Anda di halaman 1dari 11

kasti

Kasti atau Gebokan merupakan sejenis olahraga bola. Permainan yang dilakukan 2 kelompok
ini menggunakan bola tenis sebagai alat untuk menembak lawan dan tumpukan batu untuk disusun.
Siapapun yang berhasil menumpuk batu tersebut dengan cepat tanpa terkena pukulan bola adalah
kelompok yang memenangkan permainan. Pada awal permainan, ditentukan dahulu kelompok mana
yang akan menjadi penjaga awal dan kelompok yang dikejar dengan suit. Kelompok yang menjadi
penjaga harus segera menangkap bola secepatnya setelah tumpukan batu rubuh oleh kelompok yang
dikejar. Apabila bola berhasil menyentuh lawan, maka kelompok yang anggotanya tersentuh bola
menjadi penjaga tumpukan batu. Kerjasama antaranggota kelompok sangat dibutuhkan seperti halnya
olahraga softball atau baseball.
Versi lain permainan kasti yang banyak dimainkan anak anak sekolah dasar: pemain dibagi dua regu,
salah satu mendapat giliran jaga dan satu regu lagi mendapat giliran untuk memukul. Disediakan
beberapa pos yang ditandai dengan tiang dimana pemain serang (yang mendapat giliran pukul) tak boleh
di"gebok" atau dilempar dengan bola. Pemain serang bergiliran memukul bola yang diumpan oleh salah
seoarng pemain jaga. Pemain jaga berjaga dilapangan untuk mencoba menangkap pukulan pemain
serang. Ketika bola terpukul pemain serang berlari ke pos berikut atau "pulang" ke "rumah" yang dibatasi
dengan sebuah garis. Kalau pemain yang sedang lari menuju pos atau pulang dapat di"gebok" dia
dinyatakan mati dan kedua regu berganti - regu serang jadi regu jaga dan sebaliknya. Pemain serang
yang berhasil pulang mendapat satu angka. Regu yang mendapat angka terbanyak ketika pertandingan
berakhir dinyatakan menang. Permainan ini memang menggunakan gerak dasar berlari, memukul bola
dengan sebuah tongkat, menangkap dan melempar. Terdiri dari 2 base dengan jarak minimal 20 meter.

Bisbol
Bisbol atau dikenal dengan baseball adalah olahraga yang dimainkan dua tim. Pelempar
(pitcher) dari tim yang melempar berusaha melempar bolayang disebut bola bisbol, sedangkan pemain
(batter) dari tim yang memukul berusaha memukul bola dengan menggunakan tongkat pemukul (bat).
Tim yang melempar berusaha menangkap bola yang dipukul oleh tim yang memukul agar tim yang
memukul berubah menjadi tim yang melempar. Tim yang memukul mendapat angka dengan cara berlari
berlawanan arah dengan jarum jam untuk pulang ke home plate setelah menyentuh marka di permukaan
lapangan bisbol yang disebut base. Bisbol juga disebut sebagai hardball untuk membedakannya
dengan sofbol.
Lapangan bisbol berbentuk bujur sangkar (baseball diamond) dengan base yang terletak di tiga sudut.
Jarak antara base yang satu dengan baseyang lainnya adalah 27,432 meter (90 kaki). Tongkat pemukul
(bat) berbentuk silinder panjang dan mulus yang dibuat dari kayu (persyaratan pemukul bisbol
profesional) atau bahan logam. Peraturan permainan dikembangkan di Amerika Serikat dari permainan
yang menggunakan pemukul dan bola yang dimainkan di Inggris.
Bisbol adalah olahraga yang dilakukan secara tim dan populer di Amerika Utara, Amerika Latin, Karibia,
dan Asia Timur. Di banyak negara, bisbol merupakan olahraga utama. Di Amerika Serikat, bisbol adalah
pengisi waktu luang nasional (national pastime) karena sebagian orang Amerika Serikat menghabiskan
banyak sekali waktu untuk bermain dan menonton pertandingan bisbol. Jumlah penonton yang datang ke
stadion untuk menyaksikan Liga Baseball Amerika melebihi jumlah penonton olahraga jenis lainnya, tapi
dikalahkan Sepak bola Amerika dalam jumlah penonton yang menyaksikan pertandingan melalui televisi.

Dasar permainan
Bisbol dimainkan oleh dua tim di lapangan bisbol. Setiap tim memiliki 9 pemain. Wasit mengawasi
jalannya permainan dengan cermat untuk menentukan peristiwa yang sebenarnya terjadi dan menjaga
agar pemain mematuhi peraturan. Dalam pertandingan bisbol di Liga Baseball Amerika terdapat 4 orang
wasit, walaupun kadang-kadang ada 6 orang wasit.
Di lapangan bisbol terdapat 4 marka yang disebut base. Base diberi nomor berlawanan dengan arah
jarum jam, dimulai dari base awal yang disebut home plate, diteruskan
dengan base pertama, base kedua dan base ketiga. Base berbentuk bujursangkar dengan sisi 38 cm
(15 inci) yang dibuat sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah. Sudut dari keempat base membentuk
bujur sangkar yang disebut diamond. Masing-masing sisi lapangan bisbol panjangnya 27,4 meter.
Lapangan bisbol terdiri dari 2 daerah, daerah dalam (infield) dan daerah luar (outfield).
Seluruh base terdapat di daerah infield, sedangkan daerah outfield merupakan daerah berumput di luar
lingkaran daerah infield. Di sisi base pertama dan base ketiga terdapat garis yang disebutfoul line yang
terus memanjang sampai ke daerah outfield. Daerah di dalam foul line disebut foul territory.
Permainan terdiri dari 9 babak yang disebut inning. Di dalam satu inning, tim yang bertanding masing-
masing mempunyai kesempatan memukul (batting) untuk mencetak angka (run). Ketika tim yang
menyerang mendapat giliran memukul, tim yang bertahan melemparkan bola dengan sekencang
mungkin agar bola tidak dapat dipukul. Tim yang sedang mendapat giliran memukul mengutus
pemainnya seorang demi seorang untuk memukul bola. Tim yang melempar berusaha mematikan
anggota tim yang mendapat giliran memukul. Tim yang mendapat giliran memukul mendapat
kesempatan 3 kali mati (out) sebelum giliran memukul digantikan tim yang bertahan. Setelah habis
9 inning, tim yang mencetak angka (run) terbanyak menjadi pemenang. Jika setelah 9 inning dan kedua
belah tim dalam keadaanseri, inning tambahan dimainkan sampai salah satu tim keluar sebagai
pemenang. Pada permulaan permainan, tim yang menjadi tuan rumah (home team) mendapat giliran
melempar sedangkan tim tamu (visitor) mendapat giliran memukul.
Bagian terpenting dari permainan bisbol adalah pertarungan antara pelempar (pitcher) melawan pemukul
(batter). Pelempar melempar bola dengan secermat dan sebaik mungkin agar masuk ke bidang sasaran
di atas home plate. Bola harus dilempar sedekat mungkin dengan pemukul agar dapat dipukul, tapi pada
saat yang bersamaan bola harus dilempar sekencang mungkin dan sesulit mungkin agar tidak dapat
dipukul. Jika pelempar tidak melempar bola di luar bidang sasaran di atas home plate dan pemukul tidak
bereaksi, wasit akan berteriak "ball!" Jika pelempar terus melempar bola di luar bidang sasaran di
atashome plate sebanyak 4 kali, wasit berteriak "ball four!" dan pemukul boleh bebas berjalan ("walk")
ke base pertama.
Pemukul harus berdiri di sisi home plate dan berusaha memukul bola dengan tongkat pemukul (bat).
Pemukul harus mengayunkan tongkat pemukulnya dengan cermat agar bisa memukul bola. Jika pemukul
bisa memukul bola, ada kemungkinan anggota timnya bisa memperoleh angka (run). Jika pemukul
mengayunkan tongkat pemukul (swing) tapi bola tidak berhasil dipukul, wasit akan berteriak "strike!"
Begitu juga bila pemukul tidak bereaksi (tidak mengayunkan tongkat pemukul) tapi bola dilempar tepat di
bidang sasaran, wasit juga akan berteriak "strike!"
Penangkap (catcher) adalah sebutan untuk anggota tim bertahan yang berjongkok di belakang pemukul
(batter) dengan tugas menangkap bola yang dilempar oleh pitcher tapi tidak dipukul oleh batter.
Penangkap juga memberi instruksi dan strategi melempar bola kepada pelempar.
Penangkap dan pelempar berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan tanda-tanda rahasia. Jika pelempar
tidak setuju dengan apa yang dikatakan penangkap, pelempar akan menggelengkan kepala. Sebaliknya,
pelempar akan menganggukkan kepala jika menyetujui isyarat yang diberikan penangkap.
Pada setiap inning, tim yang melempar (fielding team) berusaha mematikan 3 anggota tim yang memukul
(defending team). Pemukul yang mati harus keluar dari lapangan dan menunggu sampai gilirannya untuk
memukul tiba.
Ada banyak cara untuk mematikan pemukul (batter) dan pelari (runner). Cara yang paling umum adalah
dengan menangkap bola yang berhasil dipukul sewaktu masih terbang di udara dan belum jatuh di
permukaan lapangan, menyentuh badan pelari dengan bola (tag out), menghadang pelari yang sedang
berada di base agar tidak bisa lari sehingga base menjadi diisi dengan pelari yang lain (force out), dan
melemparkan bola strike yang tidak bisa dipukul (strike out). Jika tim yang melempar berhasil mematikan
tiga anggota tim yang memukul, half-inning (setengah babak) dinyatakan selesai dan tim yang melempar
menjadi tim yang memukul.
Tim yang memukul berusaha mencetak angka (run). Agar dapat mencetak angka, pemukul harus bisa
memukul bola dan menjadi base runner (lari ke base), menginjak atau menyentuh semua base secara
berurutan untuk kembali ke home plate. Pemukul berusaha agar anggota timnya dapat pulang ke home
plate agar bisa mencetak angka. Pada saat yang sama, si pemukul sendiri juga ingin menjadi base
runner. Pemukul berusaha memukul bola di antara foul lines agar tim yang berjaga tidak dapat
menangkap bola dan bola jatuh ke permukaan lapangan. Pada saat yang sama, pelempar (pitcher) juga
berusaha melempar bola yang sulit dipukul.
Angka (run) dicetak oleh base runner yang berhasil pulang menyentuh home plate setelah melewati
semua base secara berurutan. Home run terjadi bila pemukul berhasil memukul bola keluar dari pagar
daerah outfield. Jika terjadi home run, pemukul dan semua pelari yang ada di base dapat menyentuh
semua base dan mencetak angka bagi tim.

Tim yang berjaga
Tim yang berjaga (fielding team) berusaha agar tim yang memukul tidak dapat mencetak angka (run).
Tim yang berjaga mengutus pasangan yang terdiri dari seorang pelempar (pitcher) yang berdiri di
atas mound (gundukan) dan penangkap (catcher) yang berjongkok di belakang home
plate. Pasangan pitcher dan catcher disebut battery. Sisa anggota tim yang berjaga boleh berada di
mana saja di dalam lapangan. Pada umumnya, 4 orang pemain yang disebut pemain infielder berada di
pinggir daerah infield. sedangkan 3 orang pemain yang disebut pemain outfielder berada di
daerah outfield.
Pelempar (pitcher) melempar bola ke arah home plate. Pelempar berusaha melempar secermat mungkin
agar pemukul (batter) tidak bisa memukul bola dan mati. Pelempar juga berusaha agar pemukul bisa
memukul dan lari, tapi bola yang dipukul diusahakan agar gampang ditangkap oleh pelempar sehingga
pelari mati akibat tag out dan force out. Penangkap (catcher) harus menangkap bola yang tidak dipukul
oleh batter. Pelempar dan penangkap bekerjasama dengan pelatih untuk menentukan strategi tim.
Penangkap memberi petunjuk kepada anggota timnya tentang posisi di lapangan yang harus dijaga.
Selain itu, penangkap juga memberi petunjuk kepada pelempar tentang strategi yang harus diambil untuk
menghadapi masing-masing pemukul. Penangkap juga berjaga di dekat home plate dan berusaha
menangkap bola yang dilempar anggota timnya agar pelari yang berusaha pulang ke home plate bisa
dimatikan.
Pemain infielder terdiri dari first baseman, second baseman, shortstop, dan third baseman. Pemain yang
bertugas sebagai first baseman dan third baseman berdiri dekat base pertama dan base ketiga. Pemain
yang bertugas sebagai second baseman dan shortstop berdiri di kedua belah sisi base kedua. Pada
zaman dulu, di saat pemain outfielder terdiri dari 4 orang dan pemain infielder terdiri dari 3 orang, pemain
yang bertugas sebagai second baseman berada di dekat base kedua.
Tugas pemain first baseman adalah mematikan pelari yang berusaha masuk ke base pertama (force
play). Pada teknik force play, pemain infielder berhasil menangkap bola yang dipukul dan jatuh
menyentuh tanah dan langsung melemparkannya ke pemain first baseman, sehingga pemain yang lari
setelah habis memukul bola dan berusaha memasuki base pertama dianggap mati. Sebelum pemain
yang lari bisa mencapai base pertama, pemain first baseman harus menyentuh pemain tersebut dengan
bola sebelum bisa mematikannya (tidak perlu pada liga profesional).
Pemain first baseman juga berusaha menangkap bola yang dipukul menuju base pertama walaupun bola
jarang sekali jatuh di dekat base pertama. Pemain yang bertugas sebagai first basemanbiasanya adalah
pemukul (batter) terbaik yang dimiliki tim. Tugas pemain second baseman adalah menjaga daerah
sebelah kanan base kedua dan merupakan pembantu pemain first baseman. Tugas
pemain shortstop adalah menjaga daerah sekitar base kedua dan base ketiga yang sering menjadi
sasaran bola ground ball yang dipukul oleh batter yang tidak kidal. Tugas lain pemain shortstopadalah
menjaga base kedua, base ketiga dan bagian sebelah kiri lapangan. Pemain shortstop biasanya bukan
seorang batter yang baik karena tugasnya sangat berat menjaga berbagai tempat di lapangan.
Pemain third baseman harus memiliki lengan yang kuat yang dapat menangkap sekaligus melemparkan
kembali bola dengan tangkas. Pemukul (batter) sering memukul bola dengan sasaran base ketiga,
sehingga pemain third baseman harus melempar bola secepat mungkin ke pemain first baseman untuk
mematikan batter yang sedang berusaha lari ke base pertama. Pemainthird baseman harus mempunyai
reaksi yang cepat terhadap bola karena bola yang dipukul ke base ketiga biasanya dipukul dengan
sekuat-kuatnya.
Pemain outfielder yang berjaga di daerah outfield terdiri dari left fielder (berada di outfield sebelah
kiri), center fielder (berada di outfield bagian tengah) dan right fielder (berada outfield bagian kanan).
Daerah outfield bagian tengah merupakan daerah yang luas sehingga pemain center fielder harus dapat
lari kencang dan melempar bola yang keras. Pada umumnya, pemain center fielder tidak harus
seorang batter yang handal. Tugas lain pemain center fielder adalah memberi instruksi tempat yang
harus dijaga kepada pemain left fielder dan right fielder supaya ketiga pemain outfielder tidak saling
berebut bola yang menuju daerah outfield.
Posisi pemain infielder dan pemain outfielder ditentukan sebelumnya oleh tim, tapi posisi pemain bisa
berganti-ganti bergantung pada jalannya permainan.

Pelempar bola
Pelempar (pitcher) yang dapat melempar dengan baik merupakan aset paling berharga bagi tim bisbol.
Tim lawan bisa mencetak angka demi angka dengan mudah jika pitcher melempar bola yang sangat
gampang dipukul. Tugas pitchersangat berat karena dalam satu pertandingan seorang pitcher bisa
melempar bola hingga di atas 100 kali. Sebagian besarpitcher sudah kehabisan tenaga sebelum
permainan berakhir sehingga perlu digantikan oleh pitcher pengganti. Tim bisbol membutuhkan lebih dari
satu pitcher dalam satu kali pertandingan. Pitcher yang pertama kali tampil di awal permainan
disebut starting pitcher, sedangkan pitcher lainnya disebut bullpen. Tempat pitcher mempersiapkan diri
sebelum tampil sambil berlatih melempar disebut bullpen.
Sebuah tim bisbol boleh memiliki pitcher sebanyak mungkin. Dalam satu pertandingan, tim bisa
memutuskan untuk mengganti pitcher kapan saja saat dibutuhkan, antara lain sebagai strategi untuk
menghadapi batter tangguh dari pihak lawan. Pada umumnya, pitcher mempunyai beberapa variasi
dalam teknik melempar bola yang merupakan keahlian individu yang dimiliki setiap pemain. Pitcher harus
melempar bola dengan cara yang berbeda-beda agar tidak bisa dipukul oleh batter. Kecepatan bola dan
jarak bola dengan batter juga perlu diganti-ganti sehingga kemungkinan batter untuk bisa memukul bola
semakin kecil.
Marka dari karet bernama pitcher rubber yang berada di atas mound (gundukan) harus diinjak dengan
kaki oleh pitcher pada saat melempar bola. Peraturan ini dimaksudkan agar kaki pitcherselangkah tidak
terlalu maju mendekati batter. Selain itu, keharusan menginjak pitcher rubber membuat bola yang
dilempar pitcher menjadi lebih pelan. Pitcher handal dari Liga Baseball Amerika dapat melempar bola
yang terbang dengan kecepatan lebih dari 90 mil per jam (145 km per jam). Pitcher sering menderita
cedera karena tubuh manusia umumnya tidak tahan terhadap gerakan keras melempar bola seperti yang
dilakukan pitcher. Cedera yang sering dialami pitcher juga merupakan alasan tim bisbol berusaha
memiliki pitcher sebanyak mungkin.

Tim yang memukul
Tim yang mendapat giliran memukul berusaha mencetak angka. Setiap tim harus mengumumkan daftar
nama pemain dan urutan giliran memukul yang disebut daftar lineup. Daftar lineup tidak boleh diganti
atau diubah selama jalannya pertandingan, tapi pemain yang terdaftar di dalam lineup bisa ditarik dan
digantikan dengan pemain baru yang tidak ada di dalam daftar lineup. Pemain baru hanya bertindak
sebagai pemukul pengganti (pinch hitter) bagi pemain yang digantikannya sedangkan urutan giliran
memukul tidak berubah.
Setelah kesembilan pemain selesai mendapat giliran memukul, giliran memukul kembali ke pemain yang
berada di urutan pertama daftar lineup. Pelari (runner) yang berhasil kembali ke home plate dan
mencetak angka bagi timnya harus meninggalkan lapangan sampai pemain tersebut mendapat giliran
memukul lagi.

Sepak bola
Sepak bola adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim dengan masing-masing
beranggotakan sebelas orang. Olahraga ini sangat terkenal dan dimainkan di 200 negara. Permainan
sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola kulit
berukuran 27-28 inci. Lapangan yang digunakan dalam permainan ini memiliki lebar 50-100 yard dan
panjang 100-300 yard. Gawang tempat mencetak gol terletak di bagian ujung lapangan dengan
dibatasi jaring berukuran tinggi 8 kaki dan lebar 24 kaki.
Sejarah
Sejarah olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan -3 sebelum Masehi di Cina. Di masa Dinasti
Han tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa
juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Di Italia, permainan menendang dan membawa bola
juga digemari terutama mulai abad ke-16. Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dan menjadi
sangat digemari. Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama
pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365. Raja
James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola. Di tahun 1815, sebuah
perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah.
Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub
berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut. Bersamaan dengan itu, terjadi
pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola (soccer). Pada tahun 1869, membawa
bola dengan tangan mulai dilarang dalam sepak bola. Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa
oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia. Pada tahun 1904, asosiasi
tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan
diberbagai negara.
Posisi Pemain
Pada dasarnya, satu tim sepak bola terdiri dari 1 orang penjaga gawang, 2-3 orang pemain bertahan,
(fullbacks), 2-4 orang pemain tengah, dan 1-3 orang penyerang. Penjaga gawang adalah satu-satunya
pemain yang boleh menggunakan tangan untuk melindungi gawang dari serangan lawan. Umumnya,
penjaga gawang mengenakan pakaian yang berbeda dengan pemain lainnya. Pemain bertahan memiliki
tugas utama untuk menghentikan serangan lawan. Pemain tengah biasanya terdiri dari pemain tengah
penyerang yang bermain dekat dengan penyerang dan pemain tengah bertahan yang bermain dekat
dengan pemain bertahan. Penyerang memiliki tugas utama untuk mencetak gol ke gawang lawan. Posisi
dasar pemain dapat mengalami modifikasi menjadi berbagai pola atau taktik permainan. Beberapa pola
pemain yang sering digunakan dalam berbagai kejuaraan adalah 4-4-2 (paling sering digunakan), 3-4-2-
1 (kekuatan terletak di bagian tengah lapangan), serta 4-3-3 (formasi klasik dari tahun 1970-an yang
sering digunakan oleh sistem total football Belanda dan Jerman Barat ).

Aturan

Lapangan permainan
Untuk pertandingan internasional dewasa, lapangan sepak bola yang digunakan memiliki panjang yang
berkisar antara 100-120 meter dan lebar 65-75 meter. Di bagian tengah kedua ujung lapangan, terdapat
area gawang yang berupa persegi empat berukuran dengan panjang 7.32 meter dan tinggi 2.44 meter. Di
bagian depan dari gawang terdapat area pinalti yang berjarak 16.5 meter dari gawang. Area ini
merupakan batas kiper boleh menangkap bola dengan tangan dan menentukan kapan sebuah
pelanggaran mendapatkan hadiah tendangan pinalti atau tidak.

Lama permainan
Lama permainan sepak bola normal adalah 2 45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit di antara
kedua babak. Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 215 menit,
hingga didapat pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti. Wasit dapat menentukan
berapa waktu tambahan di setiap akhir babak sebagai pengganti dari waktu yang hilang akibat
pergantian pemain, cedera yang membutuhkan pertolongan, ataupun penghentian lainnya. Waktu
tambahan ini disebut sebagai injury time atau stoppage time. Gol yang dicetak dalam perpanjangan
waktu akan dihitung menjadi skor akhir pertandingan, sedangkan gol dari adu penalti hanya menentukan
apabila suatu tim dapat melaju ke pertandingan selanjutnya ataupun tidak (tidak mempengaruhi skor
akhir).
[6]
Pada akhir tahun 1990-an, International Football Association Board (IFAB) memberlakukan
sistem gol emas (golden gol) atau gol perak (silver gol) untuk menyelesaikan pertandingan. Dalam sistem
gol emas, tim yang pertama kali mencetak gol saat perpanjangan waktu berlangsung akan menjadi
pemenang, sedangkan dalam gol perak, tim yang memimpin pada akhir babak perpanjangan waktu
pertama akan keluar sebagai pemenang. Kedua sistem tersebut tidak lagi digunakan oleh IFAB.

Pelanggaran
Apabila pemain melakukan pelanggaran yang cukup keras maka wasit dapat memberikan peringatan
dengan kartu kuning atau kartu merah. Pertandingan akan dihentikan dan wasit menunjukkan kartu ke
depan pemain yang melanggar kemudian mencatat namanya di dalam buku. Kartu kuning merupakan
peringatan atas pelanggaran seperti bersikap tidak sportif, secara terus-menerus melanggar peraturan,
berselisih kata-kata atau tindakan, menunda memulai kembali pertandingan, keluar-masuk pertandingan
tanpa persetujuan wasit, ataupun tidak menjaga jarak dari pemain lawan yang sedang melakukan
tendangan bebas atau lemparan ke dalam. Pemain yang menerima dua kartu kuning akan mendapatkan
kartu merah dan keluar dari pertandingan.
Pemain yang mendapatkan kartu merah harus keluar dari pertandingan tanpa bisa digantikan dengan
pemain lainnya. Beberapa contoh tindakan yang dapat diganjar kartu merah adalah pelanggaran berat
yang membahayakan atau menyebabkan cedera parah pada lawan, meludah, melakukan kekerasan,
melanggar lawan yang sedang berusaha mencetak gol, menyentuh bola untuk mencegah gol, dan
menggunakan bahasa atau gerak tubuh yang cenderung menantang.

Wasit dan Petugas Pertandingan
Dalam pertandingan profesional, terdapat 4 petugas yang memimpin jalannya pertandingan, yaitu wasit,
2 penjaga garis, dan seorang petugas di pinggir tengah lapangan. Wasit memiliki peluit yang
menandakan apakah saat berhenti atau memulai memainkan bola. Dia juga bertugas memberikan
hukuman dan peringatan atas pelanggaran yang terjadi di lapangan. Masing-masing penjaga garis
bertanggung jawab mengawasi setengah bagian dari lapangan. Mereka membawa bendera dengan
warna terang untuk menandakan adanya pelanggaran, bola keluar, ataupun offside. Biasanya mereka
akan bergerak mengikuti posisi pemain belakang terakhir.
Petugas terakhir memiliki tugas untuk mencatat semua waktu yang sempat terhenti selama pertandingan
berlangsung dan memberikan info mengenai tambahan waktu di akhir setiap babak. Petugas ini juga
bertugas memeriksa pergantian pemain dan menjadi penghubung antara manager tim dengan
wasit.
[8]
Dalam beberapa pertandingan, teknologi penggunaan video atau penggunaan orang kelima
untuk menentukan ketepatan keputusan wasit mulai digunakan. Misalnya yang menentukan apakah
suatu bola telah melewati garis atau apakah seorang pemain berada dalam keadaan offside ketika
mencetak gol.

Kejuaraan Internasional
Kejuaraan sepak bola internasional terbesar ialah Piala Dunia yang diselenggarakan oleh Fdration
Internationale de Football Association (FIFA). Piala Dunia diadakan setiap empat tahun sekali dan
dimulai di Uruguay pada tahun 1930. Pencetus ide tersebut adalah Jules Rimet,
seorang pengacara dan pengusahaPerancis yang terinspirasi setelah menonton Olimpiade Paris tahun
1924. Kompetisi international tertua di dunia adalah Copa America yang mempertandingkan tim-tim
dalam wilayah Amerika Selatan setiap dua tahun sekali. Copa America pertama kali diadakan tahun 1916
dan diikuti oleh 10 negara yang akhirnya membentuk The South American Football
Confederation (Conmebol). Untuk wilayah Amerika Utara, The Confederation of North, Central American
and Caribbean Association Football(CONCACAF) menyelenggarakan kompetisi internasional setiap
empat tahun sekali yang disebut Piala Emas CONCACAF. Di kawasan Asia, negara-negara yang
tergabung dalam Asian Football Confederation (AFC), mengadakan kompetisi internasional pertama
tingkat Asia pada tahun 1956 diHongkong yang disebut Piala Asia. Pada tahun 1960, kompetisi tingkat
regional Eropa diadakan untuk pertama kalinya dengan nama European Nations' Cup yang kemudian
disebut sebagai UEFA European Championship (Piala Eropa atau EURO). Di
wilayah Oseania (meliputi Australia,Selandia Baru, dan berbagai Kepulauan Pasifik), kompetisi
international setiap dua tahun dimulai sejak tahun 1996 disebut Piala Oseania. Untuk wilayah Afrika,
kompetisi Piala Afrika mulai diadakan sejak 1957 di Khartoum.

Sepak bola di Indonesia
Sejarah sepak bola di Indonesia diawali dengan berdirinya Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia
(PSSI) di Yogyakarta pada 19 April 1930 dengan pimpinan Soeratin Sosrosoegondo. Dalam kongres
PSSI di Solo, organisasi tersebut mengalami perubahan nama menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh
Indonesia. Sejak saat itu, kegiatan sepak bola semakin sering digerakkan oleh PSSI dan makin banyak
rakyat bermain di jalan atau alun-alun tempat Kompetisi I Perserikatan diadakan. Sebagai bentuk
dukungan terhadap kebangkitan "Sepakbola Kebangsaan", Paku Buwono X mendirikan stadion
Sriwedari yang membuat persepakbolaan Indonesia semakin gencar. Sepeninggalan Soeratin
Sosrosoegondo, prestasi tim nasional sepak bola Indonesia tidak terlalu memuaskan karena pembinaan
tim nasional tidak diimbangi dengan pengembangan organisasi dan kompetisi.pada era sebelum
tahun 1970-an, beberapa pemain Indonesia sempat bersaing dalam kompetisi internasional, di
antaranya Ramang, Sucipto Suntoro, Ronny Pattinasarani, dan Tan Liong Houw. Dalam
perkembangannya, PSSI telah memperluas kompetisi sepak bola dalam negeri, di antaranya dengan
penyelenggaraan Liga Super Indonesia, Divisi Utama, Divisi Satu, dan Divisi Dua untuk pemain non
amatir, serta Divisi Tiga untuk pemain amatir. Selain itu, PSSI juga aktif mengembangkan kompetisi
sepak bola wanita dan kompetisi dalam kelompok umur tertentu (U-15, U-19, U-19, dan U-23).