Anda di halaman 1dari 8

Nama : 1.

Eusebius Aji P (21)


2. Fachrandy Irsan (22)
3. Fadila Okta P (23)
4. Fauzi Ryan P (24)
5. Febri Prawisesa (25)
6. Galih Mahardi w (26)
7. Hashinta Faadhila A (27)
8. Ifan Putra R (28)
9. Indriani Hartati (29)
10. Kusuma Andira (30)
Kelas : XI IPS 1

Pada masa pemerintahan Tsar Nicholas II (18941917), pemerintahan sangat reaksioner
dan bersifat otokratis. Akan tetapi, dalam bidang ekonomi sangat progresif, terutama
dalam bidang industri, seperti industri tekstil, pertambangan, batubara, dan besi.
Dengan industri yang maju inilah maka muncullah kaum buruh.

Pada tahun 1905 terjadi pemberontakan kaum buruh yang bertujuan untuk menuntut
perbaikan nasib dan persamaan hak. Hal ini selaras dengan semboyan mereka, yakni
sama rasa sama rasa. Di samping itu, rakyat juga menuntut adanya pemerintahan yang
liberal. Pada saat itu, Rusia mengalami kekalahan dalam perang melawan Jepang. Di
tengah-tengah situasi yang sedang kacau itu, Tsar Nicholas II masih mampu mengatasi
keadaan dengan mengambil tindakan sebagai berikut:
a. menjamin kebebasan berserikat dan berkumpul, serta kebebasan perorangan
diperluas;
b. membentuk Duma (DPR)

Namun dalam Duma itu sendiri terjadi pertentangan antara kaum Sosialis dan kaum
Liberalis. Kaum Sosialis menghendaki susunan masyarakat yang sosialis,sedangkan
kaum Liberal menghendaki adanya monarkhi konstitusional. Nicolas II bersikap keras,
dan memihak kepada kaum Sosialis sehingga Duma dibubarkan. Hal inilah yang
kemudian mendorong timbulnya revolusi.


a. Bidang Politik
1) Adanya pemerintahan Tsar Nicholas yang reaksioner. Di negara-negara lain telah
mengakui adanya hak-hak politik warga negaranya. Tsar masih saja tidak memberikan
hak-hak politik bagi warga negaranya.
2) Duma (DPR) tidak menampakkan dasar-dasar demokratis.

b. Bidang Sosial Ekonomi
1) Penghargaan tuan-tuan tanah terhadap buruh tani sangat rendah. Tanah pertanian
sebagian besar dimiliki oleh tuan tanah. Kaum tani adalah adalah buruh-buruh di tanah
pertanian sehingga mereka menuntut tanah sebagai miliknya.
2) Adanya perbedaan kehidupan antara Tsar dan para bangsawan dengan rakyat yang
sangat mencolok. Tsar bersama para bangsawan Rusia hidup dalam kemewahan,
sedangkan rakyat terutama kaum buruh dan petani hidup miskin dan menderita.
4) Kaum pengusaha dan intelektual tidak puas dengan situasi pemerintahan Tsar
Nicholas II.

c. Timbulnya Aliran-Aliran yang Menentang Tsar Nicholas II
1) Kaum Liberal (disebut kaum Kadet) menghendaki monarki konstitusional.
2) Kaum Sosialis menghendaki susunan masyarakat yang sosialis. Selain itu, kaum
Sosialis juga menuntut pemerintahan yang modern dan demokratis.


a. Revolusi Februari 1917

Revolusi ini dimulai dari Petrograd (sekarang Leningrad) dengan demonstrasi
yang menuntut bahan makanan, kemudian diikuti dengan pemogokan di
perusahaan-perusahaan. Revolusi yang digerakan oleh kaum Kadet,
Menshewiki, dan Bolshewiki ini kemudian berhasil menggulingkan Tsar
Nicholas II. Tampuk pemerintahan dikendalikan oleh kaum Kadet dengan
bentuk pemerintahan sementara.

Akan tetapi, kaum Kadet tidak segera mengadakan perubahan-perubahan
seperti yang dituntut oleh rakyat. Kaum Menshewiki di bawah pimpinan
Karensky kemudian menggulingkan kaum Kadet dan memegang tampuk
pemerintahan. Program kaum Menshewiki pertama-tama ialah menjunjung
kembali kehormatan Rusia di mata dunia internasional (karena kekalahan-
kekalahan Rusia dalam peperangan), setelah itu baru mengadakan
perubahan pemerintahan dalam negeri. Serangan besar-besaran terhadap
Jerman (dalam Perang Dunia I) segera dilangsungkan, namun gagal. Hal
inilah mengakibatkan hilangnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan
Menshewiki. Kesempatan ini digunakan dengan sebaik-baiknya oleh kaum
Bolshewiki untuk menyusun kekuatan guna merebut pemerintahan.

b. Revolusi Oktober 1917

Ketika pemerintahan Menshewiki kehilangan kepercayaan di
mata rakyat, kaum Bolshewiki segera mendekati rakyat dan
menjanjikan adanya kedamaian dan pembagian tanah. Dengan
cara ini kaum Bolshewiki mendapatkan simpati dan dukungan
dari rakyat. Kaum Bolshewiki yang semula telah mempersiapkan
diri dengan mengadakan wajib militer kepada para pekerja (yang
kemudian menjadi Pengawal Merah) di bawah pimpinan Trotsky,
siap untuk merebut kekuasaan.

Revolusi di mulai di Petrograd lagi di bawah pimpinan Lenin yang
menyerukan untuk mendirikan Republik Soviet. Angkatan Darat
dan Angkatan Laut di Petrograd memihak Lenin. Pada tanggal 25
Oktober 1917 pemerintah Menshewiki di bawah pimpinan
Kerensky berhasil digulingkan. Kaum Bolshewiki akhirnya
berhasil memegang tampuk pemerintahan baru di Rusia.

a. Bidang Pemerintahan
1) Dihapusnya pemerintahan Tsar Nicholas II yang reaksioner.
2) Rusia menjadi negara Serikat yang berbentuk Republik dengan
nama USSR dengan Moskow sebagai ibukotanya.

b. Bidang Ekonomi
1) Pertanian dan perindustrian dinasionalisasi. Tanah pertanian
sebagian diselenggarakan oleh pemerintah dan sebagian
dijadikan pertanian kolektif.
2) Kantor-kantor, pabrik-pabrik, bank-bank, dan jalan-jalan
kereta api dinasionalisasi.

c. Bidang Ideologi
Kemenangan kaum Bolshewiki menyebabkan paham komunis
menyebar ke seluruh dunia.

Setelah kaum Menshewiki berhasil digulingkan, Lenin sebagai pemimpin kaum
Bolshewiki, memegang pucuk pemerintahan di Rusia. Tindakan-tindakan Lenin,
lebih lanjut adalah sebagai berikut :

a. Dalam Bidang Pemerintahan
1) Merubah negerinya menjadi diktator militer.
2) Membentuk Undang-Undang Dasar (UUD) baru. Berdasarkan UUD baru ini
bentuk negara Rusia adalah negara serikat dengan nama Republik Sosialis Uni
Soviet atau Union of Soviet Sosialis Republics (USSR) yang terdiri atas Belarusia,
Ukraina, Armenia, Azerbaijan, dan Rusia (terbentuk pada tanggal 30 Desember
1922).

b. Dalam Bidang Ekonomi
1) Menasionalisasi tanah-tanah bangsawan, industri-industri besar bank-bank
dan jalan kereta api.
2) Menciptakan New Economical Policy (NEP) di mana hasil bumi dapat dijual
dengan bebas.

c. Dalam Bidang Ideologi
Rusia membentuk Comintern (perkumpulan komunis internasional), untuk
menyebarkan paham komunis ke seluruh dunia.

Beri Nilai