Anda di halaman 1dari 2

Pneumonia

Pneumonia adalah peradangan akut pada jaringan parenkim paru (saluran napas bawah) yang
disebabkan oleh infeksi mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, dll).
Etiologi
Penyebab dari pneumonia adalah infeksi oleh mikroorganisme. Ada beberapa
mikroorganisme yang dapat menyebabkan pneumonia. Berikut ini diantaranya :


Epidemiologi
Penyakit saluran napas menjadi penyebab angka kematian dan kecacatan yang tinggi di
seluruh dunia. Dan salah satunya adalah pneumonia. Ada 5-11 kasus per 1000 orang dewasa;
15-45% perlu dirawat di rumah sakit (1-4 kasus per 1000 orang), dan 5-10% diobati di ICU.
Insidensi paling tinggi pneumonia adalah pada pasien yang sangat muda dan pasien usia
lanjut.
Gejala dan Tanda
Gejala dan tanda khusus pada pneumonia diantaranya: demam, menggigil, batuk dengan
sputum atau dahak, sesak napas dan nyeri dada. Akan tetapi ada juga gejala dan tanda yang
dapat menyertainya pula, yaitu: terdapat hemoptisis, adanya sianosis (kebiruan), sakit kepala,
tekanan darah rendah, denyut nadi tinggi (takikardi), mual, muntah, adanya kelelahan dan
nyeri pada otot dan nyeri sendi.
Patomekanisme
Proses ini terkait dengan tiga faktor yaitu keadaan (imunitas) inang, mikroorganisme yang
menyerang pasien dan lingkungan yang berinteraksi satu sama lain. Interaksi ini akan
menentukan klasifikasi dan bentuk manifestasi dari pneumonia, misalnya berat ringannya
penyakit.
Proses terjadinya infeksi berawal dari masuknya agen infeksius penyebab pneumonia ke
alveoli dan berkembang. Kemudian invasi atau serangan dari agen infeksius tersebut
menyebabkan kerusakan jaringan pada paru, misalnya adanya sel yang lisis akibat virus atau
kematian makrofag di alveolus. Setelah itu timbul respon inflamasi yang dibantu oleh
mediator-mediator kimiawi. Respon inflamasi yang timbul adalah permeabilitas pembuluh
darah meningkat, sel polimorfonuklear (PMN) atau leukosit meningkat, timbulnya komponen
serum. Hal ini menyebabkan alveoli yang sebelumnya terisi oleh udara menjadi terisi oleh
cairan sehingga udara dalam alveoli menurun. Ini disebabkan karena menigkatnya
permeabilitas pembuluh data sehingga cairan atau protein dan sel-sel dalam kapiler keluar
dan mengisi alveoli. Dan dari sanalah timbul gejala-gejala dan tanda.

Referensi
Aru W. Sudoyo & Dkk. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi V. Jakarta: Internal
Publishing