Anda di halaman 1dari 29

BAB I

TINJAUAN PUSTAKA
1.1 Definisi
Epidural hematom adalah salah satu jenis perdarahan intracranial yang
paling sering terjadi karena fraktur tulang tengkorak. Otak di tutupi olek tulang
tengkorak yang kaku dan keras. Otak juga di kelilingi oleh sesuatu yang berguna
sebagai pembungkus yang di sebut dura. Fungsinya untuk melindungi otak,
menutupi sinus-sinus vena, dan membentuk periosteum tabula interna. Ketika
seorang mendapat benturan yang hebat di kepala kemungkinan akan terbentuk
suatu lubang, pergerakan dari otak mungkin akan menyebabkan pengikisan atau
robekan dari pembuluh darah yang mengelilingi otak dan dura, ketika pembuluh
darah mengalami robekan maka darah akan terakumulasi dalam ruang antara dura
dan tulang tengkorak, keadaan inlah yang di kenal dengan sebutan epidural
hematom.
(,!," #
Epidural hematom sebagai keadaan neurologist yang bersifat emergency
dan biasanya berhubungan dengan linear fraktur yang memutuskan arteri yang
lebih besar, sehingga menimbulkan perdarahan. $enous epidural hematom
berhubungan dengan robekan pembuluh vena dan berlangsung perlahan-lahan.
%rterial hematom terjadi pada middle meningeal artery yang terletak di ba&ah
tulang temporal. 'erdarahan masuk ke dalam ruang epidural, bila terjadi
perdarahan arteri maka hematom akan cepat terjadi
.((#
1
1.2 Insiden dan Epidemiologi
)i %merika *erikat, !+ dari kasus trauma kepala mengakibatkan
hematoma epidural dan sekitar ,+ mengakibatkan koma. *ecara -nternasional
frekuensi kejadian hematoma epidural hampir sama dengan angka kejadian di
%merika *erikat.Orang yang beresiko mengalami E). adalah orang tua yang
memiliki masalah berjalan dan sering jatuh
.(!,/#
0, + penderita hematoma epidural
adalah berusia diba&ah !, tahun, dan jarang terjadi pada umur kurang dari !
tahun dan di atas 0, tahun. %ngka kematian meningkat pada pasien yang berusia
kurang dari ( tahun dan lebih dari (( tahun. 1ebih banyak terjadi pada laki-laki
dibanding perempuan dengan perbandingan 23.
(/#
4ipe- tipe 3
(0#
. Epidural hematoma akut ((5+# perdarahan dari arteri
!. *ubacute hematoma ( " + #
". 6ronic hematoma ( +# perdarahan dari vena
1.3 Etiologi
.ematoma Epidural dapat terjadi pada siapa saja dan umur berapa saja,
beberapa keadaan yang bisa menyebabkan epidural hematom adalah misalnya
benturan pada kepala pada kecelakaan motor. .ematoma epidural terjadi akibat
trauma kepala, yang biasanya berhubungan dengan fraktur tulang tengkorak dan
laserasi pembuluh darah.
(!,/#
1.4 Anatomi ta!
2
Otak di lindungi dari cedera oleh rambut, kulit dan tulang yang
membungkusnya, tanpa perlindungan ini, otak yang lembut yang membuat kita
seperti adanya, akan mudah sekali terkena cedera dan mengalami kerusakan.
*elain itu, sekali neuron rusak, tidak dapat di perbaiki lagi. 6edera kepala dapat
mengakibatkan malapetaka besar bagi seseorang. *ebagian masalah merupakan
akibat langsung dari cedera kepala. Efek-efek ini harus dihindari dan di temukan
secepatnya dari tim medis untuk menghindari rangkaian kejadian yang
menimbulkan gangguan mental dan fisik dan bahkan kematian.(#
4epat di atas tengkorak terletak galea aponeurotika, suatu jaringan fibrosa, padat
dapat di gerakkan dengan bebas, yang memebantu menyerap kekuatan trauma
eksternal. )i antar kulit dan galea terdapat suatu lapisan lemak dan lapisan
membrane dalam yang mngandung pembuluh-pembuluih besar. 7ila robek
pembuluh ini sukar mengadakan vasokontriksi dan dapat menyebabkan
kehilangan darah yang berarti pada penderita dengan laserasi pada kulit kepala.
4epat di ba&ah galea terdapat ruang subaponeurotik yang mengandung vena
emisaria dan diploika. 'embuluh-pembuluh ini dapat emmba&a infeksi dari kulit
kepala sampai jauh ke dalam tengkorak, yang jelas memperlihatkan betapa
pentingnya pembersihan dan debridement kulit kepala yang seksama bila galea
terkoyak.
(#
'ada orang de&asa, tengkorak merupakan ruangan keras yang tidak
memungkinkan perluasan intracranial. 4ulang sebenarnya terdiri dari dua dinding
atau tabula yang di pisahkan oleh tulang berongga. )inding luar di sebit tabula
eksterna, dan dinding bagian dalam di sebut tabula interna. *truktur demikian
memungkinkan suatu kekuatan dan isolasi yang lebih besar, dengan bobot yang
3
lebih ringan . tabula interna mengandung alur-alur yang berisiskan arteria
meningea anterior, media, dan p,osterior. %pabila fraktur tulang tengkorak
menyebabkan tekopyaknya salah satu dari artery-artery ini, perdarahan arterial
yang di akibatkannya, yang tertimbun dalam ruang epidural, dapat manimbulkan
akibat yang fatal kecuali bila di temukan dan diobati dengan segera.
'elindung lain yang melapisi otak adalah meninges. Ketiga lapisan meninges
adalah dura mater, arachnoid, dan pia mater
(#
. )ura mater cranialis, lapisan luar yang tebal dan kuat. 4erdiri atas dua lapisan3
- 1apisan endosteal (periosteal# sebelah luar dibentuk oleh periosteum yang
membungkus dalam calvaria
- 1apisan meningeal sebelah dalam adalah suatu selaput fibrosa yang kuat yang
berlanjut terus di foramen m8gnum dengan dura mater spinalis yang membungkus
medulla spinalis
!. %rachnoidea mater cranialis, lapisan antara yang menyerupai sarang laba-laba
". 'ia mater cranialis, lapis terdalam yang halus yang mengandung banyak
pembuluh darah.
1." Patofisiologi
'ada hematom epidural, perdarahan terjadi di antara tulang tengkorak dan
dura meter. 'erdarahan ini lebih sering terjadi di daerah temporal bila salah satu
cabang arteria meningea media robek. 9obekan ini sering terjadi bila fraktur
tulang tengkorak di daerah bersangkutan. .ematom dapat pula terjadi di daerah
frontal atau oksipital
.(5#
4
%rteri meningea media yang masuk di dalam tengkorak melalui foramen
spinosum dan jalan antara durameter dan tulang di permukaan dan os temporale.
'erdarahan yang terjadi menimbulkan hematom epidural, desakan oleh hematoma
akan melepaskan durameter lebih lanjut dari tulang kepala sehingga hematom
bertambah besar.
(5#
.ematoma yang membesar di daerah temporal menyebabkan tekanan pada
lobus temporalis otak kearah ba&ah dan dalam. 4ekanan ini menyebabkan bagian
medial lobus mengalami herniasi di ba&ah pinggiran tentorium. Keadaan ini
menyebabkan timbulnya tanda-tanda neurologik yang dapat dikenal oleh tim
medis
.(#
5
4ekanan dari herniasi unkus pda sirkulasi arteria yang mengurus formation
retikularis di medulla oblongata menyebabkan hilangnya kesadaran. )i tempat ini
terdapat nuclei saraf cranial ketiga (okulomotorius#. 4ekanan pada saraf ini
mengakibatkan dilatasi pupil dan ptosis kelopak mata. 4ekanan pada lintasan
kortikospinalis yang berjalan naik pada daerah ini, menyebabkan kelemahan
respons motorik kontralateral, refleks hiperaktif atau sangat cepat, dan tanda
babinski positif
.(#
)engan makin membesarnya hematoma, maka seluruh isi otak akan
terdorong kearah yang berla&anan, menyebabkan tekanan intracranial yang besar.
4imbul tanda-tanda lanjut peningkatan tekanan intracranial antara lain kekakuan
deserebrasi dan gangguan tanda-tanda vital dan fungsi pernafasan
.(#
Karena perdarahan ini berasal dari arteri, maka darah akan terpompa terus keluar
hingga makin lama makin besar. Ketika kepala terbanting atau terbentur mungkin
penderita pingsan sebentar dan segera sadar kembali. )alam &aktu beberapa jam ,
penderita akan merasakan nyeri kepala yang progersif memberat, kemudian
kesadaran berangsur menurun. :asa antara dua penurunan kesadaran ini selama
penderita sadar setelah terjadi kecelakaan di sebut interval lucid. Fenomena lucid
interval terjadi karena cedera primer yang ringan pada Epidural hematom. Kalau
pada subdural hematoma cedera primernya hamper selalu berat atau epidural
hematoma dengan trauma primer berat tidak terjadi lucid interval karena pasien
langsung tidak sadarkan diri dan tidak pernah mengalami fase sadar.
(5#
*umber perdarahan 3
(5#
; %rtery meningea ( lucid interval 3 ! < " jam #
6
; *inus duramatis
; )iploe (lubang yang mengisis kalvaria kranii# yang berisi a. diploica dan vena
diploica
Epidural hematoma merupakan kasus yang paling emergensi di bedah
saraf karena progresifitasnya yang cepat karena durameter melekat erat pada
sutura sehingga langsung mendesak ke parenkim otak menyebabkan mudah
herniasi trans dan infra tentorial.Karena itu setiap penderita dengan trauma kepala
yang mengeluh nyeri kepala yang berlangsung lama, apalagi progresif memberat,
harus segera di ra&at dan diperiksa dengan teliti
.(5,,#
1.# $am%a&an Klinis
=ejala yang sangat menonjol ialah kesadaran menurun secara progresif.
'asien dengan kondisi seperti ini seringkali tampak memar di sekitar mata dan di
belakang telinga. *ering juga tampak cairan yang keluar pada saluran hidung atau
telinga. 'asien seperti ini harus di observasi dengan teliti. ("#
*etiap orang memiliki kumpulan gejala yang bermacam-macam akibat dari cedera
kepala. 7anyak gejala yang muncul bersaman pada saat terjadi cedera kepala.
=ejala yang sering tampak 3
. -nterval lusid (interval bebas#
7
*etelah periode pendek ketidaksadaran, ada interval lucid yang diikuti
dengan perkembangan yang merugikan pada kesadaran dan hemisphere
contralateral. 1ebih dari (,+ pasien tidak ditemukan adanya interval lucid, dan
ketidaksadaran yang terjadi dari saat terjadinya cedera.
*akit kepala yang sangat sakit biasa terjadi, karena terbukanya jalan dura
dari bagian dalam cranium, dan biasanya progresif bila terdapat interval lucid.
-nterval lucid dapat terjadi pada kerusakan parenkimal yang minimal. -nterval ini
menggambarkan &aktu yang lalu antara ketidak sadaran yang pertama diderita
karena trauma dan dimulainya kekacauan pada diencephalic karena herniasi
transtentorial. 'anjang dari interval lucid yang pendek memungkinkan adanya
perdarahan yang dimungkinkan berasal dari arteri.
!. .emiparesis
=angguan neurologis biasanya collateral hemipareis, tergantung dari efek
pembesaran massa pada daerah corticispinal. -psilateral hemiparesis sampai
penjendalan dapat juga menyebabkan tekanan pada cerebral kontralateral
peduncle pada permukaan tentorial.
". %nisokor pupil
>aitu pupil ipsilateral melebar. 'ada perjalananya, pelebaran pupil akan
mencapai maksimal dan reaksi cahaya yang pada permulaan masih positif akan
menjadi negatif. 4erjadi pula kenaikan tekanan darah dan bradikardi.pada tahap
ahir, kesadaran menurun sampai koma yang dalam, pupil kontralateral juga
8
mengalami pelebaran sampai akhirnya kedua pupil tidak menunjukkan reaksi
cahaya lagi yang merupakan tanda kematian.
'ada tahap kesadaran sebelum stupor atau koma, bisa dijumpai hemiparese
atau serangan epilepsi fokal. 'ada perjalannya, pelebaran pupil akan mencapai
maksimal dan reaksi cahaya pada permulaan masih positif menjadi negatif. -nilah
tanda sudah terjadi herniasi tentorial. 4erjadi pula kenaikan tekanan darah dan
bradikardi. 'ada tahap akhir, kesadaran menurun sampai koma dalam, pupil
kontralateral juga mengalami pelebaran sampai akhirnya kedua pupil tidak
menunjukkan reaksi cahaya lagi yang merupakan tanda kematian. =ejala-gejala
respirasi yang bisa timbul berikutnya, mencerminkan adanya disfungsi
rostrocaudal batang otak
.(#
?ika Epidural hematom di sertai dengan cedera otak seperti memar otak,
interval bebas tidak akan terlihat, sedangkan gejala dan tanda lainnya menjadi
kabur.
(5#
9
1.' $am%a&an (adiologi
)engan 64-scan dan :9-, perdarahan intrakranial akibat trauma kepala
lebih mudah dikenali.
(!#
Foto Polos Kepala 'ada foto polos kepala, kita tidak
dapat mendiagnosa pasti sebagai epidural hematoma. )engan proyeksi %ntero-
'osterior (%-'#, lateral dengan sisi yang mengalami trauma pada film untuk
mencari adanya fraktur tulang yang memotong sulcus arteria meningea media.
(,#
1.'.1 )omp*ted Tomog&ap+, -)T.S/an0
'emeriksaan 64-*can dapat menunjukkan lokasi, volume, efek, dan
potensi cedara intracranial lainnya. 'ada epidural biasanya pada satu bagian saja
(single# tetapi dapat pula terjadi pada kedua sisi (bilateral#, berbentuk bikonfeks,
paling sering di daerah temporoparietal. )ensitas darah yang homogen
(hiperdens#, berbatas tegas, midline terdorong ke sisi kontralateral. 4erdapat pula
garis fraktur pada area epidural hematoma, )ensitas yang tinggi pada stage yang
akut ( 0, < /, .@#, ditandai dengan adanya peregangan dari pembuluh darah.
(0,5,0#
10
1.'.2 1agneti/ (esonan/e Imaging -1(I0
:9- akan menggambarkan massa hiperintens bikonveks yang menggeser
posisi duramater, berada diantara tulang tengkorak dan duramater. :9- juga dapat
menggambarkan batas fraktur yang terjadi. :9- merupakan salah satu jenis
pemeriksaan yang dipilih untuk menegakkan diagnosis
.(/,,,0#
1.2 Diagnosa Banding
..ematoma subdural
.ematoma subdural terjadi akibat pengumpulan darah diantara dura mater dan
arachnoid. *ecara klinis hematoma subdural akut sukar dibedakan dengan
hematoma epidural yang berkembang lambat. 7isa di sebabkan oleh trauma hebat
pada kepala yang menyebabkan bergesernya seluruh parenkim otak mengenai
tulang sehingga merusak a. kortikalis. 7iasanya di sertai dengan perdarahan
jaringan otak. =ambaran 64-*can hematoma subdural, tampak penumpukan
cairan ekstraaksial yang hiperdens berbentuk bulan sabit.
(,#
!..ematoma *ubarachnoid
11
'erdarahan subarakhnoid terjadi karena robeknya pembuluh-pembuluh darah di
dalamnya.
(,#
1.3 Penatala!sanaan
'enanganan darurat 3
; )ekompresi dengan trepanasi sederhana
; Kraniotomi untuk mengevakuasi hematom
4erapi medikamentosa
Elevasi kepala ",
,
dari tempat tidur setelah memastikan tidak ada cedera
spinal atau gunakan posisi trendelenburg terbalik untuk mengurang tekanan
intracranial dan meningkakan drainase vena
.(/#
'engobatan yang laAim diberikan pada cedera kepala adalah golongan
deBametason (dengan dosis a&al , mg kemudian dilanjutkan 2 mg tiap 0 jam#,
mannitol !,+ (dosis -" mgCkg77Chari# yang bertujuan untuk mengatasi edema
cerebri yang terjadi akan tetapi hal ini masih kontroversi dalam memilih mana
yang terbaik. )ianjurkan untuk memberikan terapi profilaksis dengan fenitoin
sedini mungkin (!2 jam pertama# untuk mencegah timbulnya focus epileptogenic
dan untuk penggunaan jangka panjang dapat dilanjutkan dengan karbamaAepin.
4ri-hidroksimetil-amino-metana (4.%:# merupakan suatu buffer yang dapat
masuk ke susunan saraf pusat dan secara teoritis lebih superior dari natrium
bikarbonat, dalam hal ini untuk mengurangi tekanan intracranial. 7arbiturat dapat
dipakai unuk mengatasi tekanan inrakranial yang meninggi dan mempunyai efek
12
protektif terhadap otak dari anoksia dan iskemik dosis yang biasa diterapkan
adalah dia&ali dengan , mgCkg77 dalam ", menit dan kemudian dilanjutkan
dengan ( mgC kg77 setiap " jam serta drip mgCkg77Cjam unuk mencapai kadar
serum "-2mg+.
(5#
Te&api pe&atif
Operasi di lakukan bila terdapat 3
((#
; $olume hamatom D ", ml ( kepustakaan lain D 22 ml#
; Keadaan pasien memburuk
; 'endorongan garis tengah D " mm
-ndikasi operasi di bidang bedah saraf adalah untuk life saving dan untuk
fungsional saving. ?ika untuk keduanya tujuan tersebut maka operasinya menjadi
operasi emergenci. 7iasanya keadaan emergenci ini di sebabkan oleh lesi desak
ruang.(5#
-ndikasi untuk life saving adalah jika lesi desak ruang bervolume 3
; D !( cc E desak ruang supra tentorial
; D , cc E desak ruang infratentorial
; D ( cc E desak ruang thalamus
*edangakan indikasi evakuasi life saving adalah efek masa yang signifikan 3
;'enurunan klinis
13
;Efek massa dengan volume D !, cc dengan midline shift D ( mm dengan
penurunan klinis yang progresif.
;4ebal epidural hematoma D cm dengan midline shift D ( mm dengan penurunan
klinis yang progresif.
Te!ni! pe&asi
7ila diagnose hanya didasrkan atas dasar klinis mak operasi bersifat ekploratif
(burrhole eksploration# dilnjutkan dengan terpanasi ostoklastik
Penent*an 4o!asi
. jejas trauma kepala
!. fraktur tulang kepala, hematoma berada diba&ah garis fraktur
". hematom epidural biasanya di daerah temporal (F0/+#
2. hematoma biasanya berada di ipsilateral pupil
(. hematoma biasanya terletak kontralateal dengan hemiparese
'osisi penderita (untuk daerah temporal#
. 4erlentang, kepala rotasi ke sisi kontralateral.
!. Fleksi kepala F (,
,
, fleksi yang berlebihan akan mengganggu venous
return dari kepala
". *eluruh settingC susunan tersebut dibuat sedikit head up
14
Optek
. )esinfektan
!. 7atasi daerah infeksi dengan kain steril
". *ayatan pertama 3 sayatan linear darah temporal, pada batas rambut.
*ayatan tandas ke tulang, F "-2cm
2. 9a&at perdarahan
(. 'asang 9etraktor luka
0. 7ebaskan perios dengan elevator
G. 7uatlah lubang bor, perdarahan dari tulang segera dihentikan dengan bone
&aB.
5. 7ila (H# benar terdapat .E), segera tamak gumpalan darah (hematom#
tersebut keluar spontan
/. 'erluas lubang bor tsb dengan tang
,. Evakuasi perdarahan dengan penghisapan dan irigasi
. 'erdarahan dari cabang arteri meningea media dihentikan dengan kogulsi
listrik
!. 1akukan beberapa hitsh stitches
15
". 'erdarahan yang tak jelas bleeding pointnya biasanya merata di
permukaan durameter, ditampung dengan spongostan
2. 4utup lapis demi lapis
Komplikasi paska bedah
- Edem otak
- .ematoma residif
- -nfeksi
1.15 P&ognosis
'rognosis tergantung pada 3
(5#
; 1okasinya ( infratentorial lebih jelek #
; 7esarnya
; Kesadaran saat masuk kamar operasi. ?ika ditangani dengan cepat, prognosis
hematoma epidural biasanya baik, karena kerusakan otak secara menyeluruh dapat
dibatasi. %ngka kematian berkisar antara G-(+ dan kecacatan pada (-,+ kasus.
'rognosis sangat buruk pada pasien yang mengalami koma sebelum operasi.
(!,2#
16
)aftar 'ustaka
. %nderson *. :c6arty 1., 6edera *usunan *araf 'usat, 'atofisiologi, edisi
2, %nugrah '. E=6, ?akarta,//(, ,2-,0
!. %nonym,Epiduralhematoma,&&&.braininjury.comCepidural-subdural
hematoma.html.
". %nonym,Epidural hematoma, &&&.nyp.org
2. %nonym, -ntracranial .emorrhage, &&&.ispub.com
(. 7uergener F.%, )ifferential )iagnosis in 6omputed 4omography, 7aert
%.1. 4hieme :edical 'ublisher, Ie& >ork,//0, !!
0. )ahnert J, :), 7rain )isorders, 9adioogy 9evie& :anual, second
edition, Jilliams K Jilkins, %riAona, //", G < G5
G. Ekayuda -., %ngiografi, 9adiologi )iagnostik, edisi kedua, 7alai 'enerbit
FK@-, ?akarta, !,,0, "(/-"00
5. .afid %, Epidural .ematoma, 7uku %jar -lmu 7edah, edisi kedua, ?ong
J.). E=6, ?akarta, !,,2, 55-5/
/. :c.)onald )., Epidural .ematoma, &&&.emedicine.com
,. :arkam *, 4rauma Kapitis, Kapita *elekta Ieurologi, Edisi kedua,
.arsono, =ajah :ada @niversity 'ress, >ogyakarta, !,,(, "2
17
. :ardjono :. *idharta '., :ekanisme 4rauma *usunan *araf, Ieurologi
Kilinis )asar, )ian 9akyat, ?akarta, !,,", !(2-!(/
!. 'rice )., Epidural .ematoma, &&&.emedicine.com
". 'aul, ?uhlLs, 4he 7rain %nd *pinal 6ord, Essentials of 9oentgen
-nterpretation, fourth edition, .arper K 9o&, 6ambridge, /5, 2,!-2,2
2. *ain -, %suhan Kepera&atan Klien )engan 4rauma Kapitis,
http3CCi&ansain.&ordpress.comC!,,G
(. *oertide&i 1. 'enatalaksanaan Kedaruratan 6edera Kranio *erebral,
@pdates -n Ieuroemergencies, 4jokronegoro %., 7alai 'enerbit FK@-,
?akarta, !,,!, 5,
0. *utton ), Ieuroradiologi of 4he *pine, 4eBtbook of 9adiology and
-maging, fifth edition, 6hurchill 1iving *tone, 1ondon,//", 2!"
18
(ESPNSI I41U BEDA6
(SU 6AJI SU(ABA7A
8AKU4TAS KEDKTE(AN
UNI9E(SITAS 1U6A11ADI7A6 1A4AN$
'embimbing 3 dr. %nanda .aris, *p.7*
Oleh 3 )ian Fitriana )e&i (!,,2,,,C ,G,!,,0!#
I. IDENTITAS PENDE(ITA
Iama 3 %n. >uliana )harmaika
@mur 3 0 tahun
%lamat 3 *ukolilo 1or 5 *urabaya
Io. 9: 3 (2!//G
:9* 3 ", :ei !,! (5.," J-7#
II. ANA1NESA
1. Kel*+an Utama : 'using
2. (i;a,at Pen,a!it Se!a&ang -(PS0 :
'asien datang bersama keluarganya dengan keluhan pusing, pusing
dirasakan saat " hari yang lalu pasien pernah terjatuh dan terbentur
kepalanya di meja belajar saat bermain di rumah tetangga sehingga posisi
jatuhnya tidak diketahui pasti oleh orang tuanya. 'ada saat setelah jatuh
pasien mengeluh pusing < pusing kemudian muntah, keesokan harinya
19
baru diba&a ke klinik keluarga :ulyosari dengan keluhan yang sama dan
di diagnosa cedera kepala ringan dan observasi vommit kemudian
disarankan untuk diba&a ke 9* .aji tetapi pasien baru datang keesokan
harinya.
3. (i;a,at Pen,a!it Da+*l* -(PD0 :
9i&ayat kejang disangkal
9i&ayat kecelakaan sebelumnya (-#
4. (i;a,at Pen,a!it Kel*a&ga -(PK0 :
9i&ayat kejang disangkal
III. PE1E(IKSAAN 8ISIK
Tanggal 351ei 2512
Keadaan umum 3 6ukup
KesadaranC=6* 3 6: C 2(0
$ital sign 3 - 4ensi 3 ,CG, mm.g
- Iadi 3 /, BCmenit, reguler
- 99 3 0 BCmenit, reguler
- 4
aBilla
3 "0
o
6
Stat*s $ene&alis
KepalaC &ajah 3 7entuk simetris
%nemiC-kterikC6yanosisC)sypneu 3 -C-C-C-
1eher 3 'embesaran K=7 dan kelenjar thyroid (-#
)ada 3 =erakan nafas simetris, retraksi (-#
'ulmo 3 9h -C-, Jh -C-
?antung 3 *C*! tunggal, :urmur (-#, =allop (-#
20
%bdomen 3 - 3 flat simetris
' 3 soepel, nyeri tekan3 tde, .C1 ttb
' 3 4hympani
% 3 7@ (H# normal
Ekstremitas 3 akral hangat (H#, 6yanosis (-#, oedem (-#
Stat*s Ne*&ologis:
'upil 7ulat -sokor, 96 HCH
I. 6ranialis 3 I.--- dbn
:eningeal sign 3 kaku kuduk (-#
*ensorik 3 dbn
:otorik 3 dbn
9eflek fisiologi 3 7'9 H!CH! K'9 H!CH!
4'9 H!CH! %'9 H!CH!
9eflek 'atologi 3 7abinski -C-
I9. ASSES1ENT
Epidural .ematome (E).#
9. P4ANNIN$
. )(B# 3 64 *can --- *udah dilakukan
!. 4(B# 3 Jound 4oilet
6ito 4repanasi M pre op 3 inf. )( N I* (,, cc
inj. 6eftriaBon !B(,, mg
inj. 'iracetam "B
:(B# 3 $ital sign, kesadaran, lebar pupil, 4-K, 64 scan ulang
4a% 35 1ei 2512
.b 3 !.
21
1eukosit 3 ,.20,
4rombosit 3 2"2.,,,
.ct 3 "0.G
7@I 3 (
6* 3 ,.(
*=O4 3 ""
SAP 8ollo; Up
Tanggal 31 1ei 2512 -5#.55 <IB0
S: 'asien di -6@
:untah (-#
Iyeri kepala (-#
Kejang (-#
: Keadaan umum 3 6ukup
KesadaranC=6* 3 6ompos :entisC2-(-0
22
$ital sign 3 - 4ensi 3 /GC(0 mm.g
- Iadi 3 G/ BCmenit, reguler
- 99 3 !, BCmenit, reguler
- 4
aBilla
3 "0,G
o
6
Stat*s $ene&alis
KepalaC &ajah 3 7entuk simetris, kepala terpasang drain
%C-C6C) 3 -C-C-C-
1eher 3 'embesaran K=7 dan kelenjar thyroid (-#
)ada 3 =erakan nafas simetris, retraksi (-#
'ulmo 3 9h -C- Jh -C-
?antung 3 *C*! tunggal, :urmur (-#
%bdomen 3 - 3 flat simetris
' 3 soepel, nyeri tekan3 -, .C1 ttb
' 3 4hympani
% 3 7@ (H# normal
Ekstremitas 3 akral hangat (H#, 6yanosis (-#, oedem (-#
Stat*s Ne*&ologis
:* 3 sde
96 3 HCH
'upil 7ulat -sokor " mm, 96 HCH
I. 6ranialis 3 dbn
23
*ensorik 3 dbn
:otorik 3 (C(
(C(
9eflek fisiologis 3 dbn
9eflek patologis 3 dbn
A3 Epidural .ematome H 'ost 4repanasi hari ke
P3 4erapi3 - 6eftriaBon !B(,, mg
- IeurotamC piracetam "Bgram
- -njeksi ketorolac "B C"
- -njeksi ranitidin !BC!
4a% 31 1ei 2512
.b 3 /./
1eukosit 3 5,,,
4rombosit 3 ",0.,,,
.ct 3 ",.
Tanggal 1 J*ni 2512 -5#.55 <IB0
S: 9uangan 6
:untah (-#
Iyeri kepala (-#
Kejang (-#
: Keadaan umum 3 7aik
KesadaranC=6* 3 6ompos :entisC2-(-0
$ital sign 3 - 4ensi 3 mm.g
- Iadi 3 5, BCmenit, reguler
24
- 99 3 !, BCmenit, reguler
- 4
aBilla
3 "0,!
o
6
Stat*s $ene&alis
KepalaC &ajah 3 7entuk simetris, kepala terpasang drain
%C-C6C) 3 -C-C-C-
1eher 3 'embesaran K=7 dan kelenjar thyroid (-#
)ada 3 =erakan nafas simetris, retraksi (-#
'ulmo 3 9h -C- Jh -C-
?antung 3 *C*! tunggal, :urmur (-#
%bdomen 3 - 3 flat simetris
' 3 soepel, nyeri tekan3 -, .C1 ttb
' 3 4hympani
% 3 7@ (H# normal
Ekstremitas 3 akral hangat (H#, 6yanosis (-#, oedem (-#
Stat*s Ne*&ologis
:* 3 sde
96 3 HCH
'upil 7ulat -sokor " mm, 96 HCH
I. 6ranialis 3 dbn
*ensorik 3 dbn
:otorik 3 (C(
25
(C(
9eflek fisiologis 3 dbn
9eflek patologis 3 dbn
A3 Epidural .ematome H 'ost 4repanasi hari ke !
P3 4erapi3 - -nfus 91 ,,,cc
- 6eftriaBon !B(,, mg
- IeurotamC piracetam "Bgram
- -njeksi ketorolac "B C"
- -njeksi ranitidin !BC!
- )iit 4K4'
- :obilisasi )uduk
- 7esok K9*
Tanggal 2 1ei 2512 -5#.55 <IB0
S: 'asien di -6@
:untah (-#
Iyeri kepala (-#
Kejang (-#
: Keadaan umum 3 7aik
KesadaranC=6* 3 6ompos :entisC2-(-0
$ital sign 3 - 4ensi 3 mm.g
- Iadi 3 5, BCmenit, reguler
26
- 99 3 !, BCmenit, reguler
- 4
aBilla
3 "0,"
o
6
Stat*s $ene&alis
KepalaC &ajah 3 7entuk simetris, kepala terpasang drain
%C-C6C) 3 -C-C-C-
1eher 3 'embesaran K=7 dan kelenjar thyroid (-#
)ada 3 =erakan nafas simetris, retraksi (-#
'ulmo 3 9h -C- Jh -C-
?antung 3 *C*! tunggal, :urmur (-#
%bdomen 3 - 3 flat simetris
' 3 soepel, nyeri tekan3 -, .C1 ttb
' 3 4hympani
% 3 7@ (H# normal
Ekstremitas 3 akral hangat (H#, 6yanosis (-#, oedem (-#
Stat*s Ne*&ologis
:* 3 sde
96 3 HCH
'upil 7ulat -sokor " mm, 96 HCH
I. 6ranialis 3 dbn
*ensorik 3 dbn
:otorik 3 (C(
27
(C(
9eflek fisiologis 3 dbn
9eflek patologis 3 dbn
A3 Epidural .ematome H 'ost 4repanasi hari ke "
P3 4erapi3 - :obilisasi duduk
- K9*
28
29