q7
Q
Q6
Q
Q5
Q
E, (- 110)
0,00
K, (- 85,00)
G, (- 125)
C, ( - 75,00)
A, ( - 45,00)
B, ( - 60,00)
Sumber Air
Res 3, (- 95)
Res 2 (- 65,00)
Res 1 ( - 25,00)
RT. 1
D, ( - 90,00)
F, (- 125)
H, ( - 50,00)
I, (- 60,00)
J, (- 70,00)
Q
Q
Q3
Q
Q2
Q
Q1
Q
Q9
Q
Q11
Q
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
29
Perhitungan kehilangan tenaga dan tinggi tekanan dengan menggunakan tabel (perhitungan menggunakan Excel)
Catatan :
Menggunakan pipa 1 sudah mencukupi, tetapi karena tinggi tekanan yang terjadi mendekati nol, maka diubah dengan
memperbesar pipa menjadi 1 .
Contoh ini telah memberikan gambaran perencanaan sesungguhnya dan perhitungan juga cukup kompleks dan semakin
luas - memerlukan ketelitian.
Ketelitian terutama pada penentuan debit aliran tiap pipa (perhitungan di halaman 28). Jika perhitungan ini salah,
maka seluruhnya akan menjadi salah.
Jika perhitungan tinggi kehilangan tenaga dilakukan secara biasa, akan menjadi sulit dan memerlukan ketelitian,
tetapi dengan tabel, menjadi jauh lebih mudah. Perhitungan menggunakan tabel, dapat dilakukan dengan komputer
menggunakan program EXCEL.
Dari hasil perhitungan, maka kita sudah dapat menggambar tinggi kehilangan (hal 30) tenaga akibat geseran pipa.
Panjang Debit HGL Elevasi Tekanan H/L x 100 Diameter Faktor Kehilangan Elv HGL Tinggi
Sta (1) Sta (2) Pipa (L) Q (ltr/det) Sta 1 Sta 2 Statis (%) Pipa () Geser (F) Tenaga (hf) Sta 2 Tek Sta 2
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]=[5]-[6] [8] [9] [10] [11]=[3]*[10] [12]=[5]-[11] [13]=[12]-[6]
Arah kanan
Sumber Res 1 450 4.00 0 (25.00) 25 5.56 2 1/2" 3.55 15.98 (15.98) 9.03
Res 1 Titik A 380 2.61 (25.00) (45.00) 20 5.26 2 1/2" 1.60 6.08 (31.08) 13.92
Titik A Titik B 310 0.36 (31.08) (60.00) 28.92 9.33 1 1/4 1.20 3.72 (34.80) 25.20
Titik A Res 2 320 1.95 (31.08) (65.00) 33.92 10.60 1 1/4" 7.50 24.00 (55.08) 9.92
Res 2 Titik C 180 1.74 (65.00) (75.00) 10 5.56 2" 2.25 4.05 (69.05) 5.95
Titik C Titik D 245 0.26 (69.05) (90.00) 20.95 8.55 1 1/4 0.68 1.67 (70.72) 19.28
Titik C Res 3 340 1.33 (69.05) (95.00) 25.95 7.63 1 1/2" 5.94 20.196 (89.25) 5.75
Res 3 Titik E 360 0.95 (95.00) (110.00) 15 4.17 1 1/2" 3.20 11.52 (106.52) 3.48
Titik E Titik F 310 0.34 (106.52) (125.00) 18.48 5.96 1 1/4" 1.20 3.72 (110.24) 14.76
Titik E Titik G 270 0.28 (106.52) (125.00) 18.48 6.84 1 1/4 0.90 2.43 (108.95) 16.05
Arah Kiri
Res 1 Titik H 410 1.36 (25.00) (50.00) 25 6.10 1 1/2" 4.00 16.4 (41.40) 8.60
Titik H Titik I 290 0.34 (41.40) (60.00) 18.6 6.41 1 1/4 1.20 3.48 (44.88) 15.12
Titik H Titik J 280 0.59 (41.40) (70.00) 28.6 10.21 1 1/4 3.22 9.016 -50.416 19.584
Titik J Titik K 310 0.29 (50.42) (85.00) 34.584 11.16 1" 2.80 8.68 -59.096 25.904
Station
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
30
Gambar tinggi kehilangan tenaga dan tinggi tekanan pada bagian kanan jaringan
P/ = 19,28
m
P/ = 5,95 m
P/ = 3,48
m
L2 = 310 m
Q = 0,34 l/dt
1
L2 = 270 m
Q = 0,28 l/dt
1
hf = 15,98
m
hf = 2.43 m
Res 3 (- 95,00)
hf = 20,196 m
L2 = 340 m
Q = 1,33 l/dt
1
hf = 24,00 m
hf = 1,67 m
L2 = 245 m
Q = 0,26 l/dt
1
hf = 4,05 m
C (- 75,00)
Res 2 (- 65,00)
L2 = 320 m
Q = 1,95 l/dt
1
Res 1 (- 25,00)
hf = 25,20 m
hf = 3,72 m
P/ = 13,92 m
- 31,08
L2 = 310 m
Q = 0,34 l/dt
1
A (- 45,00)
hf = 6,08 m
L1 = 450 m
Q = 4 l/dt
2
Sumber (0,00)
P/ = 9,93 m
B (- 60,00)
D (- 95,00)
L2 = 180 m
Q = 1,74 l/dt
2
L2 = 380 m
Q = 2,61 l/dt
2
L2 = 360 m
Q = 0,95 l/dt
1
G (- 125,00)
P/ = 16,05
m
hf = 2.72 m
E (- 110,00)
P/ = 5,75
m
F (- 125,00)
P/ = 14,76
m
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
31
Gambar tinggi kehilangan tenaga dan tinggi tekanan pada bagian Kiri jaringan.
Dari gambar garis tekan, terlihat bahwa :
Pengaliran dari bak, garis hidrostatis dimulai dari permukaan air pada bak sebab tekanan pada muka bak = 1 atm.
Pada percabangan, tekanan hidrostatis dimulai dari titik terrendah kehilangan tenaga, atau titik puncak dari tekan-
an yang tersedia pada percabangan = P/ m.
Gambar tinggi kehilangan tenaga dan garis tekan ini, telah memberikan penjelasan situasi dari seluruh sistem
jaringan perpipaan.
Pada perencanaan, gambar garis tekan ini harus dibuat sebab, dapat melihat seluruh keadaan yang terjadi pada
sistem jaringan pipa.
Setelah penggambaran selesai, hasilnya memang tampak rumit, tetapi pelaksanaan penggambaran satu persatu, dari
hulu ke hilir - tidak rumit.
Sampai dengan tahap ini, berarti anda sudah bisa menghitung sistem jaringan perpipaan untuk sarana air bersih.
hf = 9,016
m
P/ = 15,12 m
P/ = 8,60 m
L = 310 m
Q = 0,29 lt/det
= 1
L = 210 m
Q = 0,34 lt/det
= 1 1/4
L = 410 m
Q = 1,36 lt/det
= 1
L = 280 m
Q = 0,59 lt/det
= 1 1/4
K (- 85,00)
Res 1
( - 25,00)
H (- 50,00)
I (- 60,00)
J (- 70,00)
hf = 3,48 m
hf = 16,40 m
P/ = 19,584 m
m
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
32
Perencanaan Ukuran Bak Tandon :
Rencana ukuran Reservoir : (data - lihat hasil perhitungan di halaman 27)
Reservoir Kapasitas Air (m
3
)
Ukuran (m)
Tinggi air = h Lebar = L Panjang = P
Res 1 100 2,00 m 5,00 m 10,00 m
Res 2 35 2,00 m 3,00 m 6,00 m
Res 3 42 2,00 m 3,50 m 6,00 m
L
P
Pandangan atas
A A
Ventilasi
Bak
Ruang Penampung Air
Pipa
Pembersih
Tangga Naik
Km. Operasi
Pipa Masuk
Pipa Distribusi
Air
Timbunan
tanah
Timbunan
tanah
Pipa peluapan
h
Tampang A - A
10 CM
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
33
Selesaikan kasus berikut ini :
Data sebagai berikut :
No Jalur Jarak (m) Jumlah orang
1 Sumber Reservoir 1 800 m -----
2 Res 1 Res 2 415 m -----
3 Res 1 - T 325 m 355 jiwa
4 T Ujung Pipa 436 m 423 jiwa
5 Res 1 Res 3 520 m 332 jiwa
6 Res 3 Res 4 180 m -----
7 Res 4 Ujung desa E 320 m 550 jiwa
8 Res 4 Res 5 119 m -----
9 Res 5 Ujung Desa F 320 m 554 jiwa
10 Res 4 Res 6 445 m 488 jiwa
11 Res 6 Ujung Desa D 335 m 338 jiwa
Rencanakanlah secara lengkap jika, direncanakan proyek tersebut mampu membe-
rikan air secara merata selama 20 tahun.
( 70 ,00 )
Res 1 ( - 40 ,00 )
0,00
Q6
Q5 Q4
Q3
Q2
Q1
Q
Sumber Air
Desa D
Desa C
Desa E (- 110,00) Desa F (- 100,00)
Desa B
Res 2 ( - 40 ,00 )
T ( - 55 ,00 )
Res 3 ( - 65 ,00 )
Res 4 ( - 80 ,00 )
Res 5 ( - 90 ,00 )
Res 6 ( - 90 ,00 )
( - 110 ,00 )
Materi Keempat
Kehilangan Tenaga & Garis Tekan pada Pengaliran Tertutup
Materi Pelatian oleh : Anton Lowa
34