Anda di halaman 1dari 3

Bendungan atau dam adalah konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air menjadi waduk, danau, atau

tempat rekreasi. Seringkali bendungan juga digunakan untuk mengalirkan air ke sebuah Pembangkit Listrik
Tenaga Air. Kebanyakan dam juga memiliki bagian yang disebut pintu air untuk membuang air yang tidak
diinginkan secara bertahap atau berkelanjutan.
Three Gorges Dam adalah bendungan air terbesar di dunia. Hal ini terletak di tengah-tengah pohon ngarai di
Sungai Yangtze, terpanjang ketiga di dunia, di Provinsi Hubei Cina. Sungai Yangtze Dam telah disetujui oleh
pemerintah China pada tahun 1992. Namun, pembangunan tidak dimulai sampai 1994. Hal ini dijadwalkan akan
selesai tahun 2009. Proyek senilai US $ 25 miliar sedang internasional didanai oleh perusahaan, lembaga kredit
ekspor, dan bank dari Kanada, Swiss, Jerman, Perancis, Swedia, dan Brasil. Kontroversi tentang proyek ini
muncul dari masalah hak asasi manusia (sebanyak 1,3-1.900.000 orang telah dipaksa untuk pindah) dan
dampak lingkungan.

Three Gorges Dam (Bendungan Tiga Ngarai) saat ini merupakan bendungan sekaligus pembangkit listrik tenaga
air (PLTA) terbesar di dunia. Dibangun sepanjang 2.3 km menyebrangi Sungai Yangtze, China. Proyek ambisius
ini dinilai sebagai proyek terbesar Cina sejak dibangunnya Tembok Besar Cina. Proyek pembangunan
bendungan terbesar di dunia ini telah banyak menuai pro dan kontra. Kritik yang muncul terutama datang dari
para ahli geologi, ahli biologi dan pemerhati lingkungan. Maksud saya menulis ini bukan ingin memposisikan diri
saya sebagai pihak yang pro maupun yang kontra, tetapi hanya sebagai bahan pelajaran dan bahan
pertimbangan dalam membangun proyek-proyek industri khususnya pembangunan bendungan dan PLTA di
Indonesia.

Analisis Dampak dan Manfaat
1. Pengendalian Banjir
Pengendalian banjir merupakan alasan utama dibangunnya Three Gorges Dam ini. Terhitung selama abad ke-20
saja telah terjadi lima kali banjir besar yang menewaskan total 327.394 jiwa, menghancurkan lebih dari 3 juta
hektar lahan pertanian, rumah-rumah penduduk dan jutaan penduduk terkena dampak banjir
tersebut.
(1)
Tentunya diharapkan setelah bendungan ini sukses beroperasi dan terbukti dapat mengendalikan
banjir, tidak ada lagi kerugian materi dan biaya jutaan dollar yang harus dikeluarkan untuk recovery pasca banjir.

2. Clean Energy Production
Disamping Bendungan terbesar didunia, The Three Gorges Hydropower Plant (TGHP) merupakan yang terbesar
di dunia, menghasilkan listrik dengan kapasitas 22,500 MW (22,5 GW), mengalahkan pembangkit listrik Itaipu di
perbatasan Brazil-Paraguay (12,500 MW) yang selama ini menyandang predikat yang terbesar di dunia.
Berikutnya yang termasuk jajaran lima besar pembangkit listrik terbesar di dunia adalah Guri di Venezuela
(10,300 MW), Grand Coulee di U.S. (6,809 MW) dan Sayano-Shushensk di Russia (6,400 MW). Dengan
kapasitas sebesar itu, TGHP akan memasok kurang lebih 10% dari total ketersediaan energi di Cina.
Dibandingkan dengan pembangkit listrik batubara dengan kapasitas daya listrik yang sama, TGHP akan
mengurangi emisi 100 juta ton CO
2
, 2 juta ton SO
2
, 0.37 juta ton NOx dan beberapa partikulat lainnya. Hal ini
akan mencegah hujan asam dan mengurangi efek rumah kaca di Asia Timur dan Central Cina.
(1)
.
Listrik tenaga
air yang dihasilkan dari TGHP setiap tahunnya akan menggantikan 50 juta ton batubara mentah yang digunakan
dalam pembangkit listrik batubara
(2)
.
3. Manfaat Ekonomi
Kerugian jutaan dollar akibat banjir dapat dihindari dengan adanya TGD. Tidak hanya itu, dengan adanya
pasokan listrik dari pembangkit listrik ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kota-kota yang tersuplai
listrik dari Three Gorges Dam Hydropower Plant. Saat ini, listrik TGHP dikirim tanpa henti ke Central Cina, Cina
Timur, Guangdong, dan Chongqing dengan jangkauan transmisi maksimum 1000 km.
Selain hal tersebut diatas, pembangunan The Three Gorges Dam juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas
pelayaran di sungai Yangtze, memperluas jangkauan pengiriman barang dan rute pelayaran ke daratan Cina.
TGD juga akan menciptakan akses langsung dari Samudra Pasifik ke daratan Cina, sehingga kapal-kapal besar
akan dapat langsung menuju daratan Cina dengan populasi yang besar sehingga pada akhirnya akan
menyebabkan munculnya pasar baru, penciptaan lapangan kerja, dan vitalitas ekonomi.
4. Transfer Teknologi
Transfer teknologi akan membawa manfaat yang sangat besar walaupun berupa intangible benefit. Dalam
proses pembangunannya, TGD banyak melibatkan vendor-vendor besar Eropa diantaranya Alstom, ABB,
Kvaerner, Voith General Electric dan Siemens yang bekerja sama dengan perusahaan Cina yaitu Harbin Power
Equipment and Dongfang Electrical Machinery. Faktanya baru-baru ini, Harbin Harbin Electric Machinery,
berhasil memproduksi ultra-critical steam generator turbine dengan kapasitas 1000 MW yang diproduksi di Cina.
Dampak
Yang paling menarik perhatian saya dalam proyek pembangunan Three Gorges Dam ini adalah begitu
banyaknya dampak-dampak negatif yang harus dihindari dan diminimalisir pada saat proyek pembangunan
maupun sesudah bendungan ini beroperasi. Menarik untuk dicermati, bagaimana para top management proyek
tersebut membuat pilihan-pilihan yang sulit dengan pertimbangan ekonomi, sosial budaya, lingkungan dan lain-
lain yang akhirnya menghasilkan keputusan-keputusan yang harus mengorbankan beberapa hal yang kemudian
menimbulkan kritik dari masyarakat dunia. Pada dasarnya tidak ada satupun teknologi hasil karya manusia yang
tidak menimbulkan dampak negatif disamping manfaat besar dari keberadaan teknologi tersebut.
1. Dampak Sosial dan Budaya
Proyek besar ini telah menorehkan catatan jumlah pengungsi lebih dari 1,2 juta jiwa dengan daerah yang
terendam air untuk reservoir bendungan sebanyak 140 kota dan 1.350 desa
(3)
. Keengganan untuk pindah dari
tanah yang mereka tempati sejak jaman nenek moyang mereka, tidak memadainya kompensasi yang diberikan,
kurangnya lapangan pekerjaan di tempat yang baru, masalah korupsi dan lain-lain merupakan dampak sosial
yang sangat luar biasa akibat dari proyek ini.
Reservoir sepanjang 600 kilometer yang membentuk waduk Tiga Ngarai menyebabkan tenggelamnya banyak
bangunan bersejarah dan artefak-artefak yang telah ada sejak 8000 tahun yang lalu.
2. Sedimentasi
Sedimentasi lumpur pada hulu bendungan dapat mengakibatkan berkurangnya efisiensi pembangkitan listrik
karena berkurangnya head dan juga mempengaruhi kesuburan tanah di wilayah hilir sungai karena lumpur
tersebut mengandung unsur-unsur yang baik untuk kesuburan tanah.
Terobosan teknologi untuk mengatasi sedimentasi di hulu bendungan yaitu dengan instalasi jalur flushing lumpur
pada bagian bawah bendungan, sehingga lumpur yang mengendap pada hulu bendungan dapat dialirkan ke hilir
bendungan. Teknologi ini dapat mengurangi 30-60% sedimentasi di hulu bendungan sehingga bagian hilir sungai
masih tersuplai oleh unsur-unsur hara yang terkandung dalam lumpur sungai.
3. Kekeringan di hilir sungai
Kesuksesan proyek Three Gorges Dam yang diyakini dapat mencegah banjir di hilir sungai pada kenyataannya
sekarang malah menyebabkan masalah baru yaitu memacu kekeringan di pusat dan timur Cina. Pada bulan
Januari, China Daily melaporkan bahwa level permukaan sungai Yangtze telah mencapai tingkat terendah dalam
142 tahun terakhir sehingga menyebabkan lusinan kapal terdampar di sepanjang sungai di provinsi Hubei dan
Jiangxi.
(4)

4. Ancaman Biodiversity
Sementara itu, di mulut Sungai Yangtze penduduk Shanghai, kota terbesar di Cina, mengalami kekurangan air.
Penurunan aliran air tawar juga berarti bahwa air laut dari Laut Cina Timur kini merangkak lebih jauh ke arah
hulu. Hal ini, pada gilirannya menyebabkan peningkatan jumlah ubur-ubur, yang bersaing untuk mencari makan
dengan ikan-ikan sungai dan mengkonsumsi telur dan larva ikan-ikan sungai, sehingga mengancam populasi
aslinya.
(4)

Perhitungan kapasitas daya listrik terpasang pada PLTA
Sekedar untuk mengingat kembali pelajaran saat masih kuliah dulu tentang perhitungan daya listrik terbangkitkan
dari PLTA. Mari kita perhatikan tabel parameter dari lima besar pembangkit listrik tenaga air terbesar di dunia
dibawah ini. Kebetulan mata ini jadi gatal melihat parameter-parameter desain tersebut, sekaligus sedang ingin
bernostalgia lagi dengan perhitungan kapasitas daya listrik PLTA, karena beberapa tahun lalu saya sempat
terlibat dalam beberapa proyek perancangan pembangkit listrik tenaga mikro hidro dan mini hidro untuk
beberapa lokasi di Indonesia.

Ketika China membutuhkan energi terbarukan sebesar 120.000 megawatt hingga
tahun 2020, pemerintah mulai membangun bendungan di banyak sungai. Menurut
China, ini adalah strategi yang aman untuk menekan polusi, mengontrol banjir dan
meminimalkan perubahan iklim. Namun tidak semua ahli lingkungan dan ilmuwan
di dunia setuju dengan strategi pemerintah China.
Pemerhati lingkungan menegaskan bahwa China sebaliknya telah menghalangi
aliran bebas sungai, menghancurkan ekologi, memindahkan jutaan orang,
meningkatkan kemungkinan gempa bumi dan akhirnya, menjual jiwa negara
mereka untuk pertumbuhan ekonomi .
Dalam membangun energi listrik terbarukan, insinyur China telah membangun
mega bendungan pada tingkat yang tak tertandingi dalam sejarah manusia. Jauh
lebih besar dari Bendungan Hoover di Sungai Colorado yang memiliki ketinggian
221 meter dan mampu menghasilkan listrik lebih dari 2.000 megawatt sedang
dibangun di sungai terbesar China. Bendungan yang dikenal dengan sebutan adalah
Three Gorges Dam, selesai dibangun tahun 2008, membentang satu mil di Sungai
Yangtze dan dapat menghasilkan sepuluh kali tenaga listrik daripada dari
Bendungan Hoover. Namun Three Gorges hanya sebagian kecil program bendungan
China saat ini.
Pemerintah sekarang terlibat dalam ekspansi baru bendungan berskala besar, waduk
dalam waduk sekitar 130 di seluruh Tenggara China.
Sejak tahun 1950 Cina telah membangun 22.000 bendungan dengan tinggi lebih dari
15 meter, kira-kira setengah dari total bendungan dunia saat ini . Selama tahun 1990,
pertumbuhan ekonomi naik dan polusi udara mendorong kebutuhan energi bersih,
mendorong China membuat mega bendungan. Protes dari pemerhati lingkungan
telah memperlambat beberapa bangunan bendungan dalam beberapa tahun terakhir
. Tetapi di bawah 12 Rencana Lima Tahun yang ke-12 (2011-2015) pemerintah China
tampaknya tidak lagi menahan diri. Oposisi telah ditekan dan pembangunan
bendungan terus bergerak maju.
Sekitar 100 bendungan dalam tahap rekonstruksi atau perencanaan di sungai
Yangtze dan anak sungainya. Semua sungai yang mengalir dari Dataran Tinggi Tibet,
wilayah geologis tidak stabil dengan ketinggian rata-rata 4.500 meter (14.800 kaki).
Aliran sungai mengalir turun dengan lembut, melewati batuan sedimen,
menciptakan ngarai curam, banyak diantaranya lebih dalam dari Grand Canyon.
Pembangunan bendungan ternyata juga beresiko tinggi terhadap gempa bumi. Probe
International, sebuah LSM Kanada, pada April 2012 memperingatkan bahwa hampir
setengah dari bendungan baru Cina berada di zona tinggi hingga sangat tinggi resiko
gempa dan sebagian besar sisanya dalam zona bahaya sedang.