Anda di halaman 1dari 2

DESKRIPSI PANTAI NGUNGAP

Tipologi dan Karakteristik Pantai Ngungap


Pantai Ngungap adalah salah satu contoh tipologi structurally shape coast. Tipologi ini
ditandai dengan adanya pantai yang banyak dijumpai cliff. Selain itu, pada tipologi structurally
shape coast dijumpai adanya patahan yang nampak sebagai dinding yang tegak dan lurus
memanjang. Di pantai ini, tipologi structurally shape coast telah menglami proses yang lebih
lanjut, yaitu adanya aktivitas gelombang yang cukup intensif sehingga banyak dijumpai beberapa
notch dan sea cave pada cliff. Pantai Ngungap mengalami proses abrasi pada dinding-dinding
cliff-nya, sehingga pantai ini mengalami proses rekresi (pantai semakin mundur). Material
penyusun batuan di wilayah ini berupa batu gamping, sehingga abrasi yang terjadi tidak sampai
pada tingkat yang membahayakan. Letak sarana dan prasarana di Pantai Ngungap cukup jauh,
bahkan tidak ditemui sehingga tingkat resikonya sangat kecil.
Potensi
Pantai Ngungap berbentuk tebing dengan luas
wilayah yang cukup sempit dengan kemiringan lereng
yang terjal. Angin pada daerah ini cukup kencang,
sehingga ombak dan gelombang yang terbentuk pun
cukup besar pula. Potensi angin yang cukup kencang
ini dapat dimanfaatkan sebagai PLTA. Daerah ini
memilki sarana transportasi berupa jalan berbatu
gamping dan jalan setapak. Hal ini dapat digunakan
sebagai salah satu aspek pendukung adanya
permukiman di daerah ini meskipun dalam jarak lebih
dari 5 km dari tepi Pantai Ngungap. Proses abrasi
pada dinding pantai mengakibatkan terbentuknya goa-
goa (cave) yang berpotensi sebagai habitat burung
walet. Pantai Ngungap menyajikan
Gambar 1 Alat pancing yang ditemukan
di Pantai Ngungap
pesona Samudra Hindia yang eksotis, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai daerah
wisata. Selain hal tersebut, Pantai Ngungap berpotensi menghasilkan lobster, yang dapat
digunakan sebagai mata pencaharian penduduk.
Kendala
- Belum ada sarana dan prasarana transportasi yang memadai untuk mencapai Pantai
Ngungap.
Kebijakan Untuk Melindungi Pesisir
- Privatisasi pantai ini dilakukan untuk para investor yang bergerak dibidang
perdagangan, jasa dan wisata bahari. Kebijakan ini akan mengubah tata ruang
wilayah pesisir dan pantai dari pemukiman masyarakat pesisir menjadi area bisnis
dan berbagai kebutuhan lainnya mengatasnamakan pertumbuhan ekonomi wilayah
pesisir.
- Pengembangan masyarakat pantai dengan pendekatan structural dan non strukrural.
Pendekatan structural menekankan pada penataan sistem dan struktur sosial politik,
sedangkan pendekatan non structural menekankan pada pemberdayaan masyarakat
secara mental untuk meningkatkan kemampuan anggota masyarakat untuk ikut serta
dalam pengelolaan dan permasalahan pesisir laut (kedua pendekatan ini harus
dilaksanakan secara seimbang.