Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
Karsinoma sel basal (KSB) disebut juga Basalioma adalah tumor ganas
kulit yang paling sering ditemukan terutama pada orang kulit putih. Di Australia
jumlah kasus baru KSB 652tahun !"" ribu penduduk# sedangkan di Amerika
Serikat $%"tahun!"" ribu penduduk.
!#2#&

Sinar matahari memiliki e'ek mendalam pada kulit menyebabkan
penuaan dini kulit# kanker kulit# dan sejumlah perubahan kulit.. (aparan sinar
ultra)iolet# *+A atau *+B# dari sinar matahari men,apai -". menyebabkan
gejala penuaan kulit dini. Banyak perubahan kulit yang umumnya diyakini karena
penuaan# seperti mudah memar# sebenarnya hasil dari kontak yang terlalu lama
terhadap radiasi *+.
Dengan merusak D/A sel kulit# radiasi *+ yang berlebihan
menghasilkan mutasi genetik yang dapat menyebabkan kanker kulit. *S
Department o' 0ealth and 0uman Ser)i,es dan 1rganisasi Kesehatan Dunia telah
mengidenti'ikasi *+ terbukti sebagai karsinogen manusia. 2adiasi *+ dianggap
sebagai penyebab utama kanker kulit nonmelanoma (/3S4)# termasuk
karsinoma sel basal (KSB) dan karsinoma sel skuamosa (S44).
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1.
Definisi
Karsinoma sel basal adalah neoplasma ganas dari sel epitelial yang
lebih mirip sel germinati' 'olikel sel rambut dibandingkan dengan sel basal
1
epidermis. KSB merupakan tumor 'ibroepitelial yang terdiri atas stroma
independen (jaringan 'ibrosa) dan epitelial. Sel tumornya berasal dari
primordial pluropotensial di sel basal#dan dapat juga dari selubung akar luar
'olikel rambut atau kelenjar sebasea atau adneksa kulit lain.
2
/ama lain dari karsinoma sel basal adalah Basalioma# Basal Sel 5pitelioma#
ulkus 2odent# ulkus 6a,ob# tumor Kompre,her# Basal Sel Karsinoma.
$
2.
Epidemiologi
(ertama kali dilaporkan oleh 6a,ob pada tahun !%27 yang
merupakan in)asi dan metastase yang lambat serta jarang menimbulkan
kematian.
5
Karsinoma Sel Basal ini lebih sering ditemui pada orang kulit
putih daripada orang kulit ber8arna# dan pengaruh sinar matahari sangat
berperan dalam perkembangan Karsinoma Sel Basal. (ria lebih banyak
daripada 8anita# dan biasanya usianya diatas $" tahun.
6#7
3enurut penelitian 9jarta di :ndonesia pringkat kanker kulit
adalah;
%
i. Karsinoma Sel Basal &6#67 .
ii. Karsinoma sel S<uamosa !!#$ .
iii. 3elanoma 3aligna "#5- .
i). 9umor ganas adneksa kulit dan tumor ganas kulit lainnya %#5 .
3.
Paogenesis
3!"
Kompre,her (!-"&) mengatakan bah8a KSB berasal dari sel basal
epidermis# Adamson menyangsikan bah8a KSB berasal dari sel basal dan
mengajukan teori bah8a KSB berasal dari 'okus embrionik laten yang
timbul dari keadaan dorman pada usia lanjut.
=e)er (!-$%) mengatakan KSB bukan karsinoma dan tidak berasal
dari sel basal tetapi adalah tumor ne)oid dan hamartoma yang berasal dari
sel germinati)um epitel primer yaitu sel>sel yang belum matang. 9eori lain
dari (inkus mengatakan bah8a KSB bersal dari sel pluripotensial yang
terbentuk se,ara kontinu sepanjang hidup# menjadi akti' pada usia tua dan
2
mempunyai potensi untuk membentuk rambut# kelenjar sebum dan kelenjar
apokrin.
(atogenesis Karsinoma Sel Basal didahului dengan kolagen yang
sering dijumpai pada kulit yang sedikit pigmennya dan mendapat sinar
matahari yang berlebih sehingga nutrisinya terganggu dimana hal ini
merupakan predileksi terjadinya suatu kelainan kulit. 3elanin ber'ungsi
sebagai energi amor' yang dapat menyerap energi dan menghilangkannya
dalm bentuk panas. 6ika energi yang masuk terlalu besar# maka dapat
merusak dan mematikan sel atau mengalami mutasi untuk selanjutnya
menjadi sel kanker.
?aktor predisposisi dari karsinoma sel basal ;
$#6#7
a) ?aktor internal ; umur# ras# jenis kelamin dan genetik.
b) ?aktor eksternal ;
!) Sinar *+ (*+B 2-" @ &2" um).
2) 9rauma pada kulit seperti bekas )aksinasi dan luka bakar.
&) Aat @ Bat kimia hidrosiklik polikarbon.
$) 2adiasi ionisasi.
5) Arsen organik.
".#am$a%an &isopaologis
Berdasarkan gambaran histopatologis =e)er (!--&) membagi KSB dalam 2
golongan;
:. Di''erensiasi yaitu;
!. 6enis keratotik
Disebut juga tipe pilar karena berdi''erensiasi ke arah rambut#
menunjukkan sel>sel para keratotik dengan gambaran inti yang
memanjang dan sitoplasma agak eosina'ilik dan dijumpai horn ,yst
(kista keratin). Sel parakeratoni, dapat membentuk susunan
konsentris atau mengelilingi kista keratin.
2. 6enis di''erensiasi sebasea
3
Dulu disebut bentuk kistik# merupakan bentuk solid yang
mengalami nekrobiosis. 9etapi tidak terbukti se,ara histokimia
bah8a bentuk tersebut adalah di''erensiasi kelenjar sebasea.
&. 6enis adenoid
Adanya gambaran struktur mirp kelenjar yang dibatasi jaringan
ikat. Kadang>kadang ditemukan lumen yang dikelilingi sel>sel
bersekresi. Sel tersusun berhadapan# melingkari pulau>pulau
jaringan ikat sehingga tumor berbentuk seperti renda. Dalam lumen
dapat ditemukan sema,am substansi koloid atau materi granuler
yang amorph. Akan tetapi belum ada bukti akti)itas sel yang
bersi'at sekretoris pada tepi lumen.
::. 9idak berdi''erensiasi;
!. 6enis solid
3erupakan gambaran histopatologik yang banyak ditemukan.
Berupa pulau>pulau sel dengan bentuk dan ukuran berma,am>
ma,am# terdiri dari sel>sel basaloid# denga inti baso'ilik yang bulat
atau lonjong# sitoplasma sedikit# sel>sel pada tepi massa tumor
tersusun palisade.
Bentuk solid dibagi menjadi 2 sub kelompok;
!. Sirkumskrip
> 9ampak parenkim tumor dengan berbagai bentuk dan ukuran pada
dermis lebih dari -". parenkim tumor berhubungan dengan
epidermis.
> Batas tepi tumor terdiri dari sel yang tersusun palisade (seperti
pagar)# sedangan sel didalam tumor tidak beraturan.
> Kadang>kadang terjadi disintegrasi sel pada pusat tumor sehingga
terbentuk kista.
2. :n'iltrati)e
> Disebut karsinoma sel basal yang agresi'.
4
> 9erdiri dari sel basaloid yang tersusun memanjang dengan
ketebalan hanya beberapa lapis dengan atau tanpa susunan palisade
pada tepinya. 9umor ini dapat mengadakan in)asi dalam batas
tumor tidak jelas# sel dan inti sel bentuk dan ukurannya ber)ariasi.
'. (anifesasi Klinis
(redileksinya terutama pada 8ajah ( pipi# dahi# hidung# lipat naso
labial# daerah periorbital )# leher. 3eskipun jarang dapat pula dijumpai pada
lengan# tangan# badan# tungkai kaki dan kulit kepala.
Cambaran klinis KSB ber)ariasi# =e)er membagi KSB menjadi 5
bentuk ;
a) /odulo>ulserati' termasuk ulkus rodens
b) Berpigmen
,) 3or'ea# 'ibrosing atau sklerosing
d) Super'i,ial
e) ?ibroepitelioma
9ipe /odulo *lserati'
3erupakan jenis yang paling sering dijumpai. =esi biasanya tampak
sebagai lesi tunggal. (aling sering mengenai 8ajah terutama pipi# lipat
nasolabial# dahi dan tepi kelopak mata. (ada a8alnya tampak papul atau
nodul ke,il# transparan seperti mutiara# diameter kurang dari 2 ,m#
dengan tepi meninggi. (ada permukaanya tampak mengkilat# sering
dijumpai adanya teleangiektasia# dan kadang> kadang dengan skuama
yang halus atau krusta tipis. Ber8arna seperti mutiara# kadang seperti
kulit normal sampai eritem yang pu,at. =esi membesar se,ara perlahan
dan suatu saat bagian tengah lesi menjadi ,ekung# meninggalkan tepi
yang meninggi keras. 6ika terabaikan# lesi>lesi ini akan mengalami
ulserasi (disebut ulkus rodens)# dengan dekstruksi jaringan di sekitarnya.
9ipe Berpigmen
5
Cambaran klinisnya sama dengan tipe nodulo ulserati'. Bedanya pada
tipe ini 8arnanya ,oklat atau hitam berbintik>bintik atau homogen yang
se,ara klinis dapat menyerupai melanoma.
9ipe 3or'ea?ibrosingSklerosing
Biasanya terjadi pad kepala dan leher# lesi tampak sebagai plak sklerotik
yang ,ekung# ber8arna putih kekuningan# batas tidak jelas. (ertumbuhan
peri'er diikuti perluasan sklerosis di tengahnya.
9ipe super'isial
=esi biasanya multipel mengenai badan. Se,ara klinis tampak sebagai
plak transparan# erimatosa sampai berpigmen terang# berbentuk o)al
sampai iregulerdengan tepi berbatas tegas dan sedikit meninggi# seperti
benang atau ka8at. Biasanya dihubungkan dengan ingesti arsenik kronis.
9ipe 'ibroepitelial
(aling sering terjadi pada punggung ba8ah. Se,ara klinis# lesi berupa
papul ke,il yang tidak bertangkai# atau bertangkai pendek# dengan
permukaan halus dan 8arna ber)ariasi.
/odular type
rodent ul,er type
S,lerosing type nodular type in Ddanger BoneE
6
(igmented solitary lesion
3ultiple super'i,ial
basal ,ell ,ar,inoma
Disamping itu
terdapat tiga sindroma klinis dimana epitelioma sel basal berperan penting#
yaitu ;
a) Sindrom epitelioma sel basal ne)oid
b) /e)us sel basal unilateral linier
,) Sindroma baBeF ( merupakan atro'oderma 'olikuler dengan epitelioma
sel basal multiple).
Sind%om Epielioma Sel Basal Ne)oid
Dikenal pula sebagai sindrom Corlin>ColtB. 3erupakan kelainan
autosomal dominan dengan penetrasi ber)ariasi# ditandai dengan 5 gejala
mayor yaitu ;
!. KSB multiple yang gterjadi pada usia muda
2. 4ekungan @ ,ekungan pada telapak tangan dan kaki
&. Kelainan pada tulang# terutama tulang rusuk
$. Kista pada tulang rahang
5. Kalsi'ikasi ektopik dari 'alks serebri dan struktur lainnya
Disamping gejala mayor ini dijumpai banyak kelainan system organ
multiple yang berhubungan dengan sindroma ini.
Ne)*s Sel Basal Unilae%al Linie%
3erupakan jenis yang sangat jarang dijumpai. =esi berupa nodul dan
komedo# dengan tepi atro'i berbentuk striae# distribusi Bosteri'ormis atau
7
linier# unilateral. =esi biasanya dijumpai sejak lahir dan lesi ini tidak
meluas dengan meningkatnya usia.
Sind%om Ba+e,
Sindroma ini pertama kali dgambarkan oleh BaBeF# diturunkan se,ara
dominan dengan ,irri khas sebagai berikut ;
!. Atro'oderma ?olikuler# yang ditandai oleh 'olikuler yang terbuka
lebar# seperti ice pick marks terutama pada ekstremitas.
2. 5pitelioma sel basal ke,il# multiple pada 8ajah# biasanya pertama
kali saat remaja atau de8asa. /amun kadang>kadang dapat pula
dijumpai pada akhir ilik dengan masa anak> anak.
Disamping itu dapat pula dijumpai anhidrosis lokal atau hipohidrosis
generalisata# hipotrikosis ,ongenital pada kulit kepala dan daerah
lainnya.
- . Diagnosis
Ditegakkan berdasarkan anamnesis# pemeriksaan 'isik# dan
pemeriksaan histopatologis. Dari anamnesis terdapat kelainan kulit
terutama dimuka yag sudah berlangsung lama berupa benjolan ke,il#
tahi lalat# luka yang sukar sembuh# lambat menjadi besar dan mudah
berdarah. 9idak ada rasa gatalsakit. (ada pemeriksaan 'isik terlihat
papululkus dapat ber8arna seperti kulit atau hiperpigmentasi. (ada
palpasi teraba indurasi. 9idak terdapat pembesaran kelenjar getah
bening regional. (emeriksaan penunjang berupa pemeriksaan
histopatologi yaitu dengan dilakukan biopsi. (ada setiap kelainan kulit
yang tersangka KSB harus dilakukan biopsi.
..Te%api
(enatalaksanaan B44 dipandu oleh lokasi anatomi dan gambaran
histologis. (endekatan>pendekatan yang digunakan men,akup bedah
8
mikrogra'i 3ohs (33S)# eksisi bedah standar# pemusnahan tumor oleh
berbagai modalitas# dan kemoterapi topikal. (eluang terbaik untuk
men,apai penyembuhan adalah melalui pengobatan B44 utama se,ara
memadai# karena tumor>tumor rekuren lebih besar kemungkinannya
kambuh dan menyebabkan kerusakan lokal lebih lanjut.
Beda&(i/%og%afi (o&s 0((S1
33S memberikan analisis histologis yang lebih unggul untuk batas>batas
tumor disamping memungkinkan penjagaan jaringan se,ara maksimal jika
dibandingkan dengan bedah eksisi standar. 2o8e# 4arrol# dan Day
melaporkan tingkat rekurensi ! persen untuk B44 primer yang diobati
dengan 33S. :ni lebih baik dibanding tingkat rekurensi untuk metode
lain# termasuk eksisi standar (!" persen)# kuretasi dan desikasi (4GD) (7#7
persen)# H29 (%#7 persen)# dan krioterapi (7#5 persen). B44 rekuren yang
diobati dengan 33S memiliki persentase 5#6 persen# yang lagi>lagi lebih
baik dibanding untuk metode lain# termasuk eksisi (!7#6 persen)# H29 (-#%
persen)# dan 4GD ($" persen). 33S merupakan pengobatan yang dipilih
untuk B44 mor'ea'ormis# tidak berbatas tegas# tidak dieksisi sempurna#
dan B44 primer yang berisiko tinggi. :ni merupakan pengobatan yang
dipilih untuk B44 rekuren dan untuk B44 lain yang terjadi pada tempat
dimana konser)asi jaringan diperlukan. 33S sangat berman'aat
khususnya dalam mengobati B44 pada tempat>tempat anatomik yang
berisiko tinggi# seperti bidang 'usi embrionik yang di8akili oleh jun,tion
naso'a,ial dan sulkus retroaurikular (9abel !!5>!).
E/sisi Sanda%
9
6ika dibandingkan dengan teknik>teknik non>eksisi# eksisi bedah standar
memiliki kelebihan e)aluasi histologis yakni spesimen yang dilepaskan.
Ialaupun eksisi standar ,o,ok untuk banyak B44# tingkat penyembuhan
untuk bedah eksisi standar lebih rendah dibanding untuk 33S pada kasus
B44 mor'ea'ormis primer# B44 rekuren# dan tumor>tumor yang terdapat
pada tempat>tempat anatomi yang berisiko tinggi. Iol' dan Aitelli
menunjukkan bah8a margin $ mm sudah memadai untuk -5 persen B44
non>mor'ea'ormis yang memiliki diameter kurang dari 2 ,m ketika diobati
dengan eksisi standar. 6ohnson# 9romo)it,h# dan S8anson melaporkan
-6#7 persen tingkat penyembuhan ketika eksisi men,akup margin 2>mm
selain daerah yang ditentukan dengan kuretasi. 9umor terdapat pada 6$
dari $"& margin kuret dan !2 dari $"& margin eksisi. Sub>tipe histologis
menjadi agresi' pada !! dari !2 kasus dengan margin eksisi positi'. 3argin
5 mm diperlukan untuk B44 mor'ea'ormis atau B44 rekuren. 5ksisi B44
primer harus men,akup jaringan lemak untuk memastikan pemindahan
tumor se,ara lengkap.
K*%easi dan Desi/asi 02 3 D1
4GD merupakan salah satu modalitas pengobatan yang paling sering
digunakan untuk B44. Kop' dkk. menunjukkan bah8a 4GD tergantung
pada operator# dimana mereka mengidenti'ikasi perbedaan penyembuhan
yang signi'ikan antara pasien yang diobati oleh dokter s8asta (-$#&
persen) dengan yang diobati oleh penduduk (%!#2 persen). Spiller dan
Spiller melaporkan tingkat penyembuhan -7 persen pada 2&& pasien.
9ingkat penyembuhan berkurang sebagai 'ungsi dari ukuran lesi primer;
10
untuk lesi yang lebih ke,il dari !#" ,m# tingkat penyembuhan adalah -%#%
persenJ untuk lesi antara !#" sampai 2#" ,m# -5#5 persenJ dan untuk lesi
yang lebih besar dari 2#" ,m# %$ persen. 2ekurensi ditemukan paling
sering pada dahi# pelipis# telinga# hidung# dan bahu. 4GD tidak
direkomendasikan untuk B44 primer besar# B44 mor'ea'ormis# atau B44
rekuren.
K%ios*%ge%i
Kriosurgeri merupakan modalitas destrukti' lainnya yang telah digunakan
dalam pengobatan B44. Dua siklus pembekuan>pen,airan dengan suhu
jaringan >5"o4 (>5%o?) diperlukan untuk memusnahkan B44. Disamping
itu# batas jaringan yang normal se,ara klinis harus dimusnahkan untuk
memberantas perluasan sub>klinis. Kriosurgeri kekurangan man'aat
kon'irmasi histologis penghilangan tumor. Ku'lik dan Cage melaporkan
-- persen tingkat penyembuhan pada 62% pasien setelah periode 5 tahun.
Komplikasi yang mungkin dari kriosurgeri men,akup s,arring hipertropi
dan perubahan pigmen pas,a>in'lamasi. 3asalah potensial lainnya adalah
menjadi kaburnya rekurensi tumor oleh jaringan s,ar 'ibrosa. Setiap
perubahan terbaru pada s,ar kriosurgeri setelah penyembuhan normal
selesai harus menimbulkan ke,urigaan tentang B44 rekuren.
Pengo$aan Topi/al
:mi<uimod. :mi<uimod (krim 5 persen) telah digunakan dalam pengobatan
kanker kulit. :mi<uimod merupakan sebuah agonis reseptor 9oll>like 7 dan
diyakini meginduksi inter'eron>K dan sitokin>sitokin lain untuk mendorong
imunitas tipe 9 helper !. (ada dua trial samar>ganda# a,ak# dan terkontrol
plasebo# tingkat bersihan histologis dan klinis untuk dosis lima dan tujuh
11
kali per pekan masing>masing adalah 75 persen dan 7& persen untuk B44
super'isial. (ada penelitian lain# !" dari !- B44 nodular (sekitar 5&
persen) bersih setelah pengobatan dengan imi<uimod. Se,ara umum# e'ek>
e'ek samping berbahaya terbatas pada reaksi kulit lokal. ?ollo8>up pada
seri>seri kasus pada umumnya lebih singkat dibanding pada penelitian>
penelitian retrospekti' tentang tingkat rekurensi setelah penatalaksanaan
bedah de'initi'. 5>'luorourasil. 5>'luorourasil (5>?*)# sebuah agen
kemoterapeutik yang diaplikasikan se,ara topikal dan digunakan dalam
pengobatan aktinik keratosis# juga telah digunakan untuk mengobati B44.
(ada satu seri kasus# 5pistein menunjukkan tingkat rekurensi 5>tahun
sebesar 2! persen setelah pengobatan 5>?*# yang berkurang menjadi 6
persen ketika kuretasi dilakukan terlebih dahulu. 5>?* dimetabolisasi oleh
dihidropirimidin dehidrogenase# dan penggunaannya dikontraindikasikan
pada pasien>pasien yang kekurangan enBim tersebut. (enggunaan 5>?*
untuk mengobati B44 harus dipertimbangkan se,ara ,ermat dan harus
men,akup e)aluasi risiko rekurensi dan gagal pengobatan.
Te%api 4oodinami
9erapi 'otodinami melibatkan akti)asi obat>obat pemeka>,ahaya
('otosensitiBer) melalui sinar tampak untuk menghasilkan spesies oksigen
terakti)asi yang memusnahkamn sel kanker konstituen. Asam L>
aminole)ulinat eksogen meningkatkan produksi seluler protopor'irin
pemeka>,ahaya endogen tipe :H# yang lebih ,enderung berakumulasi
dalam sel>sel tumor. 3orrison dkk. melaporkan bersihan a8al %% persen
untuk $" BB4 besar (M2 ,m) setelah satu sampai tiga pengobatan. Iaktu
'ollo8>up adalah antara !2 sampai 6" bulan. =aporan>laporan dengan
12
tingkat rekurensi lebih tinggi oleh peneliti lain menunjukkan bah8a
metode ini bisa dijadikan dipersiapkan untuk memilih situasi>situasi
dimana metode yang lebih tidak memungkinkan penggunaannya. 3armur
dkk. mere)ie8 terapi 'otodinami untuk kanker kulit non>melanoma dan
melaporkan tingkat rekurensi antara " persen sampai &! persen untuk
B44.
Te%api 5adiasi 065T1
H29 bisa berman'aat pada kasus B44 primer atau pada kasus dimana
batas>batas kanker pas,a>bedah masih positi' untuk kanker. Kelebihannya
men,akup rasa sakit yang minimal dan penghindaran prosedur in)asi'
untuk pasien yang tidak mau atau tidak mampu mengalami bedah.
Kekurangan utamanya men,akup kurangnya )eri'ikasi histologis untuk
penghilangan tumor# perjalanan pengobatan yang lama# hasil kosmetik
yang mungkin semakin buruk dari 8aktu ke 8aktu# dan predisposisi
terhadap rekurensi yang agresi' dan ekstensi'. 9ingkat pengendalian lokal
sebesar -& persen sampai -7 persen telah dilaprkanJ akan tetapi# konsmesis
dianggap lebih rendah dibanding hasil
yang di,apai oleh prosedur bedah.
!!

7. 5e/*%ensi
Karsinoma sel basal mempunyai rekurensi tinggi terutama bila
pengobatan tidak adekuat. Biasanya rekurensi terjadi $ bulan pertama
sampai !2 bulan setelah pengobatan.
2
8 . P%ognosis
(rognosis umumnya baik dengan 'i)e year sur)i)al rate men,apai
--..
2
13
BAB III
KESI(PULAN
!. Karsinoma sel basal merubakan tumor kulit malignan yang berasal
dari sel>sel basal epidermis dan appendiknya# berkembang lambat
dan tidakjarang bermetastase# serta tidak mengakibatkan kematian.
2. ?aktor predisposisi dan pajanan sinar matahari sangat berperan
dalam perkembangan karsinoma sel basal.
&. Diagnosa karsinoma sel basal ditegakkan berdasarkan gambaran
klinis dan pemeriksaan histopatologis.
$. (engobatan karsinoma sel basal bertujuan untuk kesembuhan
dengan hasil kosmetik yang baik.
5. (rognosis karsinoma sel basal umumnya baik apabila dapat
ditegakkan diagnosis dini dan pengobatan segera.
DA4TA5 PUSTAKA
!. 9ambunan C.I. Karsinoma Kulit Dalam Sepuluh 6enis Kanker
9erbanyak di :ndonesia. 5C4# !--5 ;52> 56
2. 0andayani :# Kus8adji. (enatalaksanaan Karsinoma Sel Basal.
Dalam ; 3D+: +ol !# /o. 26# !---
&. 0amBah 3# Kanker Kulit ; Aspek Deteksi Dini# Diagnosis 9ingkat
(enyakit dan (en,egahannya. Dalam Kumpulan 3akalah =engkap (:9
+# (52SD1SK:# Semarang# 2"""
14
$. 2ata :.C.K. 9umor Kulit. Dalam ; :lmu (enyakit Kulit Dan Kelamin.
5ditor Djuanda A. Dkk ed & ?K>*:#!--- ; 2"7>22
5. 2ahndle I 0# Basal ,ell 4ar,inoma. Dalam ; (remalignant and
3alignant /on 3elanoma skin 9umor Dermatology# A ,olor Cuide to
diagnosis and 9herapy# & th ed# St. =ouis Baltimore# 3osby !---; 6$->
5-
6. ?itBpatri,k 9B. Dermatology in Ceneral 3edi,ine 5
th
ed. +ol :# 3,>
Cra8 0ill# !--2 ; !$%%>-$
7. 0abi' 9(# 3D. Basal ,ell 4ar,inoma. Dalam ; (re 3alignant and
3alignan /on 3elanoma skin 9umor 4lini,al Dermatology# A ,olor
Cuide to diagnosis and 9herapy# & th ed# St. =ouis Baltimore# 3osby#
!--6 ; 6$->5-
%. 9jarta A. Spektrum Kanker Kulit di :ndonesia 3D+:# +ol &. /o 22#
!--5 ; !"">6
-. Buditjahjono S. 9umor> tumor Kulit. Dalam ; 0arahap 3. :lmu
(enyakit Kulit# 0ipo,rates# 2""" ; 2"6>&6
!". =e)er I?. 0istopathology o' the Skin 6 edition 6B =ippin,ot
4ompany# !-%& ;562>7$
!!. 3asdin. 2"!". Karsinoma Sel Basal.
http;888.pajjakadoi.,o.t)2"!""$karsinoma>sel>basal.html (! 6uli
2"!2).
!2. Djuanda# Adi. 2""7# 3o,htar 0amBah# Siti Aisah. :lmu (enyakit Kulit
dan Kelamin. 5disi +. 6akarta; ?K*:. hal; 22->2$!.
!&. 3edi,astore. 2"!". Kerusakan Kulit Akibat Sinar 3atahari.
http;medi,astore.,ompenyakit&7"KarsinomaNSelNBasal.html (!
6ulii 2"!2).
!$. 0eather Brannon# 3D. 2""%. 0ealthOs Disease and 4ondition.
Ameri,an; 3edi,al 2e)ie8 Board. page; 2"5>2&!.
15
16