Anda di halaman 1dari 18

.

Anatomi dan Fisiologi


Secara anatomi, kelenjar adrenal terletak di dalam tubuh, di sisi anteriosuperior (depan-
atas) ginjal. Pada manusia, kelenjar adrenal terletak sejajar dengan tulang punggung
thorax ke-1 dan mendapatkan suplai darah dari arteri adrenalis. !elenjar supraneralis
atau adrenal jumlahn"a ada , terdapat pada bagian atas dari ginjal kiri dan kanan.
#kurann"a berbeda-beda, beratn"a rata-rata $-% gram.
Fungsi kelenjar suprarenalis terdiri dari &
'engatur keseimbangan air, elektrolit dan garam-garam
'engatur atau mempengaruhi metabolisme lemak, hidrat arang dan protein
'empengaruhi akti(itas jaringan lim(oid
Sumber& ()koputra, )rich *. + ,urhasanah, Astutiati. --.)
!elenjar suprarenalis ini terbagi atas bagian, "aitu &
'edulla Adrenal
'edula adrenal ber(ungsi sebagai bagian dari s"stem sara( otonom. Stimulasi serabut
sara( simpatik pra ganglion "ang berjalan langsung ke dalam sel-sel pada medulla adrenal
aka men"ebabkan pelepasan hormon katekolamin "aitu epinephrine dan norepinephrine.
!atekolamin mengatur lintasan metabolic untuk meningkatkan katabolisme bahan bakar
"ang tersimpan sehingga kebutuhan kalori dari sumber-sumber endogen terpenuhi.
)(ek utama pelepasan epinephrine terlihat ketika seseorang dalam persiapan untuk
memenuhi suatu tantangan (respon Fight or Fligh). !atekolamin juga men"ebabkan
pelepasan asam-asam lemak bebas, meningkatkan kecepatan metabolic basal (/'0) dan
menaikkan kadar glukosa darah.
!orteks Adrenal
!orteks adrenal tersusun dari 1ona "aitu 1ona glomerulosa, 1ona (asikulata dan 1ona
retikularis. !orteks adrenal menghasilkan hormon steroid "ang terdiri dari . kelompok
hormon &
2lukokortikoid (kortisol)
*ormon ini memiliki pengaruh "ang penting terhadap metabolisme glukosa 3 peningkatan
hidrokortison akan meningkatan kadar glukosa darah. 2lukokortikoiddisekresikan dari
korteks adrenal sebagai reaksi terhadap pelepasan A45* dari lobus anterior hipo(isis.
Penurunan sekresi A45* akan mengurangi pelepasan glukokortikoid dari korteks
adrenal.
2lukokortikoid sering digunakan untuk menghambat respon in(lamasi pada cedera
jaringan dan menekan mani(estasi alergi. )(ek samping glukokortikoid mencakup
kemungkinan timbuln"a diabetes militus, osteoporosis, ulkus peptikum, peningkatan
pemecahan protein "ang mengakibatkan atro(i otot serta kesembuhan luka "ang buruk
dan redistribusi lemak tubuh. 6alam keadaan berlebih glukokortikoid merupakan
katabolisme protein, memecah protei menjadi karbohidrat dan men"ebabkan
keseimbangan nitrogen negati(.
'ineralokortikoid (aldosteron)
'ineralokortikoid pada dasarn"a bekerja pada tubulus renal dan epitelgastro intestinal
untuk meningkatkan absorpsi ion natrium dalam proses pertukaran untuk mengeksresikan
ion kalium atau h"drogen. Sekresi aldesteron han"a sedikit dipengaruhi A45*. *ormon
ini terutama disekresikan sebagai respon terhadap adan"a angiotensin 77 dalam aliran
darah. !enaikan kadar aldesteron men"ebabkan peningkatan reabsorpsi natrium oleh
ginjal dan traktus gastro intestinal "ang cederung memulihkan tekanan darah untuk
kembali normal. Pelepasan aldesteron juga ditingkatkan oleh hiperglikemia. Aldesteron
merupakan hormon primer untuk mengatuk keseimbangan natrim jangka panjang.
*ormon-hormon seks Adrenal (Androgen)
Androgen dihasilkan oleh korteks adrenal, serta sekresin"a didalam glandula adrenalis
dirangsang A45*, mungkin dengan sinergisme gonadotropin. !elompok hormon
androgen ini memberikan e(ek "ang serupa dengan e(ek hormon seks pria. !elenjar
adrenal dapat pula mensekresikan sejumlah kecil estrogen atau hormon seks 8anita.
Sekresi androgen adrenal dikendalikan oleh A45*. Apabila disekresikan secara
berlebihan, maskulinisasi dapat terjadi seperti terlihat pada kelainan ba8aan de(isiensi
en1im tertentu. !eadaan ini disebut Sindrom Adreno 2enital.
Steroid
Sel-sel korteks adrenal dapat men"intesis kolestrol dan juga mengambiln"a dari sirkulasi.
!olestrol diubah menjadi $-Pregnenolon "ang merupakan bahan dasar semua
kortikosteroid. /an"ak steroid telah diisolasi dari korteks adrenal tetapi ada . "ang paling
penting &
!ortisol (hidrokortison)
6isekresi setiap hari, umumn"a berasal dari 1ona (asikulata (lapisan tengah) dan 1ona
retikularis (lapisan dalam)
6ehidro epi androsteron (6*)A)
6isekresi oleh lapisan "ang sama dan kira-kira dalam jumlah "ang sama dengan kortisol
Aldosteron
6isekresi oleh 1ona glomerulosa (lapisa luar) "ang juga memproduksi beberapa jenis
kortikosteroid lain dan sedikit testosteron dan estrogen
/. !elenjar Adrenal
6i dalam kelenjar adrenal, ada dua laboratorium terpisah "ang menghasilkan hormon-
hormon "ang amat penting. Pertama korteks adrenal "ang menghasilkan . hormon, "aitu
kortisol, aldosteron, dan androgen dan "ang kedua medula adrenal menghasilkan
katekolamin "ang didalamn"a terdapat epine(rin dan non epine(rin. *ormon-hormon
"ang dihasilkan di kedua laboratorium ini penting bagi kehidupan manusia.
!elenjar adrenal terdiri dari medula dan korteks. !orteks terdiri atas 1ona glomerulosa,
(asikulata, dan retikularis. 9ona glomerulosa mensekresikan aldosteron dan dikendalikan
oleh mekanisme renin-angiotensin dan tidak bergantung pada hipo(isis. 9ona (asikulata
dan retikularis mensekresikan kortisol dan hormon androgenik dan dikendalikan oleh
hipo(isis melalui A45*. Sekresi A45* oleh hipo(isis dikendalikan oleh (aktor pelepas
kortikotropin hipotalamus, dan e(ek umpan balik kortisol. !etika terjadi suatu gangguan
pada pembentukan hormon-hormon tersebut baik berlebih maupun kekurangan, akan
mempengaruhi tubuh dan menimbulkan keabnormalan. Sindrom 4ushing adalah terjadi
akibat kortisol berlebih. (2u"ton, A4. 1%%:)
4. *iporsekresi !orteks Adrenal
7nsu(isiensi
!etidakmampuan untuk mensekresi glukokortikoid, mineralokortikoid, dan androgen
dapat terjadi keran atrop(i, atau kerusakan pada kelenjar adrenal.
*ipotensi, hiponatremia, dan hiperkalemia terlihat khas pada pasien insu(isiensi
adrenokortikal primer karena kekurangan mineralkortikoid. Pasien-pasien ini dapat
mengalami perubahan keadaan kardio;askuler akibat berubahn"a keadaan cairan dan
elektrolit. <olume darah sirkulasi "an rendah dan pengecilan ukuran jantung terjadi.
Perubahan )!2 dapat terjadi dengan adan"a hiperkalemia.
Sebalikn"a, jika terdapat hipoplasia sekunder terhadap penurunan sekresi A45*,
biasan"a han"a sekresi kortisol "ang menurun. *al ini terjadi karena A45* memiliki
pengaruh "ang minimal pada sekresi aldosteron, "angs ekresin"a dikontrol oleh s"stem
rennin angiotensin. /agaimanapun juga, mungkin terdapat hiposekresi hormone hipo(ise
lainn"a.
2ejala-gejala gastrointestinal sering kali menjadi alas an "ang memba8a penderita untuk
berobat. 2ejala-gejala insu(isiensi adrenokortikal sering kali memiliki onset "ang
berangsur-angsur dan samar. Asthenia (kelemahan) merupakan keluhan utama, "ang
intensitasn"a tidak sebanding dengan gejala-gejala lain.
Penurunan kadar kortisol biasan"a berhubungan dengan perubahan mental dan
emosional& penurunan semangat, depresi, iritabilitas, dan hilangn"a kemampuan
berkonsentrasi.
*iperpigmentasi dengan pe8arnaan seperti perunggu pada kulit dan selaput lendir
merupakan tanda-tanda umum pada pada suatu insu(isiensi adrenal primer. *al ini
disebabkan karena meningkatn"a kadar 'elanoc"te Stimulating *ormone ('S*) di
hipo(ise anterior. Pada orang normal, kortisol men"ebabkan penghambatan umpan balik
negati;e dari hipo(ise anterior. !ekurangan kortisol pada insu(isiensi sekunder tidak
selalu mengalami hiperpigmentasi karena kadar A45* dan 'S* pada pasien-pasien ini
rendah.
7nsu(isiensi adrenokortikal iatrogenic terjadi karena atro(i adrenal "ang di induksi oleh
terapi kortikosteroid. Peningkatan kadar kortisol serum akan menghambat sekresi A45*
dan 40*, karenan"a stimulasi pada sel-sel korteks adrenal berkurang. Penurunan poros
*ipotalamus *ipo(ise Adrenal (*PA) ini dapat berlangsung lebih dari 1 tahun, jika
kortikosteroid digunakan dalam dosis besar atau jika terapi dilakukan dalam 8aktu "ang
lama. Selama terjadi penekanan poros *PA, stress dapat mencetuskan insu(isiensi
adrenokortikal akut (krisis adrenal).
5indakan "ang dapat mengurangi penekanan poros *PA antara lain dengan pemberian
kortisol dalam dosis besar di pagi hari dan dosis kecil di sore hari. Pemberian
kortikosteroid secara topical men"ebabkan penekanan "ang lebih kecil daripada
pemberian sistemik. Penghentian dosis secara bertahap sebelum menghentikan semua
kortikosteroid telah dilakukan sejak dulu dengan anggapan bah8a hal ini dapat mencegah
krisis adrenal, namun demikian, terlihat bah8a penekanan *PA berlangsung lama dengan
cara ini.
!risis Adison (!risis Adrenal)
!risis adrenal merupakan suatu insu(isiensi adrenal "ang berat dengan eksaserbasi "ang
tiba-tiba. *al ini dapat menimbulkan kematian dengan cepat jika tidak segera ditangani.
!ejadiann"a biasan"a dicetuskan oleh adan"a stress. 5anda-tanda krisis adrenal, "aitu&
hiposekresi, shock, demam, nausea, ;omitus, dan kebingungan.
5indakan kepera8atan pada pasien insu(isiensi adrenokortikal meliputi&
Pemberian dan pen"uluhan hormonal
'enjamin asupan makanan normal "ang teratur dan adekuat untuk meningkatkan
kandungan protein.
'enjamin asupan natrium dan cairan normal (meningkat).
Pengelolaan hipoglikemia
'enghindari stress
7stirahat "ang sering
Pada saat terjadi de(icit absolut kortisol dan aldosteron, sepertin"a hal setelah
adrenalektomi bilateral, biasan"a diberikan hormone pengganti berupa&
!ortison & .:,$ mg perhari ($ mg pada 8aktu subuh dan 1,$ mg pada 8aktu sore hari).
Fludorocortison & -,1 = -, mg perhari.
6. *ipersekresi !orteks Adrenal
1. !elebihan *ormon Aldosteron
5iga e(ek utama aldosteron adalah hipertensi, hipokalemi, hipermatremia. *ipertensi
terjadi akibat peningkatan ;olume darah karena reabsorbsi natrium.
!elainan "ang dapat diakibatkan oleh kelebihan hormone aldosteron, "aitu
h"peraldosteronism. Pada h"peraldosteronism, kelebihan produksi pada aldosteron
men"ebabkan penumpukan cairan dan tekanan darah meningkat, kelemahan, dan, jarang
terjadi periode pada kelumpuhan.
*"peraldosteronism bisa disebabkan oleh tumor pada kelenjar adrenalin atau
kemungkinan reaksi terhadap beberapa pen"akit.
!adar aldosterone tinggi bisa men"ebabkan tekanan darah tinggi dan kadar potassium
rendah3 kadar potassium rendah bisa men"ebabkan kelemahan, perasaan geli, kejang otot,
dan periode pada kelumpuhan sementara.
6okter mengukur kadar pada sodium, potassium, dan aldosteron di dalam darah.
!adangkala, tumor diangkat, atau orang menggunakan obat-obatan "ang menghambat
aksi aldosteron.
Aldosteron, hormon "ang diproduksi dan dikeluarkan oleh kelenjar adrenalin, memberi
is"arat kepada ginjal untuk mengeluarkan sedikit sodium dan ban"ak potassium. Produksi
aldosteron sebagian diatur oleh kortikotropin (dikeluarkan oleh kelenjar pituitar") dan
sebagian melalui sistem renin-angiotensin-aldosteron). 0enin, sebuah en1im diproduksi
di ginjal, mengendalikan akti;asi pada hormon angiotensin, "ang merangsang kelenjar
adrenalin untuk menghasilkan aldosteron.
a. Pen"ebab
*"peraldosteronism bisa disebabkan oleh sebuah tumor (biasan"a adenoma non kanker)
pada kelenjar adrenalin (kondisi "ang disebut sindrom conn), meskipun kadangkala
kedua kelenjar terlibat dan terlalu akti(. !adangkala h"peraldosteronism adalah reaksi
untuk pen"akit tertentu, seperti tekanan darah "ang sangat tinggi (hipertensi) atau
pen"empitan pada salah satu arteri menuju ginjal.
b. 2ejala
!adar aldosteron tinggi bisa men"ebabkan kadar potassium rendah. !adar potassium
rendah seringkali tidak menghasilkan gejala tetapi bisa men"ebabkan kelemahan, rasa
geli, kejang otot, dan periode pada kelumpuhan sementara. /eberapa orang menjadi
sangat haus dan sering berkemih.
c. Pengobatan
>ika tumor ditemukan, hal tersebut biasan"a bisa diangkat dengan operasi. !etika tumor
diangkat, tekanan darah kembali normal, dan gejala lainn"a hilang sekitar :-? setiap
8aktu. >ika tidak ada tumor ditemukan dan kedua kelenjar terlalu akti(, pengangkatan
sebagian kelenjar adrenalin tidak bisa mengendalikan tekanan darah tinggi, dan
pengangkatan sepenuhn"a akan menghasilkan pen"akit Addison, diperlukan pengobatan
untuk bertahan hidup. 'eskipun begitu, spironolactone atau eplerenone biasan"a bisa
mengendalikan gejala-gejala, dan obat-obatan untuk tekanan darah tinggi segera tersedia.
>arang kedua kelenjar adrenalin harus di angkat.
. !elebihan *ormon Androgen
Setiap manusia memiliki hormon "ang mengatur (ungsi tubuh. Pada perempuan,
mestin"a hormon estrogen dominan, sedangkan lelaki umumn"a didominasi hormon
androgen (testosteron). ,amun ada kalan"a ketidakseimbangan hormonal ini dialami
sebagian perempuan.
/isa saja hormon androgen dimiliki perempuan secara berlebihan. 'eski jumlahn"a
sangat sedikit, androgen bisa sangat mempengaruhi dalam pengaturan (ungsi tubuh
perempuan. 5erutama dalam proses pembentukan hormon reproduksi, mempertahankan
libido, serta menimbulkan rasa n"aman.
Perempuan dengan kelebihan hormon androgen disebut hiperandrogen.
a. Pen"ebab
Pen"ebab dari suatu kelebihan androgen adalah pen"akit primer o;arium dank arena e(ek
samping beberapa obat. Salah satu pen"ebabn"a adalah adan"a kelainan genetis,
tumbuhn"a tumor pada kelenjar suprarenal (anak ginjal) dan di o;arium (indung telur)
"ang menjadi tempat produksi hormon androgen, serta penggunaan obat-obatan golongan
steroid.
Faktor lainn"a "ang ikut menentukan meningkatn"a hormon androgen adalah stres "ang
berlebihan, kegemukan dan kurang melakukan olah raga.
@anita "ang obesitas pun diperkirakan sangat rentan terserang hiperandrogen. @anita
gemuk "ang kadar kolesteroln"a tinggi, umumn"a memiliki hormon "ang ban"ak.
b. 5anda dan 2ejala
4iri (isikn"a sebagai perempuan pun jadi tak ketara lagi. Aekuk tubuh "ang indah
berubah menjadi tonjolam otot "ang maskulin. !ulit 8ajah "ang semula lembut dan
mulus, bisa tampak sangat bermin"ak, serta tumbuh jera8at dan komedo.
Selain itu terjadi penumbuhan rambut "ang tidak normal men"erupai pola pertumbuhan
rambut laki-laki (male hair pattern). /isa di 8ajah (kumis, jenggot, atau cambang), dada,
punggung atas, perut, bagian dalam paha, dan punggung jari-jari kaki, lengan, dan daerah
kemaluan (pubis). Ada pula "ang diikuti dengan membesarn"a suara.
6ampak lain hiperandrogen pada perempuan "ang juga mengganggu adalah adan"a
hipertro(i atau pembesaran klitoris, bagian "ang paling sensiti( pada perempuan. Ada pula
"ang pa"udaran"a mengecil, men"usul rendahn"a kadar hormon estrogen pada tubuhn"a.
!elebihan androgen tidak memberikan tanda-tanda klinis "ang berarti pada pria de8asa.
6ua tanda kelebihan androgen pada 8anita adalah hirsutisme dan ;irilisasi.
c. Pengobatan
#ntuk mengatasi gejala akibat hiperandrogen, dengan cara memberikan obat "ang
berpotensi antiandrogenik, seperti 4"proterone acetate (4PA).
6alam tubuh, 4PA bekerja secara kompetiti( mengikat reseptor androgen, sehingga
menurunkan kadar androgen bebas, mengurangi produksi min"ak pada kulit, dan
mencegah timbuln"a masalah kulit.
.. !elebihan *ormon !ortisol
Pen"ebab tersering kelebihan kortisol adalah iatrogenik, "aitu pen"ebab tersebut
dikarenakan oleh dosis terapeutik "ang diberikan untuk berbagai macam kondisi antara
lain&
Pengobatan im(lamasi, pen"akit-pen"akit autoimun, alergi
Pencegahan reaksi penolakan organ transplantasi
Pencegahan (ibrosis (pembentukan jaringan parut) "ang berlebihan setelah opersi tertentu
atau setelah menderita pen"akit tertentu
'engurangi tekanan tinggi intrakranial akut
'engurangi ukuran dan akti(;itas jaringan lim(atik
!elainan "ang diakibatkan karena adan"a hipersekresi dari hormone kortisol "ang saat ini
umum dan sering ditemukan, "aitu 4ushing sindrom.
). !onsep 6asar 4ushing Sindrom
1. Pengertian
Sindrom 4ushing adalah pen"akit "ang disebabkan kelebihan hormon kortisol. ,ama
pen"akit ini diambil dari *ar;e" 4ushing, seorang ahli bedah "ang pertama kali
mengidenti(ikasikan pen"akit ini pada tahun 1%1.
*ar;e" 4ushing pada tahun 1%. menggambarkan suatu keadaan "ang disebabkan oleh
adenoma sel-sel baso(il hipo(isis. !eadaan ini disebut Bpen"akit 4ushingC.
Sindrom 4ushing adalah suatu keadaan "ang disebabkan oleh e(ek metabolik gabungan
dari peninggian kadar glukokortikoid dalam darah "ang menetap. (Price, --$)
. Pengklasi(ikasian Sindrom 4ushing
Pen"akit 4ushing
'erupakan tipe Sindroma 4ushing "ang paling sering ditemukan berjumlah kira-kira :-
? dari kasus "ang dilaporkan. Pen"akit 4ushing lebih sering pada 8anita (D&1, 8anita &
pria) dan umur saat diagnosis biasan"a antara --E- tahun.
*ipersekresi A45* )ktopik
!elainan ini berjumlah sekitar 1$ ? dari seluruh kasus Sindroma 4ushing. Sekresi A45*
ektopik paling sering terjadi akibat karsinoma small cell di paru-paru3 tumor ini menjadi
pen"ebab pada $- ? kasus sindroma ini tersebut. Sindroma A45* ektopik lebih sering
pada laki-laki. 0asio 8anita & pria adalah 1&. dan insiden tertinggi pada umur E--F-
tahun.
5umor-tumor Adrenal Primer
5umor-tumor adrenal primer men"ebabkan 1:-1% ? kasus-kasus Sindroma 4ushing.
Adenoma-adenoma adrenal "ang mensekresi glukokortikoid lebih sering terjadi pada
8anita. !arsinoma-karsinoma adrenokortikal "ang men"ebabkan kortisol berlebih juga
lebih sering terjadi pada 8anita3 tetapi bila kita menghitung semua tipe, maka insidens
keseluruhan lebih tinggi pada laki-laki. #sia rata-rata pada saat diagnosis dibuat adalah
.D tahun, :$ ? kasus terjadi pada orang de8asa.
Sindroma 4ushing pada 'asa !anak-kanak
Sindroma 4ushing pada masa kanak-kanak dan de8asa jelas lebih berbeda. !arsinoma
adrenal merupakan pen"ebab "ang paling sering dijumpai ($1 ?), adenoma adrenal
terdapat seban"ak 1E ?. 5umor-tumor ini lebih sering terjadi pada usia 1 dan D tahun.
Pen"akit 4ushing lebih sering terjadi pada populasi de8asadan berjumlah sekitar .$ ?
kasus, sebagian besar penderita-penderita tersebut berusia lebih dari 1- tahun pada saat
diagnosis dibuat, insidens jenis kelamin adalah sama.
.. )tiologi
'eninggin"a kadar A45*. 5idak selalul karena adenoma sel baso(il hipo(isis.
'eninggin"a kadar A54* karena adan"a tumor di luar hipo(isis, misaln"a tumor paru,
pankreas "ang mengeluarkan BA45* like substanceC.
,eoplasma adrenal "aitu adenoma dan karsinoma.
7atrogenik.
Pemberian glukokortikoid jangka panjang dalam dosis (armakologik. 6ijumpai pada
penderita artitis rheumatoid, asma, limpoma dan gangguan kulit umum "ang menerima
glukokortikoid sintetik sebagai agen antiin(lamasi.
Pen"ebab lainn"a&
2lukokortikoid "ang berlebih
Akti(itas korteks adrenal "ang berlebih
*iperplasia korteks adrenal
Pemberian kortikosteroid "ang berlebih
Sekresi steroid adrenokortikal "ang berlebih terutama kortisol
5umor-tumor non hipo(isis
Adenoma hipo(isis
5umor adrenal
E. 'ani(estasi !linis
*enti pertumbuhan, obesitas, perubahan muskoloskeletal, dan intoleransi glukosa.
2ambaran klasik pada orang de8asa dengan Sindrom 4ushing menunjukkan obesitas tipe
sentral, dengan lemak Bpunuk kerbauC di leher dan suprakla;ikula, trunkus "ang besar,
dan ekstremitas "ang relati( lebih kurus. !ulit menipis, rapuh, mudah mengalami trauma,
ekimosis dan pengembangan striae.
!elemahan dan lemas, terjadi gangguan tidur karena terjadi perubahan sekresi kortisol
diurnal.
!atabolisme protein "ang berlebihan dengan kelebihan massa otot dan osteoporosis,
ki(osis, sakit pinggang, dan (raktur kompresi ;ertebra.
5erjadi retensi natrium dan air, menunjang terjadin"a hipertensi dan gagal jantung
kongesti(.
Penampilan B8ajah bulanC kulit bermin"ak serta berjera8at.
Peningkatan kerentanan terhadap in(eksi.
*iperglikemia atau diabetes
Penambahan berat badan, pen"embuhan luka kecil dan memar lambat.
Pada 8anita semua usia mungkin terjadi ;irilasi akibat kelebihan androgen& penampilan
si(at maskulin dan penurunan si(at (eminism, pertumbuhan ban"ak rambut pada 8ajah,
atro(i pa"udara, penurunan menstruasi, pembesaran klitoris, dan suara lebih dalam.
Aibido menghilang pada pria dan 8anita.
5erjadi perubahan pada suasana hati dan akti;itas mental, mungkin terjadi psikosis.
>ika Sindrom 4ushing terjadi sebagai akibat tumor hipo(isis, maka dapat terjadi gangguan
;isual karena tekanan pada khiasma optikus.
$. Pato(isiologi
Adenoma *ipo(isis 5umor adrenal 5umor-tumor non hipo(isis
*iperplasia kortek adrenal
*ipersekresi A45*
Sekresi kortisol
2lukokortikoid
*iperglikemia Fungsi korteks adrenal tidak e(ekti(
6' !ortisol menghilang
!esembuhan luka-luka ringan "ang lambat
!atabolisme protein Peningkatan akti(itas
/adan kurus mineralkortikoid
kulit tipis, rapuh, mudah luka
*ipertensi, Gsteoporosis, ,atrium + air, )dema
F. !omplikasi
6iabetes 'ilitus
*ipertensi
!risis Addisonnia
)(ek "ang merugikan pada akti;itas koreksi adrenal
Patah tulang akibat osteoporosis
:. Penatalaksanaan 'edis
Pengobatan biasan"a di arahkan pada kelenjar hipo(isis karena ma"oritas kasus
disebabkan oleh tumor hipo(isis ketimbang oleh tumor korteks adrenal.
Pengankatan melalui pembedahan merupakan pengobatan pilihan "ang sering dilakukan.
7mplantasi jarum "ang mengandung isotop radioakti( kedalam kelenjar hipo(isis.
Adrenalektomi pada pasien dengan hipertro(i adrenal primer.
Pascaoperati(, terapi penggantian hidrokortison temporer mungkin diberikan sampai
kelenjar adrenal mulai berespon secara normal (mungkin membutuhkan 8aktu beberapa
bulan).
>ika dilakukan adrenalektomi bilateral, maka dibutuhkan terapi penggantian hormon
korteks adrenal seumur hidup.
>ika Sindrom 4ushing di sebabkan oleh kortikosteroid eksogen, maka lakukan penurunan
obat sampai kadar minum untuk mengobati pen"akit "ang mendasari.
D. Pemeriksaan Aaboratorium
Pemeriksaan Aaboratorium Hang 6iperiksa *asil
*ormonI'etabolit
Sel darah
2lukosa
- 1:-hidroksikortikoid (1:-G*4S) (plasma, urin)
- 1:-ketosteroid (1:-!S)
(plasma, urin)
- )osino(il
- ,eutro(il
- 6arah
- #rin
,aik
,aik
5urun
,aik
,aik
Positi(
%. Pemeriksaan Penunjang
/ila data laboratorium masih meragukan, perlu dilakukan pemeriksaan penunjang untuk
menegakkan diagnosis Sindrom 4ushing.
Pemeriksaan Penunjang *asil
Foto rontgen tulang
- Pielogra(i
- Aaminogra(i
Arteriogra(i
d. Scanning
#ltrasonogra(i
Foto rontgen kranium
- Gsteoporosis terutama pel;is, cranium, costa, ;ertebra
- Pembesaran adrenal (karsinoma)
- Aokalisasi tumor adrenal
- 5umor
- *iperplasi
- 5umor
- *iperplasi
- 5umor *ipo(isis
1-. 5es 6iagnostik
45 scan
#ntuk 'enunjukkan pembesaran adrenal pada kasus s"ndrome cushing
Foto scaning
Foto 0ontgen ginjal atau abdomen
5es (ungsi ginjal
Pemeriksaan elektro kardiogra(i
#ntuk menentukan adan"a hipertensi
/A/ 777
AS#*A, !)P)0A@A5A,
A. Pengkajian
Pengumpulan ri8a"at dan pemeriksaan kesehatan di(okuskan pada e(ek tubuh dari
hormone korteks adrenal "ang konsentrasin"a tinggi dan pada kemampuan korteks
adrenal untuk berespons terhadap perubahan kadar kortisol dan aldosteron. 0i8a"at
kesehatan mencakup in(ormasi tentang tingkat akti;itas klien dan kemampuan untuk
melakukan akti;itas rutin dan pera8atan diri. 6etailn"a pengkajian kepera8atan untuk
klien dengan sindrom 4ushing mencakup&
!aji kulit klien terhadap trauma, in(eksi, lecet-lecet, memar dan edema.
Amati adan"a perubahan (isik dan dapatkan respon klien tentang perubahan dini.
Aakukan pengkajian (ungsi mental klien, termasuk suasana hati, respon terhadap
pertan"aan, ke8aspadaan terhadap lingkungan, dan tingkat depresi. !eluarga klien
merupakan sumber terbaik untuk mendapatkan in(ormasi tentang perubahan ini.
/. 6iagnosa !epera8atan
6iagnosa kepera8atan umum "ang dapat dijumpai pada klien dengan sindrom 4ushing
adalah sebagai berikut &
0esiko terhadap cedera berhubungan dengan kelemahan dan perubahan metabolisme
protein.
6e(isit pera8atan diri berhubungan dengan kelemahan, keletihan, pengurusan masa otot.
!erusakan integritas kulit berhubungan dengan edema.
2angguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan penampilan (isik,
Perubahan proses pikir berhubungan dengan perubahan suasana hati, mudah tersinggung
dan depresi.
!elebihan ;olume cairan berhubungan dengan kelebihan natrium.
0esiko perdarahan berhubungan dengan melemahn"a jaringan pen"okong peri;askuler.
,"eri berhubungan dengan perlukaan pada mukosa lambung.
0esiko tinggi gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan intak in adekuat.
Potensial komplikasi& *iperglikemia
4. 0encana !epera8atan
0esiko terhadap cedera berhubungan dengan kelemahan dan perubahan metabolisme
protein.
!riteria hasil&
!lien bebas dari cedera jaringan lunak atau (raktur
!lien bebas dari area ekimotik
!lien tidak mengalami kenaikan suhu tubuh, kemerahan, n"eri, atau tanda-tanda in(eksi
dan in(lamasi lainn"a
0encana tindakan kepera8atan&
!aji tanda-tanda ringan in(eksi
0asional & )(ek antiin(lamasi kortikosteroid dapat mengaburkan tanda-tanda umum
in(lamasi dan in(eksi.
4iptakan lingkungan "ang protekti(
0asional & 'encegah jatuh, (raktur dan cedera lainn"a pada tulang dan jaringan lunak.
/antu klien ambulasi
0asional & 'encegah terjatuh atau terbentur pada sudut (urniture "ang tajam.
/erikan diet tinggi protein, kalsium, dan ;itamin 6
0asional & 'eminimalkan penipisan massa otot dan osteoporosis.
!erusakan integritas kulit berhubungan dengan edema.
!riteria hasil&
!lien mampu mempertahankan keutuhan kulit, menunjukkan perilakuIteknik untuk
mencegah kerusakanIcedera kulit.
0encana tindakan kepera8atan&
7nspeksi kulit terhadap perubahan 8arna, turgor, ;askular.
0asional & menandakan area sirkulasi burukIkerusakan "ang dapat menimbulkan
pembentukan in(eksi.
Pantau masukan cairan dan hidrasi kulit dan membran mukosa.
0asional & mendeteksi adan"a dehidrasiIhidrasi berlebihan "ang mempengaruhi sirkulasi
dan integritas jaringan pada tingkat seluler.
area tergantung edema.
0asional & jaringan edema lebih cenderung rusakIrobek.
/erikan pera8atan kulit. /erikan salep atau krim.
0asional & lotion dan salep mungkin diinginkan untuk menghilangkan kering, robekan
kulit.
Anjurkan menggunakan pakaian katun longgar.
0asional & mencegah iritasi dermal langsung dan meningkatkan e;aporasi lembab pada
kulit.
!olaborasi dalam pemberian matras busa.
0asional & menurunkan tekanan lama pada jaringan.
2angguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan penampilan (isik.
!riteria hasil&
!lien mengungkapkan perasaan dan metode koping untuk persepsi negati( tentang
perubahan penampilan, (ungsi seksualitas, dan tingkat akti;itas. 'en"atakan penerimaan
terhadap situasi diri.
0encana tindakan kepera8atan&
!aji tingkat pengetahuan pasien tentang kondisi dan pengobatan.
0asional & mengidenti(ikasi luas masalah dan perlun"a inter;ensi.
6iskusikan arti perubahan pada pasien.
0asional & beberapa pasien memandang situasi sebagai tantangan, beberapa sulit
menerima perubahan hidupIpenampilan peran dan kehilangan kemampuan control tubuh
sendiri.
Anjurkan orang terdekat memperlakukan pasien secara normal dan bukan sebagai orang
cacat.
0asional & men"ampaikan harapan bah8a pasien mampu untuk mangatur situasi dan
membantu untuk mempertahankan perasaan harga diri dan tujuan hidup.
0ujuk ke pera8atan kesehatan. 4ontoh& kelompok pendukung.
0asional & memberikan bantuan tambahan untuk manajemen jangka panjang dari
perubahan pola hidup.
Perubahan proses pikir berhubungan dengan perubahan suasana hati, mudah tersinggung
dan depresi.
!eriteria hasil&
!lien mampu mempertahankan tingkat orientasi realita sehari-hari, mengenali perubahan
pada pemikiran dan tingkah laku
0encana tindakan kepera8atan&
);aluasi tingkat stress indi;idu dan hadapi dengan tepat
0asional & tingkat stress mungkin dapat meningkat dnegan pesat karena perubahan "ang
baru, sedang atau telah terjadi.
Panggil pasien dengan naman"a.
0asional & #ntuk menolong mempertahankan orientasi.
4atat perubahan siklik dalam mentalItingkah laku. 7kutsertakan dalam latihan rutin dan
program akti;itas.
0asional & penelitian menunjukkan bah8a penarikan diri dan pasien "ang tidak akti(
memiliki resiko "ang lebih besar untuk mengalami kebingungan
6ukung keikutsertaan pasien dalam pera8atan diri sendiri.
0asional & pilihan merupakan komponen "ang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
!elebihan ;olume cairan berhubungan dengan kelebihan natrium
!eriteria hasil&
'enunjukkan ;olume cairan stabil, dengan keseimbangan pemasukan dan pengeluaran,
berat badan stabil, tanda ;ital dalam rentang normal dan tak ada edema.
0encana tindakan kepera8atan&
#kur masukan dan haluaran, catat keseimbangan positi(. 5imbang berat badan tiap hari.
0asional & menunjukkan status ;olume sirkulasi, terjadin"aI perbaikan perpindahan
cairan, dan respon terhadap terapi. !eseimbangan positi(Ipeningkatan berat badan sering
menunjukkan retensi cairan lanjut.
A8asi tekanan darah.
0asional & Peningkatan tekanan darah biasan"a berhubungan dengan kelebihan ;olume
cairan tetapi mungkin tidak terjadi karena perpindahan cairan keluar area ;askuler.
!aji derajat peri(erIedema dependen
0asional & Perpindahan cairan pada jaringan sebagai akibat retensi natrium dan air,
penurunan albumin dan penurunan A6*.
A8asi albumin serum dan elektrolit (khususn"a kalium dan natrium)
0asional & penurunan albumin serum memperngaruhi tekanan osmotic koloid plasma,
mengakibatkan pembentukan edema.
/atasi natrium dan cairan sesuai indikasi.
0asional & ,atrium mungkin dibatasi untuk meminimalkan retensi cairan dalam area
ekstra;askuler.
0esiko perdarahan berhubungan dengan melemahn"a jaringan pen"okong peri;askuler
!eriteria hasil&
5rombosit dalam batas normal
7nter;ensi&
!aji adan"a perdarahan
0asional & mempermudah menentukan inter;ensi selanjutn"a.
Gbser;asi tanda-tanda ;ital (S.,.00)
0asional &
Antisipasi terjadin"a perlukaan I perdarahan.
0asional & mencegah terjadi perdarahan
Anjurkan keluarga klien untuk lebih ban"ak mengistirahatkan klien
0asional & 'engurangi resiko cedera sehingga memperkecil adan"a perdarahan
'onitor hasil darah, 5rombosit
0asional & penurunan jumlah trombosit menandakan adan"a perdarahan
,"eri berhubungan dengan terjadin"a perlukaan pada mukosa lambung.
!eriteria hasil&
!lien mengatakan n"eri hilangIberkurang, menunjukkan postur tubuh rileks dan mampu
tidur dengan tepat
0encana tindakan kepera8atan&
4atat keluhan n"eri, lokasi, laman"a, intensitas (skala --1-)
0asional & ,"eri tidak selalu ada tetapi bila ada harus dibandingkan dengan gejala n"eri
pasien.
!aji ulang (aktor "ang meningkatkan dan menurunkan n"eri
0asional & membantudalam membuat diagnosa dan kebutuhan terapi.
/erikan makan sedikit tapi sering sesuai indikasi untuk pasien
0asional & makanan mempun"ai e(ek penetralisir asam, juga menghancurkan kandungan
gaster. 'akanan sedikit mencegah distensi dan haluaran gaster.
/erikan obat sesuai indikasi. 'is, antasida.
0asional & menurunkan keasaman gaster dengan absorbsi atau dengan menetralisir kimia
0esiko tinggi gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan intak in adekuat
!eriteria hasil&
'empertahankan berat badan stabil, bebas dari tanda malnutrisi.
0encana tindakan kepera8atan&
!aji ri8a"at nutrisi
0asional & mengidenti(ikasi de(isiensi, menduga kemungkinan inter;ensi
4atat berat badan
0asional & Penga8asan kehilangan dan alat pengkajian kebutuhan nutrisiIkee(ekti(an
terapi.
6iskusikan makanan "ang disukai oleh pasien dan masukan dalam diet murni
0asional & dapat maningkatkan masukan, meningkatkan rasa partisipasi
Anjurkan klien makan sedikit tapi sering
0asional & makan sedikit dapat menurunkan kelemahan dan meningkatkan pemasukan
juga mencegah distensi gaster.
0ujuk ke ahli gi1i.
0asional & Perlu bantuan dalam perencanaan diet "ang memenuhi kebutuhan nutrisi
Potensial komplikasi& *iperglikemia
!eriteria hasil&
5idak terjadi hiperglikemi
0encana tindakan kepera8atan&
Gbser;asi tanda-tanda hipeglikemi
0asional & membantu dalam menentukan inter;ensi selanjutn"a
/erikan suntik insulin menurut sleding scale
0asional & mengupa"akan agar gula darah dalam keadaan normal
A8asi pemeriksaan laboratorium terutama 26S
0asional & 2ula darah "ang tinggi merupakan indicator terjadi hiperglikemi
/A/ 7<
P),#5#P
!)S7'P#AA,
!elenjar Adrenal atau !elenjar Suprarenalis terletak diatas kedua ginjal. #kurann"a
berbeda-beda, beratn"a $-% gram. !elenjar adrenal ini terbagi atas bagian, "aitu korteks
adrenal "ang menghasilkan kortisol, aldosteron dan androgen, dan medulla adrenal "ang
menghasilkan katekolamin "ang mana di dalamn"a terdapat epinephrine dan
nonepinephrine.
'asing-masing hormone ini memiliki hipersekresi dan hiposekresi. Aldosteron "ang
hipersekresin"a dapat mengakibatkan *"peraldosteron, Androgen "ang hipersekresin"a
dapat terlihat jelas pada 8anita, dan !ortisol "ang hipersekresin"a dapat mengakibatkan
4ushing sindrom.
Pen"akit 4ushing sindrom adalah suatu pen"akit "ang mengalami kelebihan aldosteron
sehingga men"ebabkan aldesteronism, dan kelebihan androgen men"ebabkan ;irilism
adrenal.
>adi 4ushing sindrom merupakan suatu keadaan klinik atau sebuah pen"akit "ang
disebabkan karena kelebihan hormone kortisol dan dapat juga diakibatkan karena adan"a
peningkatan kadar glukokortikoid.
Pen"ebab umum dalam pen"akit 4ushing sindrom ini terutama karena berlebihn"a
sekresi dari ketiga hormon utama dalam korteks adrenal, "aitu hormon kortisol,
aldosteron, dan androgen "ang masing-masing memiliki (ungsi dan peran "ang berbeda-
beda
SA0A,
/agi pera8at "ang akan memberikan asuhan kepera8atan dengan klien 4ushing Sindrom
harus lebih memperhatikan dan tahu pada bagian-bagian mana saja dari asuhan
kepera8atan pada klien dengn 4ushing sindrom ini "ang perlu ditekankan.
#ntuk pasien semestin"a harus lebih tanggap terhadap pengkajian-pengkajian "ang
dilakukan pera8at dalam memberikan asuhan kepera8atan khususn"a dalam asuhan
kepera8atan pada klien dengan 4ushing sindrom, karena peningkatan pen"embuhan
pasien, melakukan prosedur diagnistik, pemeriksaan-pemeriksaan dan melakukan
pera8atan tindak lanjut sangat penting bagi pasien maupun pera8at.
6AF5A0 P#S5A!A
/arbara 4. Aong. 1%%F. Pera8atan 'edikal /edah (Suatu Pendekatan Proses
!epera8atan). Ha"asan 7katan Alumni Pendidikan !epera8atan Padjadjaran. /andung.
6oenges, '. ). 1%%%. 0encana Asuhan !epera8atan& pedoman untuk perencanaan dan
pendokumentasian pera8atan pasien, edisi .. >akarta& )24.
/runner + Suddarth. ---. /uku Ajar !epera8atan 'edikal /edah. >akarta& )24.
6armono. 1%D:. 7lmu Pen"akit 6alam. >ilid 7. /alai Penerbit F!#7. >akarta
Sodeman. 1%%$. Pato(isiologi. )disi : >ilid . *ipokrates. >akarta
2u"ton, A4. 1%%:. /uku Ajar Fisiologi !edokteran. %th . >akarta& )24.
)koputra, )rich *. + ,urhasanah, Astutiati. --.. !eajaiban *ormon. J2ood8ord
/ooks, (Gnline), (http&IIharun"ah"a.comIindo), diakses 1$ April --%)