Anda di halaman 1dari 3

Peras Bos Judi "Online", 3 Perwira dan 1 Bintara

Polisi Terancam Dipecat


Jumat, 15 Agustus 2014 | 21:34 WIB
Tribunnews/Kompas.com
Ilustrasi.
SBY Beberkan Prestasi,
Dahlan Iskan Mengaku
Berlinang Air Mata
Fahri Hamzah Puji
Jokowi soal Menteri
Lepas Jabatan Parpol
Mau Tak Antre di Bagian
Imigrasi? Miliki Paspor
Jenis Ini
Bekas Diskotek Stadium
Dijaga 24 Jam
Van Gaal Teguh dengan
Skema Tiga Bek Tengah
Terkait
9
BANDUNG, KOMPAS.com Kepala Polda Jawa Barat Inspektur
Jenderal Mochamad Iriawan menegaskan bahwa beberapa anggotanya
yang bertugas di Ditreskrimum Polda Jabar yang terlibat kasus pemerasan
dan gratifikasi terhadap pelaku judi online dengan nilai hampir Rp 6 miliar
terancam dipecat dari keanggotaan Polri.
"Itu pidana umum masuknya. Jangan main-main, ancamannya dipecat itu,"
tekan Iriawan di Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/8/2014).
Beberapa anggota Ditreskrimum Polda Jabar itu antara lain adalah AKBP
MB, Kompol W, AKP D, dan Briptu A. Mereka sudah dicopot dari
jabatannya. "(Mereka) sudah enggak bener itu, sudah langsung saya copot
dari jabatannya," tekan dia.
Iriawan mengatakan, saat ini, keempatnya ditahan di Mabes Polri untuk
menjalani pemeriksaan. "Mereka ditahan di Mabes Polri, disidik oleh
Bareskrim, dan mungkin akan dipidanakan," urainya.
Propam Polri saat ini sedang memeriksa para oknum perwira tersebut
untuk membuktikan sejauh mana keterlibatan mereka.
"Pemeriksaan sedang dilakukan oleh internal Propam (Polri). Nanti, setelah
ada indikasi pidana, diserahkan ke reserse. Setelah cukup, nanti disidik,
dan nanti diserahkan ke persidangan. Kalau jaksa memutuskan hukuman
lebih dari 3 bulan, ya aturannya (mereka) dipecat. Akan tetapi, nanti, lihat
perkembangan dulu," katanya.
Iriawan mengaku tak akan tebang pilih terhadap anggota yang melakukan
pelanggaran, termasuk perwira sekalipun. Dia menyatakan, pihaknya
sudah jauh hari mengimbau kepada jajarannya agar bertugas dengan baik
dan benar tanpa melanggar kode etik kepolisian.
"Penanganan, siapa pun, ya sama saja. Polisi yang tidak benar, polisi yang
merugikan, polisi yang menyakiti rakyat, polisi yang berbuat pidana, kita
pidanakan. Pidana umum itu ya, jangan main-main lho, ancamannya pasti
dipecat," ujar dia.
Kasus ini berawal saat Ditreskrimum Polda Jabar berhasil membekuk bos
judi online pada tahun 2013 dan bulan Februari 2014 lalu. Pada 7
Februari, Ditreskrimum Polda Jabar menggelar ekspose pembongkaran
praktik judi online