Anda di halaman 1dari 1

Perbaikan Kurikulum dan Kualitas Guru Mesti

Sejalan
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)
menggunakan tiga langkah, salah satunya adalah perbaikan kualitas guru dan kurikulum. Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa perombakan kurikulum yang tengah dibahas saat ini
akan membutuhkan tenaga pendidik yang siap dan handal agar para peserta didik juga cepat beradaptasi
dengan kurikulum baru.
"Itulah kenapa UKG jadi penting. Tiap bicara kurikulum selalu ada empat yang dibicarakan yaitu standar
kelulusan, isi, metodologi dan evaluasi," kata Nuh, di Serang, Banten, Senin (22/10/2012).
Ia menuturkan bahwa guru memiliki pengaruh yang cukup besar dalam menjalankan kurikulum baru dan
mentransfer ilmu pada siswanya. Untuk itu, para guru ini dipersiapkan dengan uji kompetensi agar dapat
bertransformasi menjadi guru yang siap.
"Guru ini punya pengaruh besar dalam mengaplikasikan kurikulum. Jadi walau kurikulum bagus, kalau tenaga
pendidiknya kurang berpengalaman ya sama aja malah akan nyasar-nyasar," jelas Nuh.
Untuk itu, para guru diminta agar tetap melakukan uji kompetensi, mengikuti pembinaan dan menjalankan
pengukuran kinerja guru yang akan segera dilaksanakan. Pasalnya, guru sebagai penyampai ilmu pada
anak-anak di sekolah sehingga kemampuan dan kompetensi harus mumpuni untuk mencetak generasi
berkualitas.
Sumber:edukasi.kompas.com
1/1