Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
Karsinoma sel basal (KSB) disebut juga Basalioma adalah tumor ganas
kulit yang paling sering ditemukan terutama pada orang kulit putih. Di Australia
jumlah kasus baru KSB 652tahun !"" ribu penduduk# sedangkan di Amerika
Serikat $%"tahun!"" ribu penduduk.
!#2#&

Sinar matahari memiliki e'ek mendalam pada kulit menyebabkan
penuaan dini kulit# kanker kulit# dan sejumlah perubahan kulit.. (aparan sinar
ultra)iolet# *+A atau *+B# dari sinar matahari men,apai -". menyebabkan
gejala penuaan kulit dini. Banyak perubahan kulit yang umumnya diyakini karena
penuaan# seperti mudah memar# sebenarnya hasil dari kontak yang terlalu lama
terhadap radiasi *+.
Dengan merusak D/A sel kulit# radiasi *+ yang berlebihan
menghasilkan mutasi genetik yang dapat menyebabkan kanker kulit. *S
Department o' 0ealth and 0uman Ser)i,es dan 1rganisasi Kesehatan Dunia telah
mengidenti'ikasi *+ terbukti sebagai karsinogen manusia. 2adiasi *+ dianggap
sebagai penyebab utama kanker kulit nonmelanoma (/3S4)# termasuk
karsinoma sel basal (KSB) dan karsinoma sel skuamosa (S44).
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1.
Definisi
Karsinoma sel basal adalah neoplasma ganas dari sel epitelial yang
lebih mirip sel germinati' 'olikel sel rambut dibandingkan dengan sel basal
1
epidermis. KSB merupakan tumor 'ibroepitelial yang terdiri atas stroma
independen (jaringan 'ibrosa) dan epitelial. Sel tumornya berasal dari
primordial pluropotensial di sel basal#dan dapat juga dari selubung akar luar
'olikel rambut atau kelenjar sebasea atau adneksa kulit lain.
2
/ama lain dari karsinoma sel basal adalah Basalioma# Basal Sel 5pitelioma#
ulkus 2odent# ulkus 6a,ob# tumor Kompre,her# Basal Sel Karsinoma.
$
2.
Epidemiologi
(ertama kali dilaporkan oleh 6a,ob pada tahun !%27 yang
merupakan in)asi dan metastase yang lambat serta jarang menimbulkan
kematian.
5
Karsinoma Sel Basal ini lebih sering ditemui pada orang kulit
putih daripada orang kulit ber8arna# dan pengaruh sinar matahari sangat
berperan dalam perkembangan Karsinoma Sel Basal. (ria lebih banyak
daripada 8anita# dan biasanya usianya diatas $" tahun.
6#7
3enurut penelitian 9jarta di :ndonesia pringkat kanker kulit
adalah;
%
i. Karsinoma Sel Basal &6#67 .
ii. Karsinoma sel S<uamosa !!#$ .
iii. 3elanoma 3aligna "#5- .
i). 9umor ganas adneksa kulit dan tumor ganas kulit lainnya %#5 .
3.
Paogenesis
3!"
Kompre,her (!-"&) mengatakan bah8a KSB berasal dari sel basal
epidermis# Adamson menyangsikan bah8a KSB berasal dari sel basal dan
mengajukan teori bah8a KSB berasal dari 'okus embrionik laten yang
timbul dari keadaan dorman pada usia lanjut.
=e)er (!-$%) mengatakan KSB bukan karsinoma dan tidak berasal
dari sel basal tetapi adalah tumor ne)oid dan hamartoma yang berasal dari
sel germinati)um epitel primer yaitu sel>sel yang belum matang. 9eori lain
dari (inkus mengatakan bah8a KSB bersal dari sel pluripotensial yang
terbentuk se,ara kontinu sepanjang hidup# menjadi akti' pada usia tua dan
2
mempunyai potensi untuk membentuk rambut# kelenjar sebum dan kelenjar
apokrin.
(atogenesis Karsinoma Sel Basal didahului dengan kolagen yang
sering dijumpai pada kulit yang sedikit pigmennya dan mendapat sinar
matahari yang berlebih sehingga nutrisinya terganggu dimana hal ini
merupakan predileksi terjadinya suatu kelainan kulit. 3elanin ber'ungsi
sebagai energi amor' yang dapat menyerap energi dan menghilangkannya
dalm bentuk panas. 6ika energi yang masuk terlalu besar# maka dapat
merusak dan mematikan sel atau mengalami mutasi untuk selanjutnya
menjadi sel kanker.
?aktor predisposisi dari karsinoma sel basal ;
$#6#7
a) ?aktor internal ; umur# ras# jenis kelamin dan genetik.
b) ?aktor eksternal ;
!) Sinar *+ (*+B 2-" @ &2" um).
2) 9rauma pada kulit seperti bekas )aksinasi dan luka bakar.
&) Aat @ Bat kimia hidrosiklik polikarbon.
$) 2adiasi ionisasi.
5) Arsen organik.
".#am$a%an &isopaologis
Berdasarkan gambaran histopatologis =e)er (!--&) membagi KSB dalam 2
golongan;
:. Di''erensiasi yaitu;
!. 6enis keratotik
Disebut juga tipe pilar karena berdi''erensiasi ke arah rambut#
menunjukkan sel>sel para keratotik dengan gambaran inti yang
memanjang dan sitoplasma agak eosina'ilik dan dijumpai horn ,yst
(kista keratin). Sel parakeratoni, dapat membentuk susunan
konsentris atau mengelilingi kista keratin.
2. 6enis di''erensiasi sebasea
3
Dulu disebut bentuk kistik# merupakan bentuk solid yang
mengalami nekrobiosis. 9etapi tidak terbukti se,ara histokimia
bah8a bentuk tersebut adalah di''erensiasi kelenjar sebasea.
&. 6enis adenoid
Adanya gambaran struktur mirp kelenjar yang dibatasi jaringan
ikat. Kadang>kadang ditemukan lumen yang dikelilingi sel>sel
bersekresi. Sel tersusun berhadapan# melingkari pulau>pulau
jaringan ikat sehingga tumor berbentuk seperti renda. Dalam lumen
dapat ditemukan sema,am substansi koloid atau materi granuler
yang amorph. Akan tetapi belum ada bukti akti)itas sel yang
bersi'at sekretoris pada tepi lumen.
::. 9idak berdi''erensiasi;
!. 6enis solid
3erupakan gambaran histopatologik yang banyak ditemukan.
Berupa pulau>pulau sel dengan bentuk dan ukuran berma,am>
ma,am# terdiri dari sel>sel basaloid# denga inti baso'ilik yang bulat
atau lonjong# sitoplasma sedikit# sel>sel pada tepi massa tumor
tersusun palisade.
Bentuk solid dibagi menjadi 2 sub kelompok;
!. Sirkumskrip
> 9ampak parenkim tumor dengan berbagai bentuk dan ukuran pada
dermis lebih dari -". parenkim tumor berhubungan dengan
epidermis.
> Batas tepi tumor terdiri dari sel yang tersusun palisade (seperti
pagar)# sedangan sel didalam tumor tidak beraturan.
> Kadang>kadang terjadi disintegrasi sel pada pusat tumor sehingga
terbentuk kista.
2. :n'iltrati)e
> Disebut karsinoma sel basal yang agresi'.
4
> 9erdiri dari sel basaloid yang tersusun memanjang dengan
ketebalan hanya beberapa lapis dengan atau tanpa susunan palisade
pada tepinya. 9umor ini dapat mengadakan in)asi dalam batas
tumor tidak jelas# sel dan inti sel bentuk dan ukurannya ber)ariasi.
'. (anifesasi Klinis
(redileksinya terutama pada 8ajah ( pipi# dahi# hidung# lipat naso
labial# daerah periorbital )# leher. 3eskipun jarang dapat pula dijumpai pada
lengan# tangan# badan# tungkai kaki dan kulit kepala.
Cambaran klinis KSB ber)ariasi# =e)er membagi KSB menjadi 5
bentuk ;
a) /odulo>ulserati' termasuk ulkus rodens
b) Berpigmen
,) 3or'ea# 'ibrosing atau sklerosing
d) Super'i,ial
e) ?ibroepitelioma
9ipe /odulo *lserati'
3erupakan jenis yang paling sering dijumpai. =esi biasanya tampak
sebagai lesi tunggal. (aling sering mengenai 8ajah terutama pipi# lipat
nasolabial# dahi dan tepi kelopak mata. (ada a8alnya tampak papul atau
nodul ke,il# transparan seperti mutiara# diameter kurang dari 2 ,m#
dengan tepi meninggi. (ada permukaanya tampak mengkilat# sering
dijumpai adanya teleangiektasia# dan kadang> kadang dengan skuama
yang halus atau krusta tipis. Ber8arna seperti mutiara# kadang seperti
kulit normal sampai eritem yang pu,at. =esi membesar se,ara perlahan
dan suatu saat bagian tengah lesi menjadi ,ekung# meninggalkan tepi
yang meninggi keras. 6ika terabaikan# lesi>lesi ini akan mengalami
ulserasi (disebut ulkus rodens)# dengan dekstruksi jaringan di sekitarnya.
9ipe Berpigmen
5
Cambaran klinisnya sama dengan tipe nodulo ulserati'. Bedanya pada
tipe ini 8arnanya ,oklat atau hitam berbintik>bintik atau homogen yang
se,ara klinis dapat menyerupai melanoma.
9ipe 3or'ea?ibrosingSklerosing
Biasanya terjadi pad kepala dan leher# lesi tampak sebagai plak sklerotik
yang ,ekung# ber8arna putih kekuningan# batas tidak jelas. (ertumbuhan
peri'er diikuti perluasan sklerosis di tengahnya.
9ipe super'isial
=esi biasanya multipel mengenai badan. Se,ara klinis tampak sebagai
plak transparan# erimatosa sampai berpigmen terang# berbentuk o)al
sampai iregulerdengan tepi berbatas tegas dan sedikit meninggi# seperti
benang atau ka8at. Biasanya dihubungkan dengan ingesti arsenik kronis.
9ipe 'ibroepitelial
(aling sering terjadi pada punggung ba8ah. Se,ara klinis# lesi berupa
papul ke,il yang tidak bertangkai# atau bertangkai pendek# dengan
permukaan halus dan 8arna ber)ariasi.
/odular type
rodent ul,er type
S,lerosing type nodular type in Ddanger BoneE
6
(igmented solitary lesion
3ultiple super'i,ial
basal ,ell ,ar,inoma
Disamping itu
terdapat tiga sindroma klinis dimana epitelioma sel basal berperan penting#
yaitu ;
a) Sindrom epitelioma sel basal ne)oid
b) /e)us sel basal unilateral linier
,) Sindroma baBeF ( merupakan atro'oderma 'olikuler dengan epitelioma
sel basal multiple).
Sind%om Epielioma Sel Basal Ne)oid
Dikenal pula sebagai sindrom Corlin>ColtB. 3erupakan kelainan
autosomal dominan dengan penetrasi ber)ariasi# ditandai dengan 5 gejala
mayor yaitu ;
!. KSB multiple yang gterjadi pada usia muda
2. 4ekungan @ ,ekungan pada telapak tangan dan kaki
&. Kelainan pada tulang# terutama tulang rusuk
$. Kista pada tulang rahang
5. Kalsi'ikasi ektopik dari 'alks serebri dan struktur lainnya
Disamping gejala mayor ini dijumpai banyak kelainan system organ
multiple yang berhubungan dengan sindroma ini.
Ne)*s Sel Basal Unilae%al Linie%
3erupakan jenis yang sangat jarang dijumpai. =esi berupa nodul dan
komedo# dengan tepi atro'i berbentuk striae# distribusi Bosteri'ormis atau
7
linier# unilateral. =esi biasanya dijumpai sejak lahir dan lesi ini tidak
meluas dengan meningkatnya usia.
Sind%om Ba+e,
Sindroma ini pertama kali dgambarkan oleh BaBeF# diturunkan se,ara
dominan dengan ,irri khas sebagai berikut ;
!. Atro'oderma ?olikuler# yang ditandai oleh 'olikuler yang terbuka
lebar# seperti ice pick marks terutama pada ekstremitas.
2. 5pitelioma sel basal ke,il# multiple pada 8ajah# biasanya pertama
kali saat remaja atau de8asa. /amun kadang>kadang dapat pula
dijumpai pada akhir ilik dengan masa anak> anak.
Disamping itu dapat pula dijumpai anhidrosis lokal atau hipohidrosis
generalisata# hipotrikosis ,ongenital pada kulit kepala dan daerah
lainnya.
- . Diagnosis
Ditegakkan berdasarkan anamnesis# pemeriksaan 'isik# dan
pemeriksaan histopatologis. Dari anamnesis terdapat kelainan kulit
terutama dimuka yag sudah berlangsung lama berupa benjolan ke,il#
tahi lalat# luka yang sukar sembuh# lambat menjadi besar dan mudah
berdarah. 9idak ada rasa gatalsakit. (ada pemeriksaan 'isik terlihat
papululkus dapat ber8arna seperti kulit atau hiperpigmentasi. (ada
palpasi teraba indurasi. 9idak terdapat pembesaran kelenjar getah
bening regional. (emeriksaan penunjang berupa pemeriksaan
histopatologi yaitu dengan dilakukan biopsi. (ada setiap kelainan kulit
yang tersangka KSB harus dilakukan biopsi.
8
9