Anda di halaman 1dari 19

D

I
S
U
S
U
N
OLEH
FAHMI NURDIANSYAH
X/IPS1

TAHUN PELAJARAN 2014/2015



A.PORIFERA
1.CIRI CIRI PORIFERA
Ciri - ciri porifera sebagai berikut :
a. Bentuk tubuhnya menyerupai vas atau jambangan.
b. Tubuhnya terdiri dari 2 Lapis ( dipoblastik )
c. Di antara lapisan luar dan dalam terdapat sel - sel amoebosit dan spikula.
d. sel amoeboid dan koanosit berfungsi untuk menangkap makanan.
e. Habitatnya di Perairan.
f. Memiliki ringga tubuh yang disebut spongocoel
g. memiliki lubang masuk air yang disebut ostium dan saluran keluar air yang disebut oskulum.
h. perkembangbiakan berlangsung secara kawin dan dengan pembentukan tunas.
2.CARA REPRODUKSI PORIFERA
Porifera dapat bereproduksi baik secara seksual maupun aseksual. Secara aseksual, Porifera
bereproduksi dengan cara bertunas. Cara reproduksi aseksual lainnya adalah dengan memproduksi
amoebosit yang dikelilingi oleh suatu dinding. Struktur ini dinamakan gemule. Gemule dapat
bertahan di cuaca yang sangat dingin atau di musim dingin. Pada saat musim semi, dinding gemule
terurai dan amoebosit berdiferensiasi menjadi individu baru.
3.KLASIFIKASI PORIFERA
A.KELAS CALCERA
Anggota kelas ini mempunyai rangka yang tersusun dari zat kapur (kalsium karbonat)
dengan tipe monoakson, triakson, atau tetrakson. Koanositnya besar dan biasa hidup di
lautan dangkal. Tipe saluran airnya bermacam-macam. Hidup soliter atau berkoloni.
Contoh jenis yang menjadi anggota kelas ini
adalah Leucosolenia sp., Scypha sp., Cerantia sp., dan Sycon gelatinosum.

CONTOH GAMBAR SYCON GELATINOSUM

2. KELAS HEXATINELLIDA

Pada anggota Kelas Hexatinellida, spikula tubuh yang tersusun dari zat kersik dengan 6
cabang. Kelas ini sering disebut sponge gelas atau porifera kaca (Hyalospongiae), karena
bentuknya yang seperti tabung atau gelas piala. Tubuh berbentuk silinder atau corong,
tidak memiliki permukaan epitel. Contoh anggota kelas ini
adalah Hyalonema sp.,Pheronema sp., dan Euplectella suberea. Perhatikan Gambar 3.

Gambar 3. Euplectella aspergillum (Wikimedia Commons)
3.KELAS DEMOSPONGIA
Kelas ini memiliki tubuh yang terdiri atas serabut atau benangbenang spongin tanpa
skeleton. Kadang-kadang dengan spikula dari bahan zat kersik. Tipe aliran airnya adalah
leukon. Demospongia merupakan kelas dari Porifera yang memiliki jumlah anggota
terbesar. Sebagian besar anggota Desmospongia berwarna cerah, karena
mengandung banyak pigmen granula dibagian sel amoebositnya. Contoh kelas ini antara
lain Suberit sp., Cliona sp., Microciona sp., Spongilla lacustris, Chondrilla sp.,
dan Callyspongia sp. Perhatikan Gambar 4.

Gambar 4. Microciona sp. (dpr.ncparks.gov)
4.PERANAN PORIFERA BAGI KEHIDUPAN
Filum Porifera tidak jauh beda dengan filum invertebrata yang lain. Porifera memilki
peranan yang menguntungkan bagi kehidupan manusia. Peranan Porifera bagi kehidupan
manusia sebagai spons mandi dan alat gosok, zat kimia yang dikeluarkannya memiliki
potensi obat penyakit kanker.

B.CNIDARIA
1.CIRI CIRI CNIDARIA
Coelenterata sangat beragam dan datang dalam berbagai bentuk dan ukuran tetapi ada beberapa fitur
dasar anatomi yang memiliki persamaan. Coelenterata memiliki kantung internal pencernaan yang
disebut rongga gastrovaskuler. Ini rongga gastrovaskuler, mulut di mana hewan mengambil makanan
dan melepaskan limbah hanya memiliki satu lubang. Tentakel memancar ke luar dari tepi mulut.
Tubuh dinding Coelenterata terdiri dari tiga lapisan, lapisan luar yang dikenal sebagai
tersebut epidermis, lapisan tengah disebut mesoglea, dan lapisan dalam disebut gastrodermis.
Epidermis berisi koleksi berbagai jenis sel. Ini termasuk sel epitheliomuscular yang berkontaksi dan
memungkinkan gerakan, sel-sel interstitial yang menimbulkan banyak tipe sel lainnya seperti telur dan
sperma, cnidocytes merupakan sel-sel khusus yang unik untuk Coelenterata yang dalam beberapa
Coelenterata mengandung struktur menyengat, sel mukus dimana sel kelenjar yang mengeluarkan
lendir, dan reseptor dan sel saraf yang mengumpulkan dan mengirimkan informasi sensorik.

2.CARA REPRODUKSI CNIDARIA
Reproduksi
Reproduksi Coelenterata terjadi secara aseksual dan seksual.Reproduksi aseksual dilakukan dengan
pembentukan tunas.Pembentukan tunas selalu terjadi pada Coelenterata yang
berbentuk polip.Tunas tumbuh di dekat kaki polip dan akan tetap melekat pada tubuh induknya
sehingga membentuk koloni. Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet (ovum dengan
sperma).Gamet dihasilakan oleh seluruh Coelenterata bentuk medusa dan beberapa Coelenterata
bentuk polip.Contoh Coelenterata berbentuk polip yang membentuk gamet adalah hydra.





3.KLASIFIKASI CNIDARIA
1) Hydra sp.

Hydra sp. merupakan jenis anggota Cnidaria yang hidup di air tawar dan soliter (Gambar 2).
Tubuhnya berukuran antara 1-3 mm, berbentuk polip, tidak mempunyai bentuk medusa,
sehingga hidupnya sessil. Tubuh berbentuk silindris, pada ujung yang bebas terdapat mulut
yang dikelilingi hipostome yang berfungsi menangkap mangsa. Hewan ini bereproduksi
secara vegetatif dan secara generatif. Secara vegetatif Hydra sp. bereproduksi
dengan membentuk tunas.

GAMBAR HYDRA SP










2. Physalia sp.

Hewan ini hidup di laut. Tubuhnya unik, mempunyai bentuk yang panjang membentuk polip
dan terdapat bagian tudung yang digunakan untuk mengapung (seperti medusa). Polip
mempunyai tiga bagian yaitu gastrozoid (pencernaan), gonozoid (reproduksi), daktilozoid
(menangkap mangsa). Physalia sp. merupakan Coelenterata yang berbahaya bagi manusia.
Perhatikan Gambar 5.

GAMBAR PHYSALIAS PHYSALIS










3. Kelas Scyphozoa

Kelas Scyphozoa dikenal sebagai the true medusae (medusa sejati) atau jelly fish (ubur-
ubur). Fase medusa sangat dominan dan fase polip tidak ada atau mereduksi. Bentuk
tubuhnya seperti parasut atau payung yang melayang-layang di laut. Perhatikan Gambar 6
dan 7. Hewan ini memiliki lapisan mesoglea yang tebal dan dapat digunakan sebagai
sumber nutrien. Contoh kelas ini antara lain Aurelia sp., Pelagia sp., Stomolopus sp.,
dan Chrysauna quinquecirrha.

GAMBAR AURELLIA SP

4.PERANAN CNIDARIA BAGI KEHIDUPAN
Koral atau karang laut Koral dari kelas Anthozoa berfungsi sebagai komponen utama
pembentukekosistem terumbu karang. Seperti yang telah kita ketahui terumbu karangmemainkan
peran penting dalam kehidupan di lautan. Banyak makhluk hidup yangtergantung padanya.
Contoh : berbagai jenis ikan, ganggang dan hewan lautlainnya yang memanfaatkan terumbu
karang sebagai tempat hidupnya. Selain itu,keindahan terumbu karang dapat dijadikan objek
wisata yang menghasilkandevisa bagi negara. Karang di pantai juga dapat menahan ombak
untukmencegah pengikiksan pantai.Beberapa jenis Cnidaria diperjualbelikan sebagai hewan hias
untuk akuarium lauthingga diekspor ke Singapura, Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada.Untuk
dikomsumsi dan diperdagangkan sebagai ubur-ubur asin, contohnya adalah jenis Scyopozoa
yang tidak beracun ;
yaitu Rhopilema Esculata,Rhizostoma OctopusdanPelagia Noctiluca.Kerangka koral digunakan
sebagai material bangunan untuk membuat semen.Kerangka Cnidaria juga dibuat sebagai
perhiasan.




C.NEMATODA
1.CIRI CIRI NEMATODA
tubuh simetris bilateral dan gilig, alat pencernaan sempurna, hidup bebas atau parasit, sifat jenisnya
terpisah, (jantan, betina) belum mempunyai peredaran darah dan pernapas
2.REPRODUKSI NEMATODA
Nemathelminthes umumnya bereproduksi secara seksual karena sistem reproduksinya
bersifat gonokoris, yaitu alat kelamin jantan dan betinanya terpisah pada individu yang berbeda.
Fertilisasi dilakukan secara internal. Hasil fertilisasi dapat mencapai lebih dari 100.000 telur per hari.
Saat berada di lingkungan yang tidak menguntungkan, maka telur dapat membentuk kista untuk
perlindungan dirinya.


3.KLASIFIKASI NEMATODA
1. Ascaris lumbricoides
Cacing ini sering juga disebut sebagai cacing perut atau cacing gelang. Panjang tubuhnya
bisa mencapai 49 cm, hidup parasit di usus halus manusia, menyebabkan penyakit cacingan.
Di dalam usus, cacing ini membentuk enzim yang menghambat produksi enzim pencernaan.
Untuk melindungi dirinya dari getah pencernaan manusia, permukaan tubuh cacing tersebut
licin dan tertutup lapisan kutikula. Secara morfologi, cacing jantan lebih lebih kecil daripada
cacing betina. Perhatikan Gambar 1.
contoh gambar cacing gelang


2. Wuchereria brancofti
Cacing ini merupakan penyebab penyakit filariasis atau elephantiasis (kaki gajah). Di dalam
tubuh manusia, cacing tersebut menyumbat pembuluh limfa (getah bening),
sehingga mengakibatkan pembengkakan tubuh terutama pada kaki sehingga membesar.
Oleh karena itu disebut kaki gajah.W. brancofti merupakan cacing berukuran kecil dan keras,
hidup di dalam pembuluh getah bening (limfa) manusia ketika dewasa. Larva cacing ini bisa
masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Culex sp. yang membawa larva
mikrofilaria. Di dalam tubuh manusia, larva tersebut tumbuh pada jaringan tubuh terutama
di bagian kaki dan skrotum.Contoh gambar w.bancrofti


4.PERAN NEMATODA BAGI MANUSIA
1. Nematoda mampu memodifikasi lingkungan dan menyediakan unsur hara bagi organisme lain.
2. Nematoda dapat dimanfaatkan sebagai obat penyakit tifus dan sebagai bahan kosmetik dalam
bentuk tepung untuk menghaluskan kulit. Di Cina dimanfaatkan sebagai bahan campuran kue. Di
Indonesia digunakan untuk makanan ternak.
3. Berperan dalam sustainable agriculture yang berprinsip mengurangi pupuk kimia yang
mencemari lingkungan dan polusi air tanah yang akan mempengaruhi kahidupan organisme
perairan..
4. Nematoda berperan sebagai parasit pada tanaman dan hewan.
5. Merupakan parasit pada manusia dan mamalia di Afrika dan Asia. Larvanya terdapat dalam
tubuh cyclops di perairan tawar.

D.ANNELIDA
1.CIRI CIRI ANNELIDA
Hewan triploblastik, selomata (sudah terdapat selom sejati).
Tubuh bersegmen (disebut metameri) memiliki sistem saraf, pencernaan, reproduksi dan sistem
ekskresi.
Tiap segmen tubuhnya dibatasi oleh sekat yang disebut septa.
Organ-organ ekskresi terdiri atas nefridia (saluran), nefrostom (corong) dan nefrotor (pori tempat
keluarnya kotoran).
Memiliki sistem peredaran darah tertutup dan sistem saraf tangga tali.
Berkembang biak secara kawin melalui fertilisasi dan secara tak kawin melalui proses fragmentasi.
Meskipun termasuk hewan hermafrodit (berkela-min ganda), proses pembuahan tetap harus dilakukan
oleh dua individu dengan saling memberikan sp***ma yang disimpan di dalam reseptakulum seminalis.
2.REPRODUKSI ANNELIDA
Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembantukan gamet, memiliki klitelum sebagai
alat kopulasi. Klitelum = struktur reproduksi yang mengsekresi cairan & membentuk kokon tempat
deposit telur. Namun ada juga yang bereproduksi secara fregmentasi, yang kemudian beregenerasi.
Organ seksual Annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah
pada individu lain (gonokoris) melalui larva trochophore berenang bebas.
3.KLASIFIKASI ANNELIDA
A.KELAS POLYCHAETA
Cacing ini merupakan Annelida laut. Tubuhnya bersegmen, tiap segmen dilengkapi
parapodium (kaki). Kaki ditumbuhi rambut sehingga disebut cacing berambut banyak, (poly:
banyak, chaeta: rambut). Contoh anggota kelas ini adalah cacing wawo (Lysidicea
oele), cacing palolo (Palolo viridis). Perhatikan Gambar 1.

CONTOH CACING PALOLO



b. Kelas Olygochaeta
Kelompok ini beranggotakan jenis-jenis cacing yang hidup di air tawar atau di darat. Ukuran
bervariasi, berbentuk silindris, bersegmen jelas dan memiliki sedikit rambut (oligos: sedikit,
chaeta: rambut). Kepalanya disebut prostomium, namun tidak dilengkapi mata, tentakel dan
parapodia. Hewan ini tetap peka terhadap cahaya karena di sepanjang tubuh terdapat seta
yang berfungsi sebagai organ perasa. Contoh jenis cacing anggota kelas ini
adalah Lumbricus terrestris, cacing tanah (Pheretima sp.).
CONTOH GAMBAR CACING TANAH











C. Kelas Hirudinea
Anggota kelas ini banyak hidup di air laut, air tawar, dan tempat lembab. Hirudinea
umumnya disebut sebagai lintah. Tubuhnya pipih (dorsiventral), mempunyai 1 prostomium
dan 32 segmen tubuh, dan mempunyai dua alat pengisap pada kedua ujung tubuhnya.
Alat pengisap atas berdekatan dengan mulut, dan alat pengisap bawah berdekatan dengan
anus. Cacing ini menghasilkan zat hirudin sebagai zat anti koagulan, yaitu zat untuk
mencegah darah inang agar tidak cepat membeku di dalam rongga tubuhnya. Contoh
anggota kelas ini adalah Hirudo medicinalis dan Hirudinaria javanica.

4. PERANAN ANNELIDA DALAM KEHIDUPAN
Annelida dalam kehidupan manusia dapat menguntungkan antara lain: beberapa jenis Annelida dapat
dimakan yaitu : Eunice viridis (cacing palolo) dan Lysidice (cacing wawo). Selain itu cacing tanah dapat
menggemburkan tanah dan membuat lubang-lubang di tanah sehingga terjadi aerasi. Dengan demikian
oksigen dapat masuk ke dalam tanah. Cacing tanah dapat pula menghancurkan sampah sehingga dapat
membantu pengembalian mineral dalam ekosistem tanah.
Selain itu cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai makanan ikan, bahkan sekarang cacing tanah
digunakan sebagai obat dan untuk meningkatkan vitalitas tubuh. Hirudinea medicinalis dapat
menghasilkan zat hirudin yang berguna untuk zat anti koagulasi (anti pembekuan darah). Sedangan
kelompok Annelida yang merugikan yaitu pacet yang dapat menghisap darah manusia atau vertebrata
lainnya.



E.MOLUSSCA
1.CIRI CIRI MOLLUSCA
Merupakan hewan multiselular yang tidak mempunyai tulang belakang.
Habitatnya di ait maupun darat
Merupakan hewan triploblastik selomata.
Struktur tubuhnya simetri bilateral.
Tubuh terdiri dari kaki, massa viseral, dan mantel.
Memiliki sistem syaraf berupa cincin syaraf
Organ ekskresi berupa nefridia
Memiliki radula (lidah bergigi)
Hidup secara heterotrof
Reproduksi secara seksual

2.REPRODUKSI MOLLUSCA
Mollusca bereproduksi secara seksual dan masing-masing organ seksual saling terpisah pada
individu lain.Fertilisasi dilakukan secara internal dan eksternal untuk menghasilkan telur.Telur
berkembang menjadi larva dan berkembang lagi menjadi individu dewasa.
3.KLASIFIKASI MOLLUSCA
A. Kelas Amphineura
Hewan ini memiliki tubuh simetri bilateral, dengan satu atau beberapa lembaran atau
keping cangkang (plate atau valva) atau tanpa valva yang merupakan eksoske
leton. Mempunyai beberapa insang di dalam rongga mantelnya. Perhatikan Gambar 1.
Anggota kelas ini hidup di laut (sekitar pantai), menempel pada batu-batu menggunakan
kaki perutnya. Contoh anggota kelas ini adalah Chiton sp., dan Neopilina sp.



CONTOH GAMBAR CHITON MACNIFUS


B. Kelas Scaphopoda
Anggota kelas ini hidup di laut pada pantai berlumpur. Tubuhnya simetri bilateral,
dilindungi oleh cangkang tubular (seperti taring atau terompet) yang terbuka di kedua
ujungnya. Kakinya kecil dan berguna untuk menggali liang. Kepalanya memiliki beberapa
tentakel, tidak memiliki insang. Contoh jenisnya adalah Dentalium sp. (Gambar 2).


d. Kelas Cephalopoda

Cephalopoda merupakan kelas Mollusca yang sudah maju, mempunyai endoskeleton,
eksoskeleton, atau tanpa keduanya, tubuhnya simetri bilateral, pada kepalanya terdapat
lengan-lengan yang mempunyai sucker (batil penghisap). Cephalopoda berarti hewan
yang mempunyai kaki di kepala. Tubuhnya terdiri atas kepala, leher, badan. Kepala
Cephalopoda dilengkapi 1 pasang mata dan 8 buah tentakel atau 10 buah (2 tentakel dan 8
lengan) yang berfungsi untuk menangkap mangsa. Contoh anggota kelas ini
adalah Nautilus sp., Cumi-cumi (Loligo indica), sotong (Sepia officinalis) dan gurita
(Octopus). Perhatikan Gambar 3 CONTOH NAUTILUS BELAUENSIS



4.PERAN MOLLUSCA PADA KEHIDUPAN
Beberapa mollusca sangat berperan dan menimbulkan dampak yang menguntungkan ataupun
bersifat merugikan bagi kehidupan manusia.
a. Yang menguntungkan
1. Cumi-cumi, siput, tiram, kerang dan sotong merupakan sumber protein hewani yang cukup
tinggi selain enak rasanya
2. Cangkang dari berbagai mollusca dijadikan bahan industry dan hiasan karen banyak yang
berwarna sangat indah.
3. Mutiara yaitu permata yang dihasilkan sejenis kerang dan merupakan komoditas ekspor non
migas yang cukup penting terutama bagi Negara kita.

b. Yang merugikan
1. Teredo navalis, merusak kerang-kerang piaran dan bangunan kapal
2. Lymnea javanica sebagai inang perantara berbagai cacing fasciola hepatica

F.ARTHROPODA
1.ciri ciri arthropoda
Ciri-ciri umum filum Arthropoda adalah sebagai berikut :
1. Tubuh terbagi atau ruas-ruas (segmen), yang biasanya terkelompok menjadi dua atau tiga daerah
yang nyata.
2. Terdapat pasangan-pasangan juluran yang beruas-ruas.
3. Tubuhnya simetris bilateral.
4. Bagian luar tubuh terdiri dari eksoskelet (kerangka luar) mengandung khitin, yang dapat
mengelupas apabila tubuhnya berkembang.
5. Sistem alat pencernaan berupa saluran tubular (kurang lebih lurus), ada mulut dan anus.
6. Sistem peredaran darah terbuka, satu-satunya buluh darah yang ada berupa saluran lurus
terletak di atas saluran pencernaan, yang di daerah abdomen mempunyai lubang-lubang di sebelah
lateral.
7. Rongga tubuh berisi darah, disebut hemosul.
8. Sistem syaraf terdiri dari ganglion anterior yang merupkan otak terletak di atas saluran
pencernaan, sepasang syaraf yang menghubungkan otak dengan syaraf sebelah ventral, serta
pasangan-pasangan ganglion ventral yang dihubungkan satu dengan yang lain oleh urat syaraf
ventral, berjalan sepanjang tubuh dari depan ke belakang di bawah saluran pencernaan.
9. Urat-urat dagingnya bergaris melintang.
10. Sistem pengeluaran (ekskresi) berupa saluran-saluran Malphigi yang bermuara di saluran
pencernaan, limbah dikeluarkan melalui anus.
11. Respirasi berlangsung memakai insang, trakhea dan spirakel.
12. Tidak mempunyai silia atau nefridia.
13. Kelamin hampir selalu terpisah.
2.CARA REPRODUKSI
Sistem reproduksi Arthropoda umumnya terjadi secara seksual.Namun ada juga yang secara
aseksual, yaitu dengan partenogenesis.
Partenogenesis adalah pembentukan individu baru tanpa melalui fertilisasi
(pembuahan).Individu yang dihasilkan bersifat steril.Organ reproduksi jantan dan betina pada
Arthropoda terpisah, masing-masing menghasilkan gamet pada individu yang berbeda sehingga
bersifat dioseus (berumah dua).Hasil fertilisasi berupa telur.
3.klasifikasi arthropoda
1. Crustacea (udang-udangan)


Memiliki dua pasang antena. Tubuh terdiri atas sefalotoraks (kepala menyatu dengan dada) dan
abdomen. Bernapas pada daerah tipis pada kutikula, namun sebagian besar bernapas dengan insang.
Jenis kela-min sudah terpisah pada individu yang berbeda. Contoh:Penaeus (udang windu), Cambarus
virilis (udang air tawar),Portunus s-exdentalus(kepiting), dan Neptunus pelagicus (rajungan).
Peranan Crustacea
Sebagai sumber protein hewani dan bernilai ekonomis tinggi
Contoh: udang, kepiting, lobster.
Sebagai sumber makanan ikan, terutama Microcrustacea yang merupakan komponen penting
pembentuk zooplankton.

2. Myriapoda (hewan berkaki banyak)




Tubuh hanya terdiri atas kepala, toraks, dan abdomen. Pada kepala terdapat sepasang mata tunggal,
sepasang alat peraba besar, dan peraba kecil yang beruas-ruas. Tiap ruas pada tubuhnya terdapat
sepasang atau dua pasang kaki. Sistem respirasinya menggunakan trakea yang bermuara pada lubang
kecil yang disebut spirakel.


Diklasifikasikan menjadi dua, yaitu Chilopoda(Scolopendra subspinipes (lipan)) dan Diplopoda(Julus
teristris (luwing)).
Peranan Myriapoda
Membantu proses penguraian sampah organik, karena kemampuannya memakan partikel-partikel
sampah (detritus) menjadi partikel yang lebih kecil. Contoh: luwing/lipan



4.PERAN ATHROPODA BAGI KEHIDUPAN
a) Menguntungkan
- Menghasilkan sesuatu yang berguna bagi manusia.
Contoh: lebah madu menghasilkan madu, kokon ulat sutera menghasilkan serat sutera.
- Membantu proses penyerbukan/polinasi tanaman. Contoh: kupu-kupu, lebah.
- Sebagai musuh alami hama tanaman. Contoh: kepik memakan kutu daun.
- Membantu proses degradasi sampah organik. Contoh: kumbang kotoran, larvanya membantu
degradasi sampah organik berupa kotoran ternak.
- Sebagai media pengobatan berbagai penyakit. Contoh: lebah hutan (Aphis mellifera) dimanfaatkan
sengatnya untuk terapi berbagai macam penyakit, dan telah terbukti dapat membantu penyembuhan
berbagai penyakit, salah satunya adalah teknik Aphiterapi, yaitu terapi menggunakan media lebah.
- Sumber protein hewani. Contoh: belalang kayu ada yang memanfaatkannya sebagai makanan.
b) Merugikan
- Sebagai vektor (agen penular) berbagai penyakit Contoh: nyamuk Anopheles sp, nyamuk Aedes
aygepti, nyamuk Culex sp, lalat tsetse, lalat tabanus, dan lalat rumah.
- Merusak tanaman budidaya Contoh: ulat/larva Lepidoptera memakan berbagai dedaunan, kumbang
kelapa memakan bagian pucuk pohon kelapa, walang sangit mengisap cairan biji padi yang masih muda.