Anda di halaman 1dari 22

8 Analisa struktur geologi

8.1 Pendahuluan
8.1.1 Tujuan Analisa Struktur
Pengenalan, pengamatan dan pengumpulan data struktur merupakan
bagian dari kegiatan geologi lapangan yang fundamental didalam pemetaan
geologi. Mempelajari struktur geologi suatu wilayah meliputi pengenalan
(identifikasi) dan pemerian (deskripsi) berbagai struktur yang ada, ditunjang
dengan pemahaman tentang teori dan model pembentukannya, misalnya
pola pergerakannnya (Analisa kinematika), serta pengaruh gaya (Force)
dan tegasan (Stress) yang menyebakan (Analisa Dinamika).
Untuk menapai sasaran ini, diperlukan data lapangan yang lengkap dan
terini. Data struktur tidakm dapat direkam atau digunakan seara terini,
dalam arti harus disertain dengan deskripsi litologi, sedimentologi, petrologi
dan juga paleontologi, sebagai suatu interpretawsi yang lengkap. !eberapa
aspek didalam mempelajari struktur yang perlu dikenkan adalah " mengenal
gejala struktur, apa yang diukur dan dideskripsi, bagaimana menganalisa
data yang diperoleh, bagaimana menggabungkannya kedalam data geologi
lain, sebagai suatu interpretasi dan sintesa regional suatu wilayah.
8.1.2 Tahapan mempelajari struktur geologi
Diagram alir pada gambar #.$ memperlihatkan ntahapan didalam
mempelajari struktur geologi. Unsur struktur merupakan gambaran tiga
dimensi yang harus dikenal diperikan jenisnya dan diukur kedudukannya.
Untuk itu diperlukan penerapan prinsip%prinsip geometri terhadap bentuk%
bentuk unsure struktur struktur geologi, baik yang dianggap sebagai unsur
bidang maupun unsure garis. &al ini penting untuk dapat membanyangkan
struktur didalam ruang, diatas dan dibawah suatu peta dari hasil
pengamatan singkapan yang seringkali hanya terlihat pada pandangan dua
dimensi.
'elain, itu umumnya data yang dapat diperoleh dilapangan dari
pengamatan suatu singkapan sifatnya terbatas atau kurang lengkap,
disebabkan karena keadaan singkapan yang kurang baik. Dalam hal ini
diperlukan kemampuan untuk dapat melakukan generalization (menentukan
keadaan seara umum) dan assumption (anggapan) terhadap data dari
suatu singkapan.
'ebagai ontoh, terhadap suatu gejala struktur yang berupa breksi
sesar yang tersingkap seara terpisah pada suatu sungai, diperlukan
kemampuan mengumpamakan sebagai suatu bidang sesar (assumption)
yangn mempunyai arah dan mempunyai arah dan kemiringan tertentu
(generali(ation).
&asil pengamatan dan pengukuran di lapangan tersebut kemudian
diolah dan disajikan dalam peta, penampang dan dilengkapi dengan sketsa
serta diagram%diagram (diagram frekwensi, roset, stereografi). )ejala
struktur geologi umumnya merupakan unsure%unsur yang saling
berhubungan didalam proses pembentukannya, misalnya hubungan antara
kekar, sesar, lipatan, belahan dan sebagainya. Dengan menerapkan prinsip%
prinsip keterakan (strain) dan tegasan (stress),dilakukan analisa kinematika
dan dinamikanya. *ntegrasi data struktur, litologi, stratigrafi, sedimentologi
dan paleontologi akan melengkapi interpretasi pembentukan struktur dan
sintesa perkembangan tektonik dari suatu wilayah.
8.1.3 Pengamatan struktur di lapangan.
Didalam pengamatan struktur dilapangan perlu diperhatikan dan
dilakukan hal%hal berikut +
$. Pengukuran seara tepat, pengamatan dan penatatan semua
unsur struktur. Di dalam pengambilan data, sebaiknya tidak
dilakukan pemilihan untuk data tertentu, karena kemungkinan dsata
ini akan berguna untuk membantu interpretasi lebih lanjut.
,. *nterpretasi selama pengamatan, misalnya membuat sketsa
singkapan, penampang peta dan sebagainya. &al ini akan sangat
membantu untuk memeahkan masalah dan untuk menemukan
lokasi kuni untuk penelitian lebih lanjut bila diperlukan.
-. Data sebaiknya selalu diplot pada peta atau penampang pada saat
pengsmatan dilapangan .dengan demikian interpretasi dilapangan
akan lebih mudah dilakukan.
.. pengumpulan data struktur harus disertai dengan pengamatan lain
misalnya litologi,stratigrafi dan lainnya.
8.1.4. Struktur sedimen dan tektonik
'truktur batuan dapat terbentuk pada saat pembantukannya
(struktur primer), yaitu 'ejalan dengan proses sedimentasi sebelum
mengalami litifikasi,atau struktur aliran pada batuan beku.!idang perlapisan
pada batuan sedimen merupakan struktur yang utama,sebagai kerangka
untuk memerikan struktur perlipatan dan sesar.!eberapa jenis struktur
sedimen yang penting didalam pengamatan struktur ,misalnya perlipatan
bersilang struktur pembebanan (load cast),flute cast,rekah kerut(mud crack)
dan sebagianya baik seara langsung sebagai iri posisi dasar lapisan atau
seara tidak langsung sebagai pertimbangan untuk interpretasi lingkungang
pengendapan struktur batuan yang terjadi setelah pembentukan batuan
(struktur sekunder)merupakan akibat dari proses deformasi atau
tektonik,kekar,sesar,lipatan,belahan,foliasi merupakan struktur utama
sebagai hasil dari proses deformasi.
Pada daerah dimana batuan sedimen telah mengalami deformasi
yang kuat seringkali sulit dibedakan antara yang terbentuk pada saat
sedimentasi dan struktur yang terbentuk akibat tektonik .ontoh yang paling
umum adalah membedakan antara struktur pelengseran (slump) dengan
lipatan atau perlipatan aak (ontorted bedding) dengan perlapaisan yang
nhanur pada jalur sesar.
8.2. Pengamatan dan Pengamatan Data Struktur
8.2.1. Proyeksi stereografi
Proyeksi stereografi merupakan ara didalam geologi strktur untuk
menampilkan data orientasi -%D didalam gambaran garis ,%D. proyeksi ini
digunakan untuk memeahkan masalah hubungan sudut dari garis dan
bidang didalam ruang
$. D*/01A2 D*2APA1)A1



,. D*'A3*/A1 PADA
P04A P01AMPA1)
'/04'A,D*A)5AM
-. D*A1A2*'A /*10MA4*/A
DA1 D*1AM*/A16A



)ambar #.$. !agan yang memperlihatkan tahapan untuk mempelajari
struktur geologi
)eometri dan kedudukannya
diukur unsur%unsur
struktur bidang dan garis
Diagram 'tereo,
7rekuensi, 5oset diolah
pada tiap lokasi
PTA ST!"#T"!
Sintesis Perkem$angan Tektonik
2itologi
'tratigr
afi
'edime
ntologi
Paleont
0lips keterakan dan tegasan
diukur dan ditentukan
)ambar #.,. 'truktur yang terbentuk pada saat sedimentasi (f), bersifat
regangan dengan pengisian sedimen (w)
)ambar #.-. struktur pelengseran (slump) dengan bidang belahan
(l8lea9age).
Ada dua jenis proyeksi stereografi yang umum yaitu jaring :ulf atau
e;ual net dan jaring 'hmidt atau e;ual area net ()ambar #..). /egunaan
kedua jaring ini pada dasarnya sama, hanya untuk jumlah struktur yang
besar dan untuk menge9aluasi statistik dengan membuat diagram kontur
dari kutubnya, umumnya dipakai jaring 'hmidt.
)ambar #... 3aring stereografi :ulf dan 'hmidt
Untuk membuat diagram kontur dilakukan perhitungan presentase
kerapatan datanya dengan menggunakan jaring /alsbeek ()amabar #.<).
)ambar #.<. 3aring kalsbeek. Perhitungan persentasenya dilakukan dengan
menghitung jumlah titik%titik proyeksi 'hmidt yang berada
pada setiap segmen he=agonal ($ > dari luas jaring) pada
setiap titik pusatnya.
Didalam proyeksi stereografi, struktur bidanga akan diplot sebagai
lingkaran besar (stereogram) atau dapat ditampilkan sebagai kutub dari
bidangnyab yang diplot sebagai titik. 'truktur garis akan diplot sebagai titik
()ambar #.?). Pada umumnya proyeksi sferis yang dipakai adalah bagian
bawah (lower hemisphere).
)ambar #.?. /utub suatu bidang dan proyeksi stereografi permukaan bola
bagian bawah dari bidang dan kutubnya.
8.2.2. Pengukuran unsur struktur
@ara penggunaan kompas dan pengukuran struktur bidang maupun garis,
serta beberapa ara penulisannya telah ditunjukkan pada bab ,.
adakalanya untuk struktur bidang yang diantumkan sebagai besaran
kemiringan dan arah kemiringan (seperti pada struktur garis). Perlu
diperhatikan bahwa unsur struktur berkaitan satu sama lain didalam suatu
singkapan struktur, dan dapat diukur sebagai komponen yang terpisah,
sebagai ontoh, gores garis pada ermin sesar, sumbu lipatan pada bidang
sumbunya dan sebagainya.
)ambar #.A. @ontoh kedudukan struktur bidang dan garis serta ara
memplot proyeksi stereografi
)ambar #.#. @ara pengukuran unsur struktur garis dilapangan dengan
bantuan lipboard dan pensil.
8.2.3. Pen%atatan data lapangan
Penatatan pada buku atatan lapangan sebaiknya selengakap
mungkin, dengan disertai hasil interpretasi semenatara di lapangan.
:alaupun foto sangat membantu dalam mengemukakan data, tetapi sketsa
dan penjelasan tentang gejala struktur akan lebih baik dilakukan seara
langsung. )ambar #.B. dan #.$C ontoh pengamatan dan interpretasi di
lapangan
)ambar #.B. 'ketsa struktur lipatan dan gejala sesar minor, kekar dan
bidang belahan.
)ambar #.$C. !eberapa ontoh interpretasi jejak sesar dilapangan.
8.3. &ipatan
8.3.1. 'stilah dan defisini dasar
$ &inge line atau sumbu lipatan adalah garis tempat kedudukan dan
pelengkungan maksimum.
, !idang sumbu (a=ial plane) adalah bidang yang memuat garis%garis
sumbu. !idang ini dapat berbentuk lengkung, oleh karena itu istilah
yang tepat adalah a=ial surfae.
- 'ifat simetri menggambarkan hubungan kesamaan sayap lipatan (limb)
terhadap bidang sumbunya.
. 'ifat silindris menggambarkan hubungan kesamaan dari penampang
lipatan pada setiap titik lipatan.
)ambar #.$$. !eberapa definisi lipatan dan prinsip geometrinya pada
proyeksi stereografi
8.3.2. (enis lipatan
2ipatan dapat dikelompokkan !erdasarkan kedudukan garis
sumbunya (lipatan hori(ontal, menunjam), bidang sumbunya (lipatan tegak,
rebah), besarnya sudut antara sayap (lipatan terbuka, ketata, isoklin)) atau
berdasarkan bentuknya (dengan dasar isogon kemiringan, sifat
harmoniknya).
!eberapa jenis lipatan yang karasteristik diantaranya (gambar #.$,) +
$ 2ipatan parallel, adalah lipatan dengan ketebalan lapisannnya tetap.
, 2ipatan similar, adalah lipatan dengan jarak antara lapisan sejajar
dengan bidang sumbu.
- 2ipatan harmonik atau disharmoni didasarkan pada sifat menerus atau
tidak menerusnya bidang sumbu lipatan memotong lapisan.
. 2ipatan petigmatik (ptymagneti) atau lipatan elasti adalah lipatan
ketat, dengan sayapnya yang terlipat berbalik terhadap bidang
sumbunya.
< 2ipatan he9ron adalah lipatan bersudut dengan bidang sayap planar
dan punak yang tajam.
? *soklin adalah lipatan dengan sayap sejajar.
A /ink bands adalah lipatan bersudut tajam yang dibatasi oleh
permukaan%permukaan planar (umumnya bidang foliasi).
8.3.3. &ipatan parasit dan arah gerak )*ergen%e+
'ifat simetri dideskripsikan dengan mempertimbangkan panjang
relatif dan kedudukan dari sayap%sayap lipatan parasit minor. Dikenal
bentuk D, ' dan M, yang merupakan sifat simetri, panjang%pendek%panjang
dari sayap lipatan minor, dan posisinya terhadap lipatan utamanya ()ambar
#.$-). !entuk ini penting untuk menentukan posisi lipatan utamanya dari
tempat dimana lipatan minor diamati. Dengan demikian akan diketahui
apakah pengamatan terletak pada sayap antiklin atau sinklin dari lipatan
utamanya.
Eergene adalah istilah untuk menunjukkan arah pergerakan dan
perputaran yang terjadi pada saat deformasi. /onsep 9ergene ini dapat
diterapkan pada lipatan asimetris dan hubungan antar bidang belahan.
)ambar #.$,. !eberapa ontoh jenis lipatan. (a). 2ipatan parallel, (b).
2ipatan similar, (). 2ipatan disharmoni, (d). 2ipatan he9ron,
(e). 2ipatan isoklin, (f). /ink band
)ambar #.$- !entuk lipatan minor dan posisinya terhadap lipatan
utamanya Arah 9ergene ditunjukkan pada sayap panjang
kearah pendek paad bentuk D, atau sebaliknya pada bentuk
'.
8.4. Sesar dan Struktur Penyerta
'esar adalah struktur rekahan yang telah mengalami pergeseran.
'eara geometris sesar merupakan struktur bidang, walaupun
keberadaannya dilapangan dapat berupa bidang atau jalur sesar. 'esar
umumnya berhubungan dengan struktur yang lain terutama rekahan seara
umum, lipatan, bidang belahan dan sebagainya.
8.4.1. #lasifikasi dan deksripsi.
/lasifikasi sesar didasarkan terutama pada kedudukan bidang
sesar dan sifat pergeseran sebenarnya. !erdasarkan dinamika pergerakan
sesar, yang dihubungkan dengan prinsip tegasan utama (Anderson, $B<$),
dikenal tiga (-) jenis sesar yang utama, yaitu sesar normal, sesar mendatar
dan sesar naik ()ambar #.$.). 'eara deskriptif geometri, yang didasarkan
pada sifat gerak (separation) dan arah pergerakan sebenarnya (slip) pada
bidang sesar, ketiga jenis sesar tersebut dapat dikelompokkan ke dalam
sesar regangan (e=tension), strikeFslip dan sesar kontraksi atau kompresi
(ontration). !eberapa klasifikasi yang lain yang digunakan umumnya
mengau pada 9ariasi dari sifat utama ini, misalnya obli;ue slip%fault (gerak
miringC, thrust fault (sesar kompresi dengan sudut keil) dan sebagainya.
)ambar #.$. /lasifikasi dnamik dari Anderson ($B<$) dengan proyeksi
stereografi dari bidang sesar dan tegasan utamanya
8.4.2. Pengenalan sesar
'esar dapat dikenali dari foto udara atau peta topografi,. yang
berupa" kelurusan,, atau gawir pada suatu perbukitan atau lembah,
kelurusan atau pembelokan arah alur sungai yang menyolok.
)ejala sesar seara umum dapat dikenal di lapangan sebagai berikut +
)awir sesar atau bidang sesar
3alur terbreksikan, perlapisan yang terganggu atau hanuran
(gouge, milonit)
Deretan sumber%sumber air panas
Penyimpangan yang menyolok dari kedudukan lapisan
Pergeseran batas lapisan batuan, perulangan atau hilangnya
suatu satuan batuan.
Adanya gejala struktur minor lainnya seperti kekar, baik yang
bersifat gerus (shear) atau tarikan (tension), ermin sesar
(slikenside), gores%garis (striation), breksi sesar, struktur lipatan
dan sebagainya.
8.4.3. ,enentukan sifat pergeseran sesar
Untuk mempelajari sesar dilapangan,s eringkali diperlukan
bermaam data. &al yang paling penting, disamping menentukan jalur atau
kedudukan sesar, adalah menentukan sifat pergeseran sebenarnya (slip).
'ifat pergeseran sesar dapat dikenali langsung dilapangan, misalnya
bidang sesar disertai dengan ermin sesar yang jelas memperlihatkan sifat
pergeserannya, atau lipatan seretan yang menyertai sesar. Didalam
kenyataannya, hal ini tidak selalu atau jarang dijumpai. Gleh karena itu
pentingnya untuk mengamati, memerikan dan mengukur gejala struktur
sesar selengkap mungkin, sehingga akan membantu didalam analisa untuk
menentukan sifat pergeserannya.
/ekar, Urat%urat (9ein) dan 'tilolit
/ekar adalah rekahan yang tidak memperlihatkan pergeseran, atau
sedikit mengalami pergeseran. /ekar dapat dibedakan !erdasarkan
kejadiannya yaitu kekar regangan (dilationalHe=tensional), kekar gerus
(shear) atau kombinasi dari keduanya (hybrid) ()ambar #.$<). &ubugan
kejadian kekar dengan prinsip tegasan utama identik dengan sesar (lihat
)ambar #.$-).
'uatu sisitem kekar umumnya mempunyai keteraturan dengan sisitem
sesar dan lipatan. &ubungan ini seara umum diringkaskan pada )ambar
#,$?. /ekar regangan umumnya sejajar atau tidak lurus sumbu lipatan.
Urat (9ein) adalah rekahan yang telah diisi oleh mineral seara umum
mempunyai sifat kejadiannya yang sama dengan kekar. 0n ehelon 9ein
merupakan salah satu jenis urat yang penting yang sering dijumpai pada
jalur sesar (shear (one).
)ambar #.$< 3enis%jenis kekar, (a). /ekar regangan, (b). /ekar gerus, ()
&ybrid
)ambar #.$? Pola rekahan, kekar. sesar minor yang berkembang pada
lipatan.
/ekar atau rekahan pada umumnya sangat sulit dibedakan jenisnya
dilapangan. Akan tetapi kehadirannya didalam jalur sesar seringkali
menunjukkan pola yang karasteristik., yang dapat dipakai untuk
menentukan gerak relatif dari sesar ()ambar #,$A" #.$#" dan #.$#)
)ambar #.$A 3alur sesar (brittle shear (one) yang memperlihatkan
perkembangan kekar gerus 5iedel, 5$, 5,, dan P shear,
pada gerak dekstral.
)ambar #.$# 3alur sesar (semi%brittle%dutile shear (one) yantg
memperlihatkan perkembangan en%eholen tention gash
9ein pada gerak 9ein pada gerak destral.
)ambar #.$B 3alur sesar (dutile shear (one) yang memperlihatkan
perkembangan foliasi .< derajat terhadap shear (one.
'tilolit (stylolith) adalah bentuk permukaan akibat pelarutan akibat
kompresi atau shear strain. 'tilolit mempunyai bentuk bergelombang yang
beragam, umumnya merupakan normal (tegak lurus) terhadap arah tegasan
utama.
/esemua jenis struktur penyerta ini sangat penting sebagai auan
untuk mengidentifikasikan sifat pergerakan sesar, baik jalur sesar ataupun
pada bidang sesar. @ermin sesar merupakan bagian dari bidang atau jalur
sesar seara umum, atau merupakan rekahan yang dapat diidentifikasikan
sifat gerak relatifnya dengan mempertimbangkan sifat struktur minor yang
lain. !eberapa tanda yang menunjukkan sifat gerak pada bidang (ermin)
sesar ditunjukkan pada )ambar #.,C.
)ambar #.,C 4anda%tanda yang menunjukan sifat gerak pada bidang ermin
sesar.
(a) )ores garis dengan IsouringJ" (b) groo9e" () struktur tangga dengan
mineralisasi" (d) gores garis dengan stilolit" (e) dan (f) rekah regangan
(tension gashes)" (g) rekah 5iedelKs frature" (h) struktur tangga


)ambar #.,$ 'istem rekahan, kekar, sesar dan struktur penyerta yang lain
dan hubungannya dengan prinsip tegasan utama