Anda di halaman 1dari 5

PP No.

19 Tahun 2006
Kawasan Tanpa Rokok
Pasal 22
Tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja dan tempat yang
secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar, arena
kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum dinyatakan
sebagai kawasan tanpa rokok.
Pasal 23
Pimpinan atau penanggungjawab tempat umum dan tempat kerja
yang menyediakan tempat khusus untuk merokok harus
menyediakan alat penghisap udara sehingga tidak mengganggu
kesehatan bagi yang tidak merokok.
Pasal 24
Dalam angkutan umum dapat disediakan tempat khusus untuk
merokok dengan ketentuan :
a. lokasi tempat khusus untuk merokok terpisah secara fisik/tidak
bercampur dengan kawasan tanpa rokok pada angkutan umum
yang sama;
b. dalam tempat khusus untuk merokok harus dilengkapi alat
penghisap udara atau memiliki sistem sirkulasi udara yang
memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Menteri yang
bertanggung jawab di bidang perhubungan.
Pasal 25
Pemerintah Daerah wajib mewujudkan kawasan tanpa rokok
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22, di wilayahnya.

Perda kota surabaya No. 5 tahun 2008
BAB II
KAWASAN TANPA ROKOK
Pasal 2
(1) Kepala Daerah berwenang menetapkan tempat-tempat
tertentu di daerah sebagai Kawasan Tanpa Rokok.
(2) Tempat-tempat tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
meliputi :
a. sarana kesehatan;
b. tempat proses belajar mengajar;
c. arena kegiatan anak;
d. tempat ibadah; dan
e. angkutan umum.
(3) Kawasan Tanpa Rokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.
Pasal 3
Setiap orang yang berada dalam Kawasan Tanpa Rokok dilarang
melakukan kegiatan :
a. memproduksi atau membuat rokok;
b. menjual rokok;
c. menyelenggarakan iklan rokok;
d. mempromosikan rokok; dan/atau
e. menggunakan rokok.
BAB III
KAWASAN TERBATAS MEROKOK
Pasal 4
(1) Kepala Daerah menetapkan tempat umum dan tempat kerja
sebagai Kawasan Terbatas Merokok.
(2) Setiap orang yang berada di Kawasan Terbatas Merokok
dilarang merokok kecuali di tempat khusus yang disediakan
untuk merokok.
___ Kawasan Terbatas Merokok sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.
5
BAB IV
KEWAJIBAN PIMPINAN ATAU PENANGGUNG JAWAB
KAWASAN TANPA ROKOK DAN KAWASAN TERBATAS MEROKOK
Pasal 5
(1) Pimpinan atau penanggung jawab Kawasan Tanpa Rokok
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 berkewajiban untuk :
a. membuat dan memasang tanda/petunjuk/peringatan
larangan merokok;
b. wajib memberikan teguran dan peringatan kepada setiap
orang yang melanggar ketentuan Pasal 3.
(2) Pimpinan atau penanggung jawab Kawasan Terbatas
Merokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 berkewajiban
untuk :
a. menyediakan tempat khusus untuk merokok;
b. membuat dan memasang tanda/petunjuk/peringatan
larangan merokok dan tanda/petunjuk ruangan boleh
merokok;
c. wajib memberikan teguran dan peringatan kepada setiap
orang yang melanggar ketentuan Pasal 4 ayat (2).
(3) Tempat khusus untuk merokok sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) huruf a harus memenuhi ketentuan :
a. terpisah dari ruangan atau area yang dinyatakan sebagai
tempat dilarang merokok;
b. dilengkapi dengan alat penghisap udara;
c. memiliki sistem sirkulasi udara yang memadai.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pembuatan dan pemasangan
tanda/petunjuk/peringatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf a dan ayat (2) huruf b diatur dengan Peraturan
Kepala Daerah.
Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, juga mencantumkan
peraturan Kawasan Tanpa Rokok pada Bagian Ketujuh Belas, Pengamanan Zat Adiktif, Pasal
115 ayat ( 1 ) Kawasan tanpa rokok antara lain:
a. Fasilitas pelayanan kesehatan;
b. Tempat proses belajar mengajar;
c. Tempat anak bermain;
d. Tempat ibadah;
e. Angkutan umum;
f. Tempat kerja; dan
g. Tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan.

Lalu pada ayat ( 2 ) Pemerintah daerah wajib menetapkan kawasan tanpa rokok di
wilayahnya. Sehingga menindak lanjuti pasal 25 Peraturan Pemerintah
Nomor 19Tahun 2003 tersebut beberapa pemerintah daerah telah mengeluarkan kebijakan
Kawasan Tanpa Rokok antara lain yaitu[5] :
1. DKI Jakarta
DKI Jakarta tidak mempunyai Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok secara eksklusif.
Peraturan Kawasan Dilarang Merokok hanya tercantum dalam Peraturan Daerah (PERDA) No. 2
Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara untuk Udara Luar Ruangan. Yang ada
hanya Peraturan Gubernur (Per-Gub) Nomor 75 Tahun 2005 tentang Kawasan Dilarang
Merokok. DKI Jakarta belum menerapkan 100% Kawasan Tanpa Rokok karena dalam peraturan
tersebut masih menyediakan ruang untuk merokok.

2. Kota Bogor
Kota Bogor belum menerbitkan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok secara
eksklusif. Pengaturan tertib Kawasan Tanpa Rokok tertuang dalam Peraturan Daerah No 8
Tahun 2006 tentang Ketertiban Umum, pasal 14 16. Kota Bogor juga belum menerapkan 100%
Kawasan Tanpa Rokok karena masih mencantumkan ruang untuk merokok.Kota Bogor
merencanakan akan menyusun Perda Kawasan Tanpa Rokok secara eksklusif.
3. Kota Cirebon
Peraturan Kawasan Tanpa Rokok di Kota Cirebon berbentuk Surat Keputusan Walikota
No 27A/2006 tentang Perlindungan Terhadap Masyarakat Bukan Perokok di Kota Cirebon.
Kota Cirebon merupakan kota pertama yang menerapkan 100% Kawasan Tanpa Rokok
yaitu tidak menyediakan ruang untuk merokok. Sayangnya peraturan tersebut belum berbentuk
Peraturan Daerah sehingga tidak ada sanksi dan tidak mengikat masyarakat.
4. Kota Surabaya
Kota Surabaya merupakan kota pertama yang mempunyai Peraturan Daerah Kawasan
Tanpa Rokok secara ekskusif, yaitu Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 5 Tahun 2008 tentang
Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok. Perda ini membagi 2 kawasan yaitu
Kawasan Tanpa Rokok yang menerapkan 100% Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas
Merokok yang menyediakan ruang khusus untuk merokok.
Untuk melaksanakan Perda No 5 Tahun 2008, Kota Surabaya juga telah membuat
Peraturan Walikota Surabaya No 25 Tahun 2009 tentang Pelaksanaan Perda Kota surabaya
Nomor 5 Tahun 2008 tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok. Kawasan
Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok yang tercantum dalam Perda 5/2009 dirinci dan
dipertegas pada Perwali tersebut.
5. Kota Palembang
Kota Palembang merupakan Kota pertama di Indonesia yang memiliki Peraturan Daerah
Kawasan Tanpa Rokok secara eksklusif dan menerapkan 100% Kawasan Tanpa Rokok yaitu
tanpa menyediakan ruang merokok. Peraturan Daerah No. 07/2009 Tentang Kawasan Tanpa
Rokok Kota Palembang merupakan satu-satunya Perda Kawasan Tanpa Rokok di Indonesia yang
sesuai dengan standard internasional yaitu 100% Kawasan Tanpa Rokok dengan tidak
menyediakan ruang untuk merokok.
6. Kota Padang Panjang
Kota Padang Panjang memiliki Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok yaitu Peraturan
Daerah Kota Padang Panjang No 8 Tahun 2009 Tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok dan
Kawasan Tertib Rokok. Peraturan Daerah ini dirinci dan dipertegas dengan Peraturan Walikota
Padang Panjang No.10 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Padang
Panjang No. 8 Tahun 2009 Tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok dan Kawasan Tertib Rokok.


PergubDKI Jakarta no. 75 tahun 2005
BAB V

TEMPAT KHUSUS/KAWASAN MEROKOK

Pasal 18

Tempat khusus atau Kawasan merokok harus memenuhi persyaratn sebagai
berikut :

a. tempat terpisah atau secara fisik atau tidak tercampur dengan kawasan
dilarang merokok;

b. dilengkapi alat penghisap udara atau memiliki sistem sirkulasi udara;

c. dilengkapi asbak atau tempat pembangunan puntung rokok.

d. dapat dilengkapi dengan data dan informasi bahaya merokok bagi
kesehatan.