Anda di halaman 1dari 21

Ny.

S 58 Tahun
Post Trabekulektomi e.c Glaukoma
Primer Sudut Terbuka
Identitas Pasien
Nama : Ny. S
JK/Usia : Perempuan /58 tahun
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Alamat : Kec. Purwajati Kab. Banyumas
Keluhan Utama : Penglihatan kabur
Anamnesia :
Pasien seorang perempuan berusia 58 tahun datang ke
Poli Mata Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto pada
tanggal 4 Maret 2014 untuk kontrol mata post operasi
glaukoma pada mata kiri 1 hari yang lalu. Sebelum operasi
pasien mengeluhkan mata kiri pandangan kabur dan terasa
pegal. Pasien juga mengeluhkan matanya berwarna merah,
sering keluar air mata, kepala pusing dan silau saat melihat
cahaya.
Keluhan itu dirasakan pasien kurang lebih sejak 1 tahun yang
lalu sebelum operasi. Sehari setelah operasi pandangan mata
sebelah kiri masih kabur dan masih terasa pegal, mata kiri
masih berwarna merah
Aktivitas yang memperberat keluhan yang dirasakan pasien
adalah apabila keluar rumah dan melihat sinar matahari,
maka untuk mengurangi keluhan, pasien meminum obat dan
menggunakan obat tetes mata dari dokter. Kurang lebih 3
tahun yang lalu pasien juga menjalani operasi pada mata
kanan dengan keluhan yang sama. Untuk mata kanan pasien
hanya mengeluhkan pandangan kabur, lebih kabur
dibandingkan mata sebelah kiri. Pasien mempunyai riwayat
penyakit jantung. Pasien menyangkal ada keluarga dengan
keluhan yang sama, baik pada mata ataupun pada
jantungnya.

Oculus Dextra Oculus Sinistra
Visus 1/~ 4/60
Visus dgn
Kacamata Sendiri
- -
Visus Koreksi - -
Bola Mata Eksoftalmus (-), gerak (n) Eksoftalmus (-), gerak <
Silia Madarosis (-), trikiasis (-) Madarosis (-), trikiasis
(-)
Palpebra Superior Edem (-), hiperemis (-),
tumor (-)
Edem (-), hiperemis (-).
tumor (-)
Palpebra Inferior Edem (-), hiperemis (-),
tumor (-)
Edem (-), hiperemis (-),
tumor (-)
Konjungtiva
Palpebra
Edem (-), hiperemis (-),
secret (-)
Edem (-), hiperemis (-),
secret (-)
Konjungtiva
Bulbi
Edem (-), hiperemis (-),
secret (-)
Edem (-), hiperemis (-),
secret (-)
Sklera Ikterik (-). Hiperemis (-),
injeksi siliaris (-)
Ikterik (-), hiperemis
(+), injeksi siliaris (+)
Kornea Jernih (-), sikatrik (-) Jernih (-), sikatrik (-)
Bilik Mata Depan Kedalaman (n), hifema (-
), hipopion (-)
Kedalaman (n), hifema
(-), hipopion (-)
Iris Regular, sinekia (-) Regule, sinekia (-)
Pupil Bulat, anisokor D 4mm,
RC (-)
Bulat, anisokor D 2mm,
RC (+)
Lensa Jernih (+), iris shadow (-) Jernih (+), iris shadow
(-)
Reflek Fundus - -
Korpus Vitreus - -
Tekanan
Intraokuli
T (dig) n T (dig) n
Sistem Kanalis
Lakrmalis
Edem (-), nyeri (-),
hiperemis (-)
Edem (-), nyeri (-)
hiperemis (-)
Status Oftalmologik

Ringkasan Ax:
Anamnesis
Pasien seorang perempuan berusia 58 tahun
Keluhan utama adalah pandangan mata sebelah kiri
kabur dan mata terasa pegal, post operasi glaukoma 1
hari yang lalu
Keluhan tambahan adalah mata masih merah
Pemeriksaan Fisik
KU/Kes : baik/CM
Tanda Vital : TD 140/90 mmHg
N 76 x/m
R 20 x/m
S 36,4
0
C


Status Oftalmologi
Visus OS: 4/60 nc
TIO OS: T (dig) n
Px. Gonioskopi OS: Normal (semua terkena cahaya)
Lapang pandang OS: menyempit

Diagnosis Kerja
OS Post Trabekulektomi e.c glaukoma primer
sudut terbuka

Terapi
Na diclofenac 50mg 2x1 (PO)
Klormfenikol 1% 4x2 gtt OS
Edukasi: menjelaskan mengenai glaukoma, menjelaskan
walau sudah di operasi glaukoma tidak akan sembuh
hanya apakah terkontrol atau tidak

Prognosis
Qou ad visam : ad malam (OD), dubia ad malam (OS)
Qou ad sanam : ad malam (OD), dubia ad malam (OS)
Qou ad vitam : ad bonam
Qou ad cosmeticam: ad bonam

Usulan/Rencana
Rutin kontrol ke dokter spesialis mata untuk
mengontrol tekanan intra okular


Anatomi & fisiologi
Processus siliaris berasal dari kapiler-kapiler dan vena
yang bermuara ke vena-vena korteks. Processus siliaris
dan epitel siliaris berfungsi sebagai pembentuk
aquous humor
Aquous humor adalah suatu cairan jernih yang
mengisi kamera anterior dan posterior mata
Aquous humor mengalir dr processus siliaris COP
pupil COA sudut iridokornealis
trabekula meshwork kanalis schlemm kanalis
kolektor V.episklera V. optalmika sinus
kavernosus V.jugularis
Aquous humor berperan sebagai pembawa zat
makanan dan oksigen untuk organ di dalam mata yang
tidak berpembuluh darah yaitu lensa dan kornea
Adanya cairan tersebut akan mempertahankan bentuk
mata dan menimbulkan tekanan dalam bola mata
(TIO). Untuk mempertahankan keseimbangan
tekanan di dalam mata dalam batas normal (10-24
mmHg)
Definisi
Glaukoma merupakan kelainan neuropatik optik yang
ditandai dengan penurunan lapang pandang dan
atrofi papil N.II dengan peningkatan intraocular
sebagai faktor risiko.

Epidemiologi
Di seluruh dunia glaukoma dianggap sebagai
penyebab kebutaan yang teringgi. Terjadi pada orang
yang berusia lebih dari 40 tahun

Etiologi
Penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan
intraokular ini disebabkan oleh:
Bertambahnya produksi aquous humor oleh processus
siliaris
Hambatan aliran aquous humor di daerah sudut bilik
mata atau celah pupil
Glaukoma dapat timbul akibat penyakit atau kelainan
dalam mata
Glaukoma dapat diakibatkan penyakit lain dalam
tubuh
Glaukoma dapat disebabkan efek samping obat,
misalnya steroid

Faktor Risiko
Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan
glaukoma, antara lain:
Tekanan darah tinggi atau rendah
Autoimun
Degenerasi primer sel ganglion
Usia di atas 45 tahun
Riwayat glaukoma dalam keluarga
Miopi atau hipermetropi
Pasca bedah dengan hifema atau infeksi


Klasifikasi
Klasifikasi glaukoma menurut Vaughan yaitu:
Glaukoma primer
Glaukoma dengan etiologi tidak pasti, dimana
tidak terdapat kelainan yang merupakan penyebab
glaukoma
Glaukoma sekunder
Glaukoma sekunder merupakan glaukoma yang
diketahui penyebab yang menimbulkannya

Glaukoma kongenital
Glaukoma kongenital adalah glaukoma akibat
penyumbatan pengaliran keluar cairan mata oleh jaringan
sudut bilik mata yang terjadi oleh adanya kelainan
kongenital. Dapat didiagnosis pada 6 bulan pertama.
Gejala paling dini adalah epifora

Glaukoma absolut
Glaukoma absolut merupakan stadium akhir
glaukoma, dimana sudah terjadi kebutaan total. Mata
akan terasa keras dan nyeri
Patofisiologi
Glaukoma Sudut Tertutup
Aliran aquous humor dari bilik posterior ke anterior
tidak secara kontinu tetapi secara pulsatif. Peningkatan
resistensi dari aliran keluar pupil mengakibatkan
peningkatan tekanan pada bilik posterior, iris menggembung
ke arah anterior pada pangkalnya dan menekan trabekular
meshwork
Glaukoma Sudut Terbuka
Glaukoma sudut terbuka merupakan proses
degeneratif di jalinan trabekular, termasuk pengendapan
bahan ekstrasel di trabekular dan di lapisan endotel kanalis
schlemm. Sehingga terjadi penurunan drainase aquous
humor. Sudut kamera anterior terbuka.
Pemeriksaan Penunjang
Ketajaman Penglihatan
Glaukoma sudut terbuka kerusakan saraf dimulai
dari tepi lapang pandang dan lambat laun meluas
ketengah.
Tonometri
Tonometri schotz adalah yang sering digunakan.
Tekanan bola mata juga dapat dilakukan tanpa alat,
disebut dengan tonometri digital. Dasar
pemeriksaannya adalah dengan merasakan lenturan
bola mata, dilakukan penekanan bergantian dengan
kedua jari tangan.

Gonioskopi
Cara untuk menilai lebar sempitnya sudut bilik mata
depan. Dengan demikian dapat dibedakan glaukoma sudut
terbuka atau sudut tertutup. Juga dapat dilihat apakah ada
perlekatan iris bagin perifer.
Oftalmoskopi
Untuk melihat penggaungan saraf optikus, atrofi araf
optikus, diskus optikus dan mengukur rasio cekungan diskus.
Cup Disc Ratio (CDR) yang melebihi 0,5 menunjukkan
peningkatan tekanan intraocular yang signifikan.
Kampimetri
Pemeriksaan yang sederhana dapat dilakukan dengan
test konvontrasi, dimana pada jarak 0,5 meter pasien dan
pemeriksa saling berhadapan dan pemeriksa menggerakkan
tangannya dari dalam ke luar. Sedangkan mata pasien dan
pemeriksa saling berhadapan dan mata sebelahnya diutup.
Pasien memperhatikan kapan gerak tangan itu mulai tidak
terlihat. Pemeriksa harus dalam kondisi mata normal.

Penatalaksanaan
Medikamentosa
Parasimpatomimetik: miotikum (meningkatkan outflow)
Pilokarpin 2-4 %, 3-6 kali 1 tetes sehari
Eserin 0,25-0,5 %, 3-6 kali 1 tetes sehari
Simpatomimetik: mengurangi produksi aquous humor
Contoh: epinefrin 0,5 2 %, 2 kali 1 tetes sehari
Adrenergik antagonis: menghambat produksi aquous
humor
Contoh: timolol maleat 0,25-0,5% 2 kali 1-2 tetes
sehari
Karbonik anhydrase inhibitor: mengurangi pembentukan
humor
Contoh: asetazolamid 250mg 4 x 1 tabet

Laser
Laser diakukan jika obat tetes mata tidak
menghentikan kerusakan penglihatan. Bedah laser pada
glaukoma sudut terbuka yaitu dengan argon laser
trabekuloplasti. Dengan melakukan laser ditempat itu maka
sebagian trabekulum akan mengkerut yang akan menarik
dan membukanya sehingga cairan mata mudah mengalir
keluar
Trabekulektomi
Trabekulektomi dilakukan jika tetes mata dan
penanganan dengan laser gagal untuk dapat mengontrol
tekanan bola mata. Sebuah saluran dibuat untuk
memungkinkan cairan mata mengalir keluar. Tindakan ini
dapat menyelamatkan sisa penglihatan yang ada tapi tidak
memperbaiki pandangan. Bedah trabekulektomi ini
dilakukan dengan membuat katup sklera sehingga cairan
mata keluar dan masuk dibawah konjungtiva.

Prognosis
Tanpa pengobatan, glaukoma dapat
mengakibatkan kebutaan total. Apabila proses penyakit
terdeteksi dini sebagian besar pasien glaukoma dapat
ditangani dengan baik. Pada glaukoma kongenital untuk
kasus yang tidak di obati, kebutaan timbul dini. Mata
mengalami peregangan dan bahkan dapat rupture hanya
karena trauma ringan.