Anda di halaman 1dari 17
  1. Nama unit kerja Dinas Perindustrian, Perdagangan Dan Koperasi 2. Alamat dan telepon kantor
 
 

1. Nama unit kerja Dinas Perindustrian, Perdagangan Dan Koperasi

2. Alamat dan telepon kantor JL. Empat Lima No. 4 (0627) 21265 FAX (0627) 21265 Kode Pos 22212

3. Tugas pokok (Dinas) Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 05 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas – Dinas dan Peraturan Bupati Dairi Nomor 15 Tahun 2008 tentang Tugas Pokok dan uraian Tugas tiap – tiap jabatan pada Dinas – Dinas Daerah Kabupaten Dairi.

Dalam Peraturan Daerah Nomor : 05 Tahun 2008 Bab : X, disebut kedudukan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi merupakan unsur pelaksana Otonomi Daerah Pemerintah Kabupaten yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah dalam Bidang Perindustrian, Perdangangan Perlindungan Konsumen, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

4. Fungsi (Dinas) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 70, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi menyelenggarakan fungsi:

Perumusan kebijakan teknis dalam bidang perindustrian, perdagangan dan koperasi; Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dalam bidang perindustrian, perdagangan dan koperasi; Pembinaan dan pelaksanaan tuga teknis dalam bidang perindustrian, perdagangan dan koperasi; Pengelolaan urusan ketatausahaan Dinas; Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati, sesuai tugas dan fungsinya.

5. Visi (Dinas) Visi merupakan pandangan jauh kedepan, kemana dan bagaimana instansi pemerintah harus dibawa dan berkarya agar konsisten dan dapat eksis, antisipatif, inovatif serta produktif. Visi tidak lain adalah uatu gambaran yang menantang tentang keadaan maa depan berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh intansi pemerintah. Dengan mengaju pada batasan tersebut, visi Dinas Perindagkop kabupaten Dairi dijabarkan sebagai berikut :

“ Terwujudnya Pelaku Usaha Industri, Dagang, Koperasi Dan Usaha Mikro Kecil Menengah Profesional Melalui Pengembangan Agribisnis Yang Berdaya Saing “

6. Misi (Dinas)

Meningkatkan Sumber Daya aparat Dinas Perindagkop Guna mewujudkan Pelayanan Prima;

Meningkatkan Sumber Daya para pelaku usaha Industri Dagang, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di bidang pengolahan bahan baku dan pemasaran produk agribisnis;

Meningkatkan efisiensi produksi melalui penerapan Teknologi Tepat Guna di Sektor Agribisnis;

Meningkatkan kualitas produk Agribisnis terutama inti daerah;

Mengembangkan pemasaran produk agribisnis melalui: Kontrak harga, Kemitraan promosi dan Kontak Dagang;

Mewujudkan terciptanya tertib niaga dan etika bisnis guna menghindari perbuatan curang dalam transaksi dagang

7. Struktur Organisasi KEPALA DINAS Ir. Herlina Lumbantobing NIP. 19630524 198903 2 005 SEKRETARIS Humiras
7.
Struktur Organisasi
KEPALA DINAS
Ir. Herlina Lumbantobing
NIP. 19630524 198903 2 005
SEKRETARIS
Humiras Sijabat
NIP. 19570703 197903 2 002
SUB BAGIAN
PROGRAM DAN PELAPORAN
POLEN TAMPUBOLON
NIP. 19640608 198503 1 008
SUB BAGIAN
UMUM
SUMIATI PURBA
NIP. 19601224 198603 2 003
SUB BAGIAN
KEUANGAN
TIARMA SIAHAAN
NIP. 19600614 198002 2 001
KEPALA BIDANG
PERINDUSTRIAN
JONESTER TAMPUBOLON, SE
NIP. 19561103 198201 1 002
KEPALA BIDANG
PERDAGANGAN
TERUNA
NIP. 19591221 198102 1 001
KEPALA BIDANG
PERLINDUNGAN KONSUMEN
SENJATA GINTING, SH
NIP. 19571010 198102 1 004
KA BIDANG KOPERASI, USAHA
MIKRO, KECIL DAN MENENGAH
TUHORMAN DAMANIK, S.Sos
NIP. 19580819 198203 1 007
SEKSI
AGRO INDUSTRI PERTANIAN
EDISON M NAIBAHO,SE
NIP. 19760217 200312 1 002
SEKSI
PERDAGANGAN DALAM NEGERI
MANSYUR ANGKAT
NIP. 19590220 198103 1 005
Plt. SEKSI
PENYULUHAN
DANIEL
NIP. 19600818 198303 1 011
SEKSI
KELEMBAGAAN KOPERASI
HOTNA BUTAR-BUTAR
NIP. 19580610 198303 2 005
SEKSI AGRO INDUSTRI
KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN
PINTA NAYA B.SIMANJUNTAK, SE
NIP. 19730413 200312 2 001
SEKSI
PERDAGANGAN LUAR NEGERI
RINALDO PANGGABEAN, SE
NIP. 19720816 200502 1 001
SEKSI PENGAWASAN PEREDARAN
BARANG
F. PENTUS SIMANJUNTAK
NIP. 19600222 198403 1 004
SEKSI
PEMBERDAYAAN KOPERASI
LINDA PASARIBU
NIP. 19620303 198603 2 002
SEKSI
NON AGRO INDUSTRI
BAMBANG SUBIAKTO
NIP. 19610826 198503 1 003
SEKSI
PEMBERDAYAAN MEDIATOR
SUBANDRIO
NIP. 19620408 198303 1 003
SEKSI
METROLOGI LEGAL
SOLLI SIREGAR
NIP. 19620214 198302 1 003
SEKSI USAHA MIKRO
KECIL DAN MENENGAH
MORHAN MANALU
NIP. 19590426 198303 1 004
8. Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat (mis. Izin, dll.) BIDANG PERINDUSTRIAN Tugas pokok perindustrian terhadap
8. Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat (mis. Izin, dll.) BIDANG PERINDUSTRIAN Tugas pokok perindustrian terhadap

8.

Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat (mis. Izin, dll.)

BIDANG PERINDUSTRIAN

Tugas pokok perindustrian terhadap industri kecil adalah :

 

Pembinaan dan pengembangan, bertujuan (INPUT) memberikan :

Bantuan bimbingan dan penyuluhan

Bantuan pendidikan dan latihan

Bantuan manajemen

Bantuan dalam bentuk bahan baku

Bantuan promosi, pemasaran dan transportasi

Bantuan mesin dan peralatan

Sebagai OUTPUT nya / Perilaku yang diharapkan adalah :

 

Dapat merubah perilaku tradisi menjadi industri kecil yang dinamis dan modern

Mutu bertambah baik (Produk)

Cara kerja yang lebih baik (manaejmen)

Bahan baku tersedia secara kontinu dengan harga yang relative murah

Pemasaran produksi lancer (adanya informasi dan promosi)

Mesin dan peralatan yang diberikan dapat merancang alih teknologi tepat guna

Sentra adalah : Sekelompok unit usaha sejenis, terdiri dari satu atau lebih unit usaha dengan sejumlah pengrajin sebagai tenaga kerja, bekerja di tempatnya masing-masing yang dapat dibina secara dan efektif dipertanggungjawabkan oleh aparat Pembina perindustrian.

Pembinaan melalui sentra keunggulannya adalah :

 

Bantuan yang diberikan dapat segera dinikmati oleh industri kecil yang bersangkutan

Azas manajemen kekeluargaan yang turun temurun dapat dipertahankan

Biaya pemberian yang diperlukan tidak begitu besar karena tidak perlu memindahkan ke tempat yang baru dan tidak perlu memabangun sarana usaha yang baru Pembinaan sentra yang berada di pedesaan ini mempunyai urbanisasi dan memperkuat ketahanan sosial ekonomi di pedesaan.

 

Dasar Hukum

Perda No. 07 Tahun 2001 Tentang Pembinaan Dan Pengembangan Usaha Industri

 

STRATEGI KEBIJAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN IPKN /UKM – INDAG

Peningkatan kinerja eksport

Pengembangan usaha IPKN/UKM sampai ke daerah

Peningkatan utilisasi produksi

UPAYA PEMBERDAYAAN IPKN/UKM – INDAG

 

Memprioritaskan pembinaan dan pengembangan UKM – INDAG Yang menggunakan bahan baku lokal bagi produksi industrinya serta memperdagangkan produksi dalam negeri bagi pasar dalam dan luar negeri;

Memberikan peranan yang lebih besar kepada UKM – INDAG untuk mendistribusikan barang dan jasa terutama bahan kebutuhan pokok masyarakat;

Memberikan peluang yang lebih besar kepada lembaga professional untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembinaan dan pengembangan UKM – INDAG;

Meningkatkan kerjasama dengan lembaga terkait untuk mendorong wirausaha baru;

Meningkatkan pelaksanaan kemitraan usaha antara UKM – INDAG dengan industri besar; Memperluas jaringan dan
Meningkatkan pelaksanaan kemitraan usaha antara UKM – INDAG dengan industri besar; Memperluas jaringan dan

Meningkatkan pelaksanaan kemitraan usaha antara UKM – INDAG dengan industri besar;

Memperluas

jaringan

dan

menyebaran

informasi

pasar

dan

perusahaan

bagi

kepentingan

pengembangan UKM – INDAG;

 

Meningkatkan UKM dalam penguasaan teknologi informasi termasuk teknologi proses dan produk;

Mempasilitas pemasyarakatan teknologi informasi termasuk e – commerce;

 

Memberikan bantuan pasilitas akses pasar baik di dalam dan di luar negeri;

Mendorong pembangunan infrastruktur yang mendukung pemberdayaan UKM – INDAG;

 

Mengembangkan system perdagangan dan transparan melalui system lelang;

 

Mendorong pengembangan UKM – INDAG berwawasan lingkungan berkelanjutan;

 

Memberikan peluang kepada UKM – INDAG dibidang kerjasama internasional;

Mengembangkan

UKM

INDAG

yang

mampu

melakukan

usaha

dengan

etika

bisnis

dan

 

perlindungan kepada konsumen secara sehat;

 

Usaha industri terdiri 4 (empat) kelompok yaitu :

Kerajinan umum

 

Kimia dan bahan bangunan

 

Dasar logam

 

Sandang dan pangan

Syarat-syarat untuk memperoleh ijin Industri

 

Pemohon mengisi formulir yang sudah disediakan aparat perindustrian.

 

Pemohon melengkapi berkas-berkas sebagai berikut :

 

Fotocopy Pemilikan tanah yg diketahui Camat……………

2 lbr

Fotocopy Akte Notaris (bila ada) ……………………………

2 lbr

Fotocopy izin yang dimiliki (perpanjangan) ………………… 2 lbr

 

Fotocopy KTP pemilik / Direktur ……………………………

2 lbr

 

Fotocopy HO dari Camat ……………………………………

2 lbr

Fotocopy NPWP ……………………………………

2 lbr

Pas Photo berwarna 3 x 4 ………

………………………… 2 lbr

Materai Rp. 6.000,- …………………………………………… 2 lbr

Membayar Retribusi Industri sesuai Perda No. 07 Tahun 2001.

 

Peninjauan usaha industri

oleh 2 orang aparat perindustrian (selambat-lambatnya 3 hari) dan

membuat berita acara pemeriksaan (bap) dan ditandatangani petugas dan pengusaha.

 

Penerbitan izin usaha industri selambat-lambatnya 14 hari kerja.

 

RETRIBUSI INDUSTRI

 

Sesuai dengan Perda Nomor 07 Tahun 2001 :

 

Retribusi Usaha Industri Mekanis :

1. Retribusi Pokok

 

Rp. 250.000,-

 

2. Retribusi Tenaga Penggerak tiap-tiap 1 PK ( Tenaga Kuda )

Rp.

50.000,-

3. Retribusi Tenaga Kerja 1 s/d 5 org

 

Rp.

50.000,-

Retribusi Usaha-usaha Non Mekanis

 

1. Retribusi Pokok

 

Rp. 125.000,-

 

2. Retribusi Tenaga Kerja 1 s/d 5 org

 

Rp.

50.000,-

ALUR PENERBITAN IZIN USAHA INDUSTRI DINAS PERINDAGKOP KAB. DAIRI PEMOHON (PENGUSAHA) PENGAMBILAN FORMULIR
ALUR PENERBITAN IZIN USAHA INDUSTRI DINAS PERINDAGKOP KAB. DAIRI PEMOHON (PENGUSAHA) PENGAMBILAN FORMULIR

ALUR PENERBITAN IZIN USAHA INDUSTRI DINAS PERINDAGKOP KAB. DAIRI

PEMOHON

(PENGUSAHA)

PENGAMBILAN FORMULIR

KAB. DAIRI PEMOHON (PENGUSAHA) PENGAMBILAN FORMULIR PENGISIAN FORMULIR SESUAI IZIN YANG DIBUTUHKAN DAN

PENGISIAN FORMULIR SESUAI IZIN YANG DIBUTUHKAN DAN DITANDATANGANI

FORMULIR SESUAI IZIN YANG DIBUTUHKAN DAN DITANDATANGANI PEMOHON MELENGKAPI BERKAS SBB : - Fotocopy Pemilikan tanah

PEMOHON MELENGKAPI BERKAS SBB :

- Fotocopy Pemilikan tanah yg diketahui Camat……………

- Fotocopy Akte Notaris (bila ada) ………………………….…

- Fotocopy izin yang dimiliki (perpanjangan) ………………….1 lbr

1

lbr

1

lbr

- Fotocopy KTP pemilik / Direktur ……………………………

1

lbr

- Fotocopy HO dari Camat ……………………………………

1

lbr

- Fotocopy NPWP ……………………………………

1

lbr

- Pas Photo berwarna 3 x 4 ………

- Materai Rp. 6.000,- ……………………………………………2 lbr

- Membayar Retribusi Industri sesuai Perda No. 07 Tahun 2001

…………………………2 lbr

TEMPAT USAHA INDUSTRI

PENINJAUAN USAHA INDUSTRI OLEH APARAT (SELAMBAT-LAMBATNYA 3 HARI) DAN MEMBUAT BERITA ACARA PEMERIKSAAN (BAP) DAN DITANDATANGANI PETUGAS DAN PENGUSAHA

PENERBITAN IZIN USAHA INDUSTRI SELAMBAT-LAMBATNYA 5 HARI KERJA SETELAH BERKAS LENGKAP

PETUGAS DAN PENGUSAHA PENERBITAN IZIN USAHA INDUSTRI SELAMBAT-LAMBATNYA 5 HARI KERJA SETELAH BERKAS LENGKAP
PETUGAS DAN PENGUSAHA PENERBITAN IZIN USAHA INDUSTRI SELAMBAT-LAMBATNYA 5 HARI KERJA SETELAH BERKAS LENGKAP
ALUR PENERBITAN IZIN USAHA INDUSTRI DINAS PERINDAGKOP KAB. DAIRI PEMOHON (PENGUSAHA) PENGAMBILAN FORMULIR
ALUR PENERBITAN IZIN USAHA INDUSTRI DINAS PERINDAGKOP KAB. DAIRI PEMOHON (PENGUSAHA) PENGAMBILAN FORMULIR

ALUR PENERBITAN IZIN USAHA INDUSTRI DINAS PERINDAGKOP KAB. DAIRI

PEMOHON

(PENGUSAHA)

PENGAMBILAN

FORMULIR

PENGISIAN FORMULIR SESUAI IZIN YANG DIBUTUHKAN DAN DITANDATANGANI

FORMULIR SESUAI IZIN YANG DIBUTUHKAN DAN DITANDATANGANI PEMOHON MELENGKAPI BERKAS SBB : - Fotocopy Pemilikan tanah

PEMOHON MELENGKAPI BERKAS SBB :

- Fotocopy Pemilikan tanah yg diketahui Camat……………

lbr

- Fotocopy izin yang dimiliki (perpanjangan) ………………….2 lbr

- Fotocopy Akte Notaris (bila ada) ……………………………

2

2

lbr

- Fotocopy KTP pemilik / Direktur ……………………………

2

lbr

- Fotocopy HO dari Camat ……………………………………

2

lbr

- Fotocopy NPWP ……………………………………

2

lbr

- Pas Photo berwarna 3 x 4 ………

- Materai Rp. 6.000,- ……………………………………………2 lbr

- Membayar Retribusi Industri sesuai Perda No. 07 Tahun 2001

…………………………2 lbr

TEMPAT USAHA INDUSTRI

PENINJAUAN USAHA INDUSTRI OLEH 2 ORANG APARAT PERINDUSTRIAN (SELAMBAT- LAMBATNYA 3 HARI) DAN MEMBUAT BERITA ACARA PEMERIKSAAN (BAP) DAN DITANDATANGANI PETUGAS DAN PENGUSAHA

PEMERIKSAAN (BAP) DAN DITANDATANGANI PETUGAS DAN PENGUSAHA PEMERIKSAAN BAP PENERBITAN IZIN USAHA INDUSTRI SELAMBAT-

PEMERIKSAAN

BAP

PENERBITAN IZIN USAHA INDUSTRI SELAMBAT- LAMBATNYA 14 HARI KERJA

PETUGAS DAN PENGUSAHA PEMERIKSAAN BAP PENERBITAN IZIN USAHA INDUSTRI SELAMBAT- LAMBATNYA 14 HARI KERJA
PETUGAS DAN PENGUSAHA PEMERIKSAAN BAP PENERBITAN IZIN USAHA INDUSTRI SELAMBAT- LAMBATNYA 14 HARI KERJA
BIDANG PERDAGANGAN Penyuluhan tentang Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Tanda
BIDANG PERDAGANGAN Penyuluhan tentang Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Tanda

BIDANG PERDAGANGAN

Penyuluhan tentang Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Tanda Daftar Gudang (TDG).

Tata Cara Dokumen Persyaratan Permohonan SIUP, TDP dan TDG.

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Dan Tanda Daftar Gudang (TDG).

 

Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)

Dasar Hukum : Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor : 36/M-DAG/Per/9/2007 Tentang Penerbitan Surat Ijin Usaha Perdagangan.

Setiap Perusahaan yang melakukan usaha perdagangan wajib memiliki SIUP. SIUP adalah Surat Ijin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan.

Perdagangan adalah kegiatan usaha transaksi barang atau jasa seperti jual beli, sewa beli, sewa menyewa yang dilakukan secara berkelanjutan dengan tujuan pengalihan hak atas barang atau jasa disertai imbalan atau kompensasi.

Kewajiban Memliki SIUP dikecualikan terhadap :

 

Kantor Cabang Perusahaan atau Kantor Perwakilan Perusahaan;

Perusahaan kecil perorangan yang tidak berbentuk Badan Hukum atau Persekutuan, yang diurus, dijalankan atau dikelola sendiri oleh pemiliknya sendiri atau anggota keluarga.

Pedagang Keliling, Pedagang Asongan, Pedagang Pinggir Jalan atau Pedagang Kaki Lima.

 

Perusahan yang dikecualikan tersebut diatas dapat diberikan SIUP apabila dikehendaki yang bersangkutan.

SIUP terdiri dari :

 

SIUP Kecil, apabila modal Perusahaan sampai dengan Rp. 200.000.000,-

 

SIUP Menengah, apabila modal Perusahaan diatas Rp. 200.000.000 sampai dengan Rp. 500.000.000,-

SIUP Besar, apabila modal Perusahaan diatas Rp. 500.000.000,-

SIUP berlaku selama Perusahaan Perdagangan masih menjalankan Kegiatan Usaha.

Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Dasar Hukum : Undang-undang Nomor 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan, Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor : 37/M-DAG/PER/9/2007 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Perusahaan dan Perda Kabupaten Dairi Nomor 20 Tahun 2008 tentang Retribusi Tanda Daftar Perusahaan.

Tanda Daftar Perusahaan (TDP) adalah surat tanda pengesahan yang diberikan Kantor Pendaftaran Perusahaan kepada perusahaan
Tanda Daftar Perusahaan (TDP) adalah surat tanda pengesahan yang diberikan Kantor Pendaftaran Perusahaan kepada perusahaan

Tanda Daftar Perusahaan (TDP) adalah surat tanda pengesahan yang diberikan Kantor Pendaftaran Perusahaan kepada perusahaan yang melakukan pendaftaran perusahaan. Setiap perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas PT, Koperasi, Persekutuan Komanditer (CV), Firma (Fa), Perorangan dan Bentuk Usaha Lainnya (BUL), temasuk Perusahaan asing dengan status Kantor Pusat, Kantor tunggal, Kantor Cabang, Kantor Pembantu yang berkedudukan dan menjalankan usahanya di wilayah Negara Republik Indonesia wajib didaftarkan dalam daftar perusahaan.

TANDA DAFTAR GUDANG (TDG)

 

Dasar Hukum : Peraturan Menteri Perdagangan RI NO: 16/M-DAG/PER/3/2006, tentang Penataan dan Pembinaan Pergudangan.

Gudang adalah suatu ruangan yang tidak bergerak yang dapat ditutup dengan tujuan tidak untuk dikunjungi oleh umum melainkan dipakai khusus untuk tempat penyimpanan barang-barang perniagaan dan tidak untuk kebutuhan sendiri serta memenuhi syarat-syarat lain yang ditetapkan oleh Menteri Perdagangan RI.

Usaha pergudangan adalah kegiatan jasa pergudangan yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau perorangan melalui pemanfaatan gudang miliknya sendiri, atau pihak lain untuk mendukung kegiatan perdagangan barang.

Tanda Daftar Gudang (TDG) adalah surat tanda daftar yang berlaku sebagai bukti bahwa gudang tersebut telah didaftar untuk dapat melakukan kegiatan sarana distribusi.

 

Surat Keterangan Penyimpanan Barang (SKPB) adalah tanda bukti penyimpanan barang yang harus dimilki oleh pemilik, pengelola dan/atau penyewa gudang terhadap jenis barang yang mempunyai karakteristik tertentu.

Setiap perusahaan atau perorangan yang menguasai atau menjalankan usaha pergudangan yang dimaksud diatas wajib mempunyai Tanda Daftar Gudang dengan masa berlaku selama 5 (lima) tahun. Pengecualian untuk memiliki Tanda Daftar Gudang (TDG) diberikan kepada gudang yang berada dipelabuhan dan dikuasai oleh penguasa pelabuhan, Kawasan Berikat, Gudang yang melekat dengan usaha industrinya.

Gudang dibagi menjadi 3 (tiga) jenis berdasarkan luasnya yaitu :

 

Gudang Kecil, dengan luas antara 36 m 2 sampai dengan 2.500 m 2

Gudang Menengah dengan luas diatas 2.500 m 2 sampai dengan 10.000 m 2

Gudang Besar dengan luas diatas 10.000 m 2

Dokumen Persyaratan Permohonan SIUP dan TDP dan TDG.

 

Perusahaan berbadan hukum PT; Fotokopi Akta Notaris Pendirian Perusahaan; Fotokopi SITU dari Kantor Camat;

Fotokopi SK Pengesahan Badan Hukum PT dari Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia; Fotokopi KTP;
Fotokopi SK Pengesahan Badan Hukum PT dari Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia;
Fotokopi KTP;
Foto Penanggung jawab Perusahaan ukuran 3x4 cm sebanyak 2 lembar;
Perusahaan berbadan hukum Koperasi;
Fotokopi Akta Notaris Pendirian Koperasi;
Fotokopi SITU;
Fotokopi KTP;
Foto Penanggung jawab Koperasi ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar.
Perusahaan berbentuk CV dan Firma;
Fotokopi Akta Notaris Pendirian Perusahaan yang telah didaftar pada Pengadilan Negeri;
Fotokopi SITU;
Fotokopi KTP;
Foto penanggung jawab Perusahaan ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar.
Perusahaan berbentuk Perorangan;
Fotokopi SITU;
Fotokopi KTP;
Foto Pemilik Perusahaan ukuran 3x4 cm sebanyak 2 lembar.
Khusus untuk Pemohon Tanda Daftar Gudang
Sebagai tambahan untuk permohonan penerbitan Tanda Daftar Gudang, dilampirkan fotocopy perjanjian pemakaian atau penguasaan gudang dengan pemilik gudang apabila
sewa-menyewa.
Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
Dasar Hukum : Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor : 36/M-DAG/PER/9/ 2007 tanggal 4 September 2007 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha
Perdagangan.
SIUP adalah Surat Izin untuk melaksanakan Kegiatan Usaha Perdagangan. Jadi setiap Perusahaan yang melakukan usaha perdagangan wajib memiliki SIUP.
Persyaratan untuk Pengurusan SIUP :
Fotokopi akte notaris bagi perusahaan yang berbadan hukum (PT, CV, Koperasi, FA, Badan Usaha Lain).
Fotokopi KTP pemilik/direktur.
Foto pemilik / direktur ukuran 3 x 4 cm (2 lembar)
Fotokopi SITU Materai Rp. 6.000,- (1 lembar). Alur Penerbitan SIUP. PENANDA TANGANAN DAN PENYERAHAN SIUP
Fotokopi SITU Materai Rp. 6.000,- (1 lembar). Alur Penerbitan SIUP. PENANDA TANGANAN DAN PENYERAHAN SIUP

Fotokopi SITU Materai Rp. 6.000,- (1 lembar).

Alur Penerbitan SIUP.

PENANDA TANGANAN DAN PENYERAHAN SIUP KE PETUGAS PEMEROSES

PENGUSAHA

PENGUSAHA

PENGUSAHA
PENGUSAHA
PENGUSAHA
PENGUSAHA
PENGUSAHA
PENGUSAHA
PENGUSAHA
PENGUSAHA
PENGUSAHA
PENGUSAHA

PENGAMBILAN

DAN PENYERAHAN SPI

I

III

PROSES

PENERBITAN

V

IV

DAN PENYERAHAN SPI I III PROSES PENERBITAN V IV I V II DITOLAK KARENA BELUM LENGKAP

I

DAN PENYERAHAN SPI I III PROSES PENERBITAN V IV I V II DITOLAK KARENA BELUM LENGKAP
DAN PENYERAHAN SPI I III PROSES PENERBITAN V IV I V II DITOLAK KARENA BELUM LENGKAP
V
V

II

DITOLAK KARENA

BELUM LENGKAP

VI

I. Pengambilan SPI oleh Pengusaha

II. - SPI Diserahkan kembali untuk diperiksa -Pemberitahuan penerbitan SIUP dan pengambilan SIUP pada tanggal ….

III. Memproses untuk penerbitan SIUP

IV. Penandatanganan SIUP dan

V. Penyerahan SIUP ke petugas pemeroses untuk diserahkan kepada pengesahan sesuai poin II

VI. Penyerahan SIUP kepada Pengusaha

*) SPI = Surat Permohonan Izin

Waktu ( lamanya) layanan Paling lambat 3 ( tiga) hari kerja terhitung sejak di terimanya surat permohonan SIUP dan dokumen persyratan secara lengkap dan benar, SIUP sudah di terbitkan.

Biaya Pelayanan

surat permohonan SIUP dan dokumen persyratan secara lengkap dan benar, SIUP sudah di terbitkan. Biaya Pelayanan
surat permohonan SIUP dan dokumen persyratan secara lengkap dan benar, SIUP sudah di terbitkan. Biaya Pelayanan
Pejabat yang bertanggung jawab terhadap Pelayanan Penerbitan TDP adalah Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Dairi.
Pejabat yang bertanggung jawab terhadap Pelayanan Penerbitan TDP adalah Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Dairi.

Pejabat yang bertanggung jawab terhadap Pelayanan Penerbitan TDP adalah Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Dairi.

Penerbitan Tanda Daftar Perusahaan ( TDP) Dasar Hukum :

- Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan

- Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 37/ M- DAG/ PER /9/ 2007 ,

- Peraturan Daerah Kabupaten Dairi Nomor 20 Tahun 2008 tentang Retribusi Wajib Daftar Perusahaan

tanggal 4 September 2007 Tentang Penyelenggaraan Perusahaan

Tanda Daftar Perusahaan (TDP) adalah surat tanda pengesahan yang diberikan oleh Kantor Pendaftaran Perusahaan kepada perusahaan yang telah melakukan Perusahaan.

Persyaratan untuk Pengurusan TDP:

Fotokopi Akta Notaris bagi perusahaan yang berbadan hukum, (PT,CV,Koperasi, FA, Badan Usaha lainnya

Fotokopi Izin yang dimiliki

Fotokopi pemilik/ Direktur

Fotokopi SITU

Materai Rp. 6000 ( 1 lembar)

Alur Penerbitan TDP

PENGUSAHA

`

PENGAMBILAN

FORMULIR

I

ISIAN

PROSES

IV

PENANDATANGA NAN DAN PENYERAHAN TDP KE PETUGAS PEMEROSES

PENERBITAN

 
 
 

V

 

VI

I

TDP KE PETUGAS PEMEROSES PENERBITAN       V   VI I III II DITOLAK KARENA

III

TDP KE PETUGAS PEMEROSES PENERBITAN       V   VI I III II DITOLAK KARENA

II

DITOLAK KARENA

BELUM LENGKAP

  VI I III II DITOLAK KARENA BELUM LENGKAP Setiap perusahaan yang mengajukan permohonan SIUP baru,
  VI I III II DITOLAK KARENA BELUM LENGKAP Setiap perusahaan yang mengajukan permohonan SIUP baru,

Setiap perusahaan yang mengajukan permohonan SIUP baru, tidak di kenakan biaya. Pejabat yang bertanggungjawab terhadap pelayanan penerbitan SIUP adalah Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindagkop Kabupaten Dairi.

pendaftaran

I. Pengambilan Formulir isian TDP oleh Pengusaha II. Pemeriksaan Kelengkapaan Persyaratan - Apabila telah lengkap
I. Pengambilan Formulir isian TDP oleh Pengusaha II. Pemeriksaan Kelengkapaan Persyaratan - Apabila telah lengkap

I. Pengambilan Formulir isian TDP oleh Pengusaha

II. Pemeriksaan Kelengkapaan Persyaratan

- Apabila telah lengkap ( memenuhi syarat ) Petugas mengeluarkan surat perintah membayar

- Pemberitahuan Penerbitan TDP dan Pengambilan TDP pada tanggal …

III. Memproses untuk Penerbitan TDP

IV. Penandatanganan TDP dan

V. Penyerahan TDP ke Petugas Pemroses untuk di serahkan kepada Pengesahan sesuasi poin II

VI. Penyerahan TDP kepada Pengusaha

Waktu ( lamanya) Pelayanan Paling Lambat 3 ( Tiga ) hari kerja terhitung sejak diterimanya Formulir Pendaftaran dan Dokumen Persyratan secara lengkap dan benar, TDP sudah terbit.

Biaya Pelayanan Retribusi Tanda Daftar Perusahaan baru dan perpanjangan adalah sebagai berikut:

NO

 

JENIS PERUSAHAAN

TARIF (Rp)

MASA BERLAKU

1

Perseroan Terbatas (PT) dalam bentuk :

   
 

a.

Perusahaan Asing/Penanaman Modal Asing

1.000.000,-

5

tahun

 

b.

Perusahaan Nasional/Swasta Nasional

500.000,-

5

tahun

2

Persekutuan Komanditer (CV)

150.000,-

5

tahun

3

Persekutuan Firma (Fa)

150.000,-

5

tahun

4

Perseorangan

100.000,-

5

tahun

5

Koperasi

72.000,-

5

tahun

6

Perusahaan lain diluar angka 1 s/d 5

250.000,-

5

tahun

Pejabat yang bertanggung jawab terhadap Pelayanan Penerbitan TDP adalah Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Dairi.

BIDANG KOPERASI DAN UMKM

PENGETAHUAN TENTANG PERKOPERASIAN MENURUT UNDANG-UNDANG RI NO. 25 TAHUN 1992

PERKOPERASIAN MENURUT UNDANG-UNDANG RI NO. 25 TAHUN 1992 Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang
PERKOPERASIAN MENURUT UNDANG-UNDANG RI NO. 25 TAHUN 1992 Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip koperasi sekaligus

  sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Koperasi primer adalah koperasi yang
  sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Koperasi primer adalah koperasi yang
 

sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Koperasi primer adalah koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang seorang paling sedikit 20 orang.

Koperasi sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan badan hukum koperasi minimal beranggotakan 3 badan hukum

Tujuan berkoperasi adalah :

Memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Ikut membangun tatanan perekonomian nasional. Mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

Fungsi koperasi antara lain:

Membangun dan mengembangkan potensi & kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya; Berperan secara aktif dalam mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat; Memperoleh perekonimian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya; Mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan asas-asas kekeluargaan demokrasi ekonomi;

Prinsip-prinsip koperasi antara lain :

keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka pengelolaan dilakukan secara demokratis pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal kemandirian pendidikan perkoperasian kerjasama antar koperasi

Keanggotaan Koperasi

Anggota koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi Keanggotaan koperasi dicatat dalam buku daftar anggota Keanggotaan koperasi tidak dapat dipindah tangankan Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban terhadap koperasi

Perangkat Organisasi Koperasi

Rapat Anggota.

 

Pengurus.

Pengawas.

Kepengurusan koperasi

 

Pengurus dipilih dari anggota oleh anggota dalam rapat anggota koperasi

  Pengurus merupakan pemegang kuasa rapat anggota Masa jabatan pengurus paling lama 5 tahun Tugas
  Pengurus merupakan pemegang kuasa rapat anggota Masa jabatan pengurus paling lama 5 tahun Tugas
 

Pengurus merupakan pemegang kuasa rapat anggota Masa jabatan pengurus paling lama 5 tahun

Tugas Pengurus :

 

Mengelola koperasi dan usahanya Mengajukan rancangan kerja dan anggran pendapatan belanja koperasi Menyelenggarakan RAT Menyusun laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas

 

Permodalan Koperasi Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman

Modal sendiri berasal dari :

Simpanan pokok. Simpanan wajib. Dana cadangan. Hibah.

Modal pinjaman dapat berasal dari Anggota.

Koperasi lainnya. Bank dan lembaga keuangan lainnya.

TATA CARA PENDIRIAN KOPERASI Dasar Hukum 1. UU No.25 Tahun 1992 Memberikan Penyuluhan perkoperasian Mengajukan
TATA CARA PENDIRIAN KOPERASI Dasar Hukum 1. UU No.25 Tahun 1992 Memberikan Penyuluhan perkoperasian Mengajukan

TATA CARA PENDIRIAN KOPERASI

Dasar Hukum 1. UU No.25 Tahun 1992

CARA PENDIRIAN KOPERASI Dasar Hukum 1. UU No.25 Tahun 1992 Memberikan Penyuluhan perkoperasian Mengajukan permohona
Memberikan Penyuluhan perkoperasian
Memberikan
Penyuluhan
perkoperasian

Mengajukan

permohona tertulis

Pengesahan akta

pendirian

koperasi/badan

hukum

tertulis Pengesahan akta pendirian koperasi/badan hukum Masyarakat/Pe mrakarsa berkeinginan membentuk

Masyarakat/Pe

mrakarsa

berkeinginan

membentuk

koperasi

Akta yang telah dibuat dihadapan Notaris

Dinas Perindagkop Kabupaten Dairi
Dinas
Perindagkop
Kabupaten
Dairi

Meneliti berkas/Permohonan serta roses Badan Hukum

Dinas

Perindagkop

Kab. Dairi

Masyarakat atau

Masyarakat atau

Pemrakarsa

Pemrakarsa
Masyarakat atau Pemrakarsa
Masyarakat atau Pemrakarsa
Dinas Perindagkop Kab. Dairi Masyarakat atau Pemrakarsa SYARAT PEMBENTUKAN KOPERASI : 1. Koperasi primer dibentuk
Dinas Perindagkop Kab. Dairi Masyarakat atau Pemrakarsa SYARAT PEMBENTUKAN KOPERASI : 1. Koperasi primer dibentuk

SYARAT PEMBENTUKAN KOPERASI :

1. Koperasi primer dibentuk oleh sekurang-kurangnya 20 orang

2. Koperasi sekunder dibentuk oleh sekurang-kurangnya 3 koperasi

3. Pembentukan koperasi sebagaimana tersebut diatas dilakukan dengan akta pendirian koperasi yang memuat AD koperasi dan ART Koperasi

Syarat Keanggotaan Koperasi :

1. Setiap WNI

2. Keanggotaaan sukarela dan terbuka, sehat jasmani dan rohani

3. Mempunyai kesamaan kepentingan ekonomi dalam lingkup usaha koperasi

4. Syarat menjadi anggota koperasi primer adalah orang yang mampu melaksanakan tindakan umum/hukum

5. Bertempat tinggal dalam wilayah kerja koperasi

6. Mempunyai KTP yang masih berlaku

7. Membayar simpanan pokok pada waktu menjadi anggota koperasi dan simpanan wajib secara rutin

8. Terdaftar dalam buku anggota koperasi

9. Mempunyai jenis usaha yang menetap

Yang dibahas antara lain :

1. Nama tempat dan kedudukan koperasi

2. Maksud dan tujuan koperasi

3. susunan pengurus dan pengawas

4. Simpanan pokok dan simpanan wajib

5. Jenis-jenis Usaha

6. Keanggotaan Koeprasi

7. Hak dan Kewajiban Anggota

8. Pembagian SHU

9. Saksi-saksi

10. Penghunjukan kuasa pendiri

11. Berita acara pembentukan

12. Hal-hal yang muncul dalam rapat pembentukan koperasi

13. Persyaratan pembentukan dan persyaratan keanggotaan Koperasi

Dilampirkan

1. Berita acara pendirian koperasi (rangkap 2)

2. Anggaran dasar koperasi berupa akta yang dibuat notaris (rangkap 2) bermateri cukup

3. Foto copy KTP calon anggota (rangkap 2)

bermateri cukup 3. Foto copy KTP calon anggota (rangkap 2) 4. 5. Neraca awal koperasi 6.

4.

5.

Neraca awal koperasi

6.

Rencana kegiatan awal koperasi

7.

Riwayat Hidup pengurus koeprasi

8.

koperasi 7. Riwayat Hidup pengurus koeprasi 8. Penerbitan Surat Keputusan pengesahan akta pendirian
koperasi 7. Riwayat Hidup pengurus koeprasi 8. Penerbitan Surat Keputusan pengesahan akta pendirian

Penerbitan Surat Keputusan pengesahan akta pendirian koperasi/badan hukum sekaligus penyerahan kepada pemohon

Melaksanakna rapat anggota untuk pelaksanaan kegiatan usaha koperasi dan sekaligus pengucapan sumpah janji pengurus/pengawas koperasi

Foto Copy kwitansi pembayaran simpanan/simpanan wajib (rangkap 2)

Pas Photo pengurus ukuran 4 x 6 cm 2 lembar yang terbaru

DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN DAN KOPERASI KAB. DAIRI

Mengajukan

Permohonan

tertulis

penyuluhan

BIDANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

Penyuluhan tentang Perlindungan Konsumen, Pengawasan Langsung tentang Peredaran Barang dan Pemakaian Alat Ukur, Takar, Timbang dan Peralatannya (UTTP).

Salah satu Tupoksi Bidang Perlindungan Konsumen adalah melaksanakan Pengawasan Peredaran Barang dan pemakaian Alat Ukur, Takar, Timbang dan Peralatannya (UTTP). Sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor : 15 Tahun 2008 tentang Tugas Pokok, adapun dasar hukum tugas Bidang Perlindungan Konsumen adalah Undang – Undang Nomor : 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang – Undang Nomor : 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.

Perlindungan Konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi Perlindungan kepada Konsumen. Sedangkan Konsumen itu sendiri adalah setiap orang pemakai barang dan/ atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain maupun mahluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

Tujuan Perlindungan Konsumen :

Meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian Konsumen untuk melindungi diri; Mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya dari ekses negative pemakaian barang dan/ atau jasa; Meningkatkan pemberdayaan Konsumen dalam memilih, menentukan dan menuntut hak – haknya sebagai konsumen; Menciptakan Sistem Perlindungan Konsumen yang mengandung unsure kapasitas hokum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi; Menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya Perlindungan Konsumen sehingga tumbuh sikap yang jujur dan bertanggung jawab dalam berusaha; Meningkatkan kualitas Barang dan/ atau Jasa yang menjamin kelangsungan usaha Produksi barang dan/ atau jasa, kesehatan, kenyamanan dan keselamatan konsumen. Metrology adalah ilmu pengetahuan tentang ukur mengukur secara luas, sedangkan Metrologi Legal adalah Metrologi yang mengelola satuan – satuan ukuran, Metoda – metoda pengukuran dan alat – alat ukur yang menyangkut persyaratan tertulis dan peraturan berdasarkan Undang – Undang yang bertujuan melindungi kepentingan umum dalam hal kebenaran pengukuran.

Adapun tugas pokok di bidang Metrologi Legal sesuai dengan Undang – Undang Nomor 2 Tahun 1981tersebut antara lain adalah :

Melaksanakan

pengawasan

secara

rutin

terhadap

Alat

Ukur,

Takar,

Timbang

dan

Perlengkapannya (UTTP) dan Barang – barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT).

Mengadakan Penyidikan bekerja sama dengan UPTD Metrologi Pematang Siantar apalagi ada yang melanggar ketentuan/ peraturan yang telah di tetapkan.

Melaksanakan Pelayanan Tera dan Tera Ulang terhadap Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) bekerja sama dengan UPTD Metrologi Pematang Siantar. Tera/

Tera Ulang yang dilaksanakan setiap tahunnya terhadap alat UTTP adalah seluruh jenis Ukuran, Takaran, Timbangan yang di pakai untuk berdagang dan termasuk juga Stasiun

Pompa

(SPB

Bahan

Bakar

Umum