Anda di halaman 1dari 12

Prinsip dasar DESAIN STRUKTUR

Prinsip dasar DESAIN STRUKTUR Filosofi dasar dari proses disain struktur adalah: Apapun KEBUTUHAN yang diharapkan dari

Filosofi dasar dari proses disain struktur adalah: Apapun KEBUTUHAN yang diharapkan dari sebuah sistim struktur harus cocok, terpenuhi, sesuai dengan KEMAMPUANNYA.

DESAIN STRUKTUR dipengaruhi oleh:

Demand (Kebutuhan)

Capacity (Kemampuan)

Faktor lain

Pembebanan (fungsi struktur) Kondisi Perletakan (fungsi & kondisi alam) Geometri (besar dan susunan struktur

Geometri (bentuk dan susunan)

Ekonomis (finansial)

Keindahan (surrounding)

Bahan atau material

dan sebagainya

• Ekonomis (finansial) • Keindahan ( surrounding ) • Bahan atau material • dan sebagainya 1

1

Peraturan Kayu 2002

Peraturan Kayu 2002 LRFD = membandingkan beban beban layan yang telah difaktorkan dengan kekuatan penampang (peraturan
Peraturan Kayu 2002 LRFD = membandingkan beban beban layan yang telah difaktorkan dengan kekuatan penampang (peraturan

LRFD = membandingkan beban beban layan yang telah difaktorkan dengan kekuatan penampang (peraturan kayu baru)

ASD = Membandingkan tegangan yang dihitung secara elastis dengan tegangan batas yang diizinkan (peraturan kayu lama)

ASD = Membandingkan tegangan yang dihitung secara elastis dengan tegangan batas yang diizinkan (peraturan kayu lama)

2

DESAIN ELEMEN KAYU

Hal hal yang harus diperhatikan dalam mendesain struktur kayu :

1.Data mekanis material kayu

1.1 Nilai kuat acuan

1.2 Nilai rasio kekuatan

1.3 Kelas mutu kayu

2.Kombinasi pembebanan 3.Karakteristik penampang 4.Faktor-faktor koreksi

DATA MEKANIS ELEMEN KAYU

Berdasarkan referensi dari Tata Cara Perencanaan Konstruksi Kayu Indonesia berikut beberapa data penting yang perlu diketahui didalam mendesain struktur kayu

1.1 NILAI KUAT ACUAN

Contoh : Untuk kode mutu E26

Ew

= Modulus elastisitas

= 25000 MPa

Fb

= Kuat lentur

= 66 MPa

Ft

= Kuat tarik sejajar serat

= 60 MPa

Fc

= Kuat tekan sejajar serat

= 46 Mpa

Fv

= Kuat geser

= 6.6 MPa

Fc

= Kuat tekan tegak lurus serat

= 24 MPa

Tabel. Nilai acuan (MPa) berdasarkan atas pemilahan secara mekanis pada kadar air 5%

Tabel. Nilai acuan (MPa) berdasarkan atas pemilahan secara mekanis pada kadar air 5% 5

5

Tabel. Nilai Rasio Kekuatan

Kelas Mutu

Nilai Rasio Kekuatan

A

0,80

B

0,63

C

0,50

Tabel. Kelas mutu kayu

MACAM CACAT

KELAS MUTU A

 

KELAS MUTU B

 

KELAS MUTU C

Mata kayu :

1/6 lebar kayu 1/8 lebar kayu 1/5 tebal kayu 1/10 tebal atau lebar kayu

1/4 lebar kayu 1/6 lebar kayu 1/6 tebal kayu 1/6 tebal atau lebar kayu

1/2 lebar kayu 1/4 lebar kayu 1/2 tebal kayu 1/4 tebal atau lebar kayu

Terletak di muka lebar Terletak di muka sempit Retak Pinggul/wanvlak

Arah serat

1 : 13

1

: 9

1

: 6

Saluran damar

1/5 tebal kayu eksudasi tidak diperkenankan

2/5 tebal kayu

1/2 tebal kayu

Gubal

Diperkenankan

Diperkenankan

Diperkenankan

Lubang serangga

Diperkenankan asal tersebar dan ukuran dibatasi dan tidak ada tanda-tanda serangga hidup

Diperkenankan asal tersebar dan ukuran dibatasi dan tidak ada tanda-tanda serangga hidup

Diperkenankan asal tersebar dan ukuran dibatasi dan tidak ada tanda-tanda serangga hidup

Cacat lain (lapuk, hati rapuh, retak melintang)

Tidak diperkenankan

Tidak diperkenankan

Tidak diperkenankan

Kombinasi Pembebanan

1. 1,4 D

2. 1,2

D

+

3. 1,2

D

+

4. 1,2

D

+

5. 1,2

D

±

(

)

1,6

1,6

1,3

1,0

L

L L atau H

+ 0,5

(

a

0,5

0,5

L atau H

a

)

+

(

L

+ 0,5

L

0,5

L atau

)

(

L atau H

a

W +

E

+

6. 0,9

D

±

(

1,3

W atau

1,0

E)

0,8

W

)

KARAKTERISTIK PENAMPANG

A = Luas penampang

Ixx = Momen Inersia sb-x

Sxx = Modulus Penampang

KARAKTERISTIK PENAMPANG A = Luas penampang Ixx = Momen Inersia sb-x Sxx = Modulus Penampang 9
KARAKTERISTIK PENAMPANG A = Luas penampang Ixx = Momen Inersia sb-x Sxx = Modulus Penampang 9
KARAKTERISTIK PENAMPANG A = Luas penampang Ixx = Momen Inersia sb-x Sxx = Modulus Penampang 9

FAKTOR KOREKSI

1. Faktor koreksi layan basah, C M

2. Faktor koreksi temperatur, C t

3. Faktor koreksi tegangan geser, C H

4. Faktor Koreksi pengawetan kayu, C pt

5. Faktor koreksi pengaruh volume kayu, C v

6. Faktor stabilitas balok, C L

7. Faktor koreksi tahan api, C rt (spesifikasi ditentukan dari produsen )

8. Faktor koreksi ukuran ,C F

9. Dsb

Tabel.Faktor Koreksi

Tabel.Faktor Koreksi 11
Tabel.Faktor Koreksi 11

PERENCANAAN ELEMEN STRUKTUR KAYU

1. Perencanaan Komponen Struktur Tekan ( Compression Member )

2. Perencanaan Komponen Struktur Tarik ( Tension Member )

3. Perencanaan Komponen Struktur Lentur ( Bending Member )

4. Perencanaan Komponen Struktur dengan kombinasi lentur dan tekan.

Komponen Struktur Lentur ( Bending Member ) 4. Perencanaan Komponen Struktur dengan kombinasi lentur dan tekan.