Anda di halaman 1dari 9

TRAUMA ZAT KIMIA

ZAT BASA
EPIDEMIOLOGI
Pria : Wanita == 4:1
85% trauma mata merupakan trauma kimia
Prevalensi Zat Asam : Zat Basa 1:4
60% dikarenakan kecelakaan kerja
30% terjadi di ruma
Kasus terbanyak terjadi pada umur 16-45 tahun

1
PATOFISIOLOGI
Trauma Basa
HIDROFILIK LIPOFILIK
Dapat secara cepat untuk
penetrasi sel membran dan
masuk ke bilik mata depan
bahkan sampai retina
Koagulasi sel + saponifikasi serta
dehidrasi jaringan
Penetrasi ke retina
KEBUTAAN
2
MANIFESTASI KLINIS
Nyeri
Merah
Iritasi
Lakrimasi
Tidak dapat membuka mata
Sensasi benda asing
Udem palpebral
Pandangan kabur
3
PENATALAKSANAAN
Fase Segera
Irigasi = Nacl, RL selama 15-30 menit
Double eversi kelopak mata
Debridement jaringan nekrosis
4
CONTS
Medikamentosa
Steroid : Deksametason 0,1 % dan prednisolone 0,1 % setiap 2 jam.
Prednisolon IV 50-200 mg tapering off 7-10 hari
Sikloplegik : Atropin 1% atau Scopolamin 0,25% diberikan dua kali
sehari
Topikal AB : profilaksis infeksi bakteri
As. Askorbat : Sodium Askorbat 10%
Beta-Blocker / CA Inhibitor bila TIO tinggi
CONTS
Pembedahan dilakukan untuk revaskularisasi limbus,
mengembaikan sel limbus dan mengembalikan kedudukan fornix.
Cth : Transplantasi stem sel limbus, pemisahan bagian yang
menyatu (simblefaron dll)
KOMPLIKASI
Ulserasi Kornea biasanya terjadi 1-2 mgg setelah trauma
Simblefaron, penyatuan antar konyungtiva
Tear Film abnormal
Glaukoma sudut tertutup
Katarak Traumatik

5
PROGNOSIS
baik jika ditangani secara segera dan tepat
6