Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
kabupaten Halmahera Barat merupakan salah satu
dari Sembilan Kabupaten / Kota di Provinsi Maluku Utara yang
sebelumnya dikenal dengan nama Kabupaten Maluku Utara
pada masa lalu Kabupaten Maluku Utara adalah salah satu
kabupaten di Provinsi Maluku yang kemudian menjadi
Kabupaten induk pada saat proses Pemekaran Provinsi
Maluku Utara. Berdasarkan UndangUndang omor ! "ahun
#$$% tentang Pemekaran Kabupaten / kota.
&etak geogra' Kabupaten ini berada di antara !$()*$
sampai $$()*$ &intang Utara dan !#+$(!,-($. Sampai dengan
!#+$(!,- bujur timur. Kabupaten Halmahera Barat memiliki
batas /ilayah meliputi 0 sebelah Utara dibatasi oleh
Kabupaten Halmahera Utara dan samudra Pasi'k( Sebelah
Selatan di batasi oleh Kota "idore Kepulauan dan Kabupaten
Halmahera "imur( Sebelah "imur dibatasi oleh Kabupaten
Halmahera Utara dan sebelah Barat di batasi oleh &aut
Maluku.
Se1ara administrative Kabupaten Halmahera Barat
memiliki 2 ke1amatan yaitu 0 Ke1amatan 3ailolo( Ke1amatan
3ailolo "imur( Ke1amatan 3ailolo Selatan( Ke1amatan Sahu(
!
Ke1amatan Sahu "imur( Ke1amatan 4bu( Ke1amatan 4bu
Selatan( Ke1amatan "abaru dan Ke1amatan &oloda.
Ke1amatan yang memiliki 5ilayah terluas adalah Ke1amatan
ibu Selatan( sedangkan yang memiliki /ilayah terke1il adalah
Ke1amatan 3ailolo Selatan. Keseluruhan Ke1amatan di
Kabupaten ini memiliki !), 6esa dengan 3umlah 6esa yang
tersebar se1ara bervariasi di setiap Ke1amatan. 4bu Kota
Kabupaten Halmahera Barat berada di Ke1amatan 3ailolo
dengan 3umlah Penduduk saat ini Sebanyak #+.7)! 3i/a(
Sedangkan se1ara Keseluruhan 3umlah Penduduk Kabupaten
ini Sebanyak !$$.)#) 3i/a &etak 4bu Kota Kabupatenya
menghubungkan seluruh Ke1amatan yang dapat di tempuh
melalui perjalanan darat( ke1uali Ke1amatan &oloda yang
hanya bisa ditempuh melalui perjalanan laut.
Pada tahun #$!$ dari seluruh luas lahan di
Kabupaten Halmahera Barat sekitar )7(+%8 digunakan untuk
pertanian dan hampir separuh daratan masih berupa hutan
egara. Kabupaten Halmahera Barat memiliki hasil kelapa
yang melimpah yang di olah menjadi kopra dan untuk
memenuhi kebutuhan rumah tangga. Melihat hasil pertanian
yang begitu melimpah maka pengolahan limbah air kelapa ini
pun akan semakin berkembang. Perkembangan industri ini
memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian
#
bangsa 4ndonesia yang lebih terkhusus meningkatkan
perekonomian Kabupaten Halmahera Barat. Begitu banyak
industri di Kabupaten Halmahera Barat ini yang baru
berkembang yang memilki masalah kompleks sehingga
mengalami kerugian yang besar hingga gulung tikar. 9leh
karna itu perlu adanya perhatian dari pemerintah dengan
memberikan pendampingan atau binaan khusus.
Salah satu industri ke1il yang mengolah limbah
kelapa di Kabupaten Halmahera Barat adalah industri yang
terletak di Kelurahan :alala yang diberi nama oleh
pemiliknya yaitu 5;&4<5;&4( sebagai tempat Penulis
melaksanakan Kuliah Kerja Praktek =KKP>. "ujuan dari tugas
ini adalah untuk melakukan pendampingan di 4KM(
mengaplikasikan teori<teori( menambah pengalaman dan
/a/asan penulis serta mengidenti'kasi kendala<kendala
yang dihadapi oleh 4KM 5;&4<5;&4. Penulis men1oba untuk
memberikan solusi atas permasalahan tersebut yang akan
dipaparkan pada bab selanjutnya.
B. Maksud dan Tujuan
Kuliah Kerja Praktek =KKP> ini bertujuan untuk memberikan
gambaran kepada mahasis/a mengenai tempat dan teori
teori yang telah dipaparkan selama perkuliahan berlangsung.
Kegiatan ini memberikan pembelajaran aplikati? kepada
mahasis/a untuk lebih mengenal dan mendekatkan diri pada
%
dunia kerja dan dalam hal ini adalah industri ke1il dan
menengah = 4KM > yang ada di Kabupaten Halmahera Barat.
6iharapkan penulis mampu mengobservasi langsung
kegiatan<kegiatan di 4KM( mampu mengidenti'kasi kendala<
kendala yang dihadapi 4KM dan mampu membahas
permasalahan yang ada di 4KM dengan memberikan solusi
yang tepat.
C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan KKP
"empat pelaksaan Kuliah Kerja Praktek pada 6inas
Perindustrian dan Perdangangan( yang berlangsung dari
bulan Maret sampai bulan ;pril #$!).
D. Metde Penel!t!an
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah
0
!. Studi pustaka
Metode ini diperoleh melalui buku buku yang ada
diperpustakaan atau didalam sarana komunikasi yang
lain( misalnya internet.
#. 9bservasi
Metode ini merupakan langkah pertama dalam
melaksanakan praktek produksi. 9bservasi atau
pengamatan dilaksanakan ditempat pengolahan
produksi guna melihat langsung proses produksi dan
dapat ikut dalam proses produksi.
)
BAB II
"AMBA#AN UMUM IKM WIKANA
A. Pr$l IKM
Pendiri/pemilik 0 Sari?a
ama 4KM 0 5;&4 5;&4
3enis usaha 0 Pengolahan limbah air kelapa menjadi
nata de 1o1o
;lamat 0 6esa Marimabati( Ke1. 3ailolo
Kab. Halmahera Barat
3umlah karya/an 0 # orang
"ahun berdiri 0 #$!#
Pemasaran 0 Pasar 5ilayah Halmahera barat
5aktu kerja 0 "idak menentu
4ndustri nata de 1o1o ini didirikan pada tahun #$!#.
Pemilik usaha memberikan nama usahanya 5;&4<5;&4.
Usaha ini didirikan juga karena tuntutan untuk
meman?aatkan limbah air kelapa yang selama ini dibuang
per1uma dan dapat menimbulkan bau yang tidak sedap di
pasar :am Kinora dan Pasar Simur&amo. Pasar :am Kinora
merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang digemari
oleh masyarakat Kabupaten Halmahera Barat. Pasar ini
sebagai tempat pertemuan mobil<mobil yang datang dari
pedesaan yang memba/a kebutuhan pokok rumah tangga
berupa sayuran( buah<buahan( beras( kelapa tua atupun
kelapa muda. 6i pasar inilah 5;&4<5;&4 mengambil bahan
bakunya menggunakan angkutan umum. 5ali<5;&4 memilki
# karya/an yang bekerja tidak menentu. Hal ini karna
7
pemilik usaha menganggap usahanya ini sebagai usaha
sampingan. Produk usaha ini berupa nata de 1o1o ta/ar dan
nata de 1o1o yang siapa saji yang bisa langsung dimakan.
ata de 1o1o ta/ar dijual untuk beberapa kios yang ada di
kelurahan tersebut dengan harga @p. *.$$$($$ per kg. ata
de 1o1o ta/ar dijual tidak menggunakan penga/et sehingga
untuk menjadikannya tahan lama pembeli harus mengganti
air yang digunakan untuk merendam nata. ata de 1o1o
siap saji ini bisa juga di1ampur dengan sirup yang telah
di1ampur dengan air. ata de 1o1o siap saji dijual dengan
harga @p. !7.$$$ per kg. "idak heran jika nata de 1o1o ini
diminati karena tekstur yang kenyal dan kaya serat(
sehingga remaja yang ada di kelurahan 3ailolo
menganggapnya sebagai minuman yang /ajib untuk di
minum. ata de 1o1o juga mengandung serat =dietary 'ber>
yang sangat dibutuhkan tubuh dalam proses 'siologi. Produk
ini dapat membantu penderita diabetes dan memperlan1ar
proses pen1ernaan dalam tubuh.
5;&4<5;&4 belum memilki surat iAin usaha( dan surat
surat iAin lainnya yang dikarenakan industri ini baru berdiri.
6engan tidak lengkapnya surat<surat iAin sehingga
pemasaran nata de 1o1o ini belum terlalu luas.
B. Keadaan Industr! Ke%!l dan Menenga& 'IKM(
). *en!s Prduk dan *umla& Prduks!.
,
5ali</ali merupakan industri yang bergerak
dalam pengolahan limbah air kelapa. ;ir kelapa diolah
menjadi nata de 1o1o. Selain banyak diminati karena
rasanya yang enak dan kaya serat( konsumen tidak
perlu ragu dan kha/atir tentang man?aat untuk tubuh
jika sering mengonsumsi nata de 1o1o. 5ali</ali
menyediakan nata de 1o1o ta/ar untuk konsumen yang
menginginkan seleranya sendiri dengan menambahkan
perisa atau sirup yang diinginkan. Seiring berjalannya
/aktu pemilik 4KM mulai berinovasi untuk membuat
nata de 1o1o dalam kemasan yang menggunakan
penga/et yang aman untuk dikonsumsi. ata de 1o1o
ini diolah dari air kelapa yang di?ermentasi selama
kurang lebih satu minggu. Setelah ?ermentasi dilakukan
pemanenan yang selanjutnya dipotong<potong
berbentuk kubus yang berukurang !1mB.
Produk nata de 1o1o ini dijual melalui pesanan
ataupun dijual langsung dibebrapa penjual es 1ampur
yang ada di kelurahan 3ailolo. 5ali</ali tidak
berproduksi setiap hari dengan berbagai penyebab
salah satunya karna kehabisan stok starter.
Kapasitas produksi nata de 1o1o satu kali produksi
sekitar !$ liter sampai #$ liter( dan juga tergantung
permintaan pelanggan.
+
+. Kelem,agaan
a( -rgan!sas!
Manajemen organisasi uasaha nata de 1o1o
=5;&4<5;&4> ini masih sangat ran1u dan tidak
terstruktur karena jabatan dan tidak adanya
pembagian tugas yang tidak sesuai pada umunya.
Berikut ini manajemen organisasi dan pembagian
tugas yang tidak terdapat pada 4KM 5ali</ali 0
!> 6irektur( sebagai pemilik dan pimpinan
perusahaan yang mengatur dan bertanggung
ja/ab atas perusahaan. 6i 4KM ini pemimpin yang
merupakan pemilik 4KM ini juga sebagai karya/an
yang ikut langsung dalam pengolahan proses
produksi karena kurangnya tenaga kerja yang
terampil.
#> Bagian produksi( bagian produksi merupakan
bagian terpenting dalam usaha ini. Bagian produksi
bertugas sebagai pelaku produksi yang mengolah
produk( juga bertanggungja/ab mulai dari
pembelian bahan baku( pengolahan bahan baku(
hingga produk siap untuk di pasarkan.
%> Bagian pemasaran( karya/an pada bagian
pemasaran bertugas membantu proses
pengolahan dan melayani konsumen yang datang
untuk membeli produk nata de 1o1o.
*
,(Permdalan
6ari sejak a/al merintis usaha ini pemilik 4KM
masih mengandalkan modal pribadi. Pemilik 4KM
berkomitmen untuk melakukan pinjaman baik dari
instansi pemerintah maupun s/asta. 4KM ini belum
pernah mendapat bantuan dari pemerintah daerah
karena belum terda?tar di 6inas Perindustrian dan
Perdagangan Kabupaten Halmahera Barat. Bera/al
dengan modal @p. !7$.$$$(< dan modal keinginan
untuk men1oba<1oba usaha ini terus sekarang. 4KM
ini dapat berkembang hingga keuntungan yang
1ukup untuk memenuhi tambahan kebutuhan rumah
tangga.
%( Ketenagakerjaan
6engan keadaan 4KM yang banyak memiliki
kekurangan( 4KM ini memilki dua tenaga kerja yang
juga pemimpin pada 4KM ini. Kedua karya/an ini
bekerja bersama<sama dalam proses produksi( dan
pemasaran. Pemilik 4KM terkadang memasarkan
sendiri produknya serta langsung mengurus bahan
baku yang akan dibeli.
.. Prses Prduks!
a( Ba&an Prduks!
Bahan baku 4KM ini adalah air kelapa. 4KM ini
memperoleh air kelapa dari pasar yang ada di
2
Kabupaten Halmahera Barat yaitu pasar :am kinora.
;ir kelapa biasanya dibeli langsung namun kadang<
kadang air kelapa dipesan sehari sebelum membeli.
Pengangkutan bahan baku ditanggung oleh pemilik
4KM. Pada a/alnya pengambilan bahan baku gratis
hanya dibutuhkan biaya trasportasi. amun setelah
para penjual kelapa tahu bah/a air kelapa yang
diminta diolah menjadi nata de 1o1o penjual minta
imbalan yang sesuai. amun masih ada beberapa
penjual yang masih memberikan air kelapa tanpa
minta bayaran. Pengambilan bahan baku
membutuhkan /aktu %$ menit sampai di 4KM dengan
jarak kurang lebih !, km. ;ir kelapa diangkut
menggunakan kendaraan umum.
,(Peralatan dan Mes!n Prduks!
Proses produksi sebagian besar masih dilakukan
dengan menggunakan peralatan manual. Peralatan
!$
yang digunakan adalah saringan air kelapa( pan1i
yang berukuran besar( gelas ukur dengan skala !
liter dan !/# liter( pengaduk( timbangan dengan skala
gram( nampan( tali pengikat atau karet( baskom(
talenan( pisau pengiris nata(dan sealer. Berikut
uraian peralatan yang digunakan di 4KM 5ali</ali 0
!> saringan air kelapa
;lat ini digunakan untuk menyaring kembali air
kelapa yang akan digunakan /alaupun pada
saat pembelian air kelapa juga sudah disaring.
Sebelum digunakan saringan ini sebaiknya
di1u1i sebelum digunakan. Kotoran yang
disaring biasanya semut( nyamuk( sabut
kelapa( ampas santan dan lain<lain. ;pabila
tidak dilakukan penyaringan akan mengurangi
hasil produksi dan terkadang nata yang dibuat
tidak berhasil. 3ika air kelapa disaring dengan
baik sebelum digunakan maka nata yang
diperoleh dalam lempengan sangat bersih
tanpa terlihat kotoran lain selain lender yang
siap untuk di1u1i.
#> Pan1i yang berukuran besar.
;lat ini digunakan untuk memanaskan air
kelapa dan juga mendidihkan nata yang sudah
!!
dipotong<potong berbentuk kubus. Seperti
biasanya sebelum menggunakan pan1i ini
karya/an membersihkannya terlebih dahulu(
menjaga agar pan1i yang digunakan benar
benar bersih.
%> :elas ukur dengan skala ! liter dan !/# liter.
Sama halnya dengan alat<alat yang lainnya
sebelum digunakan di1u1i dan dibilas
menggunakan air panas. ;lat ini digunakan
untuk mengukur air kelapa yang akan
dipanaskan( mengukur asam asetat yang akan
ditambahkan ketika air kelapa sudah mendidih(
dan mengukur starter yang akan ditambahkan.
)> Pengaduk
Pengaduk ini digunakan untuk mengaduk air
kelapa yang telah di1ampur( baik pada saat
pen1ampuran asam asetat( Ca dan gula.
Pengadukan dilakukan se1ara berulang<ulang
hingga gula yang di1ampur benar<benar larut.
7> "imbangan
;lat ini dugunakan untuk mengukur bahan<
bahan yang akan di 1ampur yaitu gula dan Ca.
"imbangan ini bisa dibilang otomatis karna
skalanya dapat berubah<ubah sesuai keinginan
baik dalam skala gram( ons( dan kilogram.
!#
6alam penimbangan harus teliti agar bahan
yang ditimbang tepat sesuai ukuran.
,> ampan
ampan merupakan media ?ermentasi.
Dermentasi dilakukan selama satu minggu.
ampan plastik yang digunakan harus terlebih
dahulu dibersihkan dan disterilkan. Sterilisasi
dapat dilakukan dengan 1ara di1elup dalam air
mendidih dan dijemur. Media ?ermentasi =air
kelapa dan bahan tambahan yang dididihkan>
dituangkan dalam nampan dan selanjutnya
segera ditutup rapat dengan koran dan diikat
dengan karet.
+> "ali pengikat.
"ali pengikat ber?ungsi untuk mengikat Koran
yang menutupi nampan sehingga proses
?ermentasi bisa berjalan dengan baik. "ali
pengikat yang telah digunakan bisa digunakan
kembali asalkan tali pengikatnya masih bagus
dan siap digunakan pada proses pembuatan
nata selanjutnya.
*> Baskom
;lat ini digunakan untuk men1u1i dan sebagai
tempat menyimpan sementara nata de 1o1o
yang masih berbentuk lembaran. Selain itu
juga baskom digunakan untuk membantu
!%
proses pen1ampuran pada saat air kelapa telah
mendidih dan siap untuk di1ampur dengan
bahan tambahan seperti gula( Ca( dan asam
asetat.
2> "alenan
;lat ini ber?ungsi untuk membantu
mempermudah memotong nata lembaran yang
telah di1u1i bersih. Potongan nata ini berbentuk
kubus dan sesuai permintaan.
!$> Pisau pengiris nata
;lat ini digunakan untuk memotong nata
lembaran menjadi bentuk kubus dengan
bantuan talenan. ;gar mendapatkan hasil
potongan yang baik maka sebaiknya sebelum
dilakukan pengirisan pisau yang akan
digunakan harus diasah terlebih dahulu.
!!> sealer
sealer merupakan alat yang digunakan dalam
proses pengemasan. Hasil pres dari alat sangat
unik karna memiliki pengaturan yang sesuai
dengan ketebalan kertas yang akan dipres.
%( Prses Prduks!
Proses pembuatan nata de 1o1o terdiri dari
enam tahap( yaitu0 penyaringanE pemasakan dan
pen1ampuran bahan pembantuE penempatan dalam
!)
nampan dan pendinginanE inokulasi penanaman bibit
=starter>E pemeraman =?ermentasi>E panen dan pas1a
panen =pengolahan lanjut sampai setengah jadi atau
siap konsumsi>.
)( Pen/ar!ngan
;ir kelapa bisa dibasikan selama kurang
lebih ) hari. Kemudian( air kelapa tersebut
disaring dengan menggunakan penyaring lembut
untuk memisahkan air kelapa dengan material<
material atau kotoran kotoran seperti0 sabut(
pe1ahan batok kelapa( 1ikal/buah kelapa dan lain<
lain. Kandungan air kelapa yang masih segar
berkisar antara )$$<7$$ ml per butir.
+( Pemasakan dan Pen%ampuran Ba&an
Pem,antu
;ir kelapa yang sudah di saring selanjutnya
dimasukkan ke dalam pan1i untuk dimasak
sampai mendidih selama kurang lebih %$ menit.
Selama mendidih( bahan<bahan pembantu seperti0
gula pasir dan pupuk C; ditambahkan. Sebelum
pendidihan diakhiri( ditambahkan asam asetat
/1uka hingga men1apai Ph.
.( Inkulas! B!,!t 'starter(
!7
Selanjutnya ditambahkan bibit =starter>
sebanyak dengan perbandingan !$8 bibit.
Kebersihan harus tetap dijaga agar tidak mudah
terkena bakteri atau kotoran.
0( Penempatan dalam ,ak!1nampan plast!k
Semua peralatan harus bersih dan steril.
ampan plastik yang digunakan harus terlebih
dahulu dibersihkan dan disterilkan. Sterilisasi
dapat dilakukan dengan 1ara di1elup dalam air
mendidih dan dijemur. Media ?ermentasi =air
kelapa dan bahan tambahan yang dididihkan>
dituangkan dalam nampan dan selanjutnya segera
ditutup rapat dengan koran dan diikat
karet/elastik. Folume media ?ermentasi sebanyak
!(# liter untuk setiap nampan.
2( 3ermentas!
Media ?ermentasi yang sudah ditambahkan
bibit selanjutnya diperam selama ,<+ hari.
Kebersihan tempat pemeraman dengan suhu
kamar =#*G<%!G> sangat mutlak diperlukan untuk
menghindari kontaminasi dengan mikroba lain
!,
atau serangga yang dapat menggagalkan proses
?ermentasi =Sutardi( #$$)>. Keberhasilan proses
?ermentasi ini dapat dilihat dari ada tidaknya
lapisan tipis pada permukaan media ?ermentasi
setelah dua hari dan akan semakin bertambah
tebal dari hari ke hari.
4( Panen dan Pas%a Penen
Setelah pemeraman selama ,<+ hari( lapisan
nata de 1o1o akan memiliki ketebalan $(*<!(7 1m
berbentuk lembaran<lembaran =slab> yang asam
dalam bau( 1ita rasa dan pH<nya. &embaran<
lembaran ini kemudian diangkat dan lendirnya
dibuang melalui pen1u1ian. Potongan kubus harus
direndam dalam air bersih selama #<% hari. ;ir
rendaman setiap hari harus diganti agar bau dan
rasa asam hilang. Kemudian( nata de 1o1o di1u1i
kembali dan direbus untuk menga/etkan dan
sekaligus menyempurnakan proses penghilangan
bau dan rasa asam. Pen1u1ian dan perebusan ini
pada hakekatnya dilakukan hingga nata de 1o1o
menjadi ta/ar. Penyimpanan nata de 1o1o ta/ar
!+
1ukup dilakukan dengan merendamnya dalam air
ta/ar yang harus sering diganti.
d( 3l5%&art prses pengla&an nata de %%
!*
e( Pengendal!an Mutu
Produk dikatakan bermutu jika memenuhi
syarat yang telah ditentukan. Untuk produk nata de
!2
1o1o ini jika ingin memiliki mutu yang baik maka dari
proses pengambilan bahan baku harus di jaga
keamanan dan kebersihannya agar tidak ter1ampur
benda atau bahan yang berbahaya. Hal ini dapat
terpenuhi jika nata berhasil dibuat. ata yang baik
adalah nata yang ber/arna putih tanpa ber1ak /arna
hitam ataupun kemerahan. ;gar mutu terjamin maka
setiap tahap proses selalu memperhatikan
kebersihan alat dan bahan yang digunakan. Seperti
pada saat pen1u1ian nata yang sudah berbentuk
kubus haruslah menggunakan air bersih. Pada proses
pengemasan juga harus dipastikan pengepresannya
tidak bo1or.
6( Penunjang Prduks!
;dapun yang menjadi penunjang dalam proses
produksi yaitu 0
!> &ingkungan kerja. 4ndustri ini juga bisa
disebut industri rumah tangga karna berada
dalam lingkungan rumah. Proses pemasaran
lebih banyak se1ara langsung pemilik kios
dan penjual es teller yang datang untuk
membelinya. 4KM ini letaknya 1ukup jauh
dari bahan baku sehingga butuh biaya
dalam proses pengangkutannya.
#$
#> "ata letak ?asilitas. Penempatan peralatan
produksi yang mudah dijangkau
memudahkan karya/an untuk
menggunakan peralatan yang digunakan
pada saat proses produksi.
%> Pengetahuan dan kreati'tas pemilik 4KM.
Pemilik 4KM ini belum penah mengikuti
pelatihan yang diadakan oleh pemerintah.
Pemilik 4KM hanya belajar dari buku dan
internet tentang proses pembuatan nata.
4lmu ini menjadikan nata yang dibuat dapat
dikonsumsi dengan baik dan konsumen
yang telah men1obanya akan merasa
senang karena rasanya yang enak.
g(Pemasaran
Segmentasi pasar utama adalah pelanggan
yang telah memesan sebelum melakukan proses
produksi. Proses pemasaran ini masih sedernaha dan
belum memaksimalkan strategi memasarkan produk.
"erkadang ata yang sudah dikemas langsung dijual
di pasar :am Kinora dan pasar Simurlamo. Produk ini
belum dipromosikan se1ara maksimal hanya melalui
mulut ke mulut. "api karna rasa yang sangat
menggugah dan enak maka penjualan di pasar tidak
#!
membutukan /aktu yang lama. Konsumen lebih
memilih produk nata yang dibuat oleh 5ali</ali
sebab tidak menggunakan sari manis atau pemanis
buatan. Pemanis yang digunakan adalah !$$8 gula
pasir.
0. Permasala&an Industr! Ke%!l dan Menenga&
a. Masih menggunakan pemotong yang manual.
b. "idak memilki distributor dan kurangnya promosi
kepada konsumen.
1. Pengolahan limbah yang belum ada.
d. Proses produksi yang belum e'sien.
e. Belum memiliki legaliats.
?. Belum memiliki tempat khusus.
BAB III
PEMBAHA7AN
Pada bab ini penulis akan membahas permasalahan yang
telah diidenti'kasi oleh penulis di 4KM 5ali</ali tempat penulis
melakukan Kuliah Kerja Praktek. Permasalahan yang ada meliputi
permasalahan pada aspek material( aspek peralatan dan mesin(
aspek 'nansial hingga pada aspek kesehatan dan lingkungan.
Penulis juga akan men1oba memberikan solusi dengan
##
memberikan ran1angan perbaikan untuk meminimalisir
permasalahan yang ada.
A. Permasala&an pada IKM WALI8WALI
!. Masih menggunakan pemotong manual.
6alam proses produksi 4KM 5ali</ali masih
menggunakan pemotong manual yaitu untuk
memotong nata lembaran menjadi nata berbentuk
kubus. Hal ini sangat tidak e'sien karna akan
menghabiskan /aktu yang 1ukup lama untuk
memotong per lembarnya yaitu sekitar !$ menit. 3ika
menggunakan mesin pemotong maka akan sangat
1epat dalam proses pemotongan.
#. "idak memilki distributor dan kurangnya promosi
kepada konsumen.
6istributor dibutuhkan sebagai jembatan
antara produsen dengan konsumen. 6istributor
biasanya lebih paham keinginan dan keluhan
konsumen terhadap suatu produk. 4KM ini belum
memilki distributor sehingga penjualan produk pun
tidak maksimal. Karena belum memilki distributor
produk 4KM ini belum terlalu dikenal oleh masyarakat.
%. Pengolahan limbah yang belum ada.
&imbah 4KM ini adalah air pen1u1ian nata dan
lendir nata pada saat pen1u1ian nata lembaran
pertama kali. Saat ini limbah nata de 1o1o dibuang
ditempat pembuangan sampah yang ada dipinggir
#%
jalan senhingga tidak menuntut kemungkinan akan
mengganggu para pengendara jalan yang le/at
maupun /arga yang tinggal di sekitarnya.
). Proses produksi yang belum e'sien.
Penggunaan peralatan yang sebagian besar
masih manual sehingga 4KM ini tidak mampu
memenuhi permintaan dalam jumlah banyak. Hal ini
dapat mempengaruhi perkembangan dan kemajuan
4KM kedepannya.
B. 7lus! dan permasala&an
!. Masih menggunakan pemotong manual.
Memotong nata dengan menggunakan pisau
biasa( sangatlah membosankan tapi karna belum ada
pemotong yang lebih e'sien. Penulis menyarankan
untuk membeli mesin pemotong nata de 1o1o yang
masih manual ataupun yang sudah otomatis. Mesin
pemotong manual ini menggunakan tangan untuk
memutarnya. Mesin ini sangat menguntungkan untuk
industri nata yang baru karna tidak harus membayar
listrik yang mahal. 3ika industri ini sudah berkembang
sebaiknya menggunakan mesin yang otomatis karna
akan memudahkan karya/an untuk bekerja dan
sangat e'sien.
#. "idak memilki distributor dan kurangnya promosi
kepada konsumen.
#)
Melakukan perekrutan karya/an untuk bagian
distributor dengan membuat brosur kemudian
dibagikan di tempat<tempat umum seperti pasar
ataupun di tempat keramaian lainnya. Memasang
iklan di radio yang ada di Kabupaten Halmahera
Barat. Hara lainnya adalah bekerja sama dengan mini
market yang ada di Kabupaten Halmahera Barat
seperti &i/anda( M:M( dan toko<toko lain yang
menjual makanan.
%. Pengolahan limbah yang belum ada.
Membuat bak atau sumur untuk penampungan
limbah agar tidak mengganggu akti'tas masyarakat
setempat. ;gar lebih menguntungkan gas yang
dihasilkan oleh limbah nata de 1o1o diman?aatkan
untuk biogas. &imbah nata de 1o1o juga dapat
diman?aatkan untuk pupuk padi yang letaknya tidak
jauh dari lahan persa/ahan.
). Proses produksi yang belum e'sien.
Menambah tenaga kerja tetap untuk bagian
produksi agar proses produksi dapat menghasilkan
kapasitas produksi yang optimal. Membuat tata letak
proses produksi agar dapat memudahkan karya/an
dalam beke
#7
BAB I9
PENUTUP
A. Kes!mpulan
6emikian hasil Kuliah Kerja Praktek =KKP> yang telah
penulis lakukan di 4KM 5;&4<5;&4 Selama melaksanakan tugas
ini penulis berupaya melakukan identi'kasi dan menganalisa
setiap permasalahan yang ada di 4KM 5;&4<5;&4 ini. Beberapa
hal yang masih harus dibenahi pada 4KM ini meliputi
pembenahan pada alat pemotong yang masih sangat manual(
kurangnya promosi( pengolahan limbah yang belum ada(
proses produksi yang belum e?ekti?.
Kegiatan Kuliah Kerja Praktek ini diharapkan mampu
memberikan man?aat baik bagi penulis untuk menambah
pengetahuan dan pengalaman maupun pihak 4KM untuk terus
melakukan pembenahan( meningkatkan produkti'tas dan
terus berjuang untuk kemajuan 4KM 5;&4<5;&4.
Berdasarkan analisa dari permasalahan yang dihadapi
oleh 4KM 5;&4<5;&4 penulis men1oba memberikan solusi
dengan merekomendasikan beberapa hal yang bisa dijadikan
#,
a1uan bagi pemilik 4KM ini untuk meningkatkan
produkti'tasnya agar nantinya produk ini mampu bersaing di
pasar lokal hingga pasar nasional sehingga dapat membantu
perekonomian nasional.
B. 7aran
!. Pemilik 4KM diharapkan dapat menjalin komunikasi yang
baik dengan berbagai pihak instansi dalam rangka
perkembangan 4KM.
#. Pemilik 4KM harus mampu mengatur kegiatan produksi
dan menjaga kebersihan alat<alat yang digunakan pada
saat berproduksi.
%. Meningkatkan motivasi kerja dengan mengikuti
pelatihan atau diklat tentang industri.
). Meningkatkan kreati'tas produk baik isi maupun stiker
kemasannya.
DA3TA# PU7TAKA
#+
;kademi "eknik 4ndustri Makassar. #$!#. Buku Pedoman
Penulisan "ugas ;khir ;kademi "eknik 4ndustri Makassar.
Penerbit ;"4 Makassar( Makassar.
;kademi "eknik 4ndustri Makassar. #$!#. Modul pedoman
Pelaksanaan Kuliah kerja Praktek dan "ugas ;khir. Penerbit
;"4 Makassar( Makassar.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Halmahera Barat. Penerbit
Badan Pusat Statistik Maluku Utara.
#*
3-T- : 3-T- KE"IATAN PADA IKM WALI
: WALI

Proses ?ermentasi ata yang sudah
dipanen

Proses pen1u1ian ata yang telah
dipotong<potong
#2

Pen1u1ian nata ata kemasan

Pemanenan Pemanenan
%$