Anda di halaman 1dari 104

COASTAL ZONE MANAGEMENT:

RESOURCES UTILIZATION
Oleh:
Prof Dr Ir Soemarno M.S., dkk.
I. PENDAULUAN
La!ar "elakan#
Wilayah pesisir didefinisikan sebagai daerah pertemuan antara darat dan
laut; kearah darat, wilayah pesisir meliputi bagian daratan, baik kering maupun
terendam air, yang masih dipengaruhi sifat-sifat laut seperti pasang surut, angin
laut, dan perembesan air asin, sedangkan ke arah laut wilayah pesisir mencakup
wilayah dengan ciri-ciri yang dipengaruhi oleh proses-proses alami yang terjadi
di darat, seperti sedimentasi dan aliran air tawar, maupun yang disebabkan oleh
kegiatan manusia di darat seperti penggundulan hutan dan pencemaran.
Definisi diatas memberikan suatu pengertian bahwa ekosistem pesisir merupakan
ekosistem yang dinamis dan mempunyai kekayaan habitat yang beragam dan
saling berinteraksi antara habitat tersebut. Selain mempunyai potensi yang besar,
wilayah pesisir juga merupakan ekosistem yang paling mudah terkena dampak
kegiatan manusia. Umumnya kegiatan pembanguna secara langsung maupun
tidak langsung berdampak merugikan terhadap ekosistem pesisir.
Dalam sautu wilayah pesisir terdapat satu atau lebih sistem lingkungan
ekosistem! dan sumber daya pesisir. "kosistem pesisir bersifat alami ataupun
buatan. "kosistem alami yang terdapat di wilayah pesisir antara lain adalah
terumbu karang coral reefs!, hutan mangro#es, padang lamun, pantai berpasir
sandy beach!, formasi pascaprea, formasi baringtonia, estuaria, laguna dan delta.
Sedangkan ekosistem buatan antara lain berupa $ tambak, sawah pasang surut,
kawasan pariwisata, kawasan industri, agroindustri dan kawasan pemukiman.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kawasan pesisir pantai
merupakan suatu kawasan yang mempunyai kerawanan dan sekaligus potensi
strategis ditinjau dari aspek penataan ruang, yaitu suatu kawasan yang secara
geografis spasial penting, namun belum banyak dilakukan upaya penataan
permanfaatan ruangnya secara terintegrasi% terpadu, baik antar kawasan dalam
suatu wilayah administratif maupun antar wilayah administratif. &erawanan yang
'
terdapat pada kawasan pesisir berkaitan dengan fungsi lindung%ekologis, dimana
posisi geografisnya merupakan peralihan antara ekosistem daratan dan ekosistem
perairan% lautan, sehingga seringkali dijumpai sumberdaya alam yang spesifik,
seperti terumbu karang, hutan bakau, resting area, untuk berbagai satwa dan
sebagainya.
(otensi strategis yang dimiliki oleh kawasan pesisir berkaitan dengan
nilai ekonomis yang terdapat di kawasan ini, baik yang berbasis pemanfaatan
sumber daya alam, seperti perikanan budidaya tambak!, kehutanan, pariwisata,
dan sebagainya, maupun yang tidak berbasis pada sumber daya alam seperti
perhubungan pelabuhan!. )eberapa pemanfaatan yang berhubungan dengan
fungsi budidaya ini cenderung bersifat ekspansif sehingga kawasan ini rentan%
rawan terhadap terjadinya perubahan penggunaan lahan, khususnya konflik peng-
gunaan lahan landuse conflicts! antara fungsi lindung dengan fungsi budi daya
Perma$alahan
)eberapa permasalahan penting yang dapat di ungkapkan dalam
penelitianini diantaranya adalah seperti berikut$
a! Sumber daya alam dan lingkungan hidup
&eadaan geografis perairan pantai dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu
wilayah pantai utara dan wilayah pantai selatan. (erairan selat *adura dan
pantai utara merupakan daerah selasar benua yang dangkal dan landai,dengan
komoditi yang dominan adalah iakan dasar dan ikan permukaan. (erairan
pantai selatan merupakan perairan dalam dengan komoditi yang dominan
adalah ikan pelagis seperti +emuru dan ,una.
(erairan pantai utara -awa ,imur masih sangat dipengaruhi oleh .*usim
)arat/ yang berlangsung sekitar bulan Desember hingga *aret. Selama
musim ini gelombang laut sangat besar sehingga akti#itas penangkapan ikan
berkurang dan akibatnya produksi ikan rendah.
(erairan pantai, khususnya di tempat-tempat pendaratan ikan, telah
mengalami pendangkalan dan pencamaran bahan organik yang berasal dari
limbah rumah tangga dan limbah industri pengolhan hasil ikan.
Situasi perkampungan nelayan pantai umumnya tampak kumuh, rumah-
rumah penduduk berhempitan satu sama lain. Sumber air bersih relatif
terbatas, sehingga memenuhi kebutuhan sehari-hari biasanya penduduk
membeli air bersih air (D0* atau air sumur! dari penjualan air.
b! ,eknologi 0lat ,angkap Dan (enangkapan
Sistem perikanan demersal elah berkembang di perairan pantai utara -awa
,imur dengan alat tangkap berupa purse-seine, dogol, gil-nen dan trammel-
1
net. -enis ikan tangkapan yang dominan adalah iakan layang, llemuru%-
tembang, udang dan teri. Sistem perikanan samudera telah berkembang di
perairan pantai selatan dengan alat tangkap yang dominan berupa purseseine,
gillnet permukaan, dan pancing prawe. -enis ikan tangkapan yang dominan
adalah tuna tongkol!, lemuru, cucut.
Ditinjau dari kelayakan ekonominya dan dengan mempetimbangkan
pendapatan pendeganya, ternyata alat tankap yang layak untuk
dikembangkan ialah purse-seine, gillnet, dan payang sangat layak untuk
dikembangkan disemua lokasi. (engenalan tipe alat yang sama dengan
desain baru merupakan jalur in#asi yang prospektif.
2espon nelayan terhadap ino#asi teknologi penangkapan umumnya cukup
besar, baik terhadap sumber teknololgi pemerintah maupun swasta malaui
para pedagang ikan. Dalam proses adopsi tekhnologi diperlukan .efek
demonstratif/ yang bisa diamati dan dialami lansung oleh nelayan.
c! ,eknologi (ascatangkap
Secara umum teknologi pascatangkap dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
i!tradsional dengan aneka komoditi ikan kering, terasi, ikan asap, ikan
pindang, dan ii! modren dengan komoditi andalannya tepung ikan dan
kalengan. ,radisional dilakukukan oleh para pengolah dengan skala kecil
hingga menengah, sedangkan tenologi modern dilakukan oleh para pengusah
besar. )erkembangnya teknololgi modern di suatu lokasi ternyata sangat
ditentukan oleh tesedianya bahan baku. ,eknololgi pengawetan ikan dengan
menggunakan .proses rantai dingin/ dilakukan khusus untuk komoditi
ekspor ikan segar.
3ndustri pengolahan ikan dipedesaan pantai umumnya mampu memberikan
nilai tambah sekitar 4 5 678 terhadap komoditi ikan basah. 0kan tetapi
sebagian besar usaha pengolahan ikan oleh nelayan masih belum dilakukan
secara baik dan bersifat sambilan. Usaha pengolahan ikan yang mempunyai
prospek bagus di wilayah perairan pantai selatan adalah tepung ikan dan
minyak ikan, sedanglkan di wilayah perairan pantai utara umumnya adalah
ikan kering.
d! Sosial "konomi
Distribusi pendapatan nelayan diwilayah pedesaan pantai umumnya tidak
merata diantara kelompok fungsional masyarakat. (endapatan nelayan
pemilik perahu juragan darat! dengan alat tangkap purse-seine, gillnet, dan
payang rata-rata cukup tinggi, jauh berada diatas kriteria garis kemiskinan
yang berlaku sekarang. Sementara itu rataan pendapatan nelayan kecil
9
pemilik sampan%jukung dan pendega berada pada batas ambang kemiskinan
denagn fluktuasi musiman yang sangat besar. (ada musim paceklik rataan
pendapatannya berada dibawah garis kemiskinan sedangkan pada musim
panen raya ikan rataan pendapatannya bisa melonjak diatas garis kemiskinan.
Dalam rangka untuk meningkatkan pendapatan nelayan secara proposional
maka usaha penangkapan secara berkelompok yang melibatkan nelayan kecil
dan pendega patut direkayasa. Dalam hubungan ini ino#asi kredit disarankan
melalui sistem kredit bagi hasil antara nelayan dengan lembaga sumber
kredit.
2ata-rata tingkat pendidikan formal warga pedesaan pantai masih rendah
umumnya hanya berpendidikan sekolah dasar atau yang sederajat.
0kses nelayan terhadap fasilitas pendidikan formal diatas tingkat sekolah
dasar rata-rata masih sangat terbatas. Dalam hal pendidikan ini ternyata
respon nelayan terhadap lembaga *adrasah sangat besar. &endala yang
dihadapi adalah keterbatasan kemampuan lembaga *adrasah tersebut untuk
melakukan transfer teknologi kepada anak didik. (eranan para kyai dan santri
di wilayah pedesaan pantai pada umumnya sangat besar dalam kehidupan
bermasyarakat.
e! &endala (erkembangan Wilayah (esisir (antai
,iga faktor utama yang menyebabkan lambatnya perkembangan teknologi
yang dapat berdampak pada perbaikan kesejahteraan nelayan pendega adalah
i! faktor ekonomi, ii! faktor sosial budaya,iii! faktor sosial politik.
)eberapa kendala yang termasuk faktor ekonomi adalah '! sektor per-
ekonomian wilayah yang masih didominasi oleh sektor primer penangkapan
ikan, 1! penguasaan skill, modal dan teknologi oleh nelayan sangat terbatas,
9! distribusi pendapatan yang relatif tidak merata,6! prasarana penunjang
perekonomian di pedesaan yang masih terbatas, 7! hampir seluruh komoditi
perikanan yang dihasilkan dipasarkan keluar daerah sehingga sebagian besar
nilai tambah komoditi dinikmati oleh lembaga perantara yang terlibat dalam
pemasaran.
)eberapa kendala sosial budaya adalah '! struktur dan poal perilaku sosial
budaya yang masih berorientasi kepada kebutuhan .subsisten/,1! sarana
pelayanan sosial yang masih terbatas, 9! proporsi penduduk usia muda
cukup besar dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah,6! tingkat
pengangguran musiman yang cukup besar,7! kualitas kehidupan rata-rata
masih rendah.
)eberapa kendala sosial politik adalah '! partisipasi masyarakat pedesaan
pantai di dalam pembangunan belum dapat tersalurkan secara lugas pen-
dekatan top down masih lebih kuat dibandingkan dengan bottom up!, 1!
6
birokrasi pembangunan masih belum mampu menyentuh kepentingan
nelayan pendega dan sektor tradisional,9! keterbatasan akses nelayan
pendega untuk berperan serta dalam kegiatan-kegiatan ekonomi yang lebih
luas.
)erdasarkan kondisi seperti di atas maka diperlukan disaign-disaign khusus
untuk mengembangkan pedesaan pantai dalam rangka untuk memenuhi
kebutuhan dasar atau kebutuhan fisik, minimum segenap warga masyarakat
dan sekaligus melestarikan sumber daya yang tersedia.
Secara ringkas beberapa permasalahan yang dihadapi kawasan pesisir pantai
antara lain $
'! &ondisi sumber daya pesisir yang semakin terbatas dan
mengalami penurunan kualitas dan kuantitas.
1! ,ekanan pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi.
9! (erkembangan kawasan pesisir saat ini sudah sedemikian pesat
namun disisi lain perkembangan tersebut tanpa pedoman pada aspek tata
ruang
6! (endayagunaan sumber daya pesisir dan pantai masih kurang
mencerminkan adanya pembagian fungsi kawasan
7! 0ktifitas manusia di kawasan pesisir dan pantai telah
menimbulkan permasalahan antara lain $
a. 3ntrusi air laut akibat pemanfaatan air bawah tanah di kawasan
pesisir yang tidak terkendali, khususnya di wilayah Surabaya dan
:resik, sehingga kurang layak untuk dikonsumsi sebagai sumber air
bersih;
b. Degradasi kualitas ekossitem mangro#e akibat kegiatan budidaya
tambak dan kegiatan raklamasi pantai untuk pengembangan
kawasan terbangun sebagai perumahan, industri dan pelabuhan;
c. ,erjadinya abrasi pantai akibat berkurangnya hutang mangro#e
di sepanjang pantai utara -awa ,imur dan (. *adura, yang dapat
mengancam keberadaan desa-desa pantai dan jaringan jalan
regional;
d. (endangkalan pantai akiobat tingginya sedimentasi, baik yang
terjadi secara alamiah maupun hasil rekayasa masyarakat setempat;
e. &erusakan karang laut terumbu karang! dan biota laut serta
kerusakan karena penambangan dan penangkapan ikan
menggunakan bahan peledak;
f. (encemaran pantai dari limbah industri dan limbah kota, dimana
tingka pencemaran sungai di Surabaya telah mencapai tingkat yang
mengkhawatirkan, bahkan beban limbah di perairan pantai -awa
7
,imur tergolong sangat tinggi. Sungai tersebut berperan sebagai
tempat pembuangan limbah industri dan rmah tangga ke wilayah
pesisir dimana terdapat sumber daya perairan yang penting bagi
perikanan dan akua kultur.
;leh karena itu, upaya penataan kawasan ini perlu dilakukan secara
terpadu%terintegrasi dengan kontinuitas fisik kawasan tanpa memandang
batas wilayah administratif, serta memerlukan perlakuan khusus terhadap
wilayah-wilayah yang memiliki karakteristik tertentu. Salah satu upaya
yang dapat dilakukan adalah dengan menyusun suatu pedoman
pengarutan ruang di &awasan (esisir (antai.
II. TU%UAN DAN SASARAN PERENCANAAN
&.' Mak$(d
&egiatan ini dimaksudkan seabagai salah satu upaya untuk menjaga
kelestarian di kawasan pesisir dengan merumuskan dan melakukan strategi-
strategi berupa langkah-langkah pencegahan, pembatasan dan pengurangan
kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kelestarian
lingkungan dan sumberdaya alam.
&.&. T()(an
&egiatan dilakukannya kegiatan ini ialah memberikan arahan
pengelolaan pemanfaatan ruang daratan dikawasan pesisir pantai, dalam upaya
mengurangi dan mencegah terjadinya konflik pemanfaatan ruang land use
<onflicts! di kawasan pesisir ; *emantapkan fungsi lindung kawasan pesisir
pantai untuk mengurangi peningkatan dan perluasan dampak lingkungan akibat
adanya kegiatan dikawasan pesisir pantai.
&.*. Sa$aran
0dapun sasarannya adalah tersedianya (edoman (engaturan 2uang
&awasan (esisir (antai, yang memuat$
'! *acam )entuk pengelolaan, perlu dikembangkan suatu model pengelolaan
lingkungan yang terpadu dengan kawasan pesisir pantai sebagai satuan unit
pengelolaan,untuk menghindari pengelolaan yang terpisah-pisah antar
instansi yang berkepentingan maupun antar kab%kota.
=
1! &riteria teknis pengelolaan yang mencakup ukuran-ukuran yang
menyatakan bahwa pemanfaatan ruang suatu kawasan pesisir pantai secara
teknis sesuai dengan daya dukungnya dan secara ruang bersama-sama
dengan kegiatan di sekitarnya memberikan sinergi optimal terhadap
pemanfaatan ruang.
9! &ewenangan pengelolaan, mengingat bahwa dalam usaha pengelolaan
kawasan pesisir pantai harus dilakukan secara terintegrasi maka perlu
dirumuskan pedoman (engelolaan kawasan ini.
III. LING+UP ANALISIS
R(an# L,n#k(- .,la/ah
Dari definisi di atas dapat diartikan bahwa ruang kawasan pesisir
merupakan ruang kawasan di antara ruang daratan dengan ruang lautan yang
saling berbatasan. 2uang daratan adalah ruang yang terletak di atas dan di bawah
permukaan daratan termasuk perairan darat dan sisi darat dari sisi darat dari garis
laut terendah. 2uang lautan adalah ruang yang terletak di atas dan dibawah
permukaan laut dimulai dari sisi laut pada garis laut terendah termasuk dasar laut
dan bagian bumi di bawahnya.
Sesuai dengan tujuan dan sasaran tersebut maka kegiatan ini dibatasi pada ruang
daratan yang berada di kawasan pesisir.+okasi studi adalah diwilayah -awa
,imur (antura!; pesisir Selat *adura, pesisir selat )ali dan pesisir Selatan -awa
,imur. *engingat permasalahan yang timbul akibat penetrasi kegiatan budidaya
terhadap kawasan lindung land use conflict! lebih banyak terjadi di kawasan
perumahan dan pengembangan industri maka lingkup studi ini dibatasi pada
kawasan permukiman dan kawasan pengembangan industri yang berlokasi di
wilayah pesisir pantai.
*.& L,n#k(- +e#,a!an
(engelolaan kawasan pesisir perlu dilakukan secara terpadu (engelolaan
secara sektoral, seperti perikanan tangkap, tambak, pariwisata, pelabuhan dan
industri minyak, seringkali menimbulkan konflik kepentingan antar sektor yang
berkepentingan yang melakukan akti#itas pembangunan pada kawasan pesisir
yang sama. Untuk itu perlu dilakukan pengelolaan secara terpadu dengan tujuan
>
untuk mengharmoniskan dan mengoptimalkan antara kepentingan untuk melihat
lingkungan, keterlibatan masyarakat dan pembangunan ekonomi.
*engingat lingkup pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu begitu
luas dan melibatkan banyak aspek dan adanya keterbatasan pada penugasan ini
maka kegiatan ini dibatasi pada upaya-upaya pengaturan ruang di kawasan
pesisir, sehingga tujuan kegiatan ini adalah sebagai upaya untuk mencegah dan
mengurangi konflik pemanfaatan ruang dapat tercapai. Untuk itu lingkup
kegiatan yang akan dilakukan ini adalah $
'! *elakukan identifikasi permasalahan pemanfaatan ruang yang timbul
sebagai akibat dari pemanfaatan ruang yang belum terarah di kawasan
pesisir pantai, terutama yang menyangkut pengelolaan kawasan lindung dan
budidaya;
1! *engkaji berbagai peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan dalam
pemanfaatan ruang yang dikeluarkan, baik oleh, pemerintah pusat,
pemerintah propinsi maupun pemerintah kabupaten%kota;
9! *elakukan indentifikasi aspek teknis sektoral yang harus diperhatikan
dalam setiap langkah pemanfaatan ruang.
6! *elakukan kajian terhadap aspek kelembagaan yang mencakup instansi
pelaksana dan kaitannya dengan instansi lain;
7! *elakukan kajian identifikasi teknologi yang perlu diterapkan dalam upaya
pengelolaan kawasan pesisir pantai;
=! *enyusun rancangan (edoman (engaturan 2uang &awasan (esisir (antai.
?
I0. +ERANG+A +ONSEP
1.' Po!en$, .,la/ah Pede$aan Pan!a,
1.'.' Po!en$, Um(m .,la/ah Pede$aan Pan!a,
Wilayah pedesaan pantai -awa ,imur terletak pada tiga wilayah perairan
laut, yaitu $ a! +aut -awa ,(! )ulu ,uban dan Weru &ompleks +amongan; b!
Wilayah Selat *adura )andaran-(amekasan dan +ekok (asuruan! dan Wilayah
Samudra 3ndonesia +aut Selatan -awa ,imur, *uncar )anyuwangi dan (uger
-ember, Sendangbiru *alang! ketiga wilayah laut tersebut pada dasarnya
mewakili wilayah penangkapan ikan perairan pantai Selat *adura!, lepas pantai
+aut -awa! dan laut dalam +aut Selatan -awa ,imur!.
(eranan tambak di wilayah pedesaan pantai tidak merata dan hampir
keseluruhannya telah dikelola sebagai tambak udang intensif. Desa-desa pantai
telah terbuka dari isolasi, sehingga interaksi antar masyarakat di lokasi dengan
masyarakat diluarnya telah cukup lancar. )erikut ini akan diuraikan secara lebih
terperinci masing-masing desa, yaitu meliputi gambaran umum dan proses
perubahan yang terjadi.
1.'.& .,la/ah Pede$aan Pan!a, Mad(ra 2 Sela!an : "andaran
i! &arakteristik (enduduk
Sebagian besar penduduk )andaran 47 8! bekerja sebagai
nelayan dan sisanya bekerja di bidang pertanian, pegawai negeri dan
jasa. +atar belakang menjadi pendega ini disebabkan oleh
ketrampilan yang diajarkan dari orang tuanya. Sebagian besar
anggota rumah tangga tidak bekerja. )eberapa isteri pendega
membantu bekerja sebagai .bakul/ ikan di pasar )andaran. Secara
umum pendidikan formal nelayan adalah SD atau tidak tamat SD.
ii! +ingkup Sosial
(osisi pendega di dalam bagi hasil lebih tinggi =@ 8! bila
dibanding denga tempat lain yang sebesar 7@ 8. (embentukan
kelompok antar pendega dalam suatu usaha perikanan sangat lemah.
&elompok pendega yang dibentuk saat menerima kredit telah
mengalami bubar. (erpecahan kelompok tersebut terutama
diakibatkan oleh perselisihan sesama pendega di dalam menentukan
pemilikan alat tangkap tersebut.
4
&redit yang diberikan oleh pemerintah kadangkala masih dipandang
sebagai barang bantuan atau pinjaman yang tidak harus
dikembalikan. Dalam bayak kasus penunggakan hutang kredit
nelayan ada kaitannya dengan masalah ini.
iii! &etergantungan
&etergantungan nelayan pada pedagang pengumpu ikan basah dan
ikan kering cukup besar. Aasil tangkapan nelayan secara umum
langsung dibeli oleh pedagang dari desa tetangga Desa ,anjung!
yang berfungsi sebagai pedagang pengumpul.
1.'.* .,la/ah Pede$aan Pan!a, Pa$(r(an 2 S,!(3ondo : Lekok
4,5 &arakteristik (enduduk
-umlah penduduk &ecamatan +ekok 6>.194 orang '1.76' &&!,
terdiri dari 11.11@ pria dan 17.@'4 wanita. *ata pencaharian di
sektor perikanan dapat diuraikan sebagai berikut $ Belayan 4'>
2,(, petani tambak '9= 2,(, penyakap 4 2,( dan pengolah '4=
2,(.
ii! &arakteristik 2esponden
2esponden nelayan juragan di +ekok adalah payang, payang alet,
jaring dan pancing. -umlah tanggungan keluarga responden antara 9
sampai 7 orang. Sebagaian kecil isteri mereka C178! bekerja
sebagai pengolah%pedagang, bekerja ditambak dan mendirikan
warung. (ekerjaan juragan payang sebelumnya adalah sebagai
pendega sedangkan nelayan pyang alet sebelumnya bukan sebagai
nelayan. -uragan jaring dan pancing lebih dari 7@8 adalah bekas
pendega sedangkan yang lain adalah bukan nelayan.
Sejumlah 47-'@@8 nelayan di +ekok berpendidikan formal SD
tamat atau tidak tamat. Sebagian besar nelayan payang telah bekerja
sebagai nelayan pada tahun '4>@-an. Sedangkan juragan jaring
antara tahun '4>@ dan '4?@. Belayan payang alit mulai mengoperasi
alat tangkapnya setelah tahun '4?@-an.
iii! +ingkungan Sosial-)udaya
Belayan, petani tambak dan pengolahan ikan pada umumnya
melakukan usahanya berdasarkan warisan yang diterima dari
generasi pendahulunya. Didaerah ini terdapat kelompok nelayan dan
petani tambak yang anggotanya terdiri dari '7-6@ orang. *ereka
mengadakan arisan hairan, mingguan dan ada yang bulanan. Setiap
hari -umat diadakan penarikan dana sosial dari para nelayan secara
sukarela dengan jumlah berdasarkan kemampuan. Dana sosial ini
'@
pada masa paceklik atau muslim laib disumbangkan kepada mereka
yang tidak mampu redistribusi!. Sumbangan dapat berupa uang,
beras atau pakaian seharga 2p1.7@@,- per orang. (ara nelayan
umumnya tidak suka menabung. 0pabila hasil tangkapan berjumlah
banyak langsung dibelikan barang-barang berharga, seperti ,D,
radio, sepeda dan sebagainya, jadi jarang sekali penduduk yang
menyimpan uang.
*odal usaha adalah modal sendiri dan sesuai dengan yang dimiliki
atau dipinjam dari kerabatnya. 0lasan mereka adalah kemudahan
prosedur dan tidak ada bunga atau sangsi yang lain. (erjanjian
dibuat secara lisa atas dasar saling mempercayai.
1.'.1. L,n#k(n#an ,d(- Pede$aan Pan!a,
(ada umumnya desa pantai menggambarkan suatu desa yang panas dan
gersang serta bau yang kurang sedap. Desa pantai umumnya padat penduduk
sebagai nelayan, pengolah ikan dan pedagang. (erkampungan umumnya
merupakan pemukiman kumuh dan kurang memperhatikan kebersihan
lingkungan.
&eadaan jalan desa%kampung kebanyakan masih tanah atau batu belum
aspalan!, hanya ada sebagian kecil jalan kampung yang terbuat dari semen
beton!, biasanya pada desa yang sudah maju atas prakarsa pemerintah desa
dengan dana swadaya masyarakat setempat. &eadaan rumah nelayan dan
pengolahan ikan umumnya sudah berdinding tembok atau papan, beratap genting
dan berlantai semen. &eadaan yang demikian sudah dapat dikatakan layak
walaupun belum memenuhi syarat sebagai rumah sehat, karena tidak ber#entilasi,
tidak memiliki jamban dan di sekitar rumah masih ada yang memiliki comberan
karena tidak adanya saluran pembuangna yang sempurna.
Sebenarnya di bidang kesehatan dan kebersihan lingkungan hampir 4@8
penduduk telah mendapatkan penyuluhan tentang rumah sehat, giEi masyarakat
dan &). Bamun karena rendahnya tingkat pendidikan dan tradisi yang kuat,
sekitar >@-?@8 penduduk lebih suka membuang limbah dan sampah rumah
tangga bahkan sampah pasar kelaut atau sungai. &arena kurangnya kebersihan,
sehingga penyakit yang sering dialami adalah sakit perut diare!. Untuk
mengatasi penyakit tersebut umumnya mereka berobat ke (uskesmas, kepada
*antri &esehatan, bahkan sudah ada yang memanfaatkan dokter. Aampir semua
anak telah mendapatkan imunisasi.
i! &endala (engelolaan +ingkungan Desa (antai
)eberapa permasalahan yang terjadi pada lingkungna perairan,
antara lain ialah $
''
(a) (ada musim barat masyarakat nelayan kebanyakan tidak melaut
dengan alasan takut terhadap ombak yang besar dan
menurunnya produksi perairan. *enurut soedarmo, dkk '4?6!,
musim barat yang terjadi pada bulan Desember-*aret
menyebabkan i! mengalirnya arus yang kuat dari barat ke
timur; ii! bagian barat 3ndonesia curah hujannya tinggi,
sehingga kadar garam menjadi rendah, angin sangat kencang
dan ombak sangat besar; dan iii! ikan-ikan yang suka pada
kadar garam tinggi akan bermigrasi ke timur atau ke lapisan
bawah. Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan perahu
yang lebih baik dengan alat tangkap khusus untuk menangkap
ikan-ikan yang mungkin bermigrasi #ertikal ke lapisan bawah
yang lebih dalam.
b! *enurunnya produksi nener%benur di pantai utara -awa dan
perairan Selat *adura yang dianggap memiliki potensi yang
perlu dikembangkan dapat diatasi dengan penanaman kembali
pengaturan jalur hijau hutan bakau. &arena hutan bakau
mempunyai peranan penting bagi perikanan, yaitu sebagai
sumber makanan, tempat perlindungan shelter!, tempat berbiak
spawning ground!, nursery ground. Secara fisik dan kimiawi;
sebagai penahan gelombang, penahanan instrusi laut,
penahanan erosi tanah, pengendali banjir dan pelindung
terhadap pencemaran.
c! &emajuan dan perkembangan teknologi yang pesat seperti di
*uncar, telah membuka peluang terjadinya perubahan
lingkungan yang berdampak pada kualitas dan produkti#itas
perairan, misalnya adanya pencemaran dari limbah industri
pengolahan ikan dan limbah tampak intensif.
ii! (ermasalahan +ingkungan Aidup (edesaan (antai
a! &eadaan cuaca di pedesaan pesisir pantai pada umumnya
panas, berdebu dan berbau yang kurang sedap. Untuk
mengatasi hal ini dapat diusahakan dengan mengadakan
penghijuan, yaitu penanaman pohon atau tanaman yang bisa
hidup di daerah pantai. ,anaman tersebut di tanam di sepanjang
jalan desa maupun di halaman rumah penduduk.
b! (ertambahan penduduk yang masih relatif besar berdampak
pada banyaknya produksi sampah domestik yang dibuang ke
perairan pantai. Dengan adanya pembuangan tinja yang tidak
higienik, maka gangguan diare dan muntah-berak pada
'1
umumnya merupakan masalah yang sering melanda masyarakat
desa pantai.
iii! (otensi dan &endala (engembangan ,eknologi (enangkapan
(emanfaatan sumberdaya perairan oleh nelayan telah semakin
intensif sejalan dengan penerapan teknologi penangkapan ikan yang
lebih modern, baik teknologi armada perikanan perahu%kapal!
maupun alat penangkapan jaring!. Dalam hal ini ino#asi teknologi
meliputi $ a! (eningkatan mutu teknologi alat tangkap dan armada
penangkapan; b! di#ersifikasi penggunaan alat tangkap dan; c!
penambahan jumlah unit penangkapan.
(erubahan teknologi yang terjadi selama 1@ tahun terakhir di
perairan laut -awa ,imur berkaitan erat dengan keadaan lingkungan
perairan. (erairan laut utara merupakan wilayah selasar benua
continental shelf! yang dangkal dengan potensi sumberdaya
perikanan demersial dasar! dan pelagis permukaan!. Sedangkan
perairan pantai selatan merupakan wilayah perairan dalam dengan
potensi sumberdaya perikanan pelagis dan terpengaruh oleh perairan
laut dalam samudera!.
Secara ringkas nelayan -awa ,imur berdasarkan pada jangkauan
daerah penangkapannya dapat dibedakan menjadi tiga kelompok,
yiatu a! nelayan yang bekerja di pantai; b! lepas pantai, dan c!
laut lepas samudera!. Daerah-daerah penangkapan ini pada
kenyataaan tidak dapat dipisahkan secara tegas. (engelompokan ini
berkaitan erat dengan kedalaman perairan, yang kemudian
mempengaruhi jenis ikan yang diburu pada masing-masing unit
kerja, alat tangkap yang dipakai, armada penangkapan dan modal
kerja yang diperlukan.
Disamping itu, daerah-daerah penangkapan ini, sampai saat ini
masih didominasi oleh usaha nelayan skala kecil. )eberapa ciri
penting dari usaha kecil ini menurut Sawit dan Sumiono '4?=!
antara lain$ a! kegiatan kerja lebih padat kerja dengan alat tangkap
sederhana; b! ,eknologi penangkapan yang dipakai masih juga
sederhana dan; c! tingkat pendidikan dan ketrampilan juga rendah.
Disamping itu, eksploitasi sumberdaya perairan pantai pada
umumnya masih terbatas pada perairan yang tidak begitu jauh dari
tempat tinggal mereka. <iri teknologi penangkapan oleh nelayan
kecil ini adalah nelayan tanpa perahu menggunakan perahu dayung,
layar dan%atau motor tempel. (erahu motor tempel adalah perahu
dengan mesin yang dipasang di luar tubuh perahu out board!.
'9
Selain itu juga terdapat pula usaha penangkapan ikan dengan skala
menengah, dimana para nelayan yang menggunakan kapal motor
dari berbagai ukuran kapal dan kekuatan mesin. &apal motor adalah
kapal%perahu dengan pemasangan mesin di dalam tubuh in board!.
(ada umumnya kapal motor ini berpangkalan dikota pelabuhan di
sepanjang pantai. Aal ini berbeda dengan umumnya perahu motor
tempel yang berpangkalan di pusat-pusat pendaratan ikan bukan
pelabuhan! yang berada di dekat tempat tinggal mereka.
&eragaman alat tangkap memungkinkan para nelayan skala kecil
untuk berpindah dari satu sistem kerja ke sub sistem kerja lainnya
dalam musim yang berbeda sebagai upaya untuk tetap bisa
menangkap ikan. ;leh karena itu sub sistem kerja yang ada pada
nelayan tidak bisa dianggap sebagai sub sistem yang saling terpisah.
Sebagai contoh, di (uger, kabupaten -ember, pada bulan Desember-
(ebruari seorang nelayan mengoperasikan jaring gondrong jaring
kantong, trammel net!, dan di bulan-bulan berikutnya mereka
nelayan! bisa saja mengoperasikan pancing prawe. &eluwesan
seorang nelayan untuk pindah sistem penangkapan tergantung pada
berbagai hal, diantaranya$ a! &emampuan nelayan, baik
ketrampilan maupun kemungkinan keragaman alat tangkap yang
bisa digunakan untuk skala kapal dan mesin yang dimilikinya; b!
kondisi lingkungan, yaitu jenis ikan yang sedang musim dan
keadaan perairan dan; c! ketersediaan tenaga kerja yang mampu
melaksanakan operasi penangkapan ikan yang tersedia. Dalam
hubungan ini, para nelayan umumnya membagi musim penangkapan
menjadi dua, yaitu musim panen dan musim paceklik. Sesuai
dengan namanya, musim panen merupakan saat para nelayan
memperoleh puncak penghasilan. Sebaiknya musim paceklik
merupakan saat para nelayan kurang%tidak berpenghasilan.
*usim panen dicirikan oleh munculnya jenis ikan buruan pada
daerah penangkapan, biasanya bertepatan dengan musim teduh laut
tidak berombak besar!. 0dapun bulan paceklik terjadi bila
sumberdaya yang menjadi buruan menghilang dari daerah
penangkapan atau bila laut berombak besar. )ila paceklik terjadi
karena sebab .hilangnya ikan/ yang menjadi buruan, para nelayan
mencoba mengatasinya dengan mengganti alat tangkap lain, sesuai
dengan sumberdaya yang ada atau dengan berpindah daerah
penangkapan perairan lain. )ila paceklik terjadi karena musim
ombak, para nelayan mengatasinya dengan berpindah daerah
'6
penangkapan migrasi! ke perairan lain yang tenang dan tersedia
sumberdaya yang menjadi sasaran penangkapan. &egiatan
melakukan migrasi mencari daerah penangkapan lain jauh dari
tempat tinggalnya melakukan penangkapan ikan di laut, atau
kemudian menetap di desa nelayan lainnya disebut andon. &egiatan
andon bisa diduga hanya dapat dilakukan oleh nelayan yang
memiliki perahi baik baik berlayar jauh mencari daerah
penangkapan lain! dan%atau memiliki alat tangkap yang beragam.
Dengan demikian strategi eksploitasi penangkapan ikan yang
dilakukan para nelayan skala kecil tergantung pada berbagai hal,
diantaranya $ a! potensi sumberdaya, b! #ariasi alat tangkap yang
dimiliki dan; c! mutu perahu.
(rogram pemerintah, seperti )imas, kredit &3&%&*&( atau bentuk
kredit yang lain selama '7 tahun terakhir ini, telah memungkinkan
banyak nelayan memperbaiki mutu perahu dengan menganeka-
ragaman alat tangkapnya, sehingga dapat meningkatkan
produkti#itas dan kestabilan pendapatnya dalam musim-musim yang
berbeda. Aanya saja pada sisi lain juga membawa implikasi
bertambahnya intensitas eksploitasi sumberdaya perikanan laut.
1.'.6. Perkem3an#an Teknolo#, Penan#ka-an Ikan
(erkembangan teknologi penangkapan ikan di -awa ,imur sudah dimulai
sejak lama. 0lat tangkap yang sudah lama mereka kenal berupa pancing rawai!,
payang boat seine!, jaring insang gill 5 net! pijer bottom gill net! dan payang
alet danish seine!. (ada awal dekade '4>@-an dikawasan ini mulai dikenal kapal
trawi tipe cungking dari bagansiapi-api yang menggunakan kapal motor.
Selanjutnya motorisasi perikanan berupa motor tempel berkembang teknologi
penangkapan ikan di -awa ,imur, yaitu $
a! (ertama, konflik antara nelayan payang dan purse seine di *uncar pada
tahun '4>6, yang selanjutnya diikuti program kredit purse saine untuk
kelompok nelayan di *uncar sebanyak 9@ kelompok, masing-masing
kelompok terdiri dari '1 orang anggota.
b! &edua, konflik terbuka antara nelayan jaring dan nelayan trawi di pantai
utara jawa +aut Utara dan Selat *adura! sepanjang tahun '4>7 5 '4>4.
Fang selanjutnya diikuti dan diakhiri dengan &epres Bo. 94 tahun '4?@
kemudian diikuti dengan program )imas (erikanan ,ahun '4?' dan '4?1.
Disamping program &3& % &*&( untuk eks 0)& trawi.
&edua kejadian tersebut diatas telah berdampak positif terhadap
perkembangan teknologi penangkapan ikan di -awa ,imur. &ejadian pertama
'7
telah mendorong nelayan *uncar mengalihmkan unit kerja penangkapan dari
alat payang ke alat tangkap purse seine, baik melalui kredit maupun tanpa kredit.
Sedangkan kejadian kedua telah mendorong hampir seluruh wilayah perikanan di
-awa ,imur terkena dampak pengenalan teknologi penangkapan baru, seperti
pengenalan kapal penangkapan kapal purse seine! dan macam-macam gillnet,
sehingga motorisasi perikanan berupa motor tempel berkembang sangat pesat
dalam dekade '4?@-an.
:ambaran tentang tahap-tahap perbaikan teknologi penangkapan yang
pernah dilakukan nelayan -awa ,imur adalah sebagai berikut $
a! (ada dasarnya nelayan -awa ,imur secara keseluruhan sangat responsif
terhadap perbaikan teknologi
b! (erubahan struktur pemilihan alat tangkap atau pengganti alat tangkap lain
dapat terjadi karena kemungkinan $
- (rogram pemerintah $ kasus pemilihan purse seine oleh nelayan sendiri;
- &asus perkembangan gardanisasi jaring dogol danish seine! di Selat
*adura;
c! *engingat kondisi perairan yang berbeda antara perairan +aut Utara dan
Selatan -awa ,imur, maka perkembangan teknologi yang dimiliki beberapa
perbedaan disamping terdapat persamaan.
(ersamaannya adalah $ ukuran kapal, mesin dan alat tangkap meningkat,
disamping diterapkannya alat yang lebih efisien, seperti gearboG, atau
peningkatan kemampuan alat bantu seperti lampu dan rumpon. (erubahan
yang ada mengarah pada penggunaan alat yang makin efisien. Sedangkan
perbedaannya meliputi hal-hal yang berkenaan dengan sistem penangkapan $
'! Di Wilayah Selatan mengarah pada perluasan alat tangkap untuk
perairan Samudera, seperti gill net dan pancing prawe. *engingat
wilayah *uncar telah dikenakan teknologi sejak tahun '4>6%'4>7, maka
kecepatan perubahan nampak sangat tinggi, bahkan semakin memberi
arah pada perubahan-perubahan teknologi yang lain. Dengan
diperkenakannya listrik untuk alat bantu penangkapan, telah membuka
peluang lain untuk memasuki modernisasi penangkapan ikan lebih luas.
1! Di Wilayah Utara +aut -awa dan Selat *adura! mengarah pada
pengembangan perikanan demersal, khususnya pengembangan
gardanisasi payang dogol danish seine!. (roses persaingan antara
payang dan purse seine di Selat *adura, terjadi keadaan keduannya
bertahan pada lokasi penangkapan yang berdekatan konsistensi!,
sedangkan di +aut -awa posisi payang makin marginal, dan purse seine
perkembangan alat tangkap gill net, sedang diperairan utara cenderung
berkembang macam-macam ukuran gil net kecil sesuai dengan jenis
'=
ikan yang menjadi buruan. Di bagian utara -awa ,imur banyak
berkembang jenis gill net baru.
d! Ditinjau dari segi waktu, maka dekade '4?@-an adalah merupakan tahap
perbaikan adopsi teknologi secara internal yang telah menyiapkan nelayan
-awa ,imur memasuki tahap pengembangan teknologi modern selanjutnya.
1.'.7. Teknolo#, Penan#ka-an dan Pel(an# Pen#em3an#ann/a
Setelah melewati perkembangan teknologi penangkapan ikan di -awa
,imur selama 1@ tahun, maka keadaan teknologi yang ada sekarang telah maju
dari gambaran besarnya in#estasi terlihat besarnya potensi sumber dana milik
nelayan. (ada umumnya sumber dana tersebut merupakan modal sendiri, dan
hanya sebagian kecil nelayan yang telah memperoleh modal dari )ank.
Disamping itu, secara geografis potensi sumberdaya alam yang tersedia di
wilayah utara tersedia potensi ikan-ikan demerial belum dimanfaatkan secara
maksimal, khususnya pasca larangan penggunaan jaring trawl sejak tahun '4?'.
0dapun di wilayah perairan selatan tersedia potensi sangat besar ikan-ikan
pelagis seperti ikan tuna, tongkol, dan cucut, juga masih dimanfaatkan sangat
rendah. *enurut perkiraan Dinas (erikanan (ropinsi -awa ,imur pemanfaatan
potensi perikanan di wilayah perairan laut selatan di bawah '@8 dari potensi
lestari. Sementara itu, dari pengalaman selama 1@ tahun terakhir.
)eberapa kelemahan dan ancaman untuk mendorong dan meningkatkan
penerapan teknologi maju selanjutnya antara lain adalah $ a! ,ingkat pendidikan
dan ketrampilan rendah, rata-rata pendidikan Sekolah Dasar; b! &esenjangan
ekonomi diantara para nelayan tradisional dengan nelayan maju dilingkungan
masyarakat nelayan skala kecil itu sendiri makin besar, baik antar lokasi
penelitian, maupun di lingkungan lokasi penelitian itu sendiri. &esenjangan
nampak antara nelayan purse seine dan payang dengan nelayan gill net; c!
kesenjangan ekonomi yang ada juga berdampak terhadap kesenjangan
memperoleh informasi teknologi antara jenis alat tangkap maupun antar wilayah
masih sangat nampak. Sementara itu peranan penyuluh perikanan masih terasa
terlalu rendah, bahkan terkesan lnelayan jauh lebih terampil dari pada para
penyuluh yang ada, d! kelembagaan koperasi &UD! hampir seluruhnya belum
berfungsi. Di semua lokasi penelitian diperoleh informasi bahwa &UD masih
lebih dikenal sebagai pemungut retribusi saja, dan kurang mampu mengatasi
permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh nelayan.
)eberapa peluang yang mungkin bisa dimanfaatkan nelayan selanjutnya
antara lain $ a! &eberhasilan penerapan teknologi yang ada sekarang
menumbuhkan optimisme para nelayan, khususnya di wilayah perairan selatan,
mengingat potensi ikan tuna yang memiliki peluang ekspor, maupun juga adanya
'>
peluang ekspor beberapa jenis ikan dasar seperti ikan kerapu, udang barong,
udang dan lainnya untuk wilayah perairan utara -awa ,imur, b! <ukup tersedia
pilihan teknologi baru, misalnya penerapan lampu bawah air, sarana komunikasi,
maupun proyek-proyek pelabuhan yang sedang dibangun oleh pemerintah; c!
0danya efek demonstratif dari perbaikan teknologi antar wilayah cukup besar
untuk mengurangi adanya wilayah yang belum terjangkau oleh pengenalan
teknologi, sehingga perbaikan teknologi yang berhasil disuatu lokasi perikanan
akan segera tersebar ke seluruh wilayah. (enyebaran teknologi tersebut lebih
dipercepat mengingat daya migrasi dan andon para nelayan antar wilayah cukup
besar.
Sehubungan dengan adanya faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan
ancaman yang ada, maka pengembangna teknologi penangkapan masa depan di
-awa ,imur ada beberapa pilihan layak secara teknis, antara lain $ a! Wilayah
Selatan $ perluasan usaha perikanan dengan menggunakan alat tangkap gill net
dan pancing prawe; b! Wilayah utara perluasan usaha perikanan dengan
menggunakan alat tangkap dogol danish seine! bergardan yang ditujukan untuk
memanfaatkan potensi perikanan dasar demersal! di +aut -awa dan Selat
*adura; c! )aik untuk wilayah utara maupun selatan -awa ,imur untuk dikaji
lebih dalam adanya penggunaan teknologi lampu di bawah air, gear boG untuk
mesin kapal maupun pengembangan alternatif purse seine khususnya di (uger
(erhitungan kelayakan ekonomi disajikan di lampiran.
1.&. A$-ek Ekonom, U$aha Penan#ka-an Ikan
1.&.' ar, +er)a U$aha Penan#ka-an Ikan
Aari kerja usaha penangkapan ikan di -awa ,imur '>-1= hari. Aasil
penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan hari kerja menurut jenis
kapal maupun alat tangkapnya disebabkan keadaan musim antara musim
paceklik dan bukan!. Aanya lterjadi pada wilayah (uger, sedangkan pada daerah
lain perbedaannya tidak begitu menonjol. Aal ini disebabkan karena pada
wilayah (uger dan musim tersebut terjadi angin barat yang menyebabkan
gelombang laut cukup besar.
Aasil penelitian bahwa hari kerja nelayan tidak penuh 9@ hari,
dikarenakan memperbaiki alat tangkapnya. Disamping itu pada waktu terang
bulan juga nelayan tidak bekerja dikarenakan tidak ada ikan.
1.&.& T,n#ka! Penda-a!an dan +ela/akan Teknolo#,
,ingkat pendapatan usaha penangkapan ikan ada pada jenis (urse Seine,
kemudian payang dan :linet. 0danya perbedaan pendapatan berdasarkan
wilayah penelitian disebabkan karena adanya perbedan teknologi dan fisling
'?
gronnd purse seine di *uncar )anyuwangi! pendapatan tertinggi dibanding lain
dengan wilayah lain, dikenalkan etimologis sudah maju dengan fisling groundnya
lebih jauh. Ditinjau dari segi pendapatan pendega 0)&! :ilnet yang tertinggi,
hal ini dikemukakan karena disamping teknologinya semi maju, juga disebabkan
jumlah 0)& lebih sedikit.
Dariasi pendapatan permusim tampaknya terjadi perbedaan. -enis
:ilnnet dan (urseine, tampaknya relatif lebih stabil. Bamun hasil penelitian
menunjukkan juga ditentukan oleh wilayah (otensi Sumber Daya 3kan!. Dengan
demikian apabila nelayan dapat mengoperasi diluar wilayah andon!,
pendapatannya cenderung stabil hal ini banyak dilakukan oleh nelayan di
*uncar. Ditinjau dari segi kelayakannya ternyata gill net pantas dikembangkan
untuk peningkatan golongan nelayan kecil pendega!. Sedangkan di wilayah
utara tampaknya pengembangan pada penggunaan .alet/ yang lebih beragam.
-enis Dogol yang dikombinasikan antara pancing perawe permukaan tampaknya
dapat dilakukan.
1.&.*. Po!en$, dan +endala S(m3erda/a Man($,a dan So$,al "(da/a
Uraian ini akan menggambarkan kondisi umum nelayan dan pengolah
serta penduduk lainnya yang terdapat di keenam daerah penelitian. &eenam
daerah tersebut dikategorikan ke dalam tiga satuan wilayah, yaitu a! wilayah
,imur-selatan *uncar dan (uger!, b! Wilayah utara %Selat *adura +ekok dan
)andaran! dan 9! Wilayah utara%+aut -awa )ulu dan Weru!.
a! &arakteristik (enduduk
0lokasi waktu anggota keluarga pendega membantu kegiatan produktif
ber#ariasi, Sebagian kecil saja yang memanfaatkan waktunya untuk kegiatan
produktif, misal pedagang skala kecil, pembuat ikan olahan tepung ikan! dan
warung makan skala kecil. Usaha pembuatan tepung ikan skala rumahtangga dan
dijual di pasar muncar. (endidikan pendega pada umumnya sampai pada tingkat
SD atau tidak tamat SD, sedangkan para juragan darat umumnya memiliki
pendidikan yang lebih tinggi. (engetahuan dan ketrampilan nelayan tentang
aspek penangkapan ikan rata-rata lebih tinggi dari pada para tugas lapangan dari
,(3%&UD dan ((+.
b! &arakteristik 2esponden
Belayan juragan responden di *uncar terdiri dari empat alat tangkap,
yaitu purse seine, gill net, pancing dan payang. 2ata-rata jumlah keluarga juragan
purse seine dan pancing adalah 6 sampai 7 orang, sedangkan untuk nelayan gill
net dan payang antara = sampai ? orang. (ekerjaan istri rata-rata adalah berjualan
'4
.*racangan/. Sebagian besar pendidikan mereka adalah SD atau SD tidak tamat.
Sebagian besar nelayan *uncar ini bekerja sebagai nelayan pada tahun '4>@-an.
c! +ingkungan Sosial
+atar belakang menjadi pendega ber#ariasi. Belayan lokal cenderung
memilih pendega karena tidak ada alternatif pekerjaan lain. Disamping itu juga
ada yang digunakan untuk meniti profesi ke arah juragan laut dan kemudian
menjadi juragan darat. (endega berasal dari dalam dan luar desa nelayan.
(endega luar desa nelayan ada yang dekat desa nelayan dan biasanya bekerja
sebagai buruh tani, dan ada yang asal luar daerah seperti, *adura, (robolinggo,
)ondowoso dan -ember. (anutan nelayan di *uncar adalah juragan yang
sekaligus .mengerti agama/. (eranan <amat dan +urah%&epala Desa dihadapi
secara netral. 0rahan pejabat ini akan dituruti jika .menguntungkan/ dan akan
tidak ditanggapi bila .tidak menguntungkan/. )ila kebijaksanaan pejabat tersebut
dianggap .merugikan/ maka nelayan pendega diorganisir oleh juragan untuk
menentangnya. &asus konflik di *uncar '4>6 berakar pada peranan .juragan
yang kuat/ dan mereka dirugikan oleh pihak tertentu di masyarakat.
d! 2espon *asyarakat terhadap &redit dan (rogram (emerintah, Serta
,eknologi.
&etika peranan &UD dominan dalam pengelolaan kredit kelompok
pendega, maka respon mereka sangat positif. (engembalian kredit lancar dan
bahkan nelayan dapat melunasi pinjamannya kepada &UD. Aal ini berlangsung
pada tahun '4>6-'4>4. Aal demikian ini tidak diikuti pada pemberian kredit
)imas 3 dan )imas 33 tahun '4?'%'4?1 gill net dan payang!. 0lat tangkap
tersebut tidak segera menguntungkan nelayan dan pengembaliannya hanya
mencapai sekitar '7-178.
Secara umum respon masyarakat nelayan pada program pemerintah
.positif/, termasuk ,(3! asal para pembeli (engolahan 3kan! ikut melakukan
lelang di ,(3. Demikian pula nelayan sangat setuju bila diadakan lelang murni,
pelabuhan perikanan dan proyek pemerintah lainnya. (enentu respon ini masih
selalu dikaitkan dengan keuntungan ekonomi nyata yang diperoleh oleh para
pendega. *asyarakat nelayan menilaikan bahwa .kredit pemerintah/ merupakan
fasilitas yang menjadi hak mereka, sehingga ada kecenderungan tidak melunasi
pinjaman, terlebih lagi #ila alat tangkap mereka cepat mengalami kerusakan. Aal
demikian ini menjadi berbeda, bila mereka mempunyai hutang kepada tetangga
atau kepada kerabatnya. Autang harus dibayar, tatapi kredit tidak harus dibayar,
apalagi kredit kelompok, sebab tidak bisa ditentukan penanggung jawab tunggal.
2espon terhadap perkembangan teknologi nelayan *uncar sangat positif.
Aal ini dapat diamati dari hasrat untuk mencari informasi dan memperbaiki
teknologi yang dimiliki yang terus berubah semakin intensif.
1@
e! &etergantungan Belayan
Untuk mempertahankan pendega agar tetap bekerja kepada juragan maka
juragan memberikan pinjaman kepada pendega, maksimal 2p. 7@.@@@,- (endega
dapat pindah ke juragan lain dengan cara melunasi pinjamannya. &edatangan
pendega yang andon ke desa nelayan menyebabkan .harga/ tenaga kerja menjadi
lebih murah. Aal demikian ini digunakan oleh juragan darat dan juragan laut
untuk menurunkan bagian hasil tangkap. (enerimaan bagi hasil yang rendah ini
tidak menggairahkan pada semangat kerja pendega.
0. POTENSI SUM"ERDA8A DAN PERATURAN
PERUNDANGAN
6.'. Pendah(l(an
Studi penyusunan pedoman pengaturan ruang kawasan pesisir pantai
pada dasarnya tidak terlepas dari kebijakan pemerintah propinsi -awa ,imur,
kabupaten, dan kecamatan wilayah studi. &ebijakan tersebut adalah rencana tata
ruang, kebijakan sektoral terkait. )erdasarkan Undang-Undang Bo. 16 ,ahun
'441 tentang (enataan 2uang bahwa 2encana ,ata 2uang berdasarkan hicrarkhi
atas 2encana ,ata 2uang Wilayah Basional, 2encana ,ata 2uang Wilayah
(ropinsi, 2encana ,ata 2uang Wilayah &otamadia%&abupaten 2encana ,ata
2uang &awasan (erkotaan, 2encana ,ata 2uang &awasan (erdesaan dan
2encana ,ata 2uang &awasan ,ertentu!.
)erdasarkan Undang-Undang Bo. 11 ,ahun '444 tentang ;tonomi
Daerah (asal 6 '! Dalam rangka pelaksanaan asas desentralisasi dibentuk dan
disusun daerah propinsi, daerah kabupaten dan daerah kota yang berwewenang
dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri
berdasar aspirasi masyarakat. 1! Daerah-daerah sebagaimana dimaksud pada
ayat '! masing-masing berdiri-sendiri dan tidak mempunyai hubungan hicrarkhi
satu sama lain. Sihingga untuk perencanaan tata ruang yang ada di kabupaten
bukan merupakan penjabaran dari 2encana ,ata 2uang Wilayah (ropinsi tetapi
merupakan sinkronisasi dari 2encana ,ata 2uang yang ada di wilayah propinsi.
(enyusunan rencana tata ruang bertujuan untuk menumbuhkan
ekonomi wilayah dan memeratakan perkembangan ekonomi, sosial budaya
masyarakat di seluruh wilayah, mengintegrasikan wilayah dalam rangka
memantapkan ketahanan nasional serta mengoptimalkan pendayagunaan
1'
sumberdaya alam secara serasi dengan sumberdaya manusia dan sumberdaya
buatan.
)erdasarkan kebijakan dan stategi pembangunan wilayah pesisir dan
kelautan, ditetapkan berdasarkan penentuan batas Hona "konomi "kslusif H""!
kewewenangan 3ndonesia untuk mengelola wilayah kelautan adalah sejauh 1@@
mil dari pasang surut terendah. Sedangkan berdasarkan Undang-Undang Bo. 11
,ahun '444 dijelaskan bahwa wewenang pengelolaan wilayah kelautan bagi
propinsi adalah '1 mil, dan bagi kabupaten%kota kewenangan pegelolaan wilayah
kelautannya adalah 6 mil.
Wilayah pesisir pantai merupakan wilayah peralihan antara daratan dan
perairan laut. Secara fisiografis didefinisikan sebagai wilayah antara garis pantai
hingga ke arah daratan yang masih dipengaruhi pasang surut air laut, dengan
lebar yang ditentukan oleh kelandaian 8 lereng! pantai dan dasar laut, serta
dibentuk oleh endapan lempung hingga pasir yang bersifat lepas, dan kadang
materinya berupa kerikil. Wilayah pesisir daat diartikan suatu wilayah peralihan
antara daratan dan lautan. Ditinjau dari garis pantai coastline!, maka suatu
wilayah pesisir memiliki dua macam batas boundaries!, yaitu$ batas yang sejajar
garis pantai longshore! dan batas yang lurus terhadap garis pantai crosshore!.
2uang kawasan pesisir merupakan ruang wilauah diantara ruang daratan
dengan ruang lautan yang saling berbatasan. 2uang daratan adalah ruang yang
terletak di atas dan di bawah ermukaan daratan termasuk perairan darat dan sisi
darat dari garis laut terendah. 2uang lautan adalah ruang yang terletak di atas
dan di bawah permukaan laut dimulai dari sisi laut pada garis laut terendah,
termasuk dasar laut dan bagian bumi di bawahnya.
6.&. Da$ar Pen/($(nan S!(d,
(edoman (engaturan 2uang &awasan (esisir (antai di -awa ,imur
adalah $
'. Undang-Undang Dasar '467
1. ,0( *(2 Bo. 3D%*(2%'449 tentang :aris-garis )esar Aaluan Begara
9. ,0( *(2 Bo. ID'444 tentang :aris-garis )esar Aaluan Begara
6. Undang-Undang Bo. 6 (rp ,ahun '4=@ tentang (erairan 3ndonesia
7. Undang-Undang Bo. 7 ,ahun '4=@ tentang (eraturan Dasar (okok-(okok
0graria
=. Undang-Undang Bo. 7 ,ahun '4=> tentang &etentuan-ketentuan (okok
&ehutanan
>. Undang-Undang Bo. '' ,ahun '4=> tentang &etentuan-ketentuan
(okok(ertambangan
11
?. Undang-Undang Bo. 7 ,ahun '4=> tentang +andas &ontinen 3ndonesia
4. Undang-Undang Bo. '9 ,ahun '4?@ tentang -alan
'@. Undang-Undang Bo. 1@ ,ahun '4?1 tentang &etentuan-ketentuan (okok
(ertahanan &eamanan Begara 2epublik 3ndonesia
''. Undang-Undang Bo. 1 ,ahun '4?1 tentang &etentuan-ketentuan (okok
(engelolaan +ingkungan hidup
'1. Undang-Undang Bo. 7 ,ahun '4?9 tentang Hona "kslusif 3ndonesia
H""!
'9. Undang-Undang Bo. 7 ,ahun '4?7 tentang (erindustrian
'6. Undang-Undang Bo. '1 ,ahun '4?7 tentang (erikanan
'7. Undang-Undang Bo. '> ,ahun '4?7 tentang (engeshahan United Bations
<on#ertion on the +aw of the Sea &on#ersi ()) tentang Aukum +aut!
'=. Undang-Undang Bo. 7 ,ahun '44@ tentang Sumberdaya 0lam Aayati dan
"kosistemnya
'>. Undang-Undang Bo. 4 ,ahun '44@ tentang &epariwisataan
'?. Undang-Undang Bo. 1 ,ahun '4?1 tentang &etentuan-ketentuan (okok
(engelolaan +ingkungan hidup
'4. Undang-Undang Bo. 6 ,ahun '44@ tentang (erumahan dan (emukiman
1@. Undang-Undang Bo. 7 ,ahun '441 tentang )enda <agar )udaya
1'. Undang-Undang Bo. 1' ,ahun '441 tentang (elayaran
11. Undang-Undang Bo. 16 ,ahun '441 tentang (enataan 2uang
19. Undang-Undang Bo. 11 ,ahun '444 tentang (emerintah Daerah
16. Undang-Undang Bo. 17 ,ahun '444 tentang (erimbangan &euangan
0ntara (emerintah (usat dan Daerah
17. (eraturan (emerintah Bo. 91 ,ahun '4=4 tentang (elaksanaan Undang-
undang tahun '4=> &etentuan-ketentuan (okok (ertambangan
1=. (eraturan (emerintah Bo. 99 ,ahun '4>@ tentang (erencanaan Autan
1>. (eraturan (emerintah Bo. 11 ,ahun '4?1 tentang ,ata (engaturan 0ir
1?. (eraturan (emerintah Bo. 19 ,ahun '4?1 tentang 3rigasi
14. (eraturan (emerintah Bo. 1= ,ahun '4?7 tentang -alan
9@. (eraturan (emerintah Bo. 1? ,ahun '4?7 tentang (erlindungan
Autan
9'. (eraturan (emerintah Bo. 1> ,ahun '44' tentang 2awa
91. (eraturan (emerintah Bo. 97 ,ahun '44' tentang Sungai
99. (eraturan (emerintah Bo. =4 ,ahun '44= tentang (eran serta
*asyarakat dalam &egiatan (enataan 2uang
96. (eraturan (emerintah Bo. 17 ,ahun 1@@@ tentang &ewenangan
(emerintah dan &ewenangan (ropinsi sebagai Daerah ;tonom
19
97. &eputusan (residen 2epublik 3ndonesia Bo. 79 ,ahun '4?4 tentang
&awasan 3ndustri
9=. &eputusan (residen 2epublik 3ndonesia Bo. 91 ,ahun '44@ tentang
(engelolaan Autan +indung
9>. &eputusan (residen 2epublik 3ndonesia Bo. 99 ,ahun '4?4 tentang
(engelolaan &awasan )udaya
9?. (emendagri Bo. ? ,ahun '44@ tentang (engelolaan &awasan
)udaya
94. (emendagri Bo. 4 ,ahun '44? tentang ,ata <ara (eran Serta
*asyarakat Dalam (roses (erencanaan ,ata 2uang di Daerah
6@. (emendagri Bo. 1,ahun '44? tentang (edoman (enyususnan
(eraturan Daerah tentang 2encana ,ata 2uang Wilayah (ropinsi
Daerah ,ingkat 3 dan 2encana ,ata 2uang Wilayah &abupaten Dati
33
6'. 3nstruksi *enteri Dalam Begeri Bo. '6 ,ahun '4?? tentang
(enataan 2uang ,erbuka Aijau
61. &eputusan :ubernur &DA ,ingkat 3 -awa ,imur Bo. 74 ,ahun
'44@ tentang 2encana ,ata 2uang Wilayah -awa ,imur
6.*. +e3,)ak$anaan Pem(k,man
&awasan pemukiman pesisir merupakan suatu lingkungan hunian
dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan,
dimana dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut dipengaruhi oleh sifat
alam kawasan pesisir. Dampak penting terhadap ekosistem tergantung
pada tipe pemukiman pesisir. (engembangan kawasan pesisir untuk
kawasan pemukiman penting memperhatikan keadaan ekosistem
sekelilingnya. Sedangkan hal yang penting lagi adalah pada tahap
konstruksi, karena pada tahap ini akan dilakukan pembukaan wilayah dan
pengubahan ekosistem kon#ersi!.
&onsep pengembangan pemukiman di kawasan pesisir yang dapat
diterapkan adalah pengembangan desa pantai. Upaya yang harus dilakukan
antara lain adalah membina masyrakat desa pantai untuk lebih aktif dan
berperan dalam pembangunan desa. (embinaan desa pantai tersebut akan
dilaksanakan secara terpadu. &ebijaksanaan yang akan dilaksanakan dalam
(embinaan Desa (antai ialah $
a. *emperbaiki tingkat kehidupan masyarakat desa pantai yang
kondisinya jauh tertinggal dibandingkan dengan desa-desa lainnya
16
b. *emperbaiki tingkat pendapatan masyarakat desa pantai melalui
upaya-upaya pemanfaatan sumberdaya laut dengan teknologi siap
pakai
c. *emperbaiki kualitas pemukiman
d. (enyediaan infrastruktur dan fasilitas sosial
e. *embina kelembagaan desa pantai
f. (enyuluhan konser#asi lingkungan desa pantai untuk menunjang
kelestarian sumberdaya alam dipesisir dan lautan
g. (eningkatan peran serta masyarakat dan swasta
h. 2ekayasa teknologi tepat guna dan tepat tingkungan untuk daerah
desa pantai
6.1. Pedoman Pen#a!(ran R(an# +a9a$an Pe$,$,r Pan!a,
Sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam ,0(
*(2 Bo. ID%'444 pasal ' dan 1, bahwa penyelenggaraan otonomi daerah
dengan memberikan kewenangan yang laus, nyata dan bertanggung jawab
kepada pemerintah daerah, termasuk dalam pengelolaan sumberdaya alam.
(asal 7 ,0( *(, Bo.ID%'444, menyatakan bahwa pemerintah daerah
berwenang mengelolan sumberdaya nasional dan bertanggung jawab
memelihara kelestarian lingkungan.
(edoman pengaturan ruang kawasan pesisir pantai secara
terpadu yang dimaksud adalah pengelolaan secara terpadu antar lintas
sektoral. Sehingga keutuhan peranan sumberdaya alam dalam tatanan
lingkungan menjadi penting untuk dilestarikan. (edoman pengaturan
tersebut merupakan landasan bagi penyusunan perencanaan taktis dan
perencanaan operasional. (engaturan tersebut selanjutnya diterjemahkan
menjadi pola pengelolaan raung kawasan pesisir pantai, yang mempunyai
peranan strategis dalam pembangunan nasional dan regional.
(edoman pengaturan ruang kawasan pesisir pantai dilakukan secara
terpadu antar sektoral harus ada keterpaduan antar lintas sektoralnya.
Diharapkan faktor keutuhan peranan sumberdaya alam dalam tatanan
lingkungan menjadi penting untuk dilestarikan.
(edoman kebijakan pemanfaatan ruang kawasan pesisir pantai
meruapakan kebijakan penetapan kawasan berdasarkan keseuaian
pemanfaatan ruangnya. ,ujuannya adalah untuk memberikan arahan
Eonasi kawasan budaya dan kawasan lindung. &awasan budaya meliputi
kawasan pemukiman, pariwisata, pertanian, perikanan. Sedangkan
kawasan lindung meliputi kawasan yang memberikan perlindungan
17
kawasan bawahannya, antara lain kawasan hutan lindung, kawasan rawan
bencana, kawasan sempadan pantai, sempadan sungai.
&riteria tata cara penetapan kawasan lindung dan kawasan
budaya ini telah diatur dalam Surat &eputusan *enteri (ertanian Bo.
?9>%&(,S%U*%'4?@.
5.5. Gambaran Wilayah Kabupaten Malang
&abupaten *alang ditinjau dari posisi koordinat )ujur dan +intang
berada pada posisi '1
@
'>J '@,4/-''1
@
7>J @,@/ ), dan >@ 66J 77,''/ 5 ?
@
1=J
96,67/ +S. &abupaten *alang merupakan wilayah yang cukup luas, yang terdiri
dari wilayah darat, pantai dan laut. +uas wilayah darat &abupaten *alang ialah
996,>?> Aa. Sedangkan wilayah laut adalah 6 mil berdasarkan UU Bo. 11 tahun
'444!, dengan garis pantai sepanjang '@1,=17 &m.
&abupaten *alang ditinjau dari kondisi fisik dasar, terdiri dari kondisi
topografi keterangan dan ketinggian!, kondisi geologi, kondisi jenis tanah,
kedalaman efektif tanah, drainase, erosi, curah hujan dan kondisi klimatologi.
a. &ondisi ,opologi
&ondisi ,opologi yang dimaksud adalah kondisi kelerengan dan
ketinggian. &abupaten *alang ditinjau dari kondisi kelerengannya, sebagian
besar berada pada kelerengan 1 5 '7 8, yaitu ''4.@9@,>? Aa dan sebagian kecil
berada pada kelerengan @ 5 1 8 yaitu ''4.@9@,>? Aa dan sebagian kecil berada
pada kelerengan @ 5 1 8 yaitu 71.=@>,>? Aa.
&ondisi ketingginan &abupaten *alang berada pada ketinggian @ 5 1@@
m di atas permukaan laut. Ditinjau dari kondisi morfologinya, daerah yang
berada pada kondisi landai hingga pegubungan berada pada kecamatan
)ululawang, :ondanglegi, ,ajinan, ,uren, &epanjen dan (akisaji, sebagian
&ecamatan Singosari, +awang, &arangploso, Dau, (akis, Dampit, Sumber
(ucung, &romengan, (agak, &alipare, Donomulyo, )antur, Bgajum, :edangan.
Sedangkan daerah bergelombang berada pada &ecamatan Sumbermanjing
Wetan, Wagir dan Wonosari.
1=
Gambar 2. Diagram Evaluasi Sumberdaya Lahan
1>
0nalisis &esesuaian (emanfaatan +ahan
(enentuan Eona-Eona penggunaan lahan
*enggunakan unit lahan sebagai unit analisa
&arakteristik +ahan Fang Dianalisa
&eadaan iklim &ondisis tanah &emiringan lahan
S&;2
C >7
kawasan budidaya
tanaman semusim%
pemukiman
>7 5 '17
kawasan budidaya
tanaman tahunan
'17 5 '>7
tamanan
penyangga
C '>7
&awasan
lindung
b. &ondisi :eologi
&ondisi geologi di &abupaten *alang terdiri dari 7 struktur geologi yaitu
hasil gunung api kwarter muda, hasil gunung api kwarter tua, miosen facies
gamping, miosen facies sediman dan ali#ium. Struktur geologi terluas adalah
hasil gunung api kwarter muda yaitu '67.'71,71 Aa 66,17 8!. Sedangkan
luas terkecil struktur geologi adalah miosen facies sedimen yaitu '1.?96 Aa
9,?9 8!.
c. &ondisi -enis ,anah
-enis tanag di &abupaten malang terdiri dari > jenis tanah, yaitu $ -enis tanah
andosol, latosol, mediteran, litosol, allu#ial, regosol, brown forest. -enis
tanah terluas adalah latosol, yaitu ?=.1=@,9= Aa 17,>> 8!. Sedangkan yang
terkecil luasannya adalah jenis tanah brown forest yaitu =.'61,17 Aa ',?9
8!.

d. &edalaman "fektif ,anah
&edalaman efektif tanah di &abupaten *alang sebagian besar berada pada
kedalaman K 4@ cm, yaitu 1>?.417,7= Aa ?9,9' 8! dan sebagian kecil
berada kedalaman efektif tanah C 9@ cm, yaitu 1.71? Aa @,>= 8!. Untuk
lebih jelasnya dapat dilihat pada ,abel 7.6.
6.6.'. Pen##(naan Tanah
(enggunaan tanag di &abupaten *alang didominasi kawasan tegal%kebun
seluas ''>.'=@ Aa atau 9= 8 dari luas keseluruhan. &awasan terluas kedua
berupa hutan seluas ?=.'?= Aa atau sekitar 1= 8! dari luas keseluruhan. Untuk
lahan sawah seluas 6?9?7 Aa '7 8!. +ahan permukiman 66.?74 Aa '6 8!.
+ahan dengan penggunaan lainnya seluas '1.11@ Aa 6 8!, padang rumput 6'
Aa! @,@' 8!, tambak '?? Aa @,@= 8!.
6.6.&. Gam3aran Um(m .,la/ah Pe$,$,r
A. +ond,$, :,$,k
&ondisi fisik yang mendukung gambaran umum daratan adalah keadaan
topografi, hidrologi, klimatologi, jenis tanah, tekstur tanah, kedalaman efektif
tanah, erosi dan bahan galian. 0dapun uraian masing - masing kondisi fisik
tersebut adalah sebagai berikut $
1?
a. ,opografi
)erdasarkan kondisi topografinya wilayah perencanaan memiliki
ketinggian kirang lebih dari @ 5 1@@@ meter di atas permukaan laut dan keadaan
yang ber#ariasi yaitu kondisi terjal sampai pegunungan. Semakin mendekati
daerah pantai umumnya memiliki karakteristik daerah pegunungan kapir dan
kemiringannya sangat besar.
,ingkat kelerengan wilayah berkisar diantara kelerengan 1 5 '7 8, '7 5 6@
8 dan 6@ 8. Aal ini bisa diindikasikan bahwa pada wilayah perencanaan kondisi
lahannya bergelombang sampai terjal. Untuk kelerengan K 6@ 8 yang sebagian
besar meliputi &ecamatan 0mpelgading dan ,irtoyudo merupakan daerah yang
harus dihutankan karena mempunyai fungsi sebagai perlindungan terhadap tanah
dan air dan menjaga ekosistem lingkungan hidup.
Tabel 5.5 Kelerengan Wilayah Pesisir
Kecamatan 0 2 ! 2 "5 ! "5 #0 ! $ #0 !
%m&el Gading "2'()5 (*#2)5 5((+)5 "0',")5
Tirt-yud- 2(0 2**+)(( 5"(0)(( 5,(*)(#
Sberman.ing Wetan *,' 5#(')5 "0*2*)'5 +5*5)'5
Gedangan (#')5 *+0')5 50*0)25 "0"*)'5
/antur ("+)25 ""0*')'5 #0,* #"2
D-n-muly- *+)5 *"5+ 500#)5 "#"#
Sumber 0 1evisi 1T1W Kabu&aten 2alang
b. Aidrologi
&ondisi hidrologi yang dilihat di pantai &abupaten *alang meliputi
kondisi air permukaan dan kondisi air tanah. &ondisi air permukaan yang
dimaksud adalah air sungai dan kondisi air tanah adalah sumber%mata air yang
berasal dari dalam tanah.
(antai-pantai yang memiliki sumber air permukaan atau aliran sungai adalah
pantai +icin, Sipelot, +enggosono, ,amban, Wonogoro dan &ondang *erak.
&ondisi muara sungai pada musim kemarau pada umumnya tertutup pasir,
sehingga aliran sungai terhenti di mulut muara dan baru terbuka pada musim
penghujan. *uara sungai yang terletak di pantai licin dipenuhi oleh pasir yang
berasal dari :unung Semeru. (asir inilah yang mengakibatkan pasir di pantai
+icin yang semula putih menjadi kehitaman. Selama :unung Semeru masih
aktif diperkirakan sungai dan muaranya akan terus penuh dengan pasir. 0dapun
sungai-sungai yang melewati wilayah perencanaan yaitu kali :iok yang
bermuara di (antai +icin, &ali )ambang &ecamatan Sumbermanjing Wetang!,
kali Duron, )opakang, )opak dan Sumber bulus. &ali sumberbulus bermuara di
14
(antai Wonorogo, &ali )alekambang &ecamatan )antur! dan &ali
Sumbermanjing &ecamatan Donomulyo!.
Sumber air tanah sebagai sumber air tawar diperoleh dari dalam tanah. <ara
memperoleh dilakukan dengan cara mengebor dengan kedalaman 6@ 5 =@ meter
disamping sumber air dalam tanah, sumber air utama penduduk adalah mata air
yang lokasinya tersebar di seluruh wilayah.
c. &limatologi
&eadaan cuaca di wilayah perencanaan seperti umumnya cuaca di
&abupaten *alang memiliki iklim tropis dengan suhu '?,17
@
< sampai dengan
9',67
@
< suhu rata-rata dari empat stasiun pengamat cuaca antara 19
@
< sampai
17
@
<!. ,ekanan udara dibawah '.@'1,>@. <urah hujan rata-rata per tahun
'.74= mm dan hari hujan ?6,?7 per tahun. <urah hujan turun antara bulan 0pril
5 ;ktober. Diantara kedua musim tersebut ada musim peralihan antara bulan
0pril 5 *ei dan ;ktober 5 Bo#ember.
3klim menentukan setiap macam%tipe #egetasi yang terbentuk pada suatu
wilayah, tergantung pada panjang bulan basah dan panjang bulan kering. (ada
wilayah dengan curah hujan tinggi terbentuk #egetasi hutan, sedang pada pada
suatu wilayah yang mempunyai curah hujan rendah akan terbentuk #egetasi
semak belukar ataupun padang rumput.
d. -enis ,anah
)erdasarkan jenis tanah ini dapat diketahui sifat-sifat tanah yang bisa
menginformasikan tingkat kesuburan, kemudahan erosi, porositas dan
sebagainya. Dari jenis tanah ini juga bisa diketahui potensi suatu wilayah untuk
pengembangan dalam berbagai sektor.
Dalam suatu kawasan yang terdapat budidaya pertanian, pendekatan
yang dilakukan pada pengertian tanah adalah lapisan dan teratas dari kerak bumi
yang terdiri dari tiga fase yaitu bahan padat, bahan cair dan bahan gas. 0pabila
ketiga bahan tersebut adalam keadaan optimum merupakan media tumbuh bagi
tanaman. Dengan pendekatan pengertian tersebut diatas, tanah dapat
diekspresikan sebagai bahan%media tumbuh tanaman yang sangat marginal,
sehingga memerlukan pengelolaan teknis dan mekanis dengan sebaik-baiknya.
Untuk kawasan pesisir daerah *alang Selatan menurut ,abel Aasil
(erhitungan &emampuan ,anah &abupaten *alang adalah tergolong jenis
+atosol dan 0ndosol walaupun ada jenis 0llu#ial akan tetapi jumlahnya relatif
lebih sedikit lebih sedikit dibandingkan dengan jenis +atosol dan 0ndosol.
*enurut )udi Santoso '4?4!, tanah latosol memiliki merah karena
meningkatnya konsentrasi Le dan 0l yang keluar dari solum. Sedangkan tanah
9@
0ndosol memiliki ciri tanah subur, mudah erosi dan sesuai untuk tanaman
tahunan.
e. ,ekstur ,anah
,ekstur tanah merupakan sifat tanah untuk mengetahui berbagai sifat
lainnya, termasuk kelompok tekstur tanah S"D0B: A3B::0 &0S02.
f. &edalaman "fektif ,anah
&edalaman efektif tanah sangat berkaitan dengan kesuburan dan kesesuian
jenis yanaman. &arena tingkat kedalaman efektif tanah berpengaruh pada
kedalaman akar. ,anah dengan tingkat kedalaman yang besar biasanya banyak
ditumbuhi tanaman-tanaman besar dengan perakaran yang dalam.
#. Ero$,
"rosi dapat disebut juga pengikisan atau kelongsoran, sebenarnya
merupakan proses penghayutan tanah oleh desakan-desakan atau kekuatan air
dan angin, baik yang berlangsung secara alamiah ataupun sebagai akibat
tindakan%perbuatan manusia. ,erjadinya erosi dipengaruhi oleh lima faktor
yaitu $
a. 3klim
b. ,anah
c. )entuk kewilayahan atau topografi
d. ,anaman penutup tanah #egetasi!
e. &egiatan%perlakuan manusia.
(ada wilayah perencanaan tingkat erosinya tergolong rendah namun pada
&ecamatan 0mpelgading, gedangan dan )antur tingkat erosinya cukup tinggi.
Dilihat dari faktor fisik yang meliputi topografi, iklim dan tanah sebenarnya tidak
ada masalah. &emungkinan besar faktor-faktor lain yang menjadi penyebabnya.
&esalahan dalam pengelolaan tanah, pemilihan jenis tanaman yang kurang tepat
atau mungkin tidak dilakukan pengelolaan tanagh sama sekali dan tanah sendiri
tidak tertutup #egetasi barangkali menjadi penyebabnya. &ondisi-kondisi seperti
ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena akibat adanya erosi menyebabkan
terjadinya sedimentasi.
9'
Tabel 5.*. Er-si Tanah Di Wilayah Pesisir
3- Kecamatan %da Er-si
45a6
Tida7 Er-si
45a6
8umlah 45a6
". %m&el Gading ++*, "#+(+ 2"(##
2. Tirt-yud- "'5( "2##( "#"*+
3. Sb. Manjing Wetan 4360 19590 23950
#. Gedangan '",+ ,,'* "+0+5
5. /antur +'#0 *"'5 "5*"5
+. D-n-muly- (55( "2"", "5+'"
Sumber 0 1evisi 1T1W Kabu&aten 2alang
h. )ahan :alian
(ada wilayah perencanan mempunyai kekayaan alam berupa sumber
mineral yang cukup potensial untuk dikembangkan. )ahan-bahan
galian tersebut meliputi $ pasir, breksi, lempung, kaolin, batu gamping,
tras, fosfat, oker dan batu pasir.
". Pemanfaa!an Lahan Dara!an
(emanfaatan dan pengelolaan lahan di daeratan secara tidak langsung
akan mempengaruhi kondisi di wilayah pesisir. &arena secara empiris, terdapat
keterkaitan ekologis hubungan fungsional! baik antar ekosistem di dalam
kawasan pesisir maupun antara kawasan pesisir dengan lahan di atas dan laut
lepas . (emanfaatan lahan di daratan meliputi pemukiman, sawah, tegalan,
kebun, perkebunan, hutan, tambak dan lainnya antara lain makam, jalan dan
sebagainya!.
a. (emukiman
(emukiman tersebar pada daerah-daerah yang relatif datar dan menyebar
pada jalan-jalan yang ada. +okasi sekitar kawasan pemukiman masih didominasi
lahan pertanian, perkebunan, tegalan serta lahan kosong. 0ksesibilitas umumnya
kurang bagus dan prasarana penunjang terbatas dan hampir tidak ada .
(emukiman lebih terpusat di ibukota &ecamatan dan sekitarnya.
b. Sawah
(roporsi luas lahan sawah sangat kecil dibandingkan dengan penggunaan
tanah untuk jenis pertanian yang lain dan jenis penggunaan tanah pada umumnya.
&ondisi tanah yang cenderung kering dan padas serta topografi yang relatif terjal,
mengakibatkan pertanian kurang berkembang. +ahan pertanian khusunya untuk
91
tanaman padi terbatas pada lahan yang relatif datar. :eomorfologi yang kurang
subur ini menyebabkan pertanian basah seperti tanaman padi dan sistem gilir
tidak bisa berkembang dengan baik. &ondisi ini pada sebagian wilayah terutama
di bagian barat makin diperparah dengan sistem irigasi yang juga kurang baik.
c. Autan
Autan memiliki wilayah terluas diantara penggunaan tanah yang lain.
*engingat kondisi fisik wilayah terutama topografinya yang cenderung curam,
maka hutan ini memiliki fungsi yang sangat #ital bagi keseluruhan ekonsistem
baik di darat maupun di laut. Lungsi hutan sendiri terbagi menjadi 1 yaitu hutan
produksi dan hutan produksi terbatas. Autan yang terletak pada kawasan
budidaya adalah hutan produksi tetap dan kawasan hutan produksi yang terletak
pada kawasan non budidaya adalah hutan produksi terbatas. &awasan hutan yang
termasuk dalam hutan produksi terbatas tersebar mulai dari ,imur ke )arat yaitu
&ecamatan 0mpelgading sampai dengan &ecamatan Donomulyo. Sedangkan
yang termasuk hutan produksi tetap terdapat di &ecamatan Sumber manjing
Wetan dan &ecamatan )antur. )eberapa kawasan hutan yang lainnya tidak dapat
digunakan sebagai hutan produksi sebab lokasi hutan terletak pada kawasan
lindung yaitu sebagai hutan lindung yaitu sebagai hutan lindung terbatas.
d. ,egalan%&ebun
Dibandingkan dengan lahan persawahan, lahan untuk tegalan dan kebun
memiliki proporsi yang lebih besar. 0kibat terjadinya penjarahan pada lahan
perkebunan mengakibatkan lahan tegalan dan kebun ini semakin luas. -enis-jenis
tanaman semusim yaitu jagung, ketela pohon, tales, kacang-kacangan, cabe dan
sebagainya. +ahan tegalan banyak diusahakan di bagian barat dari wilayah
perencanaan. Sedangkkan pada bagian ,imur lebih banyak banyak diusahakan
tanaman kebun yaitu kebun kelapa, karet, cengkeh, kopi dan coklat. Bamun pada
saat ini sebagian besar tanaman cengkeh, kopi dan coklat semakin berkurang
jumlahnya.
e. (erkebunan
(roporsi lahan perkebunan lebih banyak terletak di bagian ,imur
wilayah perencanaan jenis tanaman yang dikelola adalah cengkeh, kopi dan
coklat. &ondisi perkebunan pada saat ini sangat memprihatinkan akibat adanya
pengrusakan dan penjarah oleh masyarakat. (osisi lahan perkebunan sebagian
besar terletak pada kemiringan yang besar.
99
C. Prof,l +a9a$an Pe$,$,r Pan!a, d, +a3(-a!en Malan#
&awasan pesisir pantai di &abupaten *alang terdiri dari = kecamatan
dengan luas wilayah perencanaan darat adalah '@>.'9' Aa, sedangkan luas
wilayah perairannya adalah 6 mil. (erairan laut di &abupaten *alang berada di
sebelah Selatan dan merupakan Samudra 3ndonesia, yang mempunyai ciri
gelombang dan arus yang besar. :ambaran wilayah dapat dilihat pada peta 9.'.
<iri khas laut pantai Selatan merupakan lautan bebas, keadaan
gelombang dan arus sangat besar. 0rus yang besar di pantai Selatan dikenal
dengan nama arus katulistiwa Selatan (Shout eauatorial current) yang sepanjang
tahun menuju ke )arat. ,etapi pada musim )arat terdapat jalur sempit yang
menyusur pantai Selatan -awa dengan arus menuju ke ,imur, berlawanan dengan
arus katulistiwa Selatan. 0rus tersebut dikenal dengan arus pantai -awa (java
coastal Current). (ada musim ,imur di atas perairan lautan ini berhembus kuat
angin ,enggara yang membuat arus katulistiwa Selatan ini makin melebar ke
Utara, menggeser sepanjang pantai Selatan -awa hingga Sumbawa, kemudian
memaksanya membelok ke arah )arat Daya. -adi saat itu arus permukaan di
daerah ini menunjukkan pola sirkulasi anti siklonik atau berputar ke kiri. &arena
arus ini membawa serta air permukaan ke luar menjahui pantai, maka akan
terjadi kekosongan yang berakibat naiknya air dari bawah (upwe//ing). 0ir naik
di sini terjadi kira-kira dari Selatan -awa hingga ke sebelah Selatan Sumbawa,
diawali sekitar bulan *ei dan berakhir sekitar bulan September. &ecepatan air
naik ini sekitar @,@@@7 <m%detik.
-enis upwelling di Selatan -awa yaitu jenis berkala (periodic tipe) yang
terjadi pada musim ,imur. &edalaman laut Selatan -awa sejauh '.7>7- 1.=17 km
mempunyai kedalam hingga mencapai 1@@ m. &emudian sejauh 1.=17 -6.9>7
km, mempunyai kedalamam mencapai 9@@@ m.
&awasan pesisir pantai &abupaten *alang ditinjau dari kondisi fisik
daratnya menunjukkan, bahwa ketinggian wilayah perencanaan berada pada
ketinggi @-1@@@ meter di atas permukaan laut, sebagian besar wilayahnya berada
pada kelerangan 7 -'78 94,618 dari luas wilayah pesisir &abupaten *alang!,
kondisi lahannya ber#ariasi yaitu terjal sampai pegunungan. Semakin mendekati
daerah pantai umumnya memiliki karateristik daerah pegunungan kapur dan
kemiringannya sebagian besar K 6@8. Daerah yang memiliki kelerengan K6@8
adalah &ecamatan 0mpelgading dan ,irtoyudo.
&eadaan cuaca di wilayah perencanaan seperti umumnya cuaca di
&abupaten *alang memiliki iklim tropis dengan suhu antara '?,17M < sampai
dengan 9',67M < suhu rata-rata dari empat stasiun pengamat cuaca antara 19M <
sampai 17M <!. ,ekanan udara di bawah '.@'1,>. <urah hujan rata-rata per-tahun
'.74= mm dan hari hujan ?6,?7 pertahun. <urah hujan turun antara bulan 0pril-
96
;ktober. Diantara kedua musim tersebut ada musim peralihan antara bulan 0pril-
*ei dan ;ktober-Bo#ember.
&ondisi hidrologi di kawasan pesisir &abupaten *alang meliputi kondisi
air permukaan dan kondisi air tanah. (antai -pantai yang memiliki sumber air
permukaan atau aliran sungai dan bermuara sampai lautan adalah (antai +icin,
Sipelot, +enggoksonf-, ,amban, Wonogoro dan &ondang *erak. &ondisi muara
sungai pada musim kemarau pada umumnya tertutup pasir, sehingga aliran
sungai terhenti di mulut muara dan baru terbuka pada musim penghujan. *uara
sungai yang terletak di (antai +icin dipenuhi oleh pasir yang berasal dari :unung
Semeru. (asir inilah yang mengakroatkan pasir di (antai +icin yang semula putih
menjadi kehitaman. Selama :unung Semeru masih aktif diperkirakan sungai dan
muaranya akan terus penuh dengan pasir. 0dapun sungai-sungai yang melewati
wilayah perencanaan yaitu &ali :iok yang bermuara di (antai +icin, &ali
)ambang &ecamatan Sumbermanjing Wetan!, &ali Duron, )opakang, )opak
dan Sumberbulus. &ali Sumberbulus bermuara di (antai Wonogoro, &ali
)alekambang &ecamatan )antur! dan &ali Sumbermanjing &ecamatan
Donomulyo!.
Sumber air tanah di wilayah ini diperoleh dengan cara mengebor dengan
kedalaman 6@- =@ meter. Disamping sumber air dalam tanah, sumber air utama
penduduk adalah mata air yang lokasinya tersebar di seluruh wilayah.
-enis tanah yang ada di wilayah perencanaan adalah +atosol, 0ndosol
dan 0lu#ial ;umlahnya relatif lebih sedikit!. *enurut )udi Santoso '4?4!,
tanah latosol memiliki ciri subur, dan mudah erosi karena keeratan antara partikel
tanah rendah, berwama merah karena meningkatnya konsentrasi Le dan 03 yang
keluar dari solum. Sedangkan tanah 0ndosol memiliki ciri tanah subur, mudah
erosi dan sesuai untuk tanaman tahunan.
,ingkat erosinya tergolong rendah namun pada kecamatan 0mpelgading,
:edangan dan )antur tingkat erosinya cukup tinggi. Dilihat dari faktor fisik yang
meliputi topografi, iklim dan tanah sebenamya tidak ada masalah. &emungkinan
besar faktor-faktor lain yang menjadi penyebabnya. &esalahan dalam
pengelolaan tanah, pemilihan jenis tanaman yang kurang tepat atau mungkin
tidak dilakukan pengelolaan tanah sama sekali dan tanah sendiri tidak tertutup
#egetasi barangkali menjadi penyebabnya.
(emanfaatan dan pengelolaan lahan di daratan secara tidak langsung akan
mempengaruhi kondisi di wilayah pesisir. &arena secara empiris, terdapat
keterkaitan ekologis hubungan fungsional! baik antar ekosistem di dalam
kawasan pesisir maupun antara kawasan pesisir dengan lahan di atas dan laut
lepas. (emanfaatan lahan di daratan meliputi pemukiman, sawah, tegalan, kebun,
hutan. dan lainnya misal $ makam, jalan!.
97
D. +e3,)akan Per,kanan dan +ela(!an +a3(-a!en Malan#
*emperhatikan hasil penelitian terhadap potensi sumberdaya ikan.
kondisi dan pentingnya ekosistem terumbu karang, keberadaan dan pengelolaan
tambak, kegiatan pasca tangkap atau industri perikanan dan sumberdaya manusia
yang ada, maka kebijaksanaan pembangunan perikanan di kawasan pesisir
&abupaten *alang dapat ditempuh sebagai berikut$
'! *eningkatkan pemanfaatan sumberdaya ikan, khususnya ikan yang
mempunyai nilai ekonomis tinggi, melalui penerapan ilmu pengetahuan dan
pemanfaatan teknologi penangkapan. *engingat sumberdaya ikan yang ada
di wilayah perairan laut &abupaten *alang baru dimanfaatan sekitar '7,4 8
dari potensi lestari sebesar 1=.@==,'4? ton.
1! *engoptimalkan pemanfaatan lahan tambak yang sudah ada dan
di#ersifikasi komoditi yang dibudidayakan.
9! *eningkatkan kualitas penanganan pasca tangkap, baik berupa industri
pengolahan maupun penangana ikan segar.
6! *eningkatkan kua'itas sumberdaya manusia perikanan dan pendapatan
nelayan melalui upaya optimalisasi pemanfaatan sumberdaya perikanan dan
kegiatan pasca tangkap dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang memadai serta peningkatan nilai tambah hasil perikanan.
*emperhatikan hasil penelitian terhadap kondisi dan pentingnya ekosistem
terumbu karang, maka kebijaksanaan pembangunan perikanan di kawasan pesisir
*alang Selatan dapat ditempuh sebagai berikut$
'. *elakukan pengawasan ekosistem terumbu karang terhadap kegiatan yang
dapat mempengaruhinya, seperti penangkapan ikan yang tidak ramah
lingkungan dan kegiatan Nain yang dapat mengakibatkan perubahan
lingkungan kekeruhan dan pencemaran!.
1. *elakukan pengawasan terhadap pembuangan Nimbah pertanian dan tambak.
9. *elakukan pengawasan pemanfaatan lahan atas termasuk penebangan hutan
yang tidak terkendali.
E. Pro#ram La(! Le$!ar,
(rogram laut lestari dijabarkan dalam beberapa bentuk rencana kegiatan
yaitu $ pengelolaan keanekaragaman hayati laut, pengelolaan ekosistem hutan
mangro#e, pengelolaan dan konser#asi ekosistem terumbu karang, pencegahan
dan penanggulaNngan pencemaran laut, pengembangan desa pantai miskin dan
pengembangan wisata bahari.
'! (engelolaan keanekaragaman hayati laut
9=
Salah satu modal yang dimanfaatkan untuk pembangunan nasional 3ndonesia
adalah sumberdaya hayati, yang di tingkat internasional dicuatkan
permasalahannya dengan gerakan .biodi#ersityN keanekaragaman hayati!.
Strategi nasional dalam pengelolaan keanekaragaman hayati laut di 3ndonesia
adalah rencana penetapan kawasan konser#asi laut, untuk mengurangi
kerusakan dan memperbaiki sumberdaya hayati.
,ujuan dan sasaran strategi pengelolaan keanekaragaman hayati laut ialah$
- Selamatkan lindungi keanekarangan hayati untuk generasi mendatang!.
Faitu dengan menetapkan kawasan konser#asi laut dan mengelola
kawasan ini dengan pendekatan terpadu yang melibatkan berbagai
lembaga untuk bekerja sama mendukung pengelolaan kawasan konser#asi,
ser'a melibatkan masyarakat setempat dalam proses pengambilan
keputusan, meningkatkan penegakan Undang- Undang +ingkungan untuk
melindungi spesies laut dengan cara meningkatkan kepedulian, dukungan
dan peran serta masyarakat melalui peningkatan pajak untuk pengelola
produk-produk yang menggunakan binatang dan tumbuhan laut.
- Pelajari cari cara-cara untuk memanfaatkan sumberdaya secara
berkelanjutan!. Faitu dengan memperkuat koordinasi antar lembaga-
jembaga dan badan pemerintah untuk memperbaiki kapasitas dalam
mengelola sumberdaya laut dalam pembangunan berkelanjutan.
*enetapkan pusat data dan informasi keanekaragaman hayati taut dan
mengelola pusat data ini bersama-sama dengan pemerintah, +S* dan
perguruan tinggi.
- anfaatkan Secara !erkelanjutan yaitu memanfaatkan keanekaragaman
hayati untuk menyediakan makanan, obat-obatan dan keperluan lainnya!.
Faitu dengan mempublikasikan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang rele#an
secara aktif , promosikan cara-cara penggunaan tumbuhan dan bjnatang
secara berkelanjutan untuk menyediakan giEi, tapangan pekerjaan,
peningkatan eksport dan keuntungan- keuntungan lain dari pengelolaan
sumberdaya laut.
ii! (engetolaan "kosistem Autan *angro#e
Autan mangro#e mempunyai suatu ekosistem peralihan antara darat dan laut
yang merupakan mata rantai yang sangat penting dalam memelihara
keseimbangan siklus biologi di suatu perairan, tempat berlindungnya dan
memijah berbagai jenis udang, ikan dan berbagai biota laut, juga sebagai
habitat satwa burung, primata, reptilia, insekta dan lainnya. sehingga secara
ekologi dan ekonomis dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
9>
Strategi yang dilakukan untuk melindungi dan melestarikan potensi
sumberdaya hutan mangro#e dan memanfaatkannya berdasarkan aEas
pelestarian, yang meliputi $
- Save it" mengamankan ekosistem hutan mangro#e dengan melindungi
genetik, spesies dan ekosistem.
- Stud# it" yaitu mempelajari ekosistem hutan mangro#e yang meliputi
biologi, komposisi. struktur, distribusi dan kegunaannya.
- $se it" yaitu memanfaatkan ekosistem hutan mangro#e secara lestari dan
seimbang.
iii! (engelolaan dan &onser#asi "kosistem &awasan ,erumbu &arang
,erumbu karang merupakan salah satu sumberdaya alam yang sangat penting,
yang mempunyai nilai yang tinggi karena pada kawasan ini terdapat kawasan
perikanan yang subur, bahan untuk farmasi, daya tarik bagi pariwisata
khususnya (eco marine tourism) yang dapat menambah de#isa negara dan
secara fisik karang dapat melindungi pantai dari degradasi dan abrasi.
(emanfaatan terumbu karang yang kurang bijaksana dapat berakibat
menurunnya kualitas terumbu karang. &egiatan manusia yang dapat merusak
terumbu karang antara lain ialah $ sedimentasi yang berasal dari penebangan
hutan, penambangan karang, pembangunan fasilitas, limbah industri. pestisida
dan buangan minyak, penangkapan ikan dengan muroami, penggunaan bahan
peledak, koleksi biota laut untuk hiasan, penangkapan ikan hias dengan
kalium cianida &<B!.
0gar ekosistem terumbu karang dapat dimanfaatkan secara maksimal dan
lestari, maka diperlukan adanya strategi pengelolaan ekosistem terumbu
karang yang berwawasan lingkungan, yaitu $
- (rogram pelatihan dan pendidikan baik formal dan non formal, yang
bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan pemanfaatan
masyarakat dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya terumbu
karang.
- 3dentifikasi luas dan lokasi kawasan terumbu karang potensiaN dan
bermasalah, baik yang areal konser#asi taman laut, cagar alam laut!
maupun areal non konser#asi perikanan, pariwisata!.
- (emanfaatan kawasan terumbu karang sebagai obyek wisata, penelitian
dan pendidikan secara maksimal tanpa menggangu kelestariannya.
- ,erkendalinya dampak kegiatan pembangunan di darat dan di laut terhadap
ekosistem terumbu karang.
- ,erkoordinasinya pengelolaan terumbu karang secara nasional.
i#! (encegahan dan (enanggulangan (encemaran +aut
9?
(encemaran laut di 3ndonesi antara lain disebabkan oleh $ kegiatan-kegiatan
di darat dan di laut, termasuk kegiatan-kegiatan kapal asing yang
menyinggahi dan melewati perairan 3ndonesia, dimana kegiatan kapal tanker
paling sering mengalami kecelakaan pada waktu melewati perairan 3ndonesia.
*eningkatnya jumlah penduduk dan berbagai kegiatan ekonomi yang
berlangsung di darat dan di laut. Sehingga upaya penanggulangan pencemaran
laut sangat perlu dilakukan yaitu dengan menyusun .Strategi (erlindungan
+ingkungan +aut 0kibat (encemaran. yaitu perlu ditingkatkan pencegahan
pencemaran laut melalui pembinaan serta peningkatan pengawasan dan
penegakan hukum.
#! (engembangan Desa (antai
(engembangan desa pantai di wilayah negara kepulauan 3ndonesia sangat
perlu, karena diperkirakan =@8 penduduk hidup dan tinggal di daerah pantai.
(ada umumnya masyarakat desa pantai lebih merupakan masyarakat
tradisional dengan kondisi sosial dan ekonomi yang sangat rendah,
pendidikan formal yang diterima masyarakat desa pantai secara umum jauh
lebih rendah dari pendidikan masyarakat non pantai lainnya. *inimnya sarana
dan prasarana pendidikan, kesehatan, perhubungan, komunikasi!. Untuk
menunjang keberhasilan program pembinaan desa pantai, maka perlu
adanya $.
- (enentuan lokasi pengembangan yang tepat.
- *emperbaiki tingkat kehidupan masyarakat desa pantai yang kondisinya
jauh tertinggal dibandingkan dengan desa-desa lainnya.
- *emperbaiki tingkat pendapatan masyarakat desa melalui upaya-upaya
pemanfaatan sumberdaya laut dengan teknologi siap pakai.
- *embina kelembagaan desa pantai.
- (enyuluhan konser#asi lingkungan desa pantai untuk menunjang kelestarian
sumberdaya alam di pesisir dan lautan.
- (eningkatan peran serta masyarakat dan swasta.
- 2ekayasa teknologi tepat guna dan tepat lingkungan untuk daerah desa
pantai.
#i! (engembangan Wisata )ahari
(engembangan wisata bahari di 3ndonesia merupakan hal baru, yang mulai
mendapat perhatian dan sangat menarik banyak peminat. (engembangan
wisata bahari secara ideal diharapkan mampu menciptakan saling keterkaitan
dan saling menjaga secara harmonis antara unsur-usur lingkungan fisik, sosial
dan ekonomi, budaya masyarakat setempat. Dampak positif pengembangan
wisata bahari ialah $ dapat meningkatkan de#isa negara, perluasan tenaga
kerja, mendorong pengembangan usaha baru, mampu meningkatkan
94
kesadaran masyarakat terutama wisatawan, tentang konser#asi sumber daya
alam. Dampak negatifnya adalah terjadinya degradasi lingkungan erosi,
#andalisme, dan lainya!, kerusakan sumberdaya alam, serta munculnya
kesenjangan sosial ekonomi dan perubahan budaya masyarakat setempat.
Bamun kegiatan pengembangan wisata bahari belum didukung oleh tenaga
profesional untuk pengelolaan sumber daya alam dan ekosistemnya,
khususnya kawasan pelestarian alam, sehingga dalam pelaksanaanya di
lapangan masih belum terarah secara jelas. Sehingga perlu adanya strategi
pengembangan wisata bahari berdasarkan pada kaidah-kaidah pembangunan
berkelanjutan.
#i! (ermukiman
(emukiman tersebar pada daerah-daerah yang relatif datar dan menyebar pada
jalan- jalan yang ada. +okasi sekitar kawasan pemukiman masih didominasi
lahan pertanian, perkebunan, tegalan serta lahan kosong. 0ksesibilitas
umumnya kurang bagus dan prasarana penunjang terbatas dan hampir tidak
ada. (emukiman lebih terpusat di 3bukota &ecamatan dan sekitamya.
Sedangkan kondisi pemukiman pantai di kawasan pesisir &abupaten *alang
sebagian besar kondisi bangunan dan lingkungannya rendah dan belum
mendapatkan infrastruktur yang memadai. &ondisi pemukiman yang cukup
memadai berada di desa intinya, karena pada desa tersebut beberapa
infrastruktur telah terlayani misalnya $ listrik dan kebutuhan air bersih. Desa
inti tersebut antara lain ialah $ Desa (ujiharjo (antai Sipelot!, Desa
(ulwodadi (antai +enggoksono!, Desa ,umpakrejo (antai Wonogoro!,
Desa ,ambakrejo (antai Sendangbiru!.
#i! Sawah
(roporsi luas lahan sawah sangat kecil dibandingkan dengan penggunaan
tanah untuk jenis pertanian yang lain dan jenis penggunaan tanah pada
umumnya. &ondisi tanah yang cenderung kering dan padas serta topografi
yang relatif terjal, mengakibatkan pertanian kurang berkembang. +ahan
pertanian khususnya untuk tanaman padi terbatas pada lahan yang relatif
datar. :eomorfologi yang kurang subur ini menyebabkan pertanian basah
seperti tanaman padi dan sistem gilir tidak bisa berkembang dengan baik.
&ondisi ini pada sebagian wilayah terutama di bagian )arat makin
diperparah dengan sistem irigasi yang juga kurang baik.
#ii! Autan
Autan memiliki wilayah terluas diantara penggunaan tanah yang lain.
*engingat kondisi fisik wilayah terutama topografinya yang cenderung
curam, maka hutan ini memiliki fungsi yang sangat #ital bagi keseluruhan
ekosistem baik di darat maupun di laut. Lungsi hutan sendiri terbagi menjadi
6@
1 yaitu hutan produksi dan hutan produksi terbatas. Autan yang terletak pada
kawasan budidaya adalah hutan produksi tetap dan kawasan hutan produksi
yang terletak pada kawasan non budidaya adalah hutan produksi terbatas.
&awasan hutan yang termasuk dalam hutan produksi terbatas tersebar mulai
dari ,imur ke )arat yaitu &ecamatan 0mpelgading sampai dengan
&ecamatan Donomulyo. Sedangkan yang termasuk hutan produksi tetap
terdapat di &ecamatan Sumbermanjing Wetan dan &ecamatan )antur.
)eberapa kawasan hutan yang lainnya tidak dapat digunakan sebagai hutan
produksi sebab lokasi hutan terletak pada kawasan lindung yaitu sebagai
hutan lindung terbatas. &ondisi hutan di kawasan pesisir kondisinya rusak,
akibat penebangan hutan yang tidak terkontrol, sehingga sebagian besar
lahan hutan menjadi gundul. ,erjadinya penggundulan hutan tersebut
hampir sebagian tejadi disepanjang kawasan pesisir &abupaten *alang.
iG! ,egalan%kebun
Dibandingkan dengan lahan persawahan, lahan untuk tegalan dan kebun
memiliki proporsi yang lebih besar. 0kibat teradinya penjarahan pada lahan
perkebunan mengakibatkan lahan tegalan dan kebun ini semakin luas. -enis-
jenis tanaman yang diusahakan di atas tanah tegalan adalah jenis-jenis
tanaman semusim yaitu jagung, ketela pohon. tales, kacang-kacangan, cabe,
dsb. +ahan tegalan banyak diusahakan di bagian )arat dari wilayah
perencanaan. Sedangkan pada bagian ,imur lebih banyak diusahakan
tanaman kebun yaitu kebun kelapa, karet, cengkeh, kopi dan coklat. (ada
saat ini sebagian besar tanaman cengkeh. kopi dan coklat semakin menuru.
G! (erkebunan
(roporsi lahan perkebunan lebih banyak terletak di bagian ,imur
wilayah perencanaan. -enis tanaman yang dikelola adalah cengkeh, kopi dan
coklat. &ondisi perkebunan pada saat ini sangat memprihatinkan akibat
adanya pengrusakan dan penjarahan oleh masyarakat. (osisi lahan
perkebunan sebagian besar lertelak pada kemiringan yang besar.
&eadaan dan perkembangan usaha perikanan di pantai *alang Selatan,
berhubungan erat dengan kondisi lingkungan dan habitat yang
melingkupinya. &ondisi lingkungan yang dimaksud meliputi substrat,
kemiringan dan bentuk pantai. Sedang habitat perairan ditunjukkan oleh
keberadaan terumbu karangnya. &ualitas terumbu karang sangat
menentukan kuantitas sumberdaya ikan yang ada.
Aabitat terumbu karang ditemukan hampir di sepanjang pantai di kabupaten
*alang, terutama di daerah-daerah yang mempunyai aktifitas perikanan
tinggi. &ondisi terumbu karang saat ini relatif masih bagus, ditandai masih
banyaknya ikan-ikan karang yang tertangkap seperti +obster, &akap, &erapu
6'
dan ikan-ikan hias. Bamun demikian tanda-tanda akan kerusakan ,erumbu
&arang telah terjadi, yang disebabkan oleh aktifitas penangkapan +obster
yang tidak ramah lingkungan menggunakan potas!, pengambiOan bunga
karang untuk assesoris dan cemaran minyak dari aktifitas transportasi laut
yang menggunakan mesin. &ondisi terumbu karang untuk masing-masing
kawasan perairan pantai dapat dilihat pada ,abel =.'9.
Tabel 5."(. K-ndisi Terumbu 7arang di Ka9asan Pesisir Kab. 2alang
No
.
Pantai Lokasi Kondisi Permasalahan
Baik Sedan
g
Rusa
k
Bom Potas Bunga
karang
01
.
Licin V - - - - -
02
.
Sipelot - V - V V -
0
.
Lenggosono - V - V V -
0!
.
"am#an - - V V V V
0$
.
Sendang
Biru
- - V V V V
0%
.
"am#aksari V - - - - -
0&
.
Ba'ulmati V - - - - -
0(
.
)onogoro V - - - - -
0*
.
Kondang
+erak
- V - V V V
10
.
Kondang
,-ak
V - - - - -
Autan mangro#e merupakan suatu ekosistem peralihan antara darat dan
laut yang merupakan mata rantai yang sangat penting dalam memelihara
keseimbangan siklus biologi di suatu perairan, tempat berlindung dan memijah
berbagai jenis udangt ikan dan berbagai biota laut. Sehingga secara ekologis dan
ekonomis dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia. Aabitat mangro#e di
daerah pantai selatan relatif sedikit dan tidak ditemukan di setiap pantai. (antai
61
yang mempunyai habitat mangro#e adalah Sipelot dan ,amban yang didominasi
oleh jenis-jenis pioner yaitu 0#icenia dan Sonneratia dan dibelakang rawa
ditemukan nipah. Aal ini dikarenakan substrat berpasir. salinitas tinggi dan
gelombang besar. &ondisi dan keberadaan mangro#e di masing-masing kawasan
pantai, dapat dilihat pada ,abel 7.'6.
Wilayah pertambakan di &abupaten *alang terdapat di beberapa pantai,
yaitu (antai Sipelot dan +enggoksono berada di &ecamatan ,irtoyudo; (antai
,ambakasri dan ,amban berada di &ecamatan Sumbermanjing Wetan; dan
(antai )ajulmati dan Wonogoro berada di &ecamatan :edangan. +uas areal
tambak dan tingkat pengoperasiannya di masing-masing lokasi dapat dilihat pada
,abel 7.'7.
Tabel 5."#. Luas dan 8enis 5utan 2angr-ve di Ka9asan Pesisir
Kabu&aten 2alang
3-. Pantai L-7asi Luasan 45a6 8enis
: " " ; ( $ ( %vece
nnia
S-nne;
ratia
3i&ah
0". Licin ; ; ; ; ; ;
02. Si&el-t < ; ; < ; <
0(. Lengg-s-n- ; ; ; ; ; ;
0#. Tamban < ; ; < < <
05. Sendang /iru ; ; ; ; ; ;
0+. Tamba7sari < ; ; < < ;
0'. /a.ulmati ; ; ; ; ; ;
0,. W-n-g-r- ; ; ; ; ; ;
0*. K-ndang 2era7 ; ; ; ; ; ;
"0. K-ndang =9a7 ; ; ; ; ; ;
Tabel 5."5. Luas %real Tamba7 dan Ting7at Peng-&erasian
Pantai Luas ./a.0 1umlah
2nit
Pola
2saha
"ingkat
3perasi
4 1 1 -

5 67ecen
nia
Sonnerat
ia
Nipah
Licin - - - - - -
Sipelot V - - V - V
Lenggoson
o
- - - - - -
69
"am#an V - - V V V
Sendang
Biru
- - - - - -
"am#aksar
i
V - - V V -
Ba'ulmati - - - - - -
)onogoro - - - - - -
Kondang
+erak
- - - - - -
Kondang
,-ak
- - - - - -
(erkembangan laut sangat penting bagi negara kepulauan, perkapalan dan
sistem pelabuhan sangat penting untuk pengembangan sumberdaya alam laut dan
pesisir, mendorong pembangunan ekonomi, mengurangi biaya perdagangan dan
meningkatkan ekspor. (elabuhan merupakan penghubung kunci dalam sistem
perhubungan menyediakan kontak antara transportasi darat dan laut.
Sepanjang pesisir &abupaten *alang terdapat satu pelabuhan alam yang
terletak di (antai Sendangbiru. *emiliki kedalaman laut rata-rata 1@ m. dengan
lebar selat antara =@@ m sampai dengan '7@@ m dan panjang selat$ 6 km.
(elabuhan ini berfungsi sebagai tempat pendaratan ikan untuk (antai
Sendangbiru dan sekitarnya. &apasitas pelabuhan bisa untuk berlabuh kapal
ukuran 7-7@ :, sebanyak 1@ buah.
Daerah operasi penangkapan ikan di perairan *alang Selatan tergantung
kepada musim atau keberadaan jenis ikan yang mau ditangkap. (ada waktu
musim puncak ikan, secara umum fishing ground berada di dekat pantai. pada
waktu musim sedang fishing ground berada agak jauh dari pantai dan pada waktu
musim paceklik fishing ground jauh dari pantai bahkan sampai ke lepas pantai.
*usim ikan di pantai *alang Selatan adalah musim puncak bulan *ei
-;ktober *usim sedang pada bulan *aret -0pril dan bulan Bopember
-Desember dan musim paceklik pada bulan januari -Lebruari. Sedangkan pada
musim penghujan bulan ;ktober sampai *aret! jenis-jenis ikan pelagis jarang
ditemukan dan bersamaan dengan itu terjadi musim barat dengan gelombang dan
angin besar sehingga nelayan tidak turun ke laut. Di lain pihak pada saat itu
muncul jenis-jenis ikan karang seperti +obster, &akap merah, &erapu dan lain-
3ain yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. &eberadaan berbagai jenis ikan di
perairan pantai *alang Selatan tidak selalu bersamaan, ada beberapa jenis ikan
yang muncul pada waktu-waktu tertentu, ada beberapa jenis ikan yang muncul
pada waktu-waktu yang lain dan ada jenis ikan yang muncul sepanjang tahun.
-umlah nelayan di &abupaten *alang terkonsentrasi di daerah (antai Sendang
)aru. Sedangkan di pantai-pantai lain hanya sekitas 7 8 dari jumlah penduduk di
66
masing- masing desa yang ada. )erdasarkan jumlah armada yang ada di masing-
masing pantai.
6.7. Prof,l R(an# +a9a$an Pe$,$,r Pan!a, +e;ama!an M(n;ar dan
P(r9ore)o +a3(-a!en "an/(9an#,
Wilayah &ecamatan *uncar dan &ecamatan (urworejo &abupaten
)anyuwangi dilihat dari konstelasi regional )anyuwangi mempunyai beberapa
keuntungan strategis, selain sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan
wilayah Samudera 3ndonesia dan Selat )ali serta (ropinsi )ali, yang mempunyai
kontribusi dan pergerakan yang tinggi, juga sebagai salah satu pintu gerbang
menuju ke wilayah tersebut, hal ini membawa konsekwensi pada pola
transportasi dan penyediaan sarana transportasi dari dan kearah &abupaten
)anyuwangi dengan jalan darat dan laut.
&ondisi wilayah &ecamatan *uncar dan &ecamatan (urworejo
&abupaten )anyuwangi dilihat dari aspek fisik wilayah dapat diindentifikasi atas
beberapa kriteria fisik, kriteria fisik tersebut yang akan menentukan ciri-ciri
wilayah yang ada berbagai kawasan &abupaten )anyuwangi. Dalam lingkup
yang lebih luas regional!. &abupaten )anyuwangi terletak diwilayah paling
ujung timur! wilayah propinsi -awa ,imur terletak pada koordinat >@69@ -
=@6=@ +intang Selatan dan ''9@7' - ''6@9? )ujur ,imur.
a. To-o#raf,
Wilayah &abupaten )anyuwangi rata-rata memiliki keadaan topografi
relatif datar. Dataran rendah yang sedikit miring dari arah barat laut ke arah
tenggara. &ondisi ini dipengaruhi oleh adanya beberapa gunung yang seolah-olah
membatasi wilayah )anyuwangi dengan wilayah sekitarnya.
&etinggian tempat dari permukaan laiut ikut mempengaruhi jenis suatu
tanaman yang dapat tumbuh baik, tanaman dataran rendah misalnya tidak akan
menghasilkan dengan baik apabila ditanam di dataran tinggi.
&abupaten )anyuwangi terleyak pada ketinggian @ sampai dengan K 1@@
meter dpl. &etinggian tempat tersebut dapat dibedakan atas $
'! &etinggian @ - '@@ meter dpl meliputi luas wilayah '9'.>'6 Aa 9?.'@
8! dari luas wilayah kabupaten, ketinggian ini terdapat diseluruh
wilayah kecamatan di kabupaten )anyuwangi kecuali kecamatan
Singojuruh, Sempu, Songgon, :enteng, )lenmore dan &alibaru.
1! &etinggian '@@ - 7@@ meter dpl meliputi luas wilayah '74.@7= 6=,@' 8!
dari luas wilayah kabupaten, ketinggian ini terdapat di seluruh wilayah
67
kecamatan di kabupaten )anyuwangi kecamatan )anyuwangi, *uncar
dan (urwoharjo.
9! &etinggian 7@@ - '.@@@ meter dpl meliputi luas wilayah 9=.'4' '@.6> 8!
dari luas wilayah kabupaten, ketinggian terdapat di kecamatan
Wongsorejo, &alipuro, :iri, :lagah, Songgon, :enteng, Sempu,
:lemore dan &alibaru.
6! &etinggian '.@@@ - '.7@@ meter dpl meliputi luas wilayah '@.11=,7 Aa
1,4= 8! dari luas wilayah kabupaten, ketinggian terdapat di kecamatan
Wongsorejo, &alipuro, :iri, :lagah, Songgon, :enteng, Sempu,
:lemore dan &alibaru.
7! &etinggian '.7@@ - 1.@@@ meter dpl meliputi luas wilayah 7.@>7 Aa ',6?
8! dari luas wilayah kabupaten, ketinggian terdapat di kecamatan
Wongsorejo, &alipuro, :iri, :lagah, Songgon, :enteng, Sempu,
:lemore.
3. +emam-(an Tanah
&emampuan tanah adalah kualitas unsur-unsur fisik tanah yang
berpengaruhnterhadap penggunaan tanah diatasnya, unsur-unsur tersebut
meliputi $ lereng, kedalaman efektif, tekstur tanah, drainase dan erosi.
4'5 Leren#
+ereng%kemiringan tanah adalah sudut yang dibentuk oleh permukaan
tanah dengan bidang horiEontal. Fang dinyatakan dalam persen 8 ! dan
kemiringan tanah sangat berperan dalam setiap langkah untuk menentukan
kemudahan penggunaan tanah. ;leh sebab itu tindakan pada tanah harus selalu
memperhatikan kemiringan tanah.
- +ereng @ - 1 8 merupakan wilayah yang datar dan meliputi 97,67 8 dari luas
wilayah &abupaten )anyuwangi, daerah tersebut baik untuk usaha pertanian
tanaman semusim. &ecamatan yang memiliki lereng @ - 1 8 paling luas
adalah kecamatan )angorejo dan yang tidak memiliki lereng @ - 1 8 adalah
&ecamatan :lagah dan Songgon.
- +ereng 1 - '7 8 merupakan wilayah yang landai sampai yang bergelombang
dan meliputi 1=,7= 8 dari luas wilayah &abupaten )anyuwangi, daerah
tersebut baik untuk usaha pertanian dengan tetap memperhatikan usaha
pengawetan tanah dan air. Wilayah kecamatan yang mempunyai lereng 1 - '7
8 paling luas adalah &ecamatan :lenmore yaitu kurang lebih '>.@96 Aa atau
kurang lebih '?,77 8 dari luas wilayah yang berlereng 1 - '7 8, sedangkan
wilayah yang tidak memiliki lereng 1 - '7 8 adalah &ecamatan *uncar dan
<luring.
6=
- +ereng '7 - 6@ 8 merupakan wilayah yang bergelombang dan meliputi '7,91
8 dari luas wilayah &abupaten )anyuwangi, daerah tersebut sebaiknya untuk
usaha pertanian dengan jenis tanaman keras atau tahunan, oleh karena
disebabkan daerah tersebut sudah terkena erosi, sehingga tercapai usaha
pengawetan tanah dan air, poada daerah tersebut umumnya penggunaan
tanahnya adalah berupa hutan, perkebunan, tanah rusak, tegal, sawah dan
permukiman. Wilayah kecamatan yang memiliki kelerengan '7 - 6@ 8 paling
luas adalah &ecamatan ,egaldlimo dan wilayah yang tidak memiliki lereng
'7 - 6@ 8 adalah &ecamatan 2ogojampi, Srono, *uncar, <luring, bangorejo
dan :ambiran.
- +ereng diatas 6@ 8 merupakan wilayah yang bergelombang sampai berbukit,
meliputi 11,=> 8 dari luas wilayah &abupaten )anyuwangi, daerah tersebut
merupakan areal yang harus dihutankan sehingga dapat berfungsi sebagai
perlindungan hidrologi serta menjaga keseimbangan ekosistem dan
lingkungan hidup, pada umumnya daerah ini penggunaan tanahnya adalah
berupa hutan, perkebunan, tanah rusak dan tegal. Wilayah kecamatan yang
memiliki kelerengan diatas 6@ 8 paling luas adalah &ecamatan (esanggaran,
sedangkan wilayah kecamatan yang tidak memiliki kelerengan diatas 6@ 8
adalah kecamatan )anyuwangi, &abat, 2ogojampi, *uncar, <luring,
:ambiran dan :enteng.
- &etinggian 1.@@@ - 1.7@@ meter dpl meliputi luas wilayah 1.197 Aa @,=7 8!
dari luas wilayah kabupaten, ketinggian ini terdapat di kecamatan
Wongsorejo, &alipuro, :iri, :lagah, Songgon, :enteng, Sempu, :lenmore
dan &alibaru.
- &etinggian lebih dari 1.7@@ meter dpl meliputi luas wilayah '.'79 Aa @,99
8! dari luas wilayah kabupaten, ketinggian ini terdapat di kecamatan
Wongsorejo, &alipuro, :lagah, Songgon, :lenmore dan &alibaru.
;. Geolo#,
&ondisi geologi di wilayah &abupaten )anyuwangi menunjukkan bahwa
hasil gunung api kwarter muda memiliki angka yang paling tinggi yaitu seluas
'9',76> Aa atau 9?,@7 8 dari luas wilayah &abupaten )anyuwangi. +apisan
batuan ini paling tinggi terdapat di kecamatan :lenmore yaitu seluas 1=.1=@ Aa
atau '4,4= 8 dari luas total hasil gunung api kwarter muda. Sedangkan yang
paling rendah adalah lapisan andesit yaitu seluas 1@.71@ Aa atau 7,46 8 dari luas
wilayah dan tersebar di &ecamatan (esanggaran, :lenmore dan &alibaru.
Tabel 0 5."'. Luas Wilayah /erdasar7an Stru7tur Ge-l-gi Di
Kabu&aten /anyu9angi
6>
3-. 8enis Tanah Luas
5a !
"
2
(
#
5
+
%lluvium
5asil Gunung %&i K9arter 2uda
5asil Gunung %&i K9arter 2uda
%ndesit
2i-sen >alses
2i-sen >alses /atu Gam&ing
*5.'+2
"(".5#'
20.520
,.+5#
50.#"#
(,.''2
2')'0
(,)05
5)*5
2)50
"#)5,
"")2(
Sumber 0 Pen.elasan Data P-7-7 Kabu&aten /anyu9angi
d. %en,$ Tanah
-enis yang terdapat di &abupaten )anyuwangi terdiri dari $
< Re#o$ol
)ahan induknya berupa abu #ulkan dan pasir pantai, biasanya terdapat
pada topografi bergelombang, berbukit hingga bergunung, pada umumnya
ditumbuhi tanaman berupa hutan belukar dan regosol mempunyai kandungan
organik relatif rendah sehingga untuk meningkatkan produkti#itasnya harus
dengan pengorbanan yang cukup besar.
< L,!ho$ol
)ahan induknya berupa batuan beku dan batuan endapan pejal, terdapat
pada topografi yang ber#ariasi dan ketinggian yang berbeda-beda, solum tanah
dangkal, tekstur tanah kasar dan kandungan organik rendah dan kepekaan erosi
kasar.
< Pod$ol,k
(odsolik berkembang pada musim basah dan curah hujan lebih dari 1.7@@
mm%tahun, podsolik berasal dari bahan tuf#ulkan asam dan pasir kwarsa pada
topografi datar dan ketinggian di bawah 1.@@@ meter dpl, pada umumnya
bertekstur agak kasar, struktur lepas dilapisan atas dan pejal lapisan bawah
terdapat di daerah bergelombang sampai berbukit.
+uas wilayah berdasarkan jenis tanah di &abupaten )anyuwangi dapat dilihat
pada tabel 7.'>.
< &edalaman "fektif ,anah
&edalaman efektif tanah adalah tebal lapisan tanah dari permukaan
sampai bahan induk atau sampai suatu lapisan dimana perakaran tanaman tidak
dapat atau tidak mungkin menembusnya, oleh sebab itu kedalaman efektif tanah
sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan perakaran tanaman.
P &edalaman lebih dari 4@ cm sebagian besar &abupaten )anyuwangi
memiliki kedalaman efektif tanah lebih dari 4@ cm, yaitu 1>>,714 Aa atau
6?
?@,14 8 dari luas wilayah &abupaten )anyuwangi, sehingga daerah tersebut
tidak menjadi hambatan bagi tumbuhan perakaran tanaman. &ecamatan
yang memiliki kedalaman efektif tanah diatas 4@ cm paling luas adalah
&ecamatan (esanggaran.
P &edalaman antara =@ - 4@ cm seluas 19.96? Aa atau =,>7 8 dari luas
wilayah &abupaten )anyuwangi, pada daerah ini pada umumnya tanahnya
cukup baik untuk tanaman semusim dan tanaman keras atau tanaman
tahunan. Wilayah kecamatan yang memiliki kedalaman efektif tanah diatas
=@ - 4@ cm paling luas adalah &ecamatan Wongsorejo.
P &edalaman antara 9@ - =@ cm seluas 66,9>= Aa atau '1,?6 8 dari luas
wilayah &abupaten )anyuwangi, pada daerah ini pada umumnya tanahnya
cukup baik untuk tanaman semusim berakar dangkal, tetapi kurang baik
untuk tanaman berakar dalam. Wilayah kecamatan yang memiliki
kedalaman efektif tanah diatas 9@ - =@ cm paling luas adalah &ecamatan
,egaldlimo.
P &edalaman kurang dari 9@ cm seluas 6'= Aa atau @,'1 8 dari luas wilayah
&abupaten )anyuwangi, pada daerah ini tanahnya masih memungkinkan
ditanami tanaman semusim dan tanaman dan berakar dangkal. Wilayah
kecamatan yang memiliki kedalaman efektif tanah diatas 9@ cm paling luas
adalah &ecamatan (esanggaran.
e. Tek$!(r Tanah
,ekstur tanah adalah keadaan kasar dan seharusnya bahan padat organik
tanaman yang ditentukan berdasarkan perbandingan fraksi-fraksi pasir, lempung,
debu dan air, tekstur tanah sangat berpengaruh terhadap pengolahan tanah dan
pertumbuhan tanaman, terutama dalam mentaur kendungan udara dalam rongga
tanah dan persediaan serta kecepatan peresapan air di daerah tersebut,
teksturtanah ini berperan pula terhadap mudah atau tidaknya lapisan tanah
tersebut tererosi. Dari kelas tekstur tanah dapat dibedakan dalam beberapa kelas
yaitu $
P ,anah bertekstur halus seluas 9@4.@7@ Aa atau ?4,6' 8 dari luas wilayah
&abupaten )anyuwangi, sedangkan kecamatan yang sebagian besar
bertekstur halus adalah &ecamatan (esanggaran sedangkan kecamatan yang
paling sedikit bertekstur halus adalah &ecamatan (urwoharjo.
P ,anah bertekstur sedang seluas 9',==> Aa atau 4,'= 8 dari luas wilayah
&abupaten )anyuwangi, sedangkan kecamatan yang sebagian besar
bertekstur sedang adalah &ecamatan )angorejo sedangkan kecamatan yang
paling sedikit bertekstur halus adalah &ecamatan ,egaldlimo.
64
P ,anah bertekstur kasar seluas 6.471 Aa atau ',69 8 dari luas wilayah
&abupaten )anyuwangi, sedangkan kecamatan yang sebagian besar
bertekstur kasar adalah &ecamatan Wongsorejo sedangkan kecamatan yang
paling sedikit bertekstur kasar adalah &ecamatan (urwoharjo, ,egaldlimo,
(esanggaran, :lenmore dan sebagian Wongsorejo.
f. Dra,na$e
Drainase tanah menunjukkan lamanya serta seringnya suatu tanah jenuh
terhadap kandungan air atau menunjukkan kecepatan meresapnya air dari
permukaan tanah dan pada umumnya daerah ini menunjukkan drainase yang
cukup baik sehingga unsur ini dapat diabaikan dalam menentukan kelas
kemampuan tanahnya di &abupaten )anyuwangi, kecuali ada beberapa
kecamatan yang selalui tergenang yaitu seluas kurang lebih '.7'' Aa atau @,69 8
dari luas wilayah &abupaten )anyuwangi, sedangkan kecamatan yang memiliki
daerah tergenang adalah &ecamatan )anyuwangi, *uncar, (urwoharjo dan
,egaldlimo.
#. Ero$,
"rosi adalah peristiwa pengikisan atau berpindahnya tanah lapisan atas
yang disebabkan oleh adanya aliran air permukaan, di &abupaten )anyuwangi
wilayah yang terkena erosi seluas '.4?6 Aa atau @,1? 8 dari luas wilayah
kabupaten dan terdapat di kecamatan :enteng, :iri, &alipura, :lagah, &alibaru,
(esanggaran, Songgon dan Wongsorejo, sedangkan wilayah lain di &abupaten
)anyuwangi yang dapat digolongkan tidak ada erosi seluas 969.=?7 Aa atau
44,>1 8 dari luas wilayah kabupaten.
#. Ikl,m
&abupaten )anyuwangi terletak dibawah eQuator yang dikelilingi oleh
laut -awa, Selat )ali dan Samudera 3ndonesia dengan ilim tropis yang terbagi
menjadi 1 musim yaitu $ a! *usim penghujan pada bulan ;ktober sampai 0pril;
b! *usim kemarau pada bulan 0pril sampai ;ktober
Diantara kedua musim ini terdapat musim peralihan pancaroba yaitu sekitar
bulan 0pril%*ei dan ;ktober%Bopember, rata-rata curah hujan sebesar >,=6
mm%bulan dengan bulan kering yaitu bulan 0pril, September dan ;ktober.
h. ,drolo#,
Di &abupaten )anyuwangi terdapat beberapa sungi besar dan sungai kecil,
adapun nama-nama sungai dan panjang sungai dapat diperinci sebagai berikut $
7@
- Kali Sel-giri &an.angnya 7urang lebih +)"'( Km) mele9ati Kecamatan Kali&ur-
- Kali Keta&ang &an.angnya 7urang lebih "0)2+0 Km) mele9ati Kecamatan Kali&ur-
- Kali Su7-9idi &an.angnya 7urang lebih "5),2+ Km) mele9ati Kecamatan Kali&ur-
- Kali /end- &an.angnya 7urang lebih "5),2+ Km) mele9ati Kecamatan Glagah
- Kali S-b- &an.angnya 7urang lebih "(),", Km) mele9ati Kecamatan Glagah dan
/anyu9angi.
- Kali Pa7is &an.angnya 7urang lebih ')0#( Km) mele9ati Kecamatan /anyu9angi.
- Kali Tamb-ng &an.angnya 7urang lebih 2#)(#' Km) mele9ati Kecamatan Glagah dan
Kabat.
- Kali /inau &an.angnya 7urang lebih 2")2'* Km) mele9ati Kecamatan 1-g-.am&i.
- Kali /-m- &an.angnya 7urang lebih ')#"' Km) mele9ati Kecamatan 1-g-.am&i.
- Kali /a.ulmati &an.angnya 7urang lebih 20 Km) mele9ati Kecamatan W-ngs-re.-.
- Kali Setail &an.angnya 7urang lebih '()(5 Km) mele9ati Kecamatan Gambiran)
Pur9-har.- dan 2uncar.
- Kali P-r-lingg- &an.angnya 7urang lebih (0)' Km) mele9ati Kecamatan Genteng.
- Kali Kalibarumanis &an.angnya 7urang lebih ", Km) mele9ati Kecamatan Kalibaru dan
Glenm-re.
- Kali Wagud &an.angnya 7urang lebih ##)+ Km) mele9ati Kecamatan Genteng) ?luring
dan 2uncar.
- Kali Karangtamba7 &an.angnya 7urang lebih 25 Km) mele9ati Kecamatan
Pesanggaran.
- Kali bang- &an.angnya 7urang lebih ", Km) mele9ati Kecamatan /ang-re.- dan
Pesanggaran.
- Kali /aru &an.angnya 7urang lebih ,0)' Km) mele9ati Kecamatan Kalibaru dan
Pesanggaran.
Dengan banyaknya sungai tersebut menyatakan bahwa &abupaten
)anyuwangi mempunyai banyak persediaan air, namun demikian tidak semua
wilayah ini tersedia air, karena hal ini dipengaruhi oleh banyaknya hari hujan dan
besarnya curah hujan. Selain itu keadaan curah hujan sangat berpengaruh
terhadap kegiatan usaha khususnya bidang pertanian.
<urah hujan di &abupaten )anyuwangi periode tahun '446 - '44>,
tertinggi pada tahun '447 yaitu '.79' mm, dengan rata-rata curah hujan ?,>=
mm. Daerah yang memiliki curah hujan rendah terjadi di wilayah bagian utara
dibandingkan dengan wilayah bagian selatan. )erdasarkan perbandingan antara
bulan kering dengan bulan basah, maka tipe iklim daerah ini adalah beriklim
sedang yaitu tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering.
6.7.'. .,la/ah Peka "en;ana Alam Dan .,la/ah +r,!,$
Wilayah peka bencana sebagian besar karena adanya wilayah yang
mempunyai ketinggian diatas 7@@ - '.@@@ meter dpl. Dengan ketinggian tersebut
terdapat daerah-daerah yang rawan terhadap longsoran, selain itu terdapat
7'
wilayah yang mempunyai daerah dengan ketinggian @ - 17 meter dpl, dimana
kawasan tersebut rawan terhadap resiko banjir, meskipun sampai dengan saat ini
belum terjadi banjir atau genangan yang lama.
&ondisi penggunaan tanah yang ada di suatu daerah, dapat digunakan
sebagai dasar dalam menentukan kesejahteraan masyarakat disuatu wilayah
tersebut, karena pola penggunaan tanah pada hakekatnya merupakan gabungan
antara akti#itas manusia sesuai dengan tingkat teknologi jenis usaha, kondisi fisik
serta jumlah manusia yang ada di wilayah tersebut.
6.7.&. Perkem3an#an :(n#$, +a9a$an
A. Pola Perkem3an#an +a9a$an Perm(k,man
(ola perkembangan kawasan permukiman pada mulanya berkembang
karena adanya tarikan kegiatan perdagangan dan jasa di sepanjang jaringan jalan
arteri primer serta keberadaan kawasan pelabuhan dan industri serta kegiatan
disektor perikanan, sejalan dengan semakin terbatasnya lahan disekitar jaringan
jalan arteri primer tersebut maka masyarakat cenderung untuk menempati lahan-
lahan disekitar jaringan jalan utama kota yang mempunyai akses yang baik ke
pusat kegiatan perdagangan dan kawasan aktifitas lainnya.
Sejalan dengan perkembangan kota, lahan di kawasan perkotaan semakin
besar kegunaannya, hal ini sangat berpengaruh terhadap nilai tanah yang ada di
kawasan pusat kota. Saat ini pola perkembangan permukiman cenderung untuk
menempati lahan dikawasan pinggiran kota yang tidak terlalu jauh dengan daerah
pusat kota, yang mana masih banyak lahan pertanian yang telah berubah
penggunaan pada lahan permukiman.
Secara keseluruhan pola perkembangan perumahan di &abupaten
)anyuwangi masih mengikuti pola perkembangan jaringan jalan khususnya
jaringan jalan yang menghubungkan antar &abupaten serta perkembangannya
menyebar ke wilayah luar batas wilayah kota.
". Pola Perkem3an#an +a9a$an Pe$,$,r Pan!a,
(ola perkembangan kawasan pesisir pantai banyak dipengaruhi oleh
adanya peningkatan potensi sub sektor perikanan di &abupaten )anyuwangi
yang diarahkan 3 budidaya perikanan air tawar, tambak, perikanan umum, kolam,
waduk dan penangkapan di laut.
Searah dengan tujuan pembangunan perikanan dalam rangka
meningkatkan produuksi dan produktifitas melalui sapta usaha perikanan untuk
71
memenuhi kebutuhan pangan yang lebih merata dan perbaikan giEi masyarakat,
maka dengan diikuti udahan segi perkreditan, sarana produksi dan permodalan
harus disukseskan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup
danekosistem pantai.
(erkembangan kawasarn pesisir pantai di wilayah &abupaten
)anyuwangi terletak awasan sepanjang pantai selat )ali yang merupakan
kawasan ,ambak yang terletak di wilayah kecamatan Wongsorejo, )anyuwangi,
2ogojampi, Srono dan *uncar, sedangkan di wilayah kecamatan *uncar juga
terdapat industri pengalengan
-enis produksi perikanan terbagi menjadi 9 bagian yaitu sektor perikanan
umum, budidaya ikan kolam dan budidaya tambak, berdasarkan perkembangan
untuk sektor perairan umum produksi perikanannya mengalami penurunan dari
tahun 6 sebesar '67,69= ton menjadi '1@,'@= ton pada tahun '44? dan untuk
sektor idaya ikan kolam mengalami kenaikan dari tahun '446 sebesar 4=,6@> ton
jadi ''?,>?> ton pada tahun '44? sedangkan untuk sektor budidaya tambak juga
ngalami penurunan dari tahun '446 sebesar 1.?97,'47 ton menjadi 1.94=,947 ton.
(roduksi, perikanan sektor perairan umum yang terbesar berada di
wilayah kecamatan &alibaru dengan produksi sebesar 6'.4@6 ton dan untuk
sektor budidaya ikan kolam yang terbesar berada di wilayah kecamatan *uncar
dengan produksi sebesar >4,'=7 ton sedangkan untuk sektor perikanan budidaya
tambak, yang terbesar berada di wilayah kecamatan *uncar dengan produksi
sebesar '.''=.>97 ton
C. Pola Perkem3an#an +a9a$an (!an I L,nd(n# dan +r,!,$
(embangunan sektor kehutanan masih merupakan sektor yang sangat
penting dalam menunjang perekonomian -awa ,imur khususnya &abupaten
)anyuwangi, ditinjau dari sumberdaya alamnya masih banyak digunakan
berbagaj kegiatan pertanian maupun perkebunan, oleh karena itu untuk menjaga
hasil produksi aagar tjdak merosot, maka perlu dipertahankan keutuhan kondisi
tanah serta menjaga dari meluasnya lahan kritis yang ada saat ini.
+uas lahan kritis di kabupaten )anyuwangi adalah seluas '>.1@@ Aa
yang tersebar di beberapa kecamatan antara lain kecamatan )angorejo '7@ Aa!,
*uncar '4 Aa!, :ambiran 4 Aa!, :'enmore 117 Aa!, Singojuruh '= Aa!,
2ogojampi '.@'6 Aa!, &abat =1@ Aa!, Songgon '.@'6 Aa!, %/agah =9= Aa!,
)annyuwangi =9 Aa!, :iri dan &alipuro 1.17@ Aa!, Wongsorejo '1.'??'Aa!.
walaupun kegiatan 2+&,%penghijauan telah dilaksanakan dari tahun ke tahun
upaya pencegahan dan penanggulangan terus ditingkatkan dengan berbagai
kegiatan rehabilitasi khususnya diluar kawasan hutan.
79
&awasan hutan yang ada diwilayah &abupaten )anyuwangi seluas
'91.>44 Aa yang terdiri dari hutan produksi >1.7@7 Aa!, hutan lindung
9?.6=4,? Aa! suaka alam 1.7=4 Aa!, taman nasional =?.61@ Aa!, reboisasi jati
?1,= Aa!, reboisasi non jati 9=',7 Aa!, tanaman tumpang sari jati ?1,= Aa!,
tanaman tumpang sari non jati '16,? ha! dan tanaman banjar harian jati '?=,>
Aa!.
6.=. Prof,l .,la/ah Pe$,$,r +a3(-a!en Pa$(r(an
:ambaran umum &abupaten Daerah (asuruan dimaksudkan untuk
mendapatkan deskripsi tentang wilayah regional dari kota yang hendak
direncanakan. Untuk itu informasi dan data-data regional yang dikumpulkan dan
disusun akan menyangkut seluruh aspek yangterkait, baik secara langsung
maupun tidak langsung, dengan wilayah &ota bangil yang direncanakan.
Data-data regional yang disusun ini diperoleh melalui sumber informasi
sekuner, yaitu dari buku-buku statistik, laporan-laporan ataupun kebijakan-
kebijakan yang tertuang dalam buku 2epelita daerah. Data tersebut dapat berupa
data kualitatif maupun data kuantitatif.
6.=.' +ond,$, f,$,k da$ar
a. Le!ak #eo#raf,$
&abupaten (asuruan terletak pada posisi ''1
@
9@J 5 ''9
@
9@J )ujur
,imur dan >
@
9@J 5 ?
@
9@J +intang Selatan. +etak wilayah daerah &abupaten
(asuruan, dilihat dari segi ekonomi sangat strategis, karena terletak pada simpul
pergerakan ekonomi yang intensif, yaitu $
- Surabaya 5 (robolinggo%)anyuwangi%)ali
- Surabaya 5 *alang
- *alang 5 (robolinggo%)anyuwangi%)ali
+uas wilayah seluruhnya dalah '.6>6 &m
1
atau 9 8 dari luas Wilayah
(ropinsi -awa ,imur.
Secara administrasi wilayah kabupaten (asuruan berada dalam wilayah
(embantu :ubenur di *alang, dengan batas-batas sebagai berikut $
Sebelah Utara $ kabupaten Sidoarjo dan Selat *adura.
Sebelah ,imur $ &abupaten (robolinggo.
Sebelah Selatan $ &abupaten *alang ; dan
Sebalah )arat $ kabupaten *ojokerto.
76
3. To-o#raf,
&abupaten (asuruan terletak berada pada ketinggian @ meter - R '.@@@
meter diatas permukaan laut. &eadaan ke-tinggian suatu daerah merupakan salah
satu faktor yang menentukan jenis kegiatan penduduk.
Dataran &abupaten (asuruan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu $
)agian selatan terdiri dari pegunungan dan berbukit dengan ketinggian
permukaan tanah antara '?= meter sampai '.'=' meter di atas
permukaan laut, membentang dari wilayah &ecamatan ,osari dan (uspo
ke arah barat yakni &ecamatan ,utur, (urwodadi dan (rigen.
)agian tengah terdiri dari dataran rendah yang berbukit dengan
ketinggian permukaan tanah antara = meter sampai 4' meter. Daerah ini
umumnya subur kecuali beberapa daerah yang tanahnya relatif tandus!,
membentang dari wilayah &ecamatan :rati terus ke barat :empol.
,anah yang nampak minus adalah di &ecamatan 2embang.
)agian Utara terdiri dari dataran rendah pantai yang tanahnya kurang
subur, dengan ketinggian oermukaan tanah antara 1 meter sampai ?
meter di atas permukaan laut. Daerah ini membentang dari wilayah
&ecamatan Bguling di sebelah timur ke barat yakni +ekok, 2ejoso,
&raton, dan )angil.
;. Geolo#,
Dari segi fisiografi, menunjukkan bahwa keadaan dataran &abupaten
(asuruan miring ke utara. -ika dilihat dari struktur geologi, sebagian daratan
merupakan hasil gunung berapi. -enis tanah yang dibentuk tergolong jenis
batuan gunung api kwater muda yang realtif subur dan terdapat banyaj bahan
tambang.
d. %en,$ dan kemam-(an Tanah
&emampuan tanah adalah identifikasi unsur-unsur tanah yang sngat
berpengaruh, terutama untuk menentukan jenis-jenis penggunaan tanah yang ada
diatasnya. Unsur-unsur fisik tanah tersebut meliputi lereng, kedalaman efektif
tanah, tekstur tanah, drainase dan erosi.
e. Leren#
+ereng yang ada di &abupaten (asuruan sebagian besar adalah rendah,
datar dan sedikit bergelombang yaitu @ 8 - 18 atau seluas 67.7?@ Aa! dan 9 8 -
'78 seluas 71.4>@ Aa! sedang sisanya adalah berupa bukit dan pegunungan.
77
+edalaman efek!,f Tanah
&edalaman efektif tanah yang paling banyak adalah =@ cm 5 4@ cm
seluas =9.>44, 9? Aa atau 69, 1? 8 dari seluruh wilayah. Aal ini dapat
menentukan jenis tanaman yang bisa dibudidayakan di atas tersebut.
#. Tek$!(r Tanah
,ekstur tanah halus menduduki prosentase yang paling tinggi yaitu 76,99
8 seluas ?@.@?@,?7 Aa! terdapat di semua kecamatan kecuali &ecamatan (uspo
dan &ecamatan (rigen. Sedangkan yang bertekstur sedang 66,>9 8 =7.499,=7
Aa! dan sisanya @,46 8 '.9?> Aa! bertekstur kasar.
h. Drainase ,anah
Diwilayah &abupaten (asuruan sangat sedikit daerah yang tergenang
air, hanya terdapat di 6 &ecamatan saja yaitu )angil,&raton,:rati,2ejoso!
sedangkan daerah lainnya yang kdang-kadang tergenang adalah &ecamatan
)angil.
,. Ero$,
Sebagimana kecamatan yang terkena erosi adalah &ecamatan (urwodadi,
+umbang, (asrepan, (rigen dan +ekok seluas '?.?@' Aa!. Untuk kecamatan
yang lainnya tidak erosi, lapisan tanah relatif masih utuh, sehingga baik untuk
lahan pertanian.
). S!r(k!(r )en,$ Tanah
Sebagian besar jenis tanah yan terdapat di &abupaten (asuruan adalah
litosol, regosol, allu#ial. 0ndosol, mediteran dan grumosol.
Tabel 5.2+ Stru7tur 8enis Tanah di Kabu&aten Pasuruan
No. 1enis
"anah
Luas Letak8Ka-asan
/a 9
1 6llu7ial 2.1*2:$ 1$:& Poh'entrek: Kraton: Re'oso:
Bangil: Be'i dan ;empol
2 6ndosol 2$.!1!:$
0
1&:0! "osari: Puspo: Prigen:
Pur-odadi: Lum#ang: dan
"utur
Regosol $.&11 2!:! Pasrepan: Ke'a<an: -onore'o:
Sukore'o: Prigen: Pandaan:
;empol dan de'i
7=
! +editeran 21.01& 1!:2% Pur-odadi: Pur-osari: ;empol:
;rati: Nguling dan Lekok
$ ;rumosol $.((2 :** Kraton dan Rem#ang
% Litosol %.1(:$ 2!:$$ Pur-odadi: "utur: Puspo:
Lum#ang: Pasrepan: Ke'a<an:
Pur-osari: Prigen dan
)inongan
Sumber 0 1e&elita < Kabu&aten Pasuruan
k. Klimatlgi !an "i!rlgi
K-ndisi i7lim di Kabu&aten Pasuruan) terutama curah hu.an sangat
besar &eranannya terhda& berbagai 7egiatan usaha) 7hususnya dibidang
&ertanian yaitu mengenai .enis dan &-la tanaman) yang berarti a7an
mem&enagruhi &-la intensitas &enggunaan tanah dan tersedianya air &engairan.
Kabu&aten Pasuruan terleta7 di daerah e@uat-r) yang beril7im tr-&is
dan terbagi men.adi 2 musim yaitu musim hu.an antara bulan A7t-ber %&ril dan
musim 7emarau antara bulan %&ril A7t-ber. Diantara 2 musim tersebut
terda&at musim &eralihan se7itar bulan;bulan %&rilB2ei dan A7t-berB3-&ember.
?urah hu.an di Kabu&aten Pasuruan) rata;rata adalah "," mm tia&
bulan dalam satu tahun. ?urah hu.an tertinggi selama bulan %&ril 4,'#mm6 dan
terendah ter.adi &ada bulan Se&tember 4" mm6. K-ndisi ini a7an ber&engaruh
&ada &ersediaan air untu7 irigasi &ertanian mau&un untu7 7ebutuhan minum.
Di 9ilayah ini mengalir enam buah sungai besar yang bermuara di selat
2adura) yaitu 0
Sungai La9ean 0 bermuara di desa Penunggul Kecamatan
3guling
Sungai 1e.-s- 0 bermuara di 9ilayah K-tamadya Pasuruan
Sungai g-mb-ng 0 bermuara di 9ilayah K-tamadya Pasuruan
Sungai Welang 0 bermuara di desa Pul-7ert-) Kecamatan
Krat-n
Sungai 2asangan 0 bermuara di desa 1aci) Kecamatan /angil
Sungai 7edunglarangan 0 bermuara di desa Kalianyar) Kecamatan /angil.
Diantara sungai;sungai tersebut yang ter&an.ang adalah Sungai
Kedunglarangan dengan &an.ang C "5 Km) dengan sumber airnya dari Gunung
&enanggungan. Semua sungai yang ada) umumnya mengalir 7e arah utara dan
bermuara di Selat 2adura) 7arena 7eadaan tanah di Kabu&aten Pasuruan
sebagian besar miring 7e utara. K-ndisi se&erti ini meru&a7an &-tensi yang
cu7u& besar untu7 dimanDaat7an bagi usaha &ertanian tanaman &angan dan
&eri7anan.
Selain itu terda&at ("0 sumber air yang beru&a telagaBdanau) antara lain
1anu grati 4seluas C "*0)" ha) v-lume air sebesar 2.5"+.000 meter
(
dengan
debit air C 250 literBdeti76) banyubiru 4debit air ((' literBdeti76) umbulan 4debit
7>
C5.(25 literBdeti7) ""5 literBdeti7 diantaranya diguna7an untu7 memenuhi
7ebutuhan air minum K-tamadya Surabaya dan Pasuruan #0 literBdeti76 serta
Plitahan 4debit air C 250 literBdeti76.
l. #la #enggunaan $anah
P-la &enggunaan tanah di Kabu&aten Pasuruan may-ritas beru&a lahan
&ertanian 4(2)0, !6 yang umumnya di.um&ai &ada 9ilayah dengan 7emiringan 0
"5 !) &ada 7etinggian 0 500 meter diatas &ermu7aan laut. 5al ini berarti
sebagian besar 9ilayah diguna7an untu7 &enyediaan &angan yang meru&a7an
se7t-r utama dalam &ere7-n-mian masyara7at.
P-la &enggunaan d-minan 7edua beru&a 7a9asan hutan 4"*)*(!6)
sebagai 7a9asan &enyangga dari daerah yang ada di ba9ahnya terhda&
bencana ban.ir mau&um 7e7urangan air 7arena Dungsi hidr-l-gisnya.
KlasiDi7asi 7etiga dari &-la &enggunaan tanah adalah &emu7iman
meli&uti ,),( ! dari luas 9ilayah. Setia& tahunnya luas &er7am&ungan
cenderung ber7embang se.alan dengan ber7embangnya .umlah &endudu7)
&enda&atan &er7a&ita &endudu7) Dasilitas yang tersedia dan 7ema.uan
&embangunan itu sendiri. Semua itu berdam&a7 &ada &ening7atan 7ebutuhan
tanah atau tem&at) yang ber&engaruh terhda&a& ber7urangnya luas lahan
&ertanian.
Tabel 5.2' Luas Penggunaan Tanah di Kabu&aten Pasuruan
3-. 8enis Penggunaan Tanah Luas
5a !
" Per7am&ungan "(.0"2)# ,),(
2 Sa9ah #'.2*2)" (2)0,
( Tegalan #(.,0+)# 2*)'2
# Per7ebunan 4S9astaB1a7yat6 (.+(#)2 2)#'
5 Tamba7 (.50")( 2)('
+ Danau "*0)" 0)"(
' Tanah 1usa7BKritis ".,#*)' ")25
, 5utan 2*.('5)+ "*)*(
* Lain;lain 4.alan)sungai)7uburan6 2."0()' ")++
8umlah "#'.#0")' "00)00
Sumber 0 Kabu&aten Pasuruan Dalam %ng7a Data P-7-7 untu7
Pembangunan Daerah) Pemerintah Pasuruan
6.>. Gam3aran Um(m .,la/ah +o!a Pa$(r(an
'. +ed(d(kan .,ala/ah Peren;anaan
7?
Wilayah kota untuk penyusunan 2encana Detail ,ata 2uang &ota adalah
wilayah adminitratif &ota (asuruan. &ota (asuruan memiliki wilayah selauas
9=>? Aa.
Wilayah kota (asuruan empunyai letak geografis pada koodinat ''1- 67J 5
''1- 77J bujur timur dan > - 97J 5 > - 67J lintang selatan dengan batas-batas
wilayahnya adalah sebagai berikut $
- Sebelah Utara $ Selat *adura
- Sebelah ,imur $ &ecamatan 2ejoso &abuoaten (asuruan
- Sebelah Selatan $ &ec. :ondang Wetan &ab. (asuruan dan &ec.
(ohjentrek &ab. (asuruan
- Sebelah )arat $ &ecamatan &raton &abupaten (asuruan.
1. &arakteristik Lisik Dasar
a. -enis tanah
,anah di &ota (asuruan terdiri dari 1 jenis tanah yaitu $
- -enis tanah Aidromorfik &elabu merupakan tanah yang terbentuk dari
bahan batuan induk campuran endapan baru yang berasal dari sungai dan
laut dengan ciri-ciri; bertekstur liat, drainase sangat lambat, adanya
lapisan reduksi di seluruh penampang, tanah mengembang atau melekat
dalam keadaan basah, mengerut dalam keadaan kering, serta bersifat
keras. ,ingkat keasaman tanah netral samapi agak basin dengan kadar
unsur hara (, &, <a dan *g yang cukup tinggi. &arena tingginya kadar
Ba dan <a, maka tanah ini relatif tidka sesuai untuk lahan pertanian
tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan dan kehutanan, kecuali
tanaman yang toleran terhadap kadar Ba dan <a tinggi misalnya )akau,
namum demikian masih layak untuk budidaya tambak dan penggaraman.
Sebagian besar tersebar di sepanjang wilayah pantai kota (asuruan.
- -enis tanah 0llu#ial mempunyai konsistensi berwarna kelabu tua,
bertekstur liat berdebu sampai berliat karat, mengembang dan melekat
dalam keadaan basah, mengerut dan keras dalam keadaan kering, kedap
udara, tata erasi kurang lancar, drainase terhambat. &easaman tanah
netral, pA =,= 5 >,7, kadar B rendah, (
1
;
7
sedang, dan &
1
; tinggi sekali.
+ahan ini dapat dibudidayakan dengan syarat sistem pembuangan air
relatif lancar.
b. &etinggian
Wilayah &ota (asuruan secara keseluruhan mempuna keadaan topografi
yang relatif datar, dilihat dari ketinggiannya rata-rata mempunyai angkat
ketinggian 1 meter diatas permukaan air laut.
74
Semakin ke arah Selatan mempunyai ketinggian yang paling besar yaitu pada
wilayah kelurahan &ebonagung yang mempunyai angkat ketinggian tanah
sebesar 6 meter di atas permukaan laut.
c. &elerengan
Selaras dengan apa yang dijelaskan di atas bahwa wilayah kota (asuruan
mempunyai lahan yang relatif datar dan cenderung landai, demikian juga
pada tingkat kelerengannya yang mempunyai rata-rata kemiringan di bawah
9
@.
d. :eologi wilayah
&eadaan geologi tanah di wilayah &ota (asuruan merupakan dataran
0llu#ium yang terbentuk dari campuran bahan endapan yang berasal dari
daerah Stuf Dulkanis 3ntermedier (egunungan ,engger di &awasan sebelah
selatan, bukit lipatan dan endapan batuan berkapur raci di bagian barat serta
wilayah grati di bagian timur.
e. Aidrologi
&eadaan hidrologi di wilayah &ota (asuruan yang terletak di Selat *adura,
pada bagian barat terdapat sungai Welang, sungai :embong di bagian tentah
kota, sedangkan pada bagian timur mengalir sungai (elung. &etiga sungai
yang melintasi wilayah kota (asuruan ini bermuara di selat *adura.
&ondisi daerah alirah di ketiga sungai tersebut mempunyai kondisi yang
sempit sehingga sering terjadi banjir yang besar, hal ini karena masih perlu
ditingkatkan nya #olume saluran-saluran penatusan dalam kota serta saluran
penatusan di kanan dan kiri jaringan jalan yang ada.
Sungai lain yang melintasi wilayah kota (asuruan yaitu kali Sodo, kali
&epel, dan kali <alung di wilayah kecamatan )ugul &idul.
f. &limatologi
&eadaan iklim di kota (asuruan termasuk tipe iklim D1 dengan curah hujan
rata-rata pertahun '.99> mm dengan musim kemarau '@@ mm%bulan! selama
tujuh bulan yang jatuh pada bulan *ei s%d nopember dan meusim penghujan
1@@ mm%bulan! selama tiga buan pada bulan -anuari sampai bulan *aret
dengan iklim agak kering meskipun mash dalam skala iklim tropis dengan
suhu rata-rata maksimum 9',7
o
< dan minimum 19
o
<.

g. &edalaman efektif tanah
&ondisi kedalaman efektif tanah di wilayah kota (asuruan berada di bawah
angka 4@ cm sehingga relatif menggangu terhadap perakaran tanaman dan
kegiatan pembangunan gedung.
,ekstur tanah di wilayah kota (asuruan merupakan tekstur tanah sedang
samapi kasar meliputi hingga >7 8 dari selutuh wilayah kota (asuruan,
=@
sisanya merupakan tekstur tanah antara sedang samapi kasar yang sifatnya
kurang mampu mengikat air.
9. (ola (enggunaan +ahan
Wilayah &ota (asuruan karena posisinya dilewati oleh tiga koridor
regional yang menuju pusat SW( seperti Surabaya, *alang dan (asuruan, maka
kota (asuruan dalam petumbuhan wilayahnya cenderung untuk mengikuti oila
radial konsentris dengan orientasi kegiatan pada sepanjang jaringan koridor jalan
tersebut.
(ada bagian lain berkembang pola konsentris terutama pada kawasan
pusat kota, hal ini didorong oleh ketersefiannya sarana dan prasarana yang
terkonsentrasi pada beberapa bagian pusat kota menjadi kawasan dengan tingkat
pertumbuhan kegiatan tinggi. (erkembangan pola konsentris ini juga karena
adanya pemusatan perkampungan nelayan yang tumbuh dan berkembang pada
bagian Utara wilayah kota (asuruan.
6.?. Prof,l .,la/ah Pe$,$,r +a3(-a!en T(3an
6.?.'. Prof,l +e;ama!an "an;ar
'. +eadaan Um(m
&ecamatan )ancar terletak di pantai utara -awa ,imur. &ecamatan )ancar
termasuk &abupaten ,uban dan merupakan berada di perbatasan dengan (ro#insi
-awa ,engah..
&. :,$,o#raf, dan S!ra!,#raf,.
Secara umum fisiografi &ecamatan termasuk +ajur 2embang.
*orfologi permukaan sangat dipengaruhi oleh proses pembentukan dan batuan
penyusunnya.
Secara umum batuan penyusun tanah di wilayah ini tersusun atas 'macam
batuan, yaitu $ )atuan Sedimen.
Umur batuan +ajur 2embang adalah *iosen ,engah. Lormasi :eologi
yang dijumpai adalah$
'!. Lormasi ,awun ,mt!, batuliat berpasir dengan sisipan batupasir dan
batugamping;
1!. Lormasi Bgrayong ,mn!, perselingan batupasir dan batuliat berpasir
dengan sisipan batuliat karbonan dan setempat batugamping
9!. Lormasi )ulu ,mb!, kalkarenit
='
6!. Lormasi Wonocolo ,mw!, napal dengn sisipan kalkarenit dan batuliat
7!. Lormasi +edok ,ml!, perselingan kalkarenit, batupasir dan sisipan napal.
=!. Lormasi *undu ,pm!, napal
>!. Lormasi (aciran ,pp!. )atugamping terumbu, setempat batu kapur
?!. Lormasi Selorejo ,ps!, perselingan batugamping berpasir dan batupasir
bergamping,
4!. Lormasi +idah Stl!, batuliat, setempat bersisipan batupasir dan
batugamping,
'@!. 0nggota Dander, Lormasi +idah Stdl!, terumbu dan batugamping berlapis
*. "en!(k lahan
)erdasarkan (eta +andsystem 2e(((ro,, '4?4!, wilayah &ecamatan
)ancar terdiri atas 7 landsystem ,abel 7.1?!. 7 landsystem tersebut terbagi
dalam 1 sistem lahan Dessaunettes, '4>>!, yaitu $ '!. Sistem dataran, dan 1!.
Sistem &arst.
&awasan pantai didominasi oleh landsystem )2B, 002, dan *&S. +andsystem
)2B Dataran bergelombang di atas napal! dijumpai di kawasan pantai bagian
tengah, merupakan dataran agak miring dan bergelombang, yang dalam
klasifikasi lain termasuk landform angkatan mirng dan kompleks cuesta.
+andsystem 002 ,eras berkarang yang bergelombang, muncul terangkat agak
miring! merupakan dataran dengan singkapan batuan batugamping koral.
+ansystem *&S Dataran gabungan endapan muara dan endapan sungai!
dijumpai pantai wilayah &ecamatan )ancar bagian timur, merupakan dataran
endapan gabungan muara dan sungai.
Tabel 5.2,. DaDtar LandD-rm yang terda&at di Kecamatan /ancar) Kabu&aten
Tuban) 8a9a Timur
% &an!'rm &an!(
)y)tem
*e)krip)i $anah
+. S+S$,M *-$-.-%
1. P"""2 2KS Dataran gabungan enda&an muara
dan enda&an sungai
Tr-&a@uent)
>luva@uent)
Estr-&e&t
++. S+S$,M K-.S$
2. K""" %%1 Teras ber7arang yang
bergel-mbang) muncul terang7at
aga7 miring
Est-rthent)
?alciust-ll)
Estr-&e&t
3. KLG Kalung Punggung bu7it 7arsti7 yang
sangat curam di atas batu gam&ing
Eutr-&e&t)
1end-ll
=1
4. /13 /-g-ran Dataran bergel-mbang di atas
na&al
5a&lustalD)
Estr-&e&t
5. /1E /eru Punggung bu7it 7arsti7 yang
sangat curam di atas batu gam&ing
?alciust-ll)
Estr-&e&t
)erdasarkan hasil interpretasi foto udara secara lebih detil pada kawasan
pantai )ancar, terlihat bahwa :elombang di sepanjang pantai tidak terlalu besar
C '@@ dari pantai!. *eskipun tidak begitu besar, tetapi hantaman ombak yang
terus menerus tampaknya mengikis pantai secara perlahan, terliat dari tebing
pantai yang cukup curam pada lahan dataran.
)atuan gatugamping koral sebagai bahan induk tanah tampaknya cukup
mengurangi pengaruh abrasi laut ini, kecuali pada dataran pantai di bagian timur
wilayah kecamatan ini.
2elief &ecamatan )ancar ber#ariasi dari datar sampai berbukit kecil,
dengan lereng datar sampai 9@ 8. Wilayah pantai umumnya memiliki relief yang
datar @-98!.
1. Tanah
,anah di &ecamatan )ancar berkembang sesuai dengan bahan induk,
topografi dan iklim yang bekerja pada wilayah tersebut. )erdasarkan atas
landsystem yang ada, tanah yang dijumpai ada 6 ordo, ? sob ordo dan '9 great
group ,abel 7.14!.
Tabel 5.2*. 8enis Tanah 4Ta7s-n-mi6
/r! Sub
Ard-
Great Grup
Entis-l %@uent >luva@uent
Tr-&a@uent
Arthent Est-rthent
=nce&tis-l Tr-&e&t Eutr-&e&t
Estr-&e&t
2-llis-l 1end-ll 1end-ll
Est-l ?alciust-ll
%lDis-l EstalD 5a&lustalD
a. En!,$ol.
"ntisol merupakan tanah-tanah muda, umumnya berupa endapan pantai
atau tanah dangkal. "ndapan pantai yang masih muda menyebabkan tanah
yang ada belum berkembang. Dipihak lain, tanah dangkal karena proses
=9
erosi di teras marin menyebabkan tanah tersebut terpaksa harus
dimasukkan ke ;rdo "ntisol, meskipun pembentukan strukturnya sudah
cukup baik.
3. In;e-!,$ol..
*erupakan tanah-tanah yang sedang berkembang. Dijumpai hampir di
seluruh wilayah. Umumnya berasosiasi dengan tanah-tanah yang lain.
d. Alf,$ol.
*erupakan tanah yang sudah dewasa, ditandai dengan adanya
penumpukan liat pada penampang tanahnya. *eskipun berasosiasi dengan
tanah, lain penyebarananya cukup luas hampir di seluruh wilayah,
khususnya yang memiliki landform dataran bergelombang..
e. Moll,$ol
*erupakan tanah yang berwarna hitam dengan struktur remah di bagian
atas. Umumnya dijumpai dalam asosiasi dengan tanah yang lain,
khususnya di tidak atau kurang dikelola secara intensif lahan hutan atau
semak belukar!.
7. Pen##(naan Lahan
(ola penggunaan lahan tidak terlalu banyak #ariasi. (ola penggunaan
lahan yang banyak dijumpai di &ecamatah antara lain adalah$ a! sawah, b! tegal,
c!. pemukiman, dan d!. Autan -ati.
&awasan pantai didominasi oleh lahan tegal dan pemukiman. ,anaman
semusim seperti jagung dan ketela diusahaan pada lahan ini, disamping itu
tanaman tahunan berupa mangga atau kayu-kayuan. +ahan sawah menempati
kawasan di belakangnya dan % atau kawasan sekitar sungai. &awasan hutan
menampati lahan dengan kemiringan curam dan atau berbatu.
=. "aha/a alam.
)ahaya alam yang bisa dijumpai di wilayan pantai utara ini tampaknya
tidak begitu besar. ;mbak laut tidak terlalu besar, meskipun demikian hantaman
ombak yang terjadi secara terus menerus menyebabkan terkikisnya sebagian
besar taanah di wilayah pantai. Untungnya, batuan keras yang berupa
batugamping koral sebagai bahan induk tanah cukup kuat untuk melawan aksi
ombak laut.
>. Pem(k,man.
Untuk membuat kawasan pemukiman, perlu penilaian terhadap beberapa
parameter, antara lain $
=6
a! Subsidensi
b! )ahaya banjir
c! &ondisi air tanah
d! (otensi mengembang-mengkerut
e! &elas Unified
f! +ereng
g! &edalaman hamparan batuan
h! &edalaman padas
i! )atu%kerikil dalam penampang tanah
j! )ahaya longsor
Untuk digunakan sebagai kawasan pemukiman wilayah &ecamatan )ancar
tampaknya tidak menjadi masalah, asalkan tidak bertingkat lebih dari 9 karena
kedalaman hamparan batuan yang dangkal, dan terlalu dekat dengan pantai
karena ncaman abrasi air laut.
6.?.&. +e;ama!an %en(
'. +eadaan Um(m
&ecamatan -enu terletak di pantai utara -awa ,imur. &ecamatan -enu
termasuk &abupaten ,uban
&. :,$,o#raf, dan S!ra!,#raf,.
Secara umum fisiografi &ecamatan -enu termasuk +ajur 2embang.
*orfologi permukaan sangat dipengaruhi oleh proses pembentukan dan batuan
penyusunnya.
Secara umum batuan penyusun tanah di wilayah ini tersusun atas 1 macam
batuan, yaitu$ "ndapan permukaan dan )atuan Sedimen.
"ndapan permukaan terdiri atas 0lu#ium dan "ndapan (antai Sal!,
kerakal, kerikil, pasir dan lumpur. *enempati wilayah dataran sepanjang pantai
timur
)atuan sedimen yang menyusun lahan di wilayah kecamatan ini adalah$
Lormasi &alibeng ,pk!, batugamping berdolomit dan dolomit, putih sampai
kemeraan, organik dengan fragmen alga, koral dan molusca, kerakal
berlempung berwarna coklat.
*. "en!(k lahan
)erdasarkan (eta +andsystem 2e(((ro,, '4?4!, wilayah &ecamatan -enu
terdiri atas 9 landsystem. 9 landsystem tersebut terbagi dalam 9 sistem lahan
=7
Dessaunettes, '4>>!, yaitu $ '!. Sistem *arin, 1!. Sistem dataran, dan 9!.
Sistem &arst ,abel 7.9@!.
+andsystem U(: )eting pantai dan cekungan antara beting pantai! dijumpai
di pantai bagian timur dengan luasan yang tidak begitu banyak yaitu dengan
lebar seikiat '@@ m dan panjang 1 km. +andsystem 002 ,eras berkarang
yang bergelombang, muncul terangkat agak miring! merupakan dataran
dengan singkapan batuan batugamping koral. +andystem ini mendominasi
wilayah &ecamatan -enu. +ansystem *&S Dataran gabungan endapan
muara dan endapan sungai! dijumpai pantai wilayah &ecamatan -enu bagian
timur dan barat, merupakan dataran endapan gabungan muara dan sungai.
Tabel 5.(0. DaDtar LandD-rm yang terda&at di Kecamatan 8enu) Kabu&aten
Tuban) 8a9a Timur
3- LandD-rm Landsystem Des7ri&si Tanah
=. 2%1=3
" 2" EPG /eting &antai dan ce7ungan
antara beting &antai
Esti&samment
) Tr-&a@uent
=. S=STE2 D%T%1%3
2 P"""2 2KS Dataran gabungan enda&an
muara dan enda&an sungai
Tr-&a@uent)
>luva@uent)
Estr-&e&t
==. S=STE2 K%1ST
( K""" %%1 Teras ber7arang yang
bergel-mbang) muncul
terang7at aga7 miring
Est-rthent)
?alciust-ll)
Estr-&e&t
)erdasarkan hasil interpretasi foto udara secara lebih detil pada kawasan pantai
-enu, terlihat bahwa :elombang di sepanjang pantai tidak terlalu besar C '@@
dari pantai!. *eskipun tidak begitu besar, tetapi hantaman ombak yang terus
menerus tampaknya mengikis pantai secara perlahan, terlihat dari tebing pantai
yang cukup curam pada lahan dataran. )atuan gatugamping koral sebagai bahan
induk tanah tampaknya cukup mengurangi pengaruh abrasi laut ini, kecuali pada
dataran pantai di bagian timur wilayah kecamatan ini.
-ika melihat kejernihan air laut, tampaknya pantai sebelah timur lebih keruh,
barangkali karena proses pengendapan bahan yang lebih besar dibanding pantai
yang lain.
2elief &ecamatan -enu umumnya berupa dataran, sebagian berupa dataran
berombak atau bergelombang. :ambar 4!
==
&lasifikasi landform belum dilaksanakan secara detil, tetapi melihat hasil
interpretasi sementara dari foto udara terlihat bahwa pada dasarnya landform di
wilayah ini adalah termasuk angkatan miring , khususnya yang berada dekat
dengan pantai. &ompleks <uesta menempati bagian yang lain, dimana lereng
pemiringan cuesta lbih dominan daripada gawir cuestanya. &ompleks hogbak
juga ditemukan di wilayah ini meskipun tidak terlalu luas.
1. Tanah
,anah di &ecamatan -enu berkembang sesuai dengan bahan induk, topografi dan
iklim yang bekerja pada wilayah tersebut. )erdasarkan atas landsystem yang
ada, tanah yang dijumpai ada 9 ordo, 7 sob ordo dan = great group.
Tabel 5.(" 8enis Tanah
/r! Sub
Ard-
Great Gr-u&
Entis-l %@uent >luva@uent)
Tr-&a@uent)
Arthent Est-rthent)
Psamment Esti&samment
=nce&tis-l Tr-&e&t Estr-&e&t
2-llis-l Est-ll ?alciust-ll
a. En!,$ol.
"ntisol merupakan tanah-tanah muda, umumnya berupa endapan pantai atau
tanah dangkal. "ndapan pantai yang masih muda menyebabkan tanah yang
ada belum berkembang. "ndapan baru di wilayah rawa pasang surut
memiliki sub ordo aQuent Llu#aQuent dan ,ripaQuent! "ndapan pada pesisir
pasir termasuk sub-ordo psamment. Dipihak lain, tanah dangkal karena
proses erosi di teras marin menyebabkan tanah tersebut terpaksa harus
dimasukkan ke ;rdo "ntisol, meskipun pembentukan strukturnya sudah
cukup baik.
3. In;e-!,$ol..
*erupakan tanah-tanah yang sedang berkembang. Dijumpai hampir di
seluruh wilayah, khususnya di lahan kering. Umumnya berasosiasi dengan
tanah-tanah yang lain.
e. Moll,$ol
*erupakan tanah yang berwarna hitam dengan struktur remah di bagian
atas. Umumnya dijumpai dalam asosiasi dengan tanah yang lain, khususnya
di tidak atau kurang dikelola secara intensif lahan hutan atau semak
belukar!.
=>
7. Pen##(naan Lahan
(ola penggunaan lahan tidak terlalu banyak #ariasi. (ola penggunaan
lahan yang banyak dijumpai di &ecamatah antara lain adalah$ a! sawah, b! tegal,
c!. pemukiman, dan d!. Autan -ati :ambar '@!.
&awasan pantai didominasi oleh lahan tegal dan pemukiman. ,anaman
semusim seperti jagung dan ketela diusahaan pada lahan ini, disamping itu
tanaman tahunan berupa mangga atau kayu-kayuan. +ahan sawah menempati
kawasan di belakangnya dan % atau kawasan sekitar sungai. &awasan hutan
menampati lahan dengan kemiringan curam dan atau berbatu.
=. "aha/a alam.
)ahaya alam yang bisa dijumpai di wilayan pantai utara ini tampaknya
tidak begitu besar. &awasan pantai sebelah timur tampaknya justru terjadi
sedimentasi, sehingga pengaruh air laut tidak terlalu besar. ;mbak laut tidak
terlalu besar, meskipun demikian hantaman ombak yang terjadi secara terus
menerus menyebabkan terkikisnya sebagian besar taanah di wilayah pantai.
Untungnya, batuan keras yang berupa batugamping koral sebagai bahan induk
tanah cukup kuat untuk melawan aksi ombak laut.
>. Pem(k,man.
Untuk membuat kawasan pemukiman, perlu penilaian terhadap beberapa
parameter, antara lain $
a! Subsidensi
b! )ahaya banjir
c! &ondisi air tanah
d! (otensi mengembang-mengkerut
e! &elas Unified
f! +ereng
g! &edalaman hamparan batuan
h! &edalaman padas
i! )atu%kerikil dalam penampang tanah
j! )ahaya longsor
Untuk digunakan sebagai kawasan pemukiman wilayah &ecamatan -enu
tampaknya tidak menjadi masalah, asalkan tidak bertingkat lebih dari 9 karena
kedalaman hamparan batuan yang dangkal, dan terlalu dekat dengan pantai
karena ancaman abrasi air laut.
6.?.*. +e;ama!an Merak(rak
'. +eadaan Um(m
=?
&ecamatan *erakurak terletak di pantai utara -awa ,imur. &ecamatan
*erakurak termasuk wilayah &abupaten ,uban
&. :,$,o#raf, dan S!ra!,#raf,.
Secara umum fisiografi &ecamatan *erakurak termasuk +ajur 2embang.
*orfologi permukaan sangat dipengaruhi oleh proses pembentukan dan batuan
penyusunnya.
Secara umum batuan penyusun tanah di wilayah ini tersusun atas 1 macam
batuan, yaitu$ "ndapan permukaan dan )atuan Sedimen.
"ndapan permukaan terdiri atas 0lu#ium dan "ndapan (antai Sal!,
kerakal, kerikil, pasir dan lumpur. *enempati wilayah dataran sepanjang pantai
timur
)atuan sedimen yang menyusun lahan di wilayah kecamatan ini adalah$
Lormasi &alibeng ,pk!, batugamping berdolomit dan dolomit, putih sampai
kemeraan, organik dengan fragmen alga, koral dan molusca, kerakal
berlempung berwarna coklat.
*. "en!(k lahan
)erdasarkan (eta +andsystem 2e(((ro,, '4?4!, wilayah &ecamatan
*erakurak terdiri atas 1 landsystem . 1 landsystem tersebut terbagi dalam 1
sistem lahan Dessaunettes, '4>>!, yaitu $ '!. Sistem dataran, dan 1!. Sistem
&arst.
+andsystem 002 ,eras berkarang yang bergelombang, muncul terangkat
agak miring! merupakan dataran dengan singkapan batuan batugamping koral.
+andystem ini mendominasi wilayah &ecamatan *erakurak. +ansystem *&S
Dataran gabungan endapan muara dan endapan sungai! dijumpai di dekat pantai
wilayah &ecamatan *erakurak bagian timur!, merupakan dataran endapan
gabungan muara dan sungai.
Aasil interpretasi foto udara secara lebih detil pada kawasan pantai
*erakurak, menunjukkan bahwa kecamatan ini tidak terlalu terpengaruh oleh
akti#itas laut ungkin batas kecamatan #ang telah didapat tidak tepat" perlu
dicari #ang lebih tepat!. &ecamatan ini masih dibatasi oleh &ecamatan -enu.
Wilayah yang paling dekat dengan pantai adalah wilayah kecamatn bagian timur
Desa Sumberrejo dan )ogorejo!. ;leh karena itu, pengaruh laut terhadap
lingkungan kecamatan ini tidak jelas. *ungkin sebagian masyarakatnya
bermatapencaharian di laut sebagai nelayan!.
2elief &ecamatan *erakurak umumnya berupa dataran, sebagian berupa
dataran berombak atau bergelombang.
=4
Tabel 5.(2. DaDtar LandD-rm yang terda&at di Kecamatan 2era7ura7)
Kabu&aten Tuban) 8a9a Timur
% &an!'rm &an!)y)te
m
*e)krip)i $anah
+. S+S$,M *-$-.-%
" P"""2 2KS Dataran gabungan enda&an
muara dan enda&an sungai
Tr-&a@uent)
>luva@uent)
Estr-&e&t
++. S+S$,M K-.S$
2 K""" %%1 Teras ber7arang yang
bergel-mbang) muncul
terang7at aga7 miring
Est-rthent)
?alciust-ll)
Estr-&e&t
&lasifikasi landform belum dilaksanakan secara detil, tetapi melihat hasil
interpretasi sementara dari foto udara terlihat bahwa pada dasarnya landform di
wilayah ini adalah termasuk angkatan miring , khususnya yang berada dekat
dengan pantai. &ompleks <uesta menempati bagian yang lain, dimana lereng
pemiringan cuesta lebih dominan daripada gawir cuestanya. &ompleks hogbak
juga ditemukan di wilayah ini meskipun tidak terlalu luas. Dataran pantai
dijumpai di wilayah bagian timur &ecamatan *erakurak.
6. Tanah
,anah di &ecamatan *erakurak berkembang sesuai dengan bahan induk,
topografi dan iklim yang bekerja pada wilayah tersebut. )erdasarkan atas
landsystem yang ada, tanah yang dijumpai ada 9 ordo, 6 sob ordo dan 7 great
group.
,abel 7.99. -enis ,anah ,aksnomi!
Ordo Sub
;rdo
Grea! Gro(-
"ntisol 0Quent Llu#aQuent,
,ropaQuent,
;rthent Ustorthent,
3nceptisol ,ropept Ustropept
*ollisol Ustoll <alciustoll
En!,$ol.
>@
"ntisol merupakan tanah-tanah muda, umumnya berupa endapan pantai atau
tanah dangkal. "ndapan pantai yang masih muda menyebabkan tanah yang ada
belum berkembang. "ndapan baru di wilayah rawa pasang surut memiliki sub
ordo aQuent Llu#aQuent dan ,ripaQuent! "ndapan pada pesisir pasir termasuk
sub-ordo psamment. Dipihak lain, tanah dangkal karena proses erosi di teras
marin menyebabkan tanah tersebut terpaksa harus dimasukkan ke ;rdo "ntisol,
meskipun pembentukan strukturnya sudah cukup baik.
In;e-!,$ol..
*erupakan tanah-tanah yang sedang berkembang. Dijumpai hampir di seluruh
wilayah, khususnya di lahan kering. Umumnya berasosiasi dengan tanah-tanah
yang lain.
Moll,$ol
*erupakan tanah yang berwarna hitam dengan struktur remah di bagian atas.
Umumnya dijumpai dalam asosiasi dengan tanah yang lain, khususnya di tidak
atau kurang dikelola secara intensif lahan hutan atau semak belukar!.
7. Pen##(naan Lahan
(ola penggunaan lahan tidak terlalu banyak #ariasi. (ola penggunaan
lahan yang banyak dijumpai di &ecamatah antara lain adalah$ a! sawah, b! tegal,
c!. pemukiman, dan d!. Autan -ati :ambar '1!.
+ahan sawah tadah hujan menempati kawasan % bagian utara &ecamatan
*erakurak yang memiliki relief fatar sampai berombak. +ahan tegalan
menempati separuh wilayah kawasan sebelah selatan. &awasan hutan jati
berasosisi dengan lahan tegal menempati lahan dengan kemiringan curam dan
atau berbatu di bagian selatan wilayah kecamatan, dan sedikit di sebelah barat.
=. "aha/a alam.
)ahaya alam di wilayah ini belum terdeteksi, tampaknya tidak banyak
bencana yang diakibatkan oleh kondisi alam.
>. Pem(k,man.
Untuk membuat kawasan pemukiman, perlu penilaian terhadap beberapa
parameter, antara lain $
a. Subsidensi
b. )ahaya banjir
c. &ondisi air tanah
>'
d. (otensi mengembang-mengkerut
e. &elas Unified
f. +ereng
g. &edalaman hamparan batuan
h. &edalaman padas
i. )atu%kerikil dalam penampang tanah
j. )ahaya longsor
Untuk digunakan sebagai kawasan pemukiman wilayah &ecamatan *erakurak
tampaknya tidak menjadi masalah, selain kemungkinan kurangnya air tanah.
6.?.1. +e;ama!an Palan#
'. +eadaan Um(m
&ecamatan (alang terletak di pantai utara -awa ,imur. &ecamatan (alang
termasuk &abupaten ,uban dan merupakan berada di perbatasan dengan
&abupaten +amongan..
&. :,$,o#raf, dan S!ra!,#raf,.
Secara umum fisiografi &ecamatan termasuk +ajur 2embang. *orfologi
permukaan sangat dipengaruhi oleh proses pembentukan dan batuan
penyusunnya.
Secara umum batuan penyusun tanah di wilayah ini tersusun atas 1 macam
batuan, yaitu$ "ndapan permukaan dan )atuan Sedimen.
"ndapan permukaan terdiri atas 0lu#ium dan "ndapan (antai Sal!,
kerakal, kerikil, pasir dan lumpur. *enempati wilayah dataran sepanjang pantai
timur
)atuan sedimen yang menyusun lahan di wilayah kecamatan ini adalah$
'!. Lormasi &alibeng ,pk!, batugamping berdolomit dan dolomit, putih sampai
kemeraan, organik dengan fragmen alga, koral dan molusca, kerakal
berlempung berwarna coklat.
1!. Lormasi &ujung, anggauta tengah ,omm!, )atuliat, sebagian bergamping
dengan selingan batulanau berlempung abu-abu mudam lapisan tipis napal
abu-abi muda, setempat dijumpai batupasir bergamping berbutir halus.
9!. Lormasi &ujung, anggauta bawah ,oml!, )atuliat, setempat bergamping,
abu-abu-abu-abu kehijauan, dengans elingan batugamping, napal dan
batupasir.
>1
*. "en!(k lahan
)erdasarkan (eta +andsystem 2e(((ro,, '4?4!, wilayah &ecamatan
(alang terdiri atas 7 landsystem ,abel 7.99!. 7 landsystem tersebut terbagi
dalam 9 sistem lahan Dessaunettes, '4>>!, yaitu $ '!. Sistem dataran, dan 1!.
Sistem 0llu#ial, dan 9!. Sistem &arst.
&awasan pantai didominasi oleh landsystem 002, dan *&S. +andsystem
002 ,eras berkarang yang bergelombang, muncul terangkat agak miring!
merupakan dataran dengan singkapan batuan batugamping koral, dijumpai di
wilayah pantai bagian barat. +ansystem *&S Dataran gabungan endapan muara
dan endapan sungai! dijumpai pantai wilayah &ecamatan (alang bagian timur,
merupakan dataran endapan gabungan muara dan sungai.
Tabel 5.((. DaDtar LandD-rm yang terda&at di Kecamatan Palang) Kabu&aten
Tuban) 8a9a Timur
No Landform Landsyste
m
Deskripsi Tanah
I. SISTEM DATARAN
6. P1112 +KS =ataran ga#ungan endapan
muara dan endapan sungai
"ropa>uent:
?lu7a>uent:
2stropept
II. LEMBA ALL!"IAL
#. 62 N;R =ataran #an'ir pada sungai
kecil di antara per#ukitan pada
daerah kering .620
"ropa>uept:
2sti@lu7ent:
2stropept
III. SISTEM $ARST
%. K111 66R "eras #erkarang <ang
#ergelom#ang: muncul
terangkat agak miring
2storthent:
Aalciustoll:
2stropept
&. 3+B =ataran #erom#ak di atas
napal dan #atugamping pada
daerah kering
2stropept:
/aplustal@
'(. K BR2 Punggung #ukit karstik <ang
sangat curam di atas #atu
gamping
Aalciustoll:
2stropept
>9
)erdasarkan hasil interpretasi foto udara secara lebih detil pada kawasan
pantai (alang sebalah timur air laut tampak lebih keruh, menandakan adanya
material yang terbawa oleh erosi. Dengan demikian, sedimentasi terjadi di
wilayah ini disertai tumbunya hutan bakau di sepanjang pantai ini.
(ada sebagian kawasan pantai tampaknya tidak terjadi sedimentasi, air laut
tamak lebih jernih dengan gelombang yang tidak begitu besar. )ahaya abrasi air
laut meskipun kecil tetap perlu diperhatikan. )atuan gatugamping koral sebagai
bahan induk tanah tampaknya cukup mengurangi pengaruh abrasi laut ini,
kecuali pada dataran pantai di bagian barat wilayah kecamatan ini.
2elief &ecamatan (alang umumnya datar ber#ariasi dari datar sampai
berbukit kecil, dengan lereng datar sampai lemih darei =@ 8. Wilayah pantai
umumnya memiliki relief yang datar @-98!. Wilayah perbukitan dijumpai di
bagian tengah dan selatan yang berbatuan batu gamping-dolomitik.
1. Tanah
,anah di &ecamatan (alang berkembang sesuai dengan bahan induk,
topografi dan iklim yang bekerja pada wilayah tersebut. )erdasarkan atas
landsystem yang ada, tanah yang dijumpai ada 6 ordo, > sob ordo dan ? great
group ,abel 7.96!.
Tabel 5.(#. 8enis Tanah 4Ta7s-n-mi6
/r! Sub Ard- Great Grup
Entis-l %@uent >luva@uent
Tr-&a@uent
>luvent EstiDluvent
Arthent Est-rthent
=nce&tis-l %@ue&t Tr-&a@ue&t
Tr-&e&t Estr-&e&t
2-llis-l Est-ll ?alciust-ll
%lDis-l EstalD 5a&lustalD
a. En!,$ol.
"ntisol merupakan tanah-tanah muda, umumnya berupa endapan pantai atau
tanah dangkal. "ndapan pantai yang masih muda menyebabkan tanah yang
ada belum berkembang. Dipihak lain, tanah dangkal karena proses erosi di
teras marin menyebabkan tanah tersebut terpaksa harus dimasukkan ke ;rdo
"ntisol, meskipun pembentukan strukturnya sudah cukup baik.
>6
3. In;e-!,$ol..
*erupakan tanah-tanah yang sedang berkembang. Dijumpai hampir di
seluruh wilayah. Umumnya berasosiasi dengan tanah-tanah yang lain.
d. Alf,$ol.
*erupakan tanah yang sudah dewasa, ditandai dengan adanya penumpukan
liat pada penampang tanahnya. )erasosiasi dengan tanah, lain
penyebarananya tanah ini menduduki sekitar 7@ 8 dari luas kecamatan,
khususnya yang memiliki landform bergelombang 5 berbukit di bagian
selatan wilayah kecamatan.
e. Moll,$ol
*erupakan tanah yang berwarna hitam dengan struktur remah di bagian
atas. Umumnya dijumpai dalam asosiasi dengan tanah yang lain, khususnya
di tidak atau kurang dikelola secara intensif pada lahan berbahan induk
batugamping lahan hutan atau semak belukar!.
7. Pen##(naan Lahan
(ola penggunaan lahan tidak terlalu banyak #ariasi. (ola penggunaan
lahan yang banyak dijumpai di &ecamatah antara lain adalah$ a! sawah, b! tegal,
c!. pemukiman, d!. tambak ikan e!. padang rumput, dan f!. Autan -ati :ambar
'6!.
&awasan pantai yang sebelah barat didominasi oleh lahan tegal dan
pemukiman. ,anaman semusim seperti jagung dan ketela diusahaan pada lahan
ini, disamping itu tanaman tahunan berupa mangga, siwalan atau kayu-kayuan.
&awasan pantai sebelah timur didominasi oleh tambak ikan. +ahan ini
merupakan lahan yang terpengaruh oleh pasang surut air laut. +ahan sawah
menempati kawasan di belakangnya dan % atau kawasan sekitar sungai. &awasan
hutan menampati lahan dengan kemiringan curam dan atau berbatu.
=. "aha/a alam.
)ahaya alam yang bisa dijumpai di wilayan pantai utara ini tampaknya
tidak begitu besar. ;mbak laut tidak terlalu besar, meskipun demikian hantaman
ombak yang terjadi secara terus menerus menyebabkan terkikisnya sebagian
besar taanah di wilayah pantai, khususnya di kawasan pantai sebelah barat.
Untungnya, batuan keras yang berupa batugamping koral sebagai bahan induk
tanah cukup kuat untuk melawan aksi ombak laut.
&awasan pantai di sebelah timur tidak terancam oleh abrasi air laut, tetapi
ada ancaman bajir atau genangan air pasang.
>7
>. Pem(k,man.
Untuk membuat kawasan pemukiman, perlu penilaian terhadap beberapa
parameter, antara lain $
a! Subsidensi
b! )ahaya banjir
c! &ondisi air tanah
d! (otensi mengembang-mengkerut
e! &elas Unified
f! +ereng
g! &edalaman hamparan batuan
h! &edalaman padas
i! )atu%kerikil dalam penampang tanah
j! )ahaya longsor
Untuk digunakan sebagai kawasan pemukiman wilayah &ecamatan (alang
tampaknya tidak menjadi masalah, asalkan tidak bertingkat lebih dari 9 karena
kedalaman hamparan batuan yang dangkal, dan terlalu dekat dengan pantai
karena ncaman abrasi air laut.
0I. +ONSEP PENGATURAN RUANG
+A.ASAN PESISIR
7.'. Eko$,$!em Pe$,$,r Pan!a,: Po!en$, dan Pen#elolaann/a
Wilayah perairan pantai di -awa ,imur mempunyai peranan yang sangat
penting bagi kesejahteraan masyarakat pantai dan pembangunan ekonomi
wilayah secara keseluruhan. Wilayah ini mengandung berbagai sumberdaya dan
potensi ekonomi seperti minyak dan gas bumi, mineral, pangan, obyek wisata
dan geografis yang mendukung jalur lalulintas angkutan laut. Selain daripada itu
wilayah pantai ini secara ekologis sangat kompleks dan rumit serta peka terhadap
berbagai macam gangguan alam dan gangguan oleh manusia.
7.&. N,la,<n,la, So$,al Ekonom,
>=
Sumberda#a hutan. Autan bakau tersebar di berbagai lokasi pantai nilai
ekonomi dan nilai ekologi dari hutan bakau ini telah banyak dirasakan oleh
masyarakat sekitarnya dan secara tidak langsung juga oleh perekonomian
wilayah. Dalam rangka untuk melestarikan hutan bakau ini harus dilaksanakan
berbagai program khusus seperti penghijauan kawasan hutan bakau yang telah
rusak.
Perikanan tangkap dan a&ua-kultur. Aasil tangkapan ikan di perairan
pantai berfluktuasi dari tahun ke tahun. Sedangkan produksi perikanan tambak
termasuk udang, menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat dari tahun
ke tahun.
ineral. Aasil mineral yang penting dari perairan pantai adalah garam
yang dihasilkan oleh petani tambak garam.
'b#ek wisata. )eberapa obyek wisata pantai mempunyai potensi yang
cukup besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Sebagian potensi wisata pantai
dan wisata bahari masih belum dikembangkan.
Pemukiman nela#an. (erkampungan di kawasan pantai di huni oleh para
nelayan penangkap ikan, petani tambak, dan pendatang.
(ndustri. Sejumlah akti#itas industri dan pembangkit tenaga listrik
berlokasi di kawasan pantai. Bilai keunggulan lokasi pantai in iadalah
kemudahan akses terhadap angkutan laut dan ketersediaan air dalam jumlah
besar.
7.&.'. N,la, Eko$,$!em Pe$,$,r<Pan!a,
"kosistem pesisr-pantai tambak ikan, udang, dan garam, (esisir.
"stuartia, terumbu karang, bakau, hamparan lumpur pantai, pulau-pulau kecil,
dan lainnya! menyediakan habitat bagi organisme yang berhubungan dengan laut,
baik untuk memenuhi kebutuhan pangan, tempat bersarang dan bereproduksi atau
keperluan lainnya. Autan bakau dan estuaria mempunyai signifikansi ekologis
yang spesifik sebagai spawning grounds, nursing, dan feeding grounds bagi
berbagai jenis ikan yang bernilai ekonomis tinggi. ,erumbu karang
mengkonsentrasikan hara untuk mendukung ekosistem tinggi. ,erumbu karang
mengkonsentrasikan hara untuk mendukung ekosistem produktif dan produksi
ikan yang tinggi di perairan sekitarnya. Dune, hutan bakau dan terumbu karang
juga menjadi penyangga alamiah terhadap gelombang laut, erosi dan badai.
&ondisi ekologis Eone pantai juga sangat penting bagi kegiatan wisata. Sektor
ekonomi sangat tergantung pada lingkungan alami yang tidak terganggu.
7.&. &. "e3era-a -ro3lem dan ,$$(e -em3an#(nan -an!a,
>>
(roblem utama dalam pembangunan wilayah pantai adalah kerusakan
sumberdaya pantai oleh destruksi, o#er-eksploitasi, dan penggunaan yang tidak
ekonomis, serta problematika yang berhubungan dengan akti#itas pembangunan
di sepanjang kawasan pantai yang mengakibatkan berbagai dampak buruk
terhadap sumberdaya pantai. Sumberdaya pantai seperti hutan bakau, pesisir,
terumbu karang, dan perairan pantai, mengalami kemerosotan kualitas atau
degradasi dan memerlukan penanganan yang serius. Sebagian hutan bakau
dikon#ersi dan sebagian lainnya mengalami degradasi akibat o#er-eksploitasi.
Statistik menunjukkan bahwa luas hutan bakau ini menunjukkan kecenderungan
yang menurun dari tahun ke tahun. &awasan hutan bakau ini dibuka untuk
pemukiman, lokasi industri, budidaya tambak dan lainnya. 0kti#itas-akti#itas ini
secara tidak langsung juga berdampak pada penurunan produksi perikanan
tangkap dan budidaya. Selain itu meningkatnya kebutuhan kayu bakar juga
mendorong o#er-eksploitasi hutan bakau, akti#itas penanaman kembali sangat
terbatas. Dalam situasi seperti ini habitat dasar dan fungsi ekologisnya akan
hilang dan kehilangan ini seringkali nilainya lebih besar dibandingkan dengan
nilai yang dihasilkan oleh akti#itas subsitutenya.
,erumbu karang di beberapa lokasi menunjukkan gangguan akibat siltasi
dan sedimentasi atau penurunan kualitas air laut akibat akti#itas-akti#itas yang
membuang limbah keperairan pantai. )eberapa spesies karang yang eksotik
dipanen untuk pasar akuarium. &unjungan wisata ke ekosistem terumbu karang
ini juga dapat berdampak buruk melampaui batas kongestinya. (erkembangan
perkampungan nelayan, industri, wisata pantai, pelabuhan dan dermaga di
sepanjang pantai secara langsung dan tidak langsung juga mempunyai
sumbangan terhadap penurunan kualitas ekosistem pantai. (encemaran terutama
dapat disebabkan oleh pembuangan limbah domestik cair dan padat dari daratan.
7.&. *. "e3era-a Pr,n$,- Pen#lolaan
(engelolaan dan pengembangna sumberdaya pantai mengandung makna
mengembangkan, mengorganisir, dan mengendalikan penggunaan sumberdaya
pantai untuk memenuhi kebutuhan pembangunan.
a! Hone pantai adalah unik dan mempunyai kebutuhan khusus untuk
managemen dan perencanaan dan perencanaan. )entuk-bentuk pengelolaan
tradisional berbasis-lahan dan berbasis-laut harus dimodifikasi menjadi
bentuk pengelolaan yang efektif bagi daerah transisi laut dan darat.
b! 0ir merupakan gaya integrator utama dalam sistem sumberdaya pantai.
Setiap aspek dari kegiatan pengelolaan pantai berhubungan dengan air
sehingga memerlukan ltatanan kelembagaan yang spesifik dan rumit.
>?
c! (enggunaan lahan dan air di Eone pantai harus dilakukan secara terpadu.
d! (embangunan sumberdaya pantai secara berkelanjutan merupakan tujuan
utama dari pengelolaan pantai. Sumberdaya renewable harus dikelola untuk
menyediakan benefit sosial-ekonomi yang optimum.
e! *anfaat ganda dari sumberdaya pantai yang renewable diperoleh dengan
jalan manajemen pantai.
f! Lokus dari pengelolaan pantai adalah pada sumberdaya common-property.
>4
)eberapa akti#itas pembangunan yang dapat berdampak buruk terhadap
ekosistem pesisir-pantai adalah sebagai berikut $
6kti7itas
Pem#angunan
"ipe Bkosistem
Ra-
-a
=el
-ta
Bstu
-aria
Ba-
kau
Pete
rnak
an
Sea-
;ra
ss
"r#
karn
g
Pesi
Sir
Pulau
Kecil
Pertanian8Perika
nan
- - C -
Kehutanan - - - - -
6>ua-kutur dan
+arikutur
- - - -
Penangkapan
,kan
- - - - -
Pengerukan - - C - - -
Pela#uhan - - C - - -
Pela<aran - - - -
Pem#angkit
Listrik
- - - -
,ndustri - - - C - - -
Pertam#angan - - - C - - - -
+in<ak D gas
#umi
- - - - - - -
Pemukiman - - - - - - - -
Pem#uangan
lim#ah
- - - - - - -
Peman@aatan
air
- -
+ana'emen
garis pantai
- - - - - -
Penggunaan
sum#erda<a
pantai
- - - - - - -
Keterangan 0 ; 0 dam&a7 besarF G 0 dam&a7 sangat besar
7.&. 1. .,la/ah Pe$,$,r<Pan!a, den#an S,$!em Per,kanan Tan#ka-
Aakekat pembangunan adalah pembangunan manusia seutuhnya dari
pembangunan bagi seluruh masyarakat. ;leh karena itu strategi pembangunan
selama ini bertumpu kepada ,rilogi (embangunan, yaitu pertumbuhan ekonomi,
pemerataan, dan stabilitas nasional. )erbagai sarana fisik penunjang
perekonomian telah berhasil dibangun dan diharapkan akan mampu mendorong
akselari pencapaian tingkat kesejahteraan masyarakat yang lebih baik secara
menyeluruh.
?@
)erdasarkan hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan dapat dipahami
bahwa permasalahanyang ada diwilayah pedesaan pantai sangat rumit,
melibatkan banyak faktor yang saling kait-mengkait satu sama lain. Wilayah
pedesaan pantai dipandang sebagai suatu sistem yang secara struktural terdiri atas
lima komponen sub-sistem! yang saling berinteraksi secara dinamis. (erilaku
interaksi dari subsistem-subsistem ini bersifat dinamis dan menghasilkan output-
output tertentu. ;utput-output inilah yang pada hakekatnya merupakan tujuan
dan sasaran dari upaya-upaya pembinaan%pengembangan wilayah pedesaan
pantai. Dua macam sasaran akhir dari upaya-upaya pembinaan yang seringkali
dikemukakan adalah kesejahteraan masyarakat nelayan dan kelestarian
sumberdaya perairan pantai. Sistem (edesaan (antai, khususnya di wilayah -awa
mempunyai lima macam komponen utama subsistem! yaitu $ '! &omponen
sumberdaya perairan pantai dan lingkungan hidup pedesaan pantai; 1!
&omponen Sumberdaya manusia nelayan!; 9! &omponen sosial budaya dan
kelembagaan pedesaan; 6! &omponen perekonomian pedesaan; dan 7!
&omponen sarana dan prasarana fisik.
(erilaku komponen-komponen tersebut diatas, baik secara sendirian
maupun interaksinya dengan komponen lain, hingga batas-batas tertentu dapat
dikendalikan% dikelola oleh .manusia/ untuk mendapatkan output yang
diinginkan upaya pengelolaan ini dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu i!
material%teknologi, input kebijakan; ii! dengan merekayasa kelembagaan yang
mengatur interaksi antar komponen tersebut sehingga perilakunya dapat lebih
baik memanfaatkan input yang ada, dan iii! kombinasi antara i! dan ii!.
0. Sub-sistem Sumberdaya (erairan (antai dan +ingkungan Aidup (edesaan
(antai
Dalam sistem wilayah pedesaan pantai, sumber perairan pantai dan
lingkungan hidup pedesaan mempunyai peranan ganda, yaitu sebagai
produsen input bagi sub-sistem ekonomi, produsen jasa amenitas bagi
manusia, dan sebagai tempat pembuangan limbah. Dalam ketiga hal ini
potensi dan kemampuan sumberdaya alam ditentukan oleh karakteristik dan
kualitas.
). Sub-sistem "konomi Wilayah (edesaan
(erkembangan suatu wilayah ditentukan oleh kemampuannya menghasilkan
barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan domistiknya dan%atau dipasarkan
keluar daerah dengan keuntungna kompetitif. Sehubungna dengan hal ini
maka kegiatan ekonomi dapat dibedakan menjadi kegiatan sektor bisnis yang
menghasilkan produk untuk pasar domestik. Di wilayah pedesaan pantai
umumnya kegiatan ekonomi di sektor basis sangat dominan, produk-produk
dari kegiatan ekonomi di sektor ini berupa komoditi primer dan sekunder dari
?'
perikanan tangkap yang dipasarkan ke luar daerah. Dengan demikian
pembinaan pada sektor ini diharapkan dapat mengangkat sub-sistem
perekonomian secara keseluruhan. (ermasalahan yang sering di jumpai
adalah rendahnya keunggulan kompetitif produk dipasaran bebas, dan
rendahnya nilai tambah yang dapat dinikmati oleh masyarakat pedesaan
pantai. ,iga ciri penting dari kegiatan ekonomi sektor basis di pedesaan
pantai adalah i! kegiatan penangkapan memperlakuan yang mahal dan biaya
operasi yang banyak, ii! operasi penangkapan memerlukan tenaga kerja
yang banyak dan koperatif, dan iii! hasil tangkapan harus dipasarkan ke luar
daerah dalam bentuk segar dan%atau olahan. &etiga ciri ini akan menentukan
perilaku sektor basis dan pada akhirnya akan berdampak pada bentuk
kelembagaan non-format yang berkembang di pedesaan pantai.
<. Sub-sistem &elembagaan Sosial
Sebagaimana disinggung sebelumnya, diwilayah pedesaan pantai telah
berkembang kelembagaan non-formal yang spesifik sebagai akibat dari
kegiatan ekonomi yang ada. Suatu teladan bentuk kelembagaan non-formal
ini dapat ditemukan dalam hal penangkapan dengan purse seine atau
penangkapan dengan payang. &elembagaan armada penangkapan ini ditandai
oleh eratnya hubungan antara nelayan pendega, juragan laut, juragan darat,
pengolah ikan dan pedagang ikan dari dalam atau luar daerah! kelembagaan
operasional penangkapan ini ternyata berdampak pada kelembagaan bagi
hasil yang berlaku, dan selanjutnya akan menentukan distribusi pendapatan
dalam masyarakat pedesaan pantai. Aingga batas-batas tertentu kelembagaan
seperti di atas bersama dengan kelembagaan-kelembagaan lainnya akan
menentukan peluang-peluang transformasi struktural di wilayah pedesaan
pantai. )esarnya peluang tersebut ditentukan oleh kesiapan kelembagaan
yang ada formal dan nonformal! untuk mengakomodasi gaya-gaya
perubahan yang berasal dari dalam dan luar. Selanjutnya tingkat kesiapan
tersebut oleh i! "fektifitas mekanisme kerja kelembagaan untuk menggalang
partisipasi segenap masyarakat secara proposional sesuai dengan
kepentingannya.
D. Sub-Sistem Sarana dan (rasarana Lisik
Sub-sistem ini secara langsung berkaitan dengan sub-sistem kelembagaan
sosial format dan non formal! secara fungsional sub-sistem ini dapat
dibedakan menjadi dua yaitu i! sarana dan prasarana ekonomi, ii! sarana
dan prasarana penunjang akti#itas kehidupan manusia.
Sarana dan prasarana produksi menjadi salah satu prasyarat penting dalam
menentukan perilaku sub-sistem ekonomi. (ada kenyataan tingkat
?1
penguasaan sarana produksi ini akan menentukan posisi dalam kelembagaan
bagi hasil dalam penangkapan.
". Sub-Sistem Sumberdaya *anusia
Sumberdaya manusia di wilayah pedesaan pantai menjadi subyek%pelaku
yang mengendalikan sebagian besari perilaku sistem wilayah, dan sekaligus
menjadi obyek%sasaran dari perilaku tersebut. Sebagai subyek manusia lebih
berperan sebagai produsen sehingga kualitas ditentukan oleh i! (eubah-
peubah skill manageral dan ii! peubah-peubah skill ketenaga kerjaan.
Sebagai objek manusia lebih berperan sebagai konsumen, yang kualitasnya
ditentukan oleh tingkat pemenuhan kebutuhan fisik minum. Aal ini
selanjutnya ditentukan oleh i! produkti#itas tenaga kerja, dan ii! perilaku
konsumtifnya. ,ampaknya pola perilaku konsumtif di kalangan masyarakat
pedesaan pantai menjadi salah satu ciri budaya yang serius dalam rangka
pola pembinaan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat
pedesaan pantai.
7.&. 6. Arahan Pen#elolaan Eko$,$!em Pe$,$,r<Pan!a,
Usaha peningkatan pendayagunaan sumberdaya laut berperan ganda.
Disamping kaya akan sumberdaya hayati wilayah pesisir dan lautan, juga
menyimpan mineral dan energi yang mempunyai peranan penting dalam
meningkatkan de#isa negara. 0kan tetap berbagai permasalahan dapat muncul
oleh pemanfaatan pesisir pantai dan lautan yang mengabaikan prinsip-prinsip
lingkungan. +aut sering diperlakukan sebagai penampung sampah, limbah
industri dan limpasan bahan kimia pertanian. Selain itu, meningkatnya
permintaan sebagai bahan makanan energi dan bahan baku untuk industri dan
laitan membawa tekanan tersendiri. Di wilayah tertentu telah terjadi kelangkaan
sumberdaya ikan akibat penangkapan yang berlebih.
A. Pen##(na Per!an,an
Daerah pesisir pantai sangat menarik untuk dua tipe akti#itas pertanian.
Faitu lahan kering dan sawah. (adi sawah sangat sesuai karena tahan terhadap
genangan air dan mempunyai toleransi moderat terhadap salinitas. ,anaman padi
sawah terutama ditanam di kawasan pantai dan estuaria di belakang tambak
garam atau tambak udang. *ereka biasanya terdiri atas jenis-jenis yang toleran
salinitas. Di daerah ini biasanya pohon ditanam pada guludan dengan saluran
yang lebar diantaranya semacam sistem surjan!.
'! (roblematik
?9
a! &on#ersi lahan pesisir pantai untuk penggunaan pertanian tentu akan
mengganggu aliran air permukaan yang diperlukan bagi kesehatan sistem
sumberdaya disekitarnya. Selanjutnya akan tinggal sedikit peluang
keberhasilan dalam megkon #ersi sedimen pantai menjadi tanah
pertanian karena bahaya genangan dan intrusi garam. (roblem lain yang
berhubungan dengan penggunaan pertanian pada lahan bakau adalah
tanah sulfat masam, logam yang terakumulasi dalam sedimen bakau
dapat meracun tanaman pertanian, gangguan nama dan penyakit.
b! (ertanian lahan kering, pembuangan atau penyakuran air tawar untuk
penggunaan pertanian secara langsung akan mereduksi input air tawar ke
perairan pantai dan menimbulkan problem terus menurunnya produksi
ikan dan meningkatnya salintas. (eningkatan input air tawar yang
berhubungan dengan penyaluran sungai dapat mengubah regim
hidrologis pantai, menurunkan salintas dan mengakibatkan degradasi
ekosistem yang peka salintas.
c! (roblem lain yang berhubungan dengan pertanian lahan kering
berhubungan dengan efek pestisida yang memasuki ekosistem pantai.
Selain itu erosi pada lahan pertanian juga berdampak pada besarnya
muatan sedimen yang memasuki perairan pantai.
1! 0rahan (engelolaan
a! (engembangan #arietas tanaman yang toleran salintas
b! Sarana pengendalian air dan drainase harus memenuhi empat fungsi a!
(engendalian )anjir, b! pengendalian intrusi air salin, c! &ontrol
permukaan air, dan d! kontrol polusi%pencemaran air oleh limbah
buangan.
c! *enghindari reklamasi habitat pantai yang penting untuk pertanian lahan
kering.
d! *engembangkan ekosistem pertanian sawah pada habitat yang sesuai.
e! *erancang pertanian lahan kering untuk meminimumkan altersi pola
drainase alamiah.
f! *enggunakan pupuk dan pestisida dengan cara yang aman dan akan
meminimumkan kehilangan dan transportnya memasuk wilayah pantai
kalau mungkin digunakan pestisida non-persisten.
g! -angan membuka lahan tanah masam dan membiarkan ekosistem hutan
bakau.
h! (embukaan lahan pertanian dibatasi pada lahan di atas rataan muka air
laut untuk menghindari problem salinitas dan asiditasi.
i! *engembangkan sistem pengelolaan irigasi yang harmonis aliran air
tawar mampu melestarikan tanaman pertanian dan mencegah rembesan
?6
air asin dalam tanah pertanian dan dijaga untuk mencegah intrusi ke
dalam groundwater, dan air irigasi.
". Penam3an#an Pa$,r
(asir terdiri atas mineral-mineral dan pasir kuarsa. (erbedaan bobot
memainkan peranan sangat penting dalam konsentrasi material mineral berat di
beberapa lokasi tertentu. Semakin tinggi bobot mineral juga membantu
ekstraksinya selama penambangan dan pengolahan deposit pasir. *ineral pasir
berasal dari pelapukan batuan yang menghasilkan pasir kuarsa dan mineral
asosiasinya.
'! *etode penambangan
(enambangan pasir melibatkan tiga tahapan dasar ekska#asi pasir, pemisahan
mineral dari kuarsa, dan pembuangan pasir kuarsa. Dua macam teknis dasar
yang laEim digunakan dalam operasinya ialah a! sistem penambangan kering
dan b! sistem pengeruk-hisapan.
1! (roblematik
- Sedimen yang dilepaskan ke perairan laut dan erosi pesisir beach!
- &ehilangan nilai estetika
- (engerukan pasir di sekitar ekosistem terumbu karang akan berdampak
negatif terhadap organisme dan komunitas karang.
9! 0rahan pengelolaan
a! *eminimumkan dampak negatif pengerukan terhadap ekosistem Eone
pantai
b! +arangan terhadap pengerukan di dalam radius '@@ m dari terumbu
karang
c! (engakuan pasir karang dari daerah hamparan karang harus dikendalikan
dan dibatasi.
C. Ak!,@,!a$ S(m3er ener#,. O-era$, m,n/ak dan #a$ 3(m,
"ksplorasi dan bongkar-muat bahan bakar minyak dan gas bumi dan
kapal tentu akan semakin meningkatkan pencemaran minyak di perairan pantai $
'! (roblematik
?7
Dua tipe tumpahan minyak yang mengancam kelestarian sumberdaya pantai
adalah tumpahan akut akibat kecelakaan transportasi, ledakan sumur dan
pipa-pipa dasar laut, dan tumpahan kronis yang berkaitan dengan operasi-
operasi penyulingan dan lainnya. &erusakan dapat diderita oleh bakau,
terumbu karang, pasir pantai, rumput laut, perikanan dan hewan-hewan
marine.
1! 0rahan
a! &alau tumpahan minyak dari kapal merupakan sebab utama pencemaran
minyak maka harus dilakukan pemantauan dan pengetatan terhadap lalu-
lintas kapal, terutama dalam hal pembuangan limbah minyak.
b! (emerintah harus mampu memformulasikan dan mengamankan
peraturan mengenai operasi pengapalan lepas pantai maupun operasi di
pelabuhan.
c! Semua operasi pengapaian harus menghindar pembuangan limbah
minyak ke perairan pantai%laut.
d! Semua operasi minyak dan gas dan penempatannya harus tetap
memperhatikan integrasi bidang batas darat-laut.
e! Semua akti#itas pemboran dan produksi minyak di laut harus dirancang
dan dipantau sedemikian rupa untuk menghindari ledakan dan tumpahan
bahan minyak.
D. Pem3an#(nan Ind($!r, Garam
:aram Ba<l! merupakan komponen penting dalam diet manusia dan
mempunyai berbagai aplikasi lainnya seperti kegunaannya sebgai preser#atif
(engawet! dan suplemen pakan ternak. &ebanyakan tambak garam
dibangun pada tanah-tanah yang drainasenya buruk di kawasan pantai.
+okasi tambak ini biasanya didekat garis pantai sehingga mudah memperoleh
air laut yang segar. ;perasi produksi tambak garam biasanya pada musim
kering. :aram dari air laut biasanya mengandung campuran sedimen, bahan
organik dan garam-garam lain yang harus dimurnikan. :aran Ba<lll murni
diekstraks dari air laut dalam tiga tahapan pengendapan, presipitasi dan
kristalisasi. (ada tahap pertama sedimen dan partikel besar lainnya
disingkirkan melalui setting selama awal e#aporasi. &emudian dalam periode
e#aporasi yang panjang, komponen lainnya seperti karbonat disingkirkan
melalui presiptasi. &emudian e#aporasi selanjutnya akan menghasilkan
kristalisasi gara yang kalau dikeringkan akan menjadi garam murni.
'! (roblematik
?=
(roblematik yang serius sehubungan dengan produksi garam adalah kon#ersi
irre#ersibel habitat pantai, termasuk ekosistem bakau, menjadi sistem
tambak garam. (roduksi garam paling baik dilakukan pada lingkungan arid
dimana ekosistem hutan pantai jarang ditemukan dalam kaitannya dengan
pembangunan kawasa tambak garam, jarang dipertimbangkan fungsi-fungsi
lalami dan nilai-nilai jasa ekologis.
1! 0rahan pengelolaan
,ambak garam merupakan penggunaan Eone pantai yang signifikan di -awa
,imur. Dengan semakin meningkatnya pengetahuan maka tambak-tambak
garam diperbaiki dengan arahan berikut ini $
a! (embangunan tambak garam yang baru harus dirancang untuk
meminimumkan dampak keseluruhan terhadap ekosistem pantai
b! (engembangan teknologi penggaraman harus diarahkan untuk
mendapatkan teknik-teknik produksi yang efisien. (etani tambak juga
harus menyadari adanya manfaat ganda dari tambaknya.
c! &alau tambak garam telah ditinggalkan maka pematang-pematang harus
dihancurkan supaya dapat pulih kembali sebagai daerah genangan.
E. Pen#em3an#an 9,$a!a<3ahar,
&egiatan wisata sekarang telah menjadi salah satu sektor ekonomi yang
penting di Selat *adura, -awa ,imur, sebagian obyek wisata terletak di Eone
pantai dengan berbagai macam ekosistem yang unik.
'! (roblematik
a! (encemaran air oleh buangan limbah domestik
b! (roblem yang diakibatkan loleh adanya bangunan-bangunan sipil
gangguan pemandangan alam, kongesti, pencemaran air, pembuangan
limbah padat.
c! (roblematik pembuangan limbah padat
d! (roblematik yang timbul akibat pengambilan karang pantai dan
kerusakan terumbu karang
1! 0rahan pengelolaan
a! (embangunan obyek wisata pantai harus merupakan bagian integrall dari
sistem pembangunan wilayah, dengan tetap memperhatikan kepentingan
kelestarian lingkungan.
b! Daerah pantai yang dicadangkan untuk pembangunan obyek wisata harus
dilengkapi dengan tataruang yang memadai dengan mempertimbangkan
geografis alamiah dan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitanya
?>
c! (embukaan lahan &alau diperlukan! harus benar-benar terkendali, untuk
meminimumkan dampak terhadap ekosistem pantai
d! (embangunan fasilitas akomodasi harus terkonsentrasi dengan
mensisakan sebanyak mungkin lingkungan alam tetap tidak terganggu
sekala, ukuran dan tipe infrastruktur harus tepat dan sesuai
e! Sistem pengelolaan limbah perlu mendapatkan prioritas penanganan.
??
6.*. Ek$o$,e!m Tam3ak: Po!en$, dan Pen#elolaann/a
6.*.'. Makna Ekonom,$ dan Ekolo#,$ Tam3ak dan
"(d,da/a A,r Ta9ar
Di kawasan pesisir pantai -awa ,imur terdapat beberapa sumberdaya
perikanan yang potensinya cukup besar, meliputi perairan umum, tambak sawah
tambak, dan kolam R mina padi. Sumberdaya ini dikelola dengan teknologi yang
beraneka ragam dan tingkat intensitas yang berbeda-beda pula salah satu cara
untuk mengukur tingkat pengelolaan sumberdaya perikanan adalah penggunaan
sarana produksi dan tenagakerja.
7.9.1. &ondisi (erinakanan ,ambak dan (erairan Umum
(erairan umum sebagai salah satu sumberdaya perikanan memiliki andil
yang sangat besar dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk, khususnya
kebutuhan protein hewani. (emanfaatan sumberdaya perinakan ini dapat
dilakukan dengan jalan usaha penangkapan dan usaha budidaya perikanan.
3ntensitas penangkapan di perairan umum menunjukkan kecenderungan yang
semakin meningkat demikian juga usaha budidayanya.
6.*.*. Pro$e$<-ro$e$ de#rada$,
:angguan lingkungan perairan dapat berupa meluasnya perkembangan
gulma air dan sedimentasi%pendangkalan, pencemaran oleh limbah industri,
domestik, dan pestisida, serta gangguan-gangguan alami. Dampak negatif dari
gangguan-gangguan seperti diatas dapat berupa rendahnya tingkat produksi ikan
di perairan umum dan tambak, perubahan struktur komunitas perairan.
(enurunan populasi biota perairan, dan hilangnya beberapa spesies endemik serta
menurunnya daya dukung lingkungan perairan. Untuk mengembalikan fungsi
perairan umum sebagai ekosistem akuatik yang seimbang diperlukan upaya-
upaya penanggulangan berupa rehabilitasi sumberdaya perikanan, misalnya
dengan penebaran benih diperairan umum yang dianggap sudah kritis.
?4
6.*.1. +e3,)akan Pen#elolahan
A. Pen#elolaan Re$er@a!
Salah satu cara pengelolaan sumberdaya perairan umum adalah dengan
pembangunan reser#at, yaitu kawasan perairan umum yang dilindungi secara
terbatas dengan fungsi sebagai penyangga bagi suatu ekosistem akuatik yang
sudah kritis atau yang terancam kelestariannya. (emanfaatan reser#at dilakukan
secara terkendali untuk menjaga kelestarian sumberdaya ikan dan memulihkan
kembali daya dukung perairan umum.
,ujuan pengelola reser#at adalah agar supaya fungsi utamanya dapat
berjalan, yaitu $
'! *eningkatkan fungsi dan peranan perairan umum mulau dan pengelolaan
hingga pemanfaatnya
1! *empertahankan dan melestarikan habitat perairan sebagai tempat
berlindung asuhan, memijah, mencari makan bagi ikan dan biota air lainnya
9! (engawetan keaneka-ragaman plasma nutfah
6! Sumber cadangan benih ikan bagi pengembangan perikanan dan kawasan
perairan umum di sekitarnya
7! Sebagai perlindungan bagi ekosistem akuatik yang memiliki nilai, sifat, dan
jenis yang khas spesies endemik!
=! (elestarian pemanfaatan jenis dan ekosistemnya dengan mengendalikan cara-
cara pemanfaatannya.
". Pro#ram In!en$,f,ka$, Tam3ak 4INTAM5
Dalam kaitannya dengan upaya meningkatkan produksi dan
produkti#itas usaha budidaya tambak, maka mulai tahun '4?6%'4?7 telah
diprogramkan 3ntensifikasi ,ambak 3B,0*! sebagai tindak lanjut keputusan
*enteri (ertanian Bo. @7%S&%*"B,0B%)imas%D3%'4?6 serta disusul peraturan-
peraturan yang lain sampai dengan tahun anggaran '449%'449.
Usaha budidaya udang dan bandeng merupakan salah satu pendapatan
pokok masyarakat desa pantai dan melibatkan petani-petani dalam jumlah besar.
Dengan adanya beberapa faktor pembatas pada petani tambak, maka
produkti#itas udang dan bandeng menjadi rendah. &eterbatasan di atas
disebabkan antara lain kurangnya pengetahuan dan ketrampilan serta permodalan
untuk mencapai penerapan teknologi budidaya tambak yang dianjurkan. Dengan
adanya program 3B,0* sejak tahun '4?6%'4?7 selain dapat meningkatkan
penghasilan petani tambak juga akan memperluas lapangan kerja, meningkatkan
4@
konsumsi protein hewani asal ikan dan meningkatkan de#isa negara melalui
ekspor komoditi non migas yaitu udang.
C. Pro#ram Pen#em3an#an U$aha "(d,da/a Udan# dan Ikan
&egiatan yang telah Dilaksanakan adalah $
'! (embangunan panti pembenihan udang di Situbondo
1! (embangunan tambak percontohan di Sidoarjo dan (asuruan.
D. Pro#ram Pen#em3an#an INMINDI
3ntensifikasi *ina (adi 3B*3BD3! merupakan suatu kegiatan
intensifikasi usaha tani terpadu antara perikanan dan padi di lahan sawah yang
berpengairan teknis. ,ujuan dari program 3B*3BD3 ini adalah$
'! *eningkatkan pemanfaatan potensi Sumberdaya alam dan sumberdaya
manusia secara optimal dalam rangka meningkatkan kesempatan berusaha
dan terciptanya lapangan kerja di pedesaan
1! *eningkatkan pendapatan petani melalui usaha budidaya campuran
sehingga diperoleh hasil ganda dalam satu musim yaitu ikan dan padi
9! (enyediaan ikan sebagai bahan pangan sumber protein hewan.
6.*.6. AA(a +(l!(r Pera,ran Pan!a,
0Qua kultur atau manikultur dengan komoditi udang merupakan sektor
ekonomi yang penting bagi -awa ,imur, terutama semenjak dilancarkannya
program intensifikasi tambak. Sejalan dnegan pekembangan sektor usaha
budidaya ini ternyata juga timbul berbagai masalah dan secara potensial dapat
mengancam kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan perairan pantai.
'! (roblematik
a! ,ataruang ,ambak
Secara langsung merusak wetlands, mendorong berkembangnya
potensial tanah sulfat masam, flushing tambak yang buruk atau tidak
memadai degradasi lokal organisme ju#enillle dan lar#a untuk benih
pembukaan hutan bakau mengakibatkan hilangnya fungsi penyangga dan
selama hujan lebat tambak ini terancam oleh bahaya banjir.
b! *anajemen tambak
(redasi merupakan problem serius kalau tambak tidak betul-betul
dibersihkan pada saat panen, sehingga memungkinkan predator tertinggal
4'
dalam kolam. Lenomena ini dapat mengakibatkan gangguan serius pada
pertumbuhan benih.
1! 0rahan pengelolaan
a! (referensi harus diberikan kepada usaha marikultur yang dikelola secara
intensif profesional dengan menggunakan cages atau pens daripada usaha
yang mendorong kon#ersi bakau menjadi sistem tambak lokasi tambak
harus sesuai untuk dapat berproduksi secara lestari.
b! (engembangan akti#itas manikultur harus didasarkan pada perencanaan
seksama dengan mempertimbangkan alternatif penggunaan lainnya.
c! &alau sistem tambak akan ditinggalkan maka pematang-pematang harus
dibongkar sehingga area dapat pulih kembali seperti semula.
d! (engaturan tata letak tambak yang melibatkan persyaratan performansi
untuk perlindungan habitat alam di sekitarnya tambak. (ola aliran air
permukaan harus tidak boleh terganggu.
e! Di daerah bakau, tambak harus ditempatkan jauh di sebelah atas hutan
bakau. &alau ada area yang disebut salt flats atau salt pan harus dipilih.
(engalaman menunjukkan bahwa produkti#itas tambah lebih besar
dilokasi seperti ini daripada di daerah kon#ersi hutan bakau.
f! Dalam sistem budidaya tambak, peningkatan populasi benih biasanya
layak. &alau hal ini dibarengi dengan pengaturan kualitas air dan suplai
pakan, maka hasil maksimum dapat dicapai.
6.1. Eko$,$!em (!an "aka(: Po!en$, dan Pen#elolaann/a
6.1.'. Makna Ekonom,$ dan Ekolo#,$ (!an "aka(
)atasanl pengertian hutan bakau mangro#e! adalah hutan yang terutama
tumbuh pada tanah alu#ial di daerah pantai dan sekitar muara sungai yang
dipengaruhi pasang surut air laut, dan dicirikan oleh jenis-jenis pohon anggota
genera $ )vicenia" Sonneratia" *hi+ophora" !ruguiera" Ceriops" ,umnit+era"
-.oecaria" /#loccarpus )egiceras Sc#ph#phora dan 0#pa. Dengan demikian,
ekosistem bakau ialah ekosistem pantai yang komponen tumbuhan ialah hutan,
beserta fauna dan habitatnya yang khas. +okasi ekosistem bakau ini umumnya
adalah pantai-pantai dengan teluk dangkal, estuari, delta, bagian terlindung daru
tanjung, selat yang terlindung dari ombak serta tempat-tempat lain yang serupa.
,anahnya ber#ariasi dari lumpur, lempung, gambut dan pasir.
41
(enggunaan ekonomi yang utama $a.l. Aasil kayu; bahan kayu bakar;
kontruksi; suplai bahan kertas, karton, kotak, dl; ,ekstil; dan (angan,obat dan
bahan minuman. )akau perupakan ekosistem hutan yang toleran garam di daerah
intertidal tropis. "kosistem ini sangat kompleks dan bersifat fragile, tersusun atas
banyak #arietas tumbuhan dan aneka satwa air dan darat. &arakteristik struktural
bakau ini beragam dengan lokasi dan sangat ditentukan oleh kondisi geografis,
tanah dan air, relief topografis dan kondisi iklim. Autan bakau mempunyai
banyak spesies dan famili yang mana biasanya spesies-spesies 2hiEopora
berasosiasi dengan pohon dan perdu lainnya.
Lungsi ekologis dari ekosistem bakau $ a.l. a! Sebagai sumber energi
dan bahan pakan yang sangat penting, b! kehidupan satwa liar; c! (elindung
garis pantai; d! (engendali erosi oleh air laut; e! (enyaring dan pembersih air
limbah, f! )arier melawan ombak pasang dari badai laut.
Laktor pengelolaam
a! 3nput air tawar mengencerkan air laut, tingkat salintas merupakan determinan
utama terhadap tipe dan kelimpahan spesies.
b! &isaran pasang surut merupakan faktor sangat penting bagi hutan bakau
karena salinitas akan terintegrasi dalam Eone-Eone yang mempengaruhi
pertumbuhan bakau.
c! (olusi di kawasan pantai sebagai akibat dari buangan limbah industri, limbah
domestik, limbah pertanian%perikanan, sedimentasi dan dispersi minyak akan
mempengaruhi bakau dan sumberdaya lkehidupan akuatik
d! Autan bakau pantai merupakan sumberkayu yang penting untuk kepentingan
domestik dan komersial. Aasil dari hutan bakau menjadi sumber utama
material bangunan dan bahan bakar bagi masyarakat pantai
"kosistem hutan bakau sangat unik dan sangat potensial. Secara ekonomis,
hutan bakau merupakan penghasil berbagai bahan baku industri, kayu bakar,
areng, bahan penyamak, mendukung upaya budidaya perikanan, dan lain-
lain. Secara ekologis hutan bakau mempunyai fungsi penting karena menjadi
tempat lindung bagi banyak jenis flora maupun fauna. Aal ini sering
membawa pada pertentangan kepentingan dalam pemanfaatannya. Di
3ndonesia dan -awa ,imur khususnya sesungguhnya pertentangan ini dapat
terhindari apabila semua pihak dapat menyadari peran lindung hutan bakau
tersebut sesungguhnya juga mencakup perlindungan terhadap kualitas
lingkungan yang menjamin kelestarian usaha-usaha produksi seperti hasil
hutan, tambak dan perikanan pada umumnya. Secara rinci peran lindung
hutan bakau adalah sebagai berikut $
a! )ersifat khas dan strategis untuk menyangga kelestarian kehidupan biota
darat dan perairan baik laut maupun tawar.
49
b! Sebagai penyangga produkti#itas wilayah usaha perairan pantai dan laut.
c! )erperan besar untnuk melindungi pantai dan menghambat lepasnya butir-
butir tanah ke lautan bebas serta mempercepat pengendapan pantai.
Secara teoritis daya regenerasi hutan bakau cukup kuat, sehigga sering
dapat dengan lebih mudah dipulihkan apabila mengalami kerusahakan terutama
bila dibandingkan dengan kawasan ekologis lainnya sepertu terumbu karang.
Bamun demikian apabila sampai muncul kerusakan di kawasan hutan bakau
yang mungkin sulit dikembalikan adalah hilangnya beberapa jenis flora dan
fauna langka dari kawasan hutan yang rusak tersebut. Selain dari itu, sesuai
dengan perannya seperti tersebut di atas, kerusakan hutan bakau umumnya
berpengaruh luas terhadap ekosistem lainnya yang terkait dengannya. &erusakan
ekosistem bakau selain merusak ekosistem estuari dan delta serta kawasan pantai,
pada umumnya juga berpengaruh luas ke kawasan daerah aliran sungai. Sebagai
kawasan tropis, 3ndonesia khususnya -awa ,imur mempunyai keragaman jenis
fauna maupun flora hutan bakau yang sangat besar. )ahkan beberapa jenis flora
maupun fauna sering dianggap sebagai jenis langka yang sebaran tempat
hidupnya hanya terpusat di kawasan Busantara. Aal ini dapat dimengerti karena
sebagai bagian dari sisi peralihan teritorial benua kuno :onwana, kawasan bakau
3ndonesia mewariskan jenis flora dan fauna hasil perkembangan e#olusi yang
khas dan tidak dijumpai di tempat lain di dunia. 0tas dasar alasan-alasan tersebut
di atas, maka upaya konser#sai serta pengolaan yang tepat dan terencana dengan
baik untuk kawasan hutan bakau di -awa ,imur merupakan suatu keharusan, dan
mempunyai bagian arti penting bagi pemeliharaan kualitas lingkungan hidup
manusia -awa ,imur baik untuk skala jangka pendek maupun jangka panjang.
6.1.& +ond,$, (!an "aka( Ser!a Pro$e$ De#rada$, (!an "aka(
(ada dasarnya kondisi ekosistem pantai di -awa ,imur dapat dibagi
menjadi dua kelompok berdasarkan atas ciri-ciri fisik pantainya. &elompok
pertama umumnya berada di kawasan pantai selatan -awa ,imur yang
mempunyai pantai terjal, berbatu dengan ombak yang besar menghantam pantai
setiap saat. &elompok kedua umumnya berada di sepanjang pantai utara -awa
,imur yang relatif landai, berlumpur dengan ombak yang relatif landai,
berlumpur dengan ombak yang relatif tenang dan arus air lambat. &ondisi fisik
seperti inilah yang menjadi alasan mengapa kawasan bakau lebih banyak dipakai
di pantai Utara dibandingkan pantai selatan -awa ,imur. )erdasarkan atas nilai
indeks sensiti#itas lingkungan yang ditetapkan oleh &antor *enteri +ingkungan
Aidup 0nonymous, '4?>!, dengan kriteria fisik seperti tersebut, pantai utara
46
dapat dianggap lebih sensitif terhadap pengaruh faktor pencemaran dibandingkan
pantai selatan. (ada hal justru pantai utara -awa ,imur yang mempunyai
perkembangan sosial ekonomi pesat. Dari sini dapat dipahami mengapa banyak
kawasan bakau di pantai Utara -wa ,imur yang telah rusak, dan berubah fungsi
seiring dengan pesatnya perkembangan sosial-ekonomi. Data tahun '44' yang
berhasil dikumpulkan oleh *arsoedi, et.al, menunjukkan bahwa dari kurang
lebih ?74 km hutan bakau sepanjang pantai -awa ,imur, 19@ Aa dinyatakan
rusak berat dan dari >@@ ha rusak ringan. Selanjutnya dari hasil sur#ey kasar,
dengan pemilihan tempat secara acak di kawasan pantai Utara -awa ,imur tida
dijumpai hutan bakau Sumitro, '441!. Aasil pengamatan #isual menunjukkan
pohon-pohon bakau pada umumnya hanya terdapat pada galengan atau saluran
irigasi atau dalam bentuk gerubul-gerumbul kecil di sekitar pemukiman penuduk.
Aasil pengamatannya dikawasan pantai (robolinggo dan sekitarnya
menunjukkan bahwa umumnya hutang mengro#e merupakan jalur sempit sejajar
dengan jalan raya Surabaya 5 )anyuwangi yang terputus-putus di berbagai
tempat oleh karena pemukiman atau peruntukan lainnya. +ebar areal hutang
paling panjang adalah '>7 m dan umumnya berkisar antara 7@ 5 =@ m. secara
umum kawasan hutan bakau tersebut tidak lagi sebagai hutan lindung melainkan
telah bergeser ke fungsi produksi. Aal ini tentu tidak bersesuaian lagi dengan
status mereka yang merupakan hutang lindung milik perum perhutani. Aal
serupa juga di jumpai di kawasan )lambangan 5 )anyuwangi Soebiantoro,
'441!. ,ampaknya kawasan pantai utara -awa ,imur sudah tidak lagi
mempunyai kawasan hutan bakau perawan kecuali di kawasan-kawasan
konser#asi seperti baluran.
Usaha penanaman kembali pohon bakau ternyata telah banyak dilakukan
di sepanjang pantai utara dan pantai *adura termasuk *adura &epulauan
umumnya penghijauan dilakukan oleh instansi di bawah Departemen &ehutanan,
termasuk perhutani dan )adan &onser#asi Sumber Daya 0lam Daerah
)&SD0!. +okasi (enghijauan meliputi beberapa daerah di &abupaten-
kabupaten )anyuwangi, jember, Situbondo, *alang, )litar, (acitan, ,renggalek,
Sumenep dan )angkalan. *anun demikian, usaha penanaman kembali sering
tidak bertujuan untuk menghutankan kembali kawasan bakau, tetapi sekedar
menghijaukan kawasan bakau dan sering dikaitkan dengan kepentingan
pertambakan baik yang modern maupun tradisional. *enurut hasil sigi di -awa
,imur, total usaha penghijauan di luar usaha konser#asi dan pengamanan hutan
bakau tersebut telah dilakukan pada kawasan bakau seluas kurang lebih '17@ ha.
Aasil penelitian tersebut juga menampakkan secara jelas sekali
berdasarkan pengaruh laju tekanan pemukiman penduduk, pertumbuhan
budidaya tambak, perindustrian dan lain-lain kegiatan ekonomi terhadap laju
47
penyusutan kawasan bakau ini disepanjang pantai Utara -awa ,imur dan *adura,
Sayangnya data rinci dalam skala yang lebih teliti mengenai laju perluasan
wilayah tambak dan penyusutan hutan bakau di -awa ,imur sampai saat ini amat
sulit didapatkan meskipun dari hasil kuwesener dan wawancara terhadap instansi
terkait seperti, Dinas perikanan, dinas kehitanan dan (emerintah Daerah
)0(("D0! setempat, umumnya mereka mengkategorikan masalah penyusutan
luasan hutan bakau dan usaha penghijauan kembali kawasan bakau sebagai
masalah yang mendesak untuk ditangani.
Data hasil in#estarisasi kasar yang telah dilakukan di beberapa kawasan
pantai -awa ,imur, menunjukkan ada dua puluh tujuh jenis tumbuhan bakau
umumnya dari genus *hi+opora" )vicenia" -.oecaria dan )canthus selain itu
juga dapat dengan mudah terlihat, dikawasan pantai utara yang landai adanya
kemunculan lahan atau daratan baru seiiring dengan laju sedimentasi di daerah
"stuari. Suksesi ekosistem bakau di lahan baru ini terlihat sering terganggu oleh
akti#itas perambahan untuk tujuan-tujuan pertambakan atau ladang pembuatan
garam. Seperti halnya laju penyusutan hutan bakau, data akurat mengenai laju
pertambahan daratan baru disertai akti#itas perambahan oleh penduduk tidak
pernah ada.
6.1.&. +e3,)akan Pem3an#(nanBPen#elolaan "aka(
&onflik penggunaan penambangan tin dan pertambakan udang peluang
pemanfaatan yang lestari , produk kayu, tannis, suplay fry bebas tindakan
pengelolaan yang diperlukan antara lain $
a! (engendalian pembukaan tambak udang, penebangan kayu bakau dan
lainnya
b! *enjaga topografi dan karakter substrat uhutan bakau dan saluran air tawar
c! *anjaga pola alamiah temmporer dan spatial dari salinitas air permukaan
dan ground water
d! *empertahankan pola alamiah dan siklus akti#itas pasang surut dan run off
air tawar
e! *enjaga keseimbangan alamiah antara okresi, erosi dan sedimentasi.
&ebijakan atau rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan
dasar rencana dalam pembangunan%pengelolaan hutan bakau di -awa ,imur
seyogyanya mempertimbangkan dua kepentingan pokok yaitu kepentingan
sosial-ekonomi dan kepentingan konser#asi-ekologis dengan mengacu pada
landasan kebijakan nasional tentang arah dan kebijakan umum sumber daya
alam yang telah ditetapkan dalam :)AB. Dengan demikian pengelolaan hutan
4=
bakau harus diarahkan agar segala pendaya gunaan sosio-ekonominya tetap
memperhatikan keseimbangan lingkungan serta kelestarian fungsi dan
kemampuannya sehingga tetap dapat menjamin kemanfaatannya bagi generasi
mendatang. Aal ini berarti pula berseuaian dengan deklarasi World <onser#ation
Startegy W<S! tahun '4>4 dan strategi konser#asi alam 3ndonesia, 0genda 1'
:lobal )iodi#ersity Strategy :)S! than '441 dan Strategi Basional (engelolaan
&eanekaragaman hayati sehingga setiap kebijakan yang ditetapkan harus
mempunyai makna $
a! (erlindungan terhadap proses ekologis dan sistem penyangga kehidupan
dalam ekosistem bakau
b! (elestarian sumberdaya bakau dan keanekaragaman sumber plasma nutfah
yang terkandung didalamnya
c! (emanfaatan secara lestari sumber daya bakau dan lingkungannya
d! &onsistensi kebijakan dan penanganan keanekaragaman hayati dan masalah
ekologis hutan bakau.
e! *encermati aliran perdagangan flora maupun fauna langka di hutan bakau.
+andasan hukum tindakan operasioanal yang berkenaan dengan
pengelolaan hutan bakau sudah ada, mulai dari Undang-Undang 23 Bo. 6 tahun
'4?1 tentang &etentuan-&etentuan (okok (engelolaan +ingkungan Aidup,
Undang-Undang 23 Bo. 4 tahun '4?7 tentang perikanan, Undang-Undang 23 Bo.
7 tahun '44@ tentang &onser#asi Sumber daa 0lam Aayati dan "kosistemnya,
Undang-Undang 23 Bo. 7 tahun '441 tentang penataan ruang. Undang-Undang
23 Bo. 7 tahun '4=> tentang ketentuan-ketentuan pokok kehutanan, Undang-
Undang 23 Bo. 4 tahun '44@ tentang kepariwisataan sampai dengan sederetan
(eraturan (emerintah, keputusan (residen, keputusan *enteri, sampai dengan
S& :ubernur (emerintah daerah -awa ,imur. (ermasalahan yang muncul justru
pada tingkat operasional pelaksanaan pengelolaan di lapangan. Secara umum hal
ini disebabkan oleh lemahnya koordinasi antara instansi serta manajemen
pelaksana di setiap instansi yang berwenang. (elaksanaan kebijakan yang
ditetapkan oleh Dinas (erikanan, misalnya sering berbentukan dengan Dinas
(ariwisata atau pihak (eruhatani maupun (emda ,k. 33, *ereka umumnya
menggarap satu kawasan yang sama dengan program yang erbeda. <ontoh konkrt
mengenai hal ini terjadi di kawasan Sendang )iru, *alang Selatan. (rogram
pengembangan fasilitas perikanan, (ariwisata dan kependudukann yang tidak
memperhatikan adanya bahaya kerusakan hutan lindung di (ulau Sempu dan
sekitarnya. ,umpang tindih pemanfaatan kawasan bakau seperti itu banyak
terjadi di -awa ,imur, hal ini ternyata masih berlanjut sampai saat ini dan
merupakan warna pengelolaan lingkungan hidup di skala nasional.
4>
Satu hasil kajian menunjukkan bahwa secara umum kelemahan
manajemen hutan bakau menyangkut banyak hal meliputi sistem si#ikultur,
sumberdaya manusis, perencanaan pengorganisasian%pelembagaan, pelaksanaan
program kerja dan pengawasan. <iri dari kelemahan manajemen tersebut antara
lain adalah data luasan kawasan hutan bakau yang tidak akurat. Di -awa ,imur
data luasan hutan bakau tersebut sering ber#ariasi menyolok antar instansi terkait
satu dengan lainnya. Aal ini tentu amat menyulitkan dalam pelaksanaan tata
ruang, pemanfaatan maupun rehabilitasinya selain dalam hal manajemen,
permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan kawasan bakau di -awa ,imur
diduga juga berhubungan dengan terjadinya degradasi hutan bakau akibat
pencurian kayu, perambahan yang tidak terkendali serta pemanfaatan yang
melebihi daya dukung. (ermasalahan terakhir ini lebih terkait dengan kondisi
sosial ekonomis dan budaya masyarakat sekitar hutan bakau secara lestari. Dari
sini terlihat bahwa pengelolaan hutan bakau secara lestari harus terkait dengan
pendidikan kesadaran berkonser#asi, peningkatan lapangan kerja dan sarana
produksi bagi penduduk di sekitar kawasan bakau dan penduduk -awa ,imur
pada umumnya.
7.6.7. 0nalisis Dan "#aluasi
Secara umum kawasan bakau di -awa ,imur menunjukkan penyusutan
dari waktu ke waktu. Usaha penghijauan yang dilakukan belum dapat diharapkan
untuk memulihkan kawasan bakau menjadi kawasan perlindungan dan
keseimbangan lingkungan. )ahkan kawasan hutan bakau yang tersisa dengan
status sebagai hutan lindung banyak yang tidak memenuhi ketetapan &eputusan
(residen Bo. 91 % '44@, karena lebar lajurnya kurang dari 11@ m Landeli, '441!.
)ila ditinjau dari kualitas fisik dan kimiawi lingkungan, sesungguhnya usaha
penghijauan masih dapat diharapkan dapat merehabilitasi kawasan bakau
menjadi kawasan hutan bakau. Aambatan utama dalam penghijauan ini justru
dari bidang sosial ekonomi, kesadaran berkonser#asi masyarakat sekitar serta
lemahnya manajemen koordinasi! pengelolaan dari pihak yang berwenang atas
kawasan bakau ini.
(engelolaan hutan mengrro#e hendaknya dimulai dari kesepakatan
mengenai pentingnya kawasan ini bagi semua pihak yang disertai dengan analisis
untung rugi analisis resiko dan manfaat!. Sebagai contoh misalnya $ kawasan-
kawasan pantai )anyuwangi, (robolinggo, Sidoarjo, Surabaya, :resik dan ,uban
yang mempunyai tingkat pencemaran logam yang cukup tinggi akibat limbah
industri, tentunya lebih bermanfaat bagi orang banyak dan lebih beresiko kecil
4?
apabila dihutankan dibandingkan untuk pertambakan. Dengan demikian, untuk
kawasan-kawasan bakau di sekitar tempat-tempat tersebut, apabila memang telah
ditetapkan untuk kawasan industri, maka tidak ada pilihan lain bagi (emda -awa
,imur untuk secara terus menerus menyadarkan masyarakat tentang bahaya
pencemaran logam berat sehingga dapat mendorong masyarakat
pemilik%petambak merekalnnya untuk dirubah menjadi hutan produksi.
6.6. Anal,$,$ dan In!er-re$!a$, Pe!a
(emetaan kondisi pesisir-pantai dilakukan dengan menggunakan
pendekatan fisiografik yang mendasarkan pada proses geomorfik di muka bumi.
(engumpulan data dilaksanakan dengan metode sur#ey yang diawali dengan
kerja laboratorium untuk mempersiapkan peta kerja lapangan.
(emetaan ini dilakukan beberapa lokasi contoh di wilayah pesisir pantai
propinsi -awa ,imur pada skala ' $ 7@.@@@ oleh karena itu bahan-bahan
penunjang foto udara, peta dan data lainnya! yang digunakan adalah yang
meliputi seluruh wilayah contoh ini.
a! (eta-(eta
Sebagai bahan acuan dalam interpretasi foto udara dan atau pengujian di
lapangan digunakan peta besar dan berbagai peta bantu lainnya $
(eta ,opogradi Skala ' $ 7@.@@@ terbitan )akosurtanal
(eta (enggunaan +ahan sekala ' $ 7@.@@@
(eta 0dministrasi, sampai tingkat kecamatan (ublikasi )(B
Loto udara yang diperlukan untuk pemetaan sumberdaya ini adalah foto
udara pankromatik hitam putih skala ' $ 7@.@@@. Loto udara nfra merah hitam
putih berskala ' $ 7@.@@@ untuk wilayah -awa ,imr sejumlah '=? lembar
hasil pemotretan bulan 0gustus sampai September '4?9 diperoleh di )adan
&oordinasi Sur#ey dan (emetaan Basional )akorsutanal! <ibinong 5 )ogor.
44
Gambar ". Diagram %lir inter&restasi D-t- udara untu7 menda&at7an &eta.
'@@
> - t - E d a r a
P a n 7 r - m a t i 7 5 i t a m
P u t i h S 7 a l a
" 0 5 0 . 0 0 0
P r - s e s = n t e r & r e t a s i
> - t - E d a r a
T e r h a d a & L a n d D - r m
P l - t t i n g 5 a s i l
= n t e r & r e t a s i > - t -
E d a r a
= n t e r & r e t a s i > - t -
E d a r a E l a n g a n
P e t a % c u a n 0
" . G e - l - g i
2 . L a n d s y s t e m
( . L a u t
# . P a n t a i P a s i r
P e t a T - & - g r a D i
S 7 a l a " 0 5 0 . 0 0 0
P e n g u . i a n L a & a n g a n
# , $ - - K " +.
b! (enyiapan (eta dasar
(eta dasar dibuat berdasarkan format dan isi yang mengacu pada peta
topografi skala ' $ 7@.@@@. Unsur-unsur yang disajikan pada peta dasar
merupakan unsur terpilih yang erat kaitannya dengan tujuan pemetaan
c! 3nterpretasi foto udara
Sebagai bahan acuan sebelum melaksanakan interpretasi foto udara
dilakukan identifikasi skala ' $ 7@T dan peta-peta lain yang terkait.
Selanjutnya dilakukan orientasi lapangan untuk mendapatkan kunci-kunci
interpretasi melalui foto udara.
0nalisis klasifikasi parameter peta mengikuti klasifikasi yang berlaku sesuai
dengan ciri ekosistem yang dikaji klasifikasi menggunakan proses geomorfik
sebagai dasar pengelompokka, pembagian lebih lanjut menggunakan
parameter lainnya. Sehingga delineasi pada foto udara menghasilkan
keseragaman dalam prose intrepretasi sebelum mendelineasi batas satuan
peta perlu mendeteksi mengidentifikasi, menganalisa dan menklsifikasi prose
geometrik, relief, lereng dan torehan sebagai elemen landform. 0notasi
tambahan yang terkait dengan landform juga digambarkan pada foto udara,
misalnya lereng curam singkapan dan sebagainya.
0nalisis landuse menggunakan analisis elemen dengan menggunakan rona,
tekstur, pola, ukuran, bentuk, tinggi, bayangan, situs dan asosianya. &unci-
kunci interpretasi diperoleh melalui orientasi lapangan sebelum dilaksanakan
interpretasi. Delineasi dilakukan pada foto udara mengikuti sebaran
karakteristik foto bagi masing-masing #egetasi dan atau penggunaan yang
ada.
Aasil interpretasi foto udara diplot pada peta dasar yang dibuat dari peta
topografi skala ' $ 7@.@@@.
'@'
0II. RE+OMENDASI DALAM PENGATURAN
+A.ASAN PESISIR
Dalam rangka pengaturan ruang kawasan pesisir pantai yang harus
diperhatikan antara lain sebagai berikut$
0. )ahaya alam yang bisa dijumpai di wilayah pesisir pantai adalah$
a. Degradasi Aabitat wilayah pesisir pantai
b. (encemaran wilayah pesisir pantai
c. 0ncaman intrusi air laut masuknya air laut ke areal darat!
d. 2awan bencana alam longsor, gelombang stunami!
e. &erusakan hutan akibat penebangan hutan secara liar
f. )elum optimalnya pengelolaan wilayah pesisir pantai
g. )elum optimalnya pemanfaatan potensi sumberdaya alam baik
pertanian, perikanan dan pariwisata!
h. *inimnya sarana dan prasarana transportasi
i. *inimnya infrastruktur
j. 2endahnya kualitas sumber daya manusia
k. 2endahnya penataan dan penegakan hukum
). 2encana (engembangan dan (engelolaan 2uang &awasan (esisir (antai
a! 2encana (enetapan Hona &awasan (esisir dan &elautan
2encana penetapan Eona kawasan pesisir dan kelautan adalah$ penetapan
kawasan budidaya dan non budidaya di wilayah darat dan perairan laut.
0rahan penetapan Eona kawasan pesisir pantai berdasarkan pada $
'. &esesuaian pemanfaatan ruang, berdasarkan Surat &eputusan *enteri
(ertanian Bo. ?9>%&(,S%U*%'4?@ dan (erda (emerintah (ropinsi -awa
,imur Bo '' tahun '44' tentang (enetapan &awasan +indung.
1. (enetapan Eona kawasan berdasarkan pada kegiatan manusia yang prospek
pengembanganya baik dan mempunyai potensi untuk dikembangkan.
)eberapa kegiatan manusia pada kawasan pesisir dan kelautan, antara lain
adalah$ pariwisata, tambak, daerah penelitian, pelabuhan pendaratari ikan
((3!, pemukiman nelayan.
9. (enetapan berdasarkan pada Undang-undang Bo.11 ,ahun '444, yang
menjelaskan bahwa kewenangan pengelolaan wilayah kelautan bagi
&abupaten adalah 6 mill. 0rahan penetapan Eona kawasan pesisir dan
kelautan &abupaten adalah perlindungan terhadap habitat terumbu karang dan
mangro#e.
'@1
6. )erdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa di
wilayah pesisir telah terjadi perubahan fungsi penggunaan tanah ataupun
perusakan terumbu karang karena kesalahan pengelolaan. 0dapun secara garis
besar arahan pengelolaan wilayah daratan diarahkan pada$
'! Di wilayah darat mengingat kondisi pantai umumnya merupakan pantai
berpasir dan wilayah dengan topografi yang terjal, maka pada wilayah
pantai yang saat ini merupakan kawasan hutan diarahkan untuk tidak
diubah pola penggunaan tanahnya, bahkan harus dipelihara keasriannya.
(ada kawasan hutan yang mengalami kerusakan baik karena penebangan
ataupun karena kekurangtepatan dalam pengelolaan maka diarahkan untuk
dikelola secara teknis dan #egetatif maupun pengelolaannya bersama
masyarakat.
1! )eberapa kawasan yang diperuntukkan sebagai tegalan ternyata menurut
kesesuaian lahannya adalah untuk kawasan penyangga. (ada kawasan ini
maka diperlukan pengelolaan tegalan yang mampu memberikan fungsi
perlindungan melalui memperbanyak tanaman keras dan tanaman tahunan.
9! (ada kawasan yang telah bersesuaian peruntukannya, maka diperlukan
peningkatan intensitas kegiatan dengan titik berat peningkatan nilai
ekonomi komoditas.
6! (ada wilayah pantai yang memiliki terumbu karang, maka diperlukan
penyuluhan dan pemberian informasi pada masyarakat tentang manfaat
terumbu karang dan upaya pengelolaannya.
7! &husus untuk wilayah konser#asi yang memiNiki aset wisata, maka
pengelolaannya harus dilakukan secara terpadu, dimana pariwisata yang
dikembangkan hanya sebatas menikmati pemandangan alam dan
melakukan penelitian saja.
=! (elaksanaan agroforestry pada lahan-3ahan yang telah ditetapkan
sebagai kawasan penyangga. (ada daerah pesisir yang telah mengalami
terjadinya pergeseran fungsj lahan berdasarkan Eona fungsional yang telah
ditetapkan. &arena semakin berkurang #egetasi yang berfungsi sebagai
penahan laju air limpasan. 0kan berakibat$ Semakin besar air limpasan
permukaan, maka semakin kecil air yang merembes ke dalam tanah
sebagai air tanah atau air infiltrasi. )esarnya limpasan ini akan
mengakibatkan air sebagai sumber kehidupan untuk masa mendatang akan
sulit ditemukan karena persediaan air dalam tanah sangat sedikit.
>! Semakin besar air limpasan yang menuju ke pantai akan membawa
jutaan ton tanah subur hasil erosi, hal 3ni akan mengakibatkan penimbunan
lumpur dl daerah hilir sehingga mengancam rusaknya ekosistim di daerah
pantai.
'@9
?! (engelolaan wiiayah pantai ini pada dasarnya merupakan pengelolaan
antara wilayah daratan dan lautan secara terpadu. )erdasarkan kondisi
yang ada di wilayah daratan atas! telah dilakukan upaya pengelolaan
untuk mengarahkan pada pemanfatan nilai ekonomis lahan baik pada
kawasan lindung maupun kawasan budidaya, maka di bagian hilir laut!
juga perlu kegiatan serupa sehingga program keberlanjutan pembangunan
dapat dilaksanakan secara menerus.
4! (engelolaan pesisir pesisir pantai ini pada dasarnya merupakan upaya
untuk pemanfaatan dalam jangka panjang yang berlanjut. Untuk itu maka
sangat diperlukan pemahaman masyarakat terhadap fungsi dan petingnya
suatu ekosistem yang memberikan kehidupan sumberdaya peisisir, dengan
arahan-arahan yang ditempuh sebagai berikut$
'! (enyadaran hukum terhadap kegiatan masyarakat yang
mengakibatkan terjadinya kerusakan berdampak luas. *isalnya
penebangan hutan di daerah atas.
1! (enyadaran hukum terhadap kegiatan masyarakat yang berdampak
terhadap kelangsungan hidup ekosistem dan mata pencaharian.
*isalnya penangkapan ikan dengan menggunakan bahan beracun
dan bom
9! *emberikan altematif kegiatan terhadap kegiatan yang bersifat
merusak lingkungan.

'@6