Anda di halaman 1dari 1

Glikoprotein zona pellusida manusia: pemurnian dan sifat mengikat

Fertilisasi dimulai dengan pengikatan spermatozoa ke zona pellusida dari


oosit. Interaksi molekul antara spermatozoa dan ZP di manusia tidak bisa ditandai
karena terbatasnya ketersediaan oosit untuk penelitian. Saat ini teknologi kami tidak
dapat menghasilkan rekombinasi glikoprotein ZP manusia (hZP) dengan glikosilasi
sebenarnya.
elur mamalia terselubungi oleh ekstraselular matriks! zona pellusia
mempunyai regulator yang penting untuk fertilisasi. Interaksi antara spermatozoa dan
ZP menandai fertilisasi tahap pertama. ZP yang dimediasi mengikat spermatozoa
dengan oosit se"ara relatif spesies tertentu! menginduksi reaksi akrosom spermatozoa
dalam ZP terikat dan blok polispermi" fertilisasi.
Pengetahuan mengenai interaksi spermatozoa#ZP biasanya didapatkan dari
penelitian pada tikus. ZP tikus (mZP) terdiri dari $ glikoprotein mayor yaitu mZP%!
mZP&! dan mZP$. mZP$ bertanggung 'a(ab untuk mengikat spermatozoa#ZP dan
induksi reaksi akrosom.
)erbeda dengan mZP! ZP manusia (hZP) terdiri dari empat ran"angan
glokoprotein : ZP% *%#+$, asam amino (aa)-! ZP& (%#./0 aa)! ZP$ (%#/&/ aa) dan ZP/
(%#0/1 aa). Sebuah penilaian kritis dai sifat biokimia dan akti2itas biologis dari
glikoprotein terhalang karena kurangnya ketersediaan dari telur manusia untuk
penelitian.