Anda di halaman 1dari 15

Budidaya Melon

Disadur Oleh : Arnelis PP Penyelia


UPT-BP4K2P Kec.Canduang Ka.Aga!
SYARAT
TUMBUH
Tanaman melon memerlukan
curah hujan antara 2000-3000
mm/th dengan ketinggian tempat
yang optimal 200-900 mdpl.
Intensitas sinar matahari berkisar
antara 10-12 jam per hari. uhu
optimal untuk perkecambahan
berkisar 2!-30"# untuk
pertumbuhan $egetati% 20-2&"
dan untuk pembungaan '2&".
(asa melon yang manis akan
tercapai apabila selisih suhu
antara siang dan malam cukup
tinggi.
uhu pada siang hari untuk pembesaran 2)" sehingga dapat
meningkatkan %otosintesis.edangkan suhu malam harinya
*20" untuk menekan proses respirasi cadangan makanan. +ir
sangat dibutuhkan oleh tanaman ini karena 90, kandungan melon
terdiri dari air.
-okasi pertanaman melon sebaiknya bukan bekas lahan
tanaman melon atau tanaman se%amili. .inimal sudah diberakan
selama 2 tahun untuk diperoleh hasil yang optimal.
PERSIAPAN TEKNIS
/engukuran p0 tanah diperlukan untuk menentukan jumlah
pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau p0 rendah 1di
ba2ah )#&3.
/engukuran bisa dilakukan dengan kertas lakmus# /0 meter# atau cairan
/0
tester. /engambilan titik sampel bisa dilakukan dengan cara 4ig4ag.
PELAKSANAAN
BUDIDAYA Persiapan
Lahan
/ersiapan lahan meliputi pembajakan dan penggaruan tanah#
/embuatan bedengan kasar dengan lebar 110-120 cm# tinggi 50-60 cm
dan lebar parit &0-60 cm# pemberian kapur pertanian sebanyak 200 kg/rol
mulsa /0/ 1/lastik 0itam /erak3 untuk tanah dengan p0 di ba2ah )#&#
pemberian pupuk kandang yang sudah di%ermentasi sebanyak 50
ton/ha dan pupuk 7/8 1&-1&-1& sebanyak 1&0 kg/rol mulsa /0/#
kemudian dilakukan pengadukan/pencacakan bedengan agar pupuk
yang sudah diberikan
bercampur dengan tanah# persiapan selanjutnya pemasangan mulsa /0/#
pembuatan lubang tanam dengan jarak tanam ideal untuk musim
kemarau
)0 cm 9 )0 cm sedangkan untuk musim penghujan bisa diperlebar 60 cm
9 60 cm dan kemudian dilakukan pemasangan ajir. /emasangan ajir
yang
dianjurkan dengan sistem ajir tegak supaya kelembaban tanaman
terjaga#
masing2 ajir dihubungkan dengan gelagar. :elagar ini disamping
menghubungkan ajir yang satu dengan lainnya juga ber%ungsi sebagai
tempat penggantungan buah. +gar serangkaian ajir tersebut menjadi kuat
pada ajir paling pinggir dan setiap 5 ajir dipasang ajir penguat
membentuk sudut 5&.
Persiapan Pembibitan dan
Penanaman
/ada persiapan pembibitan dibutuhkan rumah atau sungkup
pembibitan untuk melindungi bibit yang masih muda. 8emudian
menyediakan media semai dengan komposisi 20 liter tanah# 10 liter pupuk
kandang# dan 1&0 g 7/8 halus. .edia campuran dimasukkan ke
dalam polibag semai. ebelum melakukan penyemaian benih# sebaiknya
benih direndam dalam larutan %ungisida sistemik berbahan akti% simokanil
atau metalaksil dengan dosis ; dari dosis terendah yang dianjurkan
pada kemasan selama ) jam# baru kemudian benih disemai pada media.
<ntuk mempercepat perkecambahan benih permukaan media ditutup
dengan kain goni 1bisa juga menggunakan mulsa /0/3 dan dijaga dalam
keadaan lembab.
/embukaan penutup permukaan media semai dilakukan apabila
benih sudah berkecambah# baru kemudian benih disungkup menggunakan
plastik transparan. /embukaan sungkup dimulai pada jam 06.00 - 09.00#
dan dibuka
lagi jam 1&.00-16.00. <mur & hari menjelang tanam sungkup harus
dibuka
secara penuh untuk penguatan tanaman. /enyiraman jangan terlalu basah
dan dilakukan setiap pagi. /enyemprotan dengan %ungisida berbahan
akti% simoksanil dan insektisida berbahan akti% imidakloprid pada umur !
hss 1hari setelah semai3 dengan dosis ; dari dosis terendah. =ibit yang
sudah memiliki
5 helai daun sejati siap untuk pindah tanam ke
lahan.
Pemelihara
an
Penylama
n
/enyulaman dilakukan sampai dengan umur tanaman 2 minggu.
Tanaman yang sudah terlalu tua apabila masih terus disulam
mengakibatkan pertumbuhan tidak seragam. >an akan berpengaruh
terhadap pengendalian hama penyakit.
Pen!i"atan dan Peman!"asan
Tanaman
Tanaman melon termasuk tanaman merambat dengan pertumbuhan
yang cepat# untuk itu sedini mungkin harus sudah segera diikatkan pada
ajir# pengikatan dilakukan setiap jarak 50 cm.
/emangkasan tanaman bertujuan untuk memelihara cabang sesuai
dengan yang dikehendaki. +gar sirkulasi udara di sekitar arel pertanaman
lancar maka dianjurkan memelihara satu cabang utama. /emangkasan
cabang lateral dimulai dari ruas ke-1 sampai ke-). "abang lateral pada
ruas
ke-6 sampai ke-10 dipelihara sebagai tempat bakal buah. =akal buah
diseleksi saat ukuran buah minimal sebesar telur# dipilih 2 buah yang
sempurna. etelah dilakukan seleksi buah cabang lateral yang buahnya
dipelihara dipangkas dengan menyisakan 3 helai daun diatasnya.
edangkan cabang lateral yang buahnya tidak dipelihara# yang satu
dipangkas pada ruas ke 2 dan yang satunya lagi dipelihara sebagai
cadangan daun untuk mengantisipasi kekurangan daun akibat serangan
hama penyakit. /emangkasan cabang lateral dilanjutkan pada ruas ke-12
sampai ke-33. <jung cabang utama diatas ruas ke 33 kemudian
dipangkas.
=uah melon perlu diikat pada gelagar untuk membantu batang
tanaman menyangga beban buah. /engikatan dilakukan pada cabang
lateral yang berhubungan dengan tangkai buah membentuk huru%
T.
Sanitasi Lahan dan
Pen!airan
anitasi lahan pada budidaya melon meliputi ? pengendalian
gulma/rumput# pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul
genangan# pemangkasan daun dan pencabutan tanaman yang terserang
hama penyakit.
/engairan diberikan secara terukur# dengan penggenangan atau
pengeleban seminggu sekali jika tidak turun hujan. /enggenangan jangan
terlalu tinggi# batas penggenangan hanya 1/3 dari tinggi bedengan.
Pemp"an
Sslan
/upuk akar diberikan dengan cara pengocoran pada umur 1& hst#
2& hst dan 3& hst dengan dosis 3kg 7/8 1&-1&-1& dan 1kg @8
dilarutkan dalam
200lt air# untuk 1000 tanaman# tiap tanaman diberikan
200ml.
/upuk daun kandungan 7itrogen tinggi diberikan pada umur 6 hst
dan
25 hst# sedangkan kandungan /hospat# kalium dan mikro tinggi diberikan
umur 20 hst# 30 hst dan 5& hst.
De#siensi Unsr
Hara
Kalim. Tanaman melon memerlukan unsur hara kalium dalam jumlah
yang sangat banyak. <nsur ini berperan dalam penyusunan protein dan
karbohidrat. elain itu pemberian unsur kalium yang cukup juga akan
meningkatkan kualitas buah serta meningkatkan ketahanan tanaman baik
terhadap serangan hama penyakit maupun kekeringan. 8ekurangan
kalium ditandai dengan gejala tepi daun menjadi kuning muda# kemudian
berubah menjadi kecoklatan# akhirnya robek seolah bergerigi. <ntuk
mengatasi kekurangan unsur hara ini dapat dikocor 87A3# dan dapat pula
dilakukan penyemprotan pupuk daun yang mengandung kalium tinggi#
misalnya pupuk .8/ 1.ono 8alium /ospat3.
Ma!nesim$ Tanaman melon juga membutuhkan unsur magnesium
dalam jumlah yang relati% banyak. <nsur ini ber%ungsi unsur membentuk
kloro%il 14at hijau daun3 dan mengakti%kan en4im-en4im dalam proses
metabolisme. 8ekurangan unsur ini ditandai dengan klorosis diantara
tulang daun# 2arna daun menguning# terdapat bercak merah kecoklatan
sedangkan tulang daun tetap ber2arna hijau. <ntuk mengatasi
kekurangan unsur ini dapat dengan pengapuran dan penyemprotan pupuk
daun yang mengandung magnesiun tinggi# misal magnesium sul%at.
Pen!endalian Hama dan
Penya"it
Ham
a
:angsir
:angsir menyerang batang tanaman muda terutama pada tanaman
yang baru saja pindah tanam. erangannya dilakukan pada malam
hari#
dengan memotong batang tanaman tetapi tidak memakannya. 0ama
ini
bersembunyi di dalam tanah dengan membuat liang pada tanah#
keberadaan gangsing dapat dicirikan adanya onggokan tanah pada muka
liang. "ara pengendaliannya adalah dengan pemberian insektisida
berbahan akti% karbo%uran sebanyak 1gram pada lubang tanam.
<lat
Tanah
0ama jenis ini menyerang tanaman pada malam hari# sedangkan
pada siang harinya bersembunyi di dalam tanah atau di balik mulsa
/0/. <lat tanah menyerang batang tanaman yang masih muda dengan
cara memotongnya# sehingga sering dinamakan juga ulat pemotong. "ara
pengendaliannya adalah dengan pemberian insektisida berbahan akti%
karbo%uran sebanyak 1gram pada lubang tanam.
<lat
:rayak
<lat grayak menyerang daun tanaman bersama-sama dalam jumlah
yang sangat banyak# ulat ini biasanya menyerang di malam hari.
/engendalian yang dapat dilakukan adalah dengan
penyemprotan
insektisida berbahan akti% sipermetrin# deltametrin# pro%eno%os#
klorpiri%os#
metomil# kartophidroklorida# atau dimehipo dengan dosis sesuai
petunjuk yang tertera pada kemasan.
<lat Bengkal
:ejala serangan ulat ini ditandai pada tepi daun muda
terdapat bekas gigitan serangga yang makin lama makin makin ke tengah
hingga tersisa tulang daunnya. /engendalian yang dapat dilakukan adalah
dengan penyemprotan insektisida berbahan akti% sipermetrin#
deltametrin# pro%eno%os# klorpiri%os# metomil# kartophidroklorida# atau
dimehipo dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.
Thrip
s
erangan thrips ditandai dengan adanya bercak-bercak keperakan
pada daun tanaman yang terserang. 0ama ini lebih suka mengisap cairan
daun muda sehingga menyebabkan daun yang terserang mengeriting#
akhirnya tanaman menjadi kerdil. /engendaliannya dengan penyemprotan
insektisida berbahan akti% abamektin# tiametoksam# imidakloprid#
asetamiprid# klor%enapir# sipermetrin# atau lamdasihalotrin dengan
dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.
8utu >aun
8utu daun mengisap cairan tanaman terutama pada daun yang
masih muda# kotoran dari kutu ini berasa manis sehingga menggundang
semut. >aun yang terserang mengalami klorosis1kuning3# menggulung
dan mengeriting# akhirnya tanaman menjadi kerdil. /engendaliannya
dengan penyemprotan insektisida berbahan akti% abamektin#
tiametoksam# imidakloprid# asetamiprid# klor%enapir# sipermetrin# atau
lamdasihalotrin dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.
8utu
8ebul
0ama ini ber2arna putih# bersayap dan tubuhnya diselimuti
serbuk putih seperti lilin. 8utu kebul menyerang dan menghisap
cairan sel daun sehingga sel-sel dan jaringan daun rusak. /engendalian
hama ini dengan cara penyemprotan insektisida berbahan akti%
abamektin# tiametoksam# imidakloprid# asetamiprid# klor%enapir#
sipermetrin# atau lamdasihalotrin dengan dosis sesuai petunjuk yang
tertera pada kemasan.
Tungau
Tungau bersembunyi di balik daun dan menghisap cairan daun.
>aun yang terserang ber2arna kecoklatan dan terpelintir# serta pada
permukaan
ba2ah daun terdapat benang-benang halus ber2arna merah atau
kuning.
/engendalian tungau dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida
akarisida berbahan akti% propargit# diko%ol# tetradi%on# piridaben#
klo%ente4in# amitra4# abamektin# atau %enpropatrin dengan dosis sesuai
petunjuk yang tertera pada kemasan.
8umbang >aun
8umbang daun dinamakan juga oteng-oteng. erangannya ditandai
dengan adanya bekas gigitan serangga membentuk guratan-
guratan
konsentris pada daun. elain merusak daun kumbang ini juga
merusak
bunga melon. /engendaliannya dengan cara penyemprotan insektisida
berbahan akti% sipermetrin# deltametrin# pro%eno%os# klorpiri%os# metomil#
kartophidroklorida# atau dimehipo dengan dosis sesuai petunjuk yang
tertera pada kemasan.
-alat
=uah
-alat betina de2asa menyerang buah melon dengan cara
menyuntikkan telurnya ke dalam buah# kemudian telur berubah menjadi
lar$a# telur-telur inilah yang akhirnya menggerogoti buah melon sehingga
buah menjadi busuk. /engendalian lalat buah dapat menggunakan
perangkap lalat 1se9pheromone3# caranya ? metil eugenol dimasukkan
pada botol aCua yang diikatkan pada bambu dengan posisi
horisontal# atau dapat pula menggunakan buah-buahan yang aromanya
disukai lalat 1misal nangka# timun3 kemudian dicampur insektisida
berbahan akti% metomil. elain itu juga dapat dilakukan penyemprotan
menggunakan insektisida berbahan akti% sipermetrin# deltametrin#
pro%eno%os# klorpiri%os# metomil# kartophidroklorida# atau dimehipo dengan
dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.
Tiku
s
Tikus menyerang buah melon pada malam hari# pada siang hari
biasanya hama ini bersembunyi dalam sarang. "ara pengendaliannya
dapat dengan memberikan umpan yang telah dicampur rodentisida#
campuran ini ditaruh di depan lubang tikus yang masih akti%#
ditandai dengan adanya sisa-sisa makanan baru pada lubang atau terlihat
bekas dilalui tikus. elain itu bisa juga dengan cara# pada lubang sarang
akti% diberi kabit# dan disiram dengan air kemudian lubang ditutup dengan
tanah agar gas yang ditimbulkan oleh karbit tidak keluar.
7ematoda
erangan nematoda ditandai adanya bintil-bintil pada akar.
7ematoda merupakan cacing tanah yang berukuran sangat kecil# hama
ini
merupakan cacing parasit yang menyerang bagian akar tanaman.
=ekas gigitan cacing inilah yang akhirnya menyebabkan serangan
sekunder# seperti layu bakteri# layu %usarium# busuk phytopthora atau
cenda2an lain penyerang akar. "ara pengendalian nematoda adalah
dengan pemberian insektisida berbahan akti% karbo%uran sebanyak 1gram
pada lubang tanam. Penya"it
(ebah emai
(ebah semai biasa menyerang tanaman melon pada %ase
pembibitan. "ara pengendaliannya dengan penyemprotan
%ungisida
sistemik berbahan akti% propamokarb hidroklorida# simoksanil#
kasugamisin#
asam %os%it# atau dimetomor% dengan dosis ; dari dosis terendah
yang tertera pada kemasan.
-ayu =akteri
/enyakit ini sering menggagalkan tanaman# erangannya
disebabkan oleh bakteri. <paya pengendalian yang dapat dilakukan antara
lain dengan meningkatkan p0 tanah# memusnahkan tanaman yang
terserang# melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan secara
kimia2i menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan
akti% kasugamisin# streptomisin sul%at# asam oksolinik# $alidamisin# atau
oksitetrasiklin dengan dosis sesuai pada kemasan. ebagai pencegahan#
secara biologi dapat diberikan trichoderma pada saat persiapan lahan#
pada umur 20hst dan 3& hst dilakukan pengocoran dengan pestisida
organik pada tanah# contoh 2onder%at dengan dosis sesuai anjuran pada
kemasan.
-ayu Dusarium
:ejala yang ditimbulkan oleh layu %usarium hampir sama dengan
layu bakteri# yang membedakan hanyalah penyebabnya. -ayu %usarium
disebabkan oleh serangan jamur. <paya pengendalian yang dapat
dilakukan antara lain dengan meningkatkan p0 tanah# memusnahkan
tanaman yang terserang# melakukan penggiliran tanaman serta
penyemprotan secara kimia2i menggunakan %ungisida berbahan akti%
benomil# metalaksil atau propamokarb hidroklorida dengan dosis
sesuai pada kemasan. ebagai pencegahan# secara biologi dapat
diberikan trichoderma pada saat persiapan lahan# pada umur 20hst dan
3& hst dilakukan pengocoran dengan pestisida organik pada tanah# contoh
2onder%at dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan.
=usuk /hytopthora
/enyakit ini menyerang semua bagian tanaman. =atang
yang terserang ditandai dengan bercak coklat kehitaman dan kebasah-
basahan. erangan serius menyebabkan tanaman layu. >aun melon
yang terserang seperti tersiram air panas. =uah yang terserang
ditandai dengan bercak kebasah-basahan yang menjadi coklat
kehitaman dan lunak. /engendalian secara kimia2i menggunakan
%ungisida sistemik# contoh bahan akti% yang bisa digunakan adalah
metalaksil# propamokarb hidrokloroda# simoksanil atau dimetomor%
dan %ungisida kontak# contoh bahan akti% yang bisa digunakan
adalah tembaga# manko4eb# propineb# 4iram# atau tiram. :ummy tem
=light
/enyakit ini bermula dari bagian ba2ah batang tanaman
yang
nampak seperti tercelup minyak# selanjutnya mengeluarkan cairan
ber2arna merah cokelat dan akhirnya tanaman mati. >aun yang
terserang ditandai dengan bercak bundar melekuk ke dalam ber2arna
cokelat kehitaman lama kelamaan daun akan mengering. /engendalian
secara kimia2i menggunakan %ungisida sistemik# contoh bahan akti% yang
bisa digunakan adalah benomil# metil tio%anat# karbenda4im# tridemor%#
di%enokona4ol# atau tebukona4ol dan %ungisida kontak berbahan akti%
klorotalonil# a4oksistrobin# atau manko4eb.
/o2dery .ilde2
:ejala dia2ali dengan bercak bulat kecil ber2arna keputihan pada
permukaan bagian ba2ah daun. 8emudian bercak akan menyatu
dan
berkembang ke permukaan daun bagian atas sehingga daun seperti
diselimuti tepung. /engendalian secara kimia2i menggunakan
%ungisida
sistemik# contoh bahan akti% yang bisa digunakan adalah benomil# metil
tio%anat# karbenda4im# di%enokona4ol# atau tebukona4ol# dan
%ungisida
kontak berbahan akti% klorotalonil# a4oksistrobin# atau
manko4eb.
>o2ny .ide2
Terdapat bercak ber2ana kuning muda pada permukaan daun yang
dibatasi oleh tulang daun# sedangkan pada permukaan bagian ba2ahnya
terdapat massa spora yang ber2arna kehitaman. /ada serangan
yang
parah terjadi pembusukan tulang daun yang akhirnya
menyebabkan
tanaman mati. /engendalian secara kimia2i menggunakan %ungisida
sistemik# contoh bahan akti% yang bisa digunakan adalah benomil# metil
tio%anat# karbenda4im# di%enokona4ol# atau tebukona4ol# dan %ungisida
kontak berbahan akti% klorotalonil# a4oksistrobin# atau manko4eb.
+ntraknosa
+ntraknosa sering juga diistilahkan dengan nama patek. /enyakit ini
menyerang semua bagian tanaman yang ditandai dengan adanya bercak
agak bulat ber2arna cokelat muda# lalu berubah menjadi cokelat tua
sampai kehitaman. emakin lama bercak melebar dan menyatu akhirnya
daun mengering. :ejala lain adalah bercak bulat memanjang ber2arna
kuning atau cokelat. =uah yang terserang akan nampak bercak agak bulat
dan berlekuk ber2arna cokelat tua# disini cenda2an akan
membentuk massa spora ber2arna merah jambu. /engendalian secara
kimia2i menggunakan %ungisida sistemik# contoh bahan akti% yang bisa
digunakan adalah benomil# metil tio%anat# karbenda4im# di%enokona4ol#
atau tebukona4ol# dan %ungisida kontak berbahan akti% klorotalonil#
a4oksistrobin# atau manko4eb.
8udis 1scab3
erangan pada buah muda akan tampak bercak ber2arna hijau-
cokelatan melekuk ke dalam# bagian pinggirnya mengeluarkan cairan
yang akan mengering seperti karet. /ada buah tua serangan penyakit ini
akan membentuk kudis bergabus yang ber2arna cokelat# tetapi proses
pematangan buah tidak mengalami hambatan. 7amun setelah dipanen#
cenda2an akan akti% dan buah mudah membusuk. /ada daun yang
terserang akan terlihat bercak cokelat kebasah-basahan dan
mengeluarkan lendir. /engendalian secara kimia2i menggunakan
%ungisida sistemik#
contoh bahan akti% yang bisa digunakan adalah metalaksil# propamokarb
hidrokloroda# simoksanil# atau dimetomor% dan %ungisida kontak berbahan
akti% tembaga# manko4eb# propineb# 4iram# atau tiram.
=ercak >aun
/enyakit ini disebabkan oleh serangan bakteri# berkembang pesat
terutama pada musim hujan. erangan ditandai dengan adanya bercak
putih dan bersudut karena dibatasi tulang daun. 8emudian bercak
berubah
menjadi cokelat kelabu serta bagian ba2ah daun mengeluarkan
cairan#
akhirnya daun mengering. /engendaliannya menggunakan bakterisida
dari golongan antibiotik dengan bahan akti% kasugamisin# streptomisin
sul%at# asam oksolinik# $alidamisin# atau oksitetrasiklin# atau dari golongan
anorganik seperti tembaga. >osis sesuai pada kemasan.
Eiru
s
Eirus merupakan penyakit yang sangat berpotensi menimbulkan
kegagalan terutama pada musim kemarau. :ejala serangan umumnya
ditandai dengan pertumbuhan tanaman yang mengerdil# daun
mengeriting dan terdapat bercak kuning kebasah-basahan. /enyakit $irus
sampai saat ini belum ditemukan penangkalnya. /enyakit ini ditularkan
dari satu tanaman ke tanaman lain melalui $ektor atau penular. =eberapa
hama yang sangat berpotensi menjadi penular $irus diantaranya adalah
thrips# kutu daun# kutu kebul# dan tungau. .anusia dapat juga berperan
sebagai penular $irus# baik melalui alat-alat pertanian maupun tangan
terutama pada saat pemangkasan. =eberapa upaya penanganannya $irus
antara lain ? membersihkan gulma 1karena gulma berpotensi menjadi
inang $irus3# mengendalikan hama/serangga penular $irus#
memusnahkan tanaman yang sudah terserang $irus# kebersihan alat dan
memberi pemahaman kepada tenaga kerja agar tidak ceroboh saat
melakukan penanganan terhadap tanaman.
Strategi Pengendalian Hama dan Penyakit :
/engendalian hama gangsir# ulat tanah dan nematoda
dilakukan secara bersamaan cukup satu kali pemberian
insektisida# yaitu 1gram per lubang tanam.
/engendalian hama ulat grayak# ulat jengkal# thrips# kutu
daun#
kutu kebul# tungau# kumbang daun dan lalat buah dan
penya"it menggunakan pestisida hars dila""an
berselin! atau penggantian bahan akti% yang tertera di atas
setiap melakukan penyemprotan 1jangan menggunakan
bahan akti% yang sama secara berturut-turut3.
PANEN
<mur panen buah melon sangat ber$ariasi# yaitu antara &&-!& hst
1hari setelah tanam3. Daktor yang paling berpengaruh terhadap umur
panen adalah genetik dan lingkungan. =uah melon dengan $arietas yang
berbeda akan memiliki umur panen yang berbeda pula sekalipun ditanam
pada kondisi lingkungan yang sama. >an sebaliknya# $arietas melon yang
sama akan memiliki umur panen yang berbeda andaikata ditanam pada
kondisi lingkungan yang berbeda# terutama ketinggian tempat.