Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH ETNOFARMASI

OBAT TRADISIONAL
DAUN JAMBU BIJI UNTUK MENGOBATI SAKIT MAAG












DISUSUN OLEH :

BAYU KURNIAWAN
EMELIA ELIZA JEANE KIRANA
RESTINA ANGGRAENI

DOSEN PEMBIMBING : ANI HARTATI, Apt., M.Si.

POLTEKKES KEMENKES TANJUNG KARANG
JURUSAN FARMASI
2013

KATA PENGANTAR


Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala Berkat dan
RahmatNya yang telah diberikan kepada penyusun, sehingga dapat menyusun
makalah etnofarmasi dengan judul makalah Obat Tradisional Daun Jambu Biji
untuk Mengobati Sakit Maag.
Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maka
penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari
pembaca.



Bandar Lampung, 29 Juli 2013

Penyusun







DAFTAR ISI


JUDUL .. i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI . iii
DAFTAR LAMPIRAN GAMBAR .. iv
BAB I PENDAHULUAN 1
BAB II CARA PEMBUATAN .. 5
DAFTAR PUSTAKA . 6
VIDEO 7












DAFTAR LAMPIRAN GAMBAR

1. Pohon Jambu Biji







2. Diambil 8 lembar daun jambu biji dan siapkan air 1.5 liter












3. Daun dicuci dengan air mengalir







4. Dimasukkan air 1.5 liter dan 8 lembar daun jambu biji ke dalam panci.
Lalu dipanaskan hingga mendidih







5. Setelah mendidih, dimatikan kompor. Tunggu dingin. Lalu disaring.

6. Hasil setelah penyaringan

7. dipindahkan digelas dan siap dikonsumsi sebagai obat maag dengan
diminum 3 kali sehari.
8.



DAFTAR LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

Obat tradisional adalah obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun-
temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau
kebiasaan setempat, baik bersifat magic maupun pengetahuan tradisional.
Menurut penelitian masa kini, obat-obatan tradisional memang bermanfaat bagi
kesehatan, dan kini digencarkan penggunaannya karena lebih mudah dijangkau
masyarakat, baik harga maupun ketersediaannya. Obat tradisional pada saat ini
banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tidak terlalu
menyebabkab efek samping, karena masih bisa dicerna oleh tubuh. Misalnya
obat tradisional daun jambu biji.

Daun Jambu Biji

Jambu Biji (Psidium guajava)
tersebar luas sampai Asia Tenggara
termasuk Indonesia, Asia Selatan, India
dan Srilangka. Termasuk tanaman perdu
yang memiliki banyak cabang dan ranting;
batang pohonnya keras. Permukaan kulit
luar berwarna coklat dan licin. Bila kulit tersebut dikelupas, terlihat permukaan
batang batang kayunya basah. Bentuk daunnya umumnya bercorak bulat telur
dengan ukuran yang agak besar. Bunganya kecil-kecil berwarna putih, muncul
dari balik ketiak daun. Tanaman ini dapat tumbuh dapat tumbuh subur di
dataran rendah sampai ketinggian 1200 meter dpl. Pada umur 2-3 tahun jambu
biji sudah mudah berbuah. Bijinya banyak dan terdapat pada daging buahnya.
Buah, daun dan kulit batang mengandung tannin. Daunnya mengandung minyak
atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam
guajaverin dan vitamin. Sehingga daun jambu biji dapat mengobati macam-
macam penyakit, salah satunya ialah mengobati penyakit maag.

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Myrtales
Famili: Myrtaceae (suku jambu-jambuan)
Genus: Psidium
Spesies: Psidium guajava L.



Penyakit Maag
Penyakit Maag adalah rasa nyeri atau tidak nyaman disekitar ulu hati.
Sakit Maag ini juga biasanya datang dengan keluhan lain seperti rasa mual
bahkan sampai muntah. Selain itu bisa juga timbul keluhan-keluhan lain seperti
kembung, cepat kenyang, nafsu makan yang berkurang, dan sering sendawa.
Maag sering ditimbulkan oleh kelebihan asam yang diproduksi oleh lambung
yang menyebabkan iritasi di selaput lendir lambung. Dalam kondisi normal, asam
lambung diperlukan untuk membantu pencernaan dalam mengolah makanan
yang kita makan. Namun produksi asam di lambung dapat lebih besar dari yang
dibutuhkan bila pola hidup kita tidak teratur dan tidak sehat. Maag bisa juga
diakibatkan oleh bakteri. Bakteri yang diidentifikasi sebagai penyebab maag
tersebut dinamakan Hellicobacter Pylori. Bakteri ini sering menyebabkan
gangguan lambung termasuk maag.
Penyebab Sakit Maag
Penyebabnya bisa karena penderita makannya tidak teratur, terdapat
mikroorganisme yang merugikan, mengonsumsi obat-obatan tertentu,atau
sebab-sebab lainnya seperti mengonsumsi alkohol, pola tidur yang tidak teratur
dan stress. Maag juga bisa terjadi apabila si penderita telat makan, kemudian
sewaktu makan si penderita maag makan dengan porsi yang terlalu banyak. Bagi
penderita maag yang sudah parah, penyakit maag tersebut sangat berbahaya
sekali dan dapat menyebabkan kematian.

Gejala Sakit Maag
Sakit saat buang air besar
Mual dan muntah
Sering merasa lapar
Perut kembung
Nyeri ulu hati yang luar biasa
Penyakit maag selain disebabkan karena pola makan yang tidak teratur,
kurang istirahat, gizi buruk atau kualitas makanan yang kurang baik, jumlah
makanan yang terlalu sedikit atau terlalu banyak, porsi pekerjaan yang terlalu
melebihi kemampuan fisik, jenis makanan yang sukar dicerna atau kurang cocok,
juga karena stres atau tekanan jiwa yang berlebihan sehingga lambung menjadi
asam. Pola makan yang teratur dapat menghindari kita terserang penyakit maag.
Ada beberapa tanaman herbal yang digunakan untuk mengobati penyakit maag,
diantaranya bawang lanang, daun sruni putih, daun pegagan, daun pepaya,
kencur, sembung legi, daun jambu biji, daun pakis haji, kulit batang kersen,
duku, mengkudu hutan, meniran sapi, akar pasak bumi, buah kelapa, dan lain
lain.





BAB II
CARA PEMBUATAN


Bahan :
Daun jambu biji 8 lembar
Air 1,5 liter

Cara Pembuatan :
1. Dicuci bersih 8 lembar daun jambu biji yang masih segar dengan air bersih
yang mengalir.
2. Dimasukkan ke dalam panci.
3. Ditambahkan dengan 1,5 liter air bersih.
4. Dipanaskan dengan api sedang hingga mendidih.
5. Disaring.
6. Diminum airnya 3 kali sehari.







DAFTAR PUSTAKA


Arisandi, Yohana, dan Y. Andriani. 2008. Khasiat Tanaman Obat. Jakarta : Pustaka
Buku Murah.
http://id.wikipedia.org/wiki/Obat_tradisional

















VIDEO