Anda di halaman 1dari 33

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Sumber Daya Air (SDA)

Untuk Mendukung Perencanaan Pembangunan Nasional dan Daerah

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Sumber Daya Air (SDA) Untuk Mendukung Perencanaan Pembangunan Nasional dan

DIREKTORAT KEHUTANAN DAN KONSERVASI SUMBER DAYA AIR KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

Disampaikan Dalam Rapat Pansus III Dewan Sumber Daya Air Nasional

PRINSIP DAN TUJUAN PENGELOLAAN SDA

PRINSIP TUJUAN MENYELURUH TERPADU PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR (SDA) MEWUJUDKAN KEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR YANG BERKELANJUTAN
PRINSIP
TUJUAN
MENYELURUH
TERPADU
PENGELOLAAN
SUMBER DAYA
AIR (SDA)
MEWUJUDKAN
KEMANFAATAN SUMBER
DAYA AIR
YANG BERKELANJUTAN
UNTUK SEBESAR-BESAR
BERWAWASAN
KEMAKMURAN RAKYAT
LINGKUNGAN
HIDUP
Landasan Kebijakan pengelolaan SDA :
Wilayah sungai dan cekungan air tanah
Pola Pengelolaan SDA berbasis wilayah
sungai
Pengelolaan DAS (RPDAST, RT DAS)
Tata Ruang (RTRW)
Sistem Perencanaan Pembangunan
(RPJP, RPJN, RKP dst
...
)
2
PERATURAN SUMBER DAYA AIR dan DAS
PERATURAN SUMBER DAYA AIR dan DAS
PERATURAN SUMBER DAYA AIR dan DAS
BEBERAPA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERKAITAN DENGAN PENGELOLAAN DAS PP 37/2012 (Pengelolaan DAS) UU 32/2009 (Perlindungan dan
BEBERAPA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERKAITAN
DENGAN PENGELOLAAN DAS
PP 37/2012 (Pengelolaan DAS)
UU 32/2009
(Perlindungan dan
Pengelolaan
Lingkungan Hidup)
UU 41/2009 (Perlindungan
Lahan Pangan
Berkelanjutan),UU
18/2004 (Perkebunan), UU
41/1999 (Kehutanan) dll
UU 41/1999
Air
(Kehutanan)
Limbah
UU 7/2004
Sumber Daya Air
Hutan
Lindung/
Pertanian,
Kawasan
Muka air banjir
Perkebunan,
Konservasi
Perkotaan,
HTI
dan Hutan
Permukiman
Produksi
Muka air normal
dan Industri,
dll
Sempadan sungai
Alur sungai
Sempadan sungai
UU 5/1990 (Kehati), UU
32/2009 (Lingkungan
SUNGAI : PP 38/2011
Hidup), dll

UU No. 7/2004 tentang

Sumber Daya Air

Pasal 15, 16,17 wewenang dan tanggung jawab Pemerintah

Provinsi, Kabupaten, dan Desa

Pasal 41 pengembangan sistem irigasi primer dan sekunder yang menjadi kewenangan pemerintah dan pemerintah daerah

Pasal 64 pelaksanaan operasi dan pemeliharaan irigasi

Pasal 65 penyelenggaraan sistem informasi SDA

Pasal 68 pengelolaan sistem informasi oleh pemerintah, provinsi dan kabupaten

Pasal 71 Penyelenggaraan pendidikan bidang sumber daya air

Pasal 78 Pembiayaan pengelolaan SDA berdasarkan pada kewenangan masing-masing

PERATURAN PENGEMBANGAN WILAYAH (DAERAH)

PERATURAN PENGEMBANGAN WILAYAH (DAERAH)

TEKANAN PENGEMBANGAN WILAYAH

TEKANAN PENGEMBANGAN WILAYAH
• TEKANAN WILAYAH •
TEKANAN
WILAYAH

Kebutuhan lahan

meningkat alih fungsi lahan pada daerah konservasi dan areal pertanian

TEKANAN PENGEMBANGAN WILAYAH • TEKANAN WILAYAH • Kebutuhan lahan meningkat  alih fungsi lahan pada daerah

Pemusatan kegiatan pada beberapa bagian wilayah

TEKANAN PENGEMBANGAN WILAYAH • TEKANAN WILAYAH • Kebutuhan lahan meningkat  alih fungsi lahan pada daerah

memerlukan penanganan

yang cepat dan tepat sasaran

3

2 4

DAS DAN SIKLUS AIR

(SATU KESATUAN WILAYAH LINTAS ADMINISTRATIF)

HULU

DAS DAN SIKLUS AIR (SATU KESATUAN WILAYAH LINTAS ADMINISTRATIF) HULU TENGAH HILIR Fungsi pemanfaatan dan Kemampuan

Fungsi konservasi

TENGAH

DAS DAN SIKLUS AIR (SATU KESATUAN WILAYAH LINTAS ADMINISTRATIF) HULU TENGAH HILIR Fungsi pemanfaatan dan Kemampuan

HILIR

Fungsi pemanfaatan dan Kemampuan mengalirkan Sarana & prasarana

Fungsi pemanfaatan

DAS DAN SIKLUS AIR (SATU KESATUAN WILAYAH LINTAS ADMINISTRATIF) HULU TENGAH HILIR Fungsi pemanfaatan dan Kemampuan
PEMBANGUNAN WILAYAH BERBASIS DAS
PEMBANGUNAN WILAYAH BERBASIS DAS
OTODA :Pemerataan pembangunan Untuk Kesra
OTODA
:Pemerataan
pembangunan
Untuk Kesra
Kelestarian Ekosistem sbg Penyangga kehidupan
Kelestarian
Ekosistem sbg
Penyangga
kehidupan
PROV, KAB/KOTA dalam Satu ekosistem DAS
PROV, KAB/KOTA dalam
Satu ekosistem DAS

Kebutuhan Masing-masing PROV/KAB/KOTA dalam DAS untuk menjalankan Otonominya akan memberikan tekanan/ancamanTerhadap fungsi ekosistem DAS

10

ANATOMI URUSAN PEMERINTAHAN (UU. NO. 32 TAHUN 2004)
ANATOMI URUSAN PEMERINTAHAN (UU. NO. 32 TAHUN 2004)

URUSAN PEMERINTAHAN

10 ANATOMI URUSAN PEMERINTAHAN (UU. NO. 32 TAHUN 2004) URUSAN PEMERINTAHAN ABSOLUT (Mutlak urusan Pusat) CONCURRENT

ABSOLUT

(Mutlak urusan Pusat)

10 ANATOMI URUSAN PEMERINTAHAN (UU. NO. 32 TAHUN 2004) URUSAN PEMERINTAHAN ABSOLUT (Mutlak urusan Pusat) CONCURRENT

CONCURRENT

(Urusan bersama Pusat, Provinsi, dan Kab/Kota)

  • - Pertahanan

 
- Pertahanan
  • - Keamanan

PILIHAN/OPTIONAL

 

(Sektor Unggulan)

  • - Moneter

 
  • - Yustisi

 

Contoh: pertanian, kehutanan, industri, perdagangan, pariwisata, kelautan dsb

 
  • - Politik Luar Negeri

 
  • - Agama

10 ANATOMI URUSAN PEMERINTAHAN (UU. NO. 32 TAHUN 2004) URUSAN PEMERINTAHAN ABSOLUT (Mutlak urusan Pusat) CONCURRENT

WAJIB/OBLIGATORY (Pelayanan Dasar)

Contoh: kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, pekerjaan umum, dan perhubungan

10 ANATOMI URUSAN PEMERINTAHAN (UU. NO. 32 TAHUN 2004) URUSAN PEMERINTAHAN ABSOLUT (Mutlak urusan Pusat) CONCURRENT

SPM

(Standar Pelayanan Minimal)

Pembagian Kewenangan

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS)

UU No. 32/2004: Pemerintahan Daerah

URUSAN PEMERINTAHAN (Pasal 13 dan 14)
URUSAN PEMERINTAHAN
(Pasal 13 dan 14)
Pembagian Kewenangan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) UU No. 32/2004: Pemerintahan Daerah URUSAN PEMERINTAHAN (Pasal 13

Pasal 13 (Provinsi):

(1) Urusan WAJIB (16 Urusan); (2) Urusan PILIHAN (secara nyata ada dan berpotensi meningkatkan

kesejahteraan masyarakat).

Pasal 14 (Kabupaten/Kota):

(1) Urusan WAJIB (16 Urusan); (2) Urusan PILIHAN (secara nyata ada dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat).

Pembagian Kewenangan

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS)

Urusan WAJIB

  • I. Provinsi : Skala Provinsi;

II. Kabupaten/Kota : Skala Kabupaten/Kota

Meliputi (16 urusan) :

  • a. Perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah

  • b. Perencanaan, Pemanfaatan dan Pengawasan Tata Ruang;

  • p. Urusan

wajib

lainnya

yang

perundang-undangan.

diamanatkan

oleh

peraturan

PP No 38/2007 (Pembagian Kewenangan Pusat Daerah SDA)

Sumber Daya Air menjadi bagian dari urusan Pekerjaan Umum, salah satu urusan wajib

diselenggarakan pemerintah daerah

Pasal

13

urusan

lintas

daerah yang

diselengarakan bersama untuk urusan yang

berdampak lintas daerah

Pembagian Kewenangan

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS)

PP 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan:

URUSAN PEMERINTAHAN (Pasal 2) Ayat 4
URUSAN PEMERINTAHAN
(Pasal 2)
Ayat 4
Pembagian Kewenangan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) PP 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan: URUSAN

Urusan Pusat (6 Bidang):

  • a. Politik luar negeri;

  • b. Pertahanan;

  • c. Keamanan;

  • d. Yustisi;

  • e. Moneter dan fiskal nasional

  • f. Agama.

Urusan Bersama (31 Bidang):

aa. KEHUTANAN

Pembagian Kewenangan

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS)

Lampiran PP 38/2007, bagian AA. Pembagian Urusan Pemerintahan Bidang Kehutanan :
Lampiran PP 38/2007, bagian AA. Pembagian Urusan Pemerintahan
Bidang Kehutanan
:

Sub Bidang nomor 40 : Peren-canaan Rehabilitasi Hutan dan LahanTermasuk Hutan Mangrove

Sub Bidang Nomor 41:

Pengelolaan DAS

Sub Bidang nomor 1:

Inventarisasi Hutan

Wewenang Wewenang PROVINSI: KABUPATEN/K Wewenang PROVINSI: OTA: inventarisasi hutan Pertimbangan inventarisasi produksi, teknis hutan produksi hutan
Wewenang
Wewenang
PROVINSI:
KABUPATEN/K
Wewenang
PROVINSI:
OTA:
inventarisasi
hutan
Pertimbangan
inventarisasi
produksi,
teknis
hutan produksi
hutan lindung
rencana
dan
hutan
dan
taman
rehabilitasi
lindung
dan
hutan raya dan
hutan
dan
skala
DAS
skala
DAS
lahan
lintas
lintas
DAS/Sub DAS;
kabupaten/kot
kabupaten/kot
a;
a;
Pembagian Kewenangan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Lampiran PP 38/2007, bagian AA. Pembagian Urusan Pemerintahan Bidang

Wewenang

KABUPATEN/K

OTA:

Pertimbangan

teknis

rencana

rehabilitasi

hutan

dan

lahan

DAS/Sub DAS;

Wewenang PROVINSI: Pertimbanga n teknis penyu-sunan rencana pengelolaan, penyelenggar aan pengelolaan DAS skala provinsi.
Wewenang
PROVINSI:
Pertimbanga
n
teknis
penyu-sunan
rencana
pengelolaan,
penyelenggar
aan
pengelolaan
DAS
skala
provinsi.

Wewenang

KABUPATEN/

 

KOTA:

Pertimbanga

n

teknis

penyu-sunan

rencana

pengelolaan,

penyelenggar

aan

pengelolaan

DAS

skala

kabupaten/k

ota.

KEWENANGAN DAERAH DALAM PENGELOLAAN DAS
KEWENANGAN DAERAH DALAM PENGELOLAAN DAS

PP 38/2007. BIDANG KEHUTANAN :

SUB BID.

SUB-SUB BID

PEMERINTAH

PROV

KAB./KOTA

40.

Perencanaan

 

Penyusunan dan

Pertimbangan teknis

Pertimbangan teknis

Rehabilitasi

penetapan

rencana

rencana

Hutan dan

rencana rehabilitasi hutan

rehabilitasi hutan dan lahan

rehabilitasi hutan dan lahan

Lahan

dan

DAS/Sub DAS.

DAS/Sub DAS.

Termasuk

lahan DAS/Sub DAS.

Hutan Mangrove

41.

Pengelolaan

 

Penetapan pola umum, norma,

Pertimbangan teknis

Pertimbangan teknis

Daerah Aliran

standar, Prosedur, dan kriteria

penyusunan

penyusunan rencana

Sungai

pengelolaan DAS, penetapan kriteria dan urutan DAS/Sub DAS prioritas serta penyusunan rencana pengelolaan DAS terpadu.

rencana pengelolaan, penyelenggaraan pengelolaan DAS skala provinsi.

pengelolaan, penyelenggaraan pengelolaan DAS skala kabupatan/kota.

Peran Pemda dalam Pengelolaan DAS

Dasar Peran Pemerintah Daerah Urusan BERSAMA Urusan WAJIB (PP 38/2007, Pasal 2 ayat [4]) (UU 32/2004,
Dasar Peran Pemerintah
Daerah
Urusan BERSAMA
Urusan WAJIB
(PP 38/2007, Pasal 2 ayat [4])
(UU 32/2004, Pasal 13-14)
Urusan WAJIB LAINNYA
yang diamanatkan oleh
peraturan perundang-undangan

Peran Pemda dalam Pengelolaan DAS

Amanat Pengelolaan DAS

dalam Peraturan Perundang-undangan

UU 7/2004 (SDA)

UU 19/2004 (Kehutanan)

UU 32/2004 (Pemda) UU 26/2007 (Tata Ruang) UU 32/2009 (Lingkungan)

  • PP 38/2011 (Sungai)

  • PP 37/2012 (Pengelolaan DAS)

  • PP 38/2007 (Pemb. Urusan)
    Perda Rencana Tata Ruang
    PP 27/2012 (Izin Lingkungan)

PP No.37/2012 (Pengelolaan DAS)

Terjadinya penurunan Daya Dukung DAS yang dicirikan dengan terjadinya banjir, tanah longsor, erosi, sedimentasi dan kekeringan
Terjadinya penurunan Daya Dukung DAS yang dicirikan dengan
terjadinya banjir, tanah longsor, erosi, sedimentasi dan
kekeringan
PP No.37/2012 (Pengelolaan DAS) Terjadinya penurunan Daya Dukung DAS yang dicirikan dengan terjadinya banjir, tanah longsor,
Mengakibatkan terganggunya PEREKONOMIAN dan TATA KEHIDUPAN MASYARAKAT
Mengakibatkan terganggunya PEREKONOMIAN dan TATA KEHIDUPAN
MASYARAKAT
PP No.37/2012 (Pengelolaan DAS) Terjadinya penurunan Daya Dukung DAS yang dicirikan dengan terjadinya banjir, tanah longsor,
Daya Dukung DAS harus DIPULIHKAN
Daya Dukung DAS harus DIPULIHKAN

PENGELOLAAN DAS TERPADU

Keterpaduan dalam

Sistem Alam, antara air

permukaan dengan air

tanah dalam Antara kualitas air

dengan kuantitas air Antara hulu dengan hilir

Antara air tawar dengan air payau

Keterpaduan dalam

Sistem Manusia,

pengarusutamaan air dalam sistem ekonomi nasional

Memastikan koordinasi antar sektor

Memastikan kemitraan antara sektor pengelolaan

public dengan private

Melibatkan semua pihak

Peran Pemda dalam Pengelolaan Sungai dan

DAS

B. PP 37/2012 tentang Pengelolaan DAS:

  • 1. Penyiapan bahan terkait penetapan batas DAS (Pasal 6 dan 7);

  • 2. Terlibat dalam Tim Penentuan Batas DAS (Pasal 8);

  • 3. Menyusun Rencana Pengelolaan DAS (Pasal 22);

  • 4. Penetapan Rencana Pengelolaan DAS (Pasal 35);

  • 5. Evaluasi Rencana Pengelolaan DAS (Pasal 36 ayat 2 dan 3);

  • 6. Pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan DAS (Pasal 40 42);

  • 7. Jika Pemda melalaikan tugas pengelolaan DAS, maka akan dilaksanakan oleh Pemerintah dengan dana APBD (Pasal 43);

  • 8. Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan DAS (Pasal 45 50);

  • 9. Melakukan pembinaan pengelolaan DAS secara berjenjang (Pasal 52 54);

    • 10. Melakukan pengawasan pengelolaan DAS (Pasal 55);

    • 11. Melakukan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan DAS (Pasal 62 63);

    • 12. Terlibat dalam penyusunan Sistem Informasi Pengelolaan DAS (Pasal 64 ayat 2); dan

PENANGANAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS)
PENANGANAN
DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS)
PENANGANAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) PELIBATAN SEMUA PEMANGKU KEPENTINGAN PENANGANAN LINTAS SEKTOR terdapat tiga sektor utama
PENANGANAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) PELIBATAN SEMUA PEMANGKU KEPENTINGAN PENANGANAN LINTAS SEKTOR terdapat tiga sektor utama

PELIBATAN SEMUA PEMANGKU KEPENTINGAN

PENANGANAN LINTAS SEKTOR

PENANGANAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) PELIBATAN SEMUA PEMANGKU KEPENTINGAN PENANGANAN LINTAS SEKTOR terdapat tiga sektor utama

terdapat tiga sektor utama yang berkepentingan terhadap tata ruang DAS, yaitu: kehutanan, penataan ruang, dan sumber daya air.

Ketiga sektor utama tersebut perlu didukung dengan sektor lain seperti ekonomi dan sosial yang menjamin “ketahanan air” dalam rangka mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat

PENANGANAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) PELIBATAN SEMUA PEMANGKU KEPENTINGAN PENANGANAN LINTAS SEKTOR terdapat tiga sektor utama

Ketahanan Air (Lintas Bidang/Sektor)

Pemikiran :

Struktur Kerja Pengelolaan DAS

terkait, dan konfirmasi pedoman pengelolaan DAS

Tinjauan hukum dan peraturan

Klarifikasi mandat yang diberikan untuk provinsi dan

kabupaten/kota

terkait, dan konfirmasi pedoman pengelolaan DAS Tinjauan hukum dan peraturan Klarifikasi mandat yang diberikan untuk provinsi
RENSTRA K/L
RENSTRA
K/L
Pemikiran : Struktur Kerja Pengelolaan DAS terkait, dan konfirmasi pedoman pengelolaan DAS Tinjauan hukum dan peraturan
Forum DAS
Forum DAS

Grand Design :Rencana Kerja Pengelolaan DAS Secara TERPADU

Pemikiran : Struktur Kerja Pengelolaan DAS terkait, dan konfirmasi pedoman pengelolaan DAS Tinjauan hukum dan peraturan
RENSTRA K/L
RENSTRA
K/L
Pemikiran : Struktur Kerja Pengelolaan DAS terkait, dan konfirmasi pedoman pengelolaan DAS Tinjauan hukum dan peraturan
M U S R E N B A N G
M
U
S
R
E
N
B
A
N
G
RTRW RPJPD/ RPJMD
RTRW
RPJPD/
RPJMD

.........

RTRW RPJPD/ RPJMD
RTRW
RPJPD/
RPJMD
RTRW RPJPD/ RPJMD
RTRW
RPJPD/
RPJMD
RTRW RPJPD/ RPJMD
RTRW
RPJPD/
RPJMD

23

PENGELOLAAN DAS DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN (PP No 37 TAHUN 2012)

PP 37 Tahun 2012 INTEGRASI PENGELOLAAN DAS DAN SPPN Memperhatikan : UU SPPN dan Turunannya Turunan
PP 37 Tahun 2012
INTEGRASI PENGELOLAAN DAS DAN SPPN
Memperhatikan :
UU SPPN dan Turunannya
Turunan PP 37 Tahun 2012
UU Penataan Ruang dan Turunannya
1.
Peraturan Penetapan Batas DAS?
UU Sumber Daya Air dan Turunannya
2.
Peraturan Tata Cara dan Penetapan RPDAST?
UU Kehutanan dan Turunannya
3.
Peraturan Monev DAS?
Dst ....
4.
Peraturan tentang Sistem Informasi DAS?
Daerah Aliran
Sungai
DAS Lintas Kab/Kota; Lintas Propinsi; Lintas Negara.
DAS dalam Kabupaten/Kota

RPDAST

RPDAST

RPDAST

Lintas

Lintas

Lintas

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Mainstreaming ke dalam dokumen Perencanaan:

  • a) RPJPN dan RPJPD

  • b) RPJMN dan RPJMD

  • c) RKP dan RKP Daerah, dan

  • d) Dokumen lain yang terkait

PENGELOLAAN DAS DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN (PP No 37 TAHUN 2012) PP 37 Tahun 2012 INTEGRASI PENGELOLAAN

Sistem Penganggaran

PENGELOLAAN DAS DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN (PP No 37 TAHUN 2012) PP 37 Tahun 2012 INTEGRASI PENGELOLAAN

Dokumen RTRW

RPDAST Dalam Kab/Kota
RPDAST
Dalam
Kab/Kota
PENGELOLAAN DAS DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN (PP No 37 TAHUN 2012) PP 37 Tahun 2012 INTEGRASI PENGELOLAAN

Dokumen RTRW

DAN SPPN (SINKRONISASI DOKUMEN PERENCANAAN)
DAN SPPN (SINKRONISASI DOKUMEN
PERENCANAAN)

KETERKAITAN PERATURAN PENGELOLAAN DAS

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA

PANJANG 2005-2025

VISI UU NO. 17/2007 RPJPN 2005-2025 INDONESIA YANG MANDIRI, MAJU, ADIL DAN MAKMUR

MANDIRI

Mampu mewujudkan kehidupan sederajad dan sejajar dengan bangsa

lain yang telah maju dengan kemampuan dan kekuatan sendiri

Sosial: kualitas SDM berkepribadian bangsa, berakhlak mulia, dab

berkualitas pendidikan tinggi

Kependudukan: laju pertumbuhan penduduk kecil dan derajad

MAJU

kesehatan baik (AHH tinggi, pelayanan sosial baik dan produktivitas

tinggi)

Ekonomi: tingkat pendapatan dan pembagiannya

Sistem dan kelembagan poltik serta hukum ynag mantap

Maju aspek kehidupan: kelembagaan, pranata dan nilai yang mendasari

kehidupan politik dan sosial.

Kesempatan yang dalam: meningkatkan taraf kehdipan, memperoleh

ADIL DAN

MAKMUR

lapangan kerja, pelayanan sosial, pendidikan, eksehatan mengenukakan

pendapat, melaksanakan hak politik, mengamankan dan

mempertahankan negara dan mendapat perlindungan dan kesamaan di

depan hukum

Adil: tidak ada diskriminasi antar individu, jender dan wilayah.

Makmur: terpenuhi kebutuhan hidupnya sehingga memberikan makna

dan arti pendting bagi bangsa dan bangsa lain di dunia.

26

8 MISI PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG

MEWUJUDKAN MASYARAKAT BERAKHLAK MULIA, BERMORAL,

  • 1 BERETIKA, BERBUDAYA DAN BERADAB BERDASARKAN FALSAFAH PANCASILA

  • 2 MEWUJUDKAN BANGSA YANG BERDAYA SAING*

  • 3 MEWUJUDKAN MASYARAKAT DEMOKRATIS BERLANDASKAN HUKUM

  • 4 MEWUJUDKAN INDONESIA AMAN, DAMAI, DAN BERSATU

  • 5 MEWUJUDKAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN DAN BERKEADILAN*

  • 6 MEWUJUDKAN INDONESIA ASRI DAN LESTARI *

  • 7 MEWUJUDKAN INDONESIA MENJADI NEGARA KEPULAUAN YANG MANDIRI, MAJU, KUAT DAN BERBASISKAN KEPENTINGAN NASIONAL

  • 8 MEWUJUDKAN INDONESIA BERPERAN PENTING DALAM PERGAULAN DUNIA INTERNASIONAL

Pembangunan dan Pengelolaan Sumber Daya Air  BANGSA YANG BERDAYA SAING ASRI DAN LESTARI KEBERLANJUTAN KEHIDUPAN
Pembangunan dan
Pengelolaan Sumber
Daya Air 
BANGSA YANG
BERDAYA
SAING
ASRI DAN
LESTARI
KEBERLANJUTAN
KEHIDUPAN
INDONESIA
PEMBANGUNAN
BERKEADILAN
PEMERATAAN
DAN

Hubungan Perencanaan Nasional dan Daerah

Pemerintah Pemerintah Pusat Daerah 20 Tahunan 5 Tahunan Tahunan Pedoman Pedoman Rincian Renstra KL Renja -
Pemerintah
Pemerintah
Pusat
Daerah
20 Tahunan
5 Tahunan
Tahunan
Pedoman
Pedoman
Rincian
Renstra KL
Renja - KL
RKA-KL
APBN
Pedoman
Diacu
Dijabar
Pedoman
Pedoman
RPJP
RPJM
kan
RKP
RAPBN
APBN
Nasional
Nasional
Diacu
Diperhatikan
Diserasikan melalui Musrenbang
Pedoman
RPJP
Pedoman
RPJM
Dijabar
RKP
RAPBD
APBD
Daerah
Daerah
kan
Daerah
Pedoman
Diacu
Pedoman
Pedoman
Renstra
Renja -
RKA -
Rincian
SKPD
SKPD
SKPD
APBD
UU SPPN
UU KN
30

ISU PENGELOLAAN DAS UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN AIR DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KE DEPAN

Kondisi Saat Ini dan Tantangan :

Ketahanan Air Lintas Sektor

Isu

Semakin tingginya tekanan terhadap kualitas ekosistem dan DAS

Kemampuan dalam

menampung air

semakin berkurang

Keterangan

  • 1. Kondisi kualitas sumberdaya alam terutama dengan adanya degradasi hutan dan lahan maka kemampuan alam dan lingkungan untuk menjaga ketersediaan air baik dalam volume dan kontinuitasnya antar musim semakin terbatas

  • 2. Pengelolaan sumberdaya air belum memadukan secara utuh antara pengelolaan hulu yang mempunyai fungsi menyimpan air dan pengelolaan hilir dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

  • 1. Kerusakan DAS mengakibatkan tingginya laju sedimentasi yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan kondisi penampung air seperti waduk, embung dan bangunan penampung air lainnya.

  • 2. Kondisi musim yang semakin ekstrim mengakibatkan ketersediaan air berlebihan pada musim hujan dan kekurangan/kekeringan pada musim kemarau

Pencemaran Air

  • 1. Budidaya perikanan dan pertanian yang tidak memperhatikan kaidah-kaidah keberlanjutan dan kapasitas maksimal lingkungan mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas air di sungai maupun tampungan air

  • 2. Pencemaran air oleh limbah rumah tangga, industri dan perkotaan pada badan sungai dan danau merupakan salah satu sumber penurunan kualitas air

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN DAS UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN AIR DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KE DEPAN

Arah Kebijakan dan Strategi :

Ketahanan Air Lintas Sektor

Arah Kebijakan dan Strategi

Keterangan

Pengelolaan Hulu DAS Berkelanjutan

  • 1. Meningkatkan pemahaman dan kualitas koordinasi pemangku kepentingan dalam penyusunan rencana tata ruang wilayah (kabupaten/kota/provinsi) agar berbasis kepada ekosistem DAS.

  • 2. Rehabilitasi lahan sangat kritis dan kritis.

  • 3. Pengelolaan DAS terpadu: (i) Penyelesaian status DAS; (ii) Percepatan penyelesaian Rencana Pengelolaan DAS secara terpadu; (iii) Peningkatan penanganan kualitas 4 (empat) DAS prioritas nasional (Brantas, Citarum, Bengawan Solo, Musi)

  • 4. Perbaikan struktur pendanaan seperti penggunaan jasa lingkungan antar wilayah dan antar masyarakat, serta kelembagaan dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya air terpadu dan keserasian penggunaan lahan di daerah tangkapan air dengan paradigma more room for river dan Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan Berbasis Efisiensi/Eco-efficient water infrastructure (ESWIN).

Pengembangan infrastruktur SDA untuk memenuhi ketahanan air,

pangan dan energi

  • 1. Pemenuhan air baku untuk pengembangan industri dan air minum

  • 2. Peningkatan kapasitas kelembagaan, ketatalaksanaan, dan keterpaduan dalam pengelolaan sumber daya air (penataan dan sinergi kewenangan);

  • 3. Peningkatan dan pelestarian sumber-sumber air;

  • 4. Peningkatan layanan jaringan irigasi/rawa (membangun baru, optimalisasi dan pemfungsian),

  • 5. Pengembangan metode pengelolaan rawa berdasarkan prinsip zonasi pemanfaatan dan konservasi yang dituangkan dalam RTRW, dan pemanfaatan lahan rawa secara adaptif dengan menyeimbangkan pertimbangan ekonomi dan ekologis secara berkelanjutan

  • 6. Penguatan kapasitas pemantauan kualitas air sungai, waduk dan danau.

  • 7. Penerapan adaptive water management mulai dari peningkatan upaya monitoring serta modelling klimatologis, hidrologis dan kualitas air termasuk peningkatan keterlibatan masyarakat hingga penegakan hukumnya

  • 8. Conjuctive use dalam penyediaan air dengan memanfaatkan potensi sumber air alternatif secara berkelanjutan termasuk penyediaan air tanah untuk daerah sulit air dan mengembangkan konsep reuse-recycle

Penurunan kerentanan terhadap bencana

dan kekurangan

air

  • 1. Prioritas penganganan pada wilayah dengan tingkat aktivitas ekonomi yang tinggi (JABODETABEK dan kawasan metropolitan)

  • 2. Mengembangkan solusi yang bersifat preventif dan meningkatkan kapasitas tampungan air dalam bentuk percepatan pembangunan waduk serbaguna dan embung embung

  • 3. Penanganan pesisir: konservasi mangrove dan pembangunan infrastruktur penahan banjir dan abrasi.

TERIMA KASIH

TERIMA KASIH <a href=www.bappenas.go.id Email : kehutanan@bappenas.go.id Telp. 021 3926254 " id="pdf-obj-32-6" src="pdf-obj-32-6.jpg">
Email : kehutanan@bappenas.go.id Telp. 021 3926254
Email : kehutanan@bappenas.go.id
Telp. 021 3926254
TERIMA KASIH <a href=www.bappenas.go.id Email : kehutanan@bappenas.go.id Telp. 021 3926254 " id="pdf-obj-32-10" src="pdf-obj-32-10.jpg">
TERIMA KASIH <a href=www.bappenas.go.id Email : kehutanan@bappenas.go.id Telp. 021 3926254 " id="pdf-obj-32-12" src="pdf-obj-32-12.jpg">