Anda di halaman 1dari 4

Pembentukan Watak

Pembentukan Watak, 5 Kebajikan


Desember 23, 2008 9:30 pm
.
Artikel ini diterjemahkan dari buku Miracles through Pranic Healing tulisan GrandMaster Choa
Kok Sui. Penyembuh Prana seharusnya menjadi teladan bagi pasien dan masyarakat di
sekitarnya. Karenanya pengembangan kebajikan merupakan hal yang sangat penting untuk terus
dilakukannya.

1. Cinta kasih dan tidak menyakiti
Cinta kasih dan tidak menyakiti secara sederhana berarti tidak melakukan tindakan yang kasar
ataupun kejam, cinta kasih dapat diutarakan dengan kata-kata ataupun dengan pikiran. Berlaku
sopan dan suka menolong mencerminkan perbuatan kasih sayang. Secara lisan, anda dapat
mengucapkan kata-kata yang penuh kepedulian dan memberikan dorongan. Manusia, seperti
halnya tanaman, perlu dirawat agar dapat tumbuh dan berkembang. Misalnya, anda dapat
menunjukkan penghargaan atau memberikan perhatian atas prestasi yang dicapai seseorang.
Dengan demikian orang itu akan diilhami untuk menjadi lebih baik. Dengan pikiran atau secara
mental, cinta kasih dapat diwujudkan dengan cara memberkati atau mendoakan orang lain.
Dalam lingkup Penyembuhan Prana, cintakasih berarti merawat pasien walaupun dia tidak
mampu membayar, itu berarti telah menyembuhkan sesama dengan cinta kasih dan belarasa.
Tidak menyakiti berarti menghindarkan diri dari menyakiti orang lain baik itu secara fisik,
dengan ucapan maupun secara psikik. Pada tingkat fisik, tidak menyakiti berarti jangan
membunuh atau menyakiti orang lain karena marah atau dengki. Mempraktekkan tidak
menyakiti sesama makhluk juga merupakan hal yang sangat penting. Kadang-kadang seseorang
harus membunuh binatang demi memenuhi kebutuhan pangan keluarganya, tetapi dia harus
membunuhnya dengan tidak melakukan tindakan yang kejam, dengki atau dengan menikmati
penderitaan binatang itu. Membasmi tikus, kecoa, nyamuk dan serangga lainnya bukan
merupakan hal yang tabu selama itu dilakukan karena alasan kebersihan dan kesehatan.
Tidak menyakiti dengan ucapan dapat dilakukan dengan menghindarkan diri dari penggunaan
kata-kata kasar atau menyakitkan yang seringkali lama baru dapat disembuhkan, dibandingkan
dengan kalau kita menyakiti tubuh seseorang. Luka jasmani hanya membutuhkan waktu satu
atau dua minggu untuk sembuh, tetapi luka yang diakibatkan oleh perkataan yang kurang bijak
atau penuh kedengkian baru bisa disembuhkan setelah bertahun-tahun, atau bahkan mungkin
sama sekali tidak dapat disembuhkan, karenanya, jaga perkataan anda agar tidak menyakiti hati
orang lain. Kalau anda harus mengkritik orang lain, lakukanlah dengan penuh kasih sayang dan
kelembutan, dengan kata lain, kritiklah dengan hati. Nanti akan anda sadari bahwa cara ini jauh
lebih efektif, karena orang yang anda tegur lebih dapat menerimanya.
Pada tingkat yang lebih halus, tidak menyakiti berarti mengurangi seminimal mungkin atau sama
sekali menghindarkan diri dari memberikan kritik berlebihan walau itu hanya dalam pikiran anda
saja, juga jangan iri. Dengan kata lain, seseorang harus berusaha keras untuk mempraktekkan
tidak menyakiti secara mental atau dalam pikiran anda. Seseorang tidak boleh menyakiti
perasaan orang lain dengan perkataannya, tetapi juga dalam benaknya dia tidak boleh mencela
kesalahan atau cacat orang lain, ini tidak berarti bahwa anda tidak perlu waspada pada
kesalahan atau kelemahan orang lain tetapi tidak ada alasan bagi anda kenapa anda harus berada
dalam sikap negatif semacam ini 10 atau 20 kali sehari selama 365 hari dalam setahun. Bila anda
melakukan ini, anda menciptakan gambaran negatif tentang orang lain, yang akan menghambat
perkembangan orang itu. Dengan terus menerus kritis, anda menghambat perkembangan
seseorang, bahkan sekalipun dia ingin berubah. Mengulang-ulang kritik dalam hati anda
karenanya dapat menghalangi kemajuannya, ini tidak akan membantu tetapi sebaliknya hanya
akan menunda kemajuan orang itu. Sebelum mengkritik, seseorang harus menyadari bahwa
sebenarnya hampir semua orang memang tidak sempurna dan diperlukan cukup banyak waktu
untuk merubah dirinya dan berkembang. Perkembangan spiritual membutuhkan sebuah proses
dan proses itu sendiri membutuhkan waktu.
Dalam penyembuhan prana, tidak menyakiti juga berarti tidak menyalahgunakan kekuatan
psikik.
Cinta kasih dan tidak menyakiti penting bagi hubungan antar manusia yang benar dan harmonis.
Kalau setiap orang mempraktekkannya, dunia akan menjadi tempat tinggal yang lebih baik.
2. Murah hati dan tidak mencuri
Murah hati berarti berbagi atau memberi. Pada tingkat jasmani, ini berarti berbagi atau
memberikan uang dengan bijaksana. Kunci kemakmuran adalah kemurahan hati. Menyumbang
sebagian penghasilan anda pada badan-badan keagamaan atau sosial dan menderma adalah
melakukan kemurahan hati secara jasmani. Telah diamati bahwa pasien yang dengan murah hati
memberi sesuatu pada penyembuhnya biasanya sembuh dengan cepat dari sakit yang dideritanya.
Ini disebabkan karena dengan memberi, mereka berhak menerima energi penyembuhan,
karenanya ketika seorang pasien memberi dengan murah hati, kemampuannya untuk menerima
dan mencerna energi penyembuhan jadi meningkat sangat besar, dengan demikian akan
merangsang proses penyembuhannya. Penulis telah mengamati bahwa dalam berbagai kasus,
hanya dengan membayar di muka, seorang penyembuh prana yang mahir dapat menyebabkan
kesembuhan sebagian atau kesembuhan menyeluruh bahkan sebelum perawatan dengan prana
dilakukan. Memberkati bumi juga merupakan bentuk kemurahan hati. Dalam tingkat emosional,
anda dapat melakukan kemurahan hati dengan bersikap hangat, memberikan teladan dan
mendukung. Secara mental, anda dapat membagikan pengetahuan dan keahlian pada orang yang
telah siap dan mau belajar. Ketika anda mempraktekkan hal ini, akan anda sadari nanti bahwa
pemahaman anda terhadap masalah tertentu menjadi lebih mendalam. Ini disebabkan karena
anda tidak akan dapat benar-benar menguasai sebuah masalah sampai anda mau mengajarkannya
kepada orang lain.
Tidak mencuri berarti bahwa seseorang tidak boleh mengambil apapun yang bukan miliknya.
Dalam tingkat pergaulan, seseorang tidak boleh mencuri kasih sayang atau mendambakan
pasangan orang lain. Ini juga berarti, dalam tingkat yang lebih tinggi, bahwa seseorang tidak
boleh mencuri jasa atau reputasi yang merupakan milik orang lain. Dalam penyembuhan Prana,
tidak mencuri berarti bahwa seorang penyembuh prana harus merawat pasiennya dengan
seksama apa lagi kalau dia telah dibayar dengan pantas. Itu juga berarti bahwa pasien harus
memberi imbalan yang pantas pada penyembuhnya untuk penyembuhan yang telah diterimanya.
Dalam banyak kasus hanya sedikit membayar atau tidak sama sekali, walaupun sebenarnya dia
mempunyai kemampuan finansial untuk itu, akan mengakibatkan tingkat kesembuhannya lambat
atau bahkan tidak terjadi kesembuhan sama sekali.
3. Jujur dan tidak berbohong
Kejujuran harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak akan menyakiti atau melukai
perasaan orang lain. Seseorang tidak boleh memanfaatkan kejujuran dan keterus-terangan
sebagai alat atau senjata yang dapat menyebabkan perasaan sakit atau melukai hati seseorang.
Kejujuran seharusnya tidak digunakan dengan kedengkian, hal semacam ini adalah
penyalahgunaan kebajikan kejujuran. Kalau ada pertentangan antara kejujuran, kemurahan
hati dan tidak menyakiti, kebajikan cinta kasih dan tidak menyakitilah yang harus
dimenangkan.
Tidak berbohong berarti bahwa seseorang tidak boleh membuat pernyataan yang tidak benar
karena dengki atau dengan maksud untuk mengambil keuntungan dari orang lain.
4. Tekun dan tidak malas
Dalam penyembuhan prana, tekun berarti mempelajari dengan seksama buku-buku
penyembuhan prana. Juga berarti berlatih melakukan berbagai teknik penyembuhan prana hingga
benar-benar mahir. Juga berarti dengan sungguh-sungguh merawat pasien. Ketekunan juga
memerlukan rasa tanggung jawab yang besar. Bila seseorang ditugasi untuk melakukan sesuatu,
dia harus melakukannya dengan baik dan tuntas. Itu juga berarti tidak menunda-nunda. Istilah
lain untuk tekun adalah: setia pada tujuan dan terus menerus berupaya. Setia pada tujuan dan
terus menerus berupaya dan tidak malas merupakan kunci keberhasilan dan penyembuhan
spiritual.
5. Sederhana dan tidak berlebihan
Sangat penting bagi seseorang untuk menghindarkan diri dari melakukan tindakan yang ekstrim
dan kebiasaan yang berlebihan, dan bertindak sederhana. Dalam penyembuhan prana,
menyembuhkan dan menolong banyak orang memang sangat bagus, tetapi bukan dengan cara
menguras tenaga sendiri, melakukan penyembuhan terus menerus sepanjang hari selama 5 atau 6
hari dalam seminggu benar-benar sangat berlebihan dan jelas berakibat buruk bagi kesehatan.
Ada penyembuh yang kemudian menjadi sakit berat atau meninggal dunia di usia muda karena
melakukan hal ini secara berlebihan. Seorang penyembuh akan lebih berguna bagi
masyarakatnya dalam rentang waktu yang cukup lama kalau dia melakukan penyembuhannya
dengan tidak berlebihan.
Hubungan seks itu baik, tetapi harus dilakukan seperlunya saja, jangan berlebihan. Terlalu
banyak melakukan hubungan seksual dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan penurunan
kekuatan penyembuhan seseorang secara dramatis.
Dalam hal keuangan, ini berarti bahwa seseorang harus menghindarkan diri dari menghambur-
hamburkan uang dan membuat pengeluaran yang tidak bermanfaat. Kalau mungkin sebaiknya
tabung atau investasikan 20% sampai 30% pendapatan bersih anda setelah dipotong pajak dan
derma. Ini adalah salah satu kunci kemakmuran.
Jadwal yang dianjurkan:
Lakukan pemeriksaan batin dan menanggulanginya dengan tegas dan tuntas, seseorang dalam
jangka waktu tertentu harus dapat menguasai salah satu dari lima kebajikan di atas, dan
mempraktekkannya dengan sungguh-sungguh. Berkonsentrasilah pada satu kebajikan selama
lebih kurang dua bulan. Renungkan apa yang telah anda lakukan sepanjang hari sehubungan
dengan kebajikan itu. Sadarilah hal baik yang telah anda lakukan, ini akan mengembangkan
kepercayaan diri anda, dan pada saat yang sama, sadari juga kesalahan-kesalahan anda. Inilah
yang disebut dengan pemeriksaan batin. Secara mental hapuslah peristiwa negatif paling tidak
lima kali. Inilah yang disebut dengan penanggulangan yang tegas. Mekanisme dibalik tindakan
ini adalah bahwa pengulangan pikiran yang baik akan terwujud dalam tindakan yang baik pula.
Demikian juga tindakan baik yang terus menerus diulang dalam jangka waktu yang panjang akan
menjadi kebajikan. Seseorang harus secara intensif melakukan pemeriksaan batin dan
menanggulanginya dengan tegas paling tidak selama dua tahun.