Anda di halaman 1dari 11

http://tajwidahmanshur.blogspot.com/2012/03/tartib-al-suwar.

html
Tartib al Suwar
BAB I
Pendahuluan
Al Quran adalah kitab suci yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW yang mengandung
petunjuk bagi umat manusia. Al Quran diturunkan untuk menjadi pegangan bagi mereka yang ingin
mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Tidak diturunkan hanya untuk umat atau suatu umat masa
tertentu, tetapi untuk seluruh umat manusia dan berlaku sepanjang masa. Karena semua itulah, Al
Quran al karim merupakan objek perhatian dari Rasulullah SAW., para sahabat dan ulama salaf
maupun khalaf sampai saat ini.
Al Quran terbagi atas beberapa surat dan didalam surat terdiri dari beberapa ayat. Pembagian Al
Quran ke dalam surat-surat memberikan kemudahan untuk mempelajari, mengkaji, bahkan
menghafalkan Al Quran bagi manusia. Surat menguraikan secara rinci menurut problem-problem
sejenis sehingga pengertian menjadi runtut.
Surat merupakan benteng dan penjagaan bagi Nabi Muhammad Saw. Al-Quran dan agama Islam dari
segi keberadaannya sebagai mukjizat yang melemahkan setiap yang sombong.

BAB II
Pengertian Surat

Suwar adalah kata jamak dari kata surah. Surat memiliki beberapa arti dan makna,
secara etimologi, dikatakan oleh al-Qamus: Kata al-surat bararti ( ) yaitu, posisi. Dan ada juga
makna lainnya yaitu : ( ( artinya kemuliaan dan juga kedudukan.Sedangkan secara terminologi,
:
Artinya: surat berarti sekumpulan / sekelompok ayat-ayat al-quran yang mandiri yang memiliki
permulaan dan penghabisan.
Pendapat lain mengatakan, surah berasal dari bahasa Ibranishurah, baris, yang dipakai untuk bata
dalam tembok dan untuk cabang tanaman yang merambat. Hal itu diambil dari makna tembok yang
membatasi suatu kota . Dari arti tersebut bisa disimpulkan, bahwa maknanya adalah serangkaian
bacaan atau bab, meskipun agak dipaksakan. Lagi pula arti tersebut tidak memberikan makna
sebagaimana kata surat yang terdapatdidalam Al Quran.
Dalam surat Yunus dan surat Hud disebutkan;
Pr& tbq9q)t m1utI$# ( @% (#q?'s;ouq/ &#ViB (#q$#ur `tBOFstG
$# `iB br !$# b) LY. t%|

Atau (patutkah) mereka mengatakan "Muhammad membuat-buatnya." Katakanlah: "(Kalau benar
yang kamu katakan itu), Maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-
siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar."(QS :
Yunus 38)
Pr& cq9q)t m1utI$# ( @% (#q?'sy/ 9uq &#ViB ;MtutIB(#q$#
ur `tB OFstG$# `iB br !$#b) OFZ. t%|
Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu", Katakanlah: "(Kalau
demikian), Maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan
panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-
orang yang benar."(QS : Hud 13)
Serta surat Al Ankabut disebutkan;
@% (#q?'s 5=tG3/ `iB Z !$# uqd3ydr& !$yJk]B m7?r& b) OFZ2
%|
Katakanlah: "Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih (dapat) memberi
petunjuk daripada keduanya (Taurat dan Al Quran) niscaya aku mengikutinya, jika kamu sungguh
orang-orang yang benar."(QS : Al Ankabut 49)
Dalam ketiga ayat tersebut bisa kita tarik kesimpulan, bahwa kata surat berasal dari bahasa
Suriah surta, yang mengandung arti tulisan, teks kitab suci, dan bahkan kitab suci.
Pengertian surat secara etimologi sangatlah banyak, disini kami (pemakalah) lebih cenderung pada
pegertian yang berasal dari bahasa Suriah, yang mengambil kesimpulan dari beberapa ayat Al Quran.
Teori Tentang Nama-Nama Surat
Didalam Al-Quran ada sejumlah 35 surat yang dinamai dengan nama-nama yang tiada tersebut
perkataan yang dijadikan nama itu di permulaan surat, seperti surah Al-Baqarah. Perkataan al-
Baqarah ( sapi betina ) disebut sesudah 65 ayat berlalu dari permulaannya.Surat AliImran demikian
juga, yakni terdapat sebutan AliImran sesudah 32 ayat. Dalam Surat An Nisa terdapat beberapa kali
perkataan An Nisa. Adapun demikian dengan Al Maidah, sesudah 110 ayat berlalu barulah kita
berjumpa lafadz itu akan tetapai jika diperiksa berulang-ulang, terdapatlah bahwa kata-kata yang
menjadi nama itu walaupun tidak terletak di permulaan surat pada pembacaan, namun ia
dipermulaan surat pada turunnya.
Jumlah surat ada 114. Yang pertama dikenal sebagai Fatihah, Pembukaan , adalah doa pendek. Al
Fatihah sendiri mempunyai beberapa nama lain, diantaranya adalah Asy Syafiyah (penyembuh), Ar
Ruqyah (mantra), Al Asas (asas dan dasar), Al Waqiyah (pemelihara), Al Kanz (bekal), Ad Dua (doa),
As Syukr (syukur), Al Hamid (pujian), Ash Sholat (permohonan), Al Wafiyah (yang amat sempurna), As
Sabul Matsany, Al Quran Al Adzim, Al Kafiah (memadai), Ummul Quran, Ummul Kitab dan lain
sebagainya.
Setiap surah mempunyai nama atau judul. Umumnya, nama tidak mengacu kepada pokok bahasan
surat, melainkan yang menonjol dari surah itu. Misalnya saja surat An-Nahl yang berarti lebah, tetapi
lebah baru disebut pada ayat : 68-70, yaitu sesudah lebih dari separohnya; ini satu-satunya bacaan
dalam Quran yang berbicara tentang lebah. Begitupula, surah As Syuaraa yang berarti para penyair;
tetapi satu-satunya tempat yang menyebut penyair adalah ayat 224, pada bagian akhir surat.
Teori penamaan surat-surat tersebut berdasarkan tauqifidan juga ijtihadi. Tauqifi yakni ditangani
langsung oleh nabi. Berdasarkan dari hadits-hadits nabi seperti, hadis sahih yang menyatakan bahwa
Rasulullah membaca surah Araf dalam shalat Marghrib dan dalam shalat Shubuh, hari Jumat
membaca surah as-Sajadah, juga membaca surah Qaf pada waktu khutbah, surah Jumuah dan surah
Munafiqun dalam shalat Jumat. Hadits tersebut telah menyebutkan beberapa nama surat dari Al
Quran, yang kemudian nama-nama tersebut dijadikan nama-nama surat didalam Al
Quran. Ijtihadi yakni ditangani oleh para sahabat. Karena keterbatasan hadits-hadits nabi yang tidak
menyebutkan semua nama-nama surat, maka nama surat diperkenalkan oleh cendikiawan atau
penyunting di kemudian hari untuk memudahkan pengacuan.
Kelompok-Kelompok Surat
Para Sahabat mengelompokkan surat-surat Al-Quran menjadi 4 bagian, masing-masing kelompok itu
disebut dengan istilah khusus, yaitu: As-Sabut Thiwal, Al-Miun, Al- Matsani, dan Al-
Mufashshal.
As Sabut Thiwal terdiri dari tujuh surat panjang, yaitual-baqarah, ali imran, an-nisa, al-maidah, al-
anam, dan al-araf. Inilah ke-enam yang pertama, sedang yang ke-tujuh ulama berbada pendapat;
1. Pendapat yang pertama, surat Al Anfal dan Al Baraah menjadi sekaligus, karna tidak adanya
pemisahan antara ke-duanya dengan basmallah. Sesuai yang diriwayatkan oleh Ibnu Asytah
dari Ismail bin Abbas dari Hibban bin Yahya dari Abu Muhammad al-Qurasyiy, ia berkata :

Artinya: Ustman memerintahkan kepada para sahabat agar mengurutkan surat-surat yang panjang-
panjang. Kemudian ia menjadikan Al Anfal dan Al Taubah didalam kelompok tujuh dan surat yang
ketujuh. Dan ia tidak memisahkan antara al-Anfal dan al-Taubah dengan basmalah.
2. Pendapat yang kedua mengatakan surat ketujuh dari As Sabut Thiwal adalah surat
Yunus, karena surat Al Anfal dan Al Taubah merupakan dua surat yang berbeda, bukan satu
surat, meskipun dalam surat Al Taubah tidak terdapat pemisah suratnya yaitu basmallah.
Al Miun merupakan surat-surat yang jumlah ayatnya sekitar seratus lebih, yaitu surat Yusuf, Hud,
Yusuf, An Nahl, Al Kahfi, Al Isra, Al Anbiya, Thaha, Al Mukminun, Asy Syuara, dan Ash Shaffat.
Al Matsany merupakan surat-surat yang jumlah ayatnya dibawah kelompok Al Miun.Af Farra
mengatakan bahwa Al Matsani adalah surat-surat yang jumlah suratnya kurang dari seratus ayat.
Karena ia diulang-ulang, lebih dari diulang-ulangnya kelompok As Sabut Thiwal dan Al
Miun. Diantaranya surat Al Ahzab, Al Hajj, Al Qashash, Tha Sin, Al Furqan, Al Hijr, Al Radu, Saba, Al
Mujadalah, Al Zukhruf, Al Hijr dan lain sebagainya.
Al Mufashshal merupakan surat-surat yang ada pada bagian akhir Al Quran. Diantaranya Al
Rahman, Al Najm, Al Muzammil, Al Dzariyat, Al Balad, Al Ghosyiyah, Al Waqiah, Al Lail, Al Qiyamah,
Al Buruj dan lain sebagainya. Disebut Mufashshal karena banyaknya pemisah antara surat-suratnya
dengan basmallah. Ada yang mengatakan karena adanya mansukh didalamnya. Oleh karena itu
Mufashshal disebut juga dengan Al Muhkam, sebagaimana riwayat Al Bukhari dari Said bin Zubair,
katanya: sesungguhya yang kalian sebut sebagai Al Mufashshil itu tidak lain adalah Al Muhkam.
Al Mufashshal dikelompokkan lagi menjadi tiga kelompok, yaitu; Thiwal, Ausath, Qishar. Yang
masuk kelompokThiwal adalah dari surat Al Hujurat sampai surat Al Buruj. Yang masuk
kelompok Ausath adalah dari surat Al Thariq sampai surat Al Bayyinah. Dan yang masuk
kelompok Qishar adalah dari surat Al Zalzalah sampai akhir Alquran.
Sistematika Penyusunan Surat dan Argumennya
Dikalangan ulama terdapat tiga pendapat dalam permasalahan sistematika penyusunan surat-surat
Al Quran, yaitu:
1. Kelompok Pertama berpendapat, bahwa tertib surat itu tauqifi dan ditangani langsung oleh Nabi
yang diberitahukan Jibril atas perintah Allah Swt. Seperti yang ada ditangan kita sekarang ini, yaitu
tertib mushaf Ustmani. Tak ada seorang sahabat pun yang menentangnya
Kelompok ini berdalil bahwa Rasulullah telah membaca beberapa surat secara tertib di dalam
shalatnya. Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan, bahwa Nabi pernah membaca beberapa
suratMufashshal (surat-surat pendek) dalam satu rakaat. Al Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Masud
katanya, surat Bani Israil, Al Kahfi, Maryam, Thaha, dan Al Anbiya termasuk yang diturunkan di
Makkah dan yang pertama-tama aku pelajari. Kemudian ia menyebutkan surat-surat itu secara
berurutan sebagaimana tertib susunan sekarang ini.
2. Kelompok kedua berpendapat, bahwa tertib surat itu berdasarkan ijtihad para sahabat,
mengingat adanya perbedaan tertib surat dalam mushaf-mushaf mereka. Seperti mushaf sahabat Ali
yang disusun menurut urutan turunnya (masanya), maka mushafnya dimulai dari urat Al Alaq, Al
Muddatsir, Tabbat, At Takwir, dan seterusnya. Mushaf sahabat Ibnu Masud yang dimulai dengan Al
Baqarah, Al Nisa, Ali Imran, dan seterusnya. Dan juga mushaf sahabad Ubay bin Kaab yang dimulai
dengan Al Fatihah, Al Baqarah, Al Nisa, Ali Imran, dan seterusnya
3. Kelompok terakhir berpendapat, bahwa sebagian surat itu tertibnya tauqifi dan sebagian lainnya
berdasarkan ijtihad para sahabat, hal ini karena terdapat dalil yang menunjukkan tertib sebagian
surat pada masa Nabi. Misalnya, keterangan yang menunjukkan tertib as sabut thiwal, dan al
mufashshalpada masa hidup Rasulullah.
Abu Bakar Al Anbari juga membela pendapat ini, ia berkata: Allah SWT. menurunkan Al quran ke
langit dunia, kemudian menurunkannya secara bertahap selama dua puluh tahun lebih. Suatu surat
turun karena suatu peristiwa. Jibril membimbing Nabi saw. dimana letak surat, ayat atau huruf yang
semestinya. Semuanya dari Nabi saw.. Karena itu siapa yang mendahulukan suatu surat ( yang
seharusnya diakhirkan ) ataupun mengakhirkan suatu surat ( yang semestinya didahulukan ), berarti
telah merusak urutan Al-Quran.
Dibawah ini adalah tabel tartib al suwar berdasarkan mushaf Ali, yang yang disusun berdasarkan
turunnya wahyu dan mushaf Utsmani, yang disusun berdasarkan tauqifi:

Mushaf Utsmani Mushaf Ali bin Abi Thalib
No.
Surat Nama Surat
Jumlah
Ayat
Tempat
Turun
Urutan
Turun
No.
Surat Nama Surat
Tempat
Turun
1 Al-Faatihah 7 Makkiyah 1 96 Al-'Alaq Makkiyah
2 Al-Baqarah 286 Madaniyah 2 68 Al-Qalam Makkiyah
3 Ali 'Imran 200 Madaniyah 3 73 Al-Muzzammil Makkiyah
4 An-Nisaa' 176 Madaniyah 4 74 Al-Muddatstsir Makkiyah
5 Al-Maa-idah 120 Madaniyah 5 1 Al-Faatihah Makkiyah
6 Al-An'am 165 Makkiyah 6 111 Al-lahab Makkiyah
7 Al-A'raaf 206 Makkiyah 7 81 At-Takwiir Makkiyah
8 Al-Anfaal 75 Madaniyah 8 87 Al-A'laa Makkiyah
9 At-Taubah 129 Madaniyah 9 92 Al-Lail Makkiyah
10 Yunus 109 Makkiyah 10 89 Al-Fajr Makkiyah
11 Huud 123 Makkiyah 11 93 Adh-Duhaa Makkiyah
12 Yusuf 111 Makkiyah 12 94 Al-insyirah Makkiyah
13 Ar-Ra'du 43 Makkiyah 13 103 Al-'Ashr Makkiyah
14 Ibrahim 52 Makkiyah 14 100 Al-'Aadiyaat Makkiyah
15 Al-Hijr 99 Makkiyah 15 108 Al-Kautsar Makkiyah
16 An-Nahl 128 Makkiyah 16 102 At-Takaatsur Makkiyah
17 Al-Israa' 111 Makkiyah 17 107 Al-Maa'uun Makkiyah
18 Al-Kahfi 110 Makkiyah 18 109 Al-Kaafiruun Makkiyah
19 Maryam 98 Makkiyah 19 105 Al-Fiil Makkiyah
20 Thaahaa 135 Makkiyah 20 113 Al-Falaq Makkiyah
21 Al-Anbiyaa' 112 Makkiyah 21 114 An-Naas Makkiyah
22 Al-Hajj 78 Madaniyah 22 112 Al-Ikhlas Makkiyah
23 Al-Mu'minuun 118 Makkiyah 23 53 An-Najm Makkiyah
24 An-Nuur 64 Madaniyah 24 80 Abasa Makkiyah
25 Al-Furqaan 77 Makkiyah 25 97 Al-Qadr Makkiyah
26 Asy-Syu'araa' 227 Makkiyah 26 91 Asy-Syams Makkiyah
27 An-Naml 93 Makkiyah 27 85 Al-Buruuj Makkiyah
28 Al-Qashash 88 Makkiyah 28 95 At-Tiin Makkiyah
29 Al-'Ankabuut 69 Makkiyah 29 106 Quraisy Makkiyah
30 Ar-Ruum 60 Makkiyah 30 101 Al-Qaari'ah Makkiyah
31 Luqman 34 Makkiyah 31 75 Al-Qiyaamah Makkiyah
32 As-Sajdah 30 Makkiyah 32 104 Al-Humazah Makkiyah
33 Al-Ahzab 73 Madaniyah 33 77 Al-Mursalaat Makkiyah
34 Saba ' 54 Makkiyah 34 50 Qaaf Makkiyah
35 Faathir 45 Makkiyah 35 90 Al-Balad Makkiyah
36 Yaasiin 83 Makkiyah 36 86 Ath-Thaariq Makkiyah
37 Ash-Shaaffat 182 Makkiyah 37 54 Al-Qamar Makkiyah
38 Shaad 88 Makkiyah 38 38 Shaad Makkiyah
39 Az-Zumar 75 Makkiyah 39 7 Al-A'raaf Makkiyah
40 Al-Mu'min 85 Makkiyah 40 72 Al-Jin Makkiyah
41 Fushshilat 54 Makkiyah 41 36 Yaasiin Makkiyah
42 Asy-Syuura 53 Makkiyah 42 25 Al-Furqaan Makkiyah
43 Az-Zukhruf 89 Makkiyah 43 35 Faathir Makkiyah
44 Ad-Dukhaan 59 Makkiyah 44 19 Maryam Makkiyah
45 Al-Jatsiyaah 37 Makkiyah 45 20 Thaahaa Makkiyah
46 Al-Ahqaaf 35 Makkiyah 46 56 Al-Waaqi'ah Makkiyah
47 Muhammad 38 Madaniyah 47 26 Asy-Syu'araa' Makkiyah
48 Al-Fath 29 Madaniyah 48 27 An-Naml Makkiyah
49 Al-Hujuraat 18 Madaniyah 49 28 Al-Qashash Makkiyah
50 Qaaf 45 Makkiyah 50 17 Al-Israa' Makkiyah
51 Adz-Dzariyaat 60 Makkiyah 51 10 Yunus Makkiyah
52 At-Thuur 49 Makkiyah 52 11 Huud Makkiyah
53 An-Najm 62 Makkiyah 53 12 Yusuf Makkiyah
54 Al-Qamar 55 Makkiyah 54 15 Al-Hijr Makkiyah
55 Ar-Rahmaan 78 Makkiyah 55 6 Al-An'am Makkiyah
56 Al-Waaqi'ah 96 Makkiyah 56 37 Ash-Shaaffat Makkiyah
57 Al-Hadiid 29 Madaniyah 57 31 Luqman Makkiyah
58 Al-Mujaadilah 22 Madaniyah 58 34 Saba ' Makkiyah
59 Al-Hasyr 24 Madaniyah 59 39 Az-Zumar Makkiyah
60
Al-
Mumtahanah 13 Madaniyah 60 40 Al-Mu'min Makkiyah
61 Ash-Shaff 14 Madaniyah 61 41 Fushshilat Makkiyah
62 Al-Jumu'ah 11 Madaniyah 62 42 Asy-Syuura Makkiyah
63
Al-
Munaafiquun 11 Madaniyah 63 43 Az-Zukhruf Makkiyah
64 At-Taghaabun 18 Madaniyah 64 44 Ad-Dukhaan Makkiyah
65 Ath-Thalaaq 12 Madaniyah 65 45 Al-Jatsiyaah Makkiyah
66 At-Tahriim 12 Madaniyah 66 46 Al-Ahqaaf Makkiyah
67 Al-Mulk 30 Makkiyah 67 51 Adz-Dzariyaat Makkiyah
68 Al-Qalam 52 Makkiyah 68 88 Al-Ghaasyiyah Makkiyah
69 Al-Haaqqah 52 Makkiyah 69 18 Al-Kahfi Makkiyah
70 Al-Ma'aarij 44 Makkiyah 70 16 An-Nahl Makkiyah
71 Nuh 28 Makkiyah 71 71 Nuh Makkiyah
72 Al-Jin 28 Makkiyah 72 14 Ibrahim Makkiyah
73 Al-Muzzammil 20 Makkiyah 73 21 Al-Anbiyaa' Makkiyah
74
Al-
Muddatstsir 56 Makkiyah 74 23 Al-Mu'minuun Makkiyah
75 Al-Qiyaamah 40 Makkiyah 75 32 As-Sajdah Makkiyah
76 Al-Insaan 31 Madaniyah 76 52 At-Thuur Makkiyah
77 Al-Mursalaat 50 Makkiyah 77 67 Al-Mulk Makkiyah
78 An-Naba' 40 Makkiyah 78 69 Al-Haaqqah Makkiyah
79 An-Nazi'at 46 Makkiyah 79 70 Al-Ma'aarij Makkiyah
80 Abasa 42 Makkiyah 80 78 An-Naba' Makkiyah
81 At-Takwiir 29 Makkiyah 81 79 An-Nazi'at Makkiyah
82 Al-Infithaar 19 Makkiyah 82 82 Al-Infithaar Makkiyah
83 Al-Muthaffifiin 36 Makkiyah 83 84 Al-Insyiqaaq Makkiyah
84 Al-Insyiqaaq 25 Makkiyah 84 30 Ar-Ruum Makkiyah
85 Al-Buruuj 22 Makkiyah 85 29 Al-'Ankabuut Makkiyah
86 Ath-Thaariq 17 Makkiyah 86 83 Al-Muthaffifiin Makkiyah
87 Al-A'laa 19 Makkiyah 87 2 Al-Baqarah Madaniyah
88 Al-Ghaasyiyah 26 Makkiyah 88 8 Al-Anfaal Madaniyah
89 Al-Fajr 30 Makkiyah 89 3 Ali 'Imran Madaniyah
90 Al-Balad 20 Makkiyah 90 33 Al-Ahzab Madaniyah
91 Asy-Syams 15 Makkiyah 91 60 Al-Mumtahanah Madaniyah
92 Al-Lail 21 Makkiyah 92 4 An-Nisaa' Madaniyah
93 Adh-Duhaa 11 Makkiyah 93 99 Al-Zalzalah Madaniyah
94 Al-insyirah 8 Makkiyah 94 57 Al-Hadiid Madaniyah
95 At-Tiin 8 Makkiyah 95 47 Muhammad Madaniyah
96 Al-'Alaq 19 Makkiyah 96 13 Ar-Ra'du Madaniyah
97 Al-Qadr 5 Makkiyah 97 55 Ar-Rahmaan Madaniyah
98 Al-Bayyinah 8 Madaniyah 98 76 Al-Insaan Madaniyah
99 Al-Zalzalah 8 Madaniyah 99 65 Ath-Thalaaq Madaniyah
100 Al-'Aadiyaat 11 Makkiyah 100 98 Al-Bayyinah Madaniyah
101 Al-Qaari'ah 11 Makkiyah 101 59 Al-Hasyr Madaniyah
102 At-Takaatsur 8 Makkiyah 102 24 An-Nuur Madaniyah
103 Al-'Ashr 3 Makkiyah 103 22 Al-Hajj Madaniyah
104 Al-Humazah 9 Makkiyah 104 63 Al-Munaafiquun Madaniyah
105 Al-Fiil 5 Makkiyah 105 58 Al-Mujaadilah Madaniyah
106 Quraisy 4 Makkiyah 106 49 Al-Hujuraat Madaniyah
107 Al-Maa'uun 7 Makkiyah 107 66 At-Tahriim Madaniyah
108 Al-Kautsar 3 Makkiyah 108 64 At-Taghaabun Madaniyah
109 Al-Kaafiruun 6 Makkiyah 109 61 Ash-Shaff Madaniyah
110 An-Nashr 3 Madaniyah 110 62 Al-Jumu'ah Madaniyah
111 Al-lahab 5 Makkiyah 111 48 Al-Fath Madaniyah
112 Al-Ikhlas 4 Makkiyah 112 5 Al-Maa-idah Madaniyah
113 Al-Falaq 5 Makkiyah 113 9 At-Taubah Madaniyah
114 An-Naas 6 Makkiyah 114 110 An-Nashr Madaniyah


BAB III
Penutup dan Kesimpulan
Berdasarkan Uraian tersebut diatas, maka dapatlah disimpulkan sebagai berikut:
1. Surat berarti sekumpulan atau sekelompok ayat-ayat al-quran yang mandiri yang memiliki
permulaan dan penghabisan.
2. Teori-teori nama surat berdasarkan Tauqifi, yakni dari nabi langsung yang dapat dilihat melalui
hadits-haditsnya, dan juga berdasarkan Ijtihadi, yakni berdasarkan ijtihad para sahabat.
3. Al Quran scara garis besar terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu:
a. As Sabut Thiwal: Tujuh surat yang panjang,
b. Al Miun: Sura-surat yang ayatnya lebih dari seratus,
c. Al Matsani: Surat yang jumlah ayatnya dibawah Al Miun,
d. Al Mufashshal: surat yang ayat-ayatnya pendek.
4. Para ulama berbeda pendapat terhadap Tartib Al Suwar,yaitu ada tiga kelompok, yakni:
a. Kelompok pertama berpendapat, bahwa tertib surat-surat Al Quran itu
adalah Tauqifi berdasarkan petunjuk Rasulullah dari Malikat Jibril,
b. Kelompok kedua berpendapat, bahwa tertib surat-surat Al Quran itu berdasarkan ijtihad para
sahabat,
c. Kelompok ketiga berpendapat, bahwa tertib surat-surat Al Quran itu sebagian berdasarkan
pada petunjuk Rosulullah dari Malaikat Jibril, sebagian yang lain berdasarkan atas ijtihad para
sahabat.
5. Berdasarkan dalil dan ijma ulama pendapat yang pertama lebih kuat dan dapat dipegangi.
Dimana seluruh surat-surat Al Quran itu seperti sekarang ini adalah berdasarkan petunjuk Rosulullah
SAW. dari Malaikat Jibril, dan bahkan sebagian Ulama menerangkan itu sudah menjadi ketentuan
Allah dalam Lauh Al Mahfudz.

Az Zarqani, Muhammad Abdul Adzim, Terjemah Manahil Al Irfan Fi Ulum Al Quran, Gaya
Media Pratama, 2002.
Shihab, Prof. Dr. Muhammad Quraish, M. A., Tafsir Al Quran Al Karim (Tafsir atas Surat-surat
Pendek Berdasarkan Urutan Turunnya Wahyu), Pustaka Hidayah, Desember 1997.
Al Qattan, Manna Khalil, Mabahits Fi Ulum Al Quran, Penerjemah: Drs. Mudzakir AS., Litera
Antarnusa, 2009.
Watt, W. Montgomery, Bells Introduction to the Quran, Penterjemah: Lillian D.
Tedjasudhana, Richard Bell: Pengantar Quran, INIS, 1998.
Ash-Shiddieqy, Prof. Dr. T. M. Hasbi, Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Quran/Tafsir, Bulan
Bintang, 1980.
Zuhdi, Prof. Drs. H. Masjfuk, Pengantar Ulumul Quran, PT Bina Ilmu, 1993.
Faridl, Drs. Miftah dan Syihabudin, Drs. Agus, Al Quran Sumber Hukum Islam yang Pertama,
Pustaka, 1989.
http://www.quranpoin.com/urutan-turunnya-wahyu-al-quran-tabel/