Anda di halaman 1dari 3

Leukocytosis

Leukositosis merupakan peningkatan jumlah leukosit yang melebihi range/kisaran jumlah


normal leukosit per mikroliter. Adanya peningkatan jumlah salah satu tipe leukosit saja (misalnya
peningkatan neutrofil) sudah dapat menyebabkan leukosistosis, atau disertai juga peningkatan
jumlah komponen sel-sel leukosit yang lain. Peningkatan jumlah neutrofil sering menyebabkan
leukositosis, dibanding dengan peningkatan jummlah sel-sel yang lainnya. Derajat leukositosis
dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain respon spesies hewan terhadap stres, jenis infeksi,
resistensi hewan dan respon lokalisasi daerah keradangan. Pada dasarnya leukositosis dapat
disebabkan oleh faktor fisiologis dan patologis (Haryono, 1993).
1. Leukositosis fisiologis
Leukositosis bentuk ini disebabkan oleh proses fisiologis pada hewan dan bukan disebabkan adanya
penyakit. Perubahan leukosit pada kondisi ini berkaitan dengan meningkatnya aktivitas otot
peningkatan tekanan darah serta dilepaskanya hormon epineprin dan kortikosteroid. Leukositosis
fisiologis hanya bersifat sementara, dan keadaanya akan pulih setelah beberapa jam kemudian.
Pengaruh hormon epineprin
Pada hewan dalam kondisi istirahat, sejumlah leukosit berada marginal pool. Sekresi hormon
epineprin dari medula adrenalis, menyebabkan kontraksi pembuluh darah dan kapiler bed serta
kelenjar limfe sehingga leukosit yang berada di marginal pool akan ke sirkulai darah sehingga
menyebabkan leukositosis. Leukositosis karena pengaruh hormon ini tidak disertai munculnya
neutropil muda dalam sirkulasi tapi akan banyak dijumpai neutropil dewasa. Leukositosis karena
pengaruh hormon ini juga dapat disertai peningkatan jumlah limfosit (limfositosis).
Pengaruh hormon kortikosteroid
Pelepasan adrenocorticotropic hormone (ACTH) di kortek adrenal sebagai respon fisiologis atau
penyakit menyebabkan perubahan pada jumlah dan deferential leukosit. Perubahan yang sama pada
hewan yang diinjeksi kortikosteroid. Leukositosis jenis ini ditandai dengan neutropilia limfopenia dan
eosinopenia.
Leukositosis fisiologis biasanya dapat terjadi pada keadaan; latihan berat, ketakutan, kekuatiran,
kegaduhan, lingkungan baru, handling yang dilakukan orang baru, dan rasa sakit pada hewan. Juga
terjadi pada saat kehammilan serta partus (Haryono, 1993).
1. Leukositosis Patologis
Peningkatan jumlah leukosit disebabkan adanya suatu penyakit, dan sifat leukositosis yang terjadi
dapat bersifat reversibel atau irreversibel.
1.Leukosistosis reverrsibel
Disebabkan oleh infeksi, baik infeksi yang terjadi secara lokal ataupun secar umum. Penyakit infeksi
dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, protozoa atau riketsia. Intoksikasi endogen (uremia, diabetes
melitus dalam keadaan ketoacodosis, toksin yang dihasilkan di usus) Intoksikasi eksogen (Pb, Hg, Th,
Insektisida), protein asing (Injeksi serum, vaksinasi), endokrin (kortikosteroid, ACTH, tiroksin,
adrenalin, dan penyakit syaraf.
2. Leukositosis irreversibel, contohnya; Leukemia
Berdasarkan analisis kasus, mulai dari anamnesa dari pemilik, pemeriksaan umum dari pasien dan
didukung oleh pemeriksaan laboratorium (pemeriksaan darah dan feses) bahwa, gangguan pada
tractus gastrointestinal yang terjadi pada kucing ucyl bisa dihubungkan dari diet, yang kemudian
berlanjut pada infeksi sekunder oleh bakteri. Pathofisilogis jelasnya sebagi berikut;
b. Leukositosis dan neutrophilia
Kekebalan pada GI hospes mempunyai peran penting dalam pertahanan terhadap infeksi pada
GI. GI secara normal dalam keadaan peradangan physiologic dalam kaitan dengan kehadiran
neutrophils, makrofage, sel plasma dan Lymphosit (Boothe, 2001). Peningkatan Leukosit dan
neutrophil pada kucing Ucyl, bervariasi dari stress neutrophilia sampai neutrophilia akibat
peningkatan kebutuhan jaringan untuk proses fagositosis (peradangan) akibat adanya infeksi
sekunder bakteri. Stress menyebabkan pelepasan cortikosteroid yang akan menurunkan perlekatan
neutrophil pada dinding pembuluh darah dan emigrasi neutrophil dari darah. Neutrophilia juga
terjadi bila, kecepatan emigrasi sel lebih kecil dari kecepatan pelepasan sel dalam sumsum tulang.
Pelepasan (release) neutrophil dari sumsum tulang ini dipromosikan oleh plasma factor, yaitu;
Lukocytosis-inducing faktor (LIF), konsentrasi LIF meningkat oleh adanya bakteri dan produk toxinnya
Leukocytosis. Adanya peningkatan jumlah salah satu tipe leukosit saja (misalnya peningkatan
neutrofil) sudah dapat menyebabkan leukosistosis, atau disertai juga peningkatan jumlah komponen
sel-sel leukosit yang lain. Peningkatan jumlah neutrofil sering menyebabkan leukositosis, dibanding
dengan peningkatan jummlah sel-sel yang lainnya. Derajat leukositosis dipengaruhi oleh beberapa
faktor, antara lain respon spesies hewan terhadap stres, jenis infeksi, resistensi hewan dan respon
lokalisasi daerah keradangan. Pada dasarnya leukositosis dapat disebabkan oleh faktor fisiologis dan
patologis (Haryono, 1993).
Dari berbagai analisa kasus pada kucing Ucyl serta didukung dengan pemeriksaan darah,
dapat disimpulkan gangguan pada GI pada kucing Ucyl telah berlanjut pada infeksi/ peradangan yang
disebabkan oleh bakteri, sehingga didiagnosa bahwa kucing Ucyl menderita Gastroenteritis.

Leukositosis merupakan peningkatan jumlah leukosit yang melebihi range/kisaran jumlah normal
leukosit per mikroliter. Adanya peningkatan jumlah salah satu tipe leukosit saja sudah dapat
menyebabkan leukositosis, atau disertai jumlah komponen sel-sel leukosit yang lain. Peningkatan
jumlah neutrofil sering menyebabkan leukositois, dibanding dengan peningkatan jumlah sel-sel yang
lainnya. Derajat leukositosis dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain respon spesies hewan
terhadap stress, jenis infeksi, resistensi hewan dan respon lokalisasi daerah keradangan. Pada
dasarnya leukositosis dapat disebabkan oleh faktor fisiologis dan patologis (Hariono, 1993).
Leukositosis fisiologis. Leukositosis bentuk ini disebabkan oleh proses fisiologis pada hewan dan
bukan disebabkan oleh penyakit. Perubahan leukosit pada kondisi ini berkaitan dengan
meningkatnya aktivitas otot peningkatan tekanan darah serta dilepaskannya hormon epinephrin dan
kortikosteroid. Leukositosis fisiologis hanya bersifat sementara dan keadaannya akan pulih setelah
beberapa jam kemudian. Leukositosis fisiologis biasanya dapat terjadi pada keadaan latihan berat,
ketakutan, kekhawatiran, kegaduhan, lingkungan baru, handling yang dilakukan oleh orang baru dan
rasa sakit pada hewan. Juga terjadi saat kebuntingan dan partus (Hariono, 1993).
Neutrofilia. Peningkatan leukosit dan nutrofil pada gambaran darah kucing Icut mungkin terjadi
akibat peningkatan kebutuhan jaringan untuk proses fagositosis (peradangan) akibat adanya infeksi
sekunder bakteri. Stres juga dapat menyebabkan pelepasan kortikosteroid yang akan menurunkan
perlekatan neutrofil pada dinding pembuluh darah dan migrasi neutrofil dari darah. Neutrofilia juga
terjadi bila kecepatan migrasi sel lebih kecil daripada kecepatan pelepaan sel dalam sumsum tulang.
Pelepasan (release) neutrofil dari sumsum tulang ini dipromosikan oleh plasma faktor, yaitu
leukcocytosis-inducing factor (LIF), konsentrasi LIF meningkat oleh adanya bakteri dan produk
toksinnya. Peningkatan jumlah neutrofil ini seringkali menyebabkan lukositosis, dibandingkan
dengan peningkatan jumlah sel-sel lainnya. Derajat leukositosis dipengaruhi oleh beberapa faktor,
antara lain respon spesies terhadap stress, jenis infeksi, resistensi hewan dan respon lokalisasi
daerah keradangan. Pada dasarnya leukositosis dapat disebabkan oleh faktor fisiologis dan patologis.