Anda di halaman 1dari 8

1

TUGAS








Pembimbing:
Dr. dr. Suyanto Sidik SpPD.KGEH.FINASIM

Penyusun :
Fairuz Binti Mahamad Rodzi
030.08.271


KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM
RUMAH SAKIT TNI ANGKATAN LAUT Dr. MINTOHARDJO
PERIODE 2 JUNI 16 AGUSTUS 2014
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI


2

Fungsi lien dibagi menjadi 5 kategori :

- Filter sel darah merah
- Produksi opsonin-tufsin dan properdin
- Produksi Imunoglobulin M
- Produksi hematopoesis in utero
- Regulasi T dan B limfosit



Pembesaran limpa merupakan temuan patologi yang umum dan penting. Pembesaran
pada pulpa merah terjadi karena adanya peningkatan jumlah sel-sel fagosit dan atau
peningkatan jumlah sel darah. Pada infeksi yang bersifat kronis, hiperplasia jaringan limfoid
dapat ditemukan. Terdapat 5 penyebab terjadinya pembesaran limpa (splenomegali), yaitu:
1. Infeksi
Pada kasus infeksi bakterial yang bersifat akut, ukuran limpa sedikit membesar. Pembesaran
terjadi akibat peradangan yang menyebabkan peningkatan infiltrasi sel-sel fagosit dan sel-sel
neutrofil. Jaringan atau sel-sel yang mati akan dicerna oleh enzim, sehingga konsistensi
menjadi lembek, apabila disayat mengeluarkan cairan berwarna merah, bidang sayatan
menunjukkan warna merah merata. Permukaan limpa masih lembut dan terlihat keriput.
Peradangan dapat meluas sampai dengan kapsula limpa yang disebut sebagai perisplenitis
dengan atau tanpa disertai abses.
Pada infeksi kronis non-pyogenik, pembesaran yang terjadi melebihi ukuran limpa pada
infeksi akut. Konsistensi mengeras, bidang sayatan memperlihatkan adanya lymphoid
aggregates, pulpa merah banyak mengandung sel-sel fagosit yang didominasi oleh sel
plasma.

2. Gangguan Sirkulasi
Gangguan sirkulasi dapat menyebabkan kongesti buluh darah pada limpa. Keadaan kongesti
limpa ini dapat disebabkan oleh 2 kondisi utama, yaitu gagal jantung kongestif
(CHF/Congestive Heart Failure) dan sirosis hati (Hepatic Cirrhosis). Kondisi gagal jantung
(dilatasi) menyebabkan kongesti umum/sistemik buluh darah balik, terutama vena porta
hepatika dan vena splenik. Keadaan ini mengakibatkan tekanan hidrostatik vena meningkat
3

dan mengakibatkan terjadinya pembesaran limpa. Pada kondisi sirosis hati, aliran darah pada
vena porta mengalami obstruksi, karena terjadi fibrosis hati. Keadaan seperti ini
menyebabkan peningkatan tekanan hidrostatik vena porta dan vena splenik, sehingga
menyebabkan pembesaran limpa. Pembesaran limpa yang diakibatkan oleh sirosis hati ini
dapat disertai penebalan lokal pada kapsula.

3. Degenerasi dan Storage Disease
Lesio tipe ini jarang ditemukan. Contohnya: Amiloidosis, Lipid Storage Disease dan
kelainan glycogen storage
.
4. Neoplasma/tumor
Dapat bersifat primer dan sekunder. Pada kondisi primer, sel-sel onkogenik limpa secara
primer tumbuh menjadi sel tumor. Kondisi sekunder pada umumnya terjadi karena pengaruh
pada saat penyebaran (metastatik) sel tumor limfoma dan leukemia.

5. Kelainan Sel Darah
Pembesaran limpa akibat kelainan darah dapat disebabkan oleh produksi sel-sel darah
abnormal (contohnya pada kasus anemia hemolitika yaitu idiopathic trombositopenia), pada
leukemia dan limfoma, serta pada gagal sumsum tulang kronis karena fibrosis atau infiltrasi
sekunder sel tumor

Etiologi Splenolegali Non-Hepatitis
1. Hematologikal
Kematian sel-sel yang rusak dalam lien menyebabkan splenomegali.
- Anemia hemolitik (thalasemia, defek sel darah merah, anemia sel sickle)
- Leukemia akut, leukemia kronik (keganasan sel darah)
- Polisitemia rubra (penghasilan sel darah massif)
- Makroglobulinemia (keganasan sel limfosit B)
- Limfoma Hodgkin dan limfoma non-hodgkin (keganasan sel dalam sistim limfa)
- Trombositemia esensial (distribusi platelet berukuran besar)
- Mielofibrosis (ekstramedular haemapoeisis)
4

2. Infeksi.
Pembesaran terjadi peningkatan infiltrasi sel sel fagosit.
- Malaria
- Schistosomiasis
- Leishmaniasis visceral
- Tuberculosis, brucellosis
- Glandular fever, viral hepatitis
- Endocarditis infektif

3. Tumor dan kista
Pembesaran karena hiperplasi atau kelainan dari jaringan lien karena terjadi
pembelahan sel-sel yang tidak terkawal.
- Abses lien
- Metastase lien
- Kista seperti hidatid, dermoid
- Hemangioma

4. Splenomegali kongestif
Pembesaran karena dilatasi lien.
- Sirosis hepar
- Syndrome Budd Chiari
- Obstruksi vena lien atau portal
- Gagal jantung

5. Kelainan jaringan penyambung
- Systemic lupus erythemtosus





5

Penyebab Sirosis Hepatis Non Hepatitis
Penggunaan akohol secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama
Obat-obatan tertentu
Terlalu sering terkena paparan racun seperti arsenik
Kerusakan saluran empedu (primary biliary cirrhosis)
Penumpukan lemak dalam hati (nonalcoholic fatty liver disease)
Penyakit hati yang disebabkan sistem kekebalan tubuh (autoimmune hepatitis)

Hipertensi Portal.
Hepar normal memiliki kemampuan untuk mengakomodasi perubahan yang besar pada
aliran darah portal tanpa membuat perubahan besar pada tekanan portal. Hipertensi portal
adalah akibat dari proses kombinasi antara peningkatan aliran vena portal dan peningkatan
tahanan aliran portal.
Pasien dengan sirosis menunjukkan peningkatan aliran arteri sphlancnic, disebabkan,
peningkatan aliran vena sphlancnic kepada hepar. Peningkatan aliran arteri splanchnic dapat
dijelaskan sebagian oleh penurunan resistensi vaskular perifer dan peningkatan keluaran
kardiak pada pasien dengan sirosis.
Hipertensi portal sirosis hepatis
Peningkatan resistensi sepanjang daerah vaskuler sinusoid dari hepar disebabkan oleh
faktor statis dan faktor dinamis.
a. Faktor statis pada arsitektural hepar.
- Pembentukan nodul regeneratif dan produksi kolagen oleh sel stellata teraktifasi.
- Kolagen, pada gilirannya, akan dideposit pada daerah rongga disse.
b. Faktor dinamis mempengaruhi satu per tiga resistensi vaskuler intra hepatik.
6

- Sel stellata berpengaruh sebagai sel kontraktilitas untuk menggabungkan sel
endothel hepar.
- Nitrit oksida yang diproduksi oleh sel endothel, pada gilirannya, mengontrol
derajat relatif dari vasodilatasi atau vasokonstriksi sinusoid hepar.
- . Peningkatan kadar lokal dari bahan kimia vasokonstriktor, seperti endothelin,
dapat pula berkontribusi untuk vasokonstriksi sinusoidal.

Hipertensi Portal Non-Sirosis
Penyebab pre-hepatik
Trombosis vena splancnic. Kondisi ini biasanya terkait dengan kondisi hiperkoagulasi pada
keganasan (cth, kanker pankreas).

Penyebab intrahepatik
a. pre-sinusoid,
Penimbunan oosit schistosoma di vena porta pre sinusoid, dengan perkembangan selanjutnya
yang mengakibatkan granulomata dan fibrosis portal. Schistosoma adalah penyebab
nonsirosis yang paling sering menyebabkan perdarahan varises di seluruh dunia. Infeksi
schistosoma mansoni dijelaskan di puertorico, amerika tengah dam selata, timur tengah, dan
afrika. Schistosoma japonicum ditemukan pada daerah jauh di timur. Schistosoma
hematobium, ditemukan di timur tengah dan afrika, dapat menyebabkan fibrosis prota namun
gejala yang lebih sering muncul ialah deposit telur pada saluran kemih.
b. sinusoid
Kondisi klasik pasca sinusoid adalah sebuah keadaan yang dikenal sebagai penyakit vena
oklusif. Kerusakan dari vena hepatik terminal dapat diakibatkan oleh konsumsi alkaloid
7

pyrrolizidine pada teh Comfrey atau teh jamaican brush serta mengikuti kemoterapi dengan
dosis tinggi yang mendahului sebelum dilakukannya transplantasi sum-sum tulang.

c. pasca hepatik

Gagal jantung kanan kronis dan trikuspid regurgitasi serta lesi obstruktif dari vena hepatika
dan vena cava inferior. Kondisi seperti ini, dan gejala yang mereka timbulkan, dinamakan
sebagai sindroma Budd-Chiari. Kondisi predisposisi termasuk kondisi hiperkoagulasi, invasi
tumor kepada vena hepatik atau vena cava inferior, dan obstruksi membran dari inferior vena
cava. Jaringan vena cava inferior diobservasi kebanyakan pada daerah asia selatan deman
timur dan dipostulasikan disebabkan oleh faktor nutrisi.















8

DAFTAR PUSTAKA

1. Fauci, et al. 2011. Harissons Principles of Internal Medicine, 18th Ed. McGraw-Hill
: USA.
2. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. 2007. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam. IPD FKUI Pusat. Jakarta